JOURNAL OF ECONOMICS AND REGIONAL SCIENCE Vol. 2 No. 1 Edisi Maret 2022 P-ISSN: 2776-2939 E-ISSN: 2776-3196 Analisis Pengaruh Luas Lahan. Modal dan Tenaga Kerja Terhadap Hasil Produksi Pepaya Kalifornia di Desa Naena Muktipura (SP VI) 1Desi Ratna Sari, 2Antje Tuasela 1,2Program Studi Ekonomi Pembangunan. STIE Jambatan Bulan. Mimika, 99910. Indonesia Histori Artikel: Pengajuan : 25 Juni 2022 Revisi : 04 Juli 2022 Diterima : 06 Juli 2022 Keywords: Production. Land Area. Capital. Labor. Abstract This study aims to determine the effect of land area, capital and labor on papaya production in Naena Muktipura Village (SP VI) either partially or simultaneously. The method used by the researcher is the associative method. The data collection technique carried out by the researcher was distributing questionnaires which were distributed to 27 respondents. The analytical tool used in this research is multiple linear regression analysis. The results showed that partially land had no significant effect on papaya production in Naena Muktipura Village. Capital had a significant effect on papaya production in Naena Muktipura Village and labor had no significant effect on papaya production results in Naena Muktipura Village, meanwhile simultaneously the factors land production, capital and labor have a significant effect on papaya production in Naena Muktipura Village. Citation. Sari. , & Tuasela. Analisis Pengaruh Luas Lahan. Modal dan Tenaga Kerja Terhadap Hasil Produksi Pepaya Kalifornia di Desa Naena Muktipura (SP VI). Journal of Economics and Regional Science, 2. , 1-15. Kata kunci: Produksi. Luas Lahan. Modal. Tenaga Kerja. Abstraksi Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh luas lahan, modal dan tenaga kerja terhadap hasil produksi pepaya di Desa Naena Muktipura (SP VI) baik secara parsial maupun secara Metode yang digunakan peneliti yaitu metode assosiatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan peneliti adalah membagikan kuesioner yang dibagikan kepada 27 orang Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis Regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial lahan tidak berpengaruh signifikan terhadap hasil produksi pepaya di Desa Naena Muktipura. Modal berpengaruh signifikan terhadap hasil produksi pepaya di Desa Naena Muktipura dan Tenaga kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap hasil produksi pepaya di Desa Naena Muktipura, sementara itu secara simultan faktor Journal of Economics and Regional Science Vol. 2 No. 1 Edisi Maret 2022 produksi lahan, modal dan tenaga kerja berpengaruh signifikan terhadap hasil produksi pepaya di Desa Naena Muktipura. JEL Classification: A13. E29. Q10. Q50 Penulis Korespondesi: Desi Ratna Sari Email: desybadut042@gmail. PENDAHULUAN Indonesia ialah negara agraris yang perkembangannya didukung oleh sektor Karena iklim yang tropis dan aspek kesuburan tanah yang menguntungkan, sebagian besar wilayah Indonesia umumnya digunakan untuk pertanian. Dengan demikian, sektor pertanian berkontribusi pada produksi negara dan menyediakan lapangan kerja bagi sebagian besar penduduk Indonesia, terutama mereka yang berpendidikan rendah dan sebagian besar bekerja sebagai petani. Untuk mengimbangi laju perkembangan penduduk maka usaha pertanian butuh ditingkatkan di seluruh kawasan di Indonesia supaya kebutuhan pangan masyarakat bisa Dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat butuh adanya kenaikan produktivitas dengan mencermati mutu serta kuantitas produksi pertanian. Dalam peningkatan mutu serta kuantitas produksi, pembangunan di sektor pertanian memerlukan campur tangan pemerintah dalam membuat kebijakan untuk meningkatkan kesejahteraan petani di sektor pertanian. Kebijakan yang harus dilakukan pemerintah dalam pembangunan di sektor pertanian semacam pemberian modal, bibit unggul, subsidi pupuk serta pembebasan lahan . and refor. agar mempermudah petani dalam menggarap lahan yang diharapkan bisa meningkatkan produksi di sektor Menurut Daniel (Murdiantoro, 2011:. , dalam aktivitas usahatani dibutuhkan faktor Tanah . uas laha. , modal, tenaga kerja dan keahlian atau manajemen ialah komponen dari faktor-faktor produksi. Namun dalam sebagian literatur, para ahli menyebutkan tanah, modal dan tenaga kerja sebagai tiga faktor produksi yang mempengaruhi produksi. Meskipun fungsi masing-masing faktor produksi tidak sama, mereka saling berhubungan. Jika satu faktor produksi tidak tersedia, maka proses produksi atau pertanian tidak berjalan dengan baik. Faktor produksi tanah juga sebenarnya terdiri dari sebagian faktor alam yaitu air, cuaca, suhu, cahaya matahari. Adanya faktor produksi tanah, tidak hanya di lihat dari Desi Ratna Sari. Antje Tuasela Analisis Pengaruh Luas Lahan. Modal dan Tenaga Kerja Terhadap Hasil Produksi Pepaya Kalifornia Journal of Economics and Regional Science Vol. 2 No. 1 Edisi Maret 2022 seberapa luas atau sempitnya ukuran lahan, namun dapat di lihat dari sisi yang lain, seperti tipe dari tanah yang akan digunakan untuk lahan pertanian, berbagai cara pemakaian lahan . anah sawah, tegalan, serta sebagainy. , melihat topografi daerah yang akan dijadikan lahan pertanian . anah berada di dataran tinggi, rendah atau daratan yang ada di tepi lau. , pemilik tanah, nilai tanah. Pertanian tidak hanya dipengaruhi faktor produksi tanah saja, namun faktor produksi modal juga akan mempengaruhi pertanian serta hasil produksinya. Usaha akan dinamakan kian padat modal atau kian intensif bila modal per unit usaha semakin besar. Tinggi atau tidaknya modal usaha, keuntungan usaha tidak hanya bergantung pada modal, tetapi juga pada beberapa faktor, seperti harga output yang dihasilkan dan harga sumber daya yang digunakan. Dalam produksi tenaga kerja memiliki peran yang sangat berarti dalam produksi sama seperti faktor produksi tanah dan modal. Sumber kekuatan fisik dan intelektual otak manusia tidak dapat dipisahkan dari pribadinya, dan memanifestasikan dirinya dalam produksi. Dalam perekonomian disebut tenaga kerja. Beberapa ahli ekonomi pertanian berpendapat bahwa penduduk potensial yang dapat bekerja untuk menghasilkan barang dan jasa adalah penduduk berusia 15-64 tahun, yaitu tenaga kerja . (Murdiantoro, 2011:. Dalam undang-undang No. 24 tahun 1992 tentang penataan ruang mengatakan bahwa kawasan desa merupakan sektor pertanian. Dalam menanggapi sebuah tantangan pembangunan pedesaan diperlukan strategi pembangunan di sektor pertanian pedesaan. Kabupaten Mimika. Provinsi Papua mempunyai daerah yang cukup luas yang bisa dimanfaatkan buat pengembangan di sektor pertanian. Salah satunya di Desa Naena Muktipura yang memanfaatkan lahan seluas 23,5 hektar dimanfaatkan untuk penanaman Jenis pepaya yang dibudidayakan oleh petani SP VI adalah jenis pepaya hawai . , pepaya bangkok dan pepaya kalifornia, namun yang paling banyak dibudidayakan adalah jenis pepaya kalifornia karena pepaya kalifornia memiliki beberapa keunggulan dibanding pepaya jenis lain, seperti ukuran buah yang tidak terlalu besar, tekstur daging yang tebal, kenyal dan lembut serta rasa yang manis, selain itu tinggi pohon pepaya kalifornia yang tidak terlalu tinggi berkisar 1. 5-2 m dengan buah yang lebat sehingga petani lebih menyukai membudidayakan pepaya jenis kalifornia. Hal ini membuktikan bahwa Desa Naena Muktipura sebagian besar merupakan lahan pertanian. Desi Ratna Sari. Antje Tuasela Analisis Pengaruh Luas Lahan. Modal dan Tenaga Kerja Terhadap Hasil Produksi Pepaya Kalifornia Journal of Economics and Regional Science Vol. 2 No. 1 Edisi Maret 2022 Namun luas lahan ini tidak sebanding dengan panen pepaya yang dihasilkan. Hasil produksi pepaya yang dihasilkan pada tahun 2019 berjumlah 521. 640 kg sedangkan tahun 2020 mengalami penurunan hasil produksi pepaya menjadi 500. 390 kg. Berdasarkan informasi dari para petani dapat disimpulkan bahwa hasil panen pepaya terus berfluktuasi dari tahun ke tahun namun cenderung menurun. Berdasarkan hasil observasi data hasil produksi menurun dari tahun 2019-2020 sebagai berikut: Tabel 1. Hasil Produksi Pepaya di Desa Naena Muktipura. Tahun 2019-2020 Tahun Hasil Produksi . Sumber : Pengolahan Data Primer 2021 Berikut rekapitulasi luas lahan, modal, tenaga kerja, dan hasil produksi papaya di Desa Naena Muktipura tahun 2021. Tabel 2. Rekapitulasi Luas Lahan. Modal. Tenaga Kerja dan Hasil Produksi Pepaya di Desa Naena Muktipura . Nama Luas lahan Modal Jupriyadi Bayu Hamka Herman Alan S Safar Rimsah Rasid Dumanto Sukamto Habibah Narji Sudirman Jaman Yatimin Udin Dodi Ashari Cipto Ruslan Angga Bili Giarto Muktar Sarwo Dwin Tumaji 2500 . Tenaga Kerja Hasil Produksi Desi Ratna Sari. Antje Tuasela Analisis Pengaruh Luas Lahan. Modal dan Tenaga Kerja Terhadap Hasil Produksi Pepaya Kalifornia 840 . Journal of Economics and Regional Science Vol. 2 No. 1 Edisi Maret 2022 Jumlah: Jumlah rata-rata 235000 . Sumber : pengolahan Data Primer 2021 Informasi dari Tabel 2, menunjukkan pengumpulan hasil selama panen yang sukses. Dengan rata-rata luas lahan 8. 704 m2, anggaran yang dikeluarkan Rp. per tahun dengan harga jual Rp. 000 tergantung harga pasar, artinya hasil panen yang di capai tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan. Karena anggaran tenaga kerja belum diperhitungkan maka pendapatan masih dianggap Oleh karena itu dalam beberapa tahun terakhir pendapatan petani rendah. Permainan harga dari bandar dan pedagang besar juga menjadi penyebab rendahnya pendapatan petani. Selain itu rendahnya pendapatan petani juga dikarenakan menurunnya hasil produksi pepaya akibat dari penggunaan faktor produksi . yang kurang maksimal. Luas lahan yang kurang memadai, pemanfaatan modal dan tenaga kerja di Desa Naena Muktipura. Kecamatan Iwaka. Kabupaten Mimika akan mempengaruhi hasil panen petani pepaya. Dari uraian penjelasan di atas maka penulis tertarik melakukan penelitian dengan tujuan untuk untuk mengetahui pengaruh luas, modal, dan tenaga kerja terhadap hasil produksi pepaya kalifornia di Desa Naena Muktipura SP VI. Kecamatan Iwaka. Kabupaten Mimika. METODE Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian assosiatif. Dalam penelitian ini, data yang dipakai merupakan jenis data kuantitatif. Data kuantitatif adalah data yang berupa angka, data dalam penelitian ini yaitu: usia petani, luas lahan, modal . ibit, pupuk dan pestisid. , jumlah tenaga kerja dan hasil produksi. Sumber data dalam penelitian ini adalah sumber data primer. Data penelitian ini saya peroleh dari penyebaran kuesioner kepada seluruh petani pepaya di Desa Naena Muktipura. Untuk mendapatkan data yang akurat, diberlakukan teknik pengumpulan data dimana teknik pengumpulan ini merupakan langkah paling utama dalam sebuah Desi Ratna Sari. Antje Tuasela Analisis Pengaruh Luas Lahan. Modal dan Tenaga Kerja Terhadap Hasil Produksi Pepaya Kalifornia Journal of Economics and Regional Science Vol. 2 No. 1 Edisi Maret 2022 Dan dalam penelitian ini yang dilakukan untuk mengumpulkan data yang digunakan untuk mencapai tujuan sepenuhnya data diperoleh melalui observasi, kuesioner, dan dokumentasi sebagai metode pengumpulan datanya. Observasi yang dilakukan oleh peneliti adalah dengan cara turun langsung ke area lahan pertanian untuk mengetahui luas lahan dan pertumbuhan pepaya kalifornia di Desa Naena Muktipura (SP VI). Dan pengumpulan data menggunakan kuesiner yaitu untuk memperoleh nama petani, usia petani, luas lahan, jumlah tenaga kerja, jumlah modal . ibit, pupuk, dan pestisid. juga hasil panen petani pepaya kalifornia di Desa Naena Muktipura (SP VI). Metode dokumentasi sekunder dimana data ini diperoleh berbentuk bukti-bukti berupa gambar tempat penelitian. Untuk menjawab permasalahan dalam penelitian ini, alat analisis yang digunakan yaitu regresi linear berganda, karena jumlah variabel bebas . yang digunakan lebih dari satu yang mempengaruhi satu variabel tak bebas . Dengan bentuk persamaan sebagai berikut: Y = a b1X1 b2X2 b3X3 A. bnXn Dimana : Y : Hasil Produksi X2 : Modal X1 : Luas Lahan X3 : Tenaga Kerja a dan b1 serta b2 : Konstanta HASIL Hasil analisis regresi linier berganda mengukur pengaruh variabel luas lahan, modal dan tenaga kerja terhadap produksi petani di Desa Naena Muktipura adalah sebagai Tabel 3. Hasil Analisis Regresi Linear Berganda Sumber : Pengolahan Data Primer 2021 Desi Ratna Sari. Antje Tuasela Analisis Pengaruh Luas Lahan. Modal dan Tenaga Kerja Terhadap Hasil Produksi Pepaya Kalifornia Journal of Economics and Regional Science Vol. 2 No. 1 Edisi Maret 2022 Merujuk pada hasil penelitian yang disajikan pada tabel 3, persamaan regresi linear berganda sebagai berikut: Y= -10224,471-0,031X1 0,312X2 1906,676X3 Hubungan persamaan regresi ini dapat dijelaskan sebagai berikut: Konstanta -10224. 471 menunjukkan bahwa hasil rata-rata 10224. 471 tidak dipengaruhi oleh luas lahan, modal, dan tenaga kerja, tetapi oleh faktor lain di luar model, seperti cuaca, pengelolaan, gulma, dan hama. Koefisien lahan (X. sebesar -0,031 artinya jika lahan bertambah 1% dengan syarat nilai modal dan tenaga kerja dianggap tetap maka output produksi akan menurun sebesar 0,031%. Koefisien modal (X. sebesar 0,312 artinya jika modal bertambah sebesar 1% dengan syarat nilai tanah dan tenaga kerja dianggap tetap maka output produksi akan meningkat sebesar 0,312%. Koefisien tenaga kerja (X. sebesar 1906,676 artinya jika tenaga kerja meningkat sebesar 1% dengan syarat nilai tanah dan modal dianggap tetap maka output produksi akan meningkat sebesar 1906,676%. Uji Simultan (Uji F) Uji F digunakan untuk mengetahui apakah variabel bebas X . uas lahan, modal, tenaga kerj. secara simultan atau bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat Y . , dalam hal ini uji Fhitung menggunakan kurva uji satu sisi sebagai berikut: Hipotesis : H0: Faktor produksi luas lahan, modal dan tenaga kerja secara simultan tidak berpengaruh signifikan terhadap hasil produksi pepaya di Desa Naena Muktipura. H1: Faktor produksi ditinjau dari luas lahan, modal dan tenaga kerja secara simultan berpengaruh signifikan terhadap hasil produksi pepaya di Desa Naena Muktipura. Merujuk pada hasil perhitungan pengujian ANOVA ditunjukkan pada tabel 4. Desi Ratna Sari. Antje Tuasela Analisis Pengaruh Luas Lahan. Modal dan Tenaga Kerja Terhadap Hasil Produksi Pepaya Kalifornia Journal of Economics and Regional Science Vol. 2 No. 1 Edisi Maret 2022 Tabel 4. Hasil Uji Anova Sumber : Pengolahan Data Primer 2021 Ketika dibandingkan nilai fhitung dengan nilai ftabel pada uji simultan diketahui nilai Fhitung sebesar 52,607 sedangkan nilai Ftabel sebesar 3,01. Dapat juga dilihat pada gambar kurva uji satu pihak dibawah ini. H0 di tolak H0 diterima 3,01 52,607 Gambar 1. Kurva Uji Satu Pihak Sumber : Pengolahan Data Primer 2021 Pengujian Hipotesis: Berdasarkan hasil diatas diperoleh Fhitung 52,607 > Ftabel yaitu 3,01 menunjukkan bahwa faktor produksi seperti luas lahan, modal dan tenaga kerja berpengaruh signifikan terhadap produksi pepaya di Desa Naena Muktipura. Jadi H0 ditolak dan H1 diterima. Uji Parsial (Uji . Uji-t digunakan untuk menguji apakah variabel bebas . uas lahan, modal, dan tenaga kerj. berpengaruh signifikan secara parsial terhadap variabel terikat . Uji-t dilakukan dengan menggunakan kurva uji satu sisi berikut: Desi Ratna Sari. Antje Tuasela Analisis Pengaruh Luas Lahan. Modal dan Tenaga Kerja Terhadap Hasil Produksi Pepaya Kalifornia Journal of Economics and Regional Science Vol. 2 No. 1 Edisi Maret 2022 Hipotesis: H0 : Pengaruh luas lahan terhadap hasil produksi tidak signifikan. H1 : Luas lahan berpengaruh signifikan terhadap hasil produksi. H0 : Pengaruh modal terhadap hasil produksi tidak signifikan. H1 : Modal berpengaruh signifikan terhadap hasil produksi. H0 : Pengaruh tenaga kerja terhadap hasil produksi tidak signifikan. H1 : Tenaga kerja berpengaruh signifikan terhadap hasil produksi. Nilai ttabel dapat dilihat pada t-tabel, signifikan pada taraf 5%, dan jumlah sampel mengurangi jumlah variabel, sehingga nilai t-tabel untuk 27 sampel adalah 2,068. Berdasarkan hasil pengolahan data IBM SPSS Statistics 25, nilai masing-masing thitung ditunjukkan pada Tabel 5. Tabel 5. Hasil Uji t Variabel Signifikan Luas Lahan 2,068 -0,064 0,950 Modal 2,068 7,263 0,000 Tenaga Kerja 2,068 0,794 0,435 Sumber : Pengolahan Data Primer 2021 Selanjutnya menguji hipotesis dengan kurva uji satu pihak yang terdapat pada gambar di bawah ini: H0 di tolak H0 diterima -0,064 0,794 7,263 2,068 Gambar 2. Kurva Uji Satu Pihak Sumber : Pengolahan Data Primer 2021 Desi Ratna Sari. Antje Tuasela Analisis Pengaruh Luas Lahan. Modal dan Tenaga Kerja Terhadap Hasil Produksi Pepaya Kalifornia Journal of Economics and Regional Science Vol. 2 No. 1 Edisi Maret 2022 Pengujian Hipotesis: Nilai thitung = -0,064 dengan nilai signifikansi 0,950 artinya H0 di terima dan H1 ditolak. Oleh karena itu, luas lahan tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap produksi pepaya di Desa Naena Muktipura. Nilai thitung = 7,263 dengan nilai signifikansi 0,000 artinya H0 ditolak dan H1 diterima. Oleh karena itu, modal memberikan pengaruh yang signifikan terhadap hasil produksi pepaya di Desa Naena Muktipura. Nilai thitung = 0,794 dengan nilai signifikansi 0,435 artinya H0 di terima dan H1 ditolak. Oleh karena itu, tenaga kerja tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap hasil produksi pepaya di Desa Naena Muktipura. Uji Koefisien Determinasi (R. Uji koefisien R2 digunakan untuk mengetahui sejauh mana variabilitas variabel luas lahan, moda dan tenaga kerja menjelaskan variabel output. Hasil uji R 2 ditunjukkan pada Tabel 6. Hasil Uji R2 Sumber : Pengolahan Data Primer 2021 Berdasarkan tabel 6, nilai R2 diketahui sebesar 0,856 Artinya variabel tanah, modal dan tenaga kerja dapat menjelaskan variabel hasil panen pepaya di Desa Naena Muktipura sebesar 85,6%. Sedangkan 14,4% bisa dijelaskan variabel di luar model. Pengujian Hipotesis Berdasarkan hasil uji parsial dilakukan dengan pengujian kurva satu pihak dengan membandingkan antara t hitung dan t tabel. Dimana nilai ttabel sebesar 2,068 sedangkan nilai thitung untuk masing-masing faktor produksi luas lahan sebesar -0,064, modal sebesar 7,263 dan tenaga kerja sebesar 0,794. Dari nilai thitung maka diperoleh nilai thitungttabel. Oleh kerena itu, penggunaan beberapa faktor produksi tidak berpengaruh nyata terhadap Desi Ratna Sari. Antje Tuasela Analisis Pengaruh Luas Lahan. Modal dan Tenaga Kerja Terhadap Hasil Produksi Pepaya Kalifornia | 10 Journal of Economics and Regional Science Vol. 2 No. 1 Edisi Maret 2022 produksi pepaya di Desa Naena Muktipura (SP VI). Hal ini berarti hipotesis awal yang menyatakan bahwa faktor produksi . uas lahan, modal dan tenaga kerj. di Desa Naena Muktipura (SP VI) secara parsial mempengaruhi hasil produksi pepaya ditolak. Diperoleh hasil uji simultan dengan nilai FhitungOuFtabel yaitu 52,607Ou3,01. Artinya hipotesis pertama mengasumsikan bahwa secara simultan faktor produksi yang tersedia . uas lahan, modal dan tenaga kerj. diasumsikan berpengaruh signifikan terhadap produksi pepaya di Desa Naena Muktipura (SP VI) diterima. PEMBAHASAN Uji Asumsi Klasik Berdasarkan pengujian hipotesis klasik, data penelitian ini menunjukkan distribusi normal dimana nilai residual lebih besar dari nilai signifikan. Tidak ada varians variabel daam model regresi ini karena varians dari residual satu pengamatan ke pengamatan lainnya adalah tetap. Melihat gambar 1, jika titik-titik yang tersebar tidak membentuk pola yang jelas, data tidak memiliki masalah varians variabel. Tidak terdapat multikolinearitas dalam model regresi ini, karena tidak ada variabel bebas yang memiliki nilai VIF lebih besar dari 10, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada korelasi antar variabel bebas. Pengaruh Luas Lahan Terhadap Hasil Produksi Pepaya Di Desa Naena Muktipura Dalam penelitian ini menunjukkan bahwa luas lahan tidak berpengaruh terhadap hasil produksi pepaya di Desa Naena Muktipura. Karena pengguaan luas lahan oleh petani pepaya di Desa Naena Muktipura yang kurang optimal dan keadaan kesuburan tanah yang kurang mendukung juga dapat menyebabkan penurunan hasil produksi. Penambahan luas lahan dapat optimal jika di dukung dengan pengelolaan tanah yang sesuai sehingga dapat menambah hasil produksi. Selain itu hasil produksi yang menurun juga dipengaruhi oleh tingkat kesuburan tanah, kesuburan tanah dipengaruhi oleh tipe tanah dan unsur tanah yang menyertainya seperti N. P dan K. Dalam tanah N terutama terdapat dalam bahan organik tanah, ketersediaan fosfor sangat tergantung pada kemasaman (P. tanah, kalsium tersedia Desi Ratna Sari. Antje Tuasela Analisis Pengaruh Luas Lahan. Modal dan Tenaga Kerja Terhadap Hasil Produksi Pepaya Kalifornia | 11 Journal of Economics and Regional Science Vol. 2 No. 1 Edisi Maret 2022 dalam tanah dalam bentuk ion larutan dan dapat ditukar dalam kombinasi dengan senyawa organik, dan dalam bentuk mineral tak larut seperti horblende dan kalsit. tanah magnesium terdapat dalam bentuk kation. Unsur-unsur hara lainnya seperti Mangan. Boron. Besi. Seng. Tembaga. Molibdenum, dan Chlor, pupuk-pupuk yang mengandung unsur-unsur tersebut yaitu Mn. Fe dan seterusnya diperlukan tanaman dalam jumlah sedikit. Unsur-unsur hara tersebut dapat berasal dari pupuk anorganik atau pupu organik seperti pupuk kandang, bokashi, kompos, pupuk hijau dan lainnya (Nurmala, 2012:25-. Agar tanaman dapat tumbuh dengan baik diperlukan cahaya dan air yang cukup untuk pertumbuhannya, keperluan terbesar tanaman terhadap lingkungannya merupakan tersedianya jumlah mineral yang cukup sebagai sumber undur hara (Nurmala, 2012:. Penelitian ini sejalan dengan penelitian Astari dan Setiawina yang berjudul AuPengaruh Luas Lahan. Tenaga Kerja dan Pelatihan Produksi Sebagai Variabel Intervensi Terhadap Pendapatan Petani Asparagus Di Desa Petang Kabupaten PadangAy. Menurut penelitian, pendapatan petani asparagus tidak dipengaruhi oleh luas lahan. Pengaruh Modal Terhadap Hasil Produksi Pepaya Di Desa Naena Muktipura Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan bahwa permodalan berpengaruh signifikan terhadap produksi pepaya di Desa Naena Muktipura. Sehingga kalau modal ditambahkan, maka akan bertambah banyak sumber daya yang bisa digunakan guna meningkatkan hasil produksi. Namun, petani harus selalu mengalokasikan modal secara tepat agar produksinya terus meningkat. Menurut Mochar Daniel modal di anggap sebagai faktor terpenting khususnya terkait bahan produksi dan tenaga kerja dalam pertanian. Risiko kegagalan dan rendahnya hasil produksi pada proses pertanian di sebabkan kurangnya modal (Murdiantoro, 2011:. Penelitian ini sejalan dengan penelitian Satria, dkk yang berjudul AuAnalisis FaktorFaktor Yang Mempengaruhi Produksi Pepaya Di Kecamatan Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh BesarAy. Menurut penelitian, pendapatan petani pepaya dipengaruhi oleh Desi Ratna Sari. Antje Tuasela Analisis Pengaruh Luas Lahan. Modal dan Tenaga Kerja Terhadap Hasil Produksi Pepaya Kalifornia | 12 Journal of Economics and Regional Science Vol. 2 No. 1 Edisi Maret 2022 Pengaruh Tenaga Kerja Terhadap Hasil Produksi Pepaya Di Desa Naena Muktipura. Berdasarkan hasil analisis data, tidak ada pengaruh yang signifikan terhadap produksi pepaya di Desa Naena Muktipura. Sebagai aturan, jika produksi masih rendah, tenaga kerja yang digunakan berasal dari keluarga. Menurut Sukirno tenaga kerja merupakan faktor produksi yang jumlahnya dapat berubah-ubah, sedangkan faktor lain dianggap tetap. Menurut hukum hasil yang semakin berkurang, jika faktor produksi . enaga kerj. terus ditambah sampai mencapai suatu tingkat tertentu, maka produksi akan berkurang (Setianingsih, 2018:. Penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian Setianingsih yang berjudul AuFaktorfaktor yang mempengaruhi produksi padi di Desa Limau Asri (SP V)Ay. Menurut penelitian, pendapatan petani padi dipengaruhi oleh tenaga kerja. SIMPULAN Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan pada bab V, maka di ambil beberapa kesimpulan sebagai berikut: Luas lahan tidak berpengaruh signifikan terhadap hasil produksi pepaya di Desa Naena Muktipura (SP VI), karena untuk menambah luas lahan petani harus meningkatkan variabel input secara optimal untuk pengolahan tanah lahan. Modal berpengaruh signifikan terhadap hasil produksi pepaya di Desa Naena Muktipura (SP VI), karena penambahan modal dapat meningkatkan jumlah produksi Tenaga kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap hasil produksi pepaya di Desa Naena Muktipura (SP VI), karena penambahan tenaga kerja yang dilakukan secara terus menerus dan mencapai tingkat tertentu akan menyebabkan penurunan produksi Luas lahan, modal dan tenaga kerja secara simultan berpengaruh terhadap hasil produksi pepaya di Desa Naena Muktipura (SP VI), karena ketiga faktor tersebut saling berkaitan erat untuk meningkatkan hasil produksi pepaya. Desi Ratna Sari. Antje Tuasela Analisis Pengaruh Luas Lahan. Modal dan Tenaga Kerja Terhadap Hasil Produksi Pepaya Kalifornia | 13 Journal of Economics and Regional Science Vol. 2 No. 1 Edisi Maret 2022 SARAN Berdasarkan kesimpulan di atas, adapun saran di dalam penelitian ini adalah sebagai Sebaiknya untuk menambah luas lahan garapan petani pepaya di Desa Naena Muktipura perlu meningkatkan variabel input lainnya secara optimal untuk pengolahan tanah lahan. Disarankan kepada petani pepaya di Desa Naena Muktipura untuk menambah modal agar dapat meningkatkan hasil produksi pepaya. Disarankan kepada petani untuk menggunakan jumlah tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan tani nya, sehingga para petani dapat menggunakan tenaga kerja secara optimal untuk meningkatkan hasil produksi pepaya. Untuk meningkatkan hasil produksi maka petani perlu memperhatikan faktor-faktor produksi pertanian yaitu: luas lahan, modal dan tenaga kerja. Selain itu perlu mengalokasikan ketiga faktor tersebut dengan baik oleh karena itu perlu adanya peran dari dinas pertanian dalam hal ini melakukan penyuluhan kepada petani agar dapat menggunakan faktor-faktor produksi secara efektif. DAFTAR PUSTAKA