JURNAL COMM-EDU ISSN : 2622-5492 (Prin. 2615-1480 (Onlin. Volume 7 Nomor 1. Januari 2024 PEMBERDAYAAN ANAK PUTUS SEKOLAH MELALUI PROGRAM LIMBAH SAMPAH DALAM MENINGKATKAN EKONOMI KELUARGA Wiwi Kartiwi 1*. Agus Hasbi Noor2 Pendidikan Masyarakat. IKIP Siliwangi. Cimahi. Jawa Barat. Indonesia wiwikartiwi103@gmail. Received: Juli, 2023. Accepted: January, 2024 Abstract The number of teenagers who drop out of school makes us sad. If they are not empowered, they are potentially vulnerable to being entangled in unproductive groups, and even committing criminal acts. Kp. Sukahaji, a teenager who dropped out of school, was actually empowered by the young Tunas youth community to make skills in processing plastic waste. This study discusses the empowerment of teenagers who have dropped out of school carried out by youth youth organizations to make skills in processing plastic waste which is carried out in RW 08 Kp. Sukahaji. Majalaya District. Bandung. The purpose of this study is to explain how the process of empowering out-of-school teenagers is to improve their economic level and to explain the process of empowering this group of youth through the assistance of a waste bank working mechanism by youth youth youth groups. The method used in this study is a qualitative method with interviews, documentation, and observation as data collection The results of the study indicate that in the process aspect, this youth empowerment program uses the mechanism of utilizing waste items into useful goods and can get the community's economy. The result of this empowerment is that the participants of the empowerment program have useful activities and get incentives. What happens in the field proves that the program is in accordance with the theory used in this study. Keywords: Adolescent Dropouts. Empowerment. Waste Bank Abstrak Banyaknya remaja yang putus sekolah membuat kita miris. Mereka ini jika tidak diberdayakan berpotensi rentan terjerat kelompok-kelompok tidak produktif, bahkan bisa saja melakukan tindakan Kp. Sukahaji, remaja putus sekolah ini justru diberdayakan pada komunitas karang taruna tunas muda membuat keterampilan mengolah sampah plastik. Studi ini membahas mengenai pemberdayaan kepada remaja yang putus sekolah yang dilakukan oleh karang taruna tunas muda membuat keterampilan mengolah sampah plastik yang dilakukan di RW 08 Kp. Sukahaji Kecamatan Majalaya Bandung. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menjelaskan bagaimana proses pemberdayaan terhadap remaja putus sekolah untuk meningkatkan tarap ekonomi dan menjelaskan proses pemberdayaan kelompok remaja ini melalui pendampingan mekanisme kerja bank sampah oleh karang taruna tunas muda. Metode yang digunakan pada penelitian ini ialah metode kualitatif dengan wawancara, dokumentasi, dan observasi sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek proses, program pemberdayaan remaja ini dengan mekanisme memanfaatkan barang sampah menjadi barang berguna serta dapat mendapatkan ekonomi masyarakat. Adapun hasil dari pemberdayaan ini ialah peserta program pemberdayaan memilliki kegiatan yang bermanfaat serta mendapatkan insentif. Apa yang terjadi di lapangan membuktikan bahwa program sudah sesuai dengan teori yang digunakan dalam studi ini. Kata Kunci: Remaja Putus Sekolah. Pemberdayaan. Bank Sampah How to Cite: Kartiwi. & Noor. Pemberdayaan Anak Putus Sekolah Melalui Program Limbah Sampah Dalam Meningkatkan Ekonomi Keluarga. Comm-Edu (Community Education Journa. , 7 . , 152-157 Volume 7. No. Januari 2024 pp 152-157 PENDAHULUAN Pendidikan ialah suatu proses yang dilakukan secara sadar atau sengaja guna untuk menambah pengetahuan, wawasan serta pengalaman untuk menentukan tujuan hidup sehingga bisa memiliki pandangan yang luas untuk ke depan yang lebih baik. Pendidikan juga merupakan suatu usaha untuk mengembangkan intelektualitas supaya cepat dan tepat dalam mencerna semua gejala yang ada. Pendidikan itu sendiri juga dapat dilakukan baik dari keluarga, lingkungan, dan sekolah. Namun dengan adanya pendidikan itu sendiri dapat menciptakan suasana penuh gejolak untuk lebih maju karena suasana proses pembelajaran secara sehat sehingga memunculkan persaingan dalam meningkatkan pengetahuan atau persaingan sehat. Pendidikan sebagai aktivitas berarti upaya yang secara sadar dirancang untuk membantu seseorang atau kelompok orang dalam mengembangkan pandangan hidup, sikap hidup, dan keterampilan hidup. Hal ini secara tegas terungkap dalam Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional nomor 20 Tahun 2003 pada Bab I. Pasal I mengemukakan sebagai berikut:AuPendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, berkepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan NegaraAy. Pengertian di atas menunjukkan bahwa pendidikan ialah salah satu jalan menjadikan manusia sebagai agen perubahan. Khususnya bagi anak untuk memiliki kecakapan hidup yang dibutuhkan baik melalui jalur pendidikan formal, non-formal, dan informal. Pembangunan pendidikan di Indonesia dilaksanakan dengan memberikan kesempatan belajar bagi masyarakat baik laki-laki maupun perempuan, namun dalam kenyataannya masih banyak permasalahan yang dihadapi dalam partisipasinya untuk pembangunan yang disebabkan oleh rendahnya kualitas pendidikan yang diperoleh sehingga dalam meningkatkan perekonomian pun masih kurang. Ekonomi merupakan ilmu tentang asas-asas produksi, distribusi, pemakayan barang-barang serta kekayaan . eperti hal keuangan, prindrustian, dan keuanga. (Widjajanti, 2. menjelaskan bahwa ekonomi adalah cara-cara yang di lakukan oleh manusia dan kelompoknya untuk memanfaatkan sumber-sumber yang terbatas untuk memperoleh berbagai komonditi dan mendistribusikannya untuk dikosumsi oelhe masyarakat. Pengertian ekonomi tersebut tentunnya akan mengarahkan untuk mengenalinya lebih jauh dengan mengenali prinsip-prinsip ekonomi. Sedangkan Wahyudi, . menyatakan bahwa ekonomi adalah salah satu bidang pengajian yang mencoba menyelesaikan masalah asas kehidupan manusia melalui pengembangan segala sumber ekonomi yang ada dengan berdasarkan prinsip serta teori tertentu dalam suatu sistem ekonomi yang di angap efektif dan efesien. Berdasarkan latar belakang diatas, maka perlu dilakukan penelitian dengan tujuan pemberdayaan anak putus sekolah melalui program limbah sampah dalam meningkatkan Pemberdayaan Masyarakat Pemberdayaan Masyarakat ialah sebagai proses pemberian daya atau kekuatan dalam bentuk pendidikan yang bertujuan membangkitkan kesadaran, pengertian, dan kepekaan warga belajar terhadap perkembangan sosial, ekonomi, dan politik. Secara esensial, pemberdayaan menurut Kreisber memiliki dua ciri. Pertama, sebagai refleksi kepentingan emansipatoris yang mendorong masyarakat berpartisipasi secara kolektif dalam pembangunan. Kedua, 154 Kartiwi & Noor. Pemberdayaan Anak Putus Sekolah Melalui Program Limbah Sampah Dalam Meningkatkan Ekonomi Keluarga pemberdayaan merupakan proses pelibatan diri individu atau masyarakat dalam proses pencerahan, penyadaran dan pengorganisasian kolektif sehingga mereka dapat berpartisipasi. Pemberdayaan merupakan upaya meningkatkan harkat dan martabat golongan warga tertentu yang ada di dalam kondisi kemiskinan dan keterbelakangan. (Handono. Hidayat & Purnomo, 2020:. Secara etimologi, kata AupemberdayaanAy berasal dari kata AudayaAy, artinya kurang lebih kemampuan, kekuatan, tenaga dan energi. Pemberdayaan sejati berhubungan dengan Manusia merdeka ialah manusia yang dalam berprilaku tidak dikontrol oleh lingkungan, akan tetapi sikap dan prilakunya merupakan pilihan bebas yang hanya dikontrol oleh akal sehat dan hati nurani (Sudarmanto dkk, 2020: . Oleh karena itu, manusia yang berdaya hanya akan menggunakan semua waktu, tenaga, kecerdasan dan apa yang dia miliki sebagai wujud cinta kasih kepada Sang Pencipta sebagai pengejaantahan dari hati nurani. Sedangkan manusia menurut Handono dkk . manusia yang berdaya ialah manusia pemberi. Artinya manusia yang mampu dengan ikhlas memberikan apa yang dia punya untuk orang lain. Apa yang diberikan bukan hanya harta benda, tetapi bisa dalam bentuk perhatian . , waktu, pemikiran dan lain Jiwa dan semangat ini sebenarnya dimiliki oleh setiap manusia karena manusia dianugerahi hati nurani yang di dalamnya ada cinta sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai manusia. Limbah Sampah Menurut Damanhur dalam (Ariefahnoor, dkk. Sampah merupakan suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil aktivitas manusia maupun proses alam yang belum memiliki nilai ekonomis. Sampah juga merupakan sesuatu yang tidak diinginkan manusia setelah digunakan dan kemudian tidak memiliki nilai lagi. Sampah merupakan sebuah material sisa yang dibuang sebagai hasil dari proses produksi, baik itu industri maupun rumah tangga. (Hutgalung, & Senjaya, 2021:. Sampah sudah menjadi masalah nasional dan global, bukan hanya lokal. Masalah sampah timbul dengan adanya peningkatan timbunan sampah sebesar 2,4% per tahun, namun tak diimbangi dengan dukungan sarana dan prasaranapenunjang yang memenuhi persyaratan teknis, sehingga banyak sampah yang tidak terangkut. Sumber sampah dari pemukiman, dari perkantoran, dari tempat umum, dan jalan raya. Maka dari pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa sampah merupakan permasalahan kita Bersama oleh karena itu diperlukannya menilah dan memilih sampah agar dapat mengurangi populasi sampah yang Sebagaimana menurut Fatoni, . Sampah dapat dikelompokkan berdasarkan sumbernya yaitu sampah alam, sampah manusia dan sampah konsumsi. Dari beberapa kelompok sampah tersebut maka jika kita dapat memanfaatkan sampah tersebut sehingga dapat meningkatkan ekonomi dan bahkan bias membantu anak yang putus sekolah dalam mengisi serta mencari kesibukan dalam kehidupannya yang nantinya dapat mendapatkan penghasilan. METODE PENELITIAN Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, hal ini karena sasaran utama penelitian ini adalah anak-anak yang putus sekolah yang dilakukan dilokasi Desa Neglasari Kecamatan Majalaya Kabupaten Bandung. Sejalan dengan pendapat Moleong . bahwa pendekatan kualitatif merupakan penleitian yang bertujuan untuk memahami fenomena terkait yang dialami oleh subjek penelitian, seperti perilaku, motivasi, persepsi dan tindakan dengan cara deskriptif yaitu dalam bentuk kata-kata dan bahasa. Instrumen yang digunakan adalah angket, wawancara, dan observasi. Volume 7. No. Januari 2024 pp 152-157 HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Upaya untuk membantu remaja-remaja putus sekolah sudah banyak dituangkan dalam gerakan pemberdayaan pada remaja putus sekolah yang bisa dilakukan di berbagai panti sosial dan juga program yang dibentuk oleh pihak pemerintah, salah satunya ialah Bank Sampah komunitas Karang Taruna Tunas Muda membuat keterampilan mengolah sampah plastik di RW 08 Kp. Sukahaji Kecamatan Majalaya Bandung. Dengan hadirnya para remaja yang ikut membantu program bank sampah ini, para pengurusnya berharap bahwa hal ini bisa membantu para remaja untuk mengenali potensi yang ada pada dirinya, memiliki pengetahuan, memiliki mata pencaharian, dan ikut aktif dalam kegiatan sosial yang ada di sekitar lingkungan tempat Oleh karena itu, peneliti akan menguraikan mengenai hasil dan temuan selama penelitian mengenai bagaimana proses pemberdayaan melalui pendampingan mekanisme kerja bank sampah oleh Bank Sampah komunitas Karang Taruna Tunas Muda membuat keterampilan mengolah sampah plastik di RW 08 Kp. Sukahaji Kecamatan Majalaya Bandung. Dalam hal ini peneliti melakukan penelitian di kampung sukahaji kecamatan majalaya bandung yang bergabung dengan karang taruna tunas muda untuk membuat sebuah keterampilan yang dimana limbah sampah plastik menjadi barang yang bernilai jual dan meningkatkan pendapatan Dari latar belakang diatas peneliti mengambil penelitian ini di kampung sukahaji kecamatan majalaya bandung dikarenakan banyak anak- anak yang putus sekolah karena kurangnya biaya serta Pendidikan yang di tempuh oleh anak-anak hanya sampai sekolah dasar Oleh karena itu peneliti membuat sebuah kerajinan yang memanfaatkan sampah limbah pelastik untuk menjadi barang berguna serta dapat di jual dan juga mengurangi jumlah sampah rumahan yang nantinya dapat di kembangkan dan dimanfaatkan kembali. Sebagaimana yang terdapat pada gambar di bawah ini : Gambar 1. Praktek Kerajinan Pengolahan Limbah Plastik Dari gambar di atas dapat disimpulkan bahwa anak anak remaja yang ada di kp. Sukahaji RW 08 kecamatan majalaya bandung, kini sudah memiliki kegiatan yang dapat menambah wawasan mereka selain mendapatkan wawasan serta pengetahuan mereka kini sudah mengetahui bahwa barang-barang yang terlihat seperti sampah dulunya kini bisa dipakai untuk 156 Kartiwi & Noor. Pemberdayaan Anak Putus Sekolah Melalui Program Limbah Sampah Dalam Meningkatkan Ekonomi Keluarga kebutuhan rumah tangga Adapun kegunaan dan manfaat dari barang yang mereka buat, mereka juga dapat menjual serta mendapatkan uang untuk kehidupan sehari-harinya. Adapun produk yang mereka buat seperti pada gambar di atas terdapat sebuah karpet, tas dan bunga plastik. Adapun barang barang tersebut terbuat dari sampah plastik yang terdapat di setiap rumah. Salah satunya dalam pembuatan karpet dimana terdapat kurang lebih 1000 pelastik kopi yang dikumpulkan anak-anak remaja di setiap rumah untuk membuat sebuah karpet. Adapun cara pembuatan dari membuat karpet ini sendiri diantaranya adalah dengan menganyam setiap kemasan kopi yang sudah di cuci terlebih dahulu kemudian disusun sesuai dengan arahan yang pernah peneliti berikan kepada anak-anak remaja yang ada di kp. Sukahaji RW 08 kecamatan majalaya bandung. Untuk membuat sebuah karpet sendiri dibutuhkan waktu seminggu dan dilakukan oleh beberapa anak sehingga pengerjaan yang dilakukan bisa lebih Selain dengan karpet terdapat juga kerajinan dalam bentuk tas cantik yang terbiat dari kemasan kopi serta diterjen yang di kumpulkan di setiap rumah warg, begitu pula dalam pegerjaannya menggunakan waktu seminggu juga sehingga produk yang di hasilkan dapat digunakan secepatnya. Selain itu ada juga bunga plastic untuk menghias ruangan yang terbuat dari sedotan plastik yang dikumpulkan anak-anak remaja Adapun cara pengerjaannya sendiri menggunakan peralatan sederhana seperti gunting dan lilin sebagai pemanas untuk membentuk sedotan seperti kelopak bunga dan kemudian di sususn menjadi sebuah bunga yang dapat dilihat serta dinikmati oleh mata. Pembahasan Dalam proses pembuatan kerajinan ini peneliti melaksanakan kegiatan ini selama 2 bulan sehingga mendapatkan banyak produk yang di hasilkan oleh anak-anak remaja. Dan untuk pemasarannya sendiri peneliti melibatkan kawan serta rekan-rekan peneliti untuk dapat membeli serta menghargai produk yang dihasilkan oleh anak-anak remaja yang ada di kp. Sukahaji RW 08 kecamatan majalaya bandung. Selain itu peneliti juga memberikan pengarahan kepada warga serta anak-anak remaja yang ada di kp. Sukahaji RW 08 kecamatan majalaya bandung untuk dapat memanfaatkan sampah rumah tangga serta memulai untuk membedakan antara sampah organik dan non organik yang nantinya dapat membersihkan lingkungan serta sampah yang nantinya yang terus di bakar dapat di buat sebuah kerajinan yang akan mendapatkan sebuah keuntungan serta bermanfaat bagi kehidupan. Adapun kegiatan ini dapat menimbulkan dampak positif serta meningkatkan perekonomian anak anak yang ada di di kp. Sukahaji RW 08 kecamatan majalaya bandung serta penelitian ini pun sejalan dengan penelitian terdahulu yang melibatkan anak putus sekolah dalam membuat sebuiah kerajinan dari limbah pelastik sebagai mana yang dilakukan oleh Setyowati& Mulasari, . dalam penelitiannya menunjukan bahwa pada aspek proses, program pemberdayaan remaja ini dengan mekanisme pelibatan pada enam tahapan kerja bank sampah, yaitu pemilahan sampah, penyetoran sampah, penimbangan sampah, pencatatan, pengangkutan dan penjualan. Sedangkan hasil dari pemberdayaan ini ialah peserta program pemberdayaan memilliki kegiatan yang bermanfaat serta mendapatkan insentif. Apa yang terjadi di lapangan membuktikan bahwa program sudah sesuai dengan teori yang digunakan dalam studi ini. KESIMPULAN Dengan didasarkan hasil penelitian yang menggunakan teknik wawancara, observasi dan studi dokumentasi oleh peneliti mengenai proses pemberdayaan melalui pendampingan mekanisme kerja Bank Sampah yang dilakukan di di kp. Sukahaji RW 08 kecamatan majalaya bandung Kesimpulan yang didapatkan ialah sebagai berikut: Volume 7. No. Januari 2024 pp 152-157 Kegiatan pemberdayaan melalui mekanisme kerja bank sampah kepada para remaja pelaksanannya sudah sesuai dengan apa yang peneliti inginkan dimana remaja yang ada di Sukahaji RW 08 kecamatan majalaya bandung, kini sudah bisa serta mampu dalam membuat sebuah kerajinan sebagai pengganti mereka dalam kegitan keseharian mereka yang tadinya tidak bermanfaat kini sudah bisa bermanfaat bagi kehidupan mereka, serta yang tadinya putus sekolah kini mereka bisa dapat membuat sebuah kerajinan serta wawasan mereka bertambah dalam meningkatkan perekonomian kehidupannya. Hasil serta karya yang mereka buat dari limbah sampah dapat bermanfaat serta mendapatkan hasil yang memuaskan sehingga mereka dapat mendapatkan penghasilan tambahan dari kegiatan membuat sebuah kerajinan yang terbuat dari sampah serta memberikan arahan kepada anak-anak remaja yang putus sekolah jika memang tidak memiliki biaya serta melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi kini mereka dapat membuat sebuah kerajinan sebagai kegiatan keseharian mereka dalam melaksanakan serta menjalankan kehidupannya, dan dengan adanya penelitian ini diharapkan anak-anak remaja khususnya yang ada di kp. Sukahaji RW 08 kecamatan majalaya bandung dapat menambahkan perekomonian kehidupan mereka. DAFTAR PUSTAKA