JURNAL DEVELOPMENT VOL. 13 NO. 1 JUNI 2025 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 ANALISIS PENGARUH SEKTOR PERTANIAN DAN TENAGA KERJA TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI KABUPATEN MERANGIN Mainita1 Dosen Universitas Muhammadiyah Jambi1 mainitaita@gmail. Etik Winarni2 etikwinarni88@gmail. Dosen Universitas Muhammadiyah Jambi Esti susilawati s3 DosenUniversitas Muhammadiyah Jambi3 estisusilawati40@gmail. Fajri4 Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jambi fajri20@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui perkembangan sektor pertanian, tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Merangin. Dan untuk menganalisis dan mengetahui pengaruh sektor pertanian dan tenaga kerja terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Merangin. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif untuk menjawab tujuan pertama, melihat perkembangan perkembangan sektor pertanian, tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Merangin selama periode tahun 2010-2023. Kedua untuk menganalisis pengaruh sektor pertanian dan tenaga kerja terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Merangin dilakukan dengan menggunakan alat analisis regresi linear berganda dengan bantuan alat analisis aplikasi software SPSS 21. Hasil analisis yang dilakukan menyimpulkan, pertama yaitu perkembangan sektor pertanian, tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Merangin yaitu rata-rata berflutuasi meningkat selama periode 2010-2023 dengan besar rataratanya untuk sektor pertanian 5,03 persen, tenaga kerja rata-rata sebesar 1,39 persen dan pertumbuhan ekonomi rata-rata sebesar 5,59 persen. Kedua yaitu secara parsial sektor pertanian selama periode 2010-2023 berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Merangin. Sedangkan untuk tenaga kerja secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap pertubuhan ekonomi Kabupaten Merangin. Namun secara simultan baik itu sektor pertanian dan tenaga kerja secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Merangin dengan tingkat signifikansinya sebesar 99,80 persen. Kata kunci : Sektor Pertanian. Tenaga Kerja Dan Pertumbuhan Ekonom UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Page 90 of 202 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 13 NO. 1 JUNI 2025 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 PENDAHULUAN Pertanian di Indonesia saat ini dipandang sebagai suatu sektor ekonomi yang sejajar dengan sektor lainnya. Sektor ini tidak boleh lagi hanya berperan sebagai aktor pembantu apalagi figuran bagi pembangunan nasional seperti selama ini diperlakukan, tetapi harus menjadi pemeran utama yang sejajar dengan sektor industri. Karena itu sektor pertanian harus menjadi sektor moderen, efisien dan berdaya saing, dan tidak boleh dipandang hanya sebagai katup pengaman untuk menampung tenaga kerja tidak terdidik yang melimpah ataupun penyedia pangan yang murah agar sektor industri mampu bersaing dengan hanya mengandalkan upah rendah (Napitupulu, dkk. Sektor pertanian masih menjadi andalan penciptaan lapangan pekerjaan dalam jumlah yang cukup besar dibandingkan dengan sektor-sektor lainnya dalam perekonomian di Indonesia. Hal ini menjadikan peluang sektor pertanian dalam pengaruhnya terhadap perekonomian di Indonesia . Karena pada dasarnya aktivitas perekonomian adalah suatu proses penggunaan faktorfaktor produksi untuk menghasilkan output, maka proses ini pada gilirannya akan menghasilkan suatu aliran balas jasa terhadap faktor produksi yang dimiliki oleh masyarakat. Secara sederhana ukuran keberhasilan dihitung dari besar pengaruh uang yang diperoleh dari sektor pertanian terhadap perekonomian suatu daerah. Dengan adanya pertumbuhan ekonomi maka diharapkan pendapatan masyarakat sebagai pemilik faktor juga akan turut Perekonomian dianggap mengalami pertumbuhan bila seluruh balas jasa rill terhadap penggunaan faktor produksi pada tahun tertentu lebih besar dari tahun sebelumnya Kabupaten Merangin merupakan salah satu daerah yang yang struktur perekonomiannya masih bercorak agraris, di mana sebagian besar kegiatan ekonominya masih bertumpu pada sektor pertanian. Hal ini dapat dilihat melalui tabel 1. 1 mengenai kontribusi sektor pertanian terhadap PDRB Kabupaten Merangin dibawah ini : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Page 91 of 202 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 13 NO. 1 JUNI 2025 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 Tabel 1. Kontribusi Sektor Pertanian Terhadap PDRB ADHK 2010 Di Kabupaten Merangin No. Tahun Rata-Rata Sektor Pertanian (Milyar Rupia. 609,02 753,79 836,48 071,17 407,50 684,58 060,42 PDRB ADHK 2010 (Milyar Rupia. 388,24 787,46 863,65 380,35 973,71 553,48 324,48 Kontribusi (Perse. 49,09 48,57 49,03 48,85 49,28 49,20 49,00 Sumber : BPS Merangin, data Sekunder yang diolah 2024 Dari tabel 1. menunjukkan bahwa perekonomian Kabupaten Merangin masih didukung penuh oleh sektor pertanian, yang terlihat dari besarnya kontribusi sektor pertanian terhadap PDRB rata-rata sebesar 49,00 persen pertahunnya selama periode tahun 2018-2023. Dari data PDRB tahun 2018 sektor pertanian memberikan kontribusi sebesar 49,09 persen hingga tahun 2023 meningkat menjadi 49,20 persen . ihitung berdasarkan PDRB Kabupaten Merangin tahun 2018-2023 ADHK 2. Struktur PDRB seperti ini menunjukkan peran sektor pertanian dalam kegiatan perekonomian sangat besar. Begitu juga sektor listrik, bangunan, sektor pengangkutan dan komunikasi keuangan dan jasa-jasa mengalami peningkatan dalam struktur ekonomi Merangin (Merangin Dalam Angka 2. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Merangin yang relatif tinggi, ternyata belum dapat meningkatkan jumlah kesempatan kerja yang memadai. Untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja maka pemerintah telah berupaya memacu pertumbuhan ekonomi pada setiap sektor. Hal ini tentu saja diharapkan akan semakin membuka peluang kesempatan kerja dan berusaha yang lebih besar pada masyarakat. Penciptaan kesempatan kerja merupakan salah satu sasaran pembangunan ekonomi dan sekaligus menjadi instrumen utama dalam pemerataan hasil-hasil Secara makro ekonomi, perkembangan kesempatan kerja nasional dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa jumlah kesempatan kerja yang tersedia dalam kurun waktu tertentu merupakan cerminan dari daya dukung ekonomi dalam penggunaan UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Page 92 of 202 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 13 NO. 1 JUNI 2025 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 sumberdaya manusia yang tersedia. Pertumbuhan ekonomi yang relatif tinggi persen pertahun idealnya diikuti dengan peningkatkan jumlah kesempatan kerja yang memadai. Sektor-sektor yang mempunyai kontribusi besar dalam pembentukan PDRB tidak serta merta memberikan kesempatan kerja yang lebih besar jika dibandingkan dari sektor lain. Hal ini dapat terlihat dari tabel 1. mengenai perkembangan tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Merangin periode 2018-2023. Tabel 2 Tenaga Kerja Dan Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Merangi Periode 2018-2023 Tenaga Pertumbuhan Ekonomi Tahun Kerja (Perse. (Jiw. 4,93 4,25 0,78 5,24 5,72 5,28 Rata-Rata 4,37 Sumber : BPS Merangin, data Sekunder yang diolah 2024 Berdasarkan tabel 2 terlihat laju perkembangan tenaga kerja mengalami peningkatan sebesar 0,04 persen pertahun atau rata-rata sebanyak 189. 451 jiwa selama periode tahun 2018-2023. Lebih rendah dibandingkan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Merangin yang tumbuh secara rata-rata sebesar 4,37 persen selama periode tahun 2018-2023. Ini menunjukkan bahwa selama periode tersebut pertumbuhan ekonomi belum mampu menyerap tenaga kerja yang ada secara optimal di Kabupaten Merangin. Terlihat bahwa jumlah penduduk bekerja yang ada di Kabupaten Merangin dari tahun ke tahun menunjukkan kecenderungan yang terus meningkat. Peningkatan ini disebabkan karena semakin berkembangnya pertumbuhan di sektor pertanian maupun disebabkan terbukanya peluang usaha bagi masyarakat. Sedangkan laju pertumbuhan ekonomi selama periode 2018-2023 sebesar 4,37 persen pertahun, sedangkan laju pertumbuhan kesempatan kerja mengalami peningkatan sebesar 0,04 persen pertahun (Merangin dalam Angka 2. Namun pada tahun 2023 pertumbuhan ekonomi tumbuh 5,28 persen namun terjadi UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Page 93 of 202 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 13 NO. 1 JUNI 2025 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 penurunan penyerapan tenaga kerja sebesar 3,78 persen. Ini menunjukkan bahwa selama periode tahun tersebut pertumbuhan ekonomi belum mampu menyerap tenaga kerja yang ada. Secara teoritis peningkatan laju pertumbuhan ekonomi di Merangin mengindikasikan peningkatan output atau produksi sektor-sektor Peningkatan produksi berarti memerlukan tambahan tenaga kerja, hal inilah yang tidak terjadi secara proporsional, meskipun penyerapan tenaga kerja meningkat namun persentasenya masih dibawah laju pertumbuhan ekonomi. METODE PENELITIAN Metode Analisis Data Penelitian ini menggunakan metode deskriftif kualitatif dan kuantitatif terdiri dari satu variabel dependen, yaitu tingkat pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Merangin dari tahun 2010 hingga 2023, serta dua variabel independen, yaitu sektor pertanian dan tenaga kerja. Data yang digunakan adalah data sekunder yang dikumpulkan dari berbagai sumber seperti Badan Pusat Statistik (BPS). Alat Analisis Data Untuk menjawab permasalahan yang pertama bagaimana perkembangan sektor pertanian , tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi di kabupaten Merangin periode tahun 2010-2023. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini sebagai berikut: Ghozali . yaycu = X. Oe X . c Oe . X 100% X. c Oe . Dimana : Gx = Laju perkembangan x Xt = Nilai variabel x tahun tertentu Xt-1 = Nilai variabel x tahun sebelumnya Untuk menjawab masalah ke dua yaitu pengaruh sektor pertanian dan tenga kerja terhadap pertumbuhan ekonomi dikabupeten merangin digunakan analisis data dengan metode regresi linear berganda. Data diolah dengan bantuan software SPSS seri 21. 0, adapun persamaan regresi sebagai berikut: UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Page 94 of 202 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 13 NO. 1 JUNI 2025 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 Y = 0 1LogX1 2LogX2 3LogX3 e Dimana: = Pertumbuhan Ekonomi kabupaten merngin . = sektor pertanian . = Tenaga Kerja . Log = Logaritma = Konstanta 1-2 = koefisien regresi untuk variabel bebas = standar error Hasil Perkembangan Sektor Pertanian Tabel 3 Perkembangan Sektor Pertanian Kabupaten Merangin Atas Dasar Harga Konstan 2010 (Milyar Rupia. No. Tahun Sektor Pertanian (Milyar Rupia. Perkembangan (Perse. 004,94 175,95 5,69 384,20 6,56 555,73 5,07 785,11 6,45 956,69 4,53 189,80 5,89 389,51 4,77 609,02 5,00 753,79 3,14 836,48 1,74 071,20 4,85 407,50 6,63 684,60 5,12 Rata-Rata 271,75 5,03 Sumber : BPS Kabupaten Merangin dalam angka 2024 Berdasarkan tabel 3, terlihat bahwa sektor pertanian mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Kenaikan tersebut tentu merupakan pertanda yang baik bagi sektor pertanian. Namun peningkatan sektor pertanian belum mencerminkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Merangin. Secara rata-rata selama periode 2010 hingga 2023 sektor pertanian meningkat setiap tahunnya dengan rata-rata 5,03 persen atau rata-rata sebesar 4. 271,75 milyar rupiah. Kebutuhan akan komoditas yang dihasilkan oleh sektor pertanian diperkirakan akan meningkat seiring dengan berlalunya waktu, hal tersebut dapat dilihat dari peningkatan jumlah dan volume komoditas pertanian itu sendiri. Peningkatan UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Page 95 of 202 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 13 NO. 1 JUNI 2025 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 tersebut secara umum dapat dijadikan sebagai tolak ukur dalam menentukan besarnya kebutuhan akan komoditas pertanian tersebut. Namun berdasarkan data tersebut, perkembangan sektor pertanian terendah terjadi pada tahun 2020 yaitu melambat hanya tumbuh 1,74 persen. Penyebabnya yaitu dikarenakan adanya perubahan dalam kebijakan pemerintah, seperti perubahan dalam subsidi atau insentif pada sektor pertanian pasca pandemi covid- 19, dapat mempengaruhi keberlanjutan sektor pertanian. Hal ini dikarenakan pemerintah pusat lebih terfokus pada percepatan ekonomi nasional. Serta ketidakstabilan ekonomi global dan perubahan dalam permintaan internasional untuk produk pertanian juga dapat mempengaruhi pertanian lokal terutama di Kabupaten Merangin di tahun 2020. Sedangkan perkembangan sektor pertanian yang tertinggi terjadi pada tahun 2022 yaitu 6,63 persen. Hal ini dikarenakan adanya perubahan kepemimpinan yang menyebabkan kebijakan dan program pemerintah yang mendukung sektor pertanian di daerah Kabupaten Tanjung Jabung Timur, seperti pemberian subsidi, akses ke kredit pertanian, dan pelatihan petani, dapat memberikan dorongan bagi pertumbuhan sektor ini. Namun, produktivitas sektor pertanian tercatat paling rendah dibandingkan sektor lainnya. Kondisi ini disebabkan faktor-faktor antara lain penguasaan lahan pertanian yang terlalu sempit, kurangnya penguasaan informasi pasar dan iptek pertanian, rendahnya nilai tambah produk pertanian dan adanya periode menunggu hasil usaha pertanian. Perkembangan Tenaga Kerja Tabel 4 Perkembangan Tenaga Kerja Di Kabupaten Merangin Tahun Tenaga Kerja (Jiw. UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Perkembangan (Perse. -2,38 -1,18 -8,19 11,98 0,91 2,05 11,68 3,25 Page 96 of 202 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 13 NO. 1 JUNI 2025 Rata-Rata pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 0,07 2,07 0,74 0,82 -3,78 1,39 Sumber : Data BPS Kabupaten Merangin, 2024 Berdasarkan tabel 4, dapat terlihat bahwa jumlah penduduk bekerja yang ada di Kabupaten Merangin dari tahun ke tahun menunjukkan kecenderungan yang terus meningkat. Peningkatan ini disebabkan karena semakin berkembangnya sektor ekonomi maupun disebabkan terbukanya peluang usaha bagi masyarakat. Untuk pertumbuhan penduduk bekerja tertinggi di Kabupaten Merangin selama periode 2010-2023 terjadi pada tahun 2014 yaitu sebesar 11,98 persen atau 248 jiwa. Tingginya laju pertumbuhan ini disebabkan oleh banyaknya migran yang masuk ke Kabupaten Merangin untuk mencari pekerjaan sebagai akibat perkembangan daerah dan peluang usaha yang masih terbuka luas di Kabupaten Merangin terutama pembukaan lowongan CPNS di tahun 2014. Sedangkan pertumbuhan penduduk yang bekerja terendah terjadi pada tahun 2013 yaitu menurun sebesar 8,19 persen atau sebanyak 140. 420 jiwa. Penurunan tersebut disebabkan terjadi krisis finansial yang melanda dunia sehingga menyebabkan keuangan nasional tidak stabil dan berdampak pemangkasan produksi akibat daya beli masyarakat yang rendah. Sehingga terjadi kelesuan ekonomi yang berdampak pada rendahnya daya serap tenaga kerja yang berdampak juga pada Kabupaten Merangin. Namun demikian selama periode 2010-2023 terjadi peningkatan penyerapan tenaga kerja berfluktuasi ke trend positif. UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Page 97 of 202 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 13 NO. 1 JUNI 2025 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 Pertumbuhan Ekonomi Tabel 5 Data Pertumbuhan Ekonomi Dan PDRB Kabupaten Merangin Periode 2010-2023 berdasarkan Harga Konstan 2010 Tahun Rata-Rata PDRB ADHK 2010 (Juta Rupia. Pertumbuhan Ekonomi (Perse. 7,85 7,25 6,37 6,45 7,13 5,40 6,22 5,39 4,93 4,25 0,78 5,24 5,72 5,28 5,59 Sumber : BPS Kabupaten Merangin, 2024 Dari tabel data tergambar bahwa selama periode tahun 2010-2023 PDRB di Kabupaten Merangin mengalami peningkatan dengan rata-rata pertumbuhan ekonominya sebesar 5,59 persen. Laju pertumbuhan PDRB secara total di Kabupaten Merangin tertinggi terjadi pada tahun 2010, yaitu sebesar 7,85 persen. Tingginya laju pertumbuhan ekonomi pada tahun ini disebabkan karena peningkatan aktivitas perekonomian. Peningkatan aktivitas ini didukung dengan semakin membaiknya infrastruktur jalan dan jembatan dan terbukanya daerahdaerah terisolir, dimana hampir sebagian besar daerah ini dulunya belum mendapat perhatian dari pemerintah daerah ketika masih di bawah naungan Kabupaten Sarolangun Bangko . ebelum otonom. Adanya pemisahan wilayah turut mendorong percepatan pembangunan daerah terisolir, hal ini disebabkan pemerintah Kabupaten Merangin lebih fokus membangun daerahnya sendiri dengan membuka jalur-jalur perhubungan antar daerah. UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Page 98 of 202 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 13 NO. 1 JUNI 2025 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 Laju pertumbuhan PDRB Kabupaten Merangin terendah terjadi pada tahun 2020, yaitu sebesar 0,78 persen. Rendahnya laju pertumbuhan pada tahun ini disebabkan karena adanya stagnasi beberapa sektor akibat dari pandemi covid-19. Penyebabnya lain adalah pada tahun 2020 adanya kenaikan harga BBM dan rendahnya komoditi sawit yang menjadi produk unggulan Kabupaten Merangin, sehingga berdampak langsung terhadap aktivitas produksi yang menyebabkan penurunan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Merangin. Secara rata-rata selama periode 2010-2022 laju pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Merangin mengalami peningkatan sebesar 5,75 persen. Pengaruh Sektor Pertanian Dan Tenaga Kerja Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Merangin Coefficientsa Unstandardized Standardized Model Coefficients Std. Error Coefficients Beta -,206 1,080 (Constan. LogX1 (Sektor Pertania. ,130 ,025 Sig. -1,581 43,112 ,142 ,000 -,080 ,937 1,001 LogX2 (Tenaga Kerj. ,046 -,002 Dependent Variable: Y (Pertumbuhan Ekonom. Keterangan:*) Signifikan pada = 5% dan t-tabel = 2,179 Dari hasil regresi diatas maka model regersi berganda yang digunakan dalam persamaan regresi sebagai berikut : Y = -0,206 1,080LogX1 - 0,004LogX2 e Dari persamaan regreai, maka dapat diinterpretasikan dalam pembahasan dan hasil sebagai berikut . 0 sebesar -0,206 artinya, apabila pada periode tahun 2010-2023 tidak terjadi perubahan sektor pertanian (X. dan tenaga kerja (X. atau dengan asumsi dianggap konstan, maka akan menurunkan pertumbuhan ekonomi (Y) Kabupaten Merangin sebesar 0,206 persen. Penurunan pertumbuhan ekonomu Kabupaten Merangin mengindikasikan bahwa perekonomian tergantung sektor pertanian tanpa adanya diversifikasi ke sektor lain, pertumbuhan bisa melambat saat sektor ini tidak tumbuh dengan cepat. Meskipun sektor pertanian tetap UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Page 99 of 202 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 13 NO. 1 JUNI 2025 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 beroperasi, produktivitas mungkin tidak meningkat secara signifikan. Kurangnya inovasi, penggunaan teknologi pertanian yang terbatas, atau rendahnya investasi dalam infrastruktur serta kualitas tenaga kerja yangrendah dapat menyebabkan stagnasi ekonomi bahkan akan menyebabkan penurunan ekonomi jangka panjang (Marcelina Anggreani, dkk 2. 1 diperoleh nilai sebesar 1,080 artinya apabila terjadi kenaikan atau peningkatan sektor pertanian (X. sebesar 1 persen, maka akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Merangin periode tahun 2010-2023 sebesar 1,080 persen dengan asumsi bahwa variabel lain tetap (Cateris paribu. atau tidak terjadi perubahan atau konstan. Hasil regresi untuk koefisien sektor pertanian (X. bernilai positif, karena dengan meningkatnya sektor pertanian (X. akan meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi. Hal ini dikarenakan sektor pertanian merupakan salah satu sektor utama dalam Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) daerah Kabupaten Merangin. Jika sektor pertanian memiliki andil yang signifikan dalam PDRB Kabupaten Merangin, pertumbuhan dalam sektor ini akan memberikan dampak besar pada pertumbuhan ekonomi secara Selain itu juga sektor pertanian sering menjadi penyedia lapangan kerja terbesar di daerah pedesaan di Kabupaten Merangin. Pertumbuhan di sektor ini dapat menciptakan peluang pekerjaan bagi penduduk setempat dan meningkatkan pendapatan masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah (Yusuf Maulana, dkk, 2. 2 diperoleh nilai sebesar -0,004 artinya apabila terjadi kenaikan atau peningkatan tenaga kerja (X. sebesar 1 persen, maka akan menurunkan pertumbuhan ekonomi (Y) sebesar 0,004 persen dengan asumsi bahwa variabel lain diluar persaman tidak terjadi perubahan atau konstan. Peningkatan tenaga kerja (X. , jika produktivitas per pekerja rendah,peningkatan jumlah tenaga kerja tidak akan secara otomatis meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Produktivitas yang rendah dapat disebabkan oleh kurangnya keterampilan, teknologi yang usang, atau kurangnya inovasi. Pertumbuhan tenaga kerja mungkin terjadi di sektor-sektor dengan produktivitas rendah atau dalam pekerjaan dengan upah rendah yang tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Merangin. Karena, banyak pekerja UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Page 100 of 202 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 13 NO. 1 JUNI 2025 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 di sektor informal yang tidak tercatat secara resmi dan produktivitasnya tidak tinggi (Indra, 2. Uji Hipotesis Uji Parsial (Uji-. Berdasarkan tabel 5 maka uji statistik parsial dengan tingkat keyakinan = 5%, diperoleh sebagai berikut: X1 dengan nilai t-statistik untuk variabel sektor pertanian (X. yang nilainya alphanya lebih besar dari t-tabel . ,112 > 2,. , artinya H0 ditolak Ha Hal ini menunjukkan bahwa sektor pertanian (X. selama periode 2010-2023 berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi (Y) Kabupaten Merangin. Atau dilihat dari diperoleh nilai sig untuk variabel sektor pertanian (X. yang nilainya lebih kecil dari alpha . ,000 < 0,. artinya H0 ditolak Ha diterima. Hal ini menunjukkan bahwa sektor pertanian (X. selama periode 2010-2023 berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi (Y) Kabupaten Merangin. Selain itu. Kabupaten Merangin merupakan daerah agraris di mana mayoritas penduduknya bekerja di sektor pertanian. Ketergantungan masyarakat terhadap sektor ini menjadikan pertanian sebagai tulang punggung ekonomi lokal. Jika sektor pertanian tumbuh, maka kesejahteraan masyarakat meningkat, yang berdampak langsung pada ekonomi Sektor pertanian di Merangin mungkin menjadi kontributor terbesar dalam produk domestik regional bruto (PDRB) daerah. Sektor ini mencakup berbagai sub-sektor seperti tanaman pangan, perkebunan . isalnya karet dan kelapa sawi. , hortikultura, dan peternakan, yang secara keseluruhan Dan kebanyakan pendapatan yang dihasilkan oleh para petani dan pekerja di sektor pertanian biasanya dibelanjakan di tingkat lokal, menciptakan perputaran ekonomi di daerah tersebut. Hal ini meningkatkan daya beli masyarakat, yang pada akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan. X2 dengan nilai t-statistik untuk variabel tenaga kerja (X. yang nilainya lebih kecil dari t-tabel . ,080 < 2,. , artinya H0 diterima Ha ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa tenaga kerja (X. selama periode 2010-2023 tidak UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Page 101 of 202 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 13 NO. 1 JUNI 2025 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi (Y) Kabupaten Merangin. Atau dilihat dari diperoleh nilai sig untuk variabel tenaga kerja (X. yang nilainya lebih besar dari alpha . ,937 > 0,. artinya H0 diterima Ha Hal ini menunjukkan bahwa tenaga kerja (X. selama periode 20102023 tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi (Y) Kabupaten Merangin. Hal ini dikarenakan, tenaga kerja di Kabupaten Merangin didominasi oleh pekerja dengan keterampilan rendah, produktivitas juga cenderung rendah. Kurangnya pendidikan, pelatihan, dan akses terhadap teknologi menghambat kemampuan tenaga kerja untuk meningkatkan output ekonomi secara signifikan. Sebagian besar tenaga kerja mungkin bekerja di sektor informal yang kontribusinya terhadap PDRB sering kali tidak tercatat atau kurang signifikan. Pekerjaan di sektor informal umumnya memiliki produktivitas rendah dan tidak memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi Uji Simultan (Uji-. Uji f digunakan untuk menguji signifikan koefisien regresi secara bersamasama anatara variabel dependent dengan variabel independent atau variabel bebas secara bersama-sama terhadap variabel terikat. ANOVAa Model Regresi Linear Berganda ANOVAa Model Mean Square Regression ,057 Residual ,000 Total 3646,921 Sig. ,000b Dependent Variable: Y Predictors: (Constan. LogX2. LogX1 Berdasarkan uji f , diperoleh nilai f-statistiknya lebih besar dari nilai F-prob . 6,921>0,. pada tingkat keyakinan = 5%. Artinya. H0 ditolak dan H1 Secara bersama-sama variabel sektor pertanian (X. dan tenaga kerja (X. berpengaruh signifikan terhadap kenaikan pertumbuhan ekonomi (Y) Kabupaten Merangin selama periode 2010 sampai dengan 2023. UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Page 102 of 202 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 13 NO. 1 JUNI 2025 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 Uji Koefisien Determinasi (R. Koefisien determinasi R2 pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel independent. Nilai koefisien determinasi diantara 0 dan 1 . < R2<. , nilai (R. yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel independent sangat terbatas. Model Summaryb Model Regresi Linear Berganda Model Summaryb Adjusted R Model ,999a R Square ,998 Std. Error of the Square ,998 Estimate ,00394 Predictors: (Constan. LogX2. LogX1 Dependent Variable: Y Dari hasil perhitungan R-squared yang ditunjukkan pada persamaan diatas diperoleh nilai R2 sebesar 0,998. Hal ini menunjukan bahwa sekitar 99,80 persen naik turunnya pertumbuhan ekonomi (Y) Kabupaten Merangin selama periode 2010-2023 dipengaruhi oleh sektor pertanian (X. dan tenaga kerja (X. Sedangkan sisanya 0,20 persen, dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukan kedalam persamaan regresi. Berdasarkan hasil penelitian ini, membuktikan hanya sektor pertanian yang berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Sedangkan tenaga kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Merangin. KESIMPULAN Kesimpulan Hasil penelitian mengenai pengaruh sektor pertanin dan tenaga kerja terhadap pertumbuhan ekonomi di kabupaten mrangin adalah sebagai berikut Perkembangan sektor pertanian, tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Merangin yaitu rata-rata berflutuasi meningkat selama periode 2010-2023 dengan besar rata-ratanya untuk sektor pertanian 5,03 persen, tenaga kerja rata-rata sebesar 1,39 persen dan pertumbuhan ekonomi rata- rata sebesar 5,59 persen. Secara parsial sektor pertanian selama periode 2010-2023 berpengaruh UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Page 103 of 202 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 13 NO. 1 JUNI 2025 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Merangin. Sedangkan untuk tenaga kerja secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap pertubuhan ekonomi Kabupaten Merangin. Namun secara simultan baik itu sektor pertanian dan tenaga kerja secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Merangin dengan tingkat signifikansinya sebesar 99,80 persen. Saran Berdasarkan infrastruktur terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jambi, beberapa hal berikut dapat disarankan: Dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi perlu upaya yang dilakukan pemerintah daerah dalam membangun sektor penunjang seperti sektor Namun, penting untuk dicatat bahwa terlalu besar ketergantungan pada sektor pertanian dapat membuat ekonomi daerah menjadi rentan terhadap fluktuasi pasar komoditas pertanian, perubahan cuaca, dan faktor risiko lainnya. Oleh karena itu, diversifikasi ekonomi dan pengembangan sektor-sektor lainnya juga penting untuk memastikan pertumbuhan ekonomi yang stabil dan berkelanjutan di Kabupaten Merangin. Sebagian besar tenaga kerja mungkin bekerja di sektor informal yang kontribusinya terhadap PDB sering kali tidak tercatat atau kurang signifikan. Pekerjaan di sektor informal umumnya memiliki produktivitas rendah dan tidak memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi. Tenaga kerja yang tersedia mungkin tidak memiliki keterampilan yang dibutuhkan oleh industri atau sektor ekonomi yang sedang berkembang. Akibatnya, meskipun jumlah tenaga kerja bertambah, pertumbuhan ekonomi tetap stagnan karena tidak ada peningkatan produktivitas atau inovasi. Sehingga diperlukan kebijakan dari Pemerintah Kabupaten Merangin yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan kedepannya. Tenaga kerja tidak memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar atau industri, maka kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi akan terbatas. Pendidikan dan pelatihan yang rendah dapat menghambat produktivitas. Untuk itu perlu UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Page 104 of 202 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 13 NO. 1 JUNI 2025 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 meningkatkan keterampilan tenaga kerja sesuai dengan perkembangan industri dan teknologi. Dan membangun kemitraan antara lembaga pendidikan mencerminkan kebutuhan pasar kerja. DAFTAR PUSTAKA