ABDITEKNIKA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 4 Nomor 1 April 2024 Halaman 51-58 DOI : https://doi. org/10. 31294/abditeknika. ISSN 2775-1694 Pengelolaan Administrasi Layanan Menggunakan Website di Gereja MFC Rudi1. Desi Arisandy2*. Arwin Halim3. Raj Karan4. Chandra Tandiono5 1,2,3,4,5 Universitas Mikroskil Jl. Thamrin No. Kec. Medan Kota. Kota Medan. Sumatera Utara. Indonesia email korespondensi: desi. arisandy@mikroskil. Submit: 02-02-2024 | Revisi : 25-04-2024 | Terima : 30-04-2024 Abstrak Aplikasi mobile merupakan sebuah program aplikasi yang dapat dijalankan atau digunakan walaupun pengguna berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain. Trend penggunaan aplikasi mobile juga dirasakan oleh Gereja MFC. Saat ini Gereja MFC sedang mempersiapkan implementasi aplikasi mobile namun terkendala dengan admin gereja yang belum memiliki pengalaman dalam mengelola aplikasi mobile. Oleh karena itu, sebelum dilakukan implementasi maka dibutuhkan pendampingan pengelolaan aplikasi mobile yang harapannya dapat memberikan kemudahan bagi admin gereja dalam mengelola aplikasi. Pengelolaan aplikasi mobile dilakukan melalui sebuah website yang dinilai dapat memberikan tingkat fleksibilitas yang lebih tinggi bagi admin. Dengan website ini, admin gereja dapat memproses layanan yang diajukan jemaat dan memperbaharui infomasi yang ada pada aplikasi mobile. Pelatihan dihadiri oleh 2 . orang staf admin dari gereja dan 4 . orang tutor yang membantu memberikan pelatihan. Empat orang tutor terdiri dari 2 . orang dosen dan 2 . orang mahasiswa yang mengikuti kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Selama proses pelatihan, admin sangat antusias dan mampu memahami penjelasan yang diberikan tutor. Pelatihan dilakukan melalui interaksi langsung dengan admin dan penggunaan langsung terhadap aplikasi dan website. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan menilai pemahaman admin dimana tutor meminta kepada admin untuk memasukan data nyata dan meminta kepada admin untuk menjelaskan bagaimana kaitan antar fitur dan fungsi yang ada. Evaluasi juga dilakukan dengan melakukan pengukuran usabiliy yang menunjukkan hasil bahwa website mudah digunakan oleh admin. Kata Kunci : Admin. Aplikasi Mobile. Website Abstracts A mobile application is an application program that can be run or used even if the user moves from one place to The trend of using mobile applications is also felt by the MFC Church. Currently the MFC Church is preparing to implement a mobile application but is hampered by church admins who do not have experience in managing applications. Therefore, before implementation, application management assistance is needed which hopefully will make it easier for church admins to manage the application. Application management is carried out through a website which is considered to provide a higher level of synchronization for admins. With this website, church admins can add, change, update information and services on the mobile application which will later be accessed by the congregation. The training was attended by 2 . admin staff from the church and 4 . tutors who helped provide the training. The four tutors consist of 2 . lecturers and 2 . students who take part in community service activities. During the training process, the admin was very enthusiastic and able to understand the explanations given by the tutor. Training is carried out through direct interaction with the admin and direct use of the application and website. Evaluation activities are carried out by assessing the admin's understanding where the tutor asks the admin to enter real data and asks the admin to explain how the existing features and functions are related. Evaluation is also carried out by measuring usability which shows that the website is easy to use by admins. Keywords : Admin. Mobile Aplication. Website Pendahuluan Informasi merupakan suatu kebutuhan primer yang telah menjadi bagian penting dalam kehidupan Dalam konteks perusahaan, informasi sangat dibutuhkan dan urgensinya sangat tinggi. Tanpa informasi, sangat sulit bagi para manajer untuk mengambil keputusan dalam perusahaan (Kustina et al. , 2. Teknologi informasi merupakan kombinasi dari hardware, software, dan layanan yang digunakan orang untuk mengelola, berkomunikasi, dan berbagi informasi (Cashman, 2. Kehadiran teknologi informasi seperti This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. ABDITEKNIKA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 4 Nomor 1 April 2024 smartphone telah memberikan peluang penerapan teknologi informasi berbasis mobile. Teknologi berbasis mobile atau dikenal dengan aplikasi mobile merupakan sebuah program aplikasi yang dapat dijalankan atau digunakan walaupun pengguna berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain (Ardian & Fernando, 2. Aplikasi berbasis mobile mampu memberikan tampilan yang lebih friendly, mudah digunakan, dan mudah diakses dengan menggunakan smartphone (Dewi et al. , 2. Aplikasi mobile merupakan teknologi yang paling banyak digunakan karena didukung oleh perkembangan smartphone yang semakin canggih (Yusril et al. , 2. Trend penggunaan aplikasi mobile juga dirasakan oleh Gereja MFC. Saat ini gereja MFC sedang mempersiapkan implementasi aplikasi mobile namun terkendala dengan admin gereja yang belum memiliki pengalaman dalam mengelola aplikasi. Oleh karena itu, sebelum dilakukan implementasi maka dibutuhkan pelatihan pengelolaan aplikasi melalui website yang harapannya dapat memberikan kemudahan bagi admin gereja dalam mengelola aplikasi. Pelatihan pengguna merupakan bagian dari sirklus hidup pengembangan sistem. Semua orang yang menggunakan sistem harus dilatih mulai dari personil yang melakukan entry data hingga pengguna output (Kendall & Kendall, 2. Beberapa pelatihan aplikasi kepada pengguna yang pernah dilakukan menunjukkan bahwa pelatihan penggunaan aplikasi mampu memberikan peningkatan pengetahuan dan keterampilan bagi pengguna (Sari & Yarza, 2. , (Putriyani, 2. , (Lestari et al. , 2. Disamping itu, penelitian lain menunjukkan bahwa pelatihan pengguna mampu meningkatkan keyakinan dan kepercayaan diri bagi pengguna aplikasi (Hakiki et al. , 2. , mampu mengelola website secara baik dan benar (Airlangga et al. , 2. , (Redy et , 2. , serta memberikan kemudahan dalam pengelolaan (Budiman et al. , 2. Tingkat kemudahan penggunaan terhadap sebuah aplikasi dapat diukur dengan menggunakan kuesioner System Usability Scale (SUS) (Benyon, 2. yang nantinya juga akan diukur sebagai salah satu hasil evaluasi kegiatan. Berdasarkan uraian diatas, maka kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada admin gereja tentang bagaimana mengelola administrasi layanan melalui website sehingga admin gereja dapat dengan mudah mengelola aplikasi Metode Kegiatan pelatihan dilakukan dalam tiga tahapan yang digambarkan sebagai berikut. Gambar 1. Score SUS Berikut penjelasan dan kegiatan yang dilakukan untuk setiap tahapan: Perencanaan Kegiatan awal yang dilakukan adalah membuat perencanaan dengan merencanakan jadwal pelatihan dan mempersiapkan handbook yang berisikan gambaran dan penjelasan singkat dari aplikasi mobile dan website. Pelaksanaan Kegiatan pelatihan dilaksanakan di kantor gereja MFC pada tanggal 17 Januari 2024 mulai pukul 10. 30 Wib dengan alur sebagai berikut: Instalasi aplikasi pada smartphone admin Instalasi aplikasi dilakukan pada smartphone admin agar admin dapat merasakan langsung penggunaan aplikasi sebagai bentuk pengalaman langsung. Perkenalan Fitur Aplikasi Pada tahap ini dilakukan pengenalan fitur yang ada pada aplikasi beserta penjelasan akan fungsi dari setiap fitur. Pengenalan akan fitur dan fungsinya sangat dibutuhkan admin agar admin dapat memahami dengan baik semua fitur dan bagaimana fungsi dan kaitan antar fitur dalam aplikasi tersebut. Perkenalan Fitur Website Pada tahap ini dilakukan pengenalan akan fitur website beserta fungsi setiap fitur. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada admin bagaimana kaitan antara setiap fitur didalam website dan bagaimana kaitan antar fitur di website dengan di aplikasi. Pemberian Contoh Nyata Setelah memahami semua fitur dan fungsi dari aplikasi dan website, tim memberikan contoh memasukan data kedalam website dan menjelaskan bagaimana semua perubahan pada website akan diikuti perubahan pada aplikasi. Evaluasi Kegiatan evaluasi dilakukan dengan meminta admin untuk memasukan data nyata dan melihat bagaimana semua perubahan yang terjadi, melakukan wawancara langsung dengan admin terkait tingkat kemudahan penggunaan website, serta mengisi kuesioner evaluasi SUS. Hasil dan Pembahasan Selama proses pelatihan, admin sangat antusias dan mampu memahami penjelasan yang diberikan tutor. http://jurnal. id/index. php/abditeknika ABDITEKNIKA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 4 Nomor 1 April 2024 Pelatihan dilakukan melalui interaksi langsung dengan admin dan penggunaan langsung terhadap aplikasi dan website oleh admin. Admin diberikan kesempatan untuk bertanya sepanjang pelatihan berlangsung. Untuk menilai pemahaman admin, tutor memberikan kesempatan kepada admin untuk memasukan data nyata dan meminta untuk menjelaskan bagaimana kaitan antar fitur dan fungsi yang ada. Admin juga memberikan feedback positif terhadap kemudahan penggunaan baik pada aplikasi maupun website. Setelah kegiatan selesai, admin diminta untuk mengisi kuesioner. Pengisian kuesioner ini bertujuan untuk mengetahui secara statistik apakah melalui pelatihan yang telah diberikan admin dapat merasa mudah dalam menggunakan sistem. Kuesioner menggunakan System Usability Scale (SUS) yang memiliki 10 pertanyaan dengan pilihan rentang Sangat Tidak Setuju (STS) sampai Sangat Setuju (SS) (Benyon, 2. sebagai berikut. Tabel 1. Pertanyaan Kuesioner Pertanyaan STS TS Saya berpikir akan menggunakan sistem ini Saya merasa sistem ini rumit digunakan Saya merasa sistem ini mudah digunakan Saya merasa membutuhkan bantuan orang lain atau teknisi dalam menggunakan sistem Saya merasa fitur-fitur ini berjalan dengan Saya merasa ada banyak hal yang tidak Saya merasa orang lain akan memahami cara menggunakan sistem ini dengan cepat Saya merasa sistem ini membingungkan Saya merasa tidak ada hambatan dalam menggunakan sistem ini Saya perlu membiasakan diri terlebih dahulu sebelum menggunakan sistem ini Tabel 1 merupakan pertanyaan kuesioner yang ditanyakan kepada responden dalam hal ini admin dengan skala Sangat Tidak Setuju (STS). Tidak Setuju (TS). Ragu-Ragu (RG). Setuju (ST), dan Sangat Setuju (SS). Kuesioner disebarkan ke admin setelah pelatihan selesai dilakukan, diisi dan dikembalikan saat itu juga. Tabel 2. Skor Kuesioner yang diisi Responden Responden Skor Asli Q2 Q3 Q4 Q5 Q6 Q7 Responden 1 Responden 2 Q10 Setelah kuesioner diisi oleh admin dan dikembalikan ke tim, hasil kuesioner kemudian ditabulasi dalam excel dan didapati hasil seperti pada tabel 2 diatas. Tabel 3. Skor Hasil Perhitungan dengan SUS Skor Hasil Hitung SUS Jumlah Q3 Q4 Q5 Q6 Q7 Q8 Skor Rata-Rata (Hasil Akhi. Q10 Nilai (Jumlah Hasil tabulasi pada tabel 2 (Q1 sampai Q. kemudian diolah dengan pendekatan SUS dan didapati hasil akhir dengan nilai 96 atau masuk dalam Best Imaginable. Hasil ini menunjukkan bahwa admin dapat dengan sangat mudah menggunakan sistem. http://jurnal. id/index. php/abditeknika ABDITEKNIKA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 4 Nomor 1 April 2024 Gambar 2. Score SUS Gambar 2 merupakan panduan score yang umumnya dipakai dalam System Usability Scale (SUS). Berdasarkan hasil hitung SUS, terlihat bahwa 96 masuk dalam kategori best imaginable. Gambar 3. Pelatihan Penggunaan Aplikasi Mobile Pelatihan dimulai dengan pengenalan aplikasi mobile terlebih dahulu kepada admin. Untuk memberikan pengalaman langsung kepada admin, tim telah menginstall aplikasi mobile kedalam dua buah smartphone. Melalui smartphone ini, admin langsung mempraktekkan aplikasi sesuai arahan dari tim seperti yang terlihat pada gambar 3. http://jurnal. id/index. php/abditeknika ABDITEKNIKA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 4 Nomor 1 April 2024 Gambar 4. Pelatihan Penggunaan Website Setelah pelatihan terhadap aplikasi mobile selesai dilakukan, langkah berikutnya adalah memberikan pelatihan penggunaan dan pengelolaan aplikasi dengan website. Disini masing-masing admin menggunakan laptop masing-masing dan mempraktekkan langsung sesuai arahan dari tutor seperti terlihat pada gambar 4 diatas. Gambar 5. Handout dan Tampilan Aplikasi Mobile http://jurnal. id/index. php/abditeknika ABDITEKNIKA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 4 Nomor 1 April 2024 Gambar 5 merupakan contoh tampilan aplikasi mobile dan sekaligus sebagai handout yang dipakai selama Gambar 6. Handout dan Tampilan Website Admin Gambar 6 merupakan contoh tampilan website dan sekaligus sebagai handout yang dipakai selama pelatihan. Gambar 7. Tampilan Login di Website Gambar 7 merupakan tampilan awal website ketika dibuka. Tampilan awal ini mengizinkan admin gereja untuk masuk kedalam website dengan melakukan login terlebih dahulu dan membutuhkan koneksi ke internet. http://jurnal. id/index. php/abditeknika ABDITEKNIKA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 4 Nomor 1 April 2024 Gambar 8. Tampilan Fitur di Website Gambar 8 merupakan tampilan fitur yang ada pada website. Melalui fitur-fitur ini, admin gereja dapat memperbaharui informasi pada aplikasi mobile dan memproses layanan yang diajukan jemaat melalui aplikasi Sebagai contoh pada fitur permohonan, admin dapat melihat pengajuan layanan yang masuk dari jemaat, memproses pengajuan, dan memantau status pengajuan layanan. Kesimpulan Pendekatan kegiatan pelatihan melalui penjelasan dan praktik langsung kepada admin gereja diyakini mampu membantu admin gereja mengelola aplikasi mobile melalui website dengan sangat mudah. Admin gereja yang awalnya merasa tidak mampu dalam mengelola aplikasi setelah mengikuti pelatihan merasakan adanya Pengelolaan aplikasi mobile melalui sebuah website juga dinilai telah tepat. Hal ini terlihat dari hasil evaluasi yang dilakukan dengan kuesioner System Usability Scale (SUS) memperoleh nilai 96 atau masuk dalam kategori Best Imaginable berdasarkan panduan score yang umumnya dipakai dalam SUS. Hasil lain juga terlihat dari kemampuan admin gereja dalam menggunakan fitur-fitur yang ada dalam website dan mampu menjelaskan kembali fungsi dari semua fitur yang ada. Berdasarkan hasil ini, maka dapat dilihat bahwa admin gereja dapat dengan sangat mudah menggunakan website untuk mengelola aplikasi mobile. Dengan demikian tujuan dari pelatihan ini telah tercapai. Kemampuan ini diharapkan dapat membantu admin mengelola aplikasi mobile melalui website dengan cepat dan mudah untuk kedepannya. Penghargaan Terima kasih kepada gereja MFC yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk memberikan pelatihan kepada staf admin gereja dan telah menyediakan sarana dan prasarana sepanjang kegiatan pelatihan Referensi