JISI: JURNAL INTEGRASI SISTEM INDUSTRI Volume 11 No 2 Agustus 2024 FAKTOR YANG BERPERAN DALAM MENDORONG MINAT PEMBELIAN POPOK RAMAH LINGKUNGAN Reni Dwi Astuti. Wandhansari Sekar Jatiningrum. Sumargiyani. Program Studi Teknik Industri. Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Kragilan. Tamanan. Kab. Bantul. DI Yogyakarta Program Studi Pendidikan Matematika. Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Kragilan. Tamanan. Kab. Bantul. DI Yogyakarta E-mail: reni_dwiastuti@ie. ABSTRAK Diantara produk yang banyak dikonsumsi masyarakat yang berpotensi besar merusak lingkungan adalah popok sekali pakai karena komposisi bahan yang sulit terurai di alam seperti plastik dan Super Absorbent Polimer (SAP). Popok kain ini dianggap lebih ramah lingkungan. Hanya saja jumlah pengguna popok sekali pakai tetap lebih banyak, khususnya di daerah berkembang seperti Kabupaten Bantul. Dengan demikian diperlukan riset guna menentukan faktor yang memengaruhi minat penggunaan popok kain. Enam faktor dipilih untuk diteliti pengaruhnya terhadap minat menggunakan popok kain, yaitu: sikap terhadap penggunaan green product, norma subyektif, perceived behavioral control, kepedulian terhadap lingkungan, perceived risk, dan personal norm. Pengolahan data dilakukan dengan regresi berganda. Dari hasil penelitian diperoleh fungsi regresi: Niat= 0,058sikap 0,284SN 0,390PBC 0,032KL Ae 0,026PR 0,118Norm. Berdasarkan uji t didapat kesimpulan bahwa faktor yang signifikan berpengaruh adalah perceived behavioral control, norma subyektif, dan personal norm. Ketiga faktor ini dapat dijadikan dasar pertimbangan untuk menentukan strategi pengembangan produk ramah dan pemasarannya. Kata kunci: green product, popok ramah lingkungan, perceived behavioral control, norma subyektif, personal norm ABSTRACT Among the products widely consumed by the public that pose a significant threat to the environment are disposable diapers due to the materials used in their production that are not biodegradable, such as plastic and superabsorbent polymer (SAP). Cloth diapers are generally considered to be more environmentally friendly. However, single-use diapers continue to be more prevalent, especially in developing regions such as Bantul Regency. Research is therefore needed to determine the factors that influence people's intention in using cloth diapers. Six factors were selected to study their influence on the intention in using cloth diapers, namely: attitude towards using green products, subjective norms (SN), perceived behavioral control (PBC), concern for the environment (KL), perceived risk (PR), and personal norm (Nor. The data were processed using multiple regression analysis. Based on the results of the study, the regression function was obtained: Niat = 0,058attitude 0,284SN 0,390PBC 0,032KL Ae 0,026PR 0,118Norm. The t-test concluded that the significant factors were perceived behavioral control, subjective norms, and personal norms. These three factors may serve as a basis for consideration in determining the strategy for developing friendly products and their Keywords: cloth diapers, green product, perceived behavioral control, personal norm, subjective PENDAHULUAN Permasalahan lingkungan merupakan masalah krusial yang masih dihadapi oleh berbagai negara hingga kini, termasuk DOI: /10. 24853/jisi. Indonesia. Peningkatan populasi menyebabkan timbulnya permasalalahan sampah perkotaan yang kompleks di Indonesia (Wibisono et al. Berdasar informasi Kementerian JISI: JURNAL INTEGRASI SISTEM INDUSTRI Website: http://jurnal. id/index. php/jisi Lingkungan Hidup dan Kehutanan . , timbulan sampah nasional telah mencapai 410,5 ton pada tahun 2023. Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta bahkan sampai mengalami permasalahan darurat sampah akibat penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan karena kapasitasnya yang sudah tidak mencukupi. TPA Piyungan yang beroperasi sejak 1995 menjadi titik terakhir sampah yang berasal dari Kabupaten Sleman. Bantul, dan kota Yogyakarta. Penutupan TPA Piyungan bahkan sudah terjadi beberapa kali karena tidak mampu menampung timbulan sampah yang ada (Ratnaningtyas, 2. Berbagai jenis limbah berkontribusi terhadap tingginya timbulan sampah. Upaya pengelolaan sampah berdasarkan prinsip reduce, reuse, dan recycle . R) penting Salah satu jenis limbah berbahaya apabila tidak terkelola dengan baik adalah limbah yang berasal dari popok sekali pakai. Kandungan senyawa kimia pada limbah popok penyebaran melalui air, tanah, maupun udara (Parinsa & Halomoan, 2. Padahal agar membutuhkan waktu 200-250 tahun (Prasetyo et al. , 2. Menurut studi yang dilakukan Rais . limbah popok termasuk limbah bahan berbahaya dan beracun (B. yang sering ditemukan pada TPA Piyungan. Bantul. Hal ini mengindikasikan tingginya penggunaan popok sekali pakai di DIY. Upaya pengurangn limbah popok sekali pakai dapat dilakukan melalui penggunaan cloth diapers . , yaitu jenis popok yang berbahan dasar kain yang dirancang memiliki daya serap baik agar tidak menimbulkan iritasi (Astuti & Jatiningrum, 2. Clodi diyakini sebagai produk ramah lingkungan dengan alasan bahwa produk ini dapat dipakai berulang, sehingga tidak menimbulkan banyak timbunan limbah seperti popok sekali pakai. Namun, survei pendahuluan di Kabupaten Bantul menunjukkan bahwa niat penggunaan clodi pada sejumlah ibu dengan anak yang membutuhkan popok masih rendah. Berbagai faktor diyakini mempengaruhi niat individu dalam berperilaku. Niat individu merupakan faktor yang dapat digunakan untuk memprediksi perilaku Menurut Theory of Planned Behavior (TPB), niat atau minat individu dipengaruhi P-ISSN: 2355-2085 E-ISSN: 2550-083X oleh sikap terhadap perilaku tertentu, norma subjektif, dan perceived behavioral control (Ajzen, 1. TPB menekankan pada studi yang berhubungan dengan perilaku individu dan telah diterima secara luas dalam studi perilaku individu terkait dengan kelestarian lingkungan (Gansser & Reich, 2. Berdasarkan hal tersebut, dapat diyakini bahwa sikap, norma subjektif, dan perceived behavioral control yang bernilai positif dapat menggunakan clodi. Faktor lain yang diduga mempengaruhi niat individu dalam berperilaku di antaranya adalah kepedulian lingkungan dan kewajiban moral (Shalender & Sharma, 2. Kepedulian kesadaran individu terhadap berbagai macam permasalahan lingkungan. Hal tersebut dapat mendorong perubahan individu untuk beralih menggunakan produk ramah lingkungan (Mohamed et al. , 2. Studi yang dilakukan Kaplan et al. juga yang menegaskan mempengaruhi perilaku adopsi produk ramah Sedangkan kewajiban moral merupakan salah satu konsep penting dalam perilaku psikologis individu. Studi yang dilakukan Shalender & Sharma (Shalender & Sharma, 2. menunjukkan bahwa kewajiban moral dan kepedulian lingkungan dapat meningkatkan niat perilaku ramah lingkungan secara signifikan. Selain itu, niat terkait penggunaan produk ramah lingkungan juga diduga dipengaruhi oleh perceived risk. Perceived risk menunjukkan persepsi individu terhadap risiko yang didapatkannya berkaitan dengan perilaku tertentu (W. Zhang & Luo. Sebagai contoh, clodi yang memiliki daya serap lebih rendah dibanding popok sekali pakai berisiko dapat menimbulkan iritasi pada kulit. Penggunaan clodi juga memerlukan tenaga dan waktu ekstra karena harus dicuci berulang kali. Upaya untuk meningkatkan niat penggunaan clodi di Kabupaten Bantul, dapat dilakukan melalui menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap niat tersebut. Untuk itu perlu dilakukan analisis pengaruh faktor sikap, norma subyektif, behavioral control, kepedulian lingkungan, kewajiban moral, dan perceived risk terhadap niat penggunaan clodi di Kabupaten Bantul. JISI: JURNAL INTEGRASI SISTEM INDUSTRI TINJAUAN PUSTAKA Krisis energi, perubahan iklim, dan lingkungan membuat tingkat kepedulian masyarakat terhadap isu lingkungan juga semakin tinggi (Skogen et al. , 2. Kepedulian lingkungan merupakan bentuk ikatan emosional serta komitmen untuk peduli terhadap isu-isu lingkungan yang merupakan isu penting di dunia . Hadi et al. , . mengungkapkan bahwa para pelaku bisnis di Amerika dan Eropa mengidentifikasi bahwa di waktu yang akan datang, konsumen akan menjadikan faktor lingkungan sebagai salah satu pertimbangan dalam memilih produk. Dalam (Yue et al. , 2. diungkapkan juga bahwa kepedulian terhadap lingkungan penggunaan produk hijau. Salah satu produk ramah lingkungan, yaitu clodi yang biasa digunakan untuk bayi dan balita. Tingginya penggunaan popok sekali pakai dan makin tumbuhnya kesadaran terhadap lingkungan, maka perlu dikaji apakah hal ini berkontribusi untuk mendorong masyarakat beralih ke penggunaan clodi yang dianggap lebih aman bagi lingkungan. Selain faktor kesadaran terhadap lingkungan, diduga ada faktor lain yang memengaruhi niat masyarakat untuk beralih ke popok kain. Diyah & Wijaya . meneliti pengaruh sikap terhadap produk ramah lingkungan, norma subyektif, perceived behaviour control, orientasi man-mature, dan gaya hidup terhadap intensi pembelian green product dengan menggunakan Structural Equation Modelling. Dalam Sementara itu penelitan Penelitan Giarti dan Santoso dilakukan untuk mengetahui pengaruh perceived product price and quality, image terhadap organisasi, kepedulian lingkungan, serta pengetahuan terhadap lingkungan, terhadap niat pembelian green product. Semua faktor tersebut secara langsung signifikan memengaruhi intensi pembelian green product (Giarti & Santoso, 2. Lestari & Widagdo (Lestari & Widagdo, 2. meneliti kepedulian dan pengaruh pengetahuan terhadap lingkungan terhadap perilaku pembelian produk ramah lingkungan melalui Kesimpulan dari penelitian ini Volume 11 No 2 Agustus 2024 menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan memengaruhi intensi pembelian produk ramah lingkungan, namun pengetahuan terhadap lingkungan tidak berpengaruh Namun kedua faktor ini berpengaruh signifikan secara tidak langsung terhadap pro environmental purchase behavior melalui variabel niat. Dalam penelitian tersebut, intensi ditentukan dengan variabel indikator dalam TPB, yaitu sikap, perceived behavioral control, dan norma subyektif. Selain variabel dalam TPB dan kesadaran menggambarkan seberapa besar kemauan penggunaan produk, merupakan variabel yang berpengaruh terhadap intensi pembelian produk hijau. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian Putri & Rahmiati . Dewi & Rastini . , juga Kresno & Wahyono . , serta hasil meta analisis oleh Zhuang et . Dalam (Barbarossa & De Pelsmacker, 2. , ditambahkan mengenai tanggung jawab moral atau personal norm sebagai variabel yang memengaruhi intensi peembelian produk ramah lingkungan. METODE PENELITIAN Tahapan penelitian yang dilakukan, di antaranya adalah mengembangkan model menentukan teknik sampling dan jumlah sampel, merancang kuesioner, melakukan pengumpulan dan pengolahan data Model konseptual dan hipotesis penelitian Kajian literatur dilakukan dalam rangka pembuatan model konseptuan sekaligus penentuan hipotesis penelitian. Dalam penelitian ini, model konseptuan yang dibuat adalah pengembangan model perilaku TPB untuk menganalisis perilaku individu yag ditambahkan variabel kepedulian lingkungan, personal norm atau kewajiban moral, dan perceived risk. Sedangkan variabel dependen menggunakan clodi. Gambar 1 adalah model konseptual dalam riset ini. Niat untuk menggunakan clodi diyakini merupakan faktor motivasi dan indikasi seberapa besar upaya yang akan dilakukan individu untuk menggunakan clodi. JISI: JURNAL INTEGRASI SISTEM INDUSTRI Website: http://jurnal. id/index. php/jisi Sikap H1( ) Norma Persepsi H2( ) H3( ) Niat H4( ) Kepedulian H5(-) Persepsi risiko H6( ) Kewajiban Gambar 1. Model konseptual penelitian H hipotesis yang digunakan berdasarkan gambar 1 adalah sebagai berikut H1( ): sikap terhadap penggunaan clodi berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat menggunakan clodi H2( ): norma subyektif berpengaruh postif dan signifikan terhadap niat menggunakan H3( ): perceived behavioral control berpengaruh postif dan signifikan terhadap niat menggunakan clodi Ajzen . menjelaskan bahwa sikap, norma subyektif, dan perceived behavioral control merupakan faktor-faktor yang dapat memprediksi niat individu dalam berperilaku, sedangkan niat merupakan Penggunaan model TPB telah berkembang digunakan juga pada perilaku terkait dengan kelestarian lingkungan. Sebagai contoh penggunaan model TPB pada niat membeli dan menggunakan kendaraan remanufactured product (Kaplan et al. (Mohamed et al. , 2. (Shalender & Sharma, 2. (W. Zhang & Luo. Zhang et al. juga melakukan penelitian serupa dengan menguji pengaruh model TPB terhadap minat membeli produk ramah lingkungan. H4( ): kepedulian lingkungan berpengaruh positif signifikan terhadap menggunakan clodi Kepedulian kesadaran individu untuk menjaga kelestarian lingkungan dari isu-isu lingkungan yang ada (W. Zhang & Luo. Studi oleh (Chen & Tung, 2. Chen & Tung . menghasilkan P-ISSN: 2355-2085 E-ISSN: 2550-083X kesimpulan bahwa individu dengan kepedulian lingkungan yang tinggi cenderung akan mengunjungi hotel yang ramah lingkungan. Penelitian serupa yang dilakukan oleh Puspitasari dkk. (Nia et al. juga menunjukkan bahwa berpengaruh positif dan signifikan terhadap pembelian produk ramah H5(-): perceived risk berpengaruh negatif signifika terhadap niat menggunakan clodi. Perceived risk dapat didefinisikan sebagai diperkirakan oleh seorang individu Berdasarkan berpengaruh negatif terhadap niat individu dalam berperilaku (Wu & Chen, 2. Studi yang dilakukan Wang et al. menunjukkan perceived risk memberi pengaruh negatif pada penerimaan konsumen untuk membeli kendaraan H6( ): personal norm atau kewajiban moral berpengaruh positif signifikan terhadap niat Kewajiban moral merupakan sebuah keyakinan individu terkait sejauh mana rasa tanggung jawab untuk bertindak secara moral ketika dihadapkan pada suatu kondisi (Barbarossa & De Pelsmacker. Rezaei et al. , 2. Barbarossa & De Pelsmacker (Barbarossa & De Pelsmacker, 2. menyatakan bahwa kewajiban moral memiliki dampak yang lebih kuat terhadap perilaku prolingkungan dibandigkan non-green consumers. Studi yang dilakukan menunjukkan bahwa kewajiban moral berpengaruh positif dan signifikan terhadap pembelian produk ramah lingkungan, baik pada green consumers maupun non-green consumers. Berdasarkan pengembangan model konseptual yang telah dilakukan, kemudian dirancang kuesioner yang terdiri atas masing-masing empat pernyataan untuk variabel sikap, norma subyektif, perceived behavioral control, perceived risk, dan niat menggunakan clodi, enam pernyataan untuk variabel kepedulian lingkungan, dan tiga pernyataan untuk variabel kewajiban moral. Responden diminta untuk JISI: JURNAL INTEGRASI SISTEM INDUSTRI menjawab setiap item pernyataan dengan cara memilih salah satu dari jawaban yang tersedia yang menunjukkan ranking berdasar skala Skala 1 artinya sangat tidak setuju, skor 5 berarti sangat setuju. Tabel 1 menunjukkan rancangan atribut kuesioner yang disusun untuk Metode sampling dan penentuan jumlah Purposive sampling digunakan sebagai metode dalam memilih responden, yaitu pemilihan sampel berdasarkan kriteria tertentu. Kriteria yang ditetapkan yaitu wanita yang memiliki anak masih menggunakan popok dan berdomisili di Kabupaten Bantul, khususnya Kecamatan Sewon. Banguntapan. Kasihan, dan Piyungan. Kecamatan-kecamatan tersebut dipilih karena memiliki karakteristik yang homogen disebabkan lokasinya yang saling berdekatan dan dekat dengan kota Yogyakarta. Kabupaten Bantul memiliki banyak kecamatan dengan kondisi yang heterogen sehingga untuk meghindari bias data, dipilih terbatas dengan objek penelitian pada empat kecamatan saja. Perhitungan jumlah sampel yaitu sebanyak lima dikali dengan jumlah item pertanyaan sebanyak 26 item (Hair et al. , 2. , sehingga jumlah responden dalam penelitian adalah 130 responden. Volume 11 No 2 Agustus 2024 item pernyataan. Selanjutnya diperlukan uji validitas dan reliabilitas untuk memastikan bahwa kuesioner yang digunakan sudah akurat dan konsisten (Darma, 2. Selanjutnya, analisis data dilakukan dengan menggunakan regresi linier berganda. Regresi linier berganda digunakan untuk menganalisis besar pengaruh sejumlah variabel independen terhadap sebuah variabel dependen. Persamaan regresi yang menggambarkan hubungan kausalitas antara (Ghozali. Untuk melakukan analisis dengan regresi linier berganda, diperlukan sejumlah uji asumsi klasik yang harus dipenuhi yaitu: Uji normalitas, yaitu untuk memastikan bahwa residual data berdistribusi normal. Uji heteroskesdastisitas, yaitu untuk memeriksa ketidaksamaan varian dari residual pada semua pengamatan variabel independen dalam model regresi. Model regresi yang baik harus bebas dari gejala Uji multikolinieritas, yang bertujuan untuk independen tidak saling berkorelasi kuat atau tidak terjadi multikolinieritas Metode analisis Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner yang terdiri dari 26 Tabel 1. Rancangan atribut kuesioner penelitian Minat menggunakan popok kain Saya berniat membeli popok kain . di waktu mendatang Saya akan suka untuk membeli popok kain . Saya akan mempertimbangkan untuk mendahulukan pembelian popok kain Saya akan merekomendasikan kepada orang lain untuk membeli popok kain Sikap (L. Zhang et al. , 2. Ide yang bagus dengan penggunaan clodi Ide yang bijaksana dengan penggunaan clodi Hal yang menyenangkan dengan penggunaan clodi Kebaikan lingkungan dengan penggunaan clodi Norma subjektif (L. Zhang et al. , 2. Dorongan anggota keluarga untuk menggunakan clodi Dorongan teman-teman untuk menggunakan clodi Dorongan iklan layanan produk ramah lingkungan untuk menggunakan clodi Saran dari pihak eksternal lainnya untuk menggunakan clodi Perceived behavioral control (L. Zhang et al. , 2. Partisipasi dalam pengambilan keputusan menggunakan clodi Wewenang dalam pengambilan keputusan menggunakan clodi JISI: JURNAL INTEGRASI SISTEM INDUSTRI Website: http://jurnal. id/index. php/jisi Memiliki sumber daya yang mendukung untuk menggunakan clodi Memiliki keyakinan untuk dapat menggunakan clodi Kepedulian terhadap lingkungan (Nia et al. , 2. Keterlibatan secara emosional dalam masalah perlindungan lingkungan Berupaya untuk peningkatan kualitas lingkungan Perhatian terhadap lingkungan Perubahan sosial untuk kelestarian lingkungan Penegakan hukum untuk perlindungan alam Kesediaan melindungi lingkungan Perceived risk (Wu & Chen, 2. Kekhawatiran penggunaan clodi tidak memenuhi harapan Kekhawatiran pengunaan clodi menyebabkan iritasi Kekhawatiran pengunaan clodi berbahaya bagi kesehatan anak Kekhawatiran sulit untuk menggunakan clodi Personal norm (Barbarossa & De Pelsmacker, 2016. Rezaei et al. , 2. Kewajiban secara moral untuk menggunakan clodi Perasaan bersalah dalam menggunakan popok sekali pakai Kesesuaian prinsip, nilai, dan keyakinan moral untuk menggunakan clodi P-ISSN: 2355-2085 E-ISSN: 2550-083X JISI: JURNAL INTEGRASI SISTEM INDUSTRI Volume 11 No 2 Agustus 2024 HASIL DAN PEMBAHASAN Jumlah responden minimal dalam penelitian adalah 130. Untuk mengantisipasi kekurangan data karena terdapat data ekstrim, maka dilakukan penyebaran 240 Dari 240 kuesioner yang terkumpul, selanjutnya digunakan untuk menguji validitas dan reliabilitas kuesioner. Hasil pengujian validitas ditampilkan pada Tabel 2. Berdasarkan nilai koefisien korelasi (R) item total dengan total skor tiap variabel , dapat dinyatakan semua item valid. Sedangkan hasil uji reliabilitas ditunjukkan pada Tabel 3, dimana semua variabel Cronbach alfa lebih dari 0,7 (Hair Jr. et al. Tabel 2. Hasil uji validitas indikator setiap Variabel Sikap Norma (SN) Perceived (PBC) Kepedulian Lingkungan (KL) Perceived risk (PR) Personal SN1 SN2 R . Kesimpulan (Nor. Norm3 Niat Niat1 Niat2 Niat3 Niat4 Tabel 3. Hasil uji reliabilitas variabel Variabel PBC Norm Intensi Cronbach Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Dari 240 data yang diolah, kemudian dilakukan uji regresi. Hanya saja, 3 data dibuang karena residual regresi tidak memenuhi distribusi normal, sehingga menyisakan 237 data. Hasil pengolahan data dengan SPSS 22 dapat dilihat pada tabel 4 - 6. Dari tabel 4 diketahui koefisien determinasi model sebesar 56,8%. Model regresi yang dibuat juga sugnifikan jika dilihat dari uji F . , yang artinya bahwa keenam variabel bebas secara simultan memberikan kontribusi bagi niat meskipun secara individual harus dilihat dengan melakukan uji t. SN3 SN4 PBC1 PBC2 PBC3 PBC4 KL1 KL2 KL3 KL4 Dependent Variable: Niat KL5 KL6 Tabel 5. Uji model regresi niat pembelian cloth PR1 PR2 PR3 PR4 Norm1 Norm2 Tabel 4. Koefisien determinasi model regresi Model Summaryb Model R Square Adjusted R Square Predictors: (Constan. Norm. PR. KL. SN. Sikap. PBC Model Regression Sum of Squares ANOVAa Mean Square Sig. Residual Total Dependent Variable: Niat Predictors: (Constan. Norm,PR,KL. SN. Sikap. PBC JISI: JURNAL INTEGRASI SISTEM INDUSTRI Website: http://jurnal. id/index. php/jisi P-ISSN: 2355-2085 E-ISSN: 2550-083X Tabel 6. Uji regresi model niat pembelian cloth diapers Unstandardized Standardized Collinearity Statistics Model Coefficients Coefficients Sig. Std. Error Beta Tolerance VIF (Constan. Sikap PBC Norm Dependent Variable: Niat Dari tabel 6 didapatkan fungsi regresi linier untuk menggambarkan model konseptual yang diteliti yaitu: Niat= 0,058sikap 0,284SN 0,390PBC 0,032KL Ae 0,026PR 0,118Norm Dari tabel 6 juga dapat disimpulkan bahwa variabel yang signifikan memengaruhi niat pembelian cloth diapers dengan melihat hasil uji t adalah norma subyektif, perceived behavior control, dan personal norm. Variabel sikap, kesadaran lingkungan, dan perceived risk tidak memberi pengaruh yang Tabel 6 sekaligus memberikan multikolinieritas pada model regresi dimana nilai tolerance lebih dari 0,1 atau nilai VIF lebih kecil dari 10 (Ghazali, 2. Selain uji multikolinieritas, uji asumsi heteroskedastisitas juga dilakukan dengan hasil seperti diperlihatkan pada gambar 2 dan tabel Gambar 2 memperlihatkan bahwa sebaran residual regresi mengikuti distribusi normal, yaitu berbentuk AuloncengAy simetris. Sedangkan dari tabel 7 dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas yang tampak dari tidak signifikannya korelasi antara masingmasing variabel bebas dengan residualnya, sehingga nilai signifikansinya > 0,05. Dengan demikian, uji asumsi model regresi telah terpenuhi semua. Gambar 2. Histogram sebaran residual model Ketiga variabel yang signifikan memengaruhi dalam hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian sejenis di Kota Yogyakarta (Astuti & Jatiningrum, 2. Hanya saja, di Kabupaten Bantul ini, variabel perceived behavioral control merupakan variabel yang paling besar pengaruhnya, diikuti norma subyektif, kemudian personal norm. Pada penelitian sebelumnya di Kota Yogyakarta, personal norm menjadi variabel yang paling besar pengaruhnya, diikuti subjective norm, kemudian perceived behavior control. Perceived behavior control (PBC) dan norma subyektif (SN) adalah dua konsep kunci dalam teori perilaku terencana (Theory of Planned Behavior. TPB), yang sering digunakan untuk menjelaskan perilaku konsumen, termasuk pembelian produk hijau. PBC mengacu pada persepsi individu tentang sejauh mana mereka mampu untuk melakukan perilaku tertentu. Dalam konteks pembelian produk hijau. PBC berkaitan dengan sejauh mana individu percaya bahwa mereka memiliki kendali atau kemampuan untuk membeli dan menggunakan produk hijau. Jika JISI: JURNAL INTEGRASI SISTEM INDUSTRI Volume 11 No 2 Agustus 2024 seseorang merasa bahwa mereka memiliki kendali yang tinggi atas tindakan mereka untuk membeli produk hijau, maka mereka lebih cenderung untuk memiliki intensi yang lebih tinggi untuk melakukan pembelian tersebut (Ruslim et al. , 2. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi PBC dalam konteks pembelian produk hijau termasuk ketersediaan produk hijau, harga relatif, dan pengetahuan tentang dampak lingkungan dari produk tersebut. Tabel 7. Hasil uji heterskedastisitas Correlations Sikap PBC Correlation 545** . 565** . 400** -. Coefficient Sikap Sig. -taile. Correlation 545** 1. 538** . 370** -. Coefficient Sig. -taile. Correlation 565** . 538** 1. 505** -. Coefficient PBC Sig. -taile. Correlation 000 -. Coefficient Spearman's Sig. -taile. Correlation 144 -. 382 -. Coefficient Sig. -taile. Correlation 379** . 541** . 439** . 251** -. Coefficient Norm Sig. -taile. Unstan Correlation 028 -. 046 -. 052 -. dardize Coefficient Sig. -taile. Residu **. Correlation is significant at the 0. 01 level . -taile. Correlation is significant at the 0. 05 level . -taile. Norma persepsi yang dirasakan oleh seseorang berkaitan dengan tekanan sosial untuk melakukan suatu perilaku tertentu. Dalam (Xu et al. , 2. , disebutkan bahwa SN bisa dibentuk dari descriptive norm dan injunctive Descriptive dipengaruhi dari orang-orang yang ada di sekelilingnya atau terbentuk dari grup dimana Norm Unstandardized Residual 172** -. seseorang tergabung (Hmielowski et al. Sedangkan injunctive norm dipengaruhi lingkungan sekitar yang disertai dengan tekanan atau pengakuan bahwa perilaku tersebut merupakan perilaku yang Termasuk dalam SN adalah pengaruh dari keluarga, teman, dan masyarakat secara Dalam konteks pembelian produk hijau, subjective norm mencerminkan sejauh JISI: JURNAL INTEGRASI SISTEM INDUSTRI Website: http://jurnal. id/index. php/jisi mana individu merasa bahwa orang-orang yang penting bagi mereka . isalnya, keluarga, teman, atau masyaraka. mendukung atau menolak pembelian produk hijau. Jika seseorang merasa tekanan sosial untuk melakukan pembelian produk hijau karena norma-norma yang ada di lingkungan mereka, mereka lebih mungkin memiliki intensi yang lebih tinggi untuk membeli produk hijau. Dalam (Ferdiansyah & Pratomo, 2. disebutkan bahwa pemasaran melalui media sosial dapat meningkatkan persepsi SN, dan SN kemudian berpengaruh terhadap intensi pembelian produk ramah lingkungan. Dalam konteks pembelian produk hijau, faktor PBC dan SN ini dapat saling berinteraksi dan saling memengaruhi. Misalnya, jika seseorang merasa bahwa mereka memiliki kendali yang tinggi atas tindakan mereka dan norma-norma sosial yang mendukung pembelian produk hijau, maka mereka cenderung memiliki intensi yang lebih tinggi untuk membeli produk Sebaliknya, jika seseorang merasa kurang mampu untuk mengontrol tindakan mereka dan merasa tekanan sosial yang tidak mendukung, intensi mereka untuk membeli produk hijau mungkin lebih rendah. Dalam (Harjadi & Gunardi, 2. SN berperan sebagai variabel yang memediasi PBC untuk berpengaruh secara sigbifikan terhadap intensi pembelian produk ramah lingkungan. Personal norm atau sering dikatakan sebagai tanggung jawab moral, mengacu pada norma internal atau nilai-nilai individu yang memandu perilaku mereka. Dalam konteks pembelian produk hijau, personal norm berhubungan dengan rasa tanggung jawab atau kewajiban moral individu terhadap lingkungan atau masyarakat. Personal norm berkaitan dengan kesadaran lingkungan, kewajiban moral, maupun pengorbanan Individu yang memiliki personal norm yang kuat terkait dengan lingkungan mungkin memiliki tingkat kesadaran yang lebih tinggi tentang masalah-masalah Mereka mungkin merasa terdorong untuk melakukan tindakan yang mendukung keberlanjutan, termasuk memilih produk hijau. Personal norm yang kuat terkait dengan kewajiban moral dapat mendorong individu untuk bertindak sesuai dengan nilainilai mereka yang mendorong kebaikan sosial dan lingkungan. Mereka mungkin merasa P-ISSN: 2355-2085 E-ISSN: 2550-083X bahwa memilih produk hijau adalah cara untuk memenuhi kewajiban moral mereka terhadap lingkungan dan masyarakat. Individu yang memiliki personal norm yang kuat terkait dengan keberlanjutan mungkin lebih bersedia untuk mengorbankan kenyamanan pribadi atau biaya tambahan untuk membeli produk hijau. Mereka melihat pembelian produk hijau sebagai investasi dalam masa depan yang lebih berkelanjutan, bahkan jika itu memerlukan pengorbanan saat ini. Personal norm yang kuat juga dapat meningkatkan kepercayaan diri individu dalam memilih produk hijau. Mereka mungkin merasa bahwa tindakan kecil mereka memiliki dampak positif pada lingkungan, yang dapat memperkuat intensi pembelian produk hijau. Dengan demikian, personal norm dapat menjadi faktor yang signifikan dalam membentuk intensi pembelian produk Individu yang memiliki personal norm yang kuat terkait dengan keberlanjutan dan tanggung jawab sosial mungkin lebih cenderung untuk memilih produk hijau sebagai bagian dari upaya mereka untuk mengambil tindakan yang konsisten dengan nilai-nilai pribadi mereka. Personal norm atau tanggung jawab moral menunjukkan bahwa responden sudah mengetahui tanggung jawabnya. Dalam konteks ini, penggunaan popok sekali pakai Penggunaan popok yang dapat digunakan kembali dapat dipertimbangkan untuk mengurangi kerusakan lingkungan yang sebagai akibat penggunaan popok sekali Barbarossa & De Pelsmacker . menyimpulkan bahwa personal norm merupakan faktor yang memengaruhi penggunaan produk ramah lingkungan. Namun Pratiwi . menyimpulkan bahwa tanggung jawab moral tidak berpengaruh signifikan terhadap pilihan produk ramah lingkungan. Hanya saja dalam penelitian tersebut, produk yang diteliti adalah kosmetik dan bukan popok yang dapat digunakan kembali. Jika dilihat dari jenis produknya, mungkin kosmetik dinilai hanya berdampak kecil terhadap lingkungan dilihat dari volumenya, sedangkan popok sekali pakai, sifat dan ukurannya yang besar, akan berdampak besar terhadap lingkungan. Dalam penelitian ini, sikap, kepedulian terhadap lingkungan, dan perceived risk tidak JISI: JURNAL INTEGRASI SISTEM INDUSTRI Volume 11 No 2 Agustus 2024 signifikan berpengaruh terhadap minat pembelian popok kain. Mengenai sikap, hasil penelitian ini tidak sejalan sejalan dengan theory of planned behavior (TPB), dimana pembentuk niat melakukan sesuatu, termasuk sebagaimana didapatkan dalam banyak penelitian seperti dalam (Irfan & Khiriyah, 2. , (Hoang Yen & Hoang, 2. , (Costa et , 2. , (Simanjuntak et al. , 2. termasuk dalam meta analisis yang dilakukan oleh (Zhuang et al. , 2. Faktor kepedulian lingkungan yang juga tidak memberi pengaruh signifikan terhadap minat pembelian popok kain, maka ini tidak sejalan dengan penelitian (Jaiswal & Kant, 2. , (Shalender & Sharma, 2. , dan (Hernomo, 2. yang menyimpulkan bahwa kepedulian lingkungan berpengaruh signifikan dalam pembelian Dalam (Simanjuntak et al. , 2. justru disimpulkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat membentuk sikap positif terhadap pembelian produk ramah lingkungan, dimana selanjutnya sikap ini berpengaruh terhadap niat pembelian produk ramah lingkungan. Keberadaan tiga faktor yang berpengaruh signifikan, bisa menjadikan faktor kepedulian terhadap lingkungan menjadi tidak dominan, sehingga dianggap tidak signifikan berpengaruh. Ada beberapa alasan mengapa kepedulian terhadap lingkungan tidak selalu berpengaruh terhadap intensi pembelian produk ramah lingkungan seperti: prioritas dan nilai pribadi mereka mungkin berbeda, keterbatasan informasi dimana konsumen mungkin tidak memiliki informasi yang cukup tentang produk ramah lingkungan atau tidak memahami dampaknya terhadap lingkungan, ketersediaan produk ramah lingkungan di pasar, dan lain-lain. Selain itu, produk semacam itu mungkin lebih mahal atau kurang efisien dalam beberapa kasus, yang dapat mengurangi daya tarik mereka bagi konsumen Ada banyak faktor yang memengaruhi keputusan pembelian, seperti harga, kualitas, dan preferensi merek, yang mungkin lebih dominan dalam pengambilan keputusan pembelian daripada faktor kepedulian terhadap lingkungan. dalam mempengaruhi minat masyarakat Kabupaten Bantul untuk menggunakan popok bayi ramah lingkungan yang dapat digunakan Tiga variabel dengan kontribusi terbesar dalam memengaruhi minat adalah perceived behavior control, norma subyektif, dan personal norm. Pemerintah maupun para praktisi lingkungan dapat mengupayakan peningkatan ketiga variabel tersebut untuk makin meningkatan minat penggunaan popok kain, seperti: meningkatkan kampanye tentang lingkungan, bahaya limbah popok sekali pakai, kemudahan penggunaan dan perawatan popok kain, atau biaya yang lebih kecil ketika beralih ke popok kain. Bagi pelaku khususnya mempertimbangkan ketiga faktor sebagai strategi pemasaran dengan melakukan inovasi lingkungan serta penggencaran promosi sebagai pendorong faktor norma subyektif. Promosi juga bisa dilakukan dengan memotivasi masyarakat melalui pendekatan Nilai koefisien determinasi sebesar 56,8% dalam penelitian menggambarkan bahwa masih perlu meneliti variabel lain yang memengaruhi minat penggunaan popok kain KESIMPULAN Dari enam variabel yang diteliti, tiga diantanya memberi peran yang signifikan Barbarossa. , & De Pelsmacker. Positive and Negative Antecedents of UCAPAN TERIMAKASIH Terimakasih kepada LPPM Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta (No Kontrak: Nomor : PD-231/SP3/LPPM-UAD/Vi/2. yang telah memberikan support dana dalam penelitian ini. Terimakasih juga kepada tim mahasiswa yang membantu penyebaran kuesioner: Angel Cesaria. Ririn, dan Rangga. DAFTAR PUSTAKA