Jurnal EKOBIS: Kajian Ekonomi Dan Bisnis Vol. 7 No. Desember 2023 ISSN Cetak: 2614-3631 ISSN Online: 2720-9466 PENGARUH BUDAYA ORGANISASI DAN GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL TERHADAP KINERJA PEGAWAI BAGIAN HUMAS DAN PROTOKOL SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN BANYUASIN Zein Ghozali1. Munyati2. Maulana Ali3. Hendra Musa4 zein_ghozali@unisti. com, munyati@ecampus. maulana@unitaspalembang. id, hendramusa@stie-aprin. Universitas Sjakhyakirti Palembang1. Universitas Terbuka Palembang2 Universitas Tamansiswa Palembang3. STIE Aprin Palembang4 ABSTRACT This study aims to examine the Effect of Organizational Culture and Transformational Leadership Style on Employee Performance. by using 2 independent variables in the form of Organizational Culture and Transformational Leadership Style and Employee Performance as the dependent the sample was tested as many as 27 employees of the Public Relations and Protocol Section of the Banyuasin District Secretariat. The test was carried out by using multiple linear regression analysis of the CSS for Windows version 17. 0 program. based on the results of the study showed that simultaneous independent variables have a positive and significant effect on employee Based on the partial test, the variables of Organizational Culture and Transformational Leadership Style have a positive and significant effect on Employee Performance. Keywords: organizational culture, transformational leadership style, employee performance PENDAHULUAN Seiring dengan perubahan pendekatan terhadap konsep-konsep kepemimpinan yang dipengaruhi oleh dinamika kehidupan organisasi dewasa ini, dimensi kekuatan atau power yang dimiliki oleh seorang pemimpin dalam mewujudkan efektivitas pencapaian tujuan organisasi, berkembang pada seberapa besar seorang pemimpin memiliki pengaruh terhadap organisasinya atau sering disebut sebagai pemimpin transformasional dan kharismatik (Stoner, 2004: . Secara konseptual gaya kepemimpinan transformasional menekankan bahwa seorang pemimpin yang efektif tidak hanya dilihat dari sifat, tingkah laku, maupun situasi saja, tetapi juga pada karakteristik pribadi individu-individu yang berkedudukan sebagai seorang pemimpin dalam Menurut Afini . 8: . Gaya kepemimpinan yang baik sangat diperlukan oleh seorang pemimpin untuk mempengaruhi dan mengarahkan bawahan sehingga karyawan menjadi nyaman dalam bekerja dan kinerja mereka menjadi meningkat sehingga tercapai tujuan Sedangkan menurut Tulip . 0: . Dalam melaksanakan fungsi kepemimpinannya. Seorang pemimpin perlu memperhatikan gaya kepemimpinannya karena gaya kepemimpinan mempunyai peran yang penting dalam mempengaruhi cara kerja pegawai, penampilan gaya kepemimpinan akan memberikan dampak positif maupun negatif terhadap kinerja pegawai yang Karena kepemimpinan merupakan kekuatan aspirasional, kekuatan semangat, dan kekuatan moral yang kreatif, yang mampu mempengaruhi para anggota untuk mengubah sikap. Jurnal EKOBIS: Kajian Ekonomi Dan Bisnis Vol. 7 No. Desember 2023 ISSN Cetak: 2614-3631 ISSN Online: 2720-9466 sehingga mereka dapat bekerja sesuai dengan keinginan pemimpin. Sekretariat Daerah Kabupaten Banyuasin seperti yang tercantum dalam keputusan Bupati Banyuasin Nomor 863 tahun 2003 tentang Penjabaran Tugas dan Fungsi Sekretariat Daerah Kabupaten Banyuasin dan Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Banyuasin, memiliki tugas membantu Bupati dalam melaksanakan tugas penyelenggaraan Pemerintahan. Administrasi. Organisasi dan Tata Laksana serta memberikan pelayanan Administratif kepada seluruh Perangkat Daerah Kabupaten Kabupaten Banyuasin. Dalam melaksanakan tugas sebagai mana termaktub dalam uraian tersebut maka Sekretariat Daerah Kabupaten Banyuasin menyelenggarakan fungsi sebagai berikut : . Pengkoordinasian Perumusan Kebijakan Pemerintah Kabupaten. Penyelenggaraan Administrasi Pemerintahan. Pengelolaan Sumber Daya Aparatur. Keuangan. Prasarana dan Sarana Pemerintahan Kabupaten. Pelaksanaan Tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan Kendala yang dihadapi oleh Bagian Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Kabupaten Banyuasin dalam rangka peningkatan kinerja pegawai saat ini adalah penerapan gaya kepemimpinan transformasional yang belum sepenuhnya optimal dan belum efektif sehingga berdampak terhadap kinerja pegawai dalam melaksanakan tugas dan pekerjaannya. Kondisi ini mengindikasikan bahwa kharisma pimpinan belum sepenuhnya optimal, tercermin dari komunikasi antara pimpinan dan bawahan yang kurang harmonis, dan diperparah dengan kurangnya perhatian dan penghargaan atas pekerjaan yang telah diselesaikan dengan baik oleh para pegawai. Kondisi seperti ini menunjukkan bahwa organisasi tersebut nampak kurang kondusif. Sedangkan untuk menciptakan organisasi yang kondusif diperlukan upaya sosialisasi budaya organisasi yang harmonis guna meningkatkan kinerja pegawai dengan berpegang teguh pada komitmen sebelumnya. Hal tersebut tidak terlepas dari peranan seorang pemimpin. Isu yang berkembang diatas perlu mendapat perhatian, bahwa untuk mewujudkan kinerja pegawai yang baik setidak-tidaknya dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yang mempengaruhinya, antara lain faktor kepemimpinan, budaya yang berkembang didalam organisasi, serta struktur maupun mekanisme kerja yang ada di dalam organisasi tersebut. Menurut Pebrianti . 9: . dalam menjalankan kegiatanya, perusahaan harus di dukung dengan sumber daya manusia yang bagus, sehingga apa yg menjadi visi dan misi dari perusahaan itu dapat tercapai. Untuk mencapai prestasi tersebut tentunya diperlukan kinerja yang tinggi dan disinilah budaya organisasi memiliki peranan yang sangat penting dalam mempengaruhi kinerja karyawan. Sedangkan menurut Ghozali . Budaya organisasi dapat membantu kinerja pegawai, karena menciptakan suatu tingkat motivasi yang luar biasa bagi pegawai untuk memberikan kemampuan terbaiknya dalam memanfaatkan kesempatan yang diberikan oleh organisasinya. Sehubungan dengan fenomena yang ditemukan, meskipun gaya kepemimpinan transformasional telah diterapkan, namun kinerja pegawai pada Bagian Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Kabupaten Banyuasin belum optimal. Oleh karena itu, dikaitkan dengan budaya organisai yang ada, peneliti mencoba melihat lebih jauh apakah variabel budaya organisasi dan variabel kepemimpinan melalui penerapan gaya kepemimpinan transformasional dapat memberikan kontribusi atau pengaruh terhadap kinerja yang dicapai oleh pegawai di dalam Oleh karena itu peneliti ingin melakukan penelitian dengan judul AuPengaruh Budaya Jurnal EKOBIS: Kajian Ekonomi Dan Bisnis Vol. 7 No. Desember 2023 ISSN Cetak: 2614-3631 ISSN Online: 2720-9466 Organisasi Dan Gaya Kepemimpinan Transformasional Terhadap Kinerja Pegawai Bagian Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Kabupaten BanyuasinAy. TELAAH TEORITIS DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS Budaya Organisasi Istilah budaya organisasi merupakan konsep yang sama yang dapat saling ditukarkan, berbagai definisi yang berbeda-beda pada istilah budaya organisasi. Schein . dalam bukunya Organizational Culture and Leadership mendefinisikan budaya organisasi sebagai AuA pattern of share basic assumptions that the group learner as it solved itAos problems of external adaption and internal integration, that has worked well enough to be considered valid and, therefore, to be taught to new members as the corrects way to perceive, think, and fell in relation to those problemAy. Berdasarkan pengertian tersebut menurut Wirawan . 7: . budaya organisasi mengarah pada tiga elemen, yaitu: . masalah sosialisasi. dimana anggota-anggota baru dari kelompok berusaha untuk menemukan elemen-elemen budaya, tetapi mereka mempelajarinya hanya sebatas permukaan saja. Untuk memperoleh tingkat yang lebih dalam mereka harus mencoba untuk memahami persepsi dan perasaan yang muncul dalam situasi kritis atau mengobservasi dan menginterview anggota-anggota lama untuk memperoleh pengertian yang akurat mengenai kebersamaan asumsi pada tingkat yang lebih dalam. masalah perilaku. dari definisi diatas tidak memasukkan pola perilaku yang jelas seperti ritual-ritual formal tertentu yang menggambarkan asumsi budaya lebih menekankan pada asumsi kritis mengenai bagaimana merasakan, berfikir dan memperkirakan sesuatu . bisakah sebuah organisasi yang besar memiliki budaya? Definisi yang diberikan tidak mengkhususkan pola ukuran unit sosial karena kenyataannya beberapa sosial unit akan melahirkan sub unit yang menimbulkan sub kultur sebagai sebuah proses evolusi normal. Menurut Mawarni . 7: . Pimpinan harus memahami budaya organisasi yang ada dan sedang beroperasi dalam organisasinya. Jika budaya tersebut masih kondusif dan dapat mendukung organisasi dalam mencapai tujuannya, maka pemimpin perlu mengelola budaya organisasi untuk mempertahankannya dan memperbesar kontribusinya terhadap pencapaian tujuan Upaya mempertahankan budaya organisasi, misalnya dilakukan dengan pemberian upah atau promosi kepada anggota yang perilakunya konsisten dengan budaya organisasi, dan memberikan sanksi bagi mereka yang melanggar norma, nilai-nilai ataupun kode etik budaya Gaya Kepemimpinan Transformasional Berdasarkan beberapa pendekatan teoritis tentang kepemimpinan terdapat tiga pendekatan utama yang menjadi fokus kajian/studi kepemimpinan yaitu pendekatan terhadap sifat kepemimpinan . raits approac. , pendekatan perilaku (Behavior approac. , dan pendekatan situasional . ontingency approac. Sehubungan dengan ketiga pendekatan yang ada itu, tidak satu pun menyatakan bahwa efektivitas kepemimpinan dalam sebuah organisasi dapat dicapai berdasarkan pada satu pendekatan saja, sebab semua konsep-konsep tersebut memiliki kelebihan dan kelemahannya masing-masing tergantung pada kondisi ekologis organisasi yang bersangkutan. Sehubungan dengan keterkaitan antara aspek lingkungan organisasi, baik internal organisasi maupun lingkungan ekstrenal, tehadap pelaksanaan fungsi kepemimpinan, kajian teoritis fungsi Jurnal EKOBIS: Kajian Ekonomi Dan Bisnis Vol. 7 No. Desember 2023 ISSN Cetak: 2614-3631 ISSN Online: 2720-9466 kepemimpinan telah berkembang ke arah yang paling aktual yaitu munculnya kepemimpinan transformasional . ransformational leadeshi. Stoner . , menyatakan bahwa pendekatan terhadap kepemimpinan transformasional merupakan perkembangan lebih lanjut dari pendekatan kepemimpinan dari aspek perilaku dan aspek kontingensi. Asumsi yang dikemukakan terhadap lainnya teori kepemimpinan transformasional adalah bahwa kegiatan kepemimpinan yang utama yaitu menggerakkan ataupun mempengaruhi aktifitas dan perilaku bawahan dalam rangka pencapaian tujuan organisasi, tidak akan berjalan apabila seorang pemimpin dalam organisasi tersebut tidak mampu melakukan perubahan-perubahan yang mendasar guna menciptakan kondisi lingkungan kerja yang memungkinkan bawahan melakukan pekerjaan dengan sukarela dan penuh tanggung jawab atau dengan kata lain unsur kharisma yang menjadi jati diri seorang pemimpin menjadi parameter utama dalam perspektif pegawai dalam bekerja. Berdasarkan konsep kepemimpinan transformasional diatas, maka dapat diuraikan bahwa dalam kepemimpinan transformasional pada hakekatnya fokus kajian bukan terletak pada individu yang berkedudukan sebagai pemimpin, sebaimana layaknya diuraikan dalam teori kepemimpinan transformasional adalah dampak dari penggunaan kekuasaan serta pengaruh yang melekat pada pemimpin terhadap para bawahannya, sebab bersandar pada batasan mengenai kepemimpinan, bahwa menilai kepemimpinan tidak dapat dilepaskan dari adanya keikutsertaan . para bawahan (Wirawan, 2. Kinerja Pegawai Menurut Gomes . ada lima kriteria untuk menetukan kinerja seseorang, yaitu: . pengembangan diri, . kerja tim, . komunikasi, . hasil kerja, . keputusan yang diambil. Kinerja seorang pegawai akan dievaluasi terhadap pekerjaannya berkaitan dengan produktivitas, kecelakaan kerja, absen tanpa izin, kesalahan kerja. Tiap indivudu, kelompok atau organisasi tentu saja memiliki kriteria tertentu yang tidak sama antara satu dengan lainnya. Hal ini tergantung dari tugas dan tanggung jawab yang diberikan kepada individu tersebut. Menurut Tulip et al . 9: . bahwa peningkatan kinerja dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya adalah melalui motivasi yang diberikan oleh sumber daya manusia itu sendiri. Sedangkan menurut Sutandi . Rendahnya kinerja dapat ditunjukan dari lemahnya pegawai dalam penyelesaian suatu Selain itu kondisi yang ada juga menunjukan bahwa motivasi yang ada relatif rendah yang tergambar dari kinerja yang rendah pula. Penelitian Terdahulu Alhumaidi . dalam penelitiannya berjudul AuPengaruh Penerapan Gaya Kepemimpinan Transformasional dan Budaya Organisasi terhadap Kinerja Aparatur Sekretariat Daerah Kabupaten LahatAy, menunjukkan bahwa kinerja pegawai lebih ditentukan oleh pilihan orientasi kuantitas kehidupan atau kualitas kehidupan, dan adanya penghindaran ketidak pastian, sedangkan gaya kepemimpinan hanya berpengaruh secara nyata terhadap kinerja aparatur, manakala diterapkan secara terpisah dari budaya organisasi. Wiwid S. dengan judul penelitiannya AuPengaruh Budaya Organisasi Dan Gaya Kepemimpinan Transformasional Terhadap Kinerja Pegawai Pada Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Musi BanyuasinAy menunjukkan bahwa: . Budaya organisasi berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai pada Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Musi Banyuasin. Gaya kepemimpinan transformasional berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai pada Dinas Jurnal EKOBIS: Kajian Ekonomi Dan Bisnis Vol. 7 No. Desember 2023 ISSN Cetak: 2614-3631 ISSN Online: 2720-9466 Pendidikan Nasional Kabupaten Musi Banyuasin. Perhitungan statistik membuktikan bahwa secara sendiri-sendiri maka variabel budaya organisasi berpengaruh secara signifikan, demikian juga variabel gaya kepemimpinan transformasional bepengaruh langsung terhadap variabel kinerja . Budaya organisasi dan gaya kepemimpinan transformasional secara bersama-sama berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai pada Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Musi Banyuasin. Setelah dilakukan pengujian kembali terhadap variabel-variabel yang mempunyai pengaruh signifikan, maka variabel gaya kepemimpinan transformasional memberikan pengaruh yang lebih besar. Kerangka Konseptual Berdasarkan latar belakang masalah dan landasan teori, berikut ini peneliti sajikan paradigma penelitian ke dalam bentuk kerangka konseptual: Gambar 1. Kerangka Konseptual Penelitian Budaya Organisasi (X. Komunikasi Kreativitas Imbalan Tim kerja Sumber: Kreitner dan Kinicki, 2003 Gaya Kepemimpinan Transformasional (X. Kharismatik Motivasi Stimulasi Intelektual Perhatian Individual Kinerja Pegawai (Y) Mutu Pekerjaan Inisiatif Kehadiran Sikap Kerjasama Pengetahuan Pekerjaan Tanggung Jawab Sumber: Mangkunegara, 2005 Sumber: Ivancevich, 2006 Hipotesis Penelitian Hipotesis merupakan dugaan sementara terhadap permasalahan yang akan diteliti, dan selanjutnya diuji kebenarannya berdasarkan hasil pengolahan data. Berdasarkan justifikasi terhadap keterkaitan variabel penelitian sebagaimana diuraikan pada sub bab kerangka berpikir, hipotesis dalam penelitian ini adalah: Budaya organisasi berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai pada Bagian Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Kabupaten Banyuasin. Gaya kepemimpinan transformasional berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai pada Bagian Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Kabupaten Banyuasin. Budaya organisasi dan gaya kepemimpinan transformasional secara bersama-sama berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai pada Bagian Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Kabupaten Banyuasin. Jurnal EKOBIS: Kajian Ekonomi Dan Bisnis Vol. 7 No. Desember 2023 ISSN Cetak: 2614-3631 ISSN Online: 2720-9466 Gaya kepemimpinan transformasional mempunyai pengaruh dominan terhadap kinerja pegawai pada Bagian Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Kabupaten Banyuasin. METODE PENELITIAN Jenis dan Ruang Lingkup Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah metode survei yang bersifat kausalitas dengan ruang lingkup penelitian membahas pengaruh budaya organisasi dan gaya kepemimpinan transformasional terhadap kinerja pegawai pada bagian humas dan protokol sekretariat daerah kabupaten banyuasin. Operasional Variabel Menurut Tulip . 9: . Operasional Variabel adalah proses menjelesakan variabel dengan tegas, sehingga menjadi faktor-faktor yang dapat diukur. Operasional variabel berisi uraian singkat dari masing-masing variabel yang diteliti atau yang terdapat pada desain penelitian. Sesuai masalah dan tujuan penelitian maka variabel penelitian ini tediri dari variabel terikat dan bebas yaitu: satu variabel terikat yaitu kinerja pegawai (Y), dan dua variabel bebas yaitu meliputi budaya organisasi (X. dan gaya kepemimpinan transformasional (X. Tabel 1. Operasional Variabel Variabel Indikator Skala Budaya Organisasi (X. Komunikasi Kreativitas Imbalan Sumber: Kreitner & Kinicki . Tim Kerja Gaya Kepemimpinan Transformasional (X. Kharismatik Motivasi Stimulasi Intelektual Sumber: Ivancevich . Perhatian Individual Kinerja Pegawai (Y) Mutu Pekerjaan Inisiatif Kehadiran Sikap Kerjasama Pengetahuan Pekerjaan Sumber: Mangkunegara . Tanggung Jawab Sumber: Data Diolah Likert Likert Likert Populasi Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai di Sekretariat Daerah Kabupaten Banyuasin, baik yang menduduki jabatan struktural maupun fungsional dan dari tingkat pimpinan/staf sampai dengan pelaksana/non staf. Berdasarkan data kepersonaliaan yang ada, komposisi dan jumlah/populasi pegawai yang ada di Sekretariat Daerah Kabupaten Banyuasin adalah berjumlah 123 pegawai termasuk unsur pimpinan. Masing-masing bagian yang terdiri dari: Tabel 2. Jumlah Populasi Berdasarkan Golongan Pegawai di Sekretariat Daerah Kabupaten Banyuasin Populasi Penelitian Golongan Frekuensi . Jurnal EKOBIS: Kajian Ekonomi Dan Bisnis Vol. 7 No. Desember 2023 i Jumlah ISSN Cetak: 2614-3631 ISSN Online: 2720-9466 Sumber: Sekretariat Daerah Kabupaten Banyuasin, 2022. Sampel Teknik pengambilan sampel adalah menggunakan metode purposive sampling karena sampel dipilih berdasarkan ciri-ciri atau sifat tertentu (Sugiyono, 2004:. Mengacu pada jenis penelitian, maka sampel yang dipilih adalah seluruh pegawai di Bagian Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Kabupaten Banyuasin yang berjumlah 27 pegawai tidak termasuk unsur Dengan demikian jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 27 responden. Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan pada Bagian Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Kabupaten Banyuasin yang beralamat Kec. Banyuasin I. Kab. Banyuasin. Sumatera Selatan 3 Teknik Analisis Data Analisis Statistik Deskriptif Data Variabel Analisis Statistik Skor Rataan Capaian Butir Instrumen Analisis Skor Persentase Capaian Indikator Analisis Statistik Inferensial Uji Asumsi Klasik Uji Heteroskedastisitas Uji Autokorelasi Uji Multikolinieritas Analisis Regresi Linier Ganda Metode analisis data dengan uji statistik regresi linier berganda yang digunakan dalam penelitian ini merupakan peralatan statistik untuk melihat hubungan dan pengaruh antara variabel bebas (X) yang meliputi Disiplin Kerja (X. , dan Gaya Kepemimpinan Partisipatif (X. serta variabel terikat (Y) yaitu Kinerja Pegawai. Model persamaan regresi linier berganda yang terbentuk adalah: Y = yu0 yu1X1 yu2X2 e Dimana : Y = Kinerja Pegawai X1 = Budaya Organisasi X2 = Gaya Kepemimpinan Transformasional yu0 = Konstanta yu1, yu2, yu3, yu4, yu5 = Koefisien regresi e = error Kemudian dilakukan Analisis Koefisien Korelasi (R). Analisis Koefisien Determinasi (R. dan Pengujian Statistik Hipotesis Penelitian Uji F Statistik (Uji Hipotesis Simultan/Serenta. Uji t Statistik (Uji Hipotesis Parsia. Jurnal EKOBIS: Kajian Ekonomi Dan Bisnis Vol. 7 No. Desember 2023 ISSN Cetak: 2614-3631 ISSN Online: 2720-9466 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Analisis Data Hasil Penelitian Data yang diperoleh dalam penelitian di lapangan akan dianalisis dan dibahas mengenai budaya organisasi dan gaya kepemimpinan transformasional yang berpengaruh terhadap kinerja Pengukuran variabel budaya organisasi melalui dimensi antara lain: . kreativitas/inovasi. imbalan/reward. tim kerja. Kemudian variabel gaya kepemimpinan transformasional yang diukur dari dimensi: . kharismatik, . Motivasi/inspirational, . Stimulasi intelektual, . Perhatian individual. Untuk analisis deskriptif tentang kinerja pegawai diukur melalui beberapa dimensi yaitu: . Mutu Pekerjaan, . Inisiatif, . Kehadiran, . Sikap, . Kerjasama, . Pengetahuan Pekerjaan, . Tanggung Jawab. Pengumpulan data hasil penelitian melalui kuesioner yang disebarkan terhadap 27 respoden yang merupakan pegawai di Bagian Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Kabupaten Banyuasin. Berikut ini analisis deskriptif guna memberikan gambaran tentang penerapan budaya organisasi dan gaya kepemimpinan transformasional yang berpengaruh terhadap kinerja pegawai. Data hasil jawaban responden pada tiap butir indikator kemudian diolah untuk mengetahui kategori tingkat pelaksanaan tiap indikator berdasarkan skor persentase pencapaian pelaksanaan. Skor tersebut diperoleh dengan jalan menjumlahkan skor jawaban responden pada tiap butir item yang masing-masing diberi bobot dengan skala Likert. Pengaruh Budaya Organiasasi dan Gaya Kepemimpinan Transformasional Terhadap Kinerja Pegawai Uji Persyaratan Analisis Regresi Berganda Uji Normalitas Data Sebelum melakukan analisis regresi linier berganda maka harus dilakukan persyaratan yaitu Uji Normalitas dengan menggunakan kurva P-P Plot. Uji normalitas adalah pengujian data penelitian, dalam melihat distribusi data tersebut. Distribusi data yang mendekati ciri-ciri kurva normal maka distribusinya dikatakan bersifat normal. Semakin banyak jumlah sampel responden (Jika jumlah N > . maka sebaran data akan semakin mendekati normal. Hasil dari pengujian Normalitas didapat bahwa secara umum distribusi sebaran data memperlihatkan data bergerak mengikuti garis linier diagonal dimana titik-titik menyebar disekitar garis diagonal serta penyebarannya mengikuti arah garis diagonal, maka data tersebut dapat dikatakan berdistribusi Hal ini dapat disimpulkan data berdistribusi normal dan memenuhi kriteria normallitas. Uji Homogenitas Data Uji homogenitas ini perlu untuk memastikan apakah data tersebut berasal dari populasi yang Pengujian homogenitas pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Uji ChiSquare dengan menetapkan Signifikansi 5% ( = 0,. Interpretasi homogenitas data dihitung berdasarkan nilai Asymtotic Significance yang diperoleh. Jika Asymp. Sig. > = 0,05, maka data dinyatakan homogen. Hasil pengujian homogenitas data ditampilkan sebagai berikut: Tabel 3. Hasil Uji Homogenitas Data Variabel X dan Y Variabel Budaya Organisasi (X. Gaya Kepemimpinan Transformasional (X. Kinerja pegawai (Y) Che-square hitung 6,370 9,148 8,000 Asymp. 0,984 0,870 0,889 Keterangan Homogen Homogen Homogen Sumber: hasil uji homogenitas chi-square data primer (N:. Jurnal EKOBIS: Kajian Ekonomi Dan Bisnis Vol. 7 No. Desember 2023 ISSN Cetak: 2614-3631 ISSN Online: 2720-9466 Uji Linearitas Data Uji linearitas dipergunakan untuk mengetahui apakah regresi yang diperoleh AuberartiAy apabila dipergunakan untuk membuat kesimpulan antar variabel yang sedang dianalisis. Pengujian linearitas variabel bebas dengan variabel terikat dilakukan dengan menggunakan One-Way Anova program SPSS. Pengujian linearitas menggunakan taraf signifikansi 5% ( = 0,. Interpretasi data dilakukan dengan ketentuan jika F-hitung > F-tabel, maka variabel bebas dengan variabel terikat tersebut mempunyai hubungan yang linear. Hasil pengujian linearitas disajikan sebagai berikut: Tabel 4. Hasil Uji Linearitas Variabel X1 dan X2 Variabel Budaya Organisasi (X. Gaya Kepemimpinan Transformasional (X. F-tabel . f 14:. F-hitung 3,589 4,312 Sumber: hasil uji homogenitas Oneway Anova data primer (N:. Analisis Regresi Linier Berikut ini adalah hasil analisis regresi linier berganda guna menjawab permasalahan yang menjadi kajian peneliti, yaitu . apakah kinerja pegawai di bagian Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Kabupaten Banyuasin dipengaruhi secara simultan maupun parsial oleh budaya organisasi dan gaya kepemimpinan transformasional. variabel mana yang mempunyai pengaruh paling dominan terhadap kinerja pegawai di bagian Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Kabupaten Banyuasin. Analisis yang dipakai menggunakan regresi linier berganda dengan rumus seperti di bawah Y = a b1X1 b2X2 Keterangan : Y = Kinerja Pegawai X1 = Budaya Organisasi X2 = Gaya Kepemimpinan Transformasional a = Konstanta b1, b2, = Koefisien regresi Berikut ini akan diuraikan analisis hasil penghitungan dengan menggunakan regresi linier Persamaan Regresi Linier Berganda Tabel 5. Analisis Koefisien Keberartian Persamaan Regresi Linier Berganda Model Konstanta Budaya Organisasi Gaya Kepemimpinan Transformasional Unstandardized Std. 6,141 7,909 0,330 0,142 0,582 0,150 Standardized Beta 0,337 0,562 Sig. 0,776 2,328 3,880 0,445 0,029 0,001 Sumber : Hasil perhitungan regresi data primer (N:. Untuk menetapkan rumusan persamaan regresi linier berganda pengaruh variabel budaya organisasi, dan gaya kepemimpinan transformasional terhadap kinerja pegawai di bagian Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Kabupaten Banyuasin perlu dilakukan analisis koefisien regresi. Hasilnya adalah sebagai berikut: Konstanta regresi ganda. 6,141, koefisien regresi variabel budaya Jurnal EKOBIS: Kajian Ekonomi Dan Bisnis Vol. 7 No. Desember 2023 ISSN Cetak: 2614-3631 ISSN Online: 2720-9466 organisasi (X. 0,330, koefisien regresi variabel gaya kepemimpinan transformasional (X. 0,582. Berdasarkan hasil analisis koefisien regresi pengaruh budaya organisasi (X. , dan gaya kepemimpinan transformasional (X. terhadap kinerja pegawai (Y) tersebut, maka rumus persamaan regresi linier berganda adalah: Y = 6,141 0,330X1 0,582X2 Persamaan regresi linier berganda ini dapat diartikan dan memiliki makna sebagai berikut : Nilai konstanta 6,141, artinya kinerja pegawai di bagian Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Kabupaten Banyuasin adalah sebesar 6,141%, dengan asumsi bahwa pada saat ini faktor budaya organisasi dan gaya kepemimpinan transformasional dalam keadaan konstan/tetap. Nilai koefisien regresi budaya organisasi (X. 0,330, dan nilai probabilitas signifikan t sebesar 0,029 (< 0,. Hasil ini membuktikan bahwa kinerja pegawai secara signifikan akan meningkat sebesar 0,330% jika faktor budaya organisasi yang meliputi komunikasi, kreativitas atau inovasi, imbalan atau reward, dan tim kerja meningkat. Nilai koefisien regresi gaya kepemimpinan transformasional (X. 0,582 dan nilai probabilitas signifikan t sebesar 0,001 (< 0,. Hasil ini membuktikan bahwa kinerja pegawai secara signifikan akan meningkat sebesar 0,582% jika faktor gaya kepemimpinan transformasional yang mencakup kharismatik, motivasi atau inspirasional, stimulus intelektual, dan perhatian individual meningkat. Koefisien Korelasi Ganda Tabel 6. Hubungan Antara Budaya Organisasi dan Gaya Kepemimpinan Transformasional Terhadap Kinerja Pegawai Model 0,776 R-square 0,603 Adjusted R-square 0,570 Std. error of the estimate 4,032 Sumber : Hasil perhitungan regresi data primer (N:. Berdasarkan analisis koefisien korelasi ganda (R) dengan model summary diketahui bahwa koefisien korelasi ganda antara budaya organisasi (X. , dan gaya kepemimpinan transformasional (X. secara simultan dengan kinerja pegawai (Y) adalah sebesar 0,776. Hasil ini menunjukkan bahwa secara bersama-sama budaya organisasi (X. , dan gaya kepemimpinan transformasional (X. memiliki hubungan positif yang cukup erat dengan kinerja pegawai (Y) sebesar 77,6%. Koefisien Determinasi Berdasarkan analisis koefisien dengan model summary program SPSS pada tabel 4. diketahui bahwa nilai koefisien korelasi (R) = 0,776 dan nilai koefisien determinasi (R-squar. adalah 0,603. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa 60,3% variasi dalam kinerja pegawai (Y) dapat dijelaskan oleh variabel budaya organisasi (X. , dan gaya kepemimpinan transformasional (X. secara bersama-sama melalui rumus regresi : Y = 6,141 0,330X1 0,582X2. Hasil ini menunjukkan bahwa budaya organisasi dan gaya kepemimpinan transformasional secara bersamasama memiliki pengaruh positif terhadap kinerja pegawai sebesar 60,3%, sedangkan 39,7% sisanya dipengaruhi oleh variabel lain diluar yang diteliti seperti disiplin kerja, motivasi kerja dan Jurnal EKOBIS: Kajian Ekonomi Dan Bisnis Vol. 7 No. Desember 2023 ISSN Cetak: 2614-3631 ISSN Online: 2720-9466 Uji F Analisis uji F . dilakukan untuk menguji keberartian persamaan regresi linier berganda dan keberartian pengaruh budaya organisasi (X. , dan gaya kepemimpinan transformasional (X. secara bersama-sama . terhadap kinerja pegawai (Y). Hasil analisis dapat dilihat pada tabel 20 berikut ini: Tabel 7. Analisis Uji-F : Keberartian Pengaruh Secara Simultan Budaya Organisasi dan Gaya Kepemimpinan Transformasional Terhadap Kinerja Pegawai Model Regresi Residual Total Sum of squares 591,857 390,143 982,000 Mean square 295,929 16,256 18,204 Sig. 0,000 Sumber : Hasil perhitungan regresi data primer (N:. Berdasarkan tabel 20, pengujian secara bersama-sama . dengan menggunakan analisis Anova didapat hasil sebagai berikut : F-hitung pengaruh X1, dan X2 terhadap Y dengan N sebanyak 26 derajat kebebasan . 2 diperoleh harga F-hitung sebesar 18,204. Berdasarkan data di atas, harga F-hitung sebesar 18,204 lebih besar dari harga F-tabel . f 2:. pada taraf kepercayaan 95% yaitu ***, dan nilai probabilitas signifikan F = 0,000 < 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa . koefisien arah regresi linier berganda berarti, dan . budaya organisasi dan gaya kepemimpinan transformasional secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. Uji t Analisis uji t dilakukan untuk melihat bagaimana pengaruh variabel budaya organisasi (X. , dan gaya kepemimpinan transformasional (X. secara individu . terhadap kinerja pegawai (Y) dengan melihat nilai probabilitas . Hasil pengujian tersaji pada tabel 7 berikut ini : Tabel 8. Analisis Uji-t . -valu. Keberartian Pengaruh Secara Parsial Budaya Organisasi dan Gaya Kepemimpinan Transformasional Terhadap Kinerja Pegawai Parameter Intercept . Budaya Organisasi Gaya Kepemimpinan Transformasional Nilai koefisien 6,141 0,330 0,582 0,337 P . 0,445 0,029 0,05 > 0,05 < 0,05 Keterangan Tidak Signifikan Signifikan 0,562 0,001 < 0,05 Signifikan Beta Sumber : Hasil perhitungan regresi data primer (N:. Berdasarkan tabel 7, hasil analisis uji t terhadap parameter dapat diuraikan sebagai berikut: Parameter a . mempunyai pengaruh positif tidak signifikan terhadap kinerja pegawai, karena p value 0,445 lebih besar dari 0,05. Hal ini berarti dengan adanya variabel budaya organisasi dan gaya kepemimpinan transformasional mempunyai pengaruh positif tidak signifikan terhadap kinerja pegawai. Parameter dari variabel budaya organisasi (X. mempunyai nilai beta sebesar 0,337 dengan p value sebesar 0,029 lebih kecil dari 0,05. Hal ini berarti secara parsial faktor budaya organisasi yang mencangkup komunikasi, kreativitas atau inovasi, imbalan atau reward, dan tim kerja mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja pegawai sebesar 33,7%. Parameter dari variabel gaya kepemimpinan transformasional (X. mempunyai nilai beta sebesar 0,562 dengan p value 0,001 lebih kecil dari 0,05. Hal ini berarti secara parsial faktor Jurnal EKOBIS: Kajian Ekonomi Dan Bisnis Vol. 7 No. Desember 2023 ISSN Cetak: 2614-3631 ISSN Online: 2720-9466 gaya kepemimpinan transformasional yang mencakup kharismatik, motivasi atau inspirasional, stimulasi intelektual, dan perhatian individual mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja pegawai sebesar 56,2%. Pengujian Hipotesis Pengujian terhadap hipotesis yang telah diungkapkan pada bab II dilakukan dengan analisis Hal ini dilakukan, karena data yang ada merupakan data sampel, sehingga untuk membuat suatu kesimpulan yang dapat dijadikan ukuran terhadap parameter dalam populasi perlu dilakukan pengujian secara statistik. Hasil pengujian hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah: Budaya Organisasi dan Gaya Kepemimpinan Transformasional Secara Parsial Berpengaruh Terhadap Kinerja Pegawai di Bagian Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Kabupaten Banyuasin Untuk menjawab hipotesis pertama yang diajukan yaitu budaya organisasi dan gaya kepemimpinan transformasional secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai di bagian Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Kabupaten Banyuasin, maka harus dilakukan pengujian menggunakan analisis uji t dari regresi linier berganda. Hasil pengujian hipotesis pertama adalah sebagai berikut : Budaya Organisasi Secara Parsial Berpengaruh Terhadap Kinerja Pegawai di Bagian Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Kabupaten Banyuasin Untuk menjawab hipotesis yang diajukan, maka harus dilakukan pengujian secara parsial/individu terhadap variabel budaya organisasi dengan menggunakan analisis uji t dari regresi linier berganda. Hasil pengujian tersaji pada tabel 9 berikut ini. Tabel 9. Hasil Uji-t secaa parsial Variabel Budaya Organisasi Parameter Intercept . Budaya Organisasi t-hitung 0,776 2,328 P . 0,445 0,029 0,05 > 0,05 < 0,05 Ket Tidak Signifikan Signifikan Sumber : Hasil perhitungan regresi data primer (N:. Berdasarkan hasil analisis uji-t dari perhitungan regresi linier berganda . ada tingkat signifikan 0,05 atau tingkat kepercayaan 95%), diperoleh nilai probabilitas variabel budaya organisasi (X. sebesar 0,029, karena tingkat probabilitas 0,029 < 0,05 maka disimpulkan Ho ditolak dan Ha diterima. Hasil ini memberi bukti bahwa secara parsial . variabel budaya organisasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai di bagian Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Kabupaten Banyuasin. Gaya Kepemimpinan Transformasional Secara Parsial Berpengaruh Terhadap Kinerja Pegawai di Bagian Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Kabupaten Banyuasin Untuk menjawab hipotesis yang diajukan maka, dilakukan pengujian secara parsial/individu terhadap variabel gaya kepemimpinan transformasional dengan menggunakan analisis uji t dari regresi linier berganda. Hasil pengujian tersaji pada tabel 10 berikut ini : Tabel 10. Hasil Uji-t secara parsial Variabel Gaya Kepemimpinan Transformasional Parameter Intercept . Gaya Kepemimpinan Transformasional t-hitung 0,776 3,880 P . 0,445 0,001 0,05 > 0,05 < 0,05 Keterangan Tidak Signifikan Signifikan Sumber : Hasil perhitungan regresi data primer (N:. Jurnal EKOBIS: Kajian Ekonomi Dan Bisnis Vol. 7 No. Desember 2023 ISSN Cetak: 2614-3631 ISSN Online: 2720-9466 Berdasarkan hasil analisis uji-t dari perhitungan regresi linier berganda . ada tingkat signifikan 0,05 atau tingkat kepercayaan 95%), diperoleh nilai probabilitas variabel gaya kepemimpinan transformasional (X. sebesar 0,001, karena tingkat probabilitas 0,001 < 0,05 maka disimpulkan Ho ditolak dan Ha diterima. Hasil ini memberi bukti bahwa secara parsial . variabel gaya kepemimpinan transformasional berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai di bagian Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Kabupaten Banyuasin. Budaya Organisasi dan Gaya Kepemimpinan Transformasional secara simultan berpengaruh terhadap Kinerja Pegawai di Bagian Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Kabupaten Banyuasin Untuk melakukan pengujian pada hipotesis kedua yaitu menguji adanya pengaruh secara simultan budaya organisasi dan gaya kepemimpinan transformasional terhadap kinerja pegawai, dilakukan dengan analisis Uji F dari regresi linier berganda. Hipotesis kedua adalah secara simultan budaya organisasi dan gaya kepemimpinan transformasional berpengaruh terhadap kinerja pegawai di bagian Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Kabupaten Banyuasin. Hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan analisis uji F (Anov. tersaji pada tabel 11 berikut ini. Tabel 11. Hasil Uji F Secara Simultan Model Regresi Residual Total Sum of squares 591,857 390,143 982,000 Mean square 295,929 16,256 18,204 Sig. 0,000 Sumber : Hasil perhitungan regresi data primer (N:. Berdasarkan hasil analisis uji F (ANOVA) dari perhitungan regresi linier berganda . ada tingkat signifikan 0,05 atau tingkat kepercayaan 95%), diperoleh nilai probabilitas variabel budaya organisasi (X. , dan gaya kepemimpinan transformasional (X. , secara simultan . F) sebesar 0,000. Karena nilai probabilitas . F) 0,000 lebih kecil dari 0,05, maka dapat disimpulkan H o ditolak dan Ha diterima. Hasil ini memberi bukti bahwa budaya organisasi dan gaya kepemimpinan transformasional secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai di bagian Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Kabupaten Banyuasin. Gaya Kepemimpinan Transformasional Berpengaruh Dominan Terhadap Kinerja Pegawai di Bagian Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Kabupaten Banyuasin Berdasarkan hasil analisis pengaruh kedua variabel baik itu variabel budaya organisasi ataupun variabel gaya kepemimpinan transformasional secara parsial/individu terhadap kinerja pegawai untuk menjawab hipotesis ketiga, diperoleh hasil tertinggi pada faktor gaya kepemimpinan transformasional dengan p-value 0,001 lebih kecil dari 0,05 dan nilai beta sebesar 0,562. Hal ini berarti secara parsial faktor gaya kepemimpinan transformasional yang tercermin dari kharismatik, motivasi atau inspirasional, stimulasi intelektual, dan perhatian individual mempunyai pengaruh yang signifikan dan dominan terhadap kinerja pegawai sebesar 56,2%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hipotesis Ho ditolak dan Ha diterima. Hasil ini memberi bukti bahwa secara parsial faktor gaya kepemimpinan transformasional berpengaruh dominan terhadap kinerja pegawai di bagian Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Kabupaten Banyuasin. Jurnal EKOBIS: Kajian Ekonomi Dan Bisnis Vol. 7 No. Desember 2023 ISSN Cetak: 2614-3631 ISSN Online: 2720-9466 KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Beberapa kesimpulan yang dapat dikemukakan berdasarkan analisis data dan pembahasan yang telah diuraikan sebagai berikut : Secara parsial/individu budaya organisasi berpengaruh signifikan sebesar 33,7% dan gaya kepemimpinan transformasional berpengaruh signifikan sebesar 56,2% terhadap kinerja pegawai di bagian Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Kabupaten Banyuasin. Secara simultan/bersama-sama budaya organisasi dan gaya kepemimpinan transformasional berpengaruh signifikan sebesar 60,3% terhadap kinerja pegawai di bagian Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Kabupaten Banyuasin. Penerapan gaya kepemimpinan transformasional merupakan faktor yang berpengaruh paling dominan terhadap kinerja pegawai di bagian Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Kabupaten Banyuasin. Saran Berdasarkan kesimpulan yang dikemukakan di atas, berikut ini disampaikan beberapa saran dalam upaya meningkatkan kinerja pegawai antara lain: Agar budaya organisasi dapat berjalan dengan baik diharapkan terjalin komunikasi yang baik, mengembangkan kreativitas atau inovasi, imbalan atau reward yang sesuai, dan terjalin tim kerja yang baik. Berupaya untuk melakukan perubahan disegala bidang terutama meningkatkan komunikasi, serta terus menggerakkan kreativitas atau inovasi, pemberian imbalan atau reward yang sesuai, dan kerjasama antar tim kerja yang baik. Pimpinan diharapkan menunjukkan jiwa kharismatik seorang pimpinan agar penjabaran terhadap tujuan-tujuan yang dicapai dalam melaksanakan suatu pekerjaan yang beorientasi pada tujuan khusus, meningkatkan kemampuan memotivasi dengan selalu memberikan dorongan atas keberanian dan arti dari tindakan yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas dapat lebih diperhatikan pegawai. Pimpinan diharapkan meningkatkan kemampuan stimulasi intelektual dengan cara bertukar pikiran terutama yang berkaitan dengan aktivitas pemecahan masalah mendorong bawahannya untuk aktif bekerja dan berkontribusi positif terhadap upaya pencapaian tujuan organisasi, serta meningkatkan perhatian secara individu kepada pegawai diantaranya dengan selalu memberikan nasehat dan saran demi mendorong terciptanya lingkungan yang kondusif. Sebaiknya pihak manajemen melakukan evaluasi secara terus menerus terhadap langkahlangkah atau strategi yang telah dijalankan, dan secara priodik melakukan analisis terhadap hasil kerja yang ada saat ini guna meningkatkan kinerja pegawai dimasa yang akan datang. DAFTAR PUSTAKA