EJOIN Ae VOLUME 2 NOMOR 4 . : 671 - 677 PELATIHAN DAUR ULANG KAIN PERCA SEBAGAI SENI RAMAH LINGKUNGAN Frederika Febiola Riang Hepat1 . Julia Hendrika2 . Euodia Devasya Mawartika Kapitan3. Gabriela Maria Saveria Bria4 . Desy Rufaidah5 . Die Bhakti Wardoyo Putro6 1,2,3,4,5,6 Universitas Sarjana Wiyata Tamansiswa Yogyakarta Article Information Article history: Received Approved ABSTRACT March 20. April Keywords: Daur Ulang . Kain Perca . Lingkungan Patchwork waste is scraps of cloth that are often considered useless and simply thrown away. However, the background that needs to be understood is that patchwork has great potential that has been neglected. In the textile industry, the production process produces a lot of rag scraps which can contribute to environmental and waste management problems. Recycling rags can be a concrete step in reducing textile waste, which, if not processed properly, can pollute the This activity is carried out with the aim of reducing rag waste, increasing creativity and creativity among teenagers, saving resources, increasing environmental awareness, and also increasing additional income for teenagers. recycling rags, teenagers not only benefit the environment, but also create new opportunities for creativity and additional income. Apart from that, this also contributes to teenagers' efforts to maintain a more sustainable earth. This activity will be held on November 8 2023 at Ibu Hadi's boarding house. Jl. Tamansiswa. Alley Joyonegaran. Wirogunan. Mergangsan. DIY. The training was carried out using training methods, mentoring and direct practice for making Scrunchies . air The targets of the training are teenagers who live around the Buk Hadi Boarding House. The results of this activity show youth enthusiasm, increased skills, empowerment through creativity and waste reduction. ABSTRAK Limbah kain perca adalah kain sisa potongan yang sering kali dianggap tidak berguna dan dibuang begitu saja. Kain perca memiliki potensi besar yang terabaikan. Dalam industri tekstil, proses produksi menghasilkan banyak sisa kain perca yang dapat menyumbang pada permasalahan lingkungan dan pengelolaan limbah. Daur ulang kain perca dapat menjadi langkah konkret dalam mengurangi limbah tekstil jika tidak diolah dengan benar, dapat mencemari lingkungan. Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan agar dapat mengurangi limbah kain perca, | 671 Febiola Riang Hepat et al. - Volume 2 Nomor 4 . : 671 - 677 menambah kreativitas dan kreasi para remaja, menghemat sumber daya, meningkatkan kesadaran lingkungan, juga dapat menambah pendapatan tambahan bagi remaja. Dengan mendaur ulang kain perca, remaja tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan, tetapi juga menciptakan peluang baru untuk kreativitas dan penghasilan tambahan. Selain itu, hal ini juga berkontribusi pada upaya para remaja untuk menjaga bumi yang lebih berkelanjutan. Kegiatan ini dilaksanakan pada 8 November 2023 di Kost Putri Ibu Hadi. Jl. Tamansiswa. Gang Joyonegaran. Wirogunan. Mergangsan. DIY. Pelatihan dilakukan dengan metode pelatihan, pendampingan, dan praktik langsung untuk pembuatan Scrunchies . kat rambu. Sasaran pelatihan adalah remaja yang tinggal di sekitar Kost Buk Hadi. Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya antusiasme remaja, peningkatan keterampilan, pemberdayaan memlaui kreativitas dan pengurangan limbah. A 2024 EJOIN *Corresponding author email: Frederica@gmail. PENDAHULUAN Penanganan dan pengelolaan sampah yang kurang efektif menjadi salah satu permasalahan utama. Hal ini terkait dengan minimnya penegakan hukum, anggaran pengelolaan, dan panduan yang menyebabkan kesulitan dalam mengelola sampah dengan baik. Kesadaran kolektif dan keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah merupakan salah satu bentuk modal sosial untuk menciptakan budaya bersih sebagai bagian dari identitas dan karakter masyarakat Indonesia. Gerakan Indonesia Bersih, sebagai salah satu pilar dari 5 Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) diharapkan menjadi gerakan sosial kolaboratif yang turut berkontribusi membina mental masyarakat untuk sadar dan paham akan permasalahan sampah dan bergerak untuk mengambil bagian dalam pengelolaan sampah. Pengelolaan limbah seperti yang dikemukakan oleh Salim . , bahwa dalam menyikapi permasalahan limbah dan pencemaran diperlukan sikap yang obyektif, arif dan Dalam situasi tertentu, limbah bahkan dapat merupakan sesuatu yang diperlukan karena dapat memberi manfaat, berfungsi lebih tepat dan lebih baik bagi makhluk hidup. Selanjutnya. Salim mengemukakan bahwa pada dasarnya perilaku pengelolaan sampah dapat dipandang sebagai sumber pekerjaan sosial. Salah satu upaya kreatif dan normatif yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak negatif dari limbah industri pakaian jadi, adalah dengan menggunakan pendekatan reduce, reuse dan recycle . R). Reduce dalah mengurangi timbulan limbah pada sumbernya. Reuse adalah pemanfaatan limbah yang ada, baik dengan mengubah bentuknya atau tetap seperti semula, dan Recycle adalah proses pengolahan limbah yang dapat menghasilkan produk yang bermanfaat kembali (Dwiyanto, 2011:239-. Variasi dalam pengelolaan limbah tersebut, dapat pula dilakukan pada limbah lain, seperti limbah perca kain dari usaha industri pakaian jadi. Dengan harapan, selain dapat mengurangi dampak lingkungan, juga mempunyai daya guna yang dapat dimanfaatkan kembali dalam bidang kerajinan. Limbah industri pakaian jadi apabila didaur ulang . , maka akan menghasilkan produk kerajinan yang akan dapat dimanfaatkan oleh pengrajin perca kain, dan juga bagi masyarakat yang membutuhkan hasil olahan limbah tersebut. Sama halnya yang dikemukakan oleh Sisilia . 0:401-. , bahwa dampak dari adanya usaha garmen, tailor, modiste dan konfeksi, berupa limbah kain perca dapat mengakibatkan tertimbunnya sampah EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat | 672 Febiola Riang Hepat et al. - Volume 2 Nomor 4 . : 671 - 677 yang mengakibatkan polusi di lingkungan. Demikian pula yang dikemukan oleh Guner . bahwa, owing to changing demand and technologies, textile and apparel product, which are among the basic necessities of people, can negatively effect the environment as well as humans during the production, usage and disposal stages . arena untuk menuntut suatu perubahan teknologi, produk tekstil dan pakaian, yang merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia, bisa berpengaruh negatif terhadap lingkungan serta manusia terutama selama tahap produksi, tahap pemakaian dan tahap pembuanga. Kain perca sering kali dianggap sebagai limbah dalam industri tekstil, sebenarnya memiliki potensi besar yang sering terabaikan. Dalam upaya untuk mengurangi limbah tekstil, kita dapat melihat kain perca sebagai bahan mentah yang dapat diubah menjadi ketrampilan yang bernilai. Kreativitas dan keahlian dalam mengolah kain perca menjadi produk-produk beragam dapat menjadi sarana yang efektif untuk mengajarkan keterampilan tangan dan mempromosikan kesadaran lingkungan. Pengolahan kain perca menjadi kerajinan tangan menciptakan peluang baru bagi individu untuk mengembangkan keahlian menjahit, merajut, dan menghias, serta untuk menciptakan produk-produk unik yang memiliki nilai estetika. Kain perca dapat diubah menjadi berbagai barang yang bisa digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, mengolah kain perca juga memiliki potensi ekonomi. Produk-produk yang dihasilkan dari kain perca dapat dijual, baik secara lokal maupun online sehingga dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi individu dan komunitas. Limbah kain perca dianggap tidak berguna dan dibuang begitu saja. Namun, latar belakang yang perlu dipahami adalah bahwa kain perca memiliki potensi besar yang terabaikan. Dalam industri tekstil, proses produksi menghasilkan banyak sisa kain perca yang dapat menyumbang pada permasalahan lingkungan dan pengelolaan limbah. Mengolah kain perca sebagai seni ramah lingkungan merupakan kegiatan yang menunjukkan inovasi dalam pemanfaatan limbah tekstil. Limbah kain perca adalah potongan-potongan sisa yang sering kali dibuang, tetapi dapat dijadikan bahan utama untuk karya seni kreatif. Selain menciptakan produk seni yang unik, kegiatan ini mendukung konsep ekoefisiensi, yaitu memanfaatkan sumber daya alam tanpa merusak ekosistem. Masyarakat, terutama para remaja, dapat berperan dalam mengurangi limbah tekstil dengan memanfaatkan kain perca. Selain memberikan nilai seni, kegiatan ini juga menciptakan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan. Dengan merangkul prinsip-prinsip seni ramah lingkungan, seperti daur ulang dan penggunaan bahanbahan yang sudah ada, kegiatan mengolah kain perca menjadi seni dapat memberikan kontribusi positif terhadap keberlanjutan lingkungan METODE PELAKSANAAN Adapun metode pelaksanaan kegiatan ini secara lengkap sebagai berikut: Tahap Persiapan Pada tahap persiapan ini, hal - hal yang akan dilakukan oleh beberapa mahasiswa pengabdian kepada masyarakat meliputi kegiatan awal sebagai berikut: Survey awal yaitu melihat lokasi yang rencananya akan digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini , dimana lokasi tersebut adalah Kost Buk Hadi yang berlokasi di Jalan Tamansiswa. Gang Joyonegaran. Kecamatan Wirogunan. Daerah Istimewa Yogyakarta. Setelah melakukan survey tempat, tim membuat laporan pengajuan kepada kantor Lurah Wirogunan agar mendapat persetujuan dari ketua PKK dari kelurahan tersebut. Tahap Pelaksanaan Pada tahap ini ada beberapa proses yang dilakukan yaitu: Tahap Pertama EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat | 673 Febiola Riang Hepat et al. - Volume 2 Nomor 4 . : 671 - 677 Menyiapkan alat dan bahan yang digunakan untuk kegiatan tersebut yang berupa: kain perca, benang jahit, mesin jahit portebel, gunting kain, gunting benang, kapur jahit, penggaris, karet elastis, peniti, jarum jahit dan pita ukuran. Tahap kedua Pada tahap ini tim mulai mengajarkan kepada para remaja para remaja cara membuat ikat rambut dari kain perca yang sudah disipakan. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut: Langkah pertama, ukur kain percah yang akan digunakan untuk dijadikan ikat Ukuran yang dibutuhkan adalah lebar kain 10 cm dan panjang kain 50 Agar pada saat karet dipaskan dapat terlihat ikat rambut dapat terlihat lebih . Langkah kedua, berikan tanda pada kain dengan menggunakan kapur jahit dan Gambar 1. Menandai kain dengan kapur jahit. Langkah ketiga, gunting sesuai dengan tanda. Gambar 2. Menggunting kain sesuai tanda. Langkah keempat, lipat kedua sisi kain yang ukurannya paling panjang. Kemudian sematkan menggunakan jarum pentul agar memudahkan dalam proses menajhit. Gambar 3. Melipat sisi kain dan menyematkan jarum pentul EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat | 674 Febiola Riang Hepat et al. - Volume 2 Nomor 4 . : 671 - 677 . Langkah kelima, beri kampuh sekitar 1,5-2 cm pada tepi kain, kemudian jahit sesuai dengan kampuh. Langkah keenam, baliklah kain dari bagian buruk ke bagian baik lalu masukan karet pada kain yang telah dijahit menggunakan peniti. Gambar 4. Membalik kain. Gambar 5. Memasukkan karet menggunakan peniti. Langkah ketujuh, setelah karet dimasukan karet lalu ikat atau jahit ujungnya agar tidak mudah terlepas. Setelah itu jahit sisi kiri dan kanan kain menggunakan jarum tangan atau bisa juga dengan mesin dan yang terakhir adalah atur kerutan ikat rambut agar lebih rapi. Gambar 6. Mengikat ujung karet. Ikat rambut siap untuk digunakan. Gambar 7. Hasil jadi scrunchies. EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat | 675 Febiola Riang Hepat et al. - Volume 2 Nomor 4 . : 671 - 677 HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian masyarakat ini berujudul AuPelatihan Daur Ulang Kain Perca Sebagai Seni Ramah LingkunganAy menghasilkan beberapa point penting Antusiasme Remaja: Kegiatan ini memunculkan antusiasme tinggi di kalangan remaja, terutama para peserta. Mereka terlibat aktif dalam pembuatan ikat rambut dari limbah kain perca, juga secara langsung mengetahui tentang cara membuat ikat rambut dari kain Peningkatan Keterampilan: Para remaja mengalami peningkatan keterampilan menjahit dan kreativitas dalam mengolah limbah kain perca menjadi produk yang bermanfaat. Pemberdayaan Melalui Kreativitas: Kegiatan ini memberdayakan remaja untuk menggunakan kreativitas mereka dalam menghasilkan produk bernilai dari limbah, meningkatkan rasa memiliki dan banggar terhadap hasil karya mereka. Produk Bernilai Tinggi: Ikat rambut yang dihasilkan tidak hanya memiliki nilai fungsional sebagai aksesori, tetapi juga memiliki nilai artistik dan ekologis karena menggunakan limbah kain perca. Pengurangan Limbah: Melalui kegiatan ini, limbah kain perca yang sebelumnya dianggap tidak terpakai dapat diurangi, mendukung konsep daur ulang dan pengelolaan limbah yang berkelanjutan. Adapun terdapat beberapa faktor pendukung dan penghambat dalam kegitan tersebut antara lain sebagai berikut: Faktor Pendukung: Pelatihan dan Edukasi: Program pelatihan, seperti yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian masyarakat, dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat dalam mengolah limbah kain perca menjadi produk bernilai seperti ikat Kreativitas dan Inovasi: Inovasi dalam desain dan penggunaan kain perca dengan kreativitas tinggi dapat meningkatkan daya tarik produk ikat rambut, menjadikannya lebih menarik bagi konsumen. Faktor Pendukung dalam Proses: Scrunchies, sebagai jenis ikat rambut elastis berlapis kain, merupakan faktor pendukung dalam keberhasilan kegiatan pengabdian, karena produk ini populer dan dapat digunakan untuk berbagai jenis rambut Keterlibatan Remaja: Melibatkan remaja dalam kegiatan pengelolaan limbah kain perca dapat meningkatkan kesadaran akan manfaat dari limbah tersebut dan memberikan inspirasi bagi masyarakat untuk terlibat lebih aktif. Faktor Penghambat: Pengetahuan Dasar Jahitan: Kurangnya pengetahuan dasar dalam menjahit yang membuat para remaja yang masih pemula mungkin perlu memahami terlebih dahulu teknik-teknik dasar seperti menjahit lurus, mengukur kain, dan penggunaan alat jahit. Pengetahuan Dasar Jahitan: Kurangnya pengetahuan dasar dalam menjahit yang membuat para remaja yang masih pemula mungkin perlu memahami terlebih dahulu teknik-teknik dasar seperti menjahit lurus, mengukur kain, dan penggunaan alat jahit. Kesulitan dalam Menjahit Tepi Kain: Menjahit tepi kain dengan rapi memerlukan keahlian khusus. Pemula mungkin mengalami kesulitan menjaga jahitan tetap lurus dan rapi. Pemilihan Bahan yang Tepat: Pemula mungkin kesulitan dalam memilih jenis kain perca yang cocok untuk membuat ikat rambut. Pemilihan bahan yang kurang sesuai dapat memengaruhi kenyamanan dan daya tahan produk. EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat | 676 Febiola Riang Hepat et al. - Volume 2 Nomor 4 . : 671 - 677 Kesulitan Menggunakan Alat Jahit: Penggunaan mesin jahit atau alat jahit tangan mungkin memerlukan latihan agar dapat digunakan dengan baik. Pemula mungkin perlu memahami fungsi-fungsi dasar alat tersebut. Hasil dari pemberian pelatihan ini dapat memberikan tambahan bekal ilmu pengetahuan yang dapat dipertimbangkan untuk bermanfaat bagi masyarakat khususnya bagi remaja di sekitaran kos. Dalam kegiatan ini khususnya dalam diskusi tentang manfaatkain perca dan cara membuat ikat rambut dengan kain perca, seluruh peserta pengabdian masyarakat sudah cukup memahami tentang tata cara membuat ikat rambut. Hasil dari pelatihan ini berdasarkan kesan dan masukan yang diperoleh, para peserta sangat antusias dalam mengikuti kegiatan pelatihan sebab mereka dapat langsung mengetahui apa saja manfaat dari kain perca dengan bahan-bahan yang sangat sederhana dan mudah didapat dan dapat mengetahui tentang cara membuat ikat rambut dari kain perca. Pada intinya pelaksanaan Pengabdian dapat berjalan dengan baik dan lancar, follow up dari kegiatan ini nantinya diharapkan peserta pelatihan untuk terus mencoba dan sebisa mungkin dapat di terapkan oleh remaja dalam menambahkan uang saku sendiri. KESIMPULAN DAN SARAN Pelatihan pemanfaatan kain perca dan praktek membuat ikat rambut dari kain perca dengan cara memberikan praktek langsung pada para remaja sekitaran kosan pink Pelatihan mengenai kain perca ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dasar kepada para remaja dimana remaja perlu mengetahui definisi dari kain perca, manfaat, dan cara membuat kerajinan tangan. Pengetahuan tentang pemanfaatan kain perca dapat memperluas informasi tentang tata cara mambuat ikat rambut serta kegunaan kain perca itu sendiri. Kelebihan kegiatan pelatihan dalam pemanfaatan kain perca ini adalah memberikan edukasi kepada para remaja bahwa pengetahuan tentang pemanfaatan kain perca dapat memperluas informasi tentang tata cara pembuatan ikat rambut serta kegunaan kain perca itu DAFTAR PUSTAKA