Jurnal Ilmiah Pamenang - JIP E-ISSN : 2715-6036 P-ISSN : 2716-0483 DOI : 10. Vol. 6 No. Desember 2024, 211 - 217 HUBUNGAN BODY MASS INDEX (BMI) DENGAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA DI DESA PELEM KECAMATAN CAMPURDARAT KABUPATEN TULUNGAGUNG RELATIONSHIP BETWEEN BODY MASS INDEX (BMI) AND BLOOD PRESSURE IN THE ELDERLY IN PELEM VILLAGE. CAMPURDARAT DISTRICT, TULUNGAGUNG REGENCY Suharyoto1*. Suciati1. Lasman1. Ayup Kurniawan1 1 STIKes Hutama Abdi Husada Tulungagung. Jawa Timur. Indonesia *Korespondensi Penulis : suharyoto@stikestulungagung. Abstrak Berat badan berlebih merupakan suatu faktor utama . ersifat fleksibe. yang mempengaruhi tekanan darah dan juga perkembangan hipertensi. Gizi lebih dengan akumulasi lemak tubuh berlebihan meningkatkan risiko menderita penyakit degenerative seperti tekanan darah. Tujuan penelitian ini menghubumgkan body mass index (BMI) dengan tekanan darah pada lansia di Desa Pelem Kecamatan Campurdarat Kabupaten Tulungagung tahun 2017. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 19 Maret 2017. Jenis penelitian observasional, desain analitik dengan pendekatan cross sectional dan instrument penelitian berupa kuesioner. Populasi penelitian semua lansia dengan total 50 lansia di Desa Pelem Kecamatan Campurdarat. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling sejumlah 40 orang. Variabel independent BMI, variabel dependent tekanan darah. Data dianalisis dengan uji spearman rho. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar dari responden mempunyai BMI dengan kategori BB normal yaitu sebanyak 28 orang . %) dan hampir seluruhnya dari responden mempunyai tekanan darah normal, yaitu sebanyak 31 orang . ,5%). Uji statistik spearman rho didapatkan P Value = 0,000 < 0,05 sehingga H1 diterima, yang berarti ada hubungan body mass index (BMI) dengan tekanan darah pada lansia di Desa Pelem Kecamatan Campurdarat Kabupaten Tulungagung tahun 2017. Nilai koefisien korelasinya sebesar 0,634 artinya hubungannya searah. Jika seseorang memiliki BMI tinggi maka berisiko memiliki tekanan darah yang tinggi pula. Tenaga kesehatan diharapkan dapat memberikan penyuluhan tentang BMI dan hipertensi pada lansia sehingga dampak/komplikasi dari hipertensi dapat diminimalisir. Kata kunci : Body Mass Index. Lansia. Tekanan Darah Abstract Excess body weight is a major factor . that affects blood pressure as well as the development of hypertension. Less nutrition can increase the risk of infectious diseases and more nutrition with excessive body fat accumulation increases the risk of suffering degenerative diseases such as blood pressure. The purpose of research body mass index (BMI) relationship with blood pressure in elderly in Pelem Village. Campurdarat District. Tulungagung regency in 2017. The research was conducted on March 19, 2017. Type of observational research, analytic design with cross sectional approach and research instrument in the form of questionnaire. Research population of all elderly with total 50 elderly in Pelem Village. Campurdarat Sub-district. Samples were taken by purposive sampling technique of 40 people. Independent variable BMI, dependent variable of blood pressure. Data were analyzed by spearman rho test. The result showed that most of the respondents had BMI with normal BB category which was 28 people . %) and almost all of the respondents had normal blood pressure, that is 31 people . ,5%). Spearman rho statistic test obtained P Value = 0,000 <0,05 so that H1 accepted, which means there is relation body mass index (BMI) with blood pressure at elderly in Pelem Village District Campurdarat Tulungagung regency year 2017. The body mass index of the elderly can be used as a prediction of disease experienced by the elderly, where high BMI in the obesity category allows the elderly to experience Submitted Accepted Website : 15 Agustus 2024 : 28 November 2024 : jurnal. di | Email : jurnal. pamenang@gmail. Hubungan Body Mass Index (Bm. Dengan Tekanan . (Suharyot. diseases such as diabetes and high blood pressure. Health workers are expected to provide counseling about BMI and hypertension in the elderly so that the incidence of hypertension can be Keywords : Body Mass Index. Elderly. Blood Pressure Pendahuluan Pola hidup sehat pada lansia adalah suatu gaya hidup dengan memperhatikan faktorfaktor tertentu yang mempengaruhi kesehatan, antara lain makanan dan olahraga yang bertujuan untuk mempertahankan berat badan di seputar nilai ideal (Indrayani and Ronoatmojo, 2. Berat badan berlebih merupakan suatu faktor utama . ersifat fleksibe. yang mempengaruhi tekanan darah dan juga perkembangan hipertensi. Kurang lebih 46% pasien dengan indeks masa tubuh 27 adalah penderita hipertensi. Masyarakat berpendapat bahwa badan yang gemuk merupakan bukti bahagia dan kejayaan suatu Sebagian besar masyarakat tidak mengetahui apakah berat badan dan tekanan darah masyarakat tersebut sudah melebihi normal atau tidak, begitu juga dampak yang ditimbulkan bila tidak diketahui dan dikontrol, yaitu akan resiko terkena tekanan darah tinggi (Mambodiyanto, 2. Body Mass Index (BMI) merupakan metode yang murah, mudah dan sederhana untuk menilai status gizi pada seorang Pengukuran menggunakan BMI berhubungan dengan kekurangan dan kelebihan status gizi. Gizi kurang dapat meningkatkan risiko terhadap penyakit infeksi dan gizi lebih dengan meningkatkan risiko menderita penyakit degenerative seperti tekanan darah (Depkes RI, 2. Sementara tekanan darah merupakan keadaan dimana tekanan yang dikenalkan oleh darah pada pembuluh arteri ketika darah dipompa oleh jantung ke seluruh anggota tubuh. Tekanan darah dapat dilihat dengan mengambil dua ukuran dan biasanya ditunjukkan dengan angka seperti berikut 120/80 mmHg (Setiawan et al. , 2. Menurut WHO . angka kejadian hipetensi di seluruh dunia sekitar 972 juta orang atau 26,4% penghuni bumi dengan perbandingan 26,6% pria dan 26,1% wanita. Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS, 2. Prevalensi hipertensi di indonesia mencapai 28,8%. Dari jumlah tersebut diklasifikasi bahwa hipertensi pada lansia dengan umur > 55 tahun terjadi sebanyak 63,8% Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur diperoleh bahwa jumlah penderita tekanan darah tinggi sejumlah 994 orang atau . ,16%) dari total seluruh penduduk > 18 tahun di Jawa Timur yang dilakukan pengukuran tekanan darah (Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. Data di Kabupaten Tulungagung tahun 2016 jumlah penderita hipertensi sebanyak 115 orang atau . ,6%) dari total seluruh penduduk > 18 tahun di Kabupaten Tulungagung yang dilakukan pengukuran tekanan darah, terdiri dari 7. 907 laki-laki dan 208 perempuan. Hipertensi menjadi masalah kesehatan bagi masyarakat, karena jika tidak terkendali komplikasi yang berbahaya, akibatnya bisa fatal karena sering timbul komplikasi, misalnya: stroke, penyakit jantung koroner, dan gagal ginjal (Akbar. , & Tumiwa. Kelebihan berat badan dapat meningkatkan resiko seseorang terserang penyakit hipertensi. Semakin besar masa tubuh, maka semakin banyak darah yang dibutuhkan untuk memasok oksigen dan makanan ke jaringan tubuh. Berarti volume darah yang beredar melalui pembuluh darah meningkat, sehingga akan member tekanan lebih besar ke dinding arteri (Olahraga and Kesehatan, 2. Upaya untuk mencegah hipertensi salah satunya adalah harus menjaga berat badan dengan baik, dengan angka indeks massa tubuh sekitar 18. 9 kg/m2. Selain itu juga dapat melakukan pola makan rendah garam karena garam salah satu penyebab komplikasi penyakit seperti gangguan ginjal, jantung dan stroke. Aktivitas fisik seperti olahraga juga bisa membantu tubuh terhindar dari hipertensi. Olahraga seperti jalan cepat atau senam aerobik selama 30 menit dalam sehari dan dilakukan sebanyak lima sampai tujuh hari bisa mencegah hipertensi (Sukesi. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk memberikan pengetahuan dan skrining kesehatan bagi lansia untuk mencegah hipertensi dengan menjaga berat badan Hubungan Body Mass Index (Bm. Dengan Tekanan . (Suharyot. dengan baik untuk mencapai lansia sehat terhindar hipertensi. Metode Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 19 Maret 2017 di Desa Pelem Kecamatan Campurdarat Kabupaten Tulungagung. Desain penelitian yang digunakan analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional dimana tiap subyek penelitian hanya diobservasikan sekali saja dan pengukuran dilakukan terhadap variabel subjek pada saat Populasi penelitian semua lansia dengan total 50 lansia di Desa Pelem Kecamatan Campurdarat. Sampel penelitian lansia di Desa Pelem Kecamatan Campurdarat yang memenuhi kriteria inklusi sejumlah 40 orang dengan teknik pengambilan sampel purposive Variable independen penelitian adalah body mass index (BMI). Variable dependen penelitian adalah tekanan darah. Pengumpulan data menggunakan alat ukur penelitian adalah Timbangan injak. Mikrotoa . lat pengukur tinggi bada. Spigno magno meter, stetoskop, dan lembar observasi. Teknik uji statistik yang dipilih berdasarkan tujuan uji yaitu hubungan . orelasi/asosias. dan skala data Body Mass Index adalah ordinal, sedangkan kelengkapan tekanan darah lansia adalah ordinal. Berdasarkan acuan tersebut maka digunakan tehnik uji Spearman Rho. Perhitungan dilakukan dengan progam SPSS. Hasil Diagram 2 Distribusi berdasarkan umur Diagram 4. 2 diatas menunjukkan bahwa dari total 40 responden, sebagian besar responden berusia 65-70 tahun yaitu sejumlah 23 orang . ,5%). Tabel 1 Distribusi frekuensi body mass index (BMI) pada lansia BMI BB Kurang BB Normal Overweight Obesitas I Jumlah Frekuensi Persentase Berdasarkan tabel 1 diatas didapatkan bahwa dari total 40 responden sebagian besar dari responden mempunyai BMI dengan kategori BB normal yaitu sebanyak 28 orang . %). Tabel 2 Distribusi darah pada lansia Persentase Tekanan Darah Normal Hipotensi Hipertensi Jumlah Frekuensi Berdasarkan tabel 2 diatas didapatkan bahwa dari total 40 responden hampir seluruhnya dari responden mempunyai tekanan darah normal, yaitu sebanyak 31 orang . ,5%). Tabel 3 Distribusi frekuensi hubungan body mass index (BMI) dengan tekanan darah pada lansia Diagram 1. Distribusi berdasarkan jenis kelamin Diagram diatas menunjukkan bahwa dari total 40 responden, sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan yaitu sebanyak 24 orang . %). BMI BB Normal Overweight Obesitas I Jumlah Uji Spearman Rho A (Koefisien Korelas. Tekanan Darah Normal Hipertensi 26 83,9 P value: A = 0,05 0,000 Total 0,634 Hubungan Body Mass Index (Bm. Dengan Tekanan . (Suharyot. Hasil penelitian pada tabel 3 dapat diinterpretasikan bahwa dari total 31 responden yang memiliki tekanan darah ,9%) mempunyai BB normal sedangkan dari total 9 responden yang memiliki tekanan darah tinggi . , sebagian besar memiliki BB Obesitas Kategori I. Hasil analisa data kuantitatif dengan uji statistic Spearman Rho dengan berbantuan SPSS diinterpretasikan hasil uji statistik speraman rho menghasilkan nilai P Value = 0,000 lebih kecil dari nilai A = 0,05 . ,000 < 0,. sehingga H0 ditolak dan H1 diterima, yang berarti ada hubungan body mass index (BMI) dengan tekanan darah pada lansia di Desa Pelem Kecamatan Campurdarat Kabupaten Tulungagung. Nilai koefisien korelasinya sebesar 0,634 artinya hubungannya searah. Jika seseorang memiliki BMI tinggi maka berisiko memiliki tekanan darah yang tinggi Pembahasan Body mass index (BMI) pada lansia di Desa Pelem Kecamatan Campurdarat Kabupaten Tulungagung Berdasarkan tabel 1 didapatkan bahwa dari total 40 responden sebagian besar dari responden mempunyai BMI dengan kategori BB normal yaitu sebanyak 28 orang . %), sebagian kecil responden mempunyai BMI dengan kategori overweigh yaitu sebanyak 7 . ,5%) dan sebagian kecil lagi mempunyai BMI dalam kategori obesitas I yaitu sebanyak 5 responden . ,5%). BMI merupakan rumus matematis yang dinyatakan sebagai berat badan . alam kilogra. dibagi dengan kuadrat tinggi badan . alam mete. Penggunaan rumus ini hanya dapat diterapkan pada seseorang berusia antara 19 hingga lansia 70 tahun, berstruktur tulang belakang normal, bukan atlet atau binaragawan, dan bukan ibu hamil atau Pengukuran BMI ini dapat digunakan terutama jika pengukuran tebal lipatan kulit tidak dapat dilakukan atau nilai bakunya tidak tersedia (Islamy, 2. Berat badan normal adalah yang memiliki BMI Dalam penelitian ini BMI lansia tergolong kategori berat badan normal pada mayoritas responden. BMI pada lansia normal adalah antara 18. 9 kg. Namun demikian ada sebagian kecil responden yang mengalami overweight dengan BMI sedikit diatas normal. Faktor-faktor yang mempengaruhi BMI antara lain: usia, jenis kelamin, genetik, pola makan dan aktivitas. Menurut penelitian BMI dengan kategori kelebihan berat badan lebih banyak ditemukan pada laki-laki. Namun, angka kejadian obesitas lebih tinggi pada perempuan dibandingkan dengan laki-laki. Data dari National Health and Nutrition Examination Survey (NHANES) periode 1999-2000 menunjukkan tingkat obesitas pada laki-laki sebesar 27,3% dan pada perempuan sebesar 30,1% di Amerika. Fakta di tempat penelitian menunjukkan bahwa kejadian overweight lebih banyak dialami oleh wanita. Hal tersebut dapat saja terjadi karena perubahan hormone wanita atau juga wanita pada usia lansia cenderung lebih sedikit beraktifitas dibandingkan laki-laki. Selain itu hasil hasil penelitian dalam lampiran 6 dapat diidentifikasi bahwa dari total 40 responden, hampir setengah responden adalah berumur 60-65 tahun dan BMI nya dalam kategori berat badan normal yaitu sebanyak 13 responden . ,5%). Menurut Kementrian Kesehatan RI . bahwa usia 40-49 dan 50-59 tahun memiliki risiko lebih tinggi mengalami obesitas dibandingkan kelompok usia kurang dari 40 tahun. Keadaan ini dicurigai oleh karena lambatnya proses metabolisme, berkurangnya aktivitas fisik, dan frekuensi konsumsi pangan yang lebih sering. Hal tersebut menunjukkan bahwa semakin tua usia seseorang akan semakin lambat proses metabolismenya sehingga dapat menyebabkan Menurut peneliti kenyataan di tempat penelitan bahwa responden dengan usia 60-65 tahun mengalami overweight dan obesitas. Hal tersebut karena semakin tua maka proses metaboli sm semakin lambat, dan didukung aktivitas fisik yang semakin berkurang, sehingga sisa pembakaran tersimpan dalam bentuk lemak dan membuat lansia semakin Tekanan darah pada lansia di Desa Pelem Kecamatan Campurdarat Kabupaten Tulungagung Berdasarkan tabel 2 didapatkan bahwa dari total 40 responden hampir seluruhnya dari responden mempunyai tekanan darah normal, yaitu sebanyak 31 orang . ,5%) dan Hubungan Body Mass Index (Bm. Dengan Tekanan . (Suharyot. hipertensi yaitu sebanyak 9 . ,5%). Tekanan darah merupakan tekanan yang dihasilkan oleh aliran darah di dinding pembuluh darah karena adanya dorongan oleh kontraksi jantung. Tekanan darah terbagi menjadi 2 yaitu tekanan sistolik dan tekanan Tekanan sistolik merupakan tekanan maksimum di arteri saat jantung dalam fase kontraksi dengan nilai normal 120 mmHg, sedangkan tekanan diastolic merupakan tekanan minimum di arteri saat jantung dalam fase relaksasi diantara dua kontraksi yaitu atrium dan kontraksi ventrikel dengan nilai normal 80 mmHg. Tekanan darah dapat diukur dengan satuan milimeter air raksa (Islamy. Aesthetica & Farasari, 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekanan darah lansia dalam kategori normal yaitu tekanan darah sistolik 120-139 mmHg dan tekanan darah diastolik 80-89 mmHg. Tekanan darah tersebut termasuk dalam kagetori tekanan darah normal, namun apabila naik sedikit lagi dapat terjadi hipertensi. Sementara itu ada sebagian kecil response yang mengalami hipertensi. Tekanan darah perlu mendapatkan perhatian secara berkala untuk diketahui kenanikan tekanan darah, sehingga dapat segera diantisipasi apabila terjadi hipertensi. Selain itu konsumsi makanan yang sesuai dengan pola makan lansia sangat dianjutkan untuk menjaga tekanan darah agar tetap normal. Faktor-faktor tekanan darah antara lain: umur, ras, status sosial, riwayat keluarga dan jenis kelamin. Menurut Mujiran. Setiyawan and Rizqie . semakin bertambahnya umur, semakin besar resiko terkena tekanan darah tinggi, terutama sistolik. Hal ini sebagian besar disebabkan oleh arteriosklerosis. Kenyataan di tempat penelitian tersebut menunjukkan bahwa lansia dengan rentang usia 60-65 tahun tekanan darahnya normal sedangkan lansia yang berumur 66-70 tahun ada sebagain kecil yang mengalami hipertensi. Keadaan tersebut dikarenakan seiring bertambahnya umur pembuluh darah atau arteriosklerosis. Selain itu berdasarkan hasil penelitian dalam lampiran 6 dapat diidentifikasi setengah responden adalah perempuan tekanan darahnya normal yaitu sebanyak 20 responden . %), dan ada sebagian kecil responden perempuan yang mengalami hipertensi yaitu 4 . %) responden. Menurut Mujiran. Setiyawan and Rizqie . berdasarkan journalof Clinical Hypertension. Oparil menyatakan bahwa perubahan hormonal yang sering terjadi pada wanita menyebabkan wanita lebih cenderung memiliki tekanan darah tinggi. Hal ini juga menyebabkan resiko wanita terkena penyakit jantung menjadi lebih tinggi. Menurut peneliti, fakta yang ada di tempat penelitian sudah sesuai bahwa ada sebagian kecil wanita yang mengalami Hal ini dikarenakan wanita mengalami klimakterium atau menopause dengan perubahan hormonal yang tinggi sehingga terjadi ketidakseimbangan dalam sistem kardiovaskuler yang berdampak pada naiknya tekanan darah. namun demikian secara umumnya banyak wanita yang tekanan darahnya normal Hubungan body mass index (BMI) dengan tekanan darah pada lansia di Desa Pelem Kecamatan Campurdarat Kabupaten Tulungagung Hasil penelitian pada tabel 3 dapat diinterpretasikan bahwa dari total 40 responden sebagian besar dari responden mempunyai BMI dalam kategori BB normal dan tekanan darahnya normal, yaitu sejumlah 26 . %). Hasil analisa data kuantitatif dengan uji statistic Spearman Rho dengan berbantuan SPSS diinterpretasikan hasil uji statistik speraman rho dengan signifikan 0,05 menghasilkan nilai P Value = 0,000 lebih kecil dari nilai A = 0,05 . ,000 < 0,. sehingga H0 ditolak dan H1 diterima, yang berarti ada hubungan body mass index (BMI) dengan tekanan darah pada lansia di Desa Pelem Kecamatan Campurdarat Kabupaten Tulungagung tahun 2017. Menurut Mahmudah et al. perubahan fisiologis dapat menjelaskan hubungan antara kelebihan berat badan dan tekanan darah, yaitu terjadinya resistensi insulin dan hiperinsulinemia, ativasi saraf simpatis dan sistem reninangiotensin, dan perubahan fisik pada ginjal. Peningkatan konsumsi energi juga meningkatkan insulin menyebabkan terjadinya reabsorpsi natrium dan peningkatan tekanan darah secara terus Obesitas merupakan ciri dari Hubungan Body Mass Index (Bm. Dengan Tekanan . (Suharyot. populasi penderita hipertensi. Curah jantung dan sirkulasi volume darah penderita hipertensi yang obesitas lebih tinggi dari penderita hipertensi yang tidak obesitas. Pada obesitas tahanan perifer berkurang atau normal, sedangkan aktivitas saraf simpatis meninggi dengan aktivitas renin plasma yang Fakta dan teori tersebut sudah sesuai bahwa lansia yang memiliki BMI normal memiliki tekanan darah normal yaitu 26 . %) responden, sedangkan yang memiliki BMI dalam kategori overweight dan obesitas mengalami hipertensi yaitu sebanyak 7 . ,5%). Hal tersebut menunjukkan adanya hubungan antara BMI dengan tekanan darah. Indek masa tubuh pada lansia ini dapat dijadikan antisipasi penyakit yang dialami lansia, dimana BMI yang tinggi dalam kategori obesitas memungkinkan lansia mengalami benyakit seberti diabetes dan tekanan darah tinggi. Kesehatan lansia dapat dikontrol melalui BMI apakah lansia tersebut dalam ambang batas normal atau bersiko mengalami penyakit pada usia lansia. Kesimpulan Berdasakan hasil penelitian dapat diambil kesimpulan bahwa dari total 31 responden yang memiliki tekanan darah normal, hampir seluruhnya . ,9%) mempunyai BB normal sedangkan dari total 9 responden yang memiliki tekanan darah tinggi . , sebagian besar memiliki BB Obesitas Kategori I. Hasil uji statistik spearman rho didapatkan p value 0,000 < = 0,05 dan A=0,634. Hal ini berarti bahwa terdapat hubungan searah antara BMI dengan tekanan darah responden. Ucapan Terima Kasih Kami ucapkan terima kasih ke semua pihak yang telah membantu dan berkontribusi dalam terlaksananya kegiatan penelitian ini. Daftar Pustaka