Mutiara Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. No. Juli 2025 e-ISSN 3025-1028 Available at: https://jurnal. tiga-mutiara. com/index. php/jimi/index Penggunaan Metode Fonik untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca pada Anak Slow Learner *Sholikhatun Nisa1. Rudi Cahyono2 Universitas Airlangga E-Mail: sholikhatun. nisa-2022@psikologi. cahyono@psikologi. Abstract Reading proficiency is a fundamental skill in primary education. however, children with special needs classified as slow learners often face significant challenges in developing early reading abilities due to limitations in phonological processing. This study aims to examine the effectiveness of the phonic method in improving the reading skills of slow learners through a structured intervention approach. The central research problem addresses how the phonic method can be appropriately adapted to overcome reading difficulties in children with learning delays. The subject of this study was a fifth-grade elementary school student who exhibited marked delays in recognizing letter sounds, constructing words, and understanding simple sentence structures. A case study approach was employed, involving a six-session individualized intervention designed in gradual stages. Each session focused on developing phonological skills, including phoneme identification, blending sounds into syllables, phoneme segmentation, and the introduction of complex patterns such as digraphs and diphthongs. The results demonstrated significant improvement in the subjectAos reading ability, evidenced by increased accuracy in letter-sound recognition, reading simple words, and constructing short sentences. Although minor errors in pronunciation and word structure persisted, the subjectAos consistent progress throughout the intervention confirmed the phonic method as an effective and applicable approach to teaching reading to slow In conclusion, the phonic method successfully addressed phonological barriers through strategies tailored to the learnerAos cognitive profile. The novelty of this study lies in its implementation of the phonic method as a step-by-step phonological intervention model within the context of inclusive primary education an area that remains underexplored and underutilized in both educational practice and research in Indonesia. Keywords: Phonic Method. Reading Proficiency. Slow learner Children. Abstrak Kemampuan membaca merupakan dasar penting dalam pembelajaran di tingkat pendidikan dasar, namun anak berkebutuhan khusus dengan kategori slow learner sering mengalami hambatan dalam mengembangkan keterampilan membaca permulaan akibat keterbatasan dalam pemrosesan fonologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas metode Fonik dalam meningkatkan kemampuan membaca anak slow learner melalui pendekatan intervensi terstruktur. Permasalahan yang diangkat adalah bagaimana metode Fonik dapat diadaptasi secara tepat untuk mengatasi kesulitan membaca pada anak dengan keterlambatan Subjek penelitian adalah seorang siswa kelas V sekolah dasar yang menunjukkan Copyright A2025. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 73 Sholikhatun Nisa. Rudi Cahyono: Penggunaan Metode Fonik untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca pada Anak Slow Learner keterlambatan signifikan dalam mengenali bunyi huruf, menyusun kata, dan memahami struktur kalimat sederhana. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus dengan desain intervensi individual sebanyak enam sesi pembelajaran bertahap. Setiap sesi dirancang untuk melatih keterampilan fonologis, mulai dari identifikasi fonem, penggabungan bunyi menjadi suku kata, segmentasi fonem, hingga pengenalan pola kompleks seperti digraf dan vokal Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan membaca yang signifikan, terlihat dari kemajuan dalam mengenali bunyi huruf, membaca kata sederhana, dan merangkai kalimat pendek. Meskipun masih terdapat beberapa kekeliruan dalam pelafalan dan penguasaan struktur kata, perkembangan subjek selama intervensi menunjukkan bahwa metode Fonik merupakan pendekatan yang efektif dan aplikatif dalam pembelajaran membaca bagi anak slow learner. Kesimpulannya, metode Fonik terbukti mampu menjembatani hambatan fonologis melalui strategi yang disesuaikan dengan profil belajar anak. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada implementasi metode Fonik sebagai model intervensi fonologis bertahap dalam konteks pendidikan dasar inklusif, yang masih terbatas dalam praktik dan penelitian di Indonesia. Kata-kata Kunci: Metode Fonik. Kemampuan Membaca. Anak Slow learner. PENDAHULUAN Berdasarkan data terbaru, jumlah anak berkebutuhan khusus di Indonesia tercatat 184 jiwa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 330. 764 anak atau sekitar 21,42% berada dalam rentang usia 5 hingga 18 tahun. Namun, hanya 85. 737 anak berkebutuhan khusus yang tercatat mengenyam pendidikan di sekolah. Sementara itu, data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2020 menunjukkan bahwa jumlah penyandang disabilitas di Indonesia mencapai 22,5 juta orang atau sekitar lima persen dari total penduduk (Kementerian Sosial, 2. Di Indonesia, 85,19% dari semua siswa berkebutuhan khusus telah diidentifikasi sebagai slow learner. Siswa slow learner adalah individu yang memiliki tingkat kecerdasan pada kategori borderline (IQ antara 70 hingga . berdasarkan hasil tes standar, yang menunjukkan kemampuan di bawah rata-rata, namun tidak termasuk dalam kategori disabilitas Abdul Salim. AuThe Prevalence of Children with Special needs In Inclusive Elementary Schools in Iodine Deficiency Area,Ay Dije . 40Ae46, chromeextension://efaidnbmnibpcajpcglclefindmkaj/https://core. uk/download/pdf/290169067. Copyright A2025. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 74 Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia. Vol. No. Juli 2025 2,3,4,5,6 Mereka termasuk dalam kelompok siswa berkebutuhan khusus yang paling sering dijumpai pada jenjang sekolah dasar. 7 Anak dengan kategori slow learner memiliki kemampuan belajar yang terbatas sehingga mengalami hambatan dalam perkembangan dan penyesuaian mental. Mereka membutuhkan waktu lebih lama dan pengulangan yang lebih sering dalam menyelesaikan tugas-tugas baik akademik maupun nonakademik. Secara fisik, anak-anak dengan kebutuhan khusus kategori slow learner umumnya tidak menunjukkan perbedaan mencolok dibandingkan dengan siswa reguler, namun keterbatasan pada aspek kognitif membuat mereka memerlukan waktu yang lebih lama dalam memahami materi pelajaran, terutama materi yang bersifat abstrak dan simbolik, seperti membaca, menulis, dan berhitung. 9,10 Lambannya pemrosesan informasi ini menyebabkan siswa slow learner membutuhkan pendekatan pembelajaran yang lebih sabar, terstruktur, dan berulang. Tanpa dukungan yang memadai, mereka akan kesulitan mengejar ketertinggalan dari teman-teman sebayanya dalam kegiatan belajar mengajar di kelas. Pada lingkup pendidikan di Indonesia, sistem pendidikan inklusif hadir sebagai solusi untuk memberikan kesempatan belajar yang setara bagi siswa dengan berbagai latar belakang kemampuan, termasuk siswa slow learner. Melalui pendidikan inklusif, anak-anak dengan kebutuhan khusus diharapkan dapat belajar bersama dengan siswa reguler dalam satu lingkungan yang sama, dengan dukungan dan penyesuaian tertentu yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka. Hal ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 Kathleen S. Cooter dan Robert B. Jr. Cooter. AuOne Size DoesnAot Fit All: Slow Learners in the Reading Classroom,Ay The Reading Teacher . 680Ae684, https://w. com/openview/c741f1906864a6c3c9336c64d1995465/1?pqorigsite=gscholar&cbl=41358. Kimberly Kaznowski. AuSlow Learners: Are Educators Leaving Them Behind?,Ay NASSP Bulletin 88, 641 . : 31Ae45, https://eric. gov/?id=EJ747958. Krishnakumar et al. AuDeveloping a Model for Resource Room Training for Slow Learners in Normal Schools,Ay Indian Journal Psychiatry . 336Ae339, https://journals. com/indianjpsychiatry/fulltext/2011/53040/developing_a_model_for_resource_room_tra ining_for. Marlina. Asesmen Kesulitan Belajar (Jakarta: Kencana, 2. Munawir Yusuf. Endang Widyorini, dan Julia Maria van Tiel. Cerdas Istimewa di Kelas Inklusi (Jakarta: Prenada Media, 2. Mumpuniarti et al. AuTeacherAos Pedagogy Competence and Challenges in Implementing Inclusive Learning Slow Learner,Ay Cakrawala Pendidikan . 217Ae229, https://journal. id/index. php/cp/article/view/28807. Rashmi Rekha Borah. AuSlow Learners: Role of Teachers and Guardians in Honing their Hidden Skills,Ay International Journal of Educational Planning and Administration 3, no. : 139Ae143, https://w. com/ijepa/ijepav3n2_04. Sekar Dwi Ardianti. Savitri Wanabuliandari, dan Esti Wijayanti. AuNeed Analysis of AoSi EcoAo EthnoConfidence Game for Slow Learner Students,Ay Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar 5, no. : 461Ae470, https://ejournal. id/index. php/JISD/article/view/39534. Parneet Kaur. Manpreet Singh, dan Gurpreet Singh Josan. AuClassification and Prediction Based Data Mining Algorithms to Predict Slow Learners in Education Sector,Ay Procedia Computer Science 57 . 500Ae508, https://w. com/science/article/pii/S1877050915019018?via=ihub. Copyright A2025. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 75 Sholikhatun Nisa. Rudi Cahyono: Penggunaan Metode Fonik untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca pada Anak Slow Learner tentang Penyandang Disabilitas dan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2020 tentang Akomodasi yang Layak. Kedua regulasi tersebut menegaskan bahwa setiap penyandang disabilitas, termasuk anak lamban belajar, berhak memperoleh layanan pendidikan yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhannya, baik di sekolah umum maupun sekolah Siswa slow learner sering kali menghadapi hambatan dalam menyerap materi Mereka membutuhkan pengulangan yang intensif dan waktu yang lebih panjang untuk dapat memahami dan mengingat informasi. Kondisi ini juga berdampak pada kemampuan mereka dalam menyesuaikan diri secara sosial. Tidak jarang, siswa slow learner mengalami kesulitan dalam menjalin relasi dengan teman sebaya, merasa kurang percaya diri, dan terkadang menarik diri dari lingkungan sosial sekolah. 12,13 Lebih lanjut, keterbatasan dalam keterampilan manajemen waktu dan komunikasi juga memperburuk kesulitan mereka dalam mengikuti proses pembelajaran. Salah satu tantangan akademik paling signifikan yang dihadapi oleh siswa lamban belajar adalah kemampuan membaca. Keterampilan membaca merupakan dasar utama dalam pembelajaran dan menjadi fondasi dari hampir semua mata pelajaran lainnya. Anakanak slow learner cenderung mengalami kesulitan dalam berbagai aspek membaca, seperti pengenalan kata, pemahaman kosakata, kelancaran membaca, ejaan, serta pemahaman bacaan secara keseluruhan. 14,15 Kesulitan ini tidak hanya menghambat perkembangan keterampilan membaca itu sendiri, tetapi juga berdampak luas terhadap pemahaman mereka terhadap pelajaran lain, sehingga memperbesar kesenjangan akademik antara mereka dengan siswa reguler. Hambatan dalam membaca sejak dini akan memengaruhi kemampuan membaca lanjutan dan pemahaman teks di kemudian hari. Dadang Garnida. Pengantar Pendidikan Inklusif. Cet. (Bandung: Refika Aditama, 2. Heni Yunilda Hasibuan et al. AuProfil Pembelajaran Matematika pada Anak Berkebutuhan Khusus Ragam Slow Learner di Kelas Inklusif SMP Garuda Cendekia Jakarta,Ay Journal of Medives: Journal of Mathematics Education IKIP Veteran Semarang 4, no. : 37Ae51, https://ejournal. id/index. php/matematika/article/view/993. Pratama dan W. Setyaningrum. AuGame-Based Learning: The Effects on Student Cognitive and Affective Aspects,Ay in The 5th International Conference on Research. Implementation, & Education of Mathematics and Sciences, vol. 1097 (Yogyakarta: Journal of Physics: Conference Series, 2. , https://iopscience. org/article/10. 1088/1742-6596/1097/1/012123. Panel. AuTeaching Children to Read: an Evidence-Based Assessment of the Scientific Research Literature on Reading and its Implications for Reading Instruction,Ay in National Institute of Health (Washington DC: National Institute of Child Health and Human Development, 2. C E Snow. What Count as Literacy in Early Childhood?, trans. K McCart. (Malden. MA: Blackwell Publishing, 2. Timothy Rasinski dan Chase Young. Effective Instruction for Primary Srade Students Who Struggle with Reading Fluency (England: Emerald Publishing Limited, 2. Copyright A2025. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 76 Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia. Vol. No. Juli 2025 Penelitian sebelumnya pun telah menunjukkan bahwa keterbatasan kognitif sangat berpengaruh terhadap rendahnya kemampuan membaca pada siswa slow learner. Anak-anak ini umumnya menghadapi kendala dalam hal ketepatan membaca, ejaan, kelancaran, hingga pemahaman teks. 17,18 Lebih lanjut, siswa slow learner rata-rata membaca dengan kecepatan tiga kali lebih lambat dibandingkan siswa reguler, serta mengalami kesulitan dalam memahami isi teks secara mendalam. Minimnya kosakata dan kelancaran dalam membaca membuat mereka semakin kesulitan mengikuti pelajaran, sehingga diperlukan strategi pengajaran membaca yang intensif dan terfokus agar mereka mampu mengembangkan potensi akademiknya secara lebih maksimal. Kondisi ini juga tercermin dalam kasus VA, seorang siswa kelas 5 di salah satu SD Negeri di Surabaya, yang berdasarkan hasil asesmen diketahui memiliki IQ 80 dan termasuk dalam kategori slow learner. 20 VA mengalami keterbatasan dalam kemampuan kognitif, terutama dalam memahami, mengolah, dan mengingat informasi yang dibutuhkan untuk mengikuti pembelajaran di sekolah. VA menunjukkan kesulitan yang cukup signifikan dalam membaca, menulis, dan berhitung, di mana kemampuan membaca menjadi aspek yang paling mendesak untuk ditingkatkan. Berdasarkan hasil tes informal. VA hanya mampu membaca suku kata sederhana seperti AumaAy. AumiAy. AutaAy. AutiAy, dan belum dapat membaca kata atau kalimat secara utuh dan lancar sebagaimana tuntutan kurikulum kelas 5. Permasalahan membaca yang dialami VA berdampak langsung pada capaian akademiknya secara keseluruhan. Ketidakmampuan membaca tidak hanya menghambat pemahaman terhadap materi pelajaran lain, seperti soal cerita dalam matematika atau analisis teks dalam pelajaran Bahasa Indonesia, tetapi juga mengurangi kepercayaan diri dan rasa percaya akan kemampuan dirinya. 21 Hal ini membuat VA rentan merasa terpinggirkan dalam lingkungan belajar yang kompetitif dan menuntut kemampuan literasi yang tinggi. Berdasarkan tahapan perkembangan membaca, kemampuan membaca VA saat ini berada pada tahap awal . tage 1: initial reading and decodin. , yang seharusnya dicapai Laura S. Tortorelli. AuOff to a Slow Start: Four Profiles of Slow Readers in Second Grade,Ay Reading Psychology . 647Ae689, https://w. com/doi/full/10. 1080/02702711. Lama Bendak. AuEffects of Applying Repeated Readings Method on Reading Fluency and Passage Comprehension of Slow Learners,Ay World Family Medicine Journal 16, no. : 232Ae237, https://platform. com/Reader/Article/113198. Violeta Hasan Noor et al. AuThe Effectiveness of Fluency Building Technique in Teaching Phonic and Vocabulary to Improve Reading Outcome in Slow Learner Children,Ay Jurnal Psikologi Malaysia 36, no. : 53Ae65, https://spaj. my/pm/jpm/article/view/751. Borah. AuSlow Learners: Role of Teachers and Guardians in Honing their Hidden Skills. Ay Hasibuan et al. AuProfil Pembelajaran Matematika pada Anak Berkebutuhan Khusus Ragam Slow Learner di Kelas Inklusif SMP Garuda Cendekia Jakarta. Ay Copyright A2025. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 77 Sholikhatun Nisa. Rudi Cahyono: Penggunaan Metode Fonik untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca pada Anak Slow Learner oleh siswa kelas 1-2 SD. Padahal, sebagai siswa kelas 5, kemampuan membaca VA seharusnya sudah berada pada stage 3 . eading for learning the ne. , yaitu tahap membaca untuk mempelajari konsep-konsep baru dari berbagai jenis teks bacaan. Ketertinggalan ini menunjukkan adanya kesenjangan yang cukup besar antara usia dan tingkat kelas VA dengan kemampuan membaca aktualnya. Agar dapat mengatasi hambatan tersebut, diperlukan intervensi yang tepat guna membantu VA mengejar ketertinggalannya dalam keterampilan membaca. Salah satu pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan VA adalah metode membaca Fonik, yaitu metode pembelajaran membaca yang menekankan hubungan antara huruf dan bunyi. Metode ini mengajarkan anak untuk mengenali bunyi dari setiap huruf, menggabungkannya menjadi kata . , serta memecah kata menjadi bunyi-bunyi terpisah . Selain itu, metode ini juga melibatkan pengenalan pola huruf seperti diftong dan digraf, serta latihan pengulangan untuk memperkuat pemahaman dan keterampilan membaca anak secara Kemampuan membaca anak dapat ditingkatkan melalui penggunaan metode Fonik, yang mencakup pengajaran untuk membuat korespondensi antara bunyi . dengan huruf-huruf pembentuk kata dasar, terutama yang mengikuti pola konsonan-vokalkonsonan. Metode ini juga membantu mengembangkan keterampilan kesadaran fonemik, yaitu kemampuan anak untuk mengenali dan memanipulasi bunyi-bunyi dalam kata yang diucapkan, melalui proses mengasosiasikan huruf dengan suara yang sesuai. Intervensi dengan metode Fonik diharapkan dapat memberikan dasar yang kuat bagi VA dalam membangun kemampuan literasi, khususnya membaca. Meski tidak serta-merta mengubah diagnosis slow learner, metode ini dapat membantu VA mengatasi sebagian besar kesulitan akademik yang ia hadapi, khususnya dalam hal pemrosesan informasi tertulis. Peningkatan kemampuan membaca akan berdampak positif terhadap kepercayaan diri VA, kemandirian dalam belajar, serta pencapaian akademik secara keseluruhan. 24,25 Pemahaman yang lebih dalam tentang keterampilan membaca slow learner dapat memberdayakan pendidik untuk Tania Amara Br. Pakpahan. Almi Waina, dan Farhan Syaukani. AuPembelajaran Membaca Berbasis Pendidikan Karakter,Ay MUDE: Jurnal Multidisiplin Dehasen 1, no. : 387Ae398, https://jurnal. id/index. php/mude/article/view/2621. Muhamad Malik Mutoffar. Eliza, dan Lilis Yuyun. Pintar Literasi dan Numerasi: Panduan Praktis untuk Guru/Dosen dan Orang Tua (Pekalongan: PT. Nasya Expanding Management, 2. Mourad Ali Eissa. AuThe Effect of a Phonological Awareness Intervention Program on Phonological Memory. Phonological Sensitivity, and Metaphonological Abilities of Preschool Children at-Risk for Reading Disabilities,Ay Psycho-Educational Research Reviews . 71Ae83, https://perrjournal. com/index. php/perrjournal/article/view/359. Rasinski dan Chase Young. Effective Instruction for Primary Srade Students Who Struggle with Reading Fluency. Copyright A2025. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 78 Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia. Vol. No. Juli 2025 membuat intervensi yang dipersonalisasi yang disesuaikan dengan kekuatan dan kelemahan unik setiap siswa. Berdasarkan kajian sebelumnya, hambatan membaca pada anak slow learner merupakan manifestasi dari persoalan pendidikan yang bersifat sistemik, bukan sekadar masalah individual semata. Tingginya proporsi anak berkebutuhan khusus, terutama kategori slow learner, dalam sistem pendidikan Indonesia mengindikasikan perlunya pendekatan pedagogis yang lebih adaptif, terstruktur, dan berbasis bukti ilmiah. Metode membaca Fonik, yang terbukti efektif secara teoritis dan empiris, menawarkan potensi besar dalam mengatasi defisit literasi dasar, khususnya dalam aspek decoding dan kesadaran fonemik pada anak dengan keterbatasan kognitif. Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan intervensi edukatif yang aplikatif dan relevan, sekaligus memperkuat dasar empirik bagi guru serta praktisi pendidikan dalam mendesain strategi pembelajaran yang Oleh karena itu, temuan ini diharapkan dapat mendorong perumusan kebijakan pendidikan inklusif yang lebih progresif dan berkeadilan, guna menciptakan ekosistem pembelajaran yang akomodatif terhadap keragaman kapasitas peserta didik. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Single Subject Research (SSR) atau studi kasus tunggal, yang berfokus pada pengamatan mendalam terhadap satu subjek untuk mengevaluasi efektivitas suatu intervensi secara sistematis. Metode SSR memungkinkan analisis perubahan perilaku atau kemampuan individu secara bertahap dan terkontrol, sehingga sangat tepat digunakan untuk penelitian yang melibatkan anak berkebutuhan khusus. Desain yang diadopsi dalam penelitian ini adalah desain A-B, yang terdiri dari dua tahap utama, yaitu fase A . dan fase B . Fase baseline berfungsi untuk mengumpulkan data awal tentang kemampuan membaca subjek tanpa adanya intervensi, sehingga kondisi dasar dapat didokumentasikan secara akurat. Data ini menjadi tolok ukur untuk mengukur perubahan setelah intervensi. 28 Pada fase intervensi, subjek diberikan perlakuan berupa metode membaca Fonik. Metode Fonik adalah pendekatan instruksional yang menekankan pemahaman hubungan antara fonem . unyi bahas. dan grafem . uruf Noor et al. AuThe Effectiveness of Fluency Building Technique in Teaching Phonic and Vocabulary to Improve Reading Outcome in Slow Learner Children. Ay Sidik Priadana dan Denok Sunardi. Metode Penelitian Kuantitatif (Tangerang: Pascal Books, 2. Suhadarliyah et al. Metodologi Penelitian Kuantitatif (Pidie: Yayasan Penerbit Muhammad Zaini. Copyright A2025. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 79 Sholikhatun Nisa. Rudi Cahyono: Penggunaan Metode Fonik untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca pada Anak Slow Learner atau kelompok huru. , sehingga peserta didik dapat mengembangkan kemampuan decoding yang sistematis dan meningkatkan keterampilan membaca secara menyeluruh. Subjek penelitian adalah seorang siswa kelas 5 Sekolah Dasar Negeri di Kota Surabaya dengan inisial VA. Berdasarkan hasil asesmen psikologis dan akademik. VA memiliki IQ sebesar 80, yang dikategorikan dalam zona borderline atau slow learner. Evaluasi informal menunjukkan adanya hambatan signifikan dalam kemampuan membaca, menulis, dan berhitung. Secara khusus, kemampuan membaca VA masih terbatas pada pengenalan suku kata sederhana seperti AumaAy dan AutaAy, dan belum mampu membaca kata maupun kalimat sederhana secara lancar sesuai dengan standar siswa kelas 5. Penelitian ini dilaksanakan di sekolah tempat VA belajar dengan frekuensi intervensi sebanyak enam sesi. Setiap sesi berlangsung selama 30 hingga 45 menit, dirancang agar proses pembelajaran Fonik dapat dilakukan secara intensif dan terfokus. Pendekatan ini bertujuan untuk memaksimalkan peluang peningkatan kemampuan membaca, sekaligus memungkinkan observasi yang mendalam terhadap perubahan perilaku membaca yang Melalui prosedur ini, penelitian diharapkan dapat memberikan bukti empiris mengenai efektivitas metode membaca Fonik dalam meningkatkan kemampuan membaca pada anak slow learner, sekaligus memberikan kontribusi bagi pengembangan metode pembelajaran yang inklusif dan adaptif. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Hasil intervensi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam keterampilan membaca pada subjek VA, seorang siswa kelas V sekolah dasar dengan karakteristik slow Intervensi dilakukan dalam enam sesi secara bertahap dengan pendekatan metode Fonik berbasis multisensori. Pada sesi awal. VA diperkenalkan pada bunyi dasar huruf alfabet, dengan fokus pada huruf yang cenderung sulit dikenali seperti q, v, w, x, y, dan z. Hasil awal memperlihatkan bahwa VA belum mampu mengidentifikasi maupun melafalkan seluruh bunyi huruf dengan akurat, terutama pada huruf AuYAy yang sering dikatakan AuaiAy. Setelah dilaksanakan intervensi menggunakan media visual berupa kartu bergambar, video Fonik dari YouTube, serta latihan pelafalan berulang, terjadi kemajuan berarti dalam kemampuan VA. Ia mulai mampu mengucapkan sebagian besar bunyi huruf dengan Dalman. Menulis Karya Ilmiah (Depok: Rajagrafindo Persada, 2. Copyright A2025. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 80 Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia. Vol. No. Juli 2025 ketepatan yang lebih baik. Namun, masih terdapat kesalahan konsisten dalam pengucapan huruf AuYAy. Hal ini mencerminkan awal dari terbentuknya pemahaman asosiasi antara grafem dan fonem, meskipun dibutuhkan penguatan lanjutan terhadap huruf-huruf bermasalah. Pada sesi kedua, fokus intervensi diarahkan pada penggabungan bunyi huruf menjadi suku kata dan pembentukan kata sederhana. Sebelumnya. VA telah mengenal bunyi huruf secara individual, namun mengalami kesulitan dalam menggabungkannya menjadi satuan fonologis bermakna. Melalui penggunaan alat bantu seperti Alphabet Smart Wheel dan latihan sistematis dari suku kata ke kata. VA berhasil membaca sepuluh kata dasar yang terdiri dari empat huruf. Kendati demikian, ketika huruf disajikan secara acak. VA belum mampu membentuk kata secara mandiri secara konsisten. Keterbatasan tersebut menunjukkan bahwa keterampilan analisis dan sintesis fonem VA mulai berkembang, namun belum mencapai tingkat otomatisasi kognitif yang memadai. Sesi ketiga diarahkan untuk melatih segmentasi fonem, yaitu kemampuan memisahkan bunyi dalam satu kata menjadi bagian fonologis terkecil. Sebelum sesi ini. VA kesulitan dalam memecah kata menjadi fonem secara lisan, terutama tanpa dukungan tulisan. Selama intervensi, dengan latihan bertahap menggunakan kata seperti AuguciAy. AurodaAy, dan AucaraAy. VA menunjukkan kemajuan dalam melakukan segmentasi fonologis, meskipun masih terdapat beberapa kesalahan awal. Melalui pengulangan dan pemberian umpan balik langsung. VA menunjukkan peningkatan akurasi dalam menyebutkan fonem secara terpisah. Pada sesi keempat, intervensi difokuskan pada pengenalan pola Fonik kompleks, khususnya digraf AungAy dan AunyAy. VA awalnya belum memiliki skema mental terhadap representasi visual dan fonetik dari digraf tersebut. Namun, dengan dukungan audiovisual serta demonstrasi langsung. VA mampu mengucapkan kata-kata yang mengandung digraf meskipun masih mengalami kesalahan pada posisi fonem tertentu dalam kata. Sesi kelima berfokus pada pengenalan vokal rangkap seperti AuaiAy. AuauAy, dan AuaoAy, yang sebelumnya belum dikenal oleh VA. Dalam pelaksanaannya. VA dilatih melalui teknik mendengar aktif, pelafalan perlahan, dan pembacaan kata bermakna seperti AupantaiAy. AukaosAy, dan AuhijauAy. Hasil menunjukkan bahwa VA dapat melafalkan sebagian besar kata dengan pola diftong tersebut, meskipun terdapat kesalahan dalam pengucapan awal. Proses koreksi langsung dan latihan berulang efektif dalam meningkatkan ketepatan fonologis VA dalam mengidentifikasi pola bunyi tersebut. Sesi terakhir bertujuan untuk mengintegrasikan seluruh kemampuan Fonik VA dalam membaca kalimat sederhana. VA yang sebelumnya hanya mampu membaca kata Copyright A2025. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 81 Sholikhatun Nisa. Rudi Cahyono: Penggunaan Metode Fonik untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca pada Anak Slow Learner secara terpisah, mulai dapat membaca kalimat utuh seperti AuMama beli baksoAy dan AuMas ngopi di terasAy dengan kecepatan yang masih terbatas. Meskipun kesalahan masih muncul, khususnya dalam pengucapan digraf AungAy dan pengaturan ritme antar kata, hasil ini menunjukkan perkembangan signifikan. Secara keseluruhan, intervensi berbasis metode Fonik telah memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kemampuan literasi awal pada siswa dengan kebutuhan khusus kategori slow learner seperti VA. Pembahasan Temuan ini sejalan dengan pernyataan yang menekankan pentingnya melatih anak agar mampu membaca dengan lancar sebelum memasuki tahap membaca lanjutan. Kemampuan membaca permulaan, seperti pengenalan fonem, penggabungan bunyi, dan pemahaman pola-pola huruf kompleks, merupakan fondasi penting bagi penguasaan keterampilan membaca tingkat lanjut. 30 Dalam hal ini, keberhasilan VA dalam menyebutkan dan menggabungkan fonem dasar hingga membaca kalimat sederhana menunjukkan bahwa kemampuan membaca permulaannya telah berkembang. Lebih lanjut, tahapan pengajaran membaca permulaan yang dilakukan selama intervensi juga sejalan dengan uraian yang menekankan bahwa latihan lafal, penguasaan tanda baca, dan konsistensi dalam latihan Fonik sangat penting dalam mendukung anak mencapai keterampilan literasi dasar. Latihan-latihan tersebut telah dilakukan secara bertahap dan terstruktur dalam setiap sesi, baik melalui media visual . lashcard, papan tuli. maupun audio . ideo Fonik dan latihan langsun. Hasil ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa penggunaan metode Fonik . honic metho. dapat meningkatkan kemampuan membaca anak dengan gangguan belajar, seperti disleksia, di kelas 1 SD Negeri 187/i Teratai. 32 Hasil penelitian lain juga menunjukkan bahwa: . sebelum diberikan perlakuan, siswa autis belum memiliki kemampuan membaca permulaan, . setelah diterapkan metode Fonik, kemampuan membaca permulaan siswa autis meningkat hingga masuk dalam kategori sangat mampu, dan . secara keseluruhan terdapat peningkatan signifikan dalam keterampilan membaca Muammar. Membaca Permulaan di Sekolah Dasar (Mataram: Sanabil, 2. Wulidatul Rohma. AuStrategi Guru dalam Mengembangkan Kemampuan Membaca Permulaan: Studi Penggunaan Metode Fonik pada Kelompok A,Ay Al Bustan: Jurnal Studi Islam dan Sosial Keagamaan 1, no. : 56Ae70, https://ejournal. id/index. php/srm/article/view/9. Fitri Ariyanti. AuPenggunaan Metode Fonik (Phonic Metho. untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Anak Disleksia di Kelas 1 SD Negeri 187/1 Teratai,Ay IJoER: Indonesian Journal of Education Research 3, no. : 16Ae20, https://cahaya-ic. com/index. php/IJoER/article/view/552. Copyright A2025. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 82 Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia. Vol. No. Juli 2025 permulaan siswa autis setelah diberikan pembelajaran dengan metode Fonik. 33 Sejalan dengan hal tersebut, penelitian untuk mengetahui efektivitas metode Fonik dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas 1 SD dengan membandingkan hasil pembelajaran antara kelompok yang menggunakan metode Fonik dan kelompok yang tidak Temuan penelitian menunjukkan bahwa siswa yang menerima pembelajaran dengan pendekatan Fonik mengalami peningkatan kemampuan membaca yang lebih signifikan dibandingkan dengan siswa yang tidak memperoleh pembelajaran dengan metode tersebut. Hasil penelitian yang didapat juga sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Jarniah, bahwa penggunaan metode Fonik efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa tunagrahita kelas i di SLB Negeri 1 Tapin. Peningkatan terlihat dari kemampuan siswa dalam mengenali huruf, menggabungkan bunyi huruf, hingga membaca kata sederhana secara lebih lancar. Data hasil observasi dan evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan setelah penerapan metode Fonik dibandingkan dengan sebelum perlakuan. Dengan demikian, metode Fonik dapat dijadikan sebagai alternatif strategi pembelajaran membaca yang sesuai bagi siswa berkebutuhan khusus. KESIMPULAN Hasil intervensi membaca menggunakan pendekatan Fonik yang dilaksanakan dalam enam sesi menunjukkan bahwa metode ini efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan pada subjek VA, seorang siswa slow learner kelas V sekolah dasar. Penerapan strategi Fonik secara eksplisit, bertahap, dan sistematis terbukti mampu membangun kompetensi dasar dalam kesadaran fonologis, yang meliputi identifikasi dan diskriminasi fonem, penggabungan bunyi . , serta segmentasi fonem dalam kata. VA menunjukkan kemajuan progresif dalam mengenali huruf dan bunyi, membentuk suku kata, membaca kata sederhana, hingga merangkai kalimat pendek. Meskipun pada tahap awal masih ditemukan kendala seperti kekeliruan dalam melafalkan bunyi kompleks . isalnya digraf dan difton. serta ketidakkonsistenan dalam penggabungan bunyi. Wawan Satriawan. Tatiana Meidina, dan Dwiyatmi Sulasminah. AuImproving Beginning Reading Ability Through Phonics Methods in Autistic Students at Inclusion Quantum Brain Elementary School Makassar,Ay Pinisi Journal of Education 3, no. : 261Ae267, https://ojs. id/PJE/article/view/51669. Moh Taufiq dan Choirus Sholihin. AuPengaruh Metode Fonik dengan Media Flash Card dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Siswa,Ay EL BANAT: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam 12, no. : 302Ae317, https://ejournal. id/susi/index. php/elbanat/article/view/3721. Jarniah. AuEfektivitas Penggunaan Metode Fonik terhadap Peningkatan Kemampuan Membaca Permulaan Siswa Tunagrahita Kelas i di SLB Negeri 1 Tapin,Ay Dewantara: Jurnal Pendidikan Sosial Humaniora 2, no. : 209Ae217, https://jurnaluniv45sby. id/index. php/Dewantara/article/view/1794. Copyright A2025. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 83 Sholikhatun Nisa. Rudi Cahyono: Penggunaan Metode Fonik untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca pada Anak Slow Learner keterampilan ini mengalami peningkatan signifikan berkat latihan berulang, pemanfaatan media multisensoris, dan pemberian umpan balik korektif secara langsung. Proses ini menunjukkan bahwa penguatan hubungan antara sistem fonologis dan ortografis dalam konteks pembelajaran Fonik dapat memfasilitasi perkembangan literasi awal secara lebih efektif, bahkan pada peserta didik dengan hambatan kognitif ringan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pendekatan Fonik merupakan solusi pedagogis yang tepat dan berbasis bukti dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan pada siswa slow learner. Kesimpulan ini sekaligus menjawab permasalahan utama dalam penelitian, yakni bagaimana mengembangkan keterampilan membaca pada anak dengan kebutuhan khusus melalui intervensi yang terstruktur. Intervensi Fonik tidak hanya membangun fondasi fonologis yang kokoh, tetapi juga membuka akses kognitif terhadap keterampilan membaca yang lebih kompleks di masa mendatang. Temuan ini menegaskan pentingnya penerapan metode pengajaran yang bersifat eksplisit, diferensiatif, dan responsif terhadap profil belajar individual. Oleh karena itu, pendekatan Fonik sangat direkomendasikan sebagai komponen utama dalam desain program intervensi membaca awal, khususnya dalam konteks pendidikan inklusif dan remedial, dengan catatan bahwa keberhasilannya sangat bergantung pada konsistensi pelaksanaan, keterlibatan aktif pendidik, dan pemanfaatan strategi penguatan berbasis kebutuhan peserta didik. REKOMENDASI PENELITIAN LANJUTAN Berdasarkan temuan dan keterbatasan intervensi, penelitian selanjutnya disarankan untuk memperpanjang durasi serta meningkatkan intensitas sesi guna mengoptimalkan pengucapan fonem kompleks dan pemahaman bacaan lanjutan. Perluasan jumlah dan variasi subjek dengan karakteristik heterogen juga penting agar hasil penelitian lebih dapat Selain itu, pengembangan materi intervensi yang beragam dan kontekstual, seperti cerita bergambar atau permainan Fonik digital, diharapkan meningkatkan efektivitas Evaluasi jangka panjang perlu dilakukan untuk menilai keberlanjutan dampak Terakhir, keterlibatan guru dan orang tua dalam proses intervensi sangat krusial agar penerapan metode Fonik konsisten dan hasil pembelajaran dapat diperkuat secara UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan rasa syukur yang mendalam kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karunia-Nya sehingga penelitian ini dapat diselesaikan dengan lancar. Copyright A2025. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 84 Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia. Vol. No. Juli 2025 Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya juga ditujukan kepada dosen pembimbing yang telah memberikan arahan, bimbingan, serta masukan berharga selama proses penelitian Selain itu, penulis menyampaikan terima kasih kepada pihak sekolah, khususnya kepala sekolah, guru kelas, dan seluruh staf yang telah memberikan izin serta dukungan dalam pelaksanaan intervensi. Apresiasi setinggi-tingginya juga penulis haturkan kepada subjek penelitian beserta orang tua atau wali yang telah bersedia berpartisipasi dan bekerja sama selama proses intervensi berlangsung. REFERENSI