Jurnal Pendidikan Bahasa Volume 15. Nomor 2. Juni 2025 | ISSN: 2088-0316 | e-ISSN: 2685-0133 https://doi. org/10. 37630/jpb. Trauma Seksual dalam Novel Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam Karya Dian Purnomo Ichtiar Syahru Ramadhan1,*. Dzarna1. Agus Milu Susetyo1 Universitas Muhammadiyah Jember *Corespondence: ichtiarsyahruramadhan@gmail. Artikel Info Abstrak Submission Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan faktor-faktor yang menyebabkan trauma seksual, serta untuk menggambarkan berbagai jenis trauma seksual yang ditemukan dalam novel Dian Purnomo berjudul Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metodologi sastra dalam psikologi berdasarkan psikoanalisis Sigmund Freud. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Kata-kata, kalimat, dan dialog yang ditemukan dalam novel adalah bagian dari data yang dikumpulkan. yang menunjukkan penyebab trauma seksual serta gambaran trauma seksual yang dialami oleh tokoh utama. pengumpulan data meliputi proses membaca dan mencatat data yang relevan, kemudian mengklasifikasikannya berdasarkan indikator yang telah ditetapkan. Tahapan analisis data dimulai dengan mereduksi data sesuai dengan bentuk-bentuk trauma seksual yang teridentifikasi. Analisis dilakukan dengan merujuk pada konsep psikologi Sigmund Freud. Temuan menunjukkan adanya dua penyebab utama trauma seksual pada tokoh utama, yaitu, kekerasan psikis dan kekerasan fisik. Selain itu, gambaran trauma seksual yang dialami oleh tokoh utama meliputi, trauma fisik dan trauma psikis. Berdasarkan hasil analisis, penelitian ini menyimpulkan bahwa trauma yang digambarkan dalam novel Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam karya Dian Purnomo tergolong sebagai trauma psikologis jika ditinjau melalui pendekatan psikologi sastra. Peneliti merekomendasikan adanya studi lanjutan dengan pendekatan serupa yang lebih mendalam, tidak hanya berfokus pada tokoh utama tetapi juga pada karakter lain dalam novel tersebut. 2025-05-18 Revisions 2025-06-16 Publish 2025-06-21 Kata Kunci: Trauma. Novel. Psikologi Sastra Sigmund Freud This is an open access article under the CC - BY license. PENDAHULUAN Pengalaman masa lalu akan selalu terhubung, secara tidak sadar juga membentuk perilaku seseorang di masa yang akan datang. Saat seorang anak yang mendapatkan pelecehan seksual, akan berdampak panjang. Hal ini sangat berkaitan dengan trauma yang berkepanjangan, walaupun ketika tumbuh dewasa. Menurut Prasetyo . dampak kekerasan seksual terhadap perempuan dapat bersifat fatal, seperti pembunuhan atau bunuh diri, serta non-fatal yang mencakup cedera fisik, gangguan psikologis, gangguan reproduksi, dan perubahan Trauma didefinisikan sebagai respons perilaku individu yang tidak normal akibat mengalami suatu peristiwa yang sangat membekas, sehingga berdampak pada gangguan psikologis yang sulit dilupakan (Nihayah et al. , 2. Individu yang mengalami trauma berkepanjangan berpotensi mengembangkan Gangguan Stres Pasca Trauma atau Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD). PTSD merupakan salah satu gangguan kejiwaan yang dikaji dalam ilmu psikologi. Psikologi, sebagai salah satu cabang ilmu humaniora, memiliki keterkaitan erat dengan kajian sastra. Psikologi sastra merupakan salah satu pendekatan dalam studi sastra yang memandang karya sastra sebagai cerminan aktivitas kejiwaan manusia. Pendekatan ini memungkinkan analisis karya sastra tidak hanya sebagai produk estetika, tetapi juga sebagai manifestasi dari kondisi psikologis para tokoh dan penciptanya. https://ejournal. id/index. php/jpb/index Jurnal Pendidikan Bahasa Vol. No. Juni 2025 ISSN: 2088-0316 | e-ISSN: 2685-0133 https://doi. org/10. 37630/jpb. Menurut Ahmadi . , psikologi sastra mengkaji permasalahan kejiwaan manusia . yang terdapat dalam karya sastra, baik dari perspektif karya, pengarang, maupun pembaca. Secara historis, psikologi awalnya merupakan bagian dari filsafat karena keduanya membahas tentang jiwa. Namun, seiring perkembangan ilmu pengetahuan, psikologi berkembang menjadi disiplin ilmu yang mandiri, yang berfokus pada studi tentang manusia dan perilakunya. Keterkaitan antara psikologi dan sastra terletak pada fokus keduanya dalam memahami manusia, di mana sastra menggambarkan karakter dan konflik yang dialami, sedangkan psikologi menjelaskan dinamika kejiwaan yang mendasarinya. Ketika seseorang mengalami kekerasan seksual, baik secara fisik maupun psikologis, peristiwa tersebut dapat menyebabkan trauma mendalam. Trauma akan terus melekat pada individu tersebut sepanjang hidupnya, mempengaruhi kehidupan seorang individu dengan rasa tidak nyaman dan tidak aman yang selalu terasa menghantui. Novel sebagai bentuk karya sastra sering kali merefleksikan kisah-kisah yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Dalam novel, tokoh memegang peranan penting karena mampu mencerminkan berbagai karakter dan perilaku yang berhubungan dengan aspek psikologis dan pengalaman manusia dalam kehidupan nyata. Menurut Effendi & Hetilaniar . novel sebagai karya imajinatif menghadirkan gambaran kehidupan melalui pengalaman dan respons tokoh-tokohnya, yang disampaikan kepada pembaca sesuai dengan sudut pandang pengarang terhadap kehidupan. Sejalan dengan itu. Dwijayanti et al. , . menyatakan bahwa novel dalam sastra merupakan sebuah bentuk cerita yang berawal dari konflik atau masalah yang dihadapi oleh tokoh hingga mencapai tahap penyelesaian. Dalam karya sastra, sikap dan latar belakang penulis memiliki pengaruh signifikan terhadap bentuk dan isi karya yang dihasilkan. Setiap pengalaman, pandangan, serta nilai-nilai yang dianut oleh penulis akan tercermin dalam narasi, karakter, dan tema yang Oleh karena itu, realitas yang digambarkan dalam sebuah karya sastra tidak sepenuhnya identik dengan kenyataan objektif atau kebenaran faktual di dunia nyata. Karya sastra merupakan hasil imajinasi kreatif yang mungkin saja terinspirasi dari realitas, tetapi mengalami proses transformasi melalui perspektif dan interpretasi penulis. Novel sebagai salah satu bentuk karya sastra telah menjadi populer dan kini tersedia dalam format cetak dan digital, memudahkan akses bagi pembaca. Pemikiran kreatif seorang pencipta terbentuk melalui hasil pertimbangannya sendiri dan dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya (Faisal et al. , 2. Salah satu aspek kehidupan yang kerap diangkat dalam karya sastra adalah kekerasan seksual, sebuah fenomena global yang tidak dapat diabaikan, terutama bagi perempuan. Novel yang berjudul Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam. Dian Purnomo mengeksplorasi tema kekerasan seksual. Karya kesembilan penulis setelah enam tahun hiatus tanpa publikasi, dan ditulis setelah ia mendapatkan Grant Residensi Penulis Indonesia 2019 di Sumba. Penulis, yang merupakan lulusan kriminologi dari Universitas Indonesia, secara aktif menyelenggarakan kelas penulisan di ruang publik dengan imbalan berupa kontribusi positif. Karya ini menyoroti kehidupan tokoh utama wanita. Magi Diela, seorang gadis dari Sumba yang memiliki gelar sarjana pertanian dari Yogyakarta. Meskipun ia berharap untuk menerapkan ilmunya di kampung halamannya. Magi justru menjadi korban tradisi kawin tangkap di daerahnya. Para perempuan yang menjadi korban kawin culik tidak hanya mengalami kekerasan seksual, tetapi juga gangguan kesehatan mental pasca-peristiwa tersebut, seperti yang dialami Magi. Penelitian terkait yang membahas permasalahan trauma dalam karya sastra telah dilakukan oleh beberapa peneliti sebelumnya. Pertama, penelitian yang dilakukan oleh Aulia . menganalisis novel Lelaki Harimau karya Eka Kurniawan dengan fokus pada bentuk trauma kejiwaan yang dialami oleh tokoh Margio. Penelitian ini menggunakan teori struktur naratif A. Greimas dan menerapkan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh Margio mengalami trauma pascatrauma akibat kekerasan yang dialaminya bersama ibunya. Kedua, penelitian oleh Santoso. G . mengkaji trauma seksual yang dialami oleh tokoh Ajo Kawir dalam novel Seperti Dendam. Rindu Harus Dibayar Tuntas karya Eka Kurniawan. Penelitian ini menggunakan teori psikoanalisis Sigmund Freud dan berfokus pada dua aspek: trauma seksual yang dialami Ajo Kawir dan dampaknya terhadap karakter lain dalam novel. Hasil penelitian mengungkapkan adanya konsep trauma seksual serta dampaknya terhadap kepribadian dan interaksi antar tokoh. Ketiga, penelitian yang dilakukan oleh Miranda. berjudul Menilik Seksualitas dalam Pencerminan Psikologi Tokoh Sentimentalisme Calon Mayat Karya Sony Karsono. Penelitian ini berfokus pada analisis perilaku menyimpang tokoh utama dalam cerpen tersebut menggunakan teori psikoanalisis Sigmund Freud, khususnya teori seksualitas. Metode yang diterapkan adalah metode kualitatif, dan hasil penelitian mengidentifikasi adanya indikasi gangguan psikologis seksual pada tokoh "Aku". https://ejournal. id/index. php/jpb/index Jurnal Pendidikan Bahasa Vol. No. Juni 2025 ISSN: 2088-0316 | e-ISSN: 2685-0133 https://doi. org/10. 37630/jpb. Trauma seksual adalah isu sosial yang semakin mendapat perhatian, namun sering kali masih dianggap tabu untuk dibicarakan secara terbuka. Novel sebagai salah satu bentuk seni sastra dapat menjadi media yang efektif untuk menggambarkan realitas tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman mengenai bagaimana trauma seksual dapat memengaruhi kehidupan seseorang. Novel memiliki peran penting untuk mempengaruhi psikologis pembaca berdasarkan novel-novel yang telah dibaca (Rohmadi, 2. Hal ini penting untuk dipahami bersama apakah karya sastra berfungsi sebagai alat edukasi yang mendalam atau malah memperburuk stereotip dan mitos yang ada seputar korban trauma seksual. Sebuah karya sastra dapat mencerminkan nilai-nilai kehidupan masyarakat disekitarnya. Bahasa yang digunakan dalam karya sastra memiliki keindahan dan estetika yang dapat membuat pembaca merasakan keindahan dari karya tersebut dengan demikian, pesan yang terkandung di dalamnya dapat tersampaikan dengan baik. Novel Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam ini dapat menginspirasi bagi perempuan untuk berjuang menyuarakan suaranya agar memperoleh hak sebagaimana mestinya dan berani melawan ketidakadilan yang menimpanya. Dalam novel ini juga dapat membuat pembaca ikut merasakan segala bentuk perasaan emosi, sedih, kecewa, dan takut yang dialami tokoh Magi Diela atas semua perjuangan dan Melalui analisis ini, penelitian diharapkan dapat mengungkap bagaimana novel tersebut mampu menginspirasi pembaca, khususnya perempuan, untuk berani menyuarakan haknya dan melawan berbagai bentuk ketidakadilan yang menimpa dirinya. METODE Metode penelitian yang digunakan dalam studi ini adalah pendekatan kualitatif. Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk merancang langkah-langkah penelitian yang bersifat deskriptif dan naratif melalui analisis data berupa kata-kata. Tujuan dari metode ini adalah untuk memahami peristiwa atau fenomena yang dialami oleh subjek penelitian secara mendalam (Susetyo & Dzarna, 2. Penelitian dilakukan secara naturalistik atau alamiah, dengan pendekatan holistik, kontekstual, mendalam, interpretatif, dan subjektif. Selain itu, penelitian ini juga menggunakan logika induktif serta berbagai ciri khas lain dari metode kualitatif. (Hasan et al. , 2. Penelitian kuantitatif digunakan apabila penyajian data dan pembahasan hasil penelitian tidak sepenuhnya berfokus pada angka-angka. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam karya Dian Purnomo, yang terdiri dari 316 halaman dan pertama kali diterbitkan pada tahun 2020. Data yang dianalisis meliputi kata-kata, kalimat, dan dialog dalam novel tersebut yang menggambarkan dua aspek utama: pertama, penyebab trauma seksual, dan kedua, gambaran trauma seksual dalam novel tersebut. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka, yang melibatkan beberapa tahap, yaitu membaca, menandai, dan mencatat informasi yang relevan. Teknik membaca berarti proses membaca secara berulang- ulang supaya mendapat hasil pemahaman yang mendalam. Teknik menandai berarti menandai bagian-bagian teks yang menunjukkan penyebab trauma seksual dan gambaran trauma seksual. Teknik mencatat merupakan hasil dari teknik membaca, dimana seluruh data akan berwujud kata, frasa dan kalimat yang menggambarkan penyebab trauma seksual dan gambaran trauma seksual dalam novel tersebut. Teknik analisis data ini adalah teknik deskriptif kualitatif, yakni mendeskripsikan keseluruhan data yang diperoleh selama proses penelitian. Adapun tahap-tahap yang dilakukan dalam menganalisis data sebagai berikut: Pertama, mengelompokkan data sesuai dengan trauma seksual. Kedua, menyeleksi data yang termasuk ke dalam trauma seksual. Ketiga, mengklasifisikan data untuk memilah dan mengelompokkan data berdasarkan rumusan masalah yang telah dirumuskan. Keempat, menyajikan data yaitu dengan mendeskripsikan trauma seksual berupa penyebab dan gambaran trauma seksual yang telah ditemukan dalam Kelima, menyimpulkan hasil penelitian yang telah dilakukan sehingga diperolah data yang terdapat dalam novel Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam karya Dian Purnomo. HASIL DAN PEMBAHASAN Penyebab Trauma Seksual dalam Novel Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam karya Dian Punomo Kekerasan Psikis https://ejournal. id/index. php/jpb/index Jurnal Pendidikan Bahasa Vol. No. Juni 2025 ISSN: 2088-0316 | e-ISSN: 2685-0133 https://doi. org/10. 37630/jpb. Data 1 "Kalau ko tidak mau kawin deng Leba Ali, tidak ada ada laki-laki lain yang mau deng ko. AuBiar saja," jawab Magi. "Ko su tidak perawan lagi. " (PYMKBH/PT/ . Dari paparan data diatas Ibu Ali melontarkan pernyataan AuKo su tidak perawan lagi. " Kalimat sebagai bentuk kekerasan seksual verbal. Bentuk verbal yang mencerminkan perilaku tidak diinginkan dapat mencakup berbagai tindakan, seperti ajakan seksual yang tidak diinginkan, lelucon atau pesan bernuansa seksual yang mengganggu, permintaan kencan yang terus-menerus meskipun telah ditolak, pernyataan yang merendahkan atau menghina, komentar dengan muatan sugestif atau cabul, ungkapan bernuansa seksis terkait penampilan, tubuh, atau aktivitas seksual perempuan, serta permintaan layanan seksual yang disertai ancaman, baik secara tersirat maupun eksplisit (Kurnianingsih, 2. Pelaku kekerasan seksual seringkali memanfaatkan kekuasaan, manipulasi emosional, atau situasi yang menciptakan ketergantungan untuk mengontrol korban, yang menyebabkan efek psikologis jangka panjang seperti kecemasan, depresi, gangguan stres pascatrauma (PTSD), dan disosiasi. Data 2 AuKalau Magi malas bangun. Ina Bobo akan ancam. AuBiar ko nanti Inah kasih ke Lebah Ali. Kalau Magi malas mencuci. AuHe. ko mau Ina kasih ke rumah lebah Ali? (PYMKBH/PT/. Dari data yang sudah di paparkan melihat bahwa tokoh Magi mendapat tekanan atau ancaman dari Ina Bobo . igur ib. dan ini bisa memicu mekanisme pertahanan diri untuk melindungi dirinya dari rasa cemas atau takutDari kutipan tersebut, dapat dilihat bahwa tokoh Magi sering menerima ancaman yang dilakukan oleh ibunya sejak masa kanak-kanak. Perilaku tersebut tertanam dalam alam bawah sadar. Tokoh Magi cenderung menekan pengalaman traumatis masa kecilnya ke dalam alam bawah sadar. Secara sederhana, represi ini merujuk pada proses pemindahan memori atau emosi negatif yang tidak menyenangkan ke dalam alam bawah sadar (Khoirunnisa & Nugroho, 2. Kekerasan Fisik Data 3 Magi menendang ke arah orang itu dengan keras dan yang dia dapatkan sebagai balasan adalah sebuah remasan di dadanya yang dilakukan oleh lelaki yang lain, bukan orang yang ditendangnya. (PYMKBH/PT/. Dari perspektif Freud, tindakan Magi kemungkinan besar didorong oleh dorongan agresif dari Id yang tidak terkendali dengan baik oleh Ego dan Superego yang matang. Tindakan Magi kemungkinan besar berasal dari dorongan Id. Hal ini adalah ekspresi langsung dari agresi, kemarahan, atau keinginan untuk mendominasi orang lain. Cara kerja id berhubungan dengan prinsip kesenangan, yang berfokus pada upaya untuk selalu mencari kepuasan dan menghindari ketidaknyamanan (Minderop, 2. Respons dari ego, kalau tindakan itu dilakukan karena ada ancaman nyata atau dia sedang membela diri. Data 4 Bersamaan dengan itu Leba Ali mengencang kan cengkeramannya di leher Magi, menindihnya semakin kuat dan mendesakkan pinggulnya dengan kasar ke arah Magi sampai dia merasakan sesuatu yang keras di antara kedua pahanya. (PYMKBH/PT/ . Freud menyatakan bahwa id adalah bagian dari jiwa yang mengatur dorongan naluriah paling dasar seperti, seks, agresi, dan kebutuhan fisik. Tindakan Leba Ali . encekik, menindih, dan menekan pinggulnya secara kasa. sangat jelas merupakan ekspresi dari id yang mentah dan dorongan seksual dan agresif yang tidak moral ataupun logika. Id adalah aspek kepribadian yang paling 'gelap' dalam alam bawah sadar, berisi insting dan dorongan dasar tanpa mengenal nilai, serta berfungsi sebagai 'energi buta' yang belum terkendali, mencakup kebutuhan makan, seks, dan upaya menghindari rasa sakit atau ketidaknyamanan (Pratiwi, 2. Dalam konteks ini id Magi usaha untuk melarikan diri dari rasa sakit dan penderitaan yang disebabakan oleh Lebah Ali. Rasa trauma yang dialami oleh Magi akan menciptakan adanya perasaan ketidakberdayaan dan https://ejournal. id/index. php/jpb/index Jurnal Pendidikan Bahasa Vol. No. Juni 2025 ISSN: 2088-0316 | e-ISSN: 2685-0133 https://doi. org/10. 37630/jpb. keputusasaan yang mendalam, yang terus menghantuinya. Gambaran Trauma Seksual Dalam Novel Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam Kekerasan Psikis Data 5 Hampir semalaman mata Magi tidak terpejam. Setiap kali dia jatuh terlelap, sesuatu yang amat sangat menyakit kan membuatnya kembali terjaga. (PYMKBH/GT/. Freud meyakini bahwa trauma terutama yang bersifat seksual pada masa kanak-kanak dapat direpresi ke dalam alam bawah sadar. Akan tetapi, trauma itu tidak hilang justru terus memengaruhi perilaku dan kondisi psikologis seseorang tanpa disadari. Dari pernyataan AuHampir semalaman mata Magi tidak terpejamAy kondisi di mana pertahanan diri Magi melemah, sehingga isi ketidaksadaran seperti ingatan menyakitkan bisa muncul dalam bentuk mimpi atau rasa gelisah yang membangunkan Magi. Represi muncul ketika individu berusaha meredam rasa cemas yang terkandung dalam alam bawah sadar (Solihah & Ahmadi, 2. Data 6 Pagi datang dengan lambat. Setiap kali mata Magi terpejam, bayangan Leba Ali menindih dan memasukkan tangannya ke dalam sarung Magi membuatnya kembali terjaga dan waspada. (PYMKBH/GT/. Magi mengalami trauma seksual berat yang belum diproses secara emosional. Dalam kerangka Freud, bayangan Leba Ali adalah manifestasi dari trauma yang direpresi dan kini muncul kembali dalam bentuk ingatan mengganggu. Tidurnya terganggu karena benturan antara keinginan untuk melupakan dan dorongan bawah sadar untuk mengakui luka itu. Mekanisme pertahanan diri merujuk pada strategi psikologis yang digunakan individu untuk mengatasi atau merespons situasi yang dianggap mengancam atau menimbulkan tekanan (Hani et al. , 2. Dalam teori psikoanalisis, mekanisme ini berfungsi untuk melindungi ego dari ancaman eksternal Kekerasan Fisik Data 7 Dia menggigit lagi, menelan rasa sakit yang sepertinya tidak akan pernah membuatnya terbiasa. Bau anyir darahnya sendiri yang ikut tertelan membuat Magi berusaha menggigit lebih dalam. (PYMKBH/GT/. Magi mengalami trauma yang tertanam dalam alam bawah sadar, dorongan untuk menyakiti sebagai bentuk pelampiasan, dan kontrol moral internal yang memaksanya menahan ekspresi tersebut. AuDia menggigit lagi, menelan rasa sakit yang sepertinya tidak akan pernah membuatnya terbiasaAy hasilnya adalah penyiksaan fisik terhadap diri sendiri luka yang terus diulang, bukan karena ingin, tapi karena jiwa yang belum sembuh. Tindakan "menelan rasa sakit" adalah simbol represi. Magi tidak membiarkan rasa sakit itu keluar, tidak menangis atau melawan, tapi malah AuditelanAy. Represi adalah proses pemindahan pikiran ke alam bawah sadar untuk mencegah pikiran yang menyakitkan atau berbahaya memasuki kesadaran (Syahril et al. , 2. Data 8 Seketika Magi merasa mual. Ingatannya melayang pada malam di mana Leba Ali nyaris memperkosanya, lagi, dalam keadaan sadar. (PYMKBH/GT/. Magi berada dalam cengkeraman trauma yang tidak hanya mendalam, tapi juga berulang. Tubuhnya mengingat bahkan saat pikirannya berusaha lupa. AuSeketika Magi merasa mualAy Mual, kilas balik, perasaan kotor, menggigit diri sendiri semuanya adalah ekspresi kompleks dari konflik antara dorongan bawah sadar, represi trauma, dan ego yang mencoba bertahan dalam realitas yang tak tertahankan. Freud menyatakan bahwa kehidupan seseorang dipenuhi oleh berbagai tekanan dan konflik, dan salah satu cara untuk meredakannya adalah dengan menyimpan tekanan dan konflik tersebut dalam alam bawah sadar (Apriansyah et al. , 2. https://ejournal. id/index. php/jpb/index Jurnal Pendidikan Bahasa Vol. No. Juni 2025 ISSN: 2088-0316 | e-ISSN: 2685-0133 https://doi. org/10. 37630/jpb. KESIMPULAN Penelitian ini menganalisis trauma yang dialami oleh tokoh utama dengan menggunakan pendekatan psikologi sastra, khususnya teori psikoanalisis Sigmund Freud. Peneliti mengharapkan adanya studi lanjutan yang lebih mendalam terkait bentuk-bentuk trauma seksual yang dialami oleh tokoh utama maupun tokoh lain, tetap dengan penerapan teori Sigmund Freud. Berdasarkan hasil analisis yang menggunakan pendekatan psikologi sastra, penelitian ini berfokus pada pengidentifikasian penyebab dan gambaran trauma seksual dalam novel Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam karya Dian Purnomo. Temuan penelitian menunjukkan bahwa trauma seksual yang dialami oleh tokoh Magi disebabkan oleh dua bentuk kekerasan, yaitu kekerasan psikologis dan kekerasan fisik. Gambaran trauma seksual yang tergambar pada tokoh Magi terjadi dalam bentuk psikis dan bentuk fisik. Trauma seksual secara psikis mempengaruhi kondisi mental, perasaan, dan cara tokoh Magi memandang diri sendiri dan dunia di sekitarnya. Tokoh Magi mengalami kilas balik kejadian, mimpi buruk, hingga sulit tidur. Daftar Pustaka