Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) Universitas Widya Kartika Surabaya ANALISIS DU PONT SYSTEM DALAM MENGUKUR KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN (STUDI KASUS PADA PERUSAHAAN TELEKOMUNIKASI YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA) Johanes Daniel Fakultas Ekonomi. Program Studi Akuntansi. Universitas Widya Kartika ABSTRAK Analisis Du Pont System mencakup seluruh rasio aktifitas dan margin keuntungan atas penjualan untuk menunjukkan bagaimana rasio ini mempengaruhi profitabilitas, dan merupakan pengukuran kinerja keuangan secara integratif. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana efektivitas perusahaan dalam mengelola kinerja keuangan perusahaan. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kinerja keuangan perusahaan telekomunikasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun periode 2020-2022. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. PT XL Axiata Tbk. PT Indosat Tbk dan PT Smartfren Telecom Tbk dengan menggunakan Metode Du Pont System. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Du Pont System. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Total Asset Turnover. Net Profit Margin, dan Return on Investment. Data yang digunakan merupakan data sekunder berupa laporan keuangan Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT Telekomunikasi Indonesia Tbk memiliki kinerja keuangan yang sangat baik dimana semua variabel berada diatas rata-rata industri. PT XL Axiata Tbk memiliki kinerja keuangan yang cukup baik karena hanya variabel Net Profit Margin yang berada diatas rata-rata industri. PT Indosat tbk memiliki kinerja keuangan yang cukup baik dimana hanya variabel Total Asset Turnover yang berada diatas rata-rata industri. PT Smartfren Telecom Tbk memiliki kinerja keuangan yang tidak baik karena semua variabel berada dibawah rata-rata industri. Kata kunci: Du Pont System. Return on Investment. Net Profit Margin. Total Asset Turnover. ABSTRACT Du Pont System analysis includes all activity ratios and profit margins on sales to show how these ratios affect profitability, and is an integrative measurement of financial performance. This research was conducted to find out how effective the company is in managing the company's financial performance. This study aims to determine the analysis of the financial performance of telecommunication companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) in 2020-2022 using the Du Pont System Analysis. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. PT XL Axiata Tbk. PT Indosat Tbk and PT Smartfren Telecom Tbk by using the Du Pont System Method. Data analysis method used in this research is Du Pont System Method. The variables used in this study are Total Asset Turnover. Net Profit Margin, and Return on Investment. The data used are secondary data in the form of company financial statements. The results showed that PT Telekomunikasi Indonesia Tbk has a very good financial performance where all variables are above the industry average. PT XL Axiata Tbk has a fairly good financial performance because only the Net Profit Margin variable is above the industry average. PT Indosat has a relatively good financial performance where only the Total Asset Turnover variable is above the industry average. PT Smartfren Telecom Tbk has poor financial performance because all variables are below the industry average. Keywords: Du Pont System. Return on Investment. Net Profit Margin. Total Asset Turnover. Prosiding SNITER Vi 2024 ISSN: 2597-7067 E30-1 Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) Universitas Widya Kartika Surabaya PENDAHULUAN 1 LATAR BELAKANG Industri telekomunikasi di Indonesia telah menapaki jejaknya sejak tahun 1985, namun momentum pertumbuhan yang signifikan baru terlihat pada tahun 2003 ketika beberapa operator baru memasuki pasar. Pada tahun 2012. Asosiasi Telepon Seluler Indonesia (ATSI) mencatat hadirnya 11 perusahaan telekomunikasi yang telah memperoleh izin sebagai operator telepon seluler di Indonesia. Investor dari operator baru ini umumnya merupakan perusahaan induk yang telah memiliki pengalaman dalam bisnis telekomunikasi di negara Kemitraan antara investor asing dan domestik pun terbentuk sebagai konsekuensi logis dari perkembangan ini. Perkenalan teknologi di Indonesia dimulai pada tahun 1984, yang kemudian diikuti dengan kemunculan operator GSM pertama. PT. Satelit Palapa Indonesia (Satelind. , yang sekarang dikenal sebagai PT. Indosat. Tbk, pada tahun 1994. Pada tahun berikutnya, operator GSM kedua. Telkomsel, juga mulai beroperasi. Kehadiran kedua operator GSM ini mendorong pembentukan Undang-Undang No. 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi di Indonesia. Undang-undang ini kemudian menjadi pemicu munculnya lebih banyak perusahaan pesaing dalam industri telekomunikasi di Indonesia. Pertumbuhan ekonomi yang signifikan di Indonesia, tercermin dari Produk Domestik Bruto (PDB), turut mendorong perkembangan industri telekomunikasi domestik ini dari tahun 2005 hingga 2012. Perusahaan telekomunikasi terus menunjukkan peningkatan kinerja keuangan setiap Hal ini terbukti dengan pencapaian positif PT Telekomunikasi Indonesia (Perser. Tbk (TLKM) pada tahun 2016, di mana perusahaan mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 24,94 persen. Pertumbuhan laba bersih ini sebagian besar disebabkan oleh kenaikan pendapatan perusahaan menjadi Rp116,33 triliun, naik 13,52 persen dari tahun sebelumnya. Meskipun beban operasional dan beban karyawan juga meningkat, hal ini tidak menghambat pertumbuhan positif perusahaan. PT Indosat Tbk. (Indosat Ooredo. juga berhasil memperkuat posisinya sebagai perusahaan telekomunikasi terbesar kedua di Indonesia. Selama tiga tahun berturut-turut. Indosat Ooredoo mencatat pertumbuhan kinerja keuangan yang memuaskan, termasuk pertumbuhan laba bersih sebesar Rp. 1,1 Triliun atau naik sebesar 2,8% pada tahun 2016. Pertumbuhan pengguna smartphone yang konsisten turut mendukung pertumbuhan positif ini. Tri Indonesia juga menunjukkan pertumbuhan yang baik, dengan kenaikan pendapatan dua digit pada tahun 2018. Trafik data Tri Indonesia meningkat lebih dari 80% dibandingkan dengan tahun sebelumnya, menunjukkan adanya peningkatan minat konsumen terhadap layanan mereka. Dalam konteks pertumbuhan pengguna yang meningkat secara signifikan, perusahaan telekomunikasi dihadapkan pada kebutuhan akan sumber daya finansial untuk menyokong ekspansi dan peningkatan layanan, termasuk perluasan infrastruktur (Signal Sevic. guna meningkatkan kualitas dan kepuasan pengguna, serta penelitian dan pengembangan teknologi telekomunikasi guna memperbaiki produk di masa depan. Kehadiran dana tidak hanya tergantung pada keputusan internal maupun eksternal perusahaan, tetapi juga sangat bergantung pada situasi keuangan perusahaan yang direkam dalam laporan keuangan. Seiring dengan evolusi teknologi komunikasi dan dinamika ekonomi modern, laporan keuangan telah menjadi alat penting dalam pengambilan keputusan ekonomi. Laporan keuangan, yang meliputi Neraca. Laba-Rugi, dan arus kas, menyediakan informasi komprehensif tentang kondisi perusahaan. Namun, karena sifatnya yang luas dan tujuan Prosiding SNITER Vi 2024 ISSN: 2597-7067 E30-2 Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) Universitas Widya Kartika Surabaya umum, informasi yang diberikan cenderung terbatas. Untuk mengatasi keterbatasan ini dan memperoleh pemahaman yang lebih dalam. Analisis Laporan Keuangan menjadi relevan. Melalui analisis ini, informasi yang disajikan dalam laporan keuangan dapat diperluas dan diperdalam, membantu dalam evaluasi profitabilitas, risiko, serta kesehatan perusahaan. Analisis laporan keuangan juga memberikan wawasan yang berharga bagi manajemen dan investor dalam menilai kekuatan dan kelemahan suatu perusahaan. Dalam penelitian ini, analisis Du Pont System dipilih sebagai metode untuk mengevaluasi kinerja keuangan perusahaan telekomunikasi di Indonesia. Pendekatan ini komprehensif dalam mengukur efisiensi penggunaan aset perusahaan dan profitabilitas penjualan produk. Melalui kombinasi rasio aktivitas dan rasio laba atas penjualan. Du Pont System menggambarkan interaksi antara elemen-elemen ini dalam menentukan Return on Investment (ROI), yang mencerminkan efektivitas perusahaan dalam mengelola asetnya untuk menghasilkan laba. Analisis Du Pont System memberikan informasi yang detail tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja keuangan perusahaan, memungkinkan perencanaan keuangan yang lebih efektif di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki kinerja keuangan perusahaan telekomunikasi di Indonesia melalui analisis Du Pont, dengan harapan hasilnya dapat membantu investor dalam menilai kinerja perusahaan dan menjadi sumber referensi dalam penelitian terkait kinerja keuangan. 2 TUJUAN PENELITIAN Berkaitan dengan latar belakang yang telah disebutkan di atas, maka tujuan yang hendak dicapai dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana efektivitas perusahaan dalam mengelola asetnya dari penjualan yang menghasilkan laba, sehingga analisis ini mencakup berbagai rasio. Du Pont System ini menggabungkan rasio aktivitas/perputaran aset dengan rasio profitabilitas/laba. 3 TINJAUAN PUSTAKA A Signaling Theory Signaling Theory adalah suatu tindakan manaemen dalam pemberian petunuk terhadap investor tentang bagaimana manaemen memandang prospek perusahaan. Teori sinyal atau signaling theory yang dikembangkan oleh Ross . menelaskan mengenai dorongan suatu perusahaan dalam memberikan informasi tertentu kepada pihak luar. Teori sinyal dapat membantu perusahaan dan pihak luar dalam mengurangi asimetri informasi dengan menghasilkan laporan keuangan yang berkualitas. Perusahaan yang sehat cenderung terbuka dibanding perusahaan yang mengalami kesulitan keuangan. Kesulitan keuangan didefenisikan sebagai perusahaan yang mengalami penurunan kinerja karena manjemen yang buruk atau terjadi krisis keuangan (Restianti & Agustina. A Kinerja Keuangan Kinerja keuangan merupakan suatu analisis dalam periode waktu tertentu untuk mengukur suatu gambaran kondisi perusahaan dengan menggunakanaturan pelaksanaan keuangan secara baik dan benar. Menurut (M, 2. mengatakan kinerja keuangan adalah penentuan suatu ukuran tertentu yang dapatmengukur keberhasilan suatu organisasi atau perusahaan. Dalam menghasilkan laba. Kinerja keuangan dapat diukur dengan cara menganalisis dan mengevaluasi laporan keuangan perusahaan. Sedangkan Prosiding SNITER Vi 2024 ISSN: 2597-7067 E30-3 Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) A A A A A Universitas Widya Kartika Surabaya menurut (M, 2. mengatakan kinerja keuangan merupakan hal penting bagi setiap perusahaan di dalam persaingan bisnis untuk mempertahankan kelangsungan Laporan Keuangan Laporan keuangan merupakan media komunikasi dan pertanggungjawaban antara perusahaan . dan para pemiliknya atau pihak lainnya. Laporan keuangan menggambarkan kondisi dan posisi keuangan serta hasil usaha suatu perusahaan pada periode tertentu. Laporan keuangan dapat dengan mudah disusun sesuai dengan format yang ditentukan dengan data yang kita peroleh. Laporan Keuangan merupakan hasil dari proses yang meliputi dua laporan utama yakni . Neraca dan . Laporan Laba Rugi. Setiap perusahaan mempunyai laporan keuangan yang bertujuan menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai laporan keuangan dalam pengambilan keputusan secara ekonomi. Analisis Laporan Keuangan Analisis laporan keuangan terdiri dari dua kata yaitu Analisis dan Laporan keuangan. Analisis adalah memecahkan atau menguraikan sesuatu unit menjadi berbagai unit Sedangkan laporan keuangan adalah Neraca. Laba/Rugi, dan Arus Kas. Analisis laporan keuangan merupakan suatu informasi yang ditunjukkan untuk masyarakat, pemerintah, pemasok, dan kreditur, pemilik perusahaan/pemegang saham, manajemen perusahaan, investor, pelanggan dan karyawan yang diperlukan secara tetap untuk megukur kondisi dan efisien operasi perusahaan. Analisis dari laporan keuangan ini bersifat relatif karena didasrkan pada pengetahuan dan menggunakan rasio atau nilai Du Pont Analysis Metode Du Pont memberikan informasi mengenai berbagai faktor yang menyebabkan naik turunya kinerja keuangan suatu perusahaan, caranya sebenarnya hampir sama dengan analisis laporan keuangan biasa, namun pendekatanya lebih integrative dalam menggunakan komposisi laporan keuangan sebagai elemen analisisnya, dan mengurangi pos-pos laporan keuangan sampai mendetail, yaitu dengan menganalisis rasio keuangan agar perusahaan dapat mengetahui faktor yang mempengaruhi efektivitasnya dalam mengelolah sumber daya perusahaan miliki sehingga perencanaan keuangannya akan lebih baik. Return on Investment Return on Investment adalah salah satu bentuk dari rasio profitabilitas yang dimaksudkan untuk dapat mengukur kemampuan perusahaan dengan keseluruhan dana yang ditanamkan dalam aktiva yang digunakan untuk operasinya perusahaan untuk menghasilkan keuntungan. Besarnya ROI dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu: . Tingkat perputaran aktiva yang digunakan untuk operasi dan . Profit Margin, yaitu besarnya keuntungan operasi yang dinyatakan dalam persentase dan jumlah penjualan Profit margin ini mengukur tingkat keuntungan yang dapat dicapai oleh perusahaan dihubungkan dengan penjualannya. Analisis Keuangan Du Pont Sistem Du Pont digunakan untuk menganalisis dan meningkatkan prestasi perusahaan. Hasil pengembalian atas total aktiva mencoba mengukur efektivitas perusahaan dalam memanfaatkan sumber daya yang ada yang kadang-kadang disebut dengan hasil Prosiding SNITER Vi 2024 ISSN: 2597-7067 E30-4 Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) Universitas Widya Kartika Surabaya pengembalian investasi. Berdasarkan gambar 1, usaha untuk meningkatkan keuntungan dari penjualan dapat diselidiki. Kemungkinan menaikkan harga untuk meningkatkan laba . tau menurunkan harga untuk meningkatkan volume penjuala. Analisis keuangan Du Pont dapat dilihat pada gambar 1 berikut: Gambar 1. Analisis Kinerja Keuangan Du Pont Sumber: Subramanyam, 2017 METODE PENELITIAN 1 JENIS PENELITIAN Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif yang menggunakan kegiatan pengumpulan data dan analisis data. Metode ini adalah untuk memecahkan dan menjawab permasalahan yang dihadapi, yang dilakukan dengan menjalankan langkah-langkah pengumpulan, pengklasifikasi, dan analisis data membuat kesimpulan dengan tujuan utama untuk membuat gambaran tentang suatu keadaan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antar fenomena yang diselidiki. Penelitian yang menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, dimana hasil penelitian yang penulis sajikan berupa perbandingan antara beberapa Penelitian deskriptif bertujuan untuk menggambarkan atau mendefinisikan apa saja yang terlibat dalam suatu kegiatan, apa yang dilakukan, dan bagaimana cara melakukannya. Penelitian deskriptif tidak dimaksudkan untuk menguji hipotesis tetapi hanya menggambarkan apa adanya tentang keadaan suatu variabel, gejala dan keadaannya. 2 JENIS DAN SUMBER DATA Jenis data yang digunakan adalah data sekunder. Data sekunder merupakan sumber dimana penelitian tidak secara langsung memberikan data kepada pengumpul data, contohnya melalui orang lain atau melalui sebuah dokumen atau arsip. (Sugiyono, 2. Data sekunder umumnya berupa catatan atau laporan keuangan yang tersusun dalam arsip . ata dokumente. yang dipublikasikan oleh Bursa Efek Indonesia. Sumber data dalam penelitian ini berupa data yang diambil secara tidak langsung melalui pihak ketiga atau media perantara, diperoleh dari internet website pasar modal Bursa Efek Indonesia w. Ada pun data yang dibutuhkan yaitu berupa laporan keuangan. Prosiding SNITER Vi 2024 ISSN: 2597-7067 E30-5 Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) Universitas Widya Kartika Surabaya Laporan Posisi Keuangan per 31 Desember 2020- 2022 dan Laporan Laba Rugi untuk tahun berakhir 2020-2022. 3 METODE PENGUMPULAN DATA Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode dokumentasi atau studi kepustakaan yaitu penelitian yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, mengklasifikasi, dan menganalisis data tertulis yang diperoleh dari catatan yang terpublikasikan, buku teks, surat-surat dan artikel (Noor, 2. 4 LANGKAH DAN PEMBAHASAN Langkah dan pembahasan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja keuangan perusahaan dengan menggunakan analisis metode Du Pont System berdasarkan laporan keuangan perusahaan yang terdiri dari neraca dan laporan laba rugi tahun 2020-2022. Langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian ini dapat dilihat pada halaman selanjutnya. Pengumpulan Data, merupakan laporan keuangan perusahaan dilakukan dengan mengunduh langsung dari website resmi Bursa Efek Indonesia. Jenis laporan keuangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. PT XL Axiata Tbk. PT Indosat Tbk, dan PT Smartfren Telecom Tbk periode tahun 2020-2022. Menghitung Net Profit Margin (NPM), mengukur sejauh mana kemampuan suatu perusahaan menghasilkan laba bersih pada tingkat penjualan tertentu. Rasio ini juga diinterpretasikan juga sebagai kemampuan perusahaan menekan biaya-biaya di perusahaan pada periode tertentu. Dengan menggunakan rumus: Menghitung perputaran Total Asset Turnover (TATO), mengukur perputaran dari semua asset yang dimiliki oleh perusahaan. Total Asset Turnover (TATO) merupakan perputaran total aktiva dimana seluruh total aktivanya digunakan untuk mengukur perputaran semua aset yang dimiliki oleh perusahaan. Rumus yang digunakan bisa dilihat pada halaman selanjutnya. Menghitung Return on Investment (ROI), mengukur tingkat keuntungan yang dihasilkan dari investasi total Perusahaan. Dengan menggunakan rumus sebagai berikut: Menganalisis kinerja keuangan, dengan mengukur kinerja perusahaan dapat melihat bagaimana kinerja perusahan selama suatu periode dan faktor-faktor apa yang mempengaruhi penurunan Return on Investment (ROI). Net Profit Margin (NPM), dan Total Asset Turnover (TATO). Menarik kesimpulan dari analisis Du Pont System dan faktor-faktor apa yang mempengaruhi penurunan Return on Investment (ROI). Net Profit Margin (NPM), dan Total Asset Turnover (TATO). Prosiding SNITER Vi 2024 ISSN: 2597-7067 E30-6 Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) Universitas Widya Kartika Surabaya HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Analisis Net Profit Margin pada Perusahaan Telekomunikasi 2020-2022 PT. Telkom Indonesia Tbk. Tabel 1. Net Profit Margin PT. Telkom Indonesia Tbk. Berdasarkan tabel diatas, hasil perhitungan rata-rata nilai Net Profit Margin PT Telkom Indonesia Tbk selama periode 2020-2022 adalah 21,39%, artinya PT Telkom Indonesia Tbk memperoleh keuntungan rata- rata dari penjualan atau pendapatan sebesar 21,39%. PT. XL Axiata Tbk. Tabel 2. Net Margin PT. XL Axiata Tbk. Berdasarkan tabel diatas, rata-rata nilai Net Profit Margin PT XL Axiata Tbk selama periode 2020-2022 adalah 3. Pada tahun 2021 dan 2022 nilai Net Profit Margin diatas rata-rata, sebaliknya pada tahun 2020 Net Profit Margin dibawah rata-rata. PT. Indosat Tbk. Tabel 3. Net Margin PT. Indosat Tbk. Berdasarkan tabel diatas, hasil perhitungan rata-rata nilai Net Profit Margin PT Indosat Tbk selama periode 2020-2022 adalah 10. Pada tahun 2021 dan 2022 nilai Net Profit Margin diatas rata-rata, sebaliknya pada tahun 2020 Net Profit Margin dibawah rata-rata. Jika rasio Net Profit Margin bernilai negarif, artinya perusahaan mengalami Prosiding SNITER Vi 2024 ISSN: 2597-7067 E30-7 Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) Universitas Widya Kartika Surabaya PT. Smartfren Tbk. Tabel 4. Net Margin PT. Smartfren Tbk. Berdasarkan tabel diatas, hasil perhitungan rata-rata nilai Net Profit Margin PT Smartfren Telecom Tbk selama periode 2020-2022 adalah . 62%). Pada tahun 2020 dan 2021 nilai Net Profit Margin berada dibawah rata-rata. Sedangkan pada tahun 2022 nilai Net Profit Margin diatas rata-rata. Jika rasio Net Profit Margin bernilai negarif artinya perusahaan mengalami kerugian. Analisis Total Asset Turnover pada Perusahaan Telekomunikasi Tahun 2020-2022 PT. Telkom Indonesia Tbk. Tabel 5. Tabel Asset Turnover PT. Telkom Indonesia Tbk. Berdasarkan tabel diatas, hasil perhitungan rata-rata Total Asset Turnover PT Telkom Indonesia Tbk selama periode 2020-2022 adalah sebesar 0. 53 kali. Pada tahun 2021 nilai Total Asset Turnover dibawah rata-rata. PT. XL Axiata Tbk. Tabel 6. Tabel Asset Turnover PT. XL Axiata Tbk. Berdasarkan tabel pada diatas, hasil perhitungan rata-rata Total Asset Turnover PT XL Axiata Tbk selama periode 2020-2022 sebesar 0. 36 kali. Dengan demikian, berdasarkan tabel tersebut dapat diketahui bahwa tahun 2022 Total Asset Turnover berada dibawah nilai rata-rata. PT. Indosat Tbk. Berdasarkan tabel diatas, hasil perhitungan rata-rata Total Asset Turnover PT Indosat Prosiding SNITER Vi 2024 ISSN: 2597-7067 E30-8 Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) Universitas Widya Kartika Surabaya Tbk selama periode 2020-2022 sebesar 0. 45 kali. Pada tahun 2020 dan 2022 nilai Total Asset Turnover dibawah rata- rata. Sedangkan pada tahun 2021 nilai Total Asset Turnover diatas rata-rata. Pada tahun 2020-2022 perusahaan dapat mengelola total aktiva dalam menghasilkan penjualan secara baik karena nilai Total Asset Turnover cenderung meningkat. Tabel 7. Tabel Asset Turnover PT. Indosat Tbk. PT. Smartfren Tbk. Tabel 8. Tabel Asset Turnover PT. Smartfren Telecom Tbk. Berdasarkan tabel, hasil perhitungan rata-rata Total Asset Turnover PT Smartfren Telecom Tbk selama periode 2020-2022 sebesar 0. 24 kali. Pada tahun 2020-2022 nilai Total Asset Turnover memiliki nilai yang sama. Analisis Return on Investment pada Perusahaan Telekomunikasi Tahun 2020-2022 PT. Telkom Indonesia Tbk. Tabel 9. Tabel Return of Investment PT. Telkom Indonesia Tbk. Berdasarkan tabel, hasil perhitungan rata-rata Return on Investment PT Telkom Indonesia Tbk selama periode 2020-2022 adalah 11. Pada tahun 2020 dan 2021 nilai Return on Investment diatas rata-rata. PT. XL Axiata Tbk. Berdasarkan tabel, hasil perhitungan rata-rata Return on Investment PT XL Axiata Tbk selama periode 2020-2022 adalah sebesar 1. 20% dari jumlah nilai Return on Investment. Tahun 2021-2022 nilai Return on Investment berada diatas rata-rata. Prosiding SNITER Vi 2024 ISSN: 2597-7067 E30-9 Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) Universitas Widya Kartika Surabaya Tabel 9. Tabel Return of Investment PT. XL Axiata Tbk. PT. Indosat Tbk. Tabel 10. Tabel Return of Investment PT. XL Axiata Tbk. Tabel menunjukkan hasil perhitungan rata-rata Return on Investment PT Indosat Tbk selama periode 2018-2021 adalah 4. Tahun 2021 nilai Return on Investment berada diatas rata-rata. Sedangkan pada tahun 2020 dan 2022 nilai Return on Investment dibawah rata-rata. PT. Smartfren Tbk. Tabel menunjukan hasil perhitungan rata-rata Return on Investment PT Smartfren Telecom Tbk selama periode 2020-2022 adalah . 88%). Tabel 10. Tabel Return of Investment PT. XL Smartfren Telecom Tbk. Perbandingan Kinerja Keuangan Perusahaan Perbandingan NPM Perusahaan Telekomunikasi Tahun 2020-2022 Net Profit Margin (NPM) merupakan ukuran keuntungan dengan membandingkan antara laba bersih dibandingkan dengan total penjualan/pendapatan. Menurut Kasmir . rata-rata industri untuk Net Profit Margin adalah 20%. Dilihat dari tabel 11, nilai Net Profit Margin perusahaan telekomunikasi tahun 20202022 menunjukkan nilai yang fluktuatif. Artinya perusahaan kurang mampu meminimalkan biaya atau pengeluaran perusahaan, hal ini menunjukkan bahwa kenaikan penjualan/pendapaan perusahaan tahun 2020-2022 diikuti oleh kenaikan pengeluaran perusahaan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan peneliti, nilai Net Profit Margin yang menurun menunjukkan bahwa kurangnya kemampuan perusahaan dalam mengelola aset untuk meningkatkan penjualan/pendapatan. Dengan rata-rata Net Profit Margin yang dihasilkan perusahaan telekomunikasi tahun 2020-2022 yaitu PT Telkom 21,39%. PT Prosiding SNITER Vi 2024 ISSN: 2597-7067 E30-10 Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) Universitas Widya Kartika Surabaya XL 3,36%. PT Indosat 10,36% PT Smartfren . ,85%). Jika dibandingkan dengan ratarata industri menurut Kasmir . sebesar 20%, maka sebagian besar rasio yang dihasilkan perusahaan masih dibawah rata-rata industri sehingga Net Profit Margin perusahaan teleokmunikasi tahun 2020-2022 dinilai kurang baik. Tabel 11. Tabel Perbandingan Kinerja Keuangan Perusahaan Perbandingan TATO Perusahaan Telekomunikasi Tahun 2020-2022 Total Asset Turnover (TATO) mengukur sejauh mana kemampuan perusahaan menghasilkan penjualan berdasarkan aktiva/aset tetap yang dimiliki perusahaan. Menurut Kasmir . rata-rata industri untuk Total Asset Turnover adalah 2 kali. Dilihat dari tabel diatas, nilai Total Aset Turnover perusahaan telekomunikasi tahun 2020-2022 menunjukkan nilai yang stagnan. Artinya perusahaan belum mampu memaksimalkan aktiva/aset perusahaan yang dimiliki dan mengurangi aktiva/aset perusahaan yang kurang produktif. Dengan rata-rata perputaran total aktiva/aset yang dapat dihasilkan perusahaan telekomunikasi tahun 2020-2022 yaitu PT Telkom 0,54 kali. PT XL 0,36 kali. PT Indosat 0,45 kali. PT Smartfren 0,24 kali. Jika dibandingkan dengan rata-rata industri menurut Kasmir . sebesar 2 kali. Maka rasio yang dihasilkan masih berada dibawah standar industri sehingga perputaran total aktiva/aset perusahaan telekomunikasi tahun 2020-2022 dinilai kurang baik. Return on Investment (ROI) Merupakan rasio yang menunjukan hasil pengembalian . atas jumlah aktiva yang digunakan dalam perusahaan. Menurut Kasmir . rata-rata industri untuk Return on Investment adalah 30%. Dilihat dari tabel diatas, nilai Return on Investment perusahaan telekomunikasi tahun 2020-2022 menunjukkan nilai penaikan yang cenderung stagnan. Artinya perusahaan belum mampu memaksimalkan penggunaan dana perusahaan baik dari modal pinjaman maupun modal perusahaan sendiri. Dengan rata-rata Return on Investment yang dapat dihasilkan perusahaan telekomunikasi tahun 2020-2022 yaitu PT Telkom 11,43%. PT XL 1,20%. PT Indosat 4,85%. PT Smartfren . ,88%). Jika dibandingkan dengan rata-rata industri menurut Prosiding SNITER Vi 2024 ISSN: 2597-7067 E30-11 Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) Universitas Widya Kartika Surabaya Kasmir . sebesar 30%. Maka rasio yang dihasilkan masih berada dibawah standar industri sehingga Return on Investment Perusahaan telekomunikasi tahun 2020-2022 dinilai kurang baik. HASIL PEMBAHASAN A Analisis Kinerja Keuangan PT. Telkom Indonesia Tbk. Pada Tahun 2020-2022 Berdasarkan analisis Du Pont System yang telah dilakukan untuk menilai kinerja keuangan pada PT Telekomunikasi Indonesia Tbk dari tahun 2020 Ae 2022 maka dapat dikatakan dalam keadaan cukup baik. Nilai Return on Investment (ROI) yang bernilai Hal ini menunukkan kinera keungan perusahaan cukup produktif. Return on Investment (ROI) atau yang sering uga disebut dengan Return on Total Assets merupakan pengukuran kemampuan perusahaan secara keseluruhan aktiva yang tersedia di dalam perusahaan. Semakin tinggi rasio ini, semakin baik keadaan suatu perusahaan. Berdasarkan analisis Du Pont System, penelasan diatas dapat dikatakan bahwa nilai Return on Investment pada PT Telkom Indonesia Tbk cenderung mengalami penurunan namun masih bernilai positif. Hal ini menunukan penurunan nilai Return on Investment diperiode tertentu dipengaruhi oleh Net Profit Margin dan Total Asset Turnover, menunukan bahwa perusahaan belum maksimal dan kurang efektif dalam menggunakan seluruh aktivanya. Sejalan dengan teori yang digunakan dalam penelitian ini yakni teori sinyal perusahaan akan membawa sinyal positif dari PT Telkom Indonesia Tbk perusahaan mampu mengelola aktivanya dengan baik dan sinyal tersebut akan sampai ke para investor Dengan sinyal atau persebaran informasi yang baik maka sangat memungkinkan bagi investor untuk berinvestasi padan perusahaan yang memiliki sinyal positif pada perusahaan. A Analisis Kinerja Keuangan PT. XL Axiata Tbk. Pada Tahun 2020-2022 Dalam melakukan analisis Du Pont hal yang harus diperhatikan yaitu hasil perhitungan Return on Investment (ROI) karena dengan semakin tinggi nilai Return on Investment (ROI) sangat ditentukan oleh dua rasio yaitu Net Profit Margin (NPM) dan Total Asset Turnover (TATO). Return on Investment (ROI) pada PT XL Axiata Tbk selama tahun 2020 Ae 2022 dalam keadaan tidak baik. Hal ini dikarenakan terdapat ROI yang bernilai negative yaitu pada tahun 2022 dan sebelumnya diatas angka 1%. Return on Investment (ROI) merupakan suatu persentase, dan semakin tinggi . persentasenya maka semakin baik. Return on Investment (ROI) terdiri dari beberapa unsur yaitu penualan, aktiva yang digunakan, dan laba yang diperoleh perusahaan. Angka Return on Investment (ROI) akan memberikan informasi yang penting ika dibandingkan dengan perbandingan yang digunakan sebagai standar. Berdasarkan nila Return on Investment (ROI) dapat dinilai perkembangan efektivitas operasional perusahaan, apakan menunukkan kenaikan atau ika perusahaan mengalami penurunan pada Return on Investment (ROI) maka akan menurun kepercayaan investor untuk menginvestasikan modal pada Kinerja keuangan PT XL Axiata Tbk dari tahun 2020 sampai 2022 cenderung meningkat karena dapat dilihat dari nilai Retun On Investment yang meningkat pada tahun 2020 sampai pada tahun 2021 setelah itu tahun 2022 mengalami penurunan lagi, kemudian 2021 nilai Retun On Investment kembali membaik Kenaikan nilai Retun On Investment menandakan bahwa kemampuan manajemen perusahaan dalam Prosiding SNITER Vi 2024 ISSN: 2597-7067 E30-12 Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) A A Universitas Widya Kartika Surabaya melaksanakan pengelolan hartanya untuk mneghasilkan laba Sejalan dengan teori dalam penelitian ini yakni teori sinyal yang mana jika perusahaan dalam kondisi baik dan mampu mempertahankan manajemennya maka PT XL Axiata Tbk akan memberikan sinyal baik kepada pihak eksternal perusahaan yang akan berakibat pada minat investor untuk melakukan investasi pada perusahaan tersebut. Analisis Kinerja Keuangan PT. Indosat Tbk. Pada Tahun 2020-2022 Kinerja keuangan perusahaan PT Indosat Tbk diukur melalui metode Du Pont System terus mengalai kenaikan disetiap tahun nya, hanya pada tahun 2022 yang mengalami penurunan yaitu dari 2,6% menadi - 4%. Dapat disimpulkan hasil dari analisis kinera keuangan pada PT Indosat Tbk adalah kurang baik, hal ini dikarenakan pada tahun 2022 Return on Investment (ROI) bernilai negatif. Return on Investment (ROI) yang bernilai negatif menunukkan persahaan dalam keadan rugi. Penilaian kinera keuangan selain diperlukan oleh pihak ekstern, uga bermanfaat bagi manaemen sebagai pihak intern. Pihak intern perlu melakukan penilaian untuk mengetahui bagaimana kinera perusahaan yang nantinya akan berpengaruh pada pengambilan keputusan. Selain itu, penilaian tersebut uga dapat menadi tolak ukur prestasi perusahaan untuk diperbandingkan dengan perusahaan lain dalam bidang yang sama. Analisis Du Pont System adalah suatu analisis yang digunakan untuk mengontrol perubahan dalam rasio aktivitas dan Net Profit Margin (NPM) dan seberapa besar pengaruhnya terhadap Return on Investment (ROI). Kinerja keuangan perusahaan PT Indosat diukur melalui metode Du Pont System, pada tahun 2020-2022 dapat disimpulkan hasil dari analisis kinera keuangan pada PT Indosat adalah cukup baik. Hal ini menunukan bahwa kinera keuangan perusahaan PT Indosat Tbk sudah maksimal dalam mengelola aktiva yang dimiliki perusahaan untuk menghasilkan laba dan hal ini teradi karena perusahaan mampu memanfaatkan aset untuk memaksimalkan penualan. Sealan dengan teori dalam penelitian ini yakni teori sinyal yang dimana perusahaan PT Smartfren Telecom Tbk dalam kondisi cukup baik maka akan memberikan sinyal baik pula kepada pihak investor atau pihak eksternal perusahaan yang mengakibatkan minat para investor untuk melakukan investasi pada perusahaan tersebut. Analisis Kinerja Keuangan PT. Smartfren Tbk. Pada Tahun 2020-2022 Kinerja Keuangan PT Smartfren Telecom Tbk dengan menggunakan Du Pont System dari tahun 2020- 2022 menunukkan perusahaan berada pada kondisi yang sangat buruk, karena nilai Return on Investment (ROI). NPM, dan TATO yang mengalami fluktuasi. Penurunan nilai Return on Investment (ROI) perusahaan yang disebabkan karena nilai Net Profit Margin (NPM) dan Total Asset Turnover (TATO) menurun. Selain itu nilai dari Return on Investment (ROI) dari tahun 2020-2022 terus bernilai negatif. Hal ini menunukkan bahwa pendapatan yang diperoleh tidak mampu menutupi biaya investasi yang dikeluarkan, dapat disimpulkan perusahaan tersebut dalam keadaan merugi. Gambaran persentase yang dicapai perusahaan dalam kegiatan operasionalnya baik menyangkut aspek keuangan, aspek pemasaran, aspek perhimpunan dana dari penyaluran dana, aspek teknologi, maupun aspek sumberdaya manusianya merupakan penilaian terhadap kinera perusahaan. adi kondisi terakhir perusahaan ini menunukkan bahwa perusahaan belum efesien dan kinera keuangan perusahaan belum beralan dengan baik Kinerja keuangan PT Smartfren Telecom Tbk dari tahun 2020 sampai tahun 2022 yang cinderung meningkat namun bernilai negatif dan pada tiga tahun pelaporan keuangan Prosiding SNITER Vi 2024 ISSN: 2597-7067 E30-13 Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) Universitas Widya Kartika Surabaya nilai Return on Investment pada tahun 2021 sampai 2022 mulai membaik. Hal ini menunukkan bahwa pendapatan yang diperoleh tidak mampu menutupi biaya investasi yang dikeluarkan, dapat disimpulkan perusahaan tersebut dalam keadaan merugi. Sealan dengan teori dalam penelitian ini yakni teori sinyal yang mana ika perusahaan dalam kondisi merugi dan dengan pengelolaan yang tidak baik maka akan memberikan sinyal buruk kepada pihak eksternal perusahaan yang mengakibatkan kurangnya minat investor untuk melakukan investasi pada perusahaan ini. Sedangkan ika perusahaan mampu mengelola perusahaannya dengan baik dalam menutupi biaya yang dikeluarkan hingga bernilai positif, perusahaan akan memberikan siyal positif pada para investor. KESIMPULAN Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh penulis, dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut: Kinerja keuangan pada Perusahaan Telekomunikasi Terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang diukur dengan analisis Du Pont System selama periode penelitian masih berada pada kondisi yang kurang baik. Hal ini disebabkan karena nilai Return on Investment (ROI) yang dihasilkan oleh perusahaan mengalami penurunan. Penurunan Return on Investment (ROI) dipengaruhi oleh nilai Net Profit Margin (NPM) dan Total Asset Turnover (TATO). Kondisi ini mencerminkan bahwa perusahaan kurang baik dalam mengelola investasinya untuk menghasilkan laba. Dari empat perusahaan yang diteliti yaitu PT Indosat Tbk. PT Smartfren Tbk. T XL Axiata Tbk, dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, nilai Return on Investment (ROI) tertinggi terdapat pada PT Telekomunikasi Indonesia Tbk pada tahun 2021 sebesar 16,9%. Net Profit Margin (NPM) pada Perusahaan Telekomunikasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) cenderung mengalami penurunan. Hal ini disebabkan oleh penualan dan laba setelah paak yang mengalami penurunan. Begitu uga dengan Total Asset Turnover (TATO) yang mengalami penurunan, hal tersebut disebabkan oleh penurunan nilai penualan dan nilai total aset. Return on Investment (ROI) milik perusahaan Telekomunikasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2020-2022 mengalami penurunan. Hal ini disebabkan oleh menurunnya nilai Net Profit Margin (NPM) dan Total Asset Turnover (TATO) dalam periode itu. Berdasarkan hasil penelitian mengenai penilaian kinera keuangan perusahaan pada empat perusahaan telekomunikasi yang terdaftar di BEI pada tahun 2020-2022 dengan menggunakan Metode Du Pont System, maka penulis memberikan masukan atau saran sebagai berikut: PT Telekomunikasi Indonesia Tbk diharapkan dapat mempertahankan kemampuannya dalam mengelola aset untuk meningkatkan penualannya dan mempertahankan tingkat laba perusahaan yang sudah maksimal dibandingkan dengan perusahaan seenisnya. PT XL Axiata Tbk dan PT Indosat Tbk diharapkan mampu meningkatkan kemampuannya dalam mengelola aset sehingga dalam menghasilkan penualannya bisa lebih maksimal dan lebih memperhatikan tarif produk dan beban - beban perusahaan agar terhindar dari kerugian. PT Smartfren Telecom Tbk diharapkan mampu meminimalisir angka kerugian yang dialami selama tahun 2014 - 2018. Hal tersebut dapat dilakukan dengan meningkatkan kemampuan dalam mengelola aset secara efisien dan efektif sehingga mampu menaikkan angka penualan perusahaan yang akan membantu menurunkan tingkat Prosiding SNITER Vi 2024 ISSN: 2597-7067 E30-14 Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) Universitas Widya Kartika Surabaya kerugian perusahaan. Kinerja keuangan tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi internal perusahaan tapi uga kondisi eksternal perusahaan. Perusahaan harus lebih waspada dengan keadaan-keadaan sosial, ekonomi dan politik karena akan sangat berdampak langsung pada kinera keuangan perusahaan. DAFTAR PUSTAKA