Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index JMM 2025 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG GIZI SEIMBANG DALAM PENCEGAHAN KEJADIAN STUNTING TERHADAP PENGETAHUAN IBU BALITA Wiwiek Hidayati Jaya*. Muhammad Syahrul Alam. Fani Fionita Universitas Famika. Indonesia Grand Central BTP No. Tamalanrea. Kota Makassar. Sulawesi Selatan . e-mail: wiwiekhidayati15@gmail. Artikel Diterima: 30 Juni 2025. Direvisi: 01 Agustus 2025. Diterbitkan: 11 Agustus 2025 ABSTRAK Pendahuluan: Masalah gizi yang banyak mendapat perhatian akhir-akhir ini adalah masalah gizi kronis pada balita yaitu stunting. Stunting merupakan masalah gizi kronis, artinya muncul sebagai akibat dari kondisi gizi yang kurang baik dan terakumulasi dalam waktu yang cukup Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh penyuluhan tentang gizi seimbang dalam pencegahan kejadian stunting terhadap pengetahuan ibu balita di Desa Pallae Kecamatan Cenrana Kabupaten Bone. Metode: Penelitian ini bersifat Eksperimen menggunakan pendekatan Pre-Test and Post-Test Design dengan sampel berjumlah 33 Orang responden dengan teknik pengambilan sampel Purposive Sampling. Pengumpulan data menggunakan kuisioner melalui wawancara. Selanjutnya data di analisis menggunakan uji statistic Shapiro-Wilk kemudian menggunakan Uji Mc-Nemar dengan tingkat kemaknaan A vaule< 0. 05% untuk mengetahui Pre-Test and Post-Test. Hasil: Pengetahuan responden memiliki kategori kurang yang dibuktikan dengan jumlah responden yang banyak pada pengetahuan tentang gizi seimbang kurang 69. 7% akhirnya mengalami perubahan peningkatan pengetahuan secara drastis yaitu sebanyak 87. Diskusi: Diketahui hasil uji statistic Mc Nemar didapatkan nilai A value sebesar 0. 000, sedangkan nilai 0. 05, dengan demikian, karena nilai A value . < nilai . ,maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh secara signifikan . antara kedua variabel sebelum dan sesudah diberikan intervensi penyuluhan kesehatan tentang gizi seimbang. Kata Kunci: penyuluhan kesehatan, gizi seimbang, pencegahan stunting, balita Jurnal Menara Medika Vol 8 No 1 September 2025 | 1 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index JMM 2025 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 ABSTRACT Introduction: The nutritional problem that has received a lot of attention recently is the problem of chronic nutrition in toddlers, namely stunting. Stunting is a chronic nutritional problem, meaning that it appears as a result of poor nutritional conditions and accumulates over a long period of time. Purpose: This study aims to determine the effect of counseling on balanced nutrition in preventing stunting on the knowledge of mothers of toddlers in Pallae Village. Cenrana District. Bone Regency. Method: This study is an experiment using the PreTest and Post-Test Design approach with a sample of 33 respondents based on the Purposive Sampling sampling technique. Data collection using questionnaire sheets through interviews. Furthermore, the data was analyzed using the Shapiro-Wilk statistical test then using the McNemar. Result: Test with a significance level of A value < 0. 05% to determine the Pre-Test and Post-Test. Respondents' knowledge is in the less category as evidenced by the large number of respondents with knowledge about balanced nutrition lacking 69. 7% finally experiencing a drastic change in knowledge increase of 87. Discussion: It is known that the results of the Mc Nemar statistical test obtained a A value of 0. 000, while the value was 0. 05, thus, because the A value . < value . , it can be concluded that there is a significant . influence between the two variables before and after being given health education intervention on balanced nutrition, meaning Ha is accepted and Ho is rejected. It is recommended to continue conducting further research related to balanced nutrition in order to prevent every toddler from stunting by using the latest references and continuing to dig deeper into the causes of stunting from various factors. Keywords: health counseling, balanced nutrition, stunting prevention, toddlers PENDAHULUAN Masalah gizi yang banyak mendapat perhatian akhir-akhir ini adalah masalah gizi kronis pada balita yaitu stunting. Stunting merupakan masalah gizi kronis, artinya muncul sebagai akibat dari kondisi gizi yang kurang baik dan terakumulasi (Rahmayana, dkk, 2. Penurunan stunting anak adalah tujuan pertama dari 6 tujuan dalam target nutrisi global untuk tahun 2025 dan indikator utama dalam tujuan pembangunan berkelanjutan kedua yaitu memberantas kelaparan (UNICEF. Secara global, pada tahun 2017 sebanyak 151 juta anak di bawah umur 5 tahun . %) mengalami stunting dimana A dari anak-anak tersebut berada di wilayah Asia Tenggara dan Afrika. Anak yang perkembangan suatu negara dimana akan mengakibatkan tingginya angka kesakitan kemampuan belajar dan risiko penyakit tidak menular di kemudian hari (WHO. Indonesia. Riskesdas menunjukkan balita stunting di tahun 2013 sebanyak 37,2% dan menurun di tahun 2018 menjadi 30,8% dimana angka ini masih di bawah angka nasional yang diharapkan yaitu 20% (Riskesdas, 2. Sulawesi Selatan berada di peringkat keempat balita stunting tertinggi di Indonesia tahun 2018 dengan prevalensi sebanyak 35,7% yang terdiri dari balita pendek 23,2% dan sangat pendek 12,5%, sementara untuk baduta stunting di Sulawesi Selatan sebesar 33,9% yaitu sangat pendek 13,3% dan pendek 20,6% (Kementerian Kesehatan RI. , 2. Kabupaten Bone merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan yang memiliki kasus stunting yang Hal tersebut menjadi salah satu fokus penanganan pemerintah Kabupaten Bone untuk menurunkan angka kejadian stunting yang terjadi di Kabupaten Bone. Provinsi Sulawesi Selatan pada tahun 2020. Jurnal Menara Medika Vol 8 No 1 September 2025 | 2 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index Kecamatan cenrana merupakan salah satu kecamatan dari total 18 kecamatan di Kabupaten Bone yang memiliki kasus stunting tertinggi, dengan jumlah kasus sebanyak 644 balita dengan prevalensi 20,44% dari total 3. 151 balita yang diukur. Sedangkan Prevalensi stunting di Kabupaten Bone pada tahun 2018 berada di angka 40,5 persen kemudian tahun 2019 menurun diangka 36,9 persen namun target pemerintah Kab. Bone prevalensi stunting dibawah 14 persen pada tahun 2024 mendatang sehingga peran aktif tenaga kesehatan untuk memberikan penyuluhan dan edukasi harus aktif, agar pengetahuan ibu terjadi peningkatan. Masalah gizi khususnya stunting pada balita disebabkan asupan makan yang kurang dan penyakit yang merupakan penyebab langsung masalah gizi pada anak. Bukti yang konsisten menunjukkan bahwa pemberian ASI non-eksklusif selama 6 bulan pertama, kelahiran prematur, panjang badan lahir yang pendek dan tinggi ibu serta pendidikan adalah faktor penentu kejadian stunting pada anak yang sangat penting di Indonesia, begitu juga dengan pelayanan kesehatan dan pemanfaatan jamban (Beal. et all, 2. Selain itu, faktor sosial ekonomi dan demografi juga menjadi penentu terjadinya stunting, sehingga intervensi yang dilakukan harus sesuai pendekatan berbasis masyarakat (Mulenga and Matsalabi, 2. Walaupun masalah gizi, stunting tidak hanya disebabkan oleh kekurangan asupan gizi sebelumnya, akan tetapi interaksi dari berbagai faktor multi dimensi di luar masalah gizi selama 1000 Hari Pertama Kehidupan . 0 HPK). Untuk itu, program multi sektor berupa intervensi sensitif dan spesifik diperlukan untuk mengatasi penyebab dasar dari stunting seperti pemberian gizi optimal, perawatan kesehatan pada ibu, mengatasi kerawanan pangan dan perbaikan sanitasi (Haselow et all, 2. JMM 2025 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 Pertumbuhan stunting yang terjadi pada usia dini dapat berlanjut dan berisiko untuk tumbuh pendek pada usia remaja. Anak yang tumbuh pendek pada usia dini . -2 tahu. dan tetap pendek pada usia 4-6 tahun memiliki risiko 27 kali untuk tetap pendek sebelum memasuki usia pubertas sebaliknya anak yang tumbuh normal pada usia dini dapat mengalami growth faltering pada usia 4-6 tahun memiliki risiko 14 kali tumbuh pendek pada usia pra-pubertas (Aryastami, 2. Salah satu faktor yang tidak langsung terkait dengan kejadian stunting yaitu pendidikan ibu terutama pengetahuan ibu terkait pemberian makan. Penelitian Yanti dkk menunjukkan bahwa ada hubungan pendidikan ibu dengan kejadian stunting pada anak usia 2-5 tahun di Desa Marong Lombok Tengah (Yanti dkk, 2. Tingkat kemudahan ibu dalam menyerap dan memahami pengetahuan gizi diperoleh Ibu dengan tingkat pendidikan mengalami stunting dibandingkan ibu dengan pendidikan tinggi. Hal ini berarti bahwa jika pendidikan ibu tinggi maka akan diikuti dengan penurunan kejadian stunting. Namun, kenyataan yang dijumpai adalah tidak semua ibu yang berpendidikan tinggi memiliki pengetahuan gizi yang baik, atau sebaliknya (Picauly and Toy. Dalam penelitian Subekti . menunjukkan bahwa ada hubungan yang positif dan signifikan antara pengetahuan gizi dengan pola asuh makan ibu balita, sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi pengetahuan ibu tentang gizi seimbang maka semakin baik pula makanan yang diberikan pada anak. Ibu yang mendapatkan pengetahuan tentang gizi seimbang dan berpartisipasi dalam pelatihan gizi yang dilakukan tenaga kesehatan atau tenaga konseling gizi memiliki peluang lebih kecil memiliki anak yang stunting (Mulenga dan Matsalabi. Berdasarkan studi Pendahuluan pada Jurnal Menara Medika Vol 8 No 1 September 2025 | 3 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index tanggal 20 Juli tahun 2024 yang dilakukan di Desa Pallae Kecamatan Cenrana Kabupaten Bone didapatkan data dari Bidan Desa bahwa jumlah populasi ibu balita sebanyak 294 orang, kemudian sampel yang ditetapkan oleh peneliti berjumlah 33 orang dijadikan sebagai responden, dan masih terdapat anak usia dibawah lima tahun (Balit. berhenti menyusui sebelum usia 6 bulan sehingga dapat dipastikan tidak mendapatkan ASI eksklusif. Begitupun pada pemberian MPASI, masih terdapat anak yang mendapat MPASI sebelum umur 6 bulan. Peranan orang tua terutama ibu dalam mengasuh balita sangat menentukan bagaimana kondisi asupan gizi yang diterima balita tersebut. Sehingga demikian, seorang ibu harus mengetahui bagaimana memberikan asupan gizi seimbang pada balita nya sehingga balita akan dapat tumbuh menjadi anak yang sehat dan bisa tumbuh dan berkembang sesuai dengan (Ina Kuswanti Dkk, 2. Berdasarkan dari uraian dalam latar belakang diatas maka peneliti tertarik untuk AuPengaruh Penyuluhan Kesehatan Tentang Gizi Seimbang Dalam Pencegahan Kejadian Stunting Terhadap Pengetahuan Ibu Balita Di Desa Pallae Kecamatan Cenrana Kabupaten BoneAy BAHAN DAN METODE Desain dalam penelitian ini adalah desain penelitian eksperimen dengan pendekatan pre-post test design yaitu, menilai responden sebelum dilakukan intervensi penyuluhan dan menilai responden setelah dilakukan intervensi. Populasi dalam penelitian ini adalah semua Ibu Balita di Desa Pallae Kecamatan Cenrana Kabupaten Bone Tahun 2024 berjumlah 294 orang ibu balita. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki balita di Desa Pallae Kecamatan Cenrana Kabupaten Bone. sebagai responden sebanyak 33 sampel dengan mengunakan teknik purposive sampling yaitu cara pengambilan sampel JMM 2025 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 berdasarkan kriteriaAekriteria Instrument penelitian adalah kuesoner instrument pengumpulan data yang referensi dan literatur tentang penyuluhan dilakukan sebelum dan sesudah dilakukan intervensi penyuluhan dengan mengunakan leaflet dan materi leaflet nya tentang gizi seimbang dalam pencegahan kejadian stunting terhadap pengetahuan Ibu penilaian variabel pengetahuan diukur melalui pertanyaan sebanyak 16 nomor dengan menggunakan skala Gutman berdasarkan alternatif jawaban AubenarAy diberi skor 1, jawaban AySalahAy di beri skor 0, dengan kriteria objektif Baik Apabila responden menjawab Ou 8 dan Kurang Apabila responden menjawab < 8. Sebelum pengumpulan data, demi kesempurnaan kesalahan, maka terlebih dahulu dilakukan uji validitas dan reliabilitas kuesioner terhadap sampel yang serupa dengan HASIL Analisa Univariat Tabel 1 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Pre-Test Di Desa Pallae Kecamatan Cenrana Kabupaten Bone Tahun 2024 Pre-Test Frekuensi Presentase (%) Baik Kurang Total Sumber : Data Primer Pada tabel diatas distribusi frekuensi responden berdasarkan pre-test di Desa Pallae Kecamatan Cenrana Kabupaten Bone, dapat diketahui bahwa pengetahuan responden sebelum dilakukan tindakan penyuluhan tentang gizi seimbang dalam pencegahan kejadian Stunting sangat minim sehingga responden yang memiliki kategori Jurnal Menara Medika Vol 8 No 1 September 2025 | 4 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index pengetahuan baik hanya 10 . Kemudian kategori pengetahuan kurang sebanyak 23 . 7%) responden. Tabel 2 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Post-Test Di DesaPallae Kecamatan Cenrana Kabupaten Bone Tahun 2024 Post-Test Frekuensi Presentase (%) Baik Kurang Total Sumber: Data Primer Pada tabel diatas distribusi frekuensi responden berdasarkan pre-test di Desa Pallae Kecamatan Cenrana Kabupaten Bone, dapat diketahui bahwa ada sesudah dilakukan tindakan penyuluhan tentang gizi seimbang dalam pencegahan Stunting, pengetahuan naik secara drastis sehingga responden yang memiliki pengetahuan baik meningkat dengan berjumlah 29 . 9%) responden. Kemudian kategori pengetahuan kurang berjumlah 4 . 1%) responden. Analisa Bivariat Tabel 3 Analisis Pengaruh Penyuluhan Tentang Gizi Seimbang Dalam Pencegahan Kejadian Stunting Terhadap Pengetahuan Ibu Balita Di Desa Pallae Kecamatan Cenrana Kabupaten Bone Tahun 2024 Gizi Pengetahuan Ibu Seimbang Balita Total Baik Kurang Value F % F % N % Baik 3 0 0. 0 10 30. 0,000 Kurang 6 4 12. 1 23 69. Total 9 4 12. 1 33 100 Sumber: Data Primer Berdasarkan hasil dari diatas yang merupakan tabel tabulasi silang antara JMM 2025 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 variabel independen dengan variabel dependen, dari 33 responden ibu balita, dapat diketahui bahwa Gizi Seimbang BAIK dan Pengetahuan Ibu Balita dikatakan BAIK sebanyak 10 . responden, kemudian Gizi Seimbang dikatakan BAIK tetapi Pengetahuan Ibu Balita KURANG berjumlah 0 . 0%) responden, selanjutnya Gizi Seimbang KURANG, akan tetapi Pengetahuan Ibu Balita BAIK sebanyak 19 . 6%) responden, kemudian kategori Gizi Seimbang dikatakan KURANG dan Pengetahuan Ibu Balita yang KURANG sebanyak 4 . 1%) responden. Berdasarkan hasil output analisis data yang peneliti lakukan menggunakan computer spss versi 21 maka dapat diketahui hasil uji statistic Mc Nemardidapatkan nilai A value 000, sedangkan nilai 0. dengan demikian, karena nilai A value . < nilai . maka terdapat pengaruh secara signifikan antara kedua variabel, artinya Ha diterima dan Ho ditolak, dari data tersebut dapat peneliti simpulkan bahwa terdapat pengaruh yang Independen Terhadap Variabel Dependen, sebelum dilakukan intervensi pre-test intervensi post-test PengaruhPenyuluhan Tentang Gizi Seimbang Dalam Pencegahan Kejadian Stunting Terhadap Pengetahuan Ibu Balita Di Desa Pallae Kecamatan Cenrana Kabupaten Bone. PEMBAHASAN Hasil penelitian dari 33 responden diperoleh kategori Gizi Seimbang BAIK dan Pengetahuan Ibu Balita dikatakan BAIK sebanyak 10 . 3%) responden, menurut asumsi peneliti bahwa ketika ada pemberian terkait penyuluhan tentang gizi seimbang terhadap pengetahuan ibu balita maka ibu balita akan memahami dan mengetahui pemberian asupan gizi yang seimbang dan optimal kepada balita sehingga dapat mencegah balita dari kejadian stunting. Menurut Haselow et all, . Jurnal Menara Medika Vol 8 No 1 September 2025 | 5 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index Walaupun merupakan indikator masalah gizi, stunting tidak hanya disebabkan oleh kekurangan asupan gizi semata seperti yang disebutkan sebelumnya, akan tetapi interaksi dari berbagai faktor multi dimensi di luar masalah gizi selama 1000 hari pertama kehidupan . 0 HPK). Untuk itu, program multi sektor berupa intervensi sensitif dan spesifik diperlukan untuk mengatasi penyebab dasar dari stunting seperti pemberian gizi optimal, perawatan kesehatan pada ibu, mengatasi kerawanan pangan dan perbaikan sanitasi. Hasil penelitian dari 33 responden diperoleh kategori Gizi Seimbang dikatakan BAIK tetapi Pengetahuan Ibu Balita dengan kategori KURANG berjumlah 0 . responden, menurut asumsi peneliti ketika adanya pengetahuan yang rendah atau yang minim tentang gizi seimbang pada ibu balita maka pemberian asupan gizi seimbang kepada balita juga akan mempengaruhi balita sehingga dapat menyebabkan balita mengalami kekerdilan atau stunting. apabila pengetahuan ibu balita baik untuk mempertahankan pola asuh makan pada balita maka dalam pemberian asupan gizi yang optimal akan baik juga kepada balita. Dalam penelitian Subekti . menunjukkan bahwa ada hubungan yang positif dan signifikan antara pengetahuan gizi dengan pola asuh makan ibu balita, sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi pengetahuan ibu tentang gizi seimbang maka semakin baik pula makanan yang diberikan pada anak. Ibu yang mendapatkan pengetahuan tentang gizi seimbang dan berpartisipasi dalam pelatihan gizi yang dilakukan tenaga kesehatan atau tenaga konseling gizi memiliki peluang lebih kecil memiliki anak yang stunting (Mulenga dan Matsalabi. Hasil penelitian dari 33 responden Gizi Seimbang KURANG, akan tetapi Pengetahuan Ibu Balita BAIK sebanyak 19 . responden, berdasarkan asumsi peneliti, apabila gizi seimbang tidak sesuai dengan kebutuhan tubuh maka berpotensi seorang JMM 2025 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 balita akan mengalami kekerdilan atau stunting maka daripada itu perlu pemberian makanan yang beragam bagi balita karena asupan gizi yang masuk kedalam tubuh haruslah seimbang dengan kebutuhan tubuh namun apabilah pengetahuan ibu balita yang baik akan pemberian asupan gizi yang optimal maka dapat memberikan suatu pencegahan dalam kejadian stunting pada Hasil penelitian tersebut sejalan dengan teori yang dikemukakan oleh Widyaningsih dkk, 2018. Keragaman pangan merupakan gambaran dari kualitas makanan yang dikonsumsi oleh balita. Ada hubungan antara keragaman pangan yang dikonsumsi dengan status stunting pada balita, dimana balita yang mempunyai asupan pangan yang tidak beragam memiliki risiko untuk mengalami stunting jika dibandingkan dengan balita yang mempunyai asupan pangan yang beragam. Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh Ina Kuswanti Dkk, 2022 juga mengatakan Pemberian gizi seimbang penanggulangan stunting yang terjadi pada Pemberian asupan makanan dengan porsi yang baik dan pas akan membantu proses pertumbuhan dan perkembangan seorang balita menjadi lebih optimal. Sehingga seorang balita akan mencapai derajat kesehatan yang lebih baik. Hasil penelitian dari 33 responden diperoleh kategori kategori Gizi Seimbang dikatakan KURANG dan Pengetahuan Ibu Balita yang KURANG juga sebanyak 4 . 1%) responden. Menurut asumsi peneliti apabilah pengetahuan ibu balita kurang dalam memberikan asupan gizi bagi balita maka besar kemungkinan balita tersebut dapat mengalami kejadian stunting oleh karena itu asupan gizi yang tidak sesuai dengan kebutuhan tubuh atau gizi seimbang kurang, maka perlu di perhatikan dan di pahami oleh ibu balita sehingga dalam memberikan makanan bagi balita haruslah terpenuhi sesuai gizi makro dan mikro, yang terdapat zat gizi pembangun, pengatur, dan energy/ tenaga karena gizi Jurnal Menara Medika Vol 8 No 1 September 2025 | 6 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index seimbang merupakan setiap lapisan pangan yang dikonsumsi dan dicerna oleh tubuh haruslah cocok dengan kebutuhan badan sehingga dapat mempertahankan berat badan yang normal dan menghindari permasalahn gizi. Hasil penelitian ini sejalan dengan teori yang dikemukakan oleh Nadhiroh dkk, . Gizi seimbang ialah lapisan pangan setiap hari yang memiliki zat gizi dalam tipe serta jumlah yang cocok dengan kebutuhan badan, dengan mencermati prinsip keanekaragaman pangan, kegiatan raga, sikap hidup bersih serta mempertahankan berat badan normal untuk menghindari permasalahan gizi. Berdasarkan hasil output analisis data yang peneliti lakukan menggunakan computer spss versi 21 maka dapat Nemardidapatkan nilai A value sebesar 000, sedangkan nilai 0. 05, dengan demikian, karena nilai A value . maka terdapat pengaruh secara signifikan antara kedua variabel, artinya Ha diterima dan Ho ditolak dari data tersebut dapat peneliti simpulkan bahwa terdapat pengaruh yang sangat signifikan antara variabel Independen Terhadap Variabel Dependen, sebelum dilakukan intervensi pre-test penyuluhan dan setelah dilakukan intervensi post-test Pengaruh Penyuluhan Tentang Gizi Seimbang Dalam Pencegahan Kejadian Stunting Terhadap Pengetahuan Ibu Balita Di Desa Pallae Kecamatan Cenrana Kabupaten Bone. Menurut asumsi peneliti hal ini memberikan makna yang sangat signifikan dan diketahui dari hasil uji statistic bahwa ada pengaruh yang sangat signifikan . anatara variabel independen terhadap variabel dependen, hal ini juga memperlihatkan bahwa sebelum dilakukan intervensi penyuluhan kesehatan tentang gizi seimbang, pengetahuan ibu balita sangat rendah namun sesudah dilakukan penyuluhan kesehatan tentang gizi seimbang pengetahuan ibu tentang gizi seimbang meningkat secara drastis, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada JMM 2025 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 Pengaruh Penyuluhan Tentang Gizi Seimbang Dalam Pencegahan Kejadian Stunting Terhadap Pengetahuan Ibu Balita Di Desa Pallae Kecamatan Cenrana Kabupaten Bone. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Ina Kuswanti dkk . didapatkan faktor yang menyebabkan ibu mendapatkan nilai negatif adalah karena kurangnya perilaku ibu dalam pencegahan stunting pada balita yang terjadi karena faktor kurangnya pengetahuan ibu dalam mencari informasi tentang tanda bahaya stunting pada balita, pemenuhan gizi seimbang dan kurangnya perhatian ibu dalam melihat perkembangan serta pertumbuhan balita mulai dari tinggi badan, berat badan, dan perkembangan motorik dan hal ini yang memicu risiko terjadinya stunting pada balita. Hasil ini menunjukkan bahwa Ha diterima, sehingga ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan ibu tentang pemenuhan gizi seimbang pada balita dengan perilaku ibu dalam pencegahan stunting pada balita. Nilai koefisien korelasi yang positif mempunyai arti semakin baik tingkat pengetahuan ibu tentang pemenuhan gizi seimbang pada balita maka semakin baik juga perilaku pencegahan stunting pada KESIMPULAN Dari 33 responden ibu balita, dapat diketahui bahwa kategori Gizi Seimbang BAIK dan Pengetahuan Ibu Balita dikatakan BAIK sebanyak 10 . 3%) responden Dari 33 responden ibu balita, dapat diketahui bahwa kategori Gizi Seimbang dikatakan BAIK tetapi Pengetahuan Ibu Balita dengan kategori KURANG berjumlah 0 . Dari 33 responden ibu balita, dapat diketahui bahwa kategori Gizi Seimbang KURANG, akan tetapi Pengetahuan Ibu Balita BAIK sebanyak 19 . 6%) responden. Jurnal Menara Medika Vol 8 No 1 September 2025 | 7 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index Dari 33 responden ibu balita, dapat diketahui bahwa kategori Gizi Seimbang dikatakan KURANG dan Pengetahuan Ibu Balita KURANG juga sebanyak 4 . SARAN Diharapkan untuk memperhatikan pola makan balita dengan porsi yang sesuai standar kebutuhan tubuh yaitu makanan yang diberikan kepada anak balita harus memiliki jenis makanan yang beragam sehingga dapat menjadi suatu tolak ukur untuk mencapai gizi seimbang yang sesui dengan kebutuhan tubuh, mengkonsumsi makanan yang beragam dan memiliki zat gzi makro dan mikro yang terdapat zat gizi pembangun, pengatur, dan energy/ tenaga. KEPUSTAKAAN