Intensi Berwirausaha Ditinjau Dari Kecerdasan Emosi Pada Siswa Siswi SMK Sinar Husni Helvetia Di Medan INTENSI BERWIRAUSAHA DITINJAU DARI KECERDASAN EMOSI PADA SISWA-SISWI SMK SINAR HUSNI HELVETIA DI MEDAN Rina Mirza1. Indah Fitriani2. Ayuni Syah Fitri3. Juraidah4. Ika Shabrina Anggraini5 Program Studi Psikologi Unversitas Prima Indonesia Medan Jl. Sekip Simpang Sikambing Kampus II UNPRI. Medan. Indonesia 20111 Rinamirza. psi@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosi dan intensi berwirausaha. Hipotesis yang diajukan pada penelitian ini adalah ada hubungan positif antara kecerdasan emosi dan intensi berwirausaha, dengan asumsi semakin tinggi kecerdasan emosi maka semakin tinggi intensi berwirausaha dan sebaliknya semakin rendah kecerdasan emosi maka semakin rendah intensi Subjek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa pada SMK Sinar Husni Helvetia Medan sebanyak 103 orang yang dipilih dengan menggunakan total sampling. Data diperoleh dari skala untuk mengukur kecerdasan emosi dan intensi berwirausaha. Perhitungan dilakukan dengan melalui uji prasyarat analisis . ji asums. yang terdiri dari uji normalitas dan uji linearitas. Analisis data yang digunakan adalah menggunakan Analisa Product Moment melalui bantuan SPSS 17 for Windows. Hasil analisis data menunjukkan r = 0. 968, dan p = 0. < 0. yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara kecerdasan emosi dan intensi berwirausaha. Kata kunci : intensi berwirausaha, kecerdasan emosi, siswa-siswi SMK, remaja. ABSTRACT This study aims to identify the relationship between emotional intelligence and entrepreneurship The hypothesis proposed in this study states that there is a positive relationship between emotional intelligence and entrepreneurship intention, assuming higher emotional intelligence, the higher the intention of someone to entrepreneurship or the lower the emotional intelligence owned by someone, the lower the intensi entrepreneurship he has. Research subject of this research are students of SMK Sinar Husni Helvetia Medan consisting of 103 students selected by using total sampling technique. This research data is obtained from the scale used to measure emotional intelligence and entrepreneurship The calculation was performed by prerequisite analysis test . ssumption tes. consisting of normality test and linearity test. Data analysis used is Product Moment correlation analysis with the assistance of SPSS 17 for Windows. The result of data analysis shows that r = 0. 968, and p = 0. <0. indicating that there is a positive relationship between emotional intelligence and entrepreneurship intention. Keywords: Entrepreneurship Intention. Emotional Intelligence. SMK Students, adolescence PENDAHULUAN Indonesia merupakan negara Krisis ekonomi yang terjadi di Indonesia telah banyak menyentuh semua sisi kehidupan masyarakat dari lapisan atas hingga ke lapisan bawah. Masalah pengangguran dan tingginya pertumbuhan penduduk. Jurnal Psychomutiara Vol. 2 No. 1 Agustus 2018, 33-45 Intensi Berwirausaha Ditinjau Dari Kecerdasan Emosi Pada Siswa Siswi SMK Sinar Husni Helvetia Di Medan serta terbatasnya jumlah lapangan menyebabkan tingginya tingkat pengangguran di Indonesia. Jumlah pengangguran akan semakin disediakan lapangan pekerjaan baru. Entrepreneurship memberikan kontribusi positif dalam mereduksi angka pengangguran dan kemiskinan di berbagai negara. Indonesia, pemerintah maupun pihak swasta mulai memberikan peluang bagi masyarakat agar dapat mengembangkan usaha mandiri. Hal ini diharapkan menyediakan peluang kerja baru dengan masyarakat melalui kegiatan berbasis Dunia pendidikan juga ikut andil untuk meningkatkan kesadaran secara dini pada pelajar untuk meningkatkan inovasi dan kreativitas dalam membangun usaha mandiri, sehingga dapat membantu menyediakan lapangan pekerjaan baru. Ajang lomba entrepreneurship banyak dilakukan dari pihak pemerintah maupun swasta, namun tidak semua orang mempunyai mengembangkan wirausaha. Kendala financial, softskill, dan minimnya pengetahuan tentang entrepreneurship menyebabkan susahnya usaha mandiri dapat bertumbuh dengan cepat. Diharapkan sebagai pelajar harus mampu berperan aktif untuk menjadi pelopor terbentuknya perekonomian nasional yang tangguh. Oleh karena itu, sudah saatnya dilakukan perubahan paradigma berpikir dikalangan pelajar. Perubahan paradigma yang dimaksud adalah perubahan dari pola pikir sempit yang hanya berorientasi sebagai pencari kerja setelah lulus perguruan tinggi, menjadi seorang wirausaha yang sukses, mampu menciptakan suatu usaha yang Jurnal Psychomutiara Vol. 2 No. 1 Agustus 2018, 33-45 baru agar tercipta lapangan pekerjaan. Hal ini tentu dimulai saat menjadi memikirkan dan merintis dari sektor wirausaha mana yang akan dibuat. Seiring waktu, masalah pengangguran di Indonesia semakin hari jumlahnya semakin meningkat. Para pencari kerja baik yang memiliki gelar sarjana ataupun tidak, harus bersaing untuk mendapatkan pekerjaan pada lapangan kerja yang terbatas. Di samping itu, angkatan kerja baru terus bertambah sekitar dua juta orang setiap tahun (Suryana & Bayu, 2. Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Agustus 2017, jumlah pengangguran naik menjadi 7. 04 Juta Orang. Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan, pada tahun 2017 telah terjadi kenaikan jumlah pengangguran di Indonesia sebesar 10. 000 orang 04 juta orang pada Agustus 2017 dari Agustus 2016 sebesar 7. juta orang. Kepala BPS yaitu Kecuk Suhariyanto pertambahan jumlah pengangguran tersebut disebabkan oleh peningkatan jumlah angkatan kerja di Indonesia. "Setahun 000 orang menjadi 7. juta di Agustus 2017," ujar Suhariyanto di Kantor Pusat BPS. Jakarta. Senin . /11/2. Meski peningkatan. Suhariyanto menjelaskan, jika dilihat dari Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Agustus ini turun 11 poin dari 5. 61 di Agustus 2016 50 di periode yang sama tahun 2017 . Mayoritas masyarakat Indonesia dinilai lebih meminati menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dibandingkan Hal ini dibuktikan Intensi Berwirausaha Ditinjau Dari Kecerdasan Emosi Pada Siswa Siswi SMK Sinar Husni Helvetia Di Medan kewirausahaan Indonesia yang masih lebih rendah dibanding negara lain. Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Halim Alamsyah menjelaskan tingkat kewirausahaan Indonesia hanya 1. persen dari total penduduk. Nilai tersebut lebih rendah bila dibanding dengan Malaysia. Thailand, dan Singapura kewirausahaan mencapai di atas 4 "Rendahnya tingkat wirausaha di Indonesia bisa digambarkan melalui lowongan kerja PNS. Padahal jumlah lowongannya relatif terbatas," kata Halim saat sambutan di Pelatihan Kewirausahaan Bank Indonesia (BI) Jakarta. Senin . /9/2. Observasi dan wawancara yang dilakukan pada beberapa siswa yang mengambil jurusan tatabogadi SMK Sinar Husni Helvetia di Medan. Berdasarkanhasil wawancara mereka mengatakan bahwa, mereka senang berwirausaha daningin memiliki usaha yang sesuai dengan kemampuannya dimasa yang akan Selain itu, terlihat juga dari beberapa siswa-siswi SMK Sinar Husni Helvetia di Medan banyak yang membuka usaha dengan melalui media sosial yang biasa disebut dengan online shop seperti menjual makanan, pakaian, dan jilbab. Yang menjadi halangan siswa dalam berwirausaha adalah ketika pelanggannya lama membayar produk yang dibeli, sehingga subjek harus dan tetap bersemangat pelanggan-pelanggannya. Banyak siswasiswi yang kurang tertarik untuk berwirausaha karena takut mengambil risiko, kebanyakan dari mereka lebih PNS pendapatannya lebih menjanjikan. Jurnal Psychomutiara Vol. 2 No. 1 Agustus 2018, 33-45 Berdasarkan kasus dan fenomena di atas, tampak jika salah satu hal yang menyebabkan kurangnya keinginan individu dalam berwirausaha adalah takut mengambil risiko. Riani, dkk menyatakan bahwa, adanya risiko merupakan hambatan, setiap menginginkan kemampuan, keuntungan memperolehnya orang harus berani membahas bahaya, karena pada keuntungan dan keberhasilan itu Alma menyatakan bahwa penyebab lain adalah pandangan masyarakat dalam Masyarakat berpandangan kalau profesi wirausaha memiliki sifat agresif, ekspansif, bersaing, egois, tidak jujur, kikir, sumber penghasilan tidak stabil, kurang terhormat, pekerjaan rendah, dan Hal ini menyebabkan para orang tua tidak menginginkan anakanaknya menerjuni bidang ini dan berusaha mengalihkan perhatian anak untuk menjadi pegawai negeri, apalagi bila anaknya sudah bergelar lulus perguruan tinggi. Salah mempengaruhi keinginan mereka untuk berwirausaha adalah menumbuhkan intensi berwirausaha. Schiffman dan Kanuk . menyatakan bahwa intensi adalah hal yang berkaitan dengan kecenderungan seseorang untuk berperilaku tertentu. Ajzen . , mengemukakan definisi intensi yaitu indikasi seberapa seseorang akan mencoba suatu perilaku, dan seberapa besar usaha yang akan digunakan untuk melakukan sebuah perilaku. Intensi memiliki korelasi yang tinggi dengan Intensi Berwirausaha Ditinjau Dari Kecerdasan Emosi Pada Siswa Siswi SMK Sinar Husni Helvetia Di Medan perilaku, sehingga dapat digunakan untuk meramalkan perilaku. Menurut Suryana dan Bayu . , mengatakan bahwa wirausaha adalah sifat, watak, dan ciri-ciri yang melekat pada invidu yang mempunyai kemauan keras untuk mewujudkan gagasan inovatif ke dalam dunia usaha mengembangkannya secara tangguh, dengan mengacu pada individu yang melaksanakan proses gagasan dan memadukan sumber daya menjadi Langonecker, . , mengatakan bahwa wirausaha adalah seorang pembuat keputusan yang ekonomi perusahaan yang bebas. Sebagian besar pendorong perubahan, inovasi, dan kemajuan di perekonomian kita akan datang dari para wirausaha, orang-orang yang memiliki kemampuan mempercepat pertumbuhan ekonomi. Menurut Meredith . alam Suryana & Bayu, 2. menyatakan bahwa wirausaha adalah orang-orang yang mempunyai kemampuan melihat mengumpulkan serta sumber daya yang mengambil tindakan yang tepat guna memastikan kesuksesan. Para wirausaha merupakan pengambil risiko yang telah Mereka menghadapi tantangan. Wirausaha menghindari situasi risiko tinngi, karena Mereka menyukai tantangan yang dapat dicapai. Salah mempengaruhi intensi berwirausaha adalah kecerdasan emosi. Penelitian yang dilakukan oleh Davis dan Peake Jurnal Psychomutiara Vol. 2 No. 1 Agustus 2018, 33-45 hubungan yang signifikan antara intensi berwirausaha dengan kecerdasan emosi. Penelitian ini dilakukan terhadap 285 mahasiswa jurusan bisnis di East Crolina University dan Western Kentucky University. Hasil menunjukkan bahwa ada hubungan Menurut Goleman . motional intelligenc. adalah kemampuan untuk mengenali perasaan kita sendiri dan perasaan orang lain, kemampuan kemampuan mengelola emosi dengan baik pada diri sendiri dalam hubungan dengan orang lain. Seperti kesadaran diri, pengaturan diri, motivasi, empati. Banyaknya dianggap hal yang biasa dalam dunia Beberapa hal yang menjadi Kurangnya kemampuan dalam mengenali potensi sebagai wirausahawan dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki, serta sumber daya yang ada di lingkungan sekitarnya. Menurut Cooper dan Sawaf . mendefinisikan kecerdasan emosional merupakan kemampuan merasakan, memahami, dan secara efektif menerapkan daya dan kepekaan emosi sebagai sumber energi, informasi, koneksi dan pengaruh yang manusiawi. Goleman . alam Tridhonanto, 2. emosional adalah kemampuan lebih yang dimiliki seseorang memotivasi diri, ketahanan dalam menghadapi kegagalan mengendalikan emosi dan Intensi Berwirausaha Ditinjau Dari Kecerdasan Emosi Pada Siswa Siswi SMK Sinar Husni Helvetia Di Medan menunda kepuasan, serta keadaan jiwa. Penelitian yang sama juga dilakukan oleh Mortan, dkk . terhadap 394 mahasiswa sukarelawan dari Universitas Valencia (Spanyol 7%) dan Universitas Coimbra (Portugal 48. 3%), berusia antara 18 dan 35 tahun. Hasil menunjukkan bahwa ada korelasi antara kecerdasan emosi dan intensi bewirausaha. Semakin positif kecerdasan emosi maka akan semakin tinggi Intensi Berwirausaha. Sebaliknya, semakin negatif kecerdasan emosi maka akan semakin rendah intensi berwirausaha. Adversity mempengaruhi intensi berwirausaha. Hal ini di buktikan pada penelitian yang dilakukan oleh Wijaya . , terhadap 80 siswa di SMKN 7 jurusan penjualan di Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya hubungan intelligence dan intensi berwirausaha. Semakin tinggi adversity intelligence berwirausaha pada siswa. Faktor lain yang mempengaruhi intensi berwirausaha adalah psychology Sebagaimana penelitian yang dilakukan oleh Abrorry dan Sukamto . terhadap siswa SMK YPM 3 Sepanjang Taman Sidoarjo, dengan populasi kelas XII jurusan bisnis dan manajemen terdiri 6 ruang berisi 294 Sampel dalam penelitian ini berjumlah 96 siswa. Hasil menunjukkan bahwa ada hubungan positif antara entrepreneural intention. Semakin tinggi psychological capital maka semakin tinggi entrepreneural intention pada siswa. Jurnal Psychomutiara Vol. 2 No. 1 Agustus 2018, 33-45 Berdasarkan uraian diatas dengan melihat fenomena yang terjadi di masyarakat khususnya di kota Medan, maka peneliti tertarik untuk meneliti tentang AuIntensi Berwirausaha Ditinjau Dari Kecerdasan Emosi Pada SiswaSiswi SMK Sinar Husni Helvetia di MedanAy. METODE PENELITIAN Pendekatan penulis dalam penelitian ini adalah Penelitian kuantitatif lebih menekankan pada analisis data numerik yang diolah dengan menggunakan metode statistika (Azwar, 2. Menurut Sugiyono populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik Soewadji . , menyebutkan bahwa populasi adalah sekelompok orang, kejadian atau segala sesuatu yang memiliki karakteristik Sujarweni . populasi adalah keseluruhan jumlah yang terdiri atas obyek atau subyek yang mempunyai karakteristik dan kualitas tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk diteliti dan kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa-siswi SMK Sinar Husni Helvetia yang berjumlah 103 orang, yang terdiri dari 36 siswa . , 33 siswa . dan 34 siswa . Alat pengumpulan data yang digunakan untuk mendapatkan data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah metode skala. Skala merupakan Intensi Berwirausaha Ditinjau Dari Kecerdasan Emosi Pada Siswa Siswi SMK Sinar Husni Helvetia Di Medan alat pengumpul data yang menggunakan daftar pertanyaan yang harus diisi oleh subjek penelitian. Menurut Azwar . skala memiliki karakteristik khusus yang membedakannya dari berbagai bentuk alat pengumpulan data yang lain seperti angket, daftar isian, inventori, dan lainnya. Uji validitas dalam penelitian ini menggunakan analisis aitem atau analisis butir, dimana untuk menguji validitas setiap butir, maka setiap skorskor yang ada pada butir yang dimaksud dikorelasikan dengan skor total. Jenis validitas yang dipakai dalam alat ukur intensi berwirausaha dan kecerdasan emosi adalah validitas isi. Validitas isi merupakan validitas yang diestimasi lewat pengujian terhadap kelayakan atau relevansi isi tes melalui analisis rasional oleh panel yang berkompeten. Dalam reliabilitas menggunakan teknik Alpha Cronbach bantuan komputer program SPSS 17. for Windows. Uji reliabilitas menurut Arikunto . Reliabilitas adalah istilah yang dipakai untuk menunjukkan sejauh mana suatu hasil pengukuran relatif konsisten apabila alat ukur tersebut digunakan berulang kali. Uji reliabilitas yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik Alpha Cronbach. HASIL DAN PEMBAHASAN Skor Variabel Intensi Berwirausaha Skala terdiri dari 36 aitem dengan skor aitemnya yang bergerak dari empat pilihan jawaban dengan skor satu sampai empat. Rentang maksimum dan minimumnya adalah 36x1 sampai 36x4, yaitu 36 sampai 144 dengan mean hipotetiknya . : 2 = 90. Standard deviasi hipotetik dalam penelitian ini adalah . : 6 = 18. Dari skala intensi berwirausaha yang diisi subjek, maka diperoleh mean empirik sebesar 110. 88 dengan standard Reliabilitas dinyatakan dalam koefisien dengan angka antara 0 . Semakin tinggi koefisien mendekati angka 1. berarti reliabilitas alat ukur semakin Sebaliknya reliabilitas alat ukur yang rendah ditandai oleh koefisien reliabilitas yang mendekati angka 0 . (Azwar, 2. Tabel 7 Perbandingan Data Empirik dan Hipotetik Intensi Berwirausaha Variabel Intensi Berwirausaha Keterangan Empirik Min Max Mean : Min Max Mean : Nilai terendah : Nilai tertinggi : Nilai rata-rata : Standard Deviasi Jurnal Psychomutiara Vol. 2 No. 1 Agustus 2018, 33-45 Hipotetik Min Max Mean Intensi Berwirausaha Ditinjau Dari Kecerdasan Emosi Pada Siswa Siswi SMK Sinar Husni Helvetia Di Medan Apabila mean empirik >mean hipotetik maka hasil penelitian yang diperoleh akan dinyatakan tinggi dan sebaliknya jika mean empirik mean hipotetik yaitu 110. 88 > 90 maka dapat disimpulkan bahwa intensi berwirausaha pada subjek penelitian lebih tinggi daripada populasi pada Tabel 8 Kategorisasi Data Intensi Berwirausaha Rent Nilai Kate Jum . Perse Intensi Rend xO Seda xOu Ting Berwira Selanjutnya subjek akan dibagi ke dalam tiga kategori intensi berwirausaha yaitu intensi berwirausaha Pengkategorian intensi berwirausaha dengan membagi distribusi normal ke dalam enam bagian standart deviasi. Jumlah x < (AA - 1. 0 E) kategori rendah (AA - 1. 0 E) < x O (AA 1. 0 E) kategori sedang Berdasarkan kategori pada tabel 8 maka dapat dilihat bahwa terdapat 0 berwirausaha rendah, terdapat 26 subjek . 24 perse. yang memiliki intensi berwirausaha sedang, dan terdapat 77 subjek . 76 perse. yang memiliki Berdasarkan penjelasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa rata-rata subjek penelitian memiliki intensi berwirausaha tinggi. x Ou (AA 1. 0 E) kategori tinggi Standart deviasi hipotetik dalam penelitian ini adalah E = . : 6 = 18 dan mean hipotetiknya adalah AA = . : 2 = 90. Dari perhitungan di atas dapat dibuat perhitungannya berdasarkan rumus yang telah diuraikan di atas, diperoleh x < . = x < 72, . < x O . = 72 < x O 108 dan x Ou . = x Ou 108. Variab Skor Variabel kecerdasan emosi Adapun kategorisasi data intensi berwirausaha dapat dilihat pada tabel 8. Jurnal Psychomutiara Vol. 2 No. 1 Agustus 2018, 33-45 Skala kecerdasan emositerdiri dari 36 aitem dengan skor aitemnya yang bergerak dari empat pilihan jawaban dengan skor satu sampai Rentang maksimum dan minimumnya adalah 36x1 sampai 36x4, yaitu 36 sampai 144 dengan mean hipotetiknya . : 2 = 90. Standard deviasi hipotetik dalam Intensi Berwirausaha Ditinjau Dari Kecerdasan Emosi Pada Siswa Siswi SMK Sinar Husni Helvetia Di Medan penelitian ini adalah . : 6 = 18. Dari skala kecerdasan emosi yang diisi subjek, maka diperoleh mean empirik 55 dengan standard deviasi Tabel 9 Perbandingan Data Empirik dan Hipotetik kecerdasan emosi Vari Kec Empirik Hipotetik membagi distribusi normal ke dalam enam bagian standart deviasi. x < (AA - 1. 0 E) kategori rendah (AA - 1. 0 E) < x O (AA 1. 0 E) kategori sedang x Ou (AA 1. 0 E) kategori tinggi M M a ea 1 90 1 Keterangan : Min : Nilai terendah Max : Nilai tertinggi Mean : Nilai rata-rata : Standard Deviasi Apabila mean empirik >mean hipotetik maka hasil penelitian yang diperoleh akan dinyatakan tinggi dan sebaliknya jika mean empirik >mean hipotetik maka hasil penelitian akan dinyatakan rendah. Hasil analisis untuk skala kecerdasan emosi diperoleh mean empirik >mean hipotetik yaitu 110. 90 maka dapat disimpulkan bahwa penelitian lebih tinggi daripada populasi pada umumnya. Selanjutnya subjek akan dibagi ke dalam tiga kategori kecerdan emosi yaitu kecerdasan emsoi tinggi, sedang. Pengkategoriandengan Jurnal Psychomutiara Vol. 2 No. 1 Agustus 2018, 33-45 Standart deviasi hipotetik dalam penelitian ini adalah E = . : 6 = 18 dan mean hipotetiknya adalah AA = . : 2 = 90. Dari perhitungan di atas dapat dibuat perhitungannya berdasarkan rumus yang telah diuraikan di atas, diperoleh x < . = x < 72, . < x O . = 72 < x O 108 dan x Ou . = x Ou 108. Adapun kecerdasan emosi dapat dilihat pada Tabel 10 Kategorisasi Data kecerdasan Varia Rent Nilai Kate Jum Persen . Kecerd Rend xO Seda xOu Tingg Jumlah Intensi Berwirausaha Ditinjau Dari Kecerdasan Emosi Pada Siswa Siswi SMK Sinar Husni Helvetia Di Medan Berdasarkan kategori pada tabel 10 maka dapat dilihat bahwa terdapat 0 subjek yang memiliki kecerdasan emosi rendah, terdapat 28 subjek . yang memiliki kecerdasan emosi sedang, dan terdapat 75 subjek . kecerdasan emosi tinggi. Berdasarkan penjelasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa rata-rata subjek penelitian memiliki kecerdasan emosi Uji normalitas dilakukan agar dapat mengetahui apakah setiap variabel penelitian telah menyebar secara normal atau tidak. Uji normalitas sebaran menggunakan uji Kolmogorov Smirnov Test. Data dikatakan berdistribusi normal jika p > 0. 05 (Priyatno, 2. Uji normalitas yang dilakukan terhadap variabel intensi berwirausaha diperoleh koefisien KS-Z = 1. 021 dengan Sig 248 untuk uji 2 . arah dan Sig sebesar 0. 124 untuk uji 1 . > 0. , yang berarti bahwa data pada variabel intensi berwirausaha memiliki sebaran atau berdistribusi normal. Uji normalitas pada variabel kecerdasan emosi diperoleh koefisien KS-Z = 1. dengan Sig sebesar 0. 096 untuk uji 2 . arah dan Sig sebesar 0. 048 untuk uji 1 . > 0. , yang berarti bahwa data pada variabel kecerdasan berdistribusi normal. Tabel 11 Hasil Uji Normalitas Varia SD KS Sig Intensi Berwira p>0 Sebara Ketera Jurnal Psychomutiara Vol. 2 No. 1 Agustus 2018, 33-45 Kecerda p>0 Sebara Uji linearitas digunakan untuk mengetahui apakah distribusi data penelitian yaitu variabel intensi berwirausaha dan kecerdasan emosi memiliki hubungan linear Uji F (Anov. Variabel intensi berwirausaha dan kecerdasan emosi dikatakan memiliki hubungan linear jika p < 0. Hasil uji linearitas dapat dilihat pada Tabel 12. Tabel 12 Hasil Uji Linearitas Hubungan Variabel Sig Keterang Intensi Linear Berwirausa Kecerdasan Data ini diperoleh dari Lampiran F : halaman Berdasarkan tabel 12 dapat dikatakan bahwa variabel intensi berwirausaha dan kecerdasan emosi memiliki hubungan linear. Hal ini terlihat dari nilai p yang diperoleh yaitu 000 maka p < 0. 05, dapat disimpulkan bahwa kedua variabel memiliki hubungan linear dan telah memenuhi syarat untuk dilakukan analisa korelasi Product Moment. Setelah uji asumsi diterima, selanjutnya dilakukan uji hipotesis. Hipotesis dalam penelitian ini adalah hubungan positif antara kecerdasan emosi dengan intensi berwirausaha. Berdasarkan tujuan penelitian maka dilakukan uji Pearson Correlation. Intensi Berwirausaha Ditinjau Dari Kecerdasan Emosi Pada Siswa Siswi SMK Sinar Husni Helvetia Di Medan Hasil uji statistik dapat dilihat pada Berdasarkan Sumbangan Efektif di atas, dapat disimpulkan dalam penelitian ini diperoleh koefisien determinasi R Square (RA) sebesar 0. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa 7 persen kecerdasan berwirausahadan selebihnya 6. 3 persen dipengaruhi oleh faktor lain, seperti capital, kemandiriaan dan motivasi Tabel 13 Korelasi Antara Kecerdasan Emosidengan Intensi Berwirausaha Analisis Pearson Correlation Signifikansi . Korelasi Berdasarkan korelasi antara kecerdasan emosi dengan intensi berwirausaha, diperoleh koefisien korelasi product moment 968 dengan sig sebesar 0. < 0. Hal ini menunjukkan bahwa kecerdasan emosi dengan intensi berwirausaha sehingga dikategorikan hubungan yang cukup kuat (Priyatno. Dari hasil perhitungan tersebut, maka hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini menunjukkan ada hubungan positif antara kecerdasan emosi dengan intensi berwirausaha diterima, dan dapat dinyatakan bahwa ada hubungan positif antara kecerdasan emosi dengan intensi berwirausaha. Tabel 14 Sumbangan Efektif Mod Squa Adjust Square Std. Error of the Estima Dengan demikian, dapat diambil kesimpulan bahwa semakin tinggi kecerdasan emosi yang dirasakan maka semakin tinggi intensi berwirausaha. Sebaliknya semakin rendah kecerdasan emosiyang dirasakan maka semakin rendah intensi berwirausaha. KESIMPULAN Berdasarkan hasil-hasil yang telah diperoleh dalam penelitian ini, maka dapat disimpulkan sebagai berikut Ada hubungan positif antara kecerdasan emosidengan intensi berwirausaha pada siswa SMK Sinar Husni Helvetia dengan korelasi Product Moment . 968 dengan p sebesar 0. < 0. , artinya semakin tinggi kecerdasan emosi, maka semakin tinggi intensi berwirausaha, dan sebaliknya jika semakin rendah kecerdasan emosi. Mean dari intensi berwirausaha pada subjek penelitian pada siswa SMK Sinar Husni Helvetia secara keseluruhan berwirausaha subjek penelitian lebih besar daripada populasi pada umumnya. Hal ini dapat dilihat dari nilai mean empirik sebesar 110. 88 lebih besar dari Jurnal Psychomutiara Vol. 2 No. 1 Agustus 2018, 33-45 Intensi Berwirausaha Ditinjau Dari Kecerdasan Emosi Pada Siswa Siswi SMK Sinar Husni Helvetia Di Medan mean hipotetik yaitu 90. Berdasarkan kategori, maka dapat dilihat bahwa tidak ada siswa yang memiliki intensi berwirausaha yang rendah, subjek yang memiliki intensi berwirausaha yang sedang adalah 26 orang atau 25. persen dan 77 orang atau 74. 76 persen memiliki intensi berwirausaha tinggi. kemampuan yang sudah dimiliki, dengan berwirausaha mereka dapat mengembangkan usaha serta mampu membuka lapangan pekerjaan untuk masyakarat lingkungan sekitar mereka dimasa yang akan datang. Mean dari kecerdasan emosi pada subjek penelitian siswa SMK Sinar Husni Helvetia menunjukkan bahwa kecerdasan emosi lebih tinggi daripada populasi pada umumnya. Hal ini dapat dilihat dari mean empirik sebesar 55 lebih besar dari mean hipotetik Berdasarkan kategori maka dapat dilihat bahwa tidak terdapat siswa yang memilki kecerdasan emosi rendah atau 0 persen. Siswa yang memiliki kecerdasan emosi yang sedang adalah 28 orang atau 27. 18 persen, kecerdasan emosi yang tinggi sebanyak 75 orang 82 persen. Saran bagi pihak sekolah Bagi pihak sekolah diharapkan agar dapat lebih membuat lomba-lomba yang dapat menunjukkan kemampuan dan kreativitas siswa di sekolah sehingga siswa dapat mengetahui kemampuan mereka dan membuat bazar makanan sehingga siswa merasa berwirausaha di sekolah, sehingga mereka sudah yakin dapat bersaing untuk melakukan usaha dan dapat meningkatkan intensi berwirausaha kemampuan siswa agar dapat bersaing di dunia kewirausahaan dengan meningkatkan kreativitas dan inovasi dalam kegiatan pratek maupun kegiatan Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sumbangan efektif yang diberikan variabel kecerdasan emosi terhadap intensi berwirusaha adalah sebesar 93. dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti, seperti adversity intellegence, kemandirian dan motivasi berprestasi. Saran kepada peneliti selanjutnya SARAN Dari kesimpulan yang telah mengemukakan beberapa saran yang diharapkan akan berguna untuk kelanjutan studi korelasional ini. Saran bagi siswa Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka disarankan agar siswa dapat mengaplikasikan praktek-praktek kewirausahaan agar menumbuhkan Jurnal Psychomutiara Vol. 2 No. 1 Agustus 2018, 33-45 Bagi diharapkan dapat melakukan penelitian ke jurusan yang lainagar dapat menambah dan menumbuhkan intensi berwirausaha disekolah sehingga siswa tidak ragu untuk berwirausaha dan mencari faktor lain seperti kecerdasan emosi, psychological capital, adversity intelligence, kemandirian dan motivasi berprestasi yang dapat berpengaruh terhadap intensi berwirausaha. DAFTAR PUSTAKA