AL-MUHITH JURNAL ILMU AL-QURAoAN DAN HADITS E-ISSN : 2963-4024 . edia onlin. P-ISSN : 2963-4016 . edia ceta. DOI : 10. 35931/am. KESEHATAN MENTAL DAN SELF-HEALING DALAM Al-QURAoAN: ANALISIS TAFSIR MAQAID Nor Zakiah STIQ Amuntai. Kalimantan Selatan. Indonesia norzakiah13@gmail. Abstrak Kesehatan mental merupakan aspek fundamental dalam kesejahteraan manusia, yang secara langsung memengaruhi kualitas hidup individu serta stabilitas sosial secara kolektif. Dalam ajaran Islam, berbagai bentuk ibadah seperti doa, dzikir, shalat, dan puasa memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan mental dan spiritual seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep selfhealing dalam Al-QurAoan melalui pendekatan tafsir maqAid, dengan menyoroti relevansinya terhadap praktik terapi psikologis modern. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka . ibrary researc. , yang merujuk pada karya tafsir Ibnu AoAsyr. Sayyid Qutb, dan Rasyid RisA. Hasil Analisis tematik ayat-ayat terkait, menunjukkan bahwa self-healing Islami berakar pada maqAid asy-syariAoah, khususnya uife al-nafs and uife al-Aoaql. Praktik ibadah dalam Islam memiliki korelasi dengan pendekatan terapi modern seperti MBT. CBT, dan Self-Regulation Therapy. Penelitian ini berkontribusi dalam mengintegrasikan tafsir maqAid dan psikologi, serta menawarkan pendekatan spiritual Islam dalam terapi mental. Kata kunci: Kesehatan Mental. Self-Healing. Tafsir Maqasidi Abstract Mental health is a fundamental aspect of human well-being, which directly affects the quality of life of individuals and collective social stability. In Islamic teachings, various forms of worship such as prayer, dhikr, prayer, and fasting play an important role in maintaining a person's mental and spiritual balance. This study aims to analyze the concept of self-healing in the Qur'an through the maqAid tafsir approach, highlighting its relevance to modern psychological therapy practices. The method used in the study is qualitative with a library research approach, which refers to the tafsir works of Ibn 'Asyr. Sayyid Qutb, and Rasyid RisA. The results of the thematic analysis of related verses indicate that Islamic self-healing is rooted in maqAid asy-syari'ah, especially uife al-nafs and uife al-Aoaql. The practice of worship in Islam is correlated with modern therapy approaches such as MBT. CBT, and Self-Regulation Therapy. This research contributes to integrating maqAid interpretation and psychology, and offers an Islamic spiritual approach to mental therapy. Keywords: Mental Health. Self-Healing. Maqasidi Tafsir A Author. 2025 This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 4 No. Januari - Juni 2025 Nor Zakiah: Kesehatan Mental dan Self-Healing dalam Al-QurAoan: Analisis Tafsir Maqasidi PENDAHULUAN Kesehatan mental merupakan aspek fundamental dalam kesejahteraan manusia yang berdampak pada stabilitas emosional, sosial, dan produktivitas individu. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat bahwa lebih dari 280 juta orang di dunia mengalami depresi, dengan gangguan kecemasan sebagai salah satu masalah mental paling umum di masyarakat modern. Peningkatan kasus gangguan mental ini disebabkan oleh berbagai faktor, diantaranya: Faktor Penyebab Dampak terhadap Kesehatan Mental Tekanan sosial dan akademik Meningkatkan tingkat stres dan kecemasan 2 Ketergantungan pada teknologi digital Meningkatkan perbandingan sosial dan depresi3 Krisis spiritualitas Menyebabkan kehampaan eksistensial4 Dalam Islam, kesehatan mental tidak hanya dikaitkan dengan aspek psikologis, tetapi juga memiliki dimensi spiritual yang kuat. Al-QurAoan menegaskan bahwa ketenangan jiwa dapat dicapai melalui pendekatan spiritual, sebagaimana disebutkan dalam QS. Ar-RaAod . a A Eac aOI IIaO OaeI aiO acI CaEaOaaI a a eE a cEEa aaE a a eE aA a AcEE ae aI aiO acI Ee aCEa eOA ea e a a e a a e (Yait. orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, bahwa hanya dengan mengingat Allah hati akan selalu Konsep self-healing dalam Islam berbasis pada ibadah-ibadah utama seperti doa, dzikir, shalat, dan puasa, yang diyakini memiliki manfaat bagi ketenangan mental dan Dalam pendekatan tafsir maqAid, ibadah-ibadah ini tidak hanya bernilai ritual, tetapi juga memiliki tujuan yang lebih luas dalam pemeliharaan jiwa . ife al-naf. dan pemeliharaan akal . ife al-Aoaq. Oleh karena itu, pemahaman terhadap mekanisme self-healing dalam Islam menjadi penting untuk dikaji dalam konteks kesehatan mental dan psikologi AuWorld Health Organization. AoDepression,Ao WHO, 2 Maret, 2023 https://w. int/newsroom/fact-sheet/detail/depression,Ay t. Ibrahim Elfiky. Terapi Berpikir Positif, terj. Khalifurrahman Fath dan M. Taufik Damas, (Jakarta: PT. Serambi Ilmu Semesta, 2. Cet. ke-5, hal. Desi Anwar. Hidup Sederhana Hadir Di Sini dan Saat Ini (Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, 2. , h. Victor E. Frankl. ManAos Search For Meaning, 5 ed. (Jakarta: Noura, 2. , h. Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 4 No. Januari - Juni 2025 Nor Zakiah: Kesehatan Mental dan Self-Healing dalam Al-QurAoan: Analisis Tafsir Maqasidi Dalam penelitian literatur, peneliti menemukan beberapa karya yang memiliki bahasan tentang kesehatan mental sebagai berikut: Tesis karya Samain Sam. AuKonsep Kesehatan Mental dalam Al-QurAoan dan Implikasinya Terhadap Adversity Quotient Perspektif Tafsir Al-MisbahAy, program pascasarjana IAIN Salatiga tahun 2020. 5 Tesis ini membahas tentang kesehatan mental yang berfokus hanya pada adversity quotient dengan menjadikan tafsir Al-Misbah sebagai sumber data primernya. Hasil penelitian ini adalah bahwa Al-QurAoan memiliki metodologi yang sistematis melalui nilai-nilai spiritual yang tinggi dan mampu menyelesaikan berbagai permasalahan termasuk masalah psikologis untuk mewujudkan kesehatan mental pada diri Dengan mengangkat ayat-ayat yang memuat nilai-nilai dan motivasi yang kuat terhadap adversity quotient yakni sabar dalam menghadapi kesulitan hidup dengan memiliki sikap menerima . , ikhlas, dan berusaha dengan maksimal sehingga manusia tidak mudah putus asa dan memiliki mentalitas yang sehat dalam menghadapi realitas hidup saat ini. Jurnal karya Salisah. AuKomunikasi Spiritual Sebagai Kajian Interdisipliner Antara Aspek Keagamaan. Ilmu Kesehatan dan Sains: Studi Tentang Self HealingAy. 6 Jurnal ini fokus membahas tentang self-healing dengan komunikasi spiritual yang sesuai dengan metodemetode terapi psikis yang dikembangkan pada era modern ini. Jurnal karya Deshinta Vibriyanti. AuKesehatan Mental Masyarakat: Mengelola Kecemasan Di Tengah Pandemi COVID-19Ay, dalam Jurnal Kependudukan Indonesia. Edisi Khusus, e-ISSN:2502-8537 Juli 2020. Jurnal ini berisi tentang pemaparan kesehatan mental masyarakat di masa pandemi covid-19 yang menjadi awal mula meningkatnya kecemasan saat ini. 7 Sehingga dari beberapa penelitian tersebut menurut peneliti sangat bermanfaat sebagai langkah awal dalam proses penelitian ini. Jika dalam maqAid asy-syariah dikenal konsep Ad-Darriyyatul Khams. Hife ad-Dn, hife al-Aql, hife an-Nafs, hife an-Nasl, dan hife al-MAl. 8 Maka dalam maqAid Al-QurAoan dikenal alAh al-Fardi, alAh al-MujtamaAo, dan alAh al-AoAlAm. 9 Di mana pada penelitian ini titik fokus yang akan dikaji oleh peneliti adalah hife an-nafs dan hife al-Aoaql. Samain Sam. AuKonsep Kesehatan Mental Dalam Al-QurAoAn Dan Implikasinya Terhadap Adversity Quotient Perspektif Tafsir Al-Misbah,Ay AttaAodib Jurnal Pendidikan Agama Islam 1, no. November 2. , https://doi. org/10. 30863/attadib. AuSalisah. AoKomunikasi Spiritual Sebagai Kajian Interdisipliner Antara Aspek Keagamaan. Ilmu Kesehatan dan Sains: Studi Tentang Self HealingAo. Conference Proceedings. Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS X. , hal. 1116-1117,Ay t. Deshinta Vibriyanti. AuKesehatan Mental Masyarakat: Mengelola Kecemasan Di Tengah Pandemi COVID-19,Ay Jurnal Kependudukan Indonesia. Juli https://doi. org/10. 14203/jki. Ab Ishaq Ibrahim bin Musa bin Muhammad Allakhami As-Syatib. Al-MuwAfaqAt, vol. (Saudi Arabia: Dar Ibnu AoAffan, 1. , h. AuDiambil dari pemaparan Abdul Mustaqim dalam kuliah umum pascasarjana IIQ pada JumAoat, 17 April 2020 virtual via Youtube https://youtu. be/Fyd1uVILFuA,Ay t. Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 4 No. Januari - Juni 2025 Nor Zakiah: Kesehatan Mental dan Self-Healing dalam Al-QurAoan: Analisis Tafsir Maqasidi Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep self-healing dalam Al-QurAoan melalui pendekatan tafsir maqAid, dengan menelaah bagaimana doa, dzikir, shalat, dan puasa berkontribusi terhadap stabilitas mental. Selain itu, penelitian ini juga mengkaji korelasi konsep self-healing dalam Islam dengan teori terapi psikologi modern, seperti Mindfulness-Based Therapy (MBT). Cognitive Behavioral Therapy (CBT), dan Self-Regulation Therapy. Dengan pendekatan ini, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam integrasi ilmu tafsir dan psikologi Islam, serta menawarkan perspektif baru dalam penerapan konsep kesehatan mental berbasis spiritual. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka . ibrary Metode ini digunakan untuk menggali konsep self-healing dalam Al-QurAoan dengan mengacu pada tafsir maqAid, yaitu pendekatan yang menekankan tujuan dan hikmah syariat Islam . aqAid asy-syariAoa. dalam menafsirkan ayat-ayat Al-QurAoan. Untuk memahami bagaimana self-healing dalam Islam berkontribusi terhadap kesehatan mental, penelitian ini mengikuti metodologi Abdul Mustaqim, yang terdiri dari beberapa langkah metodis: pertama, identifikasi ayat-ayat yang relevan dengan konsep selfhealing dalam Al-QurAoan. kedua, analisis kebahasaan dan konteks historis . sbab an-nuzu. dari ayat-ayat tersebut. ketiga, analisis tafsir dengan pendekatan maqAid, menggunakan kitab tafsir yang bercorak maqAid. keempat, kontekstualisasi dalam psikologi modern, dengan membandingkan konsep self-healing Islam dengan teori terapi psikologi kontemporer. Karakteristik Tafsir MaqAid Penjelasan Fokus pada tujuan syariAoat . aqAid Menafsirkan Al-QurAoan asy-syariAoa. mempertimbangkan hikmah dan tujuan syariat yang bersifat development and human right Mempertimbangkan konteks sosial Tidak hanya melihat ayat secara tekstual, tetapi juga dan psikologis kontekstual-moderat terhadap individu dan Pendekatan holistik dan fleksibel Tidak terikat pada makna literal semata, tetapi juga mengkaji hubungan antara ayat-ayat secara sistemik Relevan dengan realitas modern Menjawab tantangan kontemporer, termasuk dalam bidang kesehatan mental dan psikologi Islam Penelitian ini menggunakan dua jenis sumber data, yaitu sumber primer dan sumber Sumber primer dari Al-QurAoan dan hadits yang berkaitan dengan self-healing, ketenangan jiwa, dan kesehatan mental dengan menggunakan kitab tafsir bercorak maqAid. Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 4 No. Januari - Juni 2025 Nor Zakiah: Kesehatan Mental dan Self-Healing dalam Al-QurAoan: Analisis Tafsir Maqasidi yaitu Tafsir Al-Tahrir wa Al-Tanwir karya Muhammad al-Ahir ibnu AoAsyr10. Tafsir F eilAl al-QurAoAn karya Sayyid Qutb11. dan Tafsir al-ManAr karya Rasyid RisA. 12 Sumber sekunder dari jurnal akademik yang membahas psikologi Islam, kesehatan mental, dan terapi berbasis serta buku dan penelitian terdahulu terkait tafsir maqAid dan psikologi Islam. Pengarang Ibnu AoAsyur Kitab Tafsir Pendekatan MaqAid Tafsir al-Tahrir wa al-Tanwir Menekankan hikmah, syariat, dan aspek sosial suatu ayat Sayyid Qutb Fi Zilal al-QurAoan Menjelaskan nilai-nilai Islam individu dan masyarakat Rasyid Ridha Tafsir Al-Manar Menghubungkan tafsir dengan realitas sosial dan reformasi umat Metode pengumpulan data dilakukan melalui analisis literatur, dengan tahapan: pertama, identifikasi ayat Al-QurAoan dengan mengumpulkan ayat-ayat yang berkaitan dengan doa, dzikir, shalat, dan puasa dalam konteks self-healing dan kesehatan mental kemudian dianalisis makna linguistik . dan konteks historis . sbab an-nuzu. dari ayat-ayat kedua, analisis tafsir maqAid dengan meneliti bagaimana kitab tafsir bercorak maqAid menafsirkan ayat-ayat tersebut kemudian menganalisis bagaimana konsep uife al-nafs . emeliharaan jiw. dan uife al-Aoaql . emeliharaan aka. diterapkan dalam mekanisme selfhealing Islam. ketiga, kontekstualisasi dengan psikologi modern dengan membandingkan konsep self-healing dalam Islam dengan teori psikologi modern, seperti Mindfulness-Based Therapy (MBT). Cognitive Behavioral Therapy (CBT), dan Self-Regulation Therapy kemudian menganalisis relevansi ibadah dalam Islam dengan mekanisme terapi psikologis modern. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan analisis tafsir tematik dan analisis tafsir maqAid, dengan tahapan: pertama, analisis tafsir tematik dengan mengelompokkan ayat-ayat terkait self-healing berdasarkan tema utama, yaitu doa, dzikir, shalat, dan puasa kemudian menganalisis bagaimana ayat-ayat tersebut relevan dengan kesehatan mental dalam tafsir kontemporer. kedua, analisis tafsir maqAid dengan mengkaji maqAid asy-syariAoah dari konsep self-healing dalam Islam kemudian menganalisis maslahat ibadah . oa, dzikir, shalat, dan puas. bagi kesehatan mental, terutama dalam konteks uife al- Muhammad al-Ahir ibn Asyr, al-Taurr wa al-Tanwr (Tunis: Dar al-Tunisiyah, 1. Sayyid Qutb. F eilAl al-QurAoAn (Kairo: Ulum Islamiyah, t. Rasyid RisA. Tafsir al-ManAr (Kairo: Dar al-Manar, 1. Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 4 No. Januari - Juni 2025 Nor Zakiah: Kesehatan Mental dan Self-Healing dalam Al-QurAoan: Analisis Tafsir Maqasidi nafs . emeliharaan jiw. dan uife al-Aoaql . emeliharaan aka. ketiga, kontekstualisasi dengan ilmu modern dengan membandingkan temuan dalam tafsir dengan teori terapi psikologi Islam dan psikologi Barat kemudian mengintegrasikan kajian tafsir dengan penelitian neurosains dan psikologi kontemporer. Untuk memastikan validitas data, penelitian ini menggunakan triangulasi sumber, yaitu: pertama, perbandingan berbagai tafsir dengan menggunakan lebih dari satu kitab tafsir untuk mendapatkan pemahaman yang lebih objektif. kedua, integrasi dengan jurnal psikologi Islam dengan menyelaraskan konsep self-healing Islam dengan temuan ilmiah dalam psikologi. ketiga, pendekatan multidisipliner dengan menggabungkan tafsir, psikologi, dan neurosains untuk menghasilkan analisis yang lebih komprehensif. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini menganalisis konsep self-healing dalam Islam dengan menelaah doa, dzikir, shalat, dan puasa dalam Al-QurAoan menggunakan pendekatan tafsir maqAid. Hasil analisis menunjukkan bahwa keempat bentuk ibadah ini memiliki maslahat yang berkontribusi terhadap kesehatan mental, terutama dalam konteks uife al-nafs . emeliharaan jiw. dan uife al-Aoaql . emeliharaan aka. Self-healing dengan doa sebagai terapi mental Analisis Tematik Ayat Al-QurAoan menekankan pentingnya doa sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah dan memperoleh ketenangan jiwa. Doa adalah sebuah permohonan yang dipanjatkan oleh seorang hamba kepada Allah dengan penuh ketundukan dan kerendahan hati atas ketidakberdayaan manusia dalam menghadapi berbagai problematika kehidupan serta wujud dari ikatan cinta seorang hamba kepada Rabb-Nya. 13 Menurut al-Qadhi Abu Bakar al-AoArabiy hakikat doa adalah panggilan Allah bagi siapapun yang dikehendaki-Nya untuk mendapatkan manfaat maupun terhindar dari mudharat. Adapun makna doa secara bahasa, ada beberapa bentuk: pertama, keinginan dan permintaan . l-ualab wa al-suAoa. dalam QS. Ali-Imran. : 38. kedua, sebagai ibadah . l-ibada. dalam QS. As-SyuAoara . : 213. ketiga, permintaan bantuan dan pertolongan . l-istighAsah wa al-istiAoAna. dalam QS. Al-Baqarah . : 23. panggilan dan seruan . l-nidaAo wa al-iya. dalam QS. Al-Qamar . : 6. kelima, perkataan . dalam QS. Yunus . : 10. keenam, tauhid . l-tauhi. dalam QS. Al-Jin. :19. l-tsan. dalam QS. Al-IsraAo. : 110. Saiful Amin Ghofur. Rahasia Dzikir dan Doa, 2 ed. (Yogyakarta: Darul Hikmah, 2. , h. MAhir bin Abdu al-Humaid bin Muqaddam. Syarah al-DuAoA min Al-KitAb wa Al-Sunnah (Riyadh: MaubaAoah Sufair, t. ), h. Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 4 No. Januari - Juni 2025 Nor Zakiah: Kesehatan Mental dan Self-Healing dalam Al-QurAoan: Analisis Tafsir Maqasidi Sedangkan secara istilah, menurut al-KhiuAb doa adalah permohonan dan permintaan pertolongan seorang hamba kepada Rabb-Nya, yang menunjukkan bahwa hakikat doa dengan menampakkan kefakiran diri, lemah, rapuh, dan hinanya seorang hamba sebagai manusia serta sanjungan kepada-Nya atas kedermawanan dan kemuliaan-Nya. Ayat QS. Ghafir . Teks Ayat Makna Tematik sebagai mekanisme A Ea aE eI a acI Eac aOe aIA a aA aOCADoa e AIee a eaA e AE aac aE aI ea eOA penyelesaian masalah dan A OEaeaOI I aa OEaOI NIacIAketenangan psikologis. a a a a e a e aa e a a e a a ea a e a n A aOeIA a a Tuhanmu berfirman. AuBerdoalah kepada-Ku. Aku perkenankan bagimu . pa yang kamu Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk . Jahanam dalam keadaan Ay QS. Al-Baqarah : 186 a A Oa a aEaE a aO acI aI Ca aOADoa U e e e a e a a a a keyakinan akan pertolongan a A aeOA aao A a eOa Eac a aa a allah dan mengurangi AI AaEeOa ea aeO a eO a eaE aOEeOa eaIIa eOA a kecemasan. Aea Ea aEac aN eI Oa e a a eO aIA Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Nabi Muhamma. tentang Aku, sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Maka, hendaklah mereka memenuhi . -Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka selalu berada dalam Abu Sulaiman Hammad bin Muhammad bin Ibrahim bin Al-Khattab. SyaAonu al-DuAoA, 1412. Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 4 No. Januari - Juni 2025 Nor Zakiah: Kesehatan Mental dan Self-Healing dalam Al-QurAoan: Analisis Tafsir Maqasidi Analisis Tafsir MaqAid Ibnu AoAsyur menekankan bahwa doa adalah mekanisme spiritual yang menciptakan keseimbangan emosional, sehingga memiliki maslahat dalam uife al-nafs dan uife al-Aoaql. Sayyid Qutb mengaitkan doa dengan ketahanan mental, karena memberikan individu harapan dan rasa kontrol atas kehidupannya. 16 Rasyid Ridha menjelaskan bahwa doa memiliki fungsi katarsis, mirip dengan terapi psikologi modern yang memungkinkan individu mengekspresikan emosinya kepada Tuhan. 17 Sehingga dapat disimpulkan bahwa doa bisa menjadi self-healing untuk menyembuhkan jiwa serta merawatnya. Yaitu dengan berdoa yang penuh kesungguhan dan kebersadaran sesuai adab berdoa yang telah disebutkan karena pasti langsung berefek pada jiwa seseorang yang berdoa, walaupun tidak selalu dalam bentuk pengabulan doanya melainkan muncul rasa lapang, lega, dan nyaman setelah mengungkapkan doa. Dan tujuan berdoa adalah untuk mendapatkan manfaat dan menolak kerusakan. Adapun gradasi maqAid pada ayat-ayat tersebut adalah al-hajiyyah . namun bisa berubah menjadi al-daruriyyah . sesuai kondisi personaliti seseorang karena capaian pertama yang diinginkan adalah kemaslahatan diri pribadi . lah al-fard. Dalam aspek maqAid syariAoah, berdoa mencakup dua konsepsi yaitu uife al-nafs dan uife al-Aoaql. ife al-nafs secara produktif merawat jiwa agar selalu harmonis dengan fisik, bukan hanya dengan mencegah dari kerusakan namun menjadi lebih humanis dan berkembangnya potensi diri, sedangkan uife al-aql secara produktif mengembangkan potensi akal agar tidak stagnan. Korelasi dengan psikologi modern Doa memiliki efek yang mirip dengan Mindfulness-Based Therapy (MBT) dalam psikologi, yang menekankan kesadaran penuh atas pengelolaan stres. Studi neurosains menunjukkan bahwa aktivitas doa menurunkan kortisol . ormon stre. dan meningkatkan serotonin . ormon kebahagiaa. Asyr, al-Taurr wa al-Tanwr. RisA. Tafsir al-ManAr. Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 4 No. Januari - Juni 2025 Nor Zakiah: Kesehatan Mental dan Self-Healing dalam Al-QurAoan: Analisis Tafsir Maqasidi SelfHealing Perspektif Al-QurAoan Doa Maslahah Psikologi Modern Al-Nafs dan Mindfulnessal-AoAql Based Therapy (MBT), kortisol, dan Aspek Kemaslahatan Sifat MaqAid Menyembuhkan Shalah aljiwa dan hati. Fardi selalu berpikir . , memberikan rasa nyaman dan lega . dapat dipercaya (Allah SWT). Gradasi MaqAid Al-Hajiyyah . ebutuhan namun dapat menjadi alDaruriyyah Self-healing dengan dzikir sebagai teknik relaksasi spiritual Analisis Tematik Ayat Dzikir merupakan sikap batin yang bermakna selalu ingat kepada Allah dengan berkesadaran penuh akan kehadiran-Nya, kemahaterpujian-Nya, dan kemahabesaran-Nya. Dalam dzikir, mengandung berbagai aspek yang sangat dibutuhkan manusia untuk menjaga kesehatan mental di tengah semakin kompleksnya problematika kehidupan saat ini, seperti aspek terapeutik yakni olahraga, aspek meditasi, aspek autosugesti, aspek katarsis, dan aspek kebersamaan, yang mana semua perangkat ini dapat diterapkan untuk self-healing. 18 Sehingga dzikir bukan hanya mendapatkan esensinya saja namun manusia juga mendapatkan kemanfaatan secara otomatis bagi kemaslahatan mentalnya, jika dilakukan dengan khusyuAo dan berkesadaran penuh. Dzikir berasal dari kata akara-yakuru-ikran artinya mengingat, menyebut, menghadirkan, dan memikirkan. Secara bahasa dzikir adalah hafalan yang diingatnya . l-hifeu lisyaii takuruh. dan sesuatu yang mengalir . di lisan . l-syaiu yajr Aoala al-lisA. Dzikir juga berarti hadirnya sesuatu di hati atau lisan, sehingga ada dzikir dengan lisan dan 19 Sedangkan makna dzikir dalam Al-QurAoan ada delapan bentuk: pertama, sebagai bentuk ketaatan dan amal shaleh . l-uaAoah wa al-Aoamal al-shale. dalam QS. Al-Baqarah . :152. kedua, hafalan . l-uif. QS. Al-Baqarah . :63. ketiga, tauhid QS. :124. l-syara. QS. Al-Anbiya . :10. kelima, nasihat . l-waAoe. QS. Al-AnAoam Tristiadi Ardi Ardani dan Istiqomah. Psikologi Positif Perspektif Kesehatan Mental Islam (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2. , h. Abu Zakariya Muhyi al-Din Yahya bin Syaraf al-Nawawi. Al-AkAr, 1 ed. (DAr Ibnu Hazm, 1. , h. Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 4 No. Januari - Juni 2025 Nor Zakiah: Kesehatan Mental dan Self-Healing dalam Al-QurAoan: Analisis Tafsir Maqasidi . :44. keenam, berita . l-khaba. QS. Al-Kahfi . :83. ketujuh, wahyu . l-wahy. QS. :8. kedelapan, pernyataan . l-baya. QS. :1. Manfaat dari karakter dzikir pada diri seseorang akan melahirkan pribadi ulul albab: memiliki pemikiran . yang luas. memiliki perasaan . yang peka. memiliki daya pikir . yang kuat dan tajam. memiliki pandangan mendalam dan wawasan luas . memiliki pemahaman . yang akurat dan tepat. dan memiliki kebijaksanaan . yang mampu mendekati kebenaran. Ayat QS. Ar-RaAod . Teks Ayat aAcEEA A EacOe aI aIIa eO aOae aI aiO acI CaEa eOaaeI a eE aA a aE a a eE aA a AcEE ae aI aiO acI Ee aCEa eOA Makna Tematik Dzikir ketenangan jiwa. (Yait. orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, bahwa hanya dengan mengingat Allah hati akan selalu tenteram. QS. Al-Ahzab : 41 ao Dzikir AcEEa a eEU aEa UeOA A eeOaOac aN EacOe aI aIIaO e aE aOAmenghadapi tekanan hidup. Wahai orang-orang yang beriman, ingatlah Allah dengan dzikir sebanyak-banyaknya. Analisis Tafsir MaqAid Ibnu AoAsyur menyatakan bahwa dzikir berperan sebagai latihan ketahanan mental selfawareness yang membantu manusia menghadapi stres dan kecemasan. 21 Sayyid Qutb menjelaskan bahwa dzikir memutus rantai kecemasan karena mengalihkan pikiran dari ketakutan duniawi ke kebergantungan kepada Allah. Dapat disimpulkan dari beberapa ayat tersebut yang membahas tentang dzikir, bahwa dzikir membawa ketentraman hati karena hakikatnya semakin penuh hati seseorang dengan asma dan sifat-Nya, maka akan semakin lapang dan tenteram. Adapun gradasi maqAid pada ayat-ayat tersebut adalah al-hajiyyah . namun bisa berubah menjadi al-daruriyyah . sesuai kondisi personaliti seseorang karena capaian pertama yang diinginkan adalah kemaslahatan diri pribadi . lah al-fard. Muhammad Imaduddin. Dzikir dan Mental Positif (Surabaya: CV. Garuda Mas Sejahtera, 2. , h. Asyr, al-Taurr wa al-Tanwr. Qutb. F eilAl al-QurAoAn. Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 4 No. Januari - Juni 2025 Nor Zakiah: Kesehatan Mental dan Self-Healing dalam Al-QurAoan: Analisis Tafsir Maqasidi Korelasi dengan psikologi modern Dzikir memiliki efek sejalan dengan Mindfulness-Based Therapy karena membantu individu fokus pada saat ini dan menenangkan sistem saraf. Studi neurosains menunjukkan bahwa meditasi berbasis dzikir menurunkan aktivitas amigdala . agian otak yang bertanggung jawab atas stre. SelfHealing Perspektif Al-QurAoan Dzikir Maslahah Psikologi Modern Al-Nafs dan Mindfulnessal-AoAql Based Therapy (MBT), sistem saraf. Aspek Kemaslahatan Sifat MaqAid Menentramkan Shalah aljiwa. Fardi Gradasi MaqAid Al-Hajiyyah . ebutuhan namun dapat menjadi alDaruriyyah Self-healing dengan shalat sebagai terapi psikologis Analisis Tematik Ayat Shalat merupakan bentuk relaksasi yang Allah berikan kepada hamba-Nya disela-sela kesibukan aktivitas sehari-hari. Di tengah semakin kompleks kondisi yang terjadi saat ini yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti mulai lunturnya nilai-nilai tradisi dan penghayatan agama akibat kemajuan dan kecanggihan teknologi, industri, dan modernisasi. pergantian tata nilai yang semakin cepat. munculnya berbagai krisis dalam kehidupan pribadi, keluarga, dan serta munculnya berbagai penyakit mengerikan dan sulit disembuhkan yang belum pernah ditemukan di masa lalu sehingga mengakibatkan masyarakat menanggung beban psikologis yang sangat melelahkan. Di dalam shalat yang khusyuAo, penuh kesadaran, dan hanya semata-mata karena Allah akan menghimpun tiga elemen penting: fisik, mental, dan spiritual yang pada praktiknya akan memberikan makna atau esensi antara hubungan seorang hamba dengan Sang Pencipta sehingga melahirkan kedamaian dan ketenangan hati. Dalam shalat juga terdapat berbagai aspek yang dibutuhkan dan dapat diterapkan untuk self-healing bagi manusia, sebagaimana aspek-aspek yang terdapat dalam dzikir yakni aspek terapeutik . , aspek meditasi, aspek autosugesti, aspek kebersamaan, dan aspek Walaupun mirip dengan dzikir, namun keduanya jelas berbeda. Shalat merupakan Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 4 No. Januari - Juni 2025 Nor Zakiah: Kesehatan Mental dan Self-Healing dalam Al-QurAoan: Analisis Tafsir Maqasidi aktivitas wajib yang tata caranya telah diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW, dengan konsekuensi hukum mendapatkan pahala jika melaksanakan dan berdosa jika meninggalkan. Oleh karena itu, jika shalat dilaksanakan dengan menyadari kedua hal di atas . spek kemaslahatan atau kesehatan mental dan ibadah waji. maka gap besar antara ibadah . itual waji. dengan spiritual . semakin mengecil sehingga akan tercapai kemaslahatan yang dibutuhkan manusia dalam realita kehidupan saat ini. Secara bahasa, shalat artinya doa. Inilah makna asal dari shalat QS. At-Taubah . :103. (Ahmad, 1997 M). Makna shalat di dalam Al-QurAoan ada empat bentuk: pertama, doa dan istighfar QS. At-Taubah . :103. kedua, pengampunan dan rahmat QS. Al-Baqarah . :157. ketiga, shalat sebagaimana yang disyariatkan QS. Al-Isra . :78, keempat, tempat shalat QS. Al-Hajj. :40. 23 Sedangkan secara istilah, shalat adalah amalan ibadah yang dilakukan oleh seorang hamba dengan aktivitas . erdiri tegak, rukuk, sujud, dudu. dan bacaan tertentu . akbir, ayat-ayat Al-QurAoan, tasbih, tahmid, doa, dan lain-lai. sebagaimana yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW yang diawali dengan takbiratu al-ihram dan ditutup dengan salam. Digambarkan bahwa shalat yang sempurna akan mengantarkan kualitas seorang hamba menjadi manusia langit bukan lagi manusia bumi karena shalat merupakan mikrajnya seorang hamba. Ayat QS. Al-Baqarah : 45 Teks Ayat Makna Tematik Shalat sebagai mekanisme ca AEA eaa aOA ca aeO Ia eO aA UAEA EOa aOaacIa Ea aEa aeOA e A aOAcoping stres. ao a a u AOA a e AacaE aEaO eA Mohonlah pertolongan . epada Alla. dengan sabar dan salat. Sesungguhnya . itu benar-benar berat, kecuali bagi orang-orang yang QS. Al-Ankabut : 45 Shalat mengajarkan kontrol a AE aI aI eaA A aOaCaaIA a A ae aE aIee aeO a aO EaeOAdiri. AEA EOa a eI NO a aI Ee aA e a aA AIA ca ca aAEA EOA a AOEeIeI aE a OEa a eEA AcEEa Oa eEa aI aIA AcEE a eE a aOA a a a a u AAIa a eO aIA e a Bacalah (Nabi Muhamma. Kitab (Al-QurAoa. yang telah diwahyukan kepadamu dan tegakkanlah salat. Sesungguhnya salat itu mencegah Abu HilAl bin al-Hasan bin Abdillah bin Sahal bin SaAoid bin Yahya bin MahrAn al-AoAskar. Al-Wujuh wa Al-Naair (Kairo: Maktabah al-Tsaqafah al-Diniyyah, 1. , h. Abdullah at-ayyAr. Ensiklopedia Shalat, trans. oleh A. Halim, 2 ed. (Jakarta: Maghfirah Pustaka, 2. , h. Nasaruddin Umar. Shalat Sufistik (Jakarta: Alifia Books, 2. , h. Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 4 No. Januari - Juni 2025 Nor Zakiah: Kesehatan Mental dan Self-Healing dalam Al-QurAoan: Analisis Tafsir Maqasidi dari . keji dan mungkar. Sungguh, mengingat Allah . itu lebih besar . eutamaannya daripada ibadah yang lai. Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. Analisis Tafsir MaqAid Ibnu AoAsyur menyebut shalat sebagai latihan pengelolaan emosi yang berfungsi dalam uife al-nafs dan uife al-Aoaql. 26 Sayyid Qutb menekankan bahwa shalat adalah pilar stabilitas mental yang sejalan dengan Cognitive Behavioral Therapy (CBT). 27 Adapun manfaat shalat yang khusyuAo menurut Ibnu Qayyim adalah: mencegah dari dosa perbuatan keji dan munkar baik pada diri sendiri, orang lain, maupun lingkungan sekitar. menghilangkan penyakit di menyehatkan tubuh dan jiwa serta menjaga imun dan stabilitas tubuh. menerangi hati dan melapangkan dada. menurunkan rahmat, mendatangkan rezeki dan keberkahan karena jauh dari dosa dan maksiat. menghilangkan kesusahan dan kemalasan. menghibur jiwa. mendekatkan diri seseorang kepada Allah SWT. Adapun beberapa maqAid shalat sebagai berikut. pertama, tercapainya prinsip kepatuhan dan ketundukan pada diri orang yang shalat, membiasakannya dalam ketaatan serta kedua, memperbaiki jiwa dan etika, membersihkan jiwa dari perkara keji, munkar, obsesi, dan ilusi. ketiga, melapangkan dada, menenteramkan hati, dan merilekskan pikiran. ketiga, mencapai dampak perkembangan sosial kemasyarakatan dan kemanusiaan dengan cara persaudaraan, solidaritas, humble . endah hat. , dan simpatis. 29 Manfaat shalat bagi agama sebagai bentuk interaksi langsung antara hamba dan Tuhan-Nya dengan penuh ketundukan hati, menyerahkan segala urusan hanya kepada-Nya, mendapatkan rasa aman, nyaman, tenteram, serta mendapatkan penghapusan dosa dan kesalahan. manfaat shalat bagi diri sebagai teknik untuk memperkuat jiwa dan menghindarkannya dari berbagai godaan duniawi, menciptakan ketenangan batin, ketentraman hati dan jiwa, sarana untuk mentarbiyah dan membina diri dengan berlatih disiplin karena pelaksanaan shalat memiliki waktu tertentu. Sehingga shalat secara umum memberikan pendidikan moral yang akan membentuk karakter baik dalam diri pribadi seseorang. manfaat shalat bagi masyarakat akan mewujudkan solidaritas sosial yang kompak karena sudah terlatih dalam shalat berjamaAoah. Adapun gradasi maqAid dalam shalat adalah al-daruriyyah . karena merupakan ibadah wajib dan akan Asyr, al-Taurr wa al-Tanwr. Qutb. F eilAl al-QurAoAn. Ahmad bin Salim Badwailan. Dahsyatnya Terapi Shalat, trans. oleh Ubaidillah Saiful Akhyar, 7 ed. (Jakarta: Nakhlah Pustaka, 2. , h. Nuruddin bin Mukhtar al-KhAdami. Ilm al-MaqAid al-SyariAoah (Maktabah al-AoAbikAn, 1. , h. Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 4 No. Januari - Juni 2025 Nor Zakiah: Kesehatan Mental dan Self-Healing dalam Al-QurAoan: Analisis Tafsir Maqasidi dikenakan sanksi bagi mereka yang meninggalkannya. Dan dalam aspek maqAid syariAoah mencakup tiga konsepsi hife al-din, hife al-nafs, dan hife al-Aoaql. Maka dapat disimpulkan bahwa maqAid yang terhimpun dalam shalat sangat banyak tak terhitung jika seseorang mengerjakan shalat dengan penuh perhatian dan kesadaran sehingga maqAidnya dapat berefek pada diri pribadi, orang lain, dan lingkungan. Korelasi dengan psikologi modern Shalat memiliki efek yang sejalan dengan Cognitive Behavioral Therapy (CBT) karena membantu mengubah pola pikir negatif menjadi positif. Studi klinis menunjukkan bahwa gerakan sujud dalam shalat meningkatkan aliran darah ke otak yang membantu menenangkan SelfHealing Perspektif Al-QurAoan Shalat Maslahah Psikologi Modern al-Din, al- Cognitive Nafs, dan Behavioral al-AoAql Therapy (CBT), aliran darah ke otak, dan Aspek Kemaslahatan Sifat MaqAid Gradasi MaqAid Menghilangkan dan ketakutan, dan hati dan penyakit batin, dan solidaritas. Shalah alFardi dan Shalah alMujtamaAo AlDaruriyyah . ebutuhan dari rukun Islam. Self-healing dengan puasa sebagai latihan pengendalian diri Analisis Tematik Ayat Puasa merupakan bentuk latihan rohani dan jasmani . Puasa memiliki dua bentuk dalam Al-QurAoan: pertama, puasa syariAoat sebagaimana yang telah diketahui dalam QS. AlBaqarah. : 183. Kata iyAm pada ayat bermakna . l-imsAk Aoan al-uaAoam wa al-syarAb wa alnikAh maAoa al-niyya. , kedua, bermakna diam dalam QS. Maryam . : 26. Kata auman pada ayat bermakna . 30 Secara bahasa puasa asalnya adalah menahan . Adapun makna puasa dalam Al-QurAoan ada dua bentuk: pertama, menahan makan, minum, dan berhubungan badan disertai niat QS. Al-Baqarah . :183. kedua, diam tidak berbicara kepada al-AoAskar. Al-Wujuh wa Al-Naair, h. Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 4 No. Januari - Juni 2025 Nor Zakiah: Kesehatan Mental dan Self-Healing dalam Al-QurAoan: Analisis Tafsir Maqasidi siapa pun QS. Maryam . :26. Sedangkan secara istilah puasa adalah menahan diri dari makan, minum, hubungan badan sejak terbit matahari sampai terbenamnya disertai niat. 31 Menurut Imam al-GhazAli puasa itu setengah dari sabar dan sabar setengah dari iman. Maka puasa bisa dikatakan seperempat dari iman. Ayat QS. Al-Baqarah . : 183 Teks Ayat Makna Tematik Puasa sebagai latihan selfa ca A aEaeO aE aIA a A eeOaOac aN EOe aI aIIa eO aEAregulation. aAEAOI aEI aEA A aEaO Eac aOe aI aI eIA ao ACa eEa aE eI Ea aEac aE eI aac aC eO aIA Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. Analisis Tafsir MaqAid Beberapa maqAid puasa yaitu mewujudkan prinsip kepatuhan dan ketundukan pada Allah. mencapai taqwa. mencegah berbagai aib atau kecacatan dan penyakit pada fisik, jiwa, dan sosial. menutup dan menyempitkan celah masuknya syaitan. mengingatkan kepada kaum mereka yang fakir dan membutuhkan. mengingatkan akan dilema dan kengerian huru-hara membiasakan orang yang berpuasa untuk sabar dan berkorban. 33 Adapun gradasi maqAid dalam puasa adalah al-daruriyyah . karena puasa juga merupakan ibadah wajib dalam Islam sebagaimana shalat. Dari aspek maqAid syariAoah pun puasa mencakup tiga konsepsi hife al-din, hife al-nafs, dan hife al-Aoaql. Korelasi dengan psikologi modern Puasa memiliki efek yang sejalan dengan Self-Regulation Therapy yang menekankan pengendalian diri. Studi neurosains menunjukkan bahwa puasa meningkatkan serotonin dan dopamin yang berperan dalam keseimbangan suasana hati. Ali bin Muhammad bin Ali al-Zaini al-Syarif al-Jurjani. Al-TaAorifAt, 1 ed. (Beirut: DAr alKutub al-AoAlamiah, 1. , h. Abu HAmid Muhammad bin Muhammad al-GhazAli. IhyAAo AoUlum al-Dyn (Beirut: Dar al MaAorifah, t. al-KhAdami. Ilm al-MaqAid al-SyariAoah. Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 4 No. Januari - Juni 2025 Nor Zakiah: Kesehatan Mental dan Self-Healing dalam Al-QurAoan: Analisis Tafsir Maqasidi SelfHealing Perspektif Al-QurAoan Puasa Maslahah Psikologi Modern al-Din, al- SelfNafs, dan Regulation al-AoAql Therapy, dan serotonin dan Aspek Kemaslahatan Sifat MaqAid Gradasi MaqAid Membersihkan imunitas tubuh, dalam tubuh. Shalah alFardi dan Shalah alMujtamaAo AlDaruriyyah . ebutuhan dari rukun Islam. KESIMPULAN Penelitian ini menganalisis konsep self-healing dalam Islam melalui pendekatan tafsir maqAid dengan fokus pada doa, dzikir, shalat, dan puasa sebagai mekanisme pemeliharaan kesehatan mental dalam Islam. Berdasarkan analisis terhadap ayat-ayat Al-QurAoan yang relevan, serta penelaahan melalui Tafsir al-Tahrir wa al-Tanwir (Ibnu AoAsyu. Tafsir Fi Zilal Al-QurAoan (Sayyid Qut. , dan Tafsir Al-Manar (Rasyid Ridh. , diperoleh beberapa temuan utama, yaitu: Pertama, self-healing dalam Islam memiliki landasan kuat dalam maqAid asysyariAoah, khususnya dalam uife al-nafs . emeliharaan jiw. dan uife al-Aoaql . emeliharaan Doa, dzikir, shalat, dan puasa bukan hanya ibadah ritual tetapi juga berfungsi sebagai mekanisme psikologis untuk menjaga stabilitas mental dan emosional. Kedua. Doa memiliki efek terapeutik yang sejalan dengan Mindfulness-Based Therapy (MBT) karena membantu individu mengelola stres dan kecemasan dengan berserah diri kepada Allah. Sedangkan dzikir berfungsi sebagai teknik relaksasi spiritual yang menenangkan pikiran yang sejalan juga dengan MBT. Ketiga, shalat memiliki dampak psikologis yang sejalan dengan Cognitive Behavioral Therapy (CBT) karena mengajarkan individu kontrol emosi dan restrukturisasi kognitif yang dapat membantu mengatasi stres dan kecemasan. Sedangkan puasa sebagai bentuk latihan pengendalian diri . elf-regulatio. yang memiliki efek positif terhadap keseimbangan hormonal dan kestabilan emosi, sejalan dengan konsep Self-Regulation Therapy dalam Keempat, pendekatan tafsir maqAid menunjukkan bahwa ibadah dalam Islam memiliki maslahat sosial dan psikologis yang relevan dengan kebutuhan manusia modern. Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 4 No. Januari - Juni 2025 Nor Zakiah: Kesehatan Mental dan Self-Healing dalam Al-QurAoan: Analisis Tafsir Maqasidi Kajian ini mengintegrasikan tafsir dan psikologi Islam, menunjukkan bahwa ajaran Islam selaras dengan prinsip-prinsip ilmiah dalam terapi kesehatan mental. SARAN Penelitian ini berkontribusi dalam mengintegrasikan kajian tafsir dengan ilmu psikologi, sehingga dapat menjadi rujukan bagi akademisi, praktisi psikologi Islam, dan konselor kesehatan mental. Namun, penelitian ini masih bersifat konseptual dan berbasis studi pustaka, sehingga diperlukan penelitian lanjutan dengan pendekatan empiris untuk mengukur efektivitas mekanisme self-healing Islam dalam praktik klinis. DAFTAR PUSTAKA