Journal of Entrepreneurship. Management, and Industry (JEMI) Vol. No. 1, . , pp. Analisis Pengaruh Stuktur Modal Terhadap Harga Saham Dengan Ukuran Perusahaan Sebagai Variabel Moderasi Monica Weni Pratiwi1 Jurusan Akuntansi FEIS Universitas Bakrie Jl. HR. Rasuna Said Kav. C-22. Jakarta. Indonesia weni@gmail. Submited Publish : 1 Maret 2019 : 25 Maret 2019 Abstract Ae This research aims to test the influence of capital structure towards the stock price to the firm size as variable The population used is company property and real estate sectors listed on the Indonesia stock exchange during the year 2014 to 2017. The sample in this research as much as 44 obtained with the method of purposive sampling. This research uses a quantitative approach with multiple linear regression for hypothesis testing. The test results show that the capital structure has no effect on the price of the stock, and capital structure has no effect on against the stock price moderated by the firm Size. Keywords: Capital Structure. Stock Price, and Firm Size. AbstrakAe Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh struktur modal terhadap harga saham dengan ukuran perusahaan sebagai variabel moderasi. Populasi yang digunakan adalah perusahaan sektor property dan real estate yang terdaftar di bursa efek Indonesia selama tahun 2014 sampai dengan tahun 2017. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 44 yang diperoleh dengan metode purposive sampling. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan regresi linier berganda untuk menguji hipotesis. Hasil pengujian menunjukkan bahwa struktur modal tidak memiliki pengaruh terhadap harga saham, dan struktul modal tidak memiliki pengaruh. terhadap harga saham yang dimoderasi oleh ukuran Kata Kunci: Struktur Modal. Harga Saham, dan Ukuran Perusahaan. Harga saham merupakan salah satu cerminan kesuksesan dalam pengelolaan perusahaan, jika harga suatu perusahaan selalu mengalami peningkatan maka investor dan calon investor akan menilai bahwa perusahaan tersebut sukses dalam mengelola perusahaan . uliarni, 2. Kepercayaan investor dan calon investor merupakan hal yang penting bagi perusahaan, karena dengan kepercayaan tersebut dapat meningkatkan minat untuk berinvestasi pada perusahaan Dengan adanya minat berinvestasi yang tinggi maka permintaan akan berinvestasi akan naik, sehingga hal tersebut PENDAHULUAN Pasar modal merupakan tempat suatu entitas untuk mengembangkan usaha dengan cara memperoleh pendanaan dan memperoleh dana dari investor. Menurut Jogiyanto . penentuan harga saham ditentuan berdasarkan pada permintaan dan penaawaran saham di pasar bursa. Sedangkan menurut Darmadji & Fakhrudin . naik turunnya harga saham dapat terjadi secara cepat, hal tersebut tentunya karena disebabkan karena faktor permintaan pembeli dan penawaran penjual yang terjadi di bursa hasam. Journal of Entrepreneurship. Management, and Industry (JEMI) Vol. No. 1, . , pp. dapat meningkatkan harga saham tersebut. Namun sebaliknya, jika harga saham semakin menurun maka tingkat kepercayaan terhadap perusahaan tersebut menurun (Zuliarni. Selain permintaan dan penawaran, sektor industri juga dapat mempengaruhi harga saham. Jika suatu sektor industri sedang ramai menjadi topik para investor dan calon investor maka hal tersebut dapat meningkatkan harga saham, namun jika sektor industri tersebut sedang lesu maka para investor dan calon investor tidak tertarik untuk membeli saham tersebut sehingga keadaan tersebut dapat membuat harga saham tidak bergerak atau bahkan bias menurukan harga Perkembangan tren investasi pada masyarakat di tahun 2013 yaitu menginvestasikan uang dalam bentuk tanah atau property sehingga membuat industri sektor property dan real estate terus berkembang pesat, sehingga semakin banyak perusahaan yang ikut serta memanfaatkan peluang bisnis di sektor tersebut (Hamidy. Wiksuana, & Artini, 2. Namun pada akhir tahun 2014 perkembangan investasi di sektor property dan real estate di Indonesia mengalami penurunan pada tahun 2015. Penurunan investasi property ini terjadi karena semakin tingginya harga property sehingga kemampuan beli masyarakat melemah (Fitra, 2. Lemahnya kemampuan daya beli masyarakat membuat investasi di sektor property tidak bergerak. Dengan kata lain, banyak investor yang tidak dapat menjual asset property nya dengan harga yang lebih tinggi dari posisi beli sehingga membuat penjualan menurun (Mutmainah, 2. Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Real estate Indonesia (REI) menyatakan pada triwulan ketiga tahun 2016, seluruh sektor dan sub-sektor real estate di Indonesia mengalami penurunan sebesar 3,7 persen jika dibandingkan dengan Awal tahun 2017, indeks sektor property mengalami penurunan hingga akhir tahun 2017, pada Januari 2017 indeks sektor property berada di level 521,547 dan sampai dengan akhir tahun 2017 menurun sebesar 5,67 Harga saham beberapa emiten property mengalami penurunan sepanjang pertengahan bulan Juli 2017, salah satunya yaitu PT. Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI) yang mengalami penurunan hingga 3,16 persen pada level Rp24. 500 per saham, selain itu PT. Pakuwon Jati Tbk (PWON) yang turun 2,4 persen pada level Rp610 per saham. Penurunan juga terjadi pada saham PT. Jaya Real Property Tbk juga menurun sebesar 1,19 persen pada level Rp825 per saham, sedangkan Summarecon Agung bergerak lambat pada level Rp1. 210 per saham (Mutmainah, 2. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi harga saham, salah satunya adalah struktur modal. Pembiayaan investasi dengan menggunakan hutang merupakan bagian dari struktur modal, sehingga resiko dari pengambilan keputusan saat berinvestasi dapat diketahui (Iskandar, 2. Posisi keuangan dan harga saham dapat dipengaruhi oleh baik buruknya struktur modal, hal tersebut merupakan masalah yang penting bagi perusahaan (Iskandar, 2. Menurut Riyanto . hutang perusahaan yang besar merupan dampak dari struktur modal yang tidak baik, sehingga hal tersebut dapat memberikan beban bagi perusahaan, oleh karena itu tanggung jawab yang besar kepada investor pada saat penentuan struktur modal. Pengelolaan modal dari para investor oleh manajemen kemakmuran dan profitibilitas perusahaan. Struktur modal merupakan komposisi pembelanjaan yang mengacu pada proporsi hutang jangka panjang, saham preferen, dan modal yang disajikan dalam neraca perusahaan, sehingga struktur modal ditentukan oleh perbandingan antara hutang jangka panjang dan modal yang digunakan oleh perusahaan (Horne, 2. Riyanto . menyatakan bahwa perbandingan antara modal sendiri dengan jumlah hutang jangka panjang merupakan struktur modal. Riyanto . juga menyatakan bahwa komponen struktur modal terdiri dari laba ditahan, saham preferen, saham biasa dan hutang jangka panjang. Hutang yang memiliki periode waktu pinjaman lebih dari satu tahun dapat disebut sebagai hutang jangka panjang. Hutang jangka panjang tersebut dapat digunakan untuk membiayai pengembangan perusahaan. Komponen-komponen hutang jangka panjang terdiri dari obligasi dan hutang hipotik. Obligasi adalah sebuah jaminan berbentuk sertifikat untuk meminjam uang dalam jangka panjang, sedangkan utang hipotik adalah hutang jangka panjang dengan dijaminan seperti bangunan dan tanah. Banyak penelitian yang telah menguji pengaruh antara sruktur modal terhadap harga saham, antara lain penelitian Whantouw. Tommy, dan Tampenawas . dan Muhammad . menyatakan bahwastruktur modal berpengaru terhadap harga saham. Mentari . dan Wibowo. Topowijono, dan Sulasmiyati . menyatakan bahwa struktur modal berpengaruh positif terhadap harga saham, namun sebaliknya pada penalitian Sukarno. Sitawati, dan SamAoani . Mahapsari dan Taman . , dan Ircham. Handayani, dan Saifi . menyatakan bahwa struktur modal berpengaruh negative terhadap harga saham. Sedangkan Zaki. Islahuddin. Shabri . Purba . Liwang . Kesuma . menyatakan bahwa struktur modal tidak berpengaruh terhadap harga saham. Journal of Entrepreneurship. Management, and Industry (JEMI) Vol. No. 1, . , pp. Terdapat faktor lain yang dapat mempengaruhi harga Baik secara langsung maupun tidak langsung ukuran perusahaan dapat mempengaruhi harga saham. Peraturan Menteri Perdagangan RI Nomor 46/M-Dag/Per/9/2009, mengatur tentang ukuran perusahaan yang berdasarkan pada total asset dengan tiga kategori yaitu perusahaan kecil, perusahaan menengah, dan perusahaan besar. Perusahaan disebut perusahaan kecil apabila memiliki net asset antara 000,- sampai dengan 500. 000,- tidak termasuk tanah dan bagunan tempat usaha. Perusahaan disebut pada perusahaan menengah apabila memiliki net asset antara 000,- sampai dengan 10. 000,- tidak termasuk tanah dan bagunan tempat usaha, sedangkan perusahaan disebut besar apabila memiliki net asset diatas 000,- tidak termasuk tanah dan bagunan tempat Ukuran perusahaan dengan indikator total asset memiliki pengaruh yang sangat besar. Pengaruh ini dapat mempengaruhi perusahaan yang memiliki aset cukup besar, pengaruh tersebut dapat manarik investor untuk menanamkan modalnya pada perusahaan, sehingga dengan banyaknya investor dan calon investor yang tertarik untuk menanamkan modalnya dapat mengakibatkan meningkatnya harga saham (Prasetyorini, 2. Sedangkan menurut Pakaryaningsih . menyatakan bahwa ukuran perusahaan adalah suatu skala dimana dapat diklasifikasikan perusahaan besar atau kecil menurut berbagai cara antara lain dengan total aktiva, nilai pasar saham, total penjualan, jumlah tenaga kerja, dan Hubungan ukuran perusahaan terhadap harga saham telah banyak diuji oleh beberapa peneliti. Pada penelitian Rosita. Isharijadi, dan Murwani . Muhammad . Hartono . Gunarso . menyatakan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh terhadap harga saham. Sukarno. Sitawati, dan SamAoani . Mentari . , dan Zaki. Islahuddin. Shabri . menyatakan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap harga saham. Sedagkan pada penelitian Wehantouw. Tommy, dan Tampenawas . menyatakan bahwa harga saham tidak berpengaruh terhadap harga saham. Membasiskan pada fenomena dalam kaitannya dengan harga saham, penelitian ini menginvestigasi secara empiris mengenai seberapa besar pengaruh struktur modal terhadap harga saham dan seberapa besar pengaruh struktur modal terhadap harga sham yang dimoderasi oleh ukuran Berdasarkan hal tersebut, maka rancangan model penelitian ini tersaji pada Gambar 1. Struktur Modal (X) Harga Saham (Y) Ukuran Perusahaan (Variabel Moderas. Gambar 1. Model Penelitian Adapun manfaat dari penelitian ini adalah dapat digunakan sebagai pengembangan teori terutama dalam kajian akuntansi keuangan yang terkait dengan struktur modal, ukuran perusahaan, dan harga saham. Penelitian ini juga dapat bermanfat bagi perusahaan terutama pada pihak manajemen purusahaan yang dapat menggunakan hasil penelitian ini sebagai masukan atau dasar untuk meningkatkan daya tarik investror yang dapat meningktkan harga saham. Selain itu penelitian ini juga dapat bermanfaat bagi investor dan calon investor untuk dijadikan alat dalam pengambilan keputusan dan dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam pengaambilan keputusan untuk METODE PENELITIAN Penelitian ini menginvestigasi pengaruh struktur modal terhadap harga saham dan struktur modal terhadap harga saham yang dimoderasi oleh ukuran perusahaan. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa laporan keuangan, meliputi total debt, total equity, total asset, dan closing price. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan sektor property dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Inndonesia (BEI) selama empat tahun berturut yaitu untuk periode tahun 2014-2017. Pemilihan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan kriteria, perusahaan sektor property dan real estate yang menerbitkan laporan keuangan dan data secara lengkap selama empat tahun berturut-turut. Total sampel selama empat tahun yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 44. Definisi Operasional Variabel Penelitian ini menggunakan tiga variabel yaitu variabel dependen, bariabel indpenden, dan variabel moderasi. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah harga saham, variabel independen dalam penelitian ini adalah struktur modal, sedangkan variabel moderasi dalam peneltian ini adalah ukuran perusahaan. Journal of Entrepreneurship. Management, and Industry (JEMI) Vol. No. 1, . , pp. dapat menjelaskan variabel dependen melalui persamaan atau model yang diteliti (Ghozali, 2. Uji t dilakukan untuk menguji secara parsial apakah variabel dependen dapat dipengaruhi oleh variabel indepanden (Ghozali, 2. Penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda untuk melihat seberapa besar pengaruh dua atau lebih Berdasarkan hal tersebut maka penelitian ini menggunakan model penelitian sebagai berikut: Harga Saham Harga Saham adalah harga saham yang terjadi di pasar bursa pada saat tertentu yang akan ditentukan oleh pelaku pasar dan ditentukan oleh permintaan dan penawaran saham yang bersangkutan di pasar modal (Hartono, 2. Harga saham dalam penelitian ini diukur dengan menggunakan closing price Wibowo. Topowijono, dan Sulasmiyati . Struktur Modal Perbandingan antara modal sendiri denggan hutang jangka panjang adalah truktur modal (Riyanto, 2. Struktur modal dalam penelitian ini menggunakan rasio Debt to Equity Ratio (DER). Kemampuan perusahaan untuk membayar hutang dengan jamaminan modal sendiri dapat dihitung menggunakan DER. Perbandingan antara hutang yang dimiliki perusahaan dengan modal sendiri juga dapat diukur menggunakan DER (Riyanto, 2. Husnan . menyatakan bahwa DER dapat dihitung menggunakan rumus sebagai berikut: DER = Y = c 1 X1 2 X2 3 (X1 x X. e Dimana: = Harga Saham = Struktur Modal = Ukuran Perusahaan = Konstanta = Koefisien regresi untuk masing-masing variabel = Error Total Debt ----------------------------Total Equity HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian ini dibahas dengan menggunakan statistik deskriptif, uji asumsi klasik, dan uji hipotesis. Adapun uji asumsi klasik dalam penelitian ini terdiri dari uji normalitas data, uji heteroskedastisitas, dan uji autokorelasi. Ukuran Perusahaan Ukuran perusahaan adalah suatu ukuran yang dapat digunakan untuk menentukan besar kecilnya perusahaan. Penentuan perusahaan besar atau perusahaan kecil dapat menggunakan dengan berbagai cara antara lain dengan total aktiva, nilai pasar saham, total penjualan, jumlah tenaga kerja, dan sebagainya (Machfoedz, 1. Ukuran perusahaan dalam penelitian ini diukur dengan menggunakan logaritma natural total aset (Ln total asse. Ukuran perusahaan dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut: Statistik Deskriptif Statistik deskriptif dapat digunakan untuk melihat karakteristik variabel penelitain antara lain struktur modal, ukuran perusahaan, dan harga saham. Berbasis pada kriteria pengambilan sampel, data valid secara keseluruhan dalam penelitian ini adalah 44 perusahaan. Hasil akhir data untuk mean, nilai minimum, nilai maksimum, dan standard deviation dalam penelitian selama periode penelitian tersaji pada Tabel 1. Ukuran Perusahaan = Log Natural (Total Asse. Tabel 1. Statistik Deskriptif Metode Analisis Data Metode yang digunakan untuk melakukan analisis data dalam penelitian ini adalah statistik deskriptif dan uji asumsi Sedangkan pengujian hipotesis yang dilakukan dalam penelitian ini adalah Uji Koefisiensi Determinasi (R. dan Uji Uji Koefisiensi Determinasi (R. dalam penelitian ini digunakan untuk mengetahui besarnya variabel independen Statistic Maximum Mean Std. Deviation Statistic Statistic Statistic Statistic Struktur Modal ,07 ,96 ,4737 ,24950 Harga Saham 50,00 445,00 152,6818 97,05927 1,53 22,01 10,3477 5,61833 Ukuran Perusahaan Valid N . Minimum Journal of Entrepreneurship. Management, and Industry (JEMI) Vol. No. 1, . , pp. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Data Uji normalitas data dalam penelitian ini menggunakan uji statistik one sample kolmogorov-smirnov. Model regresi terdistribusi secara normal dapat dilihat dengan cara melakukan pengujian tersebut. Adapun kriteria pengujian angka signifikansi > 0. 05 maka data berdistribusi normal, dan jika angka signifikansi < 0. 05 maka data tidak berdistribusi normal (Ghozali, 2. Adapun hasil uji normalitas data dalam penelitian ini pada Tabel 2 menunjukkan bahwa model regresi memenuhi asumsi normalitas karena nilai Asymp. Sig. -taile. 225 lebih besar dari angka 05, yang mengindikasikan bahwa data residual tersebut terdistribusi normal. Unstandardized Residual Correlation Coefficient -0,015 -0,024 Sig. -taile. 0,921 0,877 Hasil pengujian heteroskedastisitas pada penelitian ini yang tersaji pada Tabel 3 menunjukkan bahwa struktur modal sebagai variabel independen memiliki nilai signifikansi sebesar 0,921 dan ukuran perusahaan sebagau variabel moderasi memiliki nilai signifikansi sebesar 0,877. Nilai signifikansi pada dua veriabel tersebut lebih besar dari 0. maka dapat disimpulkan bahwa seluruh variabel dalam model regresi pada penelitian ini terbebas dari Tabel 2. Hasil Uji Normalitas Data Uji Autokorelasi Uji autokorelasi dalam penelitian ini menggunakan metode uji Durbin Watson. Jika DU < DW < 4AeDU maka Ho diterima, hal tersebut dapat diartikan bahwa tidak terjadi Jika DW < DL atau DW > 4AeDL maka Ho ditolak, hal tersebut dapat diartikan bahwa terjadi Sedangkan DL < DW < DU atau 4AeDU < DW < 4AeDL, dapat diartikan tidak ada kepastian atau kesimpulan yang pasti (Ghozali, 2. Pada Tabel 4 menunjukkan nilai batas atas Durbin Watson (DU) dan batas bawah Durbin Watson (DL) dengan n=44 dan k=2 dalam penelitiaan ini sebesar DL=1. 4226 dan DU=1. 6120 Hasil uji autokorelasi dalam penelitian ini yang tersaji pada Tabel 4, menunjukkan bahwa nilai DW sebesar 1. 674, nilai tersebut terletak diantara DU dan 4-DU (DU < DW < 4-DU), dapat diartikan bahwa 6120 < 1. 674 < 2. 388 yang menandakan bahwa tidak terjadi autokorelasi dalam penelitian ini. Unstandardized Residual Normal Parameters. Mean ,0000000 Std. Deviation Most Extreme Differences 81,17286844 Absolute ,158 Positive ,158 Negative -,113 Kolmogorov-Smirnov Z 1,045 Asymp. Sig. -taile. ,225 Uji Heteroskedastisitas Uji heteroskedastisitas dalam penelitian ini menggunakan metode spearmanAos rho dengan menghubungkan antara nilai unstandardized residual dengan variabel independen. Hasil pengujian dilihat menggunakan tingkat signifikansi 0. dengan uji 2 sisi. Jika hasil lebih dari 0. 05 maka dapat dikatakan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi (Ghozali, 2. Tabel 4. Hasil Uji Autokorelasi Model Tabel 3. Hasil Uji Heteroskedastisitas Struktur Modal Correlation Coefficient Sig. -taile. Ukuran Perusahan Correlation Coefficient Sig. -taile. Struktur Modal Ukuran Perusahaan ,997(**) Unstandar Residual -0,015 0,921 ,997(**) -0,024 0,877 ,548. Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate DurbinWatson 0,301 0,266 83,12912 1,674 Uji Hipotesis Koefisien Determinasi (RA) Koefisien determinasi (RA) dalam penelitian ini digunakan untuk mengetahui variabel bebas dalam menjelaskan variabel terkait, sehingga semakin besar nilai koefisien determinasi maka semakin besar pula pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat (Ghozali, 2. Hasil pengujian koefisien determinasi (RA) yang tersaji pada Tabel 5 menunjukkan Journal of Entrepreneurship. Management, and Industry (JEMI) Vol. No. 1, . , pp. bahwa nilai R2 sebesar 0,301, yang dapat diartikan korelasi antara variabel struktur modal terhadap harga saham sebesar 30,1%. Hasil pengujian pada Tabel 4 juga menunjukkan bahwa nilai Adjusted R2 sebesar 0,266, yang dapat diartikan pengaruh variabel struktur modal (X) dan ukuran perusahaan . ariabel moderas. terhadap harga sahaam (Y) sebesar 26,6%, sedangkan selisihnya sebesar 73,4% dipengaruhi oleh variabel lain di luar variabel penelitian. Tabel 4 juga menunjukkan standart error of estimate sebesar 83,12912 Hal tersebut dapat diartikan bahwa semakin kecil nilai standart error of estimate akan membuat model regresi semakin tepat dalam memprediksi variabel dependen. ini mendukung penelitian Zaki. Islahuddin. Shabri . Purba . Liwang . Kesuma . menyatakan bahwa struktur modal tidak berpengaruh terhadap harga Tabel 6 pada penelitian ini juga menunjukkan bahwa nilai signifikansi ukuran perusahaan sebagai variabel moderasi sebesar 0,193 lebih besar dari 0. 05, hal ini menunjukkan bahwa menolak H2, maka dapat diartikan bahwa struktur modal yang dimoderasi oleh ukuran perusaahaan tidak memiliki pengaruh terhadap harga saham. Ukuran perusahaan tidak dapat memperkuat atau memperlemah pengaruh stuktur modal terhadap harga saham, hal tersebut diduga besar kecilnya harga saham disebabkan investor dan calon investor pada periode pengamatan kurang tertarik untuk berinvestasi pada sektor property dan real estate, karena pada periode tersebut sektor property dan real estate sedang mengalami penurunan penjualan, maka hal tersebut akan bendampak pada minat investor dan calon inventor untuk tidak berinvestasi sehingga investor dan calon investor tidak melihat faktor struktur modal dan besar kecilnya perusahaan dalam memutuskan untuk berinvestasi. Hasil penelitian ini mendukung penelitian Wehantouw. Tommy, dan Tampenawas . menyatakan bahwa harga saham tidak berpengaruh terhadap harga saham. Tabel 5 Hasil Uji Koefisien determinasi Adjusted Std. Error of Square R Square the Estimate ,548. ,301 ,266 83,12912 a Predictors: (Constan. Ukuran Perusahaan. Struktur Modal b Dependent Variable: Harga saham Model DurbinWatson 1,674 Uji t Uji koefisien regresi yang digunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui pengaruh variabel independen, variabel moderasi, terhadap variabel dependen, dengan kriterianya tingkat signifikansi < 0. 05 dapat diartikan terdapat pengaruh signifikan antara variabel independen, variabel moderasi, dan variabel dependen. Jika tingkat signifikansi > 0. 05 maka dapat diartikan tidak terdapat pengaruh signifikan antara satu variabel independen terhadap variabel dependen (Ghozali. Hasil uji koefisien regresi atau uji t dalam penelitian ini yang tersaji pada Tabel 6, menunjukkan bahwa nilai signifikansi struktur modal sebesar 0,343 lebih besar dari 05, hal ini menunjukkan bahwa menolak H1, maka dapat diartikan bahwa struktur modal tidak memiliki pengaruh terhadap harga saham, hal tersebut dapat diartikan besar kecilnya struktur modal tidak dapat mempengaruhi harga saham pada perusahaan property dan real estate pada periode pengamatan, hal tersebut dapat terjadi diduga karena pada saat periode pengamatan pada perusahaan property dan real estate mengalami penurunan penjualan yang mengakibatkan penurunan pendapatan, sehingga investor dan calon investor tidak tertarik untuk berinvestasi pada sektor property dan real estate. Berdasarkan hal tersebut diduga sektor property dan real estate pada periode pengamatan sedang tidak menjadi topik para inventor dan calon investor, sehingga dapat disimpulkan naik turunnya harga saham sektor property dan real estate pada periode pengamatan bukan karena besar kecilnya struktur modal. Hasil pengujian Tabel 6. Hasil Uji t Unstandardized Coefficients Model (Constan. Struktur Modal Ukuran Perusahaan Std. Error 66,015 28,018 -545,167 567,732 33,333 25,212 Standardized Coefficients Beta Sig. 2,356 ,023 -1,401 -,960 ,343 1,929 1,322 ,193 KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Kesimpulan dari hasil pengujian struktur modal terhadap harga saham yang dimoderasi oleh ukuran perusahaan selama tiga tahun berturut-turut adalah struktur modal tidak memiliki pengaruh terhadap harga saham. Sedangkan struktur modal yang dimoderasi oleh ukuran perusahaan tidak memiliki pengaruh terhadap harga saham. Saran Saran untuk penelitian berikutnya dapat memperbanyak sampel dengan memperpanjang tahun amatan dan memperluas sampel dengan mengunakan seluruh perusahaan Journal of Entrepreneurship. Management, and Industry (JEMI) Vol. No. 1, . , pp. yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, sehingga dengan hal tersebut mampu menunjukkan hasil analisis yang baik dan lebih luas. Selain itu, penelitian berikutnya dapat mengembangkan variabel lain yang lebih tepat. Kesuma. Analisis Faktor yang Mempengaruhi Struktur Modal Serta Pengaruhnya Terhadap Harga Saham Perusahaan Real Estate yang Go Public di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan. Vol. No. 1, hlm. Liwang. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Struktur Modal Serta Pengaruhnya Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan-Perusahaan yang Tergabung Dalam LQ45 Periode Tahun 2006-2009. Seminar Nasional Teknologi Informasi & Komunikasi Terapan 2011 (Semantik 2. Machfoedz. , 1994. Financial Ratio Analysis and The Prediction of Earnings Changes In Indonesia. Kelola Gadjah Mada University Business Review 7: pp. Mahapsari. , & Taman. , 2013. Pengaruh Profitabilitas. Struktur Aktiva, dan Pertumbuhan Penjualan Terhadap Harga Saham Dengan Struktur Modal Sebagai Variabel Intervening Pada Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Nominal. Volume II Nomor I. Mentari. , 2015. Dampak ROE. NPM. CSR, dan Ukuran Perusahaan Terhadap Harga Saham Perusahaan yang Tercantum Dalam Indeks Lq45 Bei Periode 2010-2012. Jurnal Akuntansi. UDINUS. Muhammad. , 2017. Pengaruh Ukuran Perusahaan. Net Profit Margin (NPM), dan Return On Equity (ROE) Terhadap Harga Saham. Jurnal Profita. Edisi 6. Mutmainah. , 2017. Daya Beli Lemah. Indeks Sektor Properti Melempem. Oktober 19, 2017. https://w. com/ekonomi/20170717112025 -92228306/dayabeli-lemah-indeks-sektor-propertimelempem Pakaryaningsih. , 2008. Peranan kepemilikan institusional terhadap nilai perusahaan dalam tinjauan hubungan nonlinear kasus perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Benefit Jurnal Manajemen dan Bisnis Vol. No. 2, hlm. Peraturan Menteri Perdagangan R. Nomor: 46/MDAG/PER/9/2009. Perubahan Atas Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 36/MDag/Per/9/2007 Tentang Penerbitan Surat Izin Usaha Perdagangan. Prasetyorini. , 2013. Pengaruh Ukuran Perusahaan. Leverage. Price Earning Ratio dan Profitabilitas terhadap Nilai Perusahaan. Jurnal Ilmu Manajemen. Vol. No. Purba. , 2017. Pengaruh Pertumbuhan Perusahaan dan Kebijakan Struktur Modal Terhadap Perubahan REFERENSI