Buletin KKN Pendidikan. Vol. No. Juni 2025 e-ISSN 2716-0327 doi: 10. 23917/bkkndik. Penguatan Literasi Keuangan Siswa Melalui Edukasi Gemar Menabung bagi Siswa Sekolah Menengah di Randublatung Siti Shofiyah1. Rosita Fatikasari2. Zahra Hendricka Putri3. Yunus Sulistyono4*. Husna Imro'athush Sholihah5 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Muhammadiyah Surakarta. Indonesia Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. STKIP Muhammadiyah Blora. Indonesia INFORMASI ARTIKEL ABSTRAK Histori Artikel: Literasi keuangan merupakan kompetensi penting yang perlu ditanamkan sejak usia dini untuk membekali peserta didik dengan keterampilan pengelolaan keuangan yang bijak dan bertanggung jawab. Salah satu bentuk implementasi literasi keuangan adalah dengan membiasakan perilaku menabung sejak dini. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman peserta didik tentang pentingnya menabung melalui kegiatan Sosialisasi Pentingnya Menabung Sejak Usia Dini yang dilaksanakan di SMP Muhammadiyah 5 Randublatung. Metode pelaksanaan kegiatan terdiri dari empat tahapan, yaitu observasi, persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Observasi dilakukan untuk mengidentifikasi kondisi awal perilaku finansial peserta didik, sedangkan tahap persiapan meliputi penyusunan materi sosialisasi berbasis video edukatif dan presentasi interaktif. Pada tahap pelaksanaan, materi disampaikan secara edukatif dan interaktif dengan melibatkan peserta didik secara aktif melalui diskusi dan pemberian tips praktis menabung. Evaluasi dilakukan melalui umpan balik dari peserta dan pihak sekolah untuk menilai efektivitas program. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran dan pemahaman peserta didik kelas VII tentang pentingnya menabung. Peserta didik mulai menunjukkan perilaku menyisihkan uang saku dan memahami perbedaan antara kebutuhan dan Pemberian media pendukung seperti celengan berkontribusi dalam mendorong komitmen menabung secara berkelanjutan. Evaluasi bersama pihak sekolah mengonfirmasi bahwa program ini relevan dan memberikan manfaat nyata bagi peserta didik. Program ini juga membangun dasar bagi terbentuknya budaya menabung di lingkungan Sosialisasi pentingnya menabung sejak usia dini dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan literasi keuangan peserta didik. Program ini diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan untuk memperkuat keterampilan pengelolaan keuangan generasi muda di masa Submit: 29 Mei 2025 Revisi: 25 Juni 2025 Diterima: 28 Juni 2025 Publikasi: 30 Juni 2025 Periode Terbit: Juni 2025 Kata Kunci: literasi keuangan, menabung sejak dini, pengelolaan keuangan, perencanaan keuangan Corresponding Author: Yunus sulistyono Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta. Indonesia Email: ys122@ums. Pendahuluan Literasi keuangan merupakan salah satu kompetensi penting yang perlu ditanamkan kepada peserta didik sejak usia dini. Literasi keuangan tidak hanya sekadar mengenalkan uang, tetapi juga menanamkan kemampuan dalam mengelola keuangan secara bijak, bertanggung jawab, dan berkelanjutan (Nugroho et al. , 2. Dalam konteks pendidikan, literasi keuangan berfungsi untuk membekali anak-anak Penguatan Literasi Keuangan Siswa Melalui Edukasi Gemar Menabung bagi SiswaA. e-ISSN 2716-0327 doi: 10. 23917/bkkndik. Buletin KKN Pendidikan. Vol. No. Juni 2025 dengan keterampilan dasar dalam mengatur keuangan pribadi, sehingga mereka mampu membuat keputusan finansial yang tepat di masa Salah satu implementasi nyata dari literasi keuangan adalah dengan membiasakan anak-anak untuk menabung sejak dini. Menabung adalah kegiatan menyisihkan sebagian uang atau pendapatan untuk disimpan dengan tujuan mengelola dan memanfaatkannya di kemudian hari (Muhammad, 2. Membiasakan anak menabung sejak usia dini bukan hanya tentang menyimpan uang, tetapi juga merupakan strategi untuk membentuk karakter anak yang mandiri, hemat, dan bijak dalam menggunakan uang. Selain itu, kebiasaan menabung berkontribusi dalam pengembangan kecerdasan finansial anak, mengenalkan mereka pada konsep angka, melatih kemampuan menahan diri, serta mengasah keterampilan dalam menentukan prioritas kebutuhan dibandingkan dengan keinginan. Dalam konteks Indonesia, menumbuhkan budaya menabung sejak dini menjadi penting untuk memperbaiki tingkat kesadaran finansial Hal ini sejalan dengan tujuan nasional dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat yang masih tergolong rendah dibandingkan dengan negara lain di kawasan Asia Tenggara. Berdasarkan hasil survei Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia masih perlu ditingkatkan secara signifikan, terutama pada generasi muda yang akan menjadi penggerak ekonomi di masa Oleh karena itu, menanamkan kebiasaan menabung sejak usia dini diharapkan mampu mencetak generasi yang lebih sadar finansial, sehingga berkontribusi dalam pembangunan bangsa dan negara. Menabung bukan hanya perilaku menyimpan uang di celengan atau tabungan di bank, tetapi juga bagian dari pembelajaran tentang pengelolaan uang yang bertanggung jawab (Ningrum et al. , 2. Pendidikan literasi keuangan yang diajarkan kepada anak-anak perlu dikemas tidak hanya sekadar pengenalan tentang uang, melainkan juga tentang bagaimana cara mengelola atau mengatur keuangan secara Melalui kebiasaan menabung, anak akan terbiasa dengan gaya hidup hemat dan mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginan (Ningrum et al. , 2. Kemampuan ini menjadi fondasi bagi anak dalam merencanakan keuangan mereka di masa depan serta menghindarkan diri dari perilaku konsumtif yang Selain itu, pentingnya menanamkan kebiasaan menabung sejak dini tidak terbatas pada kondisi ekonomi keluarga. Meskipun seseorang berasal dari keluarga yang berkecukupan, edukasi tentang menabung tetap perlu diberikan. Pemahaman tentang nilai uang, manajemen keuangan, dan pentingnya memiliki cadangan dana harus ditanamkan sejak anakanak karena pada masa inilah anak memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan lebih mudah menyerap informasi (McCormick & Henn, 2. Pendidikan tentang pengelolaan keuangan pribadi yang diberikan sejak dini akan membekali anak dengan keterampilan hidup yang esensial dan berguna sepanjang hayat. Sayangnya, fenomena yang terjadi di lapangan menunjukkan bahwa kebiasaan menabung di kalangan peserta didik masih Banyak siswa yang belum menyadari pentingnya menabung sebagai bagian dari perencanaan keuangan pribadi. Sebagian besar dari mereka lebih memilih menggunakan uang saku untuk keperluan konsumtif yang kurang produktif, seperti membeli makanan ringan atau barang yang kurang bermanfaat. Kondisi ini menunjukkan adanya kebutuhan untuk memberikan edukasi yang lebih intensif dan terstruktur tentang pentingnya menabung. Salah satu strategi yang dapat diterapkan adalah Penguatan Literasi Keuangan Siswa Melalui Edukasi Gemar Menabung bagi SiswaA. Buletin KKN Pendidikan. Vol. No. Juni 2025 melalui program sosialisasi yang dirancang untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman siswa mengenai manfaat menabung sejak dini. Sosialisasi merupakan salah satu sarana efektif dalam membentuk kepribadian dan perilaku individu. Menurut Alim . , sosialisasi sering kali dihubungkan dengan teori peran . ole theor. , di mana individu diajarkan berbagai peran yang harus dijalankan dalam kehidupan sosialnya. Dalam konteks literasi keuangan, sosialisasi mengenai pentingnya menabung bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada anak-anak tentang manfaat menabung bagi masa depan mereka. Kegiatan membentuk sikap dan perilaku positif terkait pengelolaan keuangan pribadi. Pelaksanaan menabung sejak usia dini perlu dilakukan dengan pendekatan yang edukatif dan interaktif. Berbagai metode dapat diterapkan, seperti seminar, simulasi menabung, permainan edukatif, serta pemberian motivasi melalui cerita Dengan metode yang menarik dan relevan dengan dunia anak-anak, diharapkan program ini mampu meningkatkan kesadaran dan minat peserta didik untuk menjadikan menabung sebagai bagian dari kebiasaan hidup sehari-hari. Sosialisasi yang dilakukan dengan cara yang menyenangkan akan lebih mudah diterima dan dipahami oleh anak-anak, sehingga mereka termotivasi untuk mempraktikkan kebiasaan menabung secara konsisten. Tujuan utama dari kegiatan sosialisasi ini adalah untuk menyebarluaskan pemahaman tentang pentingnya menabung sejak usia dini, serta menjelaskan berbagai manfaat yang dapat diperoleh dari kebiasaan menabung. Sasaran yang ingin dicapai melalui kegiatan ini adalah tumbuhnya kesadaran di kalangan peserta didik, khususnya di SMP Muhammadiyah 5 e-ISSN 2716-0327 doi: 10. 23917/bkkndik. Randublatung, untuk dapat menyisihkan sebagian uang saku mereka dan menabungnya di celengan atau tempat penyimpanan lain yang Selain itu, program ini juga bertujuan untuk membangun ekosistem yang mendukung budaya menabung di lingkungan sekolah maupun keluarga. Dengan adanya program sosialisasi yang terstruktur dan berkelanjutan, diharapkan dapat tercipta dampak jangka panjang yang signifikan. Peserta didik tidak hanya memiliki kesadaran tentang pentingnya menabung, tetapi juga termotivasi untuk menjadikan menabung sebagai gaya hidup yang positif. Lebih jauh lagi, melalui literasi keuangan yang baik, generasi muda Indonesia dapat tumbuh menjadi individu yang cerdas dalam mengelola keuangan pribadi, sehingga mampu menghadapi tantangan ekonomi di masa depan dan berkontribusi dalam mewujudkan kesejahteraan bangsa. Metode Pelaksanaan Kegiatan sosialisasi mengenai pentingnya menabung sejak usia dini dilaksanakan di SMP Muhammadiyah 5 Randublatung, yang berlokasi di Jalan Sambongwangan No. Randublatung. Kabupaten Blora. Kegiatan ini ditujukan kepada peserta didik kelas VII, sebagai sasaran utama yang dianggap berada pada tahap perkembangan kognitif yang tepat untuk menerima pemahaman mengenai literasi keuangan dasar, khususnya perilaku menabung. Kegiatan sosialisasi ini diselenggarakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pendidikan (KKN-Di. dari Universitas Muhammadiyah Surakarta sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat di bidang Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan pada 3 Februari 2025, dengan melalui beberapa tahapan sistematis, yaitu observasi, persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Penguatan Literasi Keuangan Siswa Melalui Edukasi Gemar Menabung bagi SiswaA. e-ISSN 2716-0327 doi: 10. 23917/bkkndik. Buletin KKN Pendidikan. Vol. No. Juni 2025 Tahap pertama adalah observasi, yang bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan dan permasalahan terkait pengelolaan keuangan di kalangan peserta didik kelas VII. Tim pelaksana melakukan pengumpulan informasi dengan berkoordinasi bersama kepala sekolah dan guru terkait kondisi siswa, khususnya dalam kebiasaan penggunaan uang saku sehari-hari (FatihatussaAoadah et al. , 2. Hasil observasi ini menjadi dasar dalam perancangan materi sosialisasi agar lebih sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Tahap kedua adalah persiapan, di mana tim menetapkan waktu pelaksanaan dan memilih aula sekolah sebagai lokasi kegiatan, dengan pertimbangan kapasitas ruang yang memadai untuk menampung seluruh peserta. Selain itu, tim menyiapkan berbagai perangkat pendukung kegiatan, seperti media video edukatif, presentasi PowerPoint, dan hadiah berupa celengan sebagai bentuk apresiasi bagi peserta yang aktif selama sosialisasi. Media yang dipilih disesuaikan dengan karakteristik peserta didik agar kegiatan berlangsung interaktif dan Tahap ketiga adalah pelaksanaan, yakni kegiatan inti berupa sosialisasi tentang pentingnya menabung sejak dini. Penyampaian materi dilakukan melalui presentasi interaktif yang menggabungkan tayangan video inspiratif tentang kebiasaan menabung, serta pemaparan tips dan trik menabung yang praktis dan mudah diterapkan oleh peserta didik (Adhantoro et al. Selain itu, sesi tanya jawab juga diberikan agar peserta dapat lebih memahami materi yang Tahap terakhir adalah evaluasi, yang dilaksanakan dengan melibatkan kepala sekolah dan guru pendamping untuk menilai efektivitas Evaluasi dilakukan melalui diskusi terbuka dan observasi terhadap antusiasme serta partisipasi peserta selama kegiatan berlangsung. Selain itu, tim pelaksana juga mengumpulkan masukan terkait keberlanjutan program agar budaya menabung dapat terus dikembangkan di lingkungan sekolah. Melalui rangkaian metode ini, diharapkan kegiatan sosialisasi tidak hanya bersifat informatif tetapi juga mampu membangun kesadaran dan motivasi peserta didik untuk membiasakan diri menabung sejak dini. Hasil Pelaksanaan dan Pembahasan Program AuSosialisasi Pentingnya Menabung Sejak Usia DiniAy telah sukses dilaksanakan di SMP Muhammadiyah 5 Randublatung, yang berlokasi di Jalan Sambongwangan No. Kecamatan Randublatung. Kabupaten Blora, pada 3 Februari 2025. Kegiatan ini diikuti oleh peserta didik kelas VII yang menjadi sasaran utama dalam upaya peningkatan literasi keuangan dasar, khususnya kebiasaan menabung sejak Program ini merupakan bagian dari kegiatan Kuliah Kerja Nyata Pendidikan (KKNDi. yang diselenggarakan oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat di bidang Tahap Observasi Kegiatan diawali dengan tahap observasi yang dilakukan oleh tim pelaksana untuk mengidentifikasi kondisi awal terkait perilaku keuangan peserta didik. Observasi dilakukan melalui pengamatan langsung, wawancara dengan guru, serta diskusi bersama kepala sekolah (Ratih et al. , 2. Berdasarkan hasil observasi, diketahui bahwa sebagian besar peserta didik belum memiliki kebiasaan menabung secara teratur. Sebagian besar uang saku yang diterima cenderung digunakan untuk keperluan konsumtif seperti membeli jajanan. Penguatan Literasi Keuangan Siswa Melalui Edukasi Gemar Menabung bagi SiswaA. Buletin KKN Pendidikan. Vol. No. Juni 2025 minuman kemasan, dan barang-barang yang bersifat hiburan sesaat. Hasil diskusi dengan pihak sekolah memperkuat temuan tersebut. Pihak sekolah menyatakan bahwa masih terdapat kesenjangan dalam pemahaman peserta didik mengenai pengelolaan keuangan yang sehat. Menurut Zakaria et al . kondisi ini menjadi latar belakang penting bagi tim pelaksana untuk mengimplementasikan program sosialisasi tentang pentingnya menabung sejak dini sebagai salah satu bentuk literasi keuangan. Literasi keuangan di usia sekolah telah terbukti menjadi salah satu strategi penting untuk menyiapkan generasi muda agar lebih bijak dalam mengelola keuangan mereka (Nugroho et al. , 2023. McCormick & Henn, 2. Tahap Persiapan Setelah tahap observasi, tim pelaksana melanjutkan dengan tahap persiapan kegiatan. Aula sekolah dipilih sebagai lokasi pelaksanaan sosialisasi karena kapasitasnya yang memadai untuk menampung seluruh peserta didik kelas VII. Pemilihan aksesibilitas bagi siswa dan guru pendamping. Media yang disiapkan untuk mendukung kegiatan sosialisasi meliputi video edukatif presentasi PowerPoint yang dirancang menarik dengan bahasa yang sederhana namun Selain itu, tim juga menyiapkan hadiah berupa celengan sebagai bentuk apresiasi dan motivasi bagi peserta didik yang berpartisipasi aktif dalam kegiatan. Pemberian hadiah ini diharapkan menjadi simbol awal bagi peserta didik untuk memulai kebiasaan menabung secara nyata. Tahap Pelaksanaan Kegiatan inti sosialisasi dilaksanakan dengan metode edukatif dan interaktif. Sosialisasi diawali dengan pemutaran video e-ISSN 2716-0327 doi: 10. 23917/bkkndik. edukatif yang menggambarkan pentingnya menabung sejak usia dini. Video tersebut memberikan ilustrasi sederhana namun menggugah kesadaran peserta didik tentang manfaat menabung dalam kehidupan sehari-hari maupun untuk masa depan. Setelah pemutaran video, dilanjutkan dengan penyampaian materi melalui presentasi PowerPoint yang menjelaskan berbagai konsep terkait menabung, antara lain definisi menabung, manfaat menabung, perbedaan antara kebutuhan dan keinginan, serta tips praktis menabung meskipun dengan nominal kecil. Penjelasan diberikan dengan pendekatan yang sesuai dengan karakteristik peserta didik usia remaja, sehingga materi dapat dipahami dengan mudah (Adhantoro et al. , 2. Di sela-sela penyampaian materi, diselenggarakan sesi diskusi interaktif yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk bertanya, mengungkapkan pendapat, dan berbagi pengalaman terkait pengelolaan uang saku mereka. Sesi ini berlangsung dengan antusiasme tinggi, terlihat dari banyaknya peserta didik yang mengajukan pertanyaan dan berdiskusi tentang strategi menabung yang cocok diterapkan di kehidupan mereka. Gambar 1. Lokasi Sosialisasi Pentingnya Manabung Sejak Usia Dini Penguatan Literasi Keuangan Siswa Melalui Edukasi Gemar Menabung bagi SiswaA. e-ISSN 2716-0327 doi: 10. 23917/bkkndik. Buletin KKN Pendidikan. Vol. No. Juni 2025 Kegiatan ditutup dengan pemberian hadiah berupa celengan kepada beberapa peserta didik yang aktif berpartisipasi selama sosialisasi berlangsung. Celengan ini menjadi mempraktikkan kebiasaan menabung secara langsung di rumah. dalam gaya hidup konsumtif (Ningrum et al. Penggunaan media yang menarik seperti video edukatif dan presentasi visual terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta Media visual mampu memberikan stimulasi yang lebih kuat dibandingkan dengan metode ceramah konvensional, karena dapat menarik perhatian dan memudahkan proses internalisasi informasi. Hal ini sejalan dengan pendapat McCormick & Henn . yang menyatakan bahwa proses pendidikan keuangan di kalangan anak-anak dan remaja perlu dilakukan dengan pendekatan yang interaktif dan sesuai dengan usia perkembangan mereka. Pemberian celengan sebagai cinderamata juga menjadi strategi yang efektif dalam mendorong peserta didik untuk mulai menabung. Celengan bukan sekadar hadiah, tetapi menjadi simbol komitmen untuk memulai kebiasaan menabung secara nyata di lingkungan keluarga mereka masing-masing. Dengan adanya fasilitas tersebut, diharapkan peserta didik lebih termotivasi untuk melanjutkan kebiasaan menabung yang telah diperkenalkan dalam program sosialisasi. Gambar 2. Foto Pelaksanaan Sosialisasi Pentingnya Menabung Sejak Usia Dini. Peningkatan Kesadaran dan Pemahaman Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam hal kesadaran dan pemahaman peserta didik tentang pentingnya menabung. Peserta didik menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan berlangsung, serta mulai menyadari pentingnya memiliki dana cadangan yang dapat digunakan untuk kebutuhan di masa depan. Perubahan perilaku peserta didik mulai terlihat dari komitmen mereka untuk mulai menyisihkan sebagian uang saku yang biasanya dihabiskan untuk kebutuhan konsumtif (Winarti et al. , 2. Selain itu, peserta didik juga mulai memahami konsep perencanaan keuangan, terutama dalam membedakan antara kebutuhan yang harus dipenuhi dengan keinginan yang dapat ditunda. Pemahaman ini penting karena salah satu tujuan literasi keuangan adalah membantu individu untuk mampu mengelola pengeluaran secara efektif agar tidak terjebak Evaluasi Program Evaluasi program dilakukan dengan melibatkan pihak sekolah, khususnya kepala sekolah dan guru kelas VII. Evaluasi ini dilakukan melalui diskusi terbuka untuk memperoleh umpan balik terkait keberhasilan dan efektivitas program. Pihak sekolah memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan yang dinilai relevan dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Guru-guru juga melaporkan adanya perubahan positif pada peserta didik, terutama dalam kebiasaan menyisihkan uang saku dan lebih berhati-hati dalam membelanjakan uang. Selain itu, dari umpan balik peserta didik, diketahui bahwa mereka merasa lebih Penguatan Literasi Keuangan Siswa Melalui Edukasi Gemar Menabung bagi SiswaA. Buletin KKN Pendidikan. Vol. No. Juni 2025 termotivasi untuk menabung setelah mengikuti sosialisasi ini. Beberapa siswa bahkan mengaku telah memulai menabung di rumah dengan nominal kecil secara konsisten setelah diberikan pemahaman dan motivasi melalui kegiatan ini. Program sosialisasi ini memiliki dampak yang cukup positif dalam meningkatkan literasi keuangan di kalangan peserta didik. Literasi keuangan sejak dini memiliki peran penting dalam membentuk sikap, perilaku, dan kebiasaan finansial yang sehat. Kebiasaan menabung yang ditanamkan sejak usia dini berkontribusi terhadap kemampuan individu dalam mengelola keuangan secara lebih bijak di masa dewasa (Nugroho et al. , 2023. Muhammad. Selain konseptual, kegiatan sosialisasi ini juga memberikan pengalaman praktis kepada peserta Dengan adanya fasilitas seperti celengan dan tips praktis menabung, siswa tidak hanya memahami konsep tetapi juga langsung diajak untuk mempraktikkannya. Ini penting karena pendidikan keuangan yang hanya berbasis teori tanpa praktik akan sulit membentuk kebiasaan yang berkelanjutan. Lebih jauh lagi, program ini memberikan kontribusi dalam membangun budaya menabung di lingkungan sekolah. Dengan adanya kesadaran kolektif di antara siswa, guru, dan pihak sekolah, diharapkan kebiasaan menabung ini tidak hanya berhenti pada kegiatan sosialisasi saja, tetapi dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari budaya sekolah yang mendukung kemandirian finansial siswa (Sulistyanto et al. Secara keseluruhan, program Sosialisasi Pentingnya Menabung Sejak Usia Dini telah berhasil mencapai tujuan utama, yaitu meningkatkan kesadaran dan pemahaman peserta didik kelas VII SMP Muhammadiyah 5 Randublatung tentang pentingnya menabung. e-ISSN 2716-0327 doi: 10. 23917/bkkndik. Program ini tidak hanya memberikan edukasi finansial, tetapi juga memotivasi peserta didik untuk mulai menerapkan kebiasaan menabung dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi positif dalam membekali generasi muda dengan keterampilan pengelolaan keuangan yang penting untuk masa depan mereka. Simpulan Program Sosialisasi Pentingnya Menabung Sejak Usia Dini yang dilaksanakan di SMP Muhammadiyah Randublatung meningkatkan kesadaran dan pemahaman peserta didik kelas VII mengenai pentingnya menabung sebagai bagian dari literasi keuangan. Melalui tahapan yang sistematis, mulai dari observasi, persiapan, pelaksanaan, hingga evaluasi, program ini mampu memotivasi peserta didik untuk lebih bijak dalam mengelola uang saku mereka. Pelaksanaan pendekatan edukatif dan interaktif, yang didukung oleh media pembelajaran seperti video edukatif, presentasi visual, serta diskusi partisipatif, terbukti efektif dalam membangun pemahaman peserta didik tentang konsep menabung, manfaatnya, serta perbedaan antara kebutuhan dan keinginan (Prayitno et al. , 2. Pemberian celengan sebagai cinderamata juga menjadi stimulan yang mendorong peserta untuk mulai menabung secara nyata di lingkungan Hasil evaluasi menunjukkan adanya perubahan positif dalam sikap dan perilaku keuangan peserta didik, serta adanya dukungan dari pihak sekolah untuk melanjutkan program serupa di masa mendatang. Sosialisasi ini berkontribusi dalam membentuk budaya menabung di lingkungan sekolah sebagai bagian Penguatan Literasi Keuangan Siswa Melalui Edukasi Gemar Menabung bagi SiswaA. e-ISSN 2716-0327 doi: 10. 23917/bkkndik. Buletin KKN Pendidikan. Vol. No. Juni 2025 dari pembentukan karakter dan kemandirian finansial peserta didik. Dengan demikian, program sosialisasi ini tidak hanya memenuhi tujuan edukatif tetapi pengelolaan keuangan yang penting bagi masa depan peserta didik. Ke depan, diharapkan program serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan lebih banyak pihak untuk memperluas dampak literasi keuangan di kalangan generasi muda. learning achievement through the integration of ethnoscience in the Common Knowledge Construction Model with podcast media. Indonesian Journal on Learning and Advanced Education (IJOLAE), 295-314. Fatikasari. Sosialisasi Menabung Sejak Dini dalam Upaya Meningkatkan Minat Menabung Siswa Kelas 6 SD Negeri Senden 2. J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 2. Fitranita. Wijayanti. , & AAoyun. Sosialisasi Menabung Sejak Dini Pada AnakAnak Desa Tebing Penyamun Kepahiang. Kreativasi: Journal of Community Empowerment, 2. , 470Ae Gani. Soviah. , & Rahmawati. Decembe. Penyuluhan Membangun Kesadaran Menabung Sejak Dini pada Siswa SDN 2 Lengkong Wetan Kelurahan Lengkong Wetan Tangerang Selatan Banten. In Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat LPPM UMJ. Hidayat. Amalia Vol. Hidayat. Amalia Program Studi Akuntansi. , & Ekonomi dan Bisnis. Penyuluhan Kebiasaan Menabung Sejak Usia Dini di SDN 1 Jatimulya. Abdima Jurnal Pengabdian Mahasiswa, 2. , 7024Ae Hukubun. Rante. Titirloloby. Sitaniapessy. Huwae. Ruban. , & Manuputty. Sosialisasi Gemar Menabung Sejak Dini pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 8 Ambon. Sejahtera: Jurnal Inspirasi Mengabdi Untuk Negeri, 2. , 103-111. Krisdayanthi. Penerapan Financial Parenting (Gemar Menabun. pada Anak Usia Dini. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 4. , 1-7. Daftar Pustaka