JURNAL PENGABDIAN PADA MASYARAKAT LPPM UNIVERSITAS PANCA BHAKTI VOL 3 NO 1 TAHUN 2026 ISSN: 3089-2139 Membangun Generasi Muda Desa Melalui Pemberdayaan Berbasis Edukasi Lokal . Ryanto Jaten Pratama Petrus, . Prayuda Farhan Prasetyanto, . Civu Constantin Corputty, . Erdianus Julianto Bere, . Fransisko Rivaldo, . Laura Levita, . Sara Prihatin, . Maura Avilnia Lawerisa, . Richo Forland, . Oktavianus Egi, . Edi Burga Firmansyah, . Pidelis Barakat Pagau, . Patricia Della, 3*)Ekawati, . Merkorius Giber, . Habel Williem Bako, . Gasver Kristian Andreas, . Perdianus, . Yopy Susanti, . Yefta, . Fakultas Hukum. Universitas Panca Bhakti . Fakultas Teknik. Universitas Panca Bhakti . Fakultas Pertanian. Sains, dan Teknologi. Universitas Panca Bhakti . Fakultas Ekonimi dan Bisnis. Universitas Panca Bhakti *Coresponding author: ekawatiupb@gmail. E-ISSN: 3089-2139 DOI: 54035/dianmas. VOLUME: 3 Article history: Received : 5 Feb 2026 Revised : 11 Mar 2026 Accepted : 6 Apr 2026 Abstract This community service activity was motivated by the low level of awareness of character education and basic literacy among rural The program aims to empower the community of Sungai Belidak Village through an educational approach that focuses on children and adolescents as future agents of development. The implementation methods included anti-bullying socialization and supplementary tutoring in basic subjects. The activities were carried out using a participatory approach involving students, parents, teachers, and village officials. The results indicate a significant improvement in participantsAo understanding of bullying issues as well as an enhancement of studentsAo academic abilities. This program contributes to the development of an inclusive and sustainable village education ecosystem and strengthens the role of young generations in asset-based local development. Keywords: community empowerment. local education. rural education. Abstrak Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kesadaran pendidikan karakter dan literasi dasar di kalangan generasi muda pedesaan. Program ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat Desa Sungai Belidak melalui pendekatan edukatif dengan fokus pada anak-anak dan remaja sebagai agen pembangunan masa depan. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi anti-bullying dan pemberian les tambahan pada mata pelajaran dasar. Kegiatan dilaksanakan secara partisipatif dengan melibatkan siswa, orang tua, guru, serta perangkat desa. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman peserta terhadap isu bullying serta peningkatan kemampuan akademik siswa. Program ini berkontribusi pada upaya membangun ekosistem pendidikan desa yang inklusif dan berkelanjutan serta memperkuat peran generasi muda dalam pembangunan berbasis aset lokal. Kata Kunci: pemberdayaan masyarakat. edukasi lokal. anti-bullying. pendidikan desa. JURNAL PENGABDIAN PADA MASYARAKAT LPPM UNIVERSITAS PANCA BHAKTI VOL 3 NO 1 TAHUN 2026 ISSN: 3089-2139 PENDAHULUAN Pendidikan memiliki peran strategis dalam pembangunan sumber daya manusia, khususnya di wilayah pedesaan yang masih menghadapi keterbatasan akses dan kualitas layanan pendidikan. Anak dan remaja desa sering kali dihadapkan pada persoalan lemahnya pendidikan karakter serta rendahnya pendampingan akademik, yang berdampak pada perkembangan psikososial dan prestasi belajar. Salah satu fenomena yang banyak ditemukan di lingkungan sekolah dasar adalah perilaku bullying, yang dapat mengganggu rasa aman dan kenyamanan belajar siswa . Bullying merupakan bentuk kekerasan sosial yang tidak hanya berdampak pada kesehatan psikologis anak, tetapi juga berpengaruh terhadap motivasi dan capaian Edukasi anti-bullying melalui pendekatan sosialisasi terbukti mampu meningkatkan kesadaran siswa serta membentuk sikap empati dan perilaku sosial positif . Pendekatan edukatif yang kreatif dan partisipatif juga dinilai efektif dalam mencegah terjadinya bullying di lingkungan sekolah dasar . Selain persoalan karakter, keterbatasan pendampingan belajar menjadi tantangan lain bagi siswa di wilayah pedesaan. Pembelajaran tambahan atau les di luar jam sekolah formal dipandang sebagai salah satu strategi untuk meningkatkan pemahaman materi pelajaran dasar dan kepercayaan diri siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran tambahan berkontribusi positif terhadap peningkatan performa akademik peserta didik . Oleh karena itu, integrasi antara pendidikan karakter dan penguatan akademik menjadi pendekatan yang relevan dalam kegiatan pengabdian kepada Berdasarkan permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian ini dirancang untuk mengintegrasikan sosialisasi anti-bullying dan program les tambahan sebagai upaya pemberdayaan generasi muda Desa Sungai Belidak. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, serta mendukung pengembangan secara berkelanjutan. METODE PENGABDIAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di Desa Sungai Belidak. Kecamatan Kakap. Kabupaten Kubu Raya selama bulan Agustus 2025 dengan menggunakan pendekatan partisipatif dan edukatif. Sasaran kegiatan adalah siswa sekolah dasar, dengan melibatkan orang tua, guru, dan perangkat desa sebagai pemangku kepentingan lokal. Tahapan kegiatan meliputi: . persiapan dan koordinasi dengan pihak sekolah dan pemerintah desa, . pelaksanaan sosialisasi anti-bullying, . pelaksanaan les tambahan, serta . evaluasi dan penutupan kegiatan. Sosialisasi anti-bullying dilaksanakan dalam bentuk diskusi interaktif, penyampaian materi edukatif, serta simulasi kasus untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap dampak dan pencegahan bullying. Metode ini merujuk pada praktik edukasi anti-bullying yang telah terbukti efektif dalam kegiatan pengabdian sebelumnya . Program les tambahan dilaksanakan secara rutin dua kali dalam seminggu dengan fokus pada mata pelajaran Matematika. Bahasa Indonesia. Bahasa Inggris, dan IPA. Pembelajaran dilakukan dengan pendekatan kontekstual dan penggunaan media visual sederhana agar materi mudah dipahami oleh siswa. Evaluasi dilakukan melalui tes awal dan tes akhir, observasi, serta wawancara singkat untuk mengukur perubahan pemahaman dan partisipasi peserta. JURNAL PENGABDIAN PADA MASYARAKAT LPPM UNIVERSITAS PANCA BHAKTI VOL 3 NO 1 TAHUN 2026 ISSN: 3089-2139 HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan kegiatan pengabdian menunjukkan respons positif dari masyarakat dan peserta didik. Tingkat kehadiran peserta pada kegiatan sosialisasi anti-bullying mencapai lebih dari 90%, menunjukkan tingginya minat dan dukungan masyarakat terhadap program yang dilaksanakan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai pengertian bullying, bentuk-bentuk bullying, serta cara Temuan ini sejalan dengan hasil kegiatan pengabdian lain yang menegaskan bahwa sosialisasi anti-bullying mampu meningkatkan kesadaran dan sikap preventif siswa sekolah dasar . Gambar 1 Kegiatan Sosialisasi Anti-Bullying Pada kegiatan les tambahan, hasil tes awal menunjukkan bahwa sebagian besar siswa mengalami kesulitan dalam memahami materi pelajaran dasar. Setelah empat minggu pelaksanaan, hasil tes akhir menunjukkan peningkatan kemampuan akademik yang signifikan, di mana lebih dari 80% siswa mampu menyelesaikan soal dengan tingkat kesulitan sedang. Hasil ini menguatkan temuan penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa pembelajaran tambahan atau les privat memiliki pengaruh positif terhadap performa belajar siswa . Gambar 2 Kegiatan Les Tambahan/Les Privat Selain peningkatan kognitif, kegiatan ini juga berdampak pada peningkatan partisipasi aktif siswa dalam proses pembelajaran. Pendekatan interaktif dan suasana belajar yang JURNAL PENGABDIAN PADA MASYARAKAT LPPM UNIVERSITAS PANCA BHAKTI VOL 3 NO 1 TAHUN 2026 ISSN: 3089-2139 lebih santai mendorong siswa untuk lebih berani bertanya dan mengemukakan Hal ini menunjukkan bahwa integrasi pendidikan karakter dan penguatan akademik dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna dan inklusif. KESIMPULAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Sungai Belidak berhasil meningkatkan kesadaran pendidikan karakter serta kemampuan akademik siswa sekolah dasar. Sosialisasi anti-bullying memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan bebas dari kekerasan, sedangkan program les tambahan berkontribusi terhadap peningkatan pemahaman materi pelajaran dasar. Pendekatan partisipatif yang melibatkan masyarakat dan pemangku kepentingan lokal terbukti efektif dalam mendukung keberhasilan program pengabdian. Ke depan, kegiatan serupa disarankan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan dengan cakupan materi yang lebih luas serta pelibatan guru dan orang tua secara lebih intensif agar dampak pengabdian dapat dirasakan dalam jangka panjang. DAFTAR PUSTAKA