Jurnal Mina Sains ISSN: 2550-0759 Volume 10 Nomor 1. April 2024 Peningkatan kualitas warna pada ikan komet (Carassius auratu. dengan pemberian tepung biji pepaya (Carica papay. sebagai inhibitor alami pada proses perkembangan gonad Improving color quality in goldfish (Carassius auratu. by giving of papaya seed flour . arica papay. as a natural inhibitor in the gonad development process Neng Tian Faulia1*. Eko Rini Farastuti1 Program Studi Akuakultur. Fakultas Pertanian. Universitas Djuanda. Jl Tol Ciawi No. Ciawi. Bogor, 16720. Jawa Barat. Indonesia *email: nengtianfaulia135@gmail. Abstrak Ikan Komet (Carassius auratu. merupakan ikan hias air tawar yang tumbuh cepat dan memiliki nilai jual tinggi di Indonesia. Tujuan penelitian adalah menganalisis perlakuan pengaruh tepung biji pepaya terhadap infertilitas gonad dan mendapatkan dosis terbaik agar meningkatkan perkembangan kualitas warna pada ikan komet (Carassius auratu. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei hingga Agustus 2023 di ruang Laboratorium Akuatik Program Studi Akuakultur Fakultas Pertanian. Universitas Djuanda Bogor. Provinsi Jawa Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan empat perlakuan tiga kali ulangan. Penelitian menggunakan ikan komet dengan padat tebar 3 ekor/akuarium dengan bobot A14. 17 g. Perlakuan pada pelaksanaan penelitian adalah empat perlakuan yaitu. perlakuan P0 . anpa tepung biji pepay. , perlakuan P1 . g tepung biji pepay. , perlakuan P2 . g tepung biji pepay. , dan P3 . g tepung biji pepay. Parameter yang diamati yaitu warna, pertumbuhan berat, lingkar badan, volume sperma dan kelangsungan hidup (Survival Rat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berbeda nyata (P<0,. terhadap warna, pertumbuhan berat, lingkar badan, dan volume sperma dengan hasil terbaik pada perlakuan P2 dengan nilai skoring 93, pertumbuhan berat 15. 78 gram, lingkar badan . ,94 cm dan volume sperma 0. 06 mL. Kelangsungan hidup (Survival Rat. dalam penambahan tepung biji pepaya menunjukkan hasil tidak berbeda nyata (P>0,. Hasil kelangsungan hidup (SR) dengan nilai sebesar 100%. Kisaran kualitas air selama penelitian adalah suhu 24-28. 9 oC, pH 7 68 dan DO 5-7. 5 mg/L. Kata kunci: Anti fertilitas, biji pepaya, pengamatan warna, volume sperma, sitotoksik Abstract Komet fish (Carassius auratu. is a freshwater ornamental fish that grows fast and has a high selling value in Indonesia. The research aimed to analyze the effect of papaya seed flour treatment on gonad infertility and obtain the best dose to improve the development of color quality in comet fish (Carassius auratu. The research was carried out from May to August 2023 in the Aquatic Laboratory room of the Aquaculture Study Program. Faculty of Agriculture. Djuanda University. Bogor. West Java Province. The research method was wholly randomized, with four treatments and three The research used comet fish with a stocking density of 3 fish/aquarium weighing A14. 17 g. The treatments in the implementation of the study were four treatments, namely, treatment P0 . ithout papaya seed flou. , treatment P1 . g papaya seed flou. , treatment P2 . g papaya seed flou. , and P3 . g papaya seed flou. The parameters observed were color, weight growth, body circumference, sperm volume, and survival rate. The results showed that the treatments were significantly different (P<0. for color, weight growth, body circumference, and sperm volume, with the best results in treatment P2 with a color scoring value of 24. 93, weight growth of 15. 78 grams, body circumference of 5. 94 cm and sperm volume 0. 06 mL. The survival rate of adding papaya seed flour showed that the results were not significantly different (P>0. Survival results (SR) with a value of 100%. The water quality range during the study was temperature 24-28. oC, pH 7-8. 68, and DO 5-7. 5 mg/L. Keywords: Antifertility, color observation, cytotoxic, papaya seeds, sperm volume Faulia. , & Farastuti. Peningkatan kualitas warna pada ikan komet . arassius auratu. dengan pemberian tepung biji pepaya (Carica Papay. sebagai inhibitor alami pada proses perkembangan gonad. Jurnal Mina Sains. :25-33 Pendahuluan Di Indonesia salah satu ikan hias air tawar yang memiliki pertumbuhan cepat dan laku di pasaran adalah ikan komet (Carassius auratu. (Rahmi, 2. Ekspor ikan komet diperkirakan mencapai US$ 1. 678 pada tahun 26 Faulia & Farastuti . tepung biji pepaya sebagai inhibitor alami 2018. US$ 7. 339 pada tahun 2019, dan US$ 211 pada tahun 2020 (KKP 2. Banyaknya pembudidaya dan penggemar ikan komet disebabkan oleh bentuk tubuh yang unik, warna yang cerah, dapat dipelihara dalam akuarium dan kolam (Hafiz et al. Keindahan ikan hias dapat dilihat dari kualitas warna yang menjadi salah satu paramater. Konsumen cenderung menyukai ikan komet (Carassius auratu. dengan warna yaang cerah dan berkualitas, sedangkan ikan dengan warna pucat kurang peminat (Aras et al. Menurut Saidet al. , tolak ukur ikan hias dapat dilihat dari warnanya, semakin berkualitas warnanya maka semakin tinggi nilai ikan tersebut. Berdasarkan kategori harga yang cenderung stabil, saat ini permintaan ikan komet terus meningkat (Panjaitan, 2. Harga jual ikan komet dipengaruhi oleh kecerahan warna tubuh, semakin cerah ikan komet maka nilai jualnya akan semakin tinggi. Warna ikan komet (Carassius auratu. disebabkan oleh kromatofor . el pigme. yang terletak pada lapisan epidermis. Penambahan bahan nutrisi berpigmen pada makanan dapat meningkatkan konsentrasi dan distribusi kromatofor pada jaringan kulit, yang pada akhirnya meningkatkan kecerahan warna (Dahlia, 2. Penambahan nutrisi berpigmen dilakukan dengan melakukan trreatmen pada pakan uatan yang diberikan untuk ikan yang dipelihara. Pakan buatan menurut Muhtadin et al. merupakan makanan ikan yang dibuat dari campuran bahan-bahan alami atau bahan olahan yang selanjutnya dilakukan proses pengolahan serta dibuat dalam bentuk tertentu sehingga tercipta daya tarik ikan untuk Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas warna dapat dilakukan dengan cara penambahan pigmen pada pakan agar meningkatkan kecerahan warna ikan Saat ini para pembudidaya kerap melakukan pemberian warna sintetik di pakan, misalnya astaksantin sintetik dan lycantin untuk meningkatkan kecerahan warna pada ikan (Rosid et al. Pemberian pewarna sintetik dinilai dapat memberikan dampak buruk terhadap lingkungan dan memberikan efek karsiogenik (Setyogati, 2. Sehingga alternatif pengganti untuk sumber pigmen dengan menggunakan bahan-bahan alami. Biji pepaya merupakan suatu bahan alami yang mampu mempengaruhi reproduksi ikan. Biji pepaya memiliki kandungan vitamin, polisakarida, protein, lemak, enzim, mineral, glokosida, alkaloid, sterol, flavonoid, lektin dan saponin (Sukadana dalam Bria et al. Biji pepaya memiliki memiliki efek sitotoksik (Wiratmo, 2. Hasil Siburian et al. Nita, 2. menunjukkan bahwa biji pepaya kesuburan . nti fertilita. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh tepung biji pepaya terhadap infertilitas gonad dan mendapatkan dosis terbaik pada perlakuan sehingga meningkatkan perkembangan kualitas warna pada ikan Komet (Carassius auratu. Metode Waktu dan tempat Penelitian Laboratorium Akuatik Program Studi Akuakultur Fakultas Pertanian Universitas Djuanda Bogor. Provinsi Jawa Barat. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei hingga Agustus Persiapan wadah Alat yang digunakan pada penelitian ini yaitu 4 akuarium berukuran 30 x 30 x 30 cm3, timbangan digital, batu aerator, filter akuarium, seser, botol sampel 50 mL, alat bedah, nampan,botol spray, wadah kedap udara, syringe 1 mL, mangkok kecik dan kertas MTCF (Toca Color Finde. Mengukur kualitas air menggunakan pH-meter dan DO-meter. Bahan yang digunakan yaitu 12 ekor ikan komet, pakan komersil dengan merk Feng Li 3, tepung biji pepaya dan progol . erekat pelet Rancangan penelitian Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan tiga ulangan : P0 : Tanpa tepung biji pepaya . P1: Pemberian tepung biji pepaya 5 g/kg pakan. Jurnal Mina Sains ISSN: 2550-0759 Volume 10 Nomor 1. April 2024 P2: Pemberian tepung biji pepaya 10 g/kg P3: Pemberian tepung biji pepaya 15 g/kg Prosedur penelitian Wadah yang sudah dibersihkan kemudian diisi air hingga ketinggian 25 cm dan diberi Permanganas Kalium (PK) selama satu hari kemudian dibersihkan dan diisi air kembali. Tujuan diberikan Permanganas Kalium (PK) ialah untuk menetralisir akuarium dari jamur dan bakteri supaya ikan yang diuji tidak terkena Ikan ditebar sebanyak 36 ekor dengan bobot 14-17 g. Sebelum melakukan pengecekan kualitas air, berat dan warna, ikan dipelihara selama 30 hari. Pengecekan kualitas air setiap hari, sampling ikan komet dilakukan 1 minggu sekali, dan penyiponan dilakukan setiap hari. Pakan yang digunakan selama penelitian berupa pakan buatan pelet ikan hias yang dicampur dengan tepung biji pepaya (Carica papay. sesuai dengan perlakuan. Pakan yang digunakan untuk kontrol tidak ditambahkan tepung biji pepaya. Tepung biji pepaya ditambahkan sesuai dosis perlakuan. Parameter penelitian Pengamatan warna Pengamatan warna dilakukan dengan membandingkan peningkatan warna pada masing-masing perlakuan dan ulangan dengan mengamati perubahan warna pada ikan sampling dan melihat peningkatan berat pada M-TCF (Barus, 2. Pengukuran warna diamati pada minggu keAe0, keAe1, keAe2, keAe3 dan keAe4 menggunakan kertas M-TCF (Toca Color Finde. yang telah dimodifikasi. Gambar 1. M-TCF (Toca Color Finde. Pertumbuhan berat Bobot badan ikan berdasarkan rumus : GW = Wt Ae Wo Keterangan : GW = Pertambahan berat . Wt = Bobot pada akhir percobaan . Wo = Bobot pada awal percobaan . Lingkar badan Cara pengamatan lingkar badan dengan menggunakan tali rapia dilingkarkan pada bagian badan ikan komet dari punggung kanan sampai punggung kiri. Setelah diukur tali rapia diukur panjangnya menggunakan milimeter Hasil pengamatan pada minggu keAe0, keAe 1, keAe2, keAe3 dan keAe4 dibandingkan dan dihitung total dari setiap sampling kemudian dirata-ratakan. Volume sperma Volume sperma diambil dengan cara memijat perut ikan untuk mengeluarkan spermanya, dan diukur menggunakan syringe 1 Ikan uji yang dikeluarkan spermanya berbeda setiap minggunya. Hasil pengamatan minggu keAe0, keAe2 dan keAe4 dibandingkan dan dihitung total setiap minggunya kemudian dihitung nilai rata-rata untuk mendapatkan grafik perubahan volume sperma. Kelangsungan hidup Kelangsungan berdasarkan persamaan: ycAyc SR = ycAycu x 100 % Keterangan : SR = Kelangsungan hidup (%) Nt = Jumlah ikan uji pada akhir percobaan . No = Jumlah ikan uji pada awal percobaan . Kualitas air Parameter kualitas air yang diamati diantaranya suhu, nilai pH dan kandungan oksigen terlarut (DO) (Farastuti, 2. Analisis seluruh data hasil penelitian disajikan secara statistik dan dianalisis menggunakan program MS. Office Excel dan Analisis of Variance (ANOVA), apabila berbeda nyata maka akan dilakukan uji lanjut Duncan. 28 Faulia & Farastuti . tepung biji pepaya sebagai inhibitor alami Hasil dan pembahasan Pengamatan warna Hasil pengamatan selama 30 hari menggunakan kertas Toca Colour Finder (TCF) dilakukan dengan 5 kali pengambilan pengamatan warna untuk melihat nilai Nilai perubahan warna terbaik yang diperoleh dari masing-masing perlakuan terdapat pada perlakuan P2 dengan penambahan tepung biji pepaya dengan dosis 10 g tepung biji pepaya dan hasil terendah terdapat pada perlakuan P0 tanpa penambahan tepung biji pepaya. Perubahan tingkat kecerahan warna ikan komet dapat dilihat pada Tabel 1 dan Gambar 2. Warna pada ikan adalah pigmen yang terdapat pada kulit ikan yang memberikan efek warna pada ikan selama Hasil uji statistik pada ikan Carassius auratus yang dipelihara selama 1 bulan dengan penambahan tepung biji pepaya menunjukkan hasil yang berbeda nyata (P<0. Skoring warna terbaik didapatkan pada perlakuan P2 . dengan rata-rata 93A0. Hasil uji lanjut Duncan bahwa perlakuan P2 berbeda nyata dengan perlakuan P1. P3 dan P0. Diduga pakan menjadi faktor dalam perunbahan warna ikan. Disebutkan oleh Lesmana . bahwa derajat kecemerlangan warna atau munculnya perubahan warna disebabkan oleh adanya perubahan jumlah Indarti mengemukakan bahwa secara umum ikan menyerap karotenoid langsung dari pakan dan menggunakannya sebagai pigmen untuk meningkatkan warna sisik. Semakin banyak sel pigmen, semakin terang warna ikan tersebut. Prayogo et al. memperkuat dengan merekomendasikan bahwa zat nutrisi pakan memiliki peran dalam metabolisme ikan komet. Zat nutrisi yang cukup dan baik mendorong perkembangan untuk berkembang lebih baik, namun juga mampu meningkatkan warna menjadi cerah. Pertumbuhan berat Hasil pertumbuhan berat disajikan pada Tabel 2 dan Gambar 4. Peningkatan berat badan tertinggi terdapat pada perlakuan P0 dengan nilai 20. gram disusul oleh perlakuan P3 sebesar 17. gram kemudian perlakuan P1 sebesar 16. gram dan paling terendah pada perlakuan yang P2 sebesar 15. 78 gram. Hasil analisis ANOVA menunjukkan penambahan tepung biji pepaya berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan berat ikan komet (P<0. Hasil yang berbeda nyata ini diduga karena perlakuan penambahan tepung biji pepaya memberikan dampak pada berat ikan. Secara normal pertumbuhan ikan disebabkan oleh pakan yang dikonsumsi. Pertumbuhan tergantung pada jumlah pakan yang dikonsumsi, jumlah protein pakan, kualitas air, daya tahan dan kemampuan ikan dalam (Hasan. Menambahkan tepung biji pepaya pada pakan buatan dapat meningkatkan laju pertumbuhan Tabel 1. Hasil Pengamatan Warna Ulangan (Tanpa tepung biji pepay. Rata-rata 46A0. Perlakuan . 26A0. Keterangan : Superskrip menunjukkan adanya perbedaan nyata (P<0,. 93A0. 93A0. Jurnal Mina Sains ISSN: 2550-0759 Volume 10 Nomor 1. April 2024 P0 (Tanpa Biji Pepay. P1 . P2 . P3 . Gambar 2. Hasil skoring warna ikan komet secara nyata pada setiap perlakuan Tabel 2. Pertumbuhan berat . Ulangan (Tanpa tepung biji pepay. Perlakuan . Rata-rata 4A1. 78A1. Keterangan : Superskrip perbedaan nyata (P<0. 78A0. 78A1. Tabel 3. Lingkar badan . Ulangan (Tanpa tepung biji pepay. Perlakuan . Rata-rata 84A0. 04A0. 94A0. 4A0. Keterangan : Superskrip berbeda pada baris yang sama menunjukkan perbedaan nyata (P<0,. 30 Faulia & Farastuti . tepung biji pepaya sebagai inhibitor alami Lingkar badan Hasil pengamatan lingkar badan dapat dilihat pada Tabel 3 diketahui bahwa nilai lingkar badan terendah terdapat pada perlakuan P2 dengan nilai rata-rata 5. 94 cm dan nilai lingkar badan tertinggi terdapat pada perlakuan P0 dengan nilai rata-rata 6. 84 cm. Hasil pengamatan lingkar badan rata-rata ikan komet (Carassius auratu. ini menunjukkan bahwa hasil yang terbaik didapatkan pada perlakuan P2 . dengan nilai rata-rata 5. 94 cm A0. Pada pakan dengan penambahan tepung biji pepaya dalam jumlah dosis yang berbeda memberikan pengaruh terhadap berat ikan Hasil Analisis of Variances (ANOVA) menunjukkan penambahan tepung biji pepaya berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan berat ikan komet (P<0. Dari hasil tersebut lingkar badan ikan komet pada perlakuan P2 mengalami pengurangan lingkar badan selama Pengaruh penggunaan tepung biji pepaya diduga dapat mempengaruhi respon makan ikan komet sehingga mengakibatkan terjadinya penurunan lingkar badan ikan Hasil uji lanjut Duncan berat menunjukkan bahwa perlakuan yang terbaik adalah P2 dengan dosis tepung biji pepaya 10 Pertumbuhan berat merupakan pengurangan berat ikan hingga akhir penelitian. menghasilkan spermatogenesis. Winarno & Sundari . mengemukakan alkaloid mampu mempengaruhi spermatogenesis. Senyawa alkaloid dapat menekan sekresi hormon reproduksi yang dibutuhkan untuk Alkaloid merupakan sekelompok senyawa yang terdapat pada biji pepaya yang dipercaya memiliki efek anti kesuburan dan mempengaruhi kadar testosteron serta berat organ reproduksi. Pakan yang ditambahkan dengan tepung biji pepaya memiliki derajat fertilitas ikan komet, dosis yang berbeda menimbulkan pengaruh yang berbeda signifikan pada tingkat Fertilisasi merupakan penggabungan gamet, dimana penggabungan ini merupakan mata rantai awal dan sangat penting dalam proses fertilisasi. penyatuan gamet biasanya disertai dengan pengaktifan telur (Farastuti et Persentase angka fertilitas menurun seiring dengan bertambahnya dosis tepung biji Pada perlakuan P0 . memperoleh tingkat fertilitas tertinggi, namun pada perlakuan P2 . memperoleh nilai fertilitas rendah setelah penambahan tepung biji pepaya. Dosis 10 g diperkirakan bisa menekan kinerja sperma yang diproduksi oleh induk jantan ikan komet. Bahwa kandungan zat dalam biji pepaya dapat digunakan sebagai pengontrol kesuburan, karena biji pepaya memiliki efek membunuh sperma . terhadap spermatozoa yang matang (Chinoy. Volume sperma Hasil pengamatan selama 30 hari volume sperma dilakukan dengan 3 kali pengambilan pengamatan warna untuk melihat volumenya. Volume sperma diperoleh dari setiap perlakuan yang terbaik dilihat pada perlakuan P2 dengan penambahan 10 g tepung biji pepaya. Untuk lebih jelasnya pengamatan volume sperma ikan komet dapat dilihat pada Tabel 4 . Hasil pengamatan pada volume sperma yang produksi oleh induk ikan komet jantan pada semua perlakuan perubahan volume sperma terbaik didapat pada perlakuan P2 dengan nilai rata-rata sebesar 0. 06 mL. Perlakuan P1 nilai rata-rata sebesar 0. 19 mL. Perlakuan P3 dengan nilai rata-rata sebesar 0. 24 mL dan perlakuan P0 yaitu dengan nilai rata-rata sebesar 0. 35 mL. Diduga volume sperma berpengaruh nyata dengan adanya pemberian tepung biji pepaya dalam pakan, sehingga menghambat dalam Kelangsungan hidup Pengamatan kelangsungan hidup ikan komet selama penelitian pada perlakuan P0. P1. P2 dan P3 adalah 100%. Kelangsungan hidup yaitu tingkat kuantitas ikan hidup selama Menurut hasil penelitian dan uji statistik kelangsungan hidup ikan komet yang diberi tepung biji pepaya dari setiap perlakuan dengan dosis tepung biji pepaya yang berbeda dan tanpa perlakuan memperlihatkan hasil yang sangat baik, yakni dengan survival rate 100%. Hal ini dikarenakan lingkungan media pemeliharaan ikan mendukung kelangsungan hidup ikan. Selain itu, nilai kualitas air antar perlakuan sesuai dengan kebutuhan hidup benih ikan komet. Menurut Arie . kualitas Jurnal Mina Sains ISSN: 2550-0759 Volume 10 Nomor 1. April 2024 air mempengaruhi baik kehidupan dan cepatnya pertunbuhan ikan. Khairuman dan Sudenda . juga menegaskan kualitas air yang baik pada budidaya akan menjamin kelangsungan hidup ikan yang baik. Tabel 4. Volume sperma . L) Ulangan (Tanpa tepung biji pepay. Perlakuan . Rata-rata 35A0. 19A0. 0,06A0,03a 24A0. Keterangan : Superskrip berbeda pada baris yang sama menunjukkan perbedaan nyata (P<0,. Tabel 5. Kualitas Air Parameter (Tanpa tepung biji Perlakuan . Referensi . Suhu . C) 5- 28. DO . g/L) Kualitas air Kualitas air merupakan salah satu faktor eksternal yang menentukan keberhasilan budidaya ikan. Kualitas air yang sesuai untuk kelangsungan hidup ikan dapat meningkatkan kelangsungan hidup dan pertumbuhan ikan (Panggabean et al. Data pengelolaan kualitas air disajikan pada Tabel 5. Selama penelitian ini Parameter kualitas air yang diperhatikan ialah pH, oksigen terlarut dan suhu (Tabel . Suhu yang diperoleh pada semua perlakuan 24-28,9 AC. Ikan ini mampu hidup dengan suhu 19-28 AC dan suhu maksimal 24-28 AC (Ford et al. Berdasarkan Baldisserotto . , nilai pH air yang baik adalah dari 6. Selama penelitian, nilai pH 7-8,68. Nilai oksigen terlarut (DO) dalam media pemeliharaan 5- 7,5 mg/L. Fu et . dan Zhang et al. menyebutkan 28 oC (Ford et al. 5-9 (Baldisserotto, > 4 (Fu et al. ikan mampu secara normal dengan oksigen terlarut lebih besar dari 4 mg/L. Selama penelitian nilai oksigen terlarut masih memenuhi sehingga kelangsungan hidup ikan masih tetap terjaga. Kesimpulan Kesimpulan dalam penelitian ini adalah penambahan tepung biji pepaya (Carica papay. pada P2 . berpengaruh nyata pertumbuhan berat, mengecilkan lingkar badan dan menurunkan volume sperma. Kisaran kualitas air diantaranya suhu 24-28,9 oC, pH 78,68 dan DO 5-7,5 mg/L. Rekomendasi