RITORNERA: JURNAL TEOLOGI PENTAKOSTA INDONESIA Vol 05. No 01. April 2025. Hal: 88-100 ISSN (Online: 2797-717X) (Print:2797-7. Available at: pspindonesia. Peran Gembala dalam Membimbing dan memberdayakan Jemaat di Era Disrupsi Ferdiandus Tamu Ama Sekolah Tinggi Teologi Sangkakala. Salatiga ferdinandustamu@gmail. Gloria Gabriel Lumingas Sekolah Tinggi Teologi Sangkakala. Salatiga glorialumingas@gmail. Abstract The era of disruption is a time full of surprises because everything changes quickly and offers instant convenience, especially in the field of science. Many experts tend to separate religion and In this case, the pastor plays an important role as the main motivator in various church However, he also needs to understand and master the values of service so that the church can run well and grow. As an agent of change, the pastor must pay attention and educate the congregation under his leadership. This study aims to formulate effective strategies as well as provide an understanding to pastors that guiding and empowering congregations in the era of disruption is important so that congregations are not easily discouraged by the rapid changes of the times. This research method uses a descriptive qualitative method using literature study. In this case. Christian leadership in the era of disruption is servant leadership. High discipline is an essential aspect of pastoral leadership, especially in the era of disruption that demands constancy and consistency, in contrast to military leadership that tends to keep a distance between the leader and the led. Christian leadership presents a transformative leadership model, where authority is manifested in the form of service, exemplary, and closeness to the congregation, making it more relevant in responding to the challenges of the times. Keywords: The Role of the Shepherd. Empowering the Congregation, and the Age of Disruption. Abstrak Era disrupsi merupakan masa yang penuh kejutan karena segala sesuatu berubah dengan cepat dan menawarkan kemudahan secara instan, terutama dalam bidang ilmu pengetahuan. Banyak ahli yang cenderung memisahkan agama dan ilmu pengetahuan. Dalam hal ini, gembala sidang memegang peran penting sabagai motivator utama dalam berbagai kegiatan gereja. Namun, ia juga perlu memahami dan menguasai nilai-nilai pelayanan agar gereja dapat berjalan dengan baik dan berkembang. Sebagai agen perubahan, gembala sidang harus memberikan perhatian dan mendidik jemaat yang ada dibawah kepemimpinannya. Penelitian ini, bertujuan untuk merumuskan strategi yang efektif sekaligus memberikan pemahaman kepada gembala bahwa dalam membimbing dan memberdayakan jemaat di era disrupsi itu penting. sehingga jemaat tidak mudah dipanguruhi oleh perubahan zaman yang begitu pesat. Metode Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deksriptif dengan menggunakan studi pustaka. Dalam hal ini, kepemimpinan Kristen di era disrupsi merupakan kepemimpinan yang untuk melayani. Disiplin CopyrightA 2025. Ritorner: Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia yang tinggi merupakan aspek esensial dalam kepemimpinan pengembalaan jemaat, terutama di era disrupsi yang menuntut keteguhan dan konsistensi, berbeda dengan kepemimpinan meliter yang cenderung menjaga jarak antara pemimpin dan yang dipimpin, kepemimpinan Kristen menghadirkan model kepemimpinan yang transformatif, di mana otoritas diwujudkan dalam bentuk pengapdian, keteladanan, dan kedekatan dengan jemaat, sehingga lebih relevan dalam menjawab tantangan zaman. Kata kunci: Peran Gembala. Memberdayakan Jemaat, dan Era Disrupsi. PENDAHULUAN Gembala merupakan seorang pemimpin dalam gereja yang memiliki peran penting sebagai pemimpin yang bertanggung jawab dalam hal membimbing, mengajar, dan merawat jemaat agar tetap bertumbuh dalam iman dan kebenaran. Namun, tantangan yang dihadapi saat ini di era disrupsi adalah banyak gembala yang tidak menjalankan peran tersebut dengan sepenuh hati, sehingga jemaat kurang mendapatkan pembinaan rohani yang optimal. Mau. Marthen . yang mengatakan bahwa sebagai pemimpin jemaat, adalah hamba yang bertanggung jawab kepada Allah dalam melayani dan membimbing umat-Nya. 1 Gereja yang berhasil adalah gereja yang dikelola dengan baik secara professional, didukung oleh gembala yang benar-benar berkomitmen melayani jiwa-jiwa dan sepenuhnya menyerahkan hidupnya kepada Tuhan. Karakter seorang gembala juga seharusnya menjadi teladan bagi jemaat yang dipimpinnya. Gembala sidang memegang peranan penting sebagai motivator utama dalam berbagai kegiatan 3 Namun, ia juga perlu memahami dan menguasai nilai-nilai pelayanan agar gereja dapat berjalan dengan baik dan berkembang. 4 Sebagai agen perubahan,5 gembala sidang harus memberikan perhatian dan mendidik jemaat yang ada dibawah kepemimpinannya. 6 Seorang gembala sidang yang baik adalah pemimpin yang bertanggung jawab atas tugas yang diberikan Ia bersedia berkorban sebagai bukti dari tanggung jawabnya. 7 Gembala mempunyai peran penting dalam membekali jemaatnya dengan baik sebelum terlibat dalam pelayanan gereja. Mereka harus dikuatkan melalui pengajaran yang benar berdasarkan Firman Tuhan. Apabila gembala atau tim pengembalaan melaksanakan hal ini dengan baik, jemaat akan memiliki dasar yang kuat, bertumbuh, mengahasilkan buah yang baik dan siap menerima perubahan dalam segala bidang di kehidupan mereka. Perubahan adalah sesuatu hal yang akan terjadi dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam kehidupan bergereja. Dalam konteks digital, gereja juga mengalami transformasi yang signifikan. Perubahan ini tidak dapat dikecualikan dari perkembangan industry dan Marthen Mau. AuPeran Gembala Jemaat Sebagai Pemimpin Dalam Meningkatkan Persahabatan Dengan Semua Orang,Ay SAINT PAULAoS REVIEW 2, no. : 54Ae67. Despri Despri and Yahya Usat. AuPeranan Gembala Sidang Dalam Pertumbuhan Iman Kaum Muda,Ay Jurnal Teologi Praktika 1, no. : 81Ae90. Edgar Walz. Bagaimana Mengelola Gereja Anda (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2. Mersy Mokiman. AuPeran Gereja Sebagai Tempat Untuk Menanamkan Nilai-Nilaikristiani Bagi Anak,Ay Institut Agama Kristen Negeri Toraja (ND) . Suhadi Suhadi and Yonatan Alex Arifianto. AuPemimpin Kristen Sebagai Agen Perubahan Di Era Milenial,Ay EDULEAD: Journal of Christian Education and Leadership 1, no. : 129Ae147. Markus Sudjarwo. AuMengaplikasikan Integritas Gembala Jemaat Menurut Surat-Surat Penggembalaan,Ay EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani . Asih Rachmani Endang Sumiwi. AuGembala Sidang Yang Baik Menurut Yohanes 10 : 1-18,Ay HARVESTER: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen . CopyrightA 2025. Ritorner: Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia teknologi, yang pada akhirnya mempengaruhi cara gereja melayani, berkomunikasi, dan menjangkau jemaat serta masyarakat luas. 8 Kehadiran era Society 5. 0 menjadi perhatian penting bagi semua pihak, termasuk para pemimpin Kristen. Setiap lembaga besar, termasuk komunitas keagamaan, perlu siap menghadapi dan membuka diri terhadap berbagai kemungkinan Salah satu perubahan yang mulai terlihat nyata adalah munculnya konsep gereja Hal menunjukkan bahwa perubahan zaman telah menciptakan budaya baru yang harus dihadapi oleh gereja. Era Society 5. 0 sendiri membawa visi yang mendorong manusia untuk masuk ke dalam dua jenis hubungan, yaitu hubungan dengan masyarakat dan hubungan dengan Teologi menjadi penghubung antara individu dan masyarakat. 9 Era disrupsi adalah masa yang penuh kejutan karena segala sesuatu berubah dengan cepat dan menawarkan kemudahan secara instan, terutama dalam bidang ilmu pengetahuan. Banyak ahli mulai cenderung memisahkan agama dan ilmu pengetahuan. 10 Perkembangan teknologi yang terus maju adalah sebuah kenyataan yang tidak dapat dihindari. Namun, kemajuan tersebut saat ini juga memicu terjadinya ganguan atau tanda perubahan. Era disrupsi berari era perubahan yang terjadi dengan sangat cepat dan mempengaruhi berbagai aspek kehidupan. Namun, di tengah pesatnya kemajuan teknologi yang sering kali mengubah tatanan yang ada, nilai-nilai kemanusiaan tetap harus dijaga dan tidak boleh 11 Para pemimpin harus terus hadir untuk menyapa umat, terutama mereka yang sedang menderita, dengan pendekatan manusiawi, seperti hadir langsung di tengah-tengah mereka, mendoakan dan memberikan penghiburan melalui kata-kata. Komunikasi tatap muka atau pertemuan fisik tetap penting dan sangat dibutuhkan, bahkan di era digital ini. Rasa haus akan kasih sayang tidak pernah bisa digantikan oleh kemajuan teknologi apa pun. 12 Keberhasilan sebuah gereja sangat bergantung pada dukungan penuh dari jemaat. 13 Oleh karena itu, gembala sidang harus mampu memberikan motivasi dan mendorong jemaat untuk mencapai pertumbuhan yang sehat dan seimbang bagi jemaat ditengah perubahan. Salah satu kajian sebelumnya adalah penelitian oleh Despri and Yahya Usat. AuPeranan Gembala Sidang Dalam Pertumbuhan Iman Kaum Muda. Ay Penelitian ini menyoroti seorang gembala, sebagai pemimpin jemaat, adalah hamba yang bertanggung jawab kepada Allah dalam melayani dan membimbing umat-Nya. 14 Kajian lain dilakukan oleh Markus Sudjarwo. AuMengaplikasikan Integritas Gembala Jemaat Menurut Surat-Surat Pengembalaan. Ay Dalam kesimpulannya Markus Sudjarwo menyatakan bahwa gembala mempunyai peran penting dalam membekali jemaatnya dengan baik sebelum terlihat dalam pelayanan gereja. 15 Kajian yang Semuel Linggi Topayung. AuUrgensi Kepemimpinan Kristen Di Era Society 5. 0,Ay KINAA: Jurnal Kepemimpinan Kristen dan Pemberdayaan Jemaat 3, no. : 111Ae124. Hitachi-UTokyo Laboratory (H-UTokyo Lab. Society 5. 0: A People-Centric Super-Smart Society (Springer Nature, 2. Paulus Kunto Baskoro and Sumbut Yermianto. AuModel Kepemimpinan Rohani Di Era Disrupsi,Ay Lentera Nusantara 1, no. : 81Ae95. Imanuel Trisaputra. AuPengaruh Pemuridan Pada Anak Sebagai Calon Pemimpin Penerus Gereja Di Tengah Perkembangan Teknologi,Ay Sekolah Dasar 3, no. : 527. Daniel Ronda. AuKepemimpinan Kristen Di Era Disrupsi Teknologi,Ay Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat . Yohanes Twintarto Agus Indratno. Stefanus Dully, and Yusup Heri Harianto. AuPeranan Gembala Sidang Bagi Pertumbuhan Jemaat Di Gereja Lokal,Ay Jurnal Salvation 3, no. : 37Ae47. Despri and Usat. AuPeranan Gembala Sidang Dalam Pertumbuhan Iman Kaum Muda. Ay Sudjarwo. AuMengaplikasikan Integritas Gembala Jemaat Menurut Surat-Surat Penggembalaan. Ay CopyrightA 2025. Ritorner: Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia dilakukan oleh Daniel Ronda Aukepemimpinan Kristen di era disrupsi. Ay Menyimpulkan bahwa keberhasilan sebuah gereja sangat bergantung pada dukungan penuh dari jemaat. Menurut penelitian di atas, yang diteliti oleh Despri dan Yahya Usat dengan judul AuPeranan Gembala Sidang Dalam Pertumbuhan Iman Kaum MudaAy menjaleskan bahwa seorang gembala, sabagai pemimpin jemat, adalah hamba yang bertanggung jawab kepada Allah dalam melayani dan membimbing umat-Nya. Penelitian selanjutnya oleh Markus Sudjarwo dengan judul AuMengaplikasikan Integritas Gembala Jemaat Menurut Surat-Surat Pengembalaan. Ay Menyoroti bahwa gembala mempunyai peran penting dalam membekali jemaatnya dengan baik sebelum terlihat dalam pelayanan gereja. Penelitian selanjutnya oleh Daniel Ronda dengan judul AuKepemimpinan Kristen Di Era Disrupsi. Ay Yang memberikan kesimpulan bahwa keberhasilan sebuah gereja sangat bergantung pada dukungan penuh dari jemaat. Berdasarkan uraian diatas peran gembala dalam membimbing dan memberdayakan jemaat di era disrupsi sangat baik dilakukan, dengan adanya penelitian ini juga dapat melengkapi bagian kosong dalam suatu penelitian maka dilakukan penelitian mengenai Peran gembala dalam membimbing dan memberdayakan jemaat di era disrupsi. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dekskriptif,17 yang merupakan pendekatan penelitian untuk memahami penomena dalam konteks aslinya dengan menggambarkan karakteristik dan kondisi secara mendalam. Penelitian ini, menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi pustaka. Pendekatan ini digunakan untuk menyajikan dan menganalisis informasi yang diperoleh dari berbagai sumber tertulis, seperti buku, jurnal ilmiah, dan artikel, yang sesuai dengan judul yang diteliti. Metode ini dipahami sebagai pendekatan yang menggambarkan objek penelitian secara deskriptif dengan menggunakan kata yang bersifat induktif. Dalam penelitian ini kejadian digambarkan melalui apa yang dilihat oleh mata dan didengar oleh telinga, yang di ketahui, dan di rasakan yang dikemas dalam bentuk naratif. Melalui peran gembala dalam membimbing dan memberdayakan jemaat di era disrupsi, diharapan para Gembala dan jemaat memahami bahwa pentingnya peran Gembala dalam Membimbing dan Memberdayakan Jemaat Di Era Disrupsi. HASIL DAN PEMBAHASAN Era Disrupsi dan Tantangan bagi Gereja Era disrupsi dapat diartikan era yang membawa perubahan dengan begitu cepat dan berdampak kepada gereja dalam aktivifitas pelayanan digereja. Disruption dalam Bahasa inggris merupakan kata benda yang berarti gangguan atau kekacauan (Echols, 1. Sementara itu, era disrupsi diartikan sebagai keadaan di mana sesuatu yang tercabut dari akarnya revolusi industry telah berkembang dari tahap pertama . , kedua . , ketiga . hingga saat ini mencapai tahap keempat. 18 Ada juga berpendapat bahwa era disrupsi merupakan masa terjadinya inovasi dan perubahan besar yang secara mendasar mengubah berbagai sistem. Ronda. AuKepemimpinan Kristen Di Era Disrupsi Teknologi. Ay Nunuk Novianti and Sang Putra Immanuel Duha. AuPeran Keluarga Dalam Pertumbuhan Gereja Di Era Digital,Ay Jurnal Arrabona 5, no. : 154Ae166. Yakub Hendrawan Perangin Angin and Tri Astuti Yeniretnowati. AuKetahanan Iman Kristen Di Tengah Era Disrupsi,Ay Jurnal Teologi (JUTEOLOG) . CopyrightA 2025. Ritorner: Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia aturan, dan pola yang sudah ada menjadi cara-cara baru. Seorang dosen Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada menjelaskan bahwa dalam 10-20 tahun ke depan, pengetahuan akan terus berkembang dan berlipat ganda. Perubahan teknologi yang terjadi akan sangat cepat, didorong oleh berbagai inovasi secara berkelanjutan. Saat ini, masyarakat sedang berada di tengah revolusi, teknologi, termasuk perkembangan dalam bidang elektronik, chip, konduktor super dan sebagainya. 19 Salah satu besar di era revolusi industry adalah pesatnya perkembangan teknologi informasi, yang berdampak signifikan pada kehidupan manusia disemua kelompok Menurut Rina Diana . dalam Yakub mengungkapkan bahwa, revolusi industry ini juga memicu persaingan antar individu menjadi semakin ketat. Selain itu, era ini ditandai dengan penggunaan kecerdasan buatan yang diterapkan dalam berbagai mesin. 20 Mohammad mengatakan dalam jurnalnya bahwa inovasi merupakan sesuatu yang rumit dan membutuhkan proses yang Panjang. Proses ini melibatkan banyak orang dari barbagai bagian dalan organisasi Oleh karena itu, inovasi memerlukan panduan berupa peta proses pengembangan . oad-ma. 21 Dalam hal ini, menjadi tantangan gembala dalam membimbing dan memberdayakan jemaat. Namun, pada era perubahan ini, gereja harus siap mengambil peranan dalam membimbing dan memberdayakan jemaatnya dengan baik. Menarik apa yang dikutip Mohammad dalam artikelnya . , yang mengatakan bahwa inovasi merupakan sesuatu yang rumit dan membutuhkan proses yang panjang untuk beradaptasi dengan perubahan teknologi yang begitu pesat. Dalam perkembangan informasi teknologi menjadi tantangan yang mempengaruhi kehidupan di berbagai kelompok usia maupun proses penggembalaan dalam gereja. 22 Revolusi industry dapat memperluas persaingan antar individu. Selain itu, era ini juga ditandai dengan hadirnya kecerdasan buatan yang diterapkan dalam berbagai mesin. Sehingga masih banyak gereja yang belum siap menerima perubahan ini karena masih terpola dengan pola lama. Oleh karena itu, para gembala harus mulai beradaptasi dengan era peruhan. Supaya dengan perkembangan teknologi di zaman modern, gereja tidak 23 Jurnal Yonathan menyimpulkan bahwa tantangan humanisme di Era disrupsi sebagai wujud dari keberagaman sosial dan iman Kristen. Dampak besar pada kehidupan manusia dari sudut pandang sosiologis. Perkembangan teknologi yang pesat mendorong terjadinya perubahan besar, yang dikenal sebagai disrupsi. Era disrupsi ini membawa transformasi di berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk perubahan dalam pengembalaan di 24 Zaman di mana hal-hal atau sistem lama digantikan dengan yang baru, terutama yang berkenaan dengan teknologi. 25 Akibatnya, mereka yang tetap menggunakan cara dan sistem lama Baskoro and Yermianto. AuModel Kepemimpinan Rohani Di Era Disrupsi. Ay Perangin Angin and Astuti Yeniretnowati. AuKetahanan Iman Kristen Di Tengah Era Disrupsi. Ay Muhammad Iqbal Iqbal. AuInovasi Di Era Disrupsi,Ay SKILLS: Jurnal Riset dan Studi Manajemen Pendidikan Islam . : 57Ae66. Mesirawati Waruwu. Yonatan Alex Arifianto, and Aji Suseno. AuPeran Pendidikan Etika Kristen Dalam Media Sosial Di Era Disrupsi,Ay Jurnal Pendidikan Agama Kristen (JUPAK) 1, no. : 38Ae46. Yakub Hendrawan Perangin Angin. Tri Astuti Yeniretnowati, and Yonatan Alex Arifianto. AuPeran Keluarga Kristen Untuk Bertahan Dan Bertumbuh Dalam Menghadapi Tantangan Di Era Disrupsi Dan Pandemi Covid-19,Ay Jurnal Teologi Rahmat 6, no. Yonathan Wingit Pramono and Aji Suseno. AuTantangan Humanisme Dalam Era Disrupsi Sebagai SosioPluralisme Iman Kristen,Ay Miktab: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani 1, no. : 109Ae123. Purwisasi Yuli et al. AuTantangan. Peluang. Dan Strategi Pendidikan Kristen Pada Era Disrupsi,Ay CARAKA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika 3, no. : 295Ae308. CopyrightA 2025. Ritorner: Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia akan tertinggal. 26 Oleh karena itu, kalau para gembala tidak mengambil tindakan dalam hal ini, masih bergantung pada pola lama, maka para gembala akan ketinggalan dalam membimbing dan memberdayakan jemaat di era disrupsi, maka itu gembala sebelum membawa jemaat dalam era perubahan maka sejatinya gembala seharunya dapat menjadi agen perubahan27 di era digital ini. Tekanan dari budaya global dan pengaruh sekularisme menjadi tantangan besar bagi gereja dalam membimbing dan memberdayakan jemaat untuk hidup sesuai dengan karakter Kristus di era digital. Budaya global sering menonjolkan nilai-nilai seperti kebebasan tanpa batas dan kesetaraan, tetapi seringkali mengabaikan dasar spiritual karena terlalu sibuk dengan media Hal ini sering bertantangan dengan ajaran Kristus. Di sisi lain sekularisme, yang sering menolak peran agama dalam kehidupan sehari-hari, semakin melemahkan iman generasi muda. Di tengah kehidupan yang serba cepat dan dunia digital yang terus berkembang, banyak anak muda yang merasa terjebak dalam dilema besar. Mereka harus memilih antara mempertahan identitas Kristiani tau mengikuti tren buadaya yang popular dan dianggap modern. 28 Akibatnya, banyak anak muda mulai kehilangan semangat rohani dan semakin jarang menerapkan nilai-niai Kristus dalam kehidupan sehari-hari. Kurangnya pengawasan dan bimbingan dalam penggunaan teknologi juga memperparah tantangan ini. Banyak orang tua, dan pengasuh yang belum sepenuhnya memahami atau memantau cara anak-anak mereka menggunakan 29Tantangan ini bukan hanya dialami oleh generasi muda, tapi juga banyak jemaat yang mengalami di dalam gereja, sehingga tantangan ini merupakan tantang yang paling berbaya bagi setiap orang percaya terlebih khusunya jemaat di gereja. Karena dengan kemajuan teknologi jemaat bisa belajar banyak hal tanpa bimbangan pada gembala dan mereka bisa mengambilkan keputusan meninggal Kristiani karena di sesatkan dengan ajaran yang, yang dipelajari pada Oleh karena itu, para gembala gereja harus beradaptasi dengan teknologi atau media sosial, jangan sampai jemaat lebih pintar menggunakan media sosial daripada gembalanya, itu Karena mau tidak mau gereja harus siap menerima perubahan zaman. Strategi Pembimbingan Jemaat di Era Disrupsi Globalisasi dan perkembangan teknologi yang pesat dapat dengan cepat mempengaruhi karakter seseorang. Oleh karena itu, pelatihan karakter sangat penting untuk mempersiapkan generasi muda menjadi pemimpin masa depan pada era disrupsi. Seperti apa yang dilakukan oleh Tim pkM STAKPN-Sentani mengadakan pelatihan kepemimpinan berkarakter di GPDI Jemaat Efata Ayapo untuk mendidik dan membentuk pemuda agar memiliki kemampuan mempertahankan diri dari pengaruh globalisasi budaya dan kemajuan teknologi. Kegiatan yang dilakukan oleh tim PkM STAKPN-Sentani meliputi pemberian pengetahuan, pembentukan sikap, dan penguatan manusia. Oleh karena itu, para gembala perlu mengadakan pelatihan kepada jemaat dan kaum muda untuk mendidik, membentuk dan mempersiapkan mereka menghadapi Rini Dewi Andini. AuStrategi Pemimpin Dalam Digital Leadership Di Era Disrupsi Digital,Ay Al-Irsyad 11, 1 . : 58. Suhadi and Arifianto. AuPemimpin Kristen Sebagai Agen Perubahan Di Era Milenial. Ay Marike Amanda Adeltania Lewar and others. AuUpaya Membangun Sikap Kasih Dalam Hidup Keluarga Kristiani Diera Digital,Ay Sinar Kasih: Jurnal Pendidikan Agama Dan Filsafat 2, no. : 110Ae121. Darman Syah Putra Zendrato et al. AuFamily Altar Sebagai Upaya Pembentukan Karakter Anak Dalam Menghadapi Tantangan Di Era Digital,Ay KHAMISYIM: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani 1, no. : 1527,https://ojs. id/index. php/khamisyim/indexKHAMISYIM:JurnalTeologidanPendidikanKristiani. CopyrightA 2025. Ritorner: Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia zaman perubahan yang begitu pesat karena di zaman sekarang manusia lebih suka berintraksi di media sosial daripada berinteraksi dengan manusia secara langsung. 30 Gembala memiliki peran penting dalam merancang strategi yang efektif untuk membimbing dan memberdayakan jemaat serta kaum muda di gereja. Demi pelayanan untuk terus maju maka jemaat perlu diperlengkapi. Secara konkret, gembala dapat menjalankan peran tersebut dengan beberapa cara. Pertama, gembala perlu menyediakan pembinaan rohani yang berstruktur, seperti kelas pemuridan, pendalaman Alkitab, dan pelatihan kepemimpinana rohani agar jemaat dan kaum muda semakin bertumbuh dalam iman. Kedua, gembala harus menjadi teladan dalam kehidupan iman, baik dalam karakter, ketekunan, maupun pelayanan, sehingga jemaat dan kaum muda memiliki panutan yang nyata dalam menjalani kehidupan Kristen. Ketiga, gembala perlu membangun hubungan yang dekat dengan jemaat dan kaum muda melalui pendampingan, konseling, dan perhatian yang tulus, agar mereka merasa diperhatikan dan didukung dalam perjalanan iman Di era disrupsi, terdapat berbagai tantangan dalam Pendidikan. Namun, di balik tantangan tersebut, ada peluang besar, yaitu bagaimana injil disebarkan melalui media sosial. Untuk memanfaatkan peluang ini, diperlukan strategi yang tepat dalam penyelenggaraan Pendidikan Kristen, seperti penyampaian kemajuan teknologi. Hal ini juga relevan dengan upaya membimbing dan memberdayakan jemaat di era disrupsi, agar mereka dapat berkembang dan menyesuaikan diri dengan kemajuan dalam perubahan. 32 Hasil dari penelitian jurnal Paulus Suyatno menunjukkan bahwa pentingnya Pendidikan agama Kristen harus diperkenalkan dengan benar kepada gereja di era disrupsi. 33 Oleh karena itu, gereja perlu memahami dan menyadari betapa pentingnya Pendidikan agama Kristen dalam gereja. Dalam hal ini menjadi strategi gembala untuk membimbing dan memberdayakan jemaat di era disrupsi dalam hal memberikan Pendidikan agama Kristen yang sehat bagi jemaat di gereja, sehingga mereka tidak mudah digoyahkan dengan perubahan yang terjadi. Tugas Gembala dalam Membimbing Jemaat Seorang pemimpin gereja perlu memiliki visi yang jelas dan menyampaikan visi tersebut kepada jemaat. Ini penting untuk mengninspirasi dan membimbing jemaat menuju tujuan pelayanan yang terbaik. Prioritas berarti mendahulukan hal-hal yang penting, dan prioritas utama dalam hidup adalah Tuhan, selain keluarga. Alkitab mengajarkan bahwa mengasihi Tuhan harus menjadi paling utama di atas segalanya (Matius 22:37-38. Lukas 10:38-. 34 Seorang gembala memiliki peran penting dalam melayani dan memimpin dengan visi yang jelas. Tugas utamanya adalah memastikan membimbing dan merawat jemaat, serta terpenuhinya kebutuhan mereka. Gembala juga bertanggung jawab melindungi jemaat dari bahaya dan mengarahkan mereka ke Markus S Gainau et al. AuMengatasi Tantangan Era Disrupsi: Pelatihan Kepemimpinan Kristen Yang Berkarakter Di GPdI Jemaat Efata Kampung Ayapo,Ay Jurnal PKM Setiadharma 4, no. : 157Ae166. Paulus Kunto Baskoro and Yonatan Alex Arifianto. AuFungsi Manajerial Gembala Sidang Dalam Memperlengkapi Pelayanan Jemaat Lokal,Ay Excelsis Deo: Jurnal Teologi. Misiologi, dan Pendidikan 5, no. : 111Ae126. Yuli et al. AuTantangan. Peluang. Dan Strategi Pendidikan Kristen Pada Era Disrupsi. Ay P Suyatno. AuPentingnya Pendidikan Agama Kristen Dalam Gereja Di Era Disrupsi,Ay LOGON ZOES: Jurnal Teologi. Sosial dan Budaya . Joko Santoso. AuPelayanan Hamba Tuhan Dalam Tugas Penggembalaan Jemaat,Ay SANCTUM DOMINE: JURNAL TEOLOGI 9, no. 1 (May 2. : 1Ae26. CopyrightA 2025. Ritorner: Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia tujuan yang diharapkan. 35 Seorang Gembala yang mampu memiliki hubungan baik dengan jemaatnya, memahami emosinya, dan kebutuhan mereka dapat membangun hubungan yang erat. Hal ini membantu gembala jemaat dengan labih baik sehingga dapat memberikan pelayanan yang relevan dan bermakna. Tugas penggembalaan adalah tanggung jawab yang berat jika tidak dilakukan dengan sukarela. Jika seorang gembala melayani tanpa kerelaan hati, mereka cenderung tidak akan mampu bertahan menjalani tugas yang berat. 36 Kerelaan seorang Gembala dalam melayani tidak boleh didasarkan pada keinginan pribadi, tetapi harus sesuai dengan kehendak Allah. Seorang gembala melayani dengan sukarela karena sadar bahwa pelayanan ini milik Alla. Allah juga yang akan memberikan kekuatan dan kemampuan dalam menghadapi setiap situasi dan tantangan pelayanan pengembalaan jemaat. 37 Rasul Paulus disebut sebagai tawanan Roh karena ia ditangkap oleh Tuhan untuk menjalankan tugas pengembalaan ke Yerusalem. Allah memiliki tujuan yang jelas dalam hidup Paulus, yaitu mengutusnya untuk memberitakan Injil Kristus dan menggembalakan umat Allah. Oleh karena itu, setiap orang yang terlihat dalam pelayanan penggembalaan seharusnya adalah mereka yang benar-benar dipanggil Tuhan untuk melaksanakan rencana-Nya. 38 Sebagai wakil Allah di bumi, tugas penggembalaan adalah memenangkan jiwa-jiwa yang belum mengenal Tuhan Yesus. Tugas ini harus dilakukan dengan kegembiraan, kerelaan hati, dan menghasilkan buah dipilih oleh Allah juga perlu memiliki sifat konsisten dalam hidupnya. Konsisten seharusnya menjadi salah satu ciri utama seorang pemimpin dalam pelayanan Namun, kata AukonsistenAy sering disalahartikan, karena banyak orang yang memaknainya sesuai pandangan pribadi. Konsisten dengan kata-kata juga penting, karena pemimpin yang konsisten dapat menjadi teladan bagi jemaat, pelayan, dan pekerjaan Tuhan yang Sayangnya, banyak pemimpin pelayanan penggembalaan masa kini yang cenderung menciptakan model pelayanan seperti Audomaden,Ay yaitu mudah pindah-pindah sesuai dengan permintaan atau kepentingan tertentu. Bahkan terkadang hal ini dilakukan semata-mata demi keuntungan pribadi dengan dalih Aupersembahan kasihAy . 39Tidak menjadi hamba uang . Timotius 3:. berarti tidak serakah (Titus 1:. , tidak hidup dengan kecintaan yang berlebihan terhadap uang, dan tidak menutupi berbagai dosa yang berhubungan dengan uang. Sebab, cinta uang adalah akar dari segala kejahatan. 40 Seperti Rasul Paulus yang tidak pernah menyerah dalam menjalakan pelayanannya, semua tugas dikerjakan dengan penuh tanggung Paulus melakukannya bukan sekedar karena perintah atau kewajiban, tetapi dengan sepenuh hati, memikul tanggung jawab tidak hanya dihadapan jemaat, tetapi juga dihadapan Tuhan. Seorang gembala, selain harus memiliki karakter yang konsisten, juga perlu hidup dengan integritas yang tinggi. Markus Sudjaewo menjelaskan bahwa integritas berkaitan dengan konsistensi dalam tindakan, nilai-nilai, metode, prinsip, harapan, dan semua hal yang dilakukan. Pieter Anggiat Napitupulu. AuKualifikasi Dan Tanggung Jawab Gembala Jemaat: Perspektif Teologis,Ay Jurnal Teologi Kependetaan 10, no. : 151. Innawati Innawati. AuPeranan Kepemimpinan Transformasi Gembala Sidang Bagi Pertumbuhan Gereja Masa Kini,Ay Missio Ecclesiae 5, no. : 74Ae89. Calvin Sholla RupaAo. AuCiri Khas Seorang Gembala Berdasarkan Perspektif 1 Petrus 5:1-4,Ay Jurnal Jaffray . Irwanto Sudibyo. AuPelayanan Kepemimpinan Penggembalaan Menurut Kisah Para Rasul 20:17-38,Ay Jurnal Teologi Grascia Deo . Ibid. Ibid. Sudjarwo. AuMengaplikasikan Integritas Gembala Jemaat Menurut Surat-Surat Penggembalaan. Ay CopyrightA 2025. Ritorner: Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia Orang yang berintegritas adalah orang yang jujur dan memiliki karakter yang kuat. 41 Tugas seorang gembala adalah menyelesaikan pelayanan dengan setia hingga akhir, benar-benar menjalankan dan tuntaskan. Pemberdayaan Jemaat di Era Disrupsi John Leonardo berpendapat dalam jurnal yang judulnya AuPeran Gembala Terhadap Manejamen Pola Pemuridan Kristen dalam 2 Timotius 2:2 di Era DisrupsiAy yang mengatakan bahwa seorang Gembala memiliki peran penting sebagai katalisator dalam pelayanan pemuridan jemaat, hal ini menuntut adanya integritas yang humanis dalam memanfaatkan teknologi dan digitalisasi di era disrupsi, dengan pendekatan yang fokus pada kemanfaatan. Tujuannya adalah agar pelayanan pemudik dapat menghadapi dan beradaptasi dengan perubahan zaman. Sebagai katalisator, gembala bertugas memilih melihat orang-orang percaya yang setia dalam gereja, serta memaksimalkan peran gereja sebagai organisasi dalam pelayanan. Dalam menjalankan pelayanan pemuridan, gembala perlu menerapkan manajemen yang terinspirasi dari 2 Timotius 2:2 dengan langkah-langkah sistematis, seperti perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, koordinasi, dan pengendalian. Gembala juga perlu menganalisis kemampuan, kelebihan, dan kepribadian anggota jemaat, melakukan evaluasi secara berkala baik secara individu maupun kelompok, serta mengintegrasikan sumber daya manusia dan non-manusia untuk mendukung Semua ini dilakukan agar visi dan tujuan pemuridan kepada jemaat, sesuai dengan Amanat Agung Yesus Kristus. 42 Gembala perlu mengenali kemampuan, kelebihan jemaatnya agar lebih mudah membimbing dan memberdayakan jemaatnya dengan efektif. Memberdayakan generasi muda untuk menumbuhkan karakter Kristus di era digital itu Hal ini bertujuan agar mereka tidak hanya mahir dalam menggunakan teknologi, tetapi juga memiliki integritas moral yang kuat sesuai dengan nilai-nilai Kristiani. Tantangan utama dalam membentuk karakter Kristus pada anak muda meliputi dampak negative media sosial, tekanan budaya global materialistis, dan kurangnya pengawasan dalam penggunaan teknologi. Media sosial, yang sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, seringkali menampilkan konten yang bertantangan dengan prinsip moral dan ajaran Kristus. 43 Dalam hal ini, jemaat bukan hanya berbicara tentang orang tua, namun anak muda juga mereka termasuk jemaat dalam gereja, yang perlu dibimbing dan memberdayakan oleh gembala, oleh karena itu, dalam proses membimbing dan memberdayakan anak muda, gembala perlu mengajak kerja sama dengan orang tua dari anak muda dan masyarakat perlu agar bisa membantu untuk memberikan arahan, pengawasan, dan dukungan agar generasi muda agar tetap berjalan sesuai dengan ajaran Kristus. Pola Kepemimpinan yang Relevan di Era Disrupsi Keteladan Yesus dalam memimpin para murid-Nya yang tercatat dalam alkitab merupakan sebuah pedoman bagi para gembala dalam membimbing dan memberdayakan jemaat di zaman perubahan ini. Oleh karena itu, ini merupakan tugas gembala yang harus dilakukan Ibid. J L P Purba and S Saptorini. AuPeran Gembala Terhadap Manajemen Pola Pemuridan Kristen Dalam 2 Timotius 2: 2 Di Era Disrupsi,Ay DIDASKO: Jurnal Teologi dan A . Depinta Michael Jordan Pinem. Hikman Sirait, and Tju Lie Lie. AuPemberdayaan Generasi Muda Dalam Menumbuhkembangkan Karakteristik Kristus Di Era Digital,Ay SESAWI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen 6, 1 . : 71Ae82. CopyrightA 2025. Ritorner: Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia sesuai dengan mandat dari Tuhan Yesus sebelum terangkat ke Surga. Katarina dan Krido Siswanto . yang mengatakan bahwa Yesus memberikan tugas untuk menggembalakan kepada orang-orang yang benar-benar bisa dipercaya. 44 Dalam kitab Efesus. Paulus menyatakan bahwa gereja memerlukan seorang pemimpin, dan Tuhan telah memberikan jabatan rohani di dalam gereja-Nya, salah satunya adalah gembala jemaat (Ef. Gembala jemaat bertugas memimpin jemaat agar bertumbuh dan mencapai kedewasaan rohani. Tanpa kepemimpinan yang baik, gereja tidak akan mampu mencapai tujuan tersebut. Oleh karena itu, peran gembala jemaat penting dibutuhkan jemaat. 45 Menurut Halim, gereja adalah kumpulan orang-orang yang telah menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat. Gereja juga terdiri dari mereka yang menjadi murid-Nya dan mengikuti cara hidup-Nya, dengan tujuan membawa karya keselamatan Allah bagi dunia. 46 Hasil penelitian jurnal Joni Manumpak menujukkan bahwa kepemimpinan jemaat yang relevan dengan zaman saat ini sangat dibutuhkan. Manajemen modern perlu diterapkan, dan Gembala Jemaat harus mampu menjadi pelopor di ruang hybrid. Selain kasih menunjukkan yang tulus dan siap menjadi sahabat sejati bagi jemaat, seorang gembala juga perlu memberikan pendapat yang produktif dan kreatif. 47 Tugas pemimpin di dalam gereja adalah memimpin jemaat untuk bertumbuh dan mencapai kedewasaan rohani. Kepemimpinan Kristen di era disrupsi adalah kepemimpinan yang didasarkan pada cinta, kasih, dan dirancang khusus untuk melayani. Seorang Kristen harus memiliki disiplin yang tinggi, yan menjadi salah satu ciri penting dalam kepemimpinan. Berbeda dengan kepemimpinan meltier yang sering memiliki jarak antara pemimpin dan yang dipimpin. Kepemimpinan Kristen bersifat melayani tanpa adanya hambatan. Keberhasilan sebuah organisasi sangat bergantung pada pemimpinnya. Untuk menjadi pemimpin yang unggul, diperlukan kedisiplinan dalam berbagai aspek, seperti disiplin berdoa, waktu yang tepat, mengikuti ibadah, melakukan saat teduh, membaca firman Tuhan, dan melayani Yesus baik dalam ofline maupun online. Kepemimpinan adaptif sering diartikan sebagai cara memimpin yang melibatkan orang-orang untuk menghadapi masalah dan tantangan sulit, sehingga dapat mendorong terjadinya perubahan dalam sebuah organisasi. 49 Oleh karena itu pola yang relevan di era disrupsi adalah bagaimana seorang pemimpin gereja bukan hanya hadir dalam gereja menyampaikan firman kepada jemaat, tetapi juga bagaimana seorang pemimpin hadir memberikan perhatian, kasih sayang kepada Sehingga, gembala dan jemaat dapat memiliki hubungan yang kuat dan gembala mendapatkan kesempatan untuk membimbing dan memberdayakan jemaat di era disrupsi. K Katarina and Krido Siswanto. AuKeteladanan Kepemimpinan Yesus Dan Implikasinya Bagi Kepemimpinan Gereja Pada Masa Kini,Ay Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat 2, no. : 87Ae98. Kalis Stevanus. AuKepemimpinan Gembala Jemaat Menurut 2 Timotius 4:1-5,Ay KINAA: Jurnal Kepemimpinan Kristen dan Pemberdayaan Jemaat 2, no. : 99Ae119. Makmur Halim. Gereja Di Tengah-Tengah Perubahan Dunia (Penerbit Gandum Mas, 2. Joni Manumpak Parulian Gultom. AuStrategi Gembala Jemaat Dalam Pembangunan Motivasi Dan Konsistensi Spiritual Generasi AoZ,AoAy Jurnal Gamaliel: Teologi Praktika 5, no. : 45Ae62, https://jurnal. id/index. php/gamaliel/article/view/152/54. Mega Intan Tambunan. Trivena Br Nadeak, and Ibelala Gea. AuMeretas Tipe Kepemimpinan Militeristis Dalam Kepemimpinan Kristen Di Era Disrupsi Digital,Ay Jurnal Teologi Injili dan Pendidikan Agama 1, no. 14Ae25. Windy Kartika Putri Widayanti and Asep Kusman. AuKepemimpinan Adaptif Yang Relevan Diterapkan Dalam Organisasi Tni Di Era Vuca: Suatu Tinjauan Literatur,Ay Jurnal Elektrosista 10, no. : 128Ae138. CopyrightA 2025. Ritorner: Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia KESIMPULAN Era disrupsi merupakan masa terjadinya inovasi dan perubahan besar yang secara mendasar mengubah berbagai sistem, aturan, dan pola yang sudah ada menjadi cara-cara baru. Di era disrupsi, terdapat berbagai tantangan dalam membimbing dan memberdayakan jemaat di era disrupsi. Namun, di balik tantangan tersebut, ada peluang besar, yaitu bagaimana membimbing dan memberdayakan jemaat melalui perkembangan digital yang membawa Oleh sebab itu, seorang pemimpin gereja perlu memiliki visi yang jelas dan menyampaikan visi tersebut kepada jemaat. Ini penting untuk menginspirasi dan membimbing jemat menuju tujuan pelayanan yang terbaik. Prioritas berarti mendahulukan hal-hal yang penting, dan prioritas utama dalam hidup adalah Tuhan. Dalam menghadapi era disrupsi, kepemimpinan dalam pelayanan penggembalaan harus didasarkan pada prinsip cinta dan kasih yang meneladani Kristus. Konsistensi dalam perkataan dan tindakan menjadi kunci utama bagi seorang pemimpin agar dapat menjadi teladan bagi Seorang gembala yang baik harus memiliki disiplin yang tinggi serta menerapkan langkah-langkah konkret dalam memberdayakan jemaat, seperti membangun kedewasaan rohani, memperkuat kemunitas iman, serta mendorong keterlibatan aktif dalam pelayanan. Dengan kepemimpinan yang berlandaskan kasi dan pelayanan, gereja akan mampu bertumbuh dan menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan ara. DAFTAR PUSTAKA