Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 5 . Tahun 2026: 189-199 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. PERAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) DALAM MENINGKATKAN DAN MEMBANGUN TOLERANSI ANTAR BERAGAMA DI SEKOLAH Andryadi1. Syafruddin Nurdin2. Imamuddin3. Muhammad Zalnur4. Annisa Balqis5. Desmawella6 Institut Agama Islam Yasni Bungo1,5,6. UIN Imam Bonjol Padang2. UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukitting3. UIN Imam Bonjol Padang4 E-mail: 1andryadi228@gmail. com, 2syafruddinnurdin@uinib. id, 3m. imamuddin76@yahoo. muhammadzalnur@uinib. id, 5annisabalqis273@gmail. com, 6desmawella@gmail. Abstract This study aims to explore the role of Islamic Religious Education (IRE) in fostering and strengthening attitudes of tolerance among students of different religious backgrounds within the school environment. The method used is a literature study. The research findings reveal that Islamic Religious Education plays a significant role in shaping tolerant attitudes in schools. IRE teachers act as role models as well as educators who convey the values of tolerance to students. The implementation of tolerance values within the school reflects the diversity of the surrounding community and highlights the importance of education in instilling mutual respect among followers of different religions. Therefore, this study recommends that the Islamic Religious Education curriculum be further strengthened to cultivate a young generation that values tolerance and lives in harmony. In addition, support from parents and the wider community is essential in creating inclusive religious education that prioritizes tolerance values. Thus, the results of this study are expected to contribute to the development of more meaningful religious education with a positive impact on the social life of the community. Keywords: Islamic Religious Education. Tolerance. Interfaith Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran Pendidikan Agama Islam dalam membangun dan menguatkan sikap toleransi antar umat beragama di lingkungan sekolah. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa Pendidikan Agama Islam memegang peranan penting dalam membentuk sikap toleran di lingkungan sekolah Guru Pendidikan Agama Islam bertindak sebagai panutan sekaligus pendidik yang menyampaikan nilai-nilai toleransi kepada peserta didik. Implementasi nilai-nilai toleransi di lingkungan sekolah mencerminkan keragaman masyarakat sekitar dan menunjukkan pentingnya peran pendidikan dalam menanamkan rasa saling menghargai antar pemeluk agama. Oleh karena itu, penelitian ini menyarankan agar mata pelajaran Pendidikan Agama Islam Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 5 . Tahun 2026: 189-199 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. diperkuat lanjut dalam kurikulum demi membentuk generasi muda yang menghargai toleransi dan hidup rukun. Selain itu, penting pula dukungan dari orang tua serta lingkungan masyarakat dalam menciptakan pendidikan agama yang inklusif dan mengedepankan nilai-nilai toleransi. Dengan demikian, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan pendidikan agama yang lebih bermakna dan berdampak positif bagi kehidupan sosial masyarakat. Kata Kunci: PAI. Toleransi. Umat Beragama PENDAHULUAN Indonesia merupakan negara dengan tingkat keberagaman agama yang sangat tinggi, sehingga nilai-nilai toleransi menjadi aspek krusial dalam menjaga keharmonisan kehidupan Dalam hal ini, sekolah memiliki posisi strategis sebagai lembaga pendidikan yang berperan dalam menanamkan sikap toleran kepada siswa sejak usia dini. Pendidikan Agama Islam (PAI), yang merupakan bagian integral dari kurikulum nasional, tidak hanya berfokus pada peningkatan pemahaman keagamaan, tetapi juga berfungsi untuk membentuk karakter siswa yang terbuka, inklusif, dan mampu menghargai perbedaan. Toleransi antar pemeluk agama merupakan salah satu fondasi utama dalam menciptakan keharmonisan sosial di tengah masyarakat yang majemuk. Sebagai negara dengan keberagaman agama, etnis, dan budaya. Indonesia dihadapkan pada tantangan besar dalam menanamkan nilainilai toleransi sejak usia dini. Dalam hal ini, sekolah memegang peran penting sebagai lembaga yang membentuk karakter dan sikap peserta didik agar memahami pentingnya menghargai perbedaan keyakinan serta hidup berdampingan secara damai. Pendidikan Agama Islam (PAI), dalam konteks ini, memiliki kontribusi besar dalam menanamkan nilai-nilai toleransi di kalangan siswa, terutama di sekolah-sekolah dengan latar belakang yang beragam. 2 Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah tidak hanya berperan dalam memperdalam pemahaman siswa terhadap ajaran Islam, tetapi juga menjadi media untuk menanamkan nilai-nilai universal seperti kasih sayang, keadilan, dan penghargaan terhadap sesama manusia. Nilai-nilai ini tercermin dalam berbagai prinsip Islam yang menekankan pentingnya hidup rukun dan damai dengan pemeluk Azra. Pendidikan Agama Islam di Indonesia: Tantangan dan Peluang. Jakarta: RajaGrafindo Persada. Sohadi Inayah Sigalingging,Peran Pendidikan Agama Islam Dalam Menumbuhkan Toleransi Antar Umat Beragama Di Sekolah,(SD:Negeri 040481 cinta rakyat,jurnal pendidikan dan ilmu sosia. 3 No. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 5 . Tahun 2026: 189-199 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. agama lain. Dengan pendekatan pengajaran yang tepat. PAI dapat menjadi sarana yang efektif untuk menumbuhkan kesadaran siswa akan pentingnya sikap moderat dalam beragama serta menjauhkan mereka dari pola pikir eksklusif yang berpotensi menimbulkan konflik Selain itu, mengintegrasikan nilai toleransi dalam kurikulum Pendidikan Agama Islam dapat membantu siswa menyadari bahwa Islam adalah agama yang menebarkan cinta kepada seluruh ciptaan . ahmatan lil Aoalami. Hal ini dapat diwujudkan melalui metode pembelajaran yang partisipatif, berbasis dialog, dan pengalaman nyata dalam interaksi sehari-hari di lingkungan sekolah. Dalam konteks ini, peran guru PAI sangat penting dalam membentuk cara pandang siswa agar lebih terbuka, inklusif, dan mampu menghargai perbedaan yang ada di Sejumlah studi mengindikasikan adanya ketidaksesuaian antara ajaran Islam moderat yang tercantum dalam kurikulum dengan penerapan nilai-nilai toleransi dalam kehidupan sekolah sehari-hari. Dengan demikian, menjadi hal yang krusial untuk menelusuri peran Pendidikan Agama Islam sangat penting untuk mengeksplorasi kontribusi Pendidikan Agama Islam dalam membangun sikap saling menghargai di sekolah, serta menganalisis berbagai elemen yang mendukung atau menghalangi pelaksanaan pendidikan toleransi di sekolah-sekolah yang bersifat Indonesia dikenal sebagai negara dengan masyarakat yang sangat beragam, baik dari segi etnis, ras, maupun agama. Sebagai bangsa yang menjunjung tinggi semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Indonesia berkomitmen untuk menciptakan suasana kehidupan yang damai dan harmonis di tengah perbedaan. Setiap warga negara diberikan hak untuk menganut agama sesuai dengan keyakinan masing-masing. Nilai-nilai toleransi antarumat beragama di Indonesia menekankan pentingnya saling menghormati, menghargai perbedaan, dan menjalin kerja sama guna menjaga keharmonisan sosial. Berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, negara menjamin kebebasan beragama bagi seluruh rakyatnya, sebagaimana tercantum dalam Pasal 29 ayat . UUD 1945 yang menyatakan bahwa setiap orang bebas memeluk agama dan beribadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya. 4 Selain itu. Pasal 18 Deklarasi Hak Asasi Muhaimin. Pendidikan Agama Islam dan Tantangan Multikulturalisme. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Asshiddiqie. Jimly. Pengantar Ilmu Hukum Tata Negara. Jakarta: Konstitusi Press, 2006. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 5 . Tahun 2026: 189-199 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. Manusia menyebutkan bahwa: "Setiap orang berhak atas kebebasan dalam berpikir, berkeyakinan, dan beragama. Hak ini mencakup kebebasan untuk mengganti agama atau keyakinan serta kebebasan untuk mengungkapkan agama atau keyakinannya melalui ajaran, praktik ibadah, dan kegiatan lainnya, baik secara individu maupun kolektif, baik di tempat pribadi maupun publik. Salah satu ajaran penting dalam Islam terkait toleransi beragama dapat ditemukan dalam Surah Al-Kafirun, yang menegaskan pentingnya penghormatan terhadap perbedaan keyakinan. Dalam ayat terakhir surah tersebut. Allah Subhanahu wa TaAoala berfirman: AuUntukmu agamamu, dan untukku agamaku. Ay (QS. Al-Kafirun: . Ayat ini menegaskan bahwa setiap individu memiliki hak penuh dalam menjalankan kepercayaan dan keyakinannya tanpa adanya unsur pemaksaan. Prinsip ini menjadi dasar penting bagi sikap toleransi antarumat beragama dalam Islam. Sikap saling menghormati terhadap keyakinan orang lain sejatinya merupakan bagian integral dari ajaran agama, termasuk dalam Islam yang mendorong penyebaran agama tanpa paksaan. Penelitian ini juga mengkaji berbagai faktor pembelajaran yang berpengaruh terhadap penanaman nilai toleransi, serta hambatan yang dihadapi guru PAI dalam mengintegrasikan nilai tersebut ke dalam proses pembelajaran formal. Melalui kajian ini, diharapkan diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai kontribusi PAI dalam memperkuat toleransi antarumat beragama di lingkungan pendidikan dasar. Mengingat Indonesia merupakan negara dengan keragaman agama yang tinggi, upaya menanamkan nilai toleransi sejak dini menjadi sangat penting untuk mencegah konflik dan memperkuat keharmonisan sosial. Oleh karena itu, penelitian ini difokuskan pada analisis mengenai peran Pendidikan Agama Islam dalam membangun toleransi antarumat beragama di tingkat sekolah dasar. Sila. dkk & Solahudin. Kebebasan. Toleransi dan Terorisme: Riset dan Kebijakan Agama di Indonesia. Pusat Studi Agama dan Demokrasi. Yayasan Paramadina. Kementerian Agama Republik Indonesia. Al-QurAoan dan Terjemahannya. QS Al-Baqarah 2: 256 (Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-QurAoan, 2. Andi Hasliyati Ike Safitri. , & Fahrudin. Wajah Toleransi Antar Budaya Pada Masyarakat Multikultural Di Desa Oi Bura Kecamatan Tambora Kabupaten Bima. KOMUNITA: Jurnal Pengabdian Dan Pemberdayaan Masyarakat, 1. , 37 50. https://doi. org/10. 60004/komunita. Vindy Melisa,dkk. Peran Pendidikan Agama Islam dalam Membangun Toleransi Antar Umat Beragama, . mpn 3 WonosalamTaAodib: Jurnal Pendidikan Agama Isla. Vol. No. 4, 2024 Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 5 . Tahun 2026: 189-199 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode studi kepustakaan . ibrary researc. yang dilakukan dengan mengumpulkan, menelaah, dan menganalisis berbagai sumber literatur yang relevan terkait dengan pemahaman yang mendalam tentang fungsi Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam mengembangkan sikap saling menghormati antar beragama di lingkungan sekolah. Studi kepustakaan dipilih karena dapat memberikan pemahaman yang mendalam mengenai konsep, teori, serta hasil penelitian terdahulu yang berkaitan dengan topik yang dikaji. Sumber data dalam penelitian, yaitu sumber sekunder mencakup buku akademik, jurnal ilmiah, dan hasil penelitian terdahulu yang membahas peran pembelajaran PAI memegang peranan penting dalam membentuk sikap toleran di lingkungan sekolah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tiga tahap utama. Pertama, identifikasi sumber. Pertama, tentukan sumbernya, yaitu dengan mencari referensi yang sesuai melalui berbagai basis data akademik, seperti Google Scholar. Perpustakaan Nasional RI, serta jurnal yang terakreditasi baik secara nasional maupun internasional. Kedua, lakukan pemilihan dan penilaian terhadap literatur, yaitu memilih dan menganalisis sumber yang memiliki hubungan langsung dengan penelitian ini. Ketiga, adalah analisis isi, yaitu mengeksplorasi informasi yang terdapat dalam literatur yang telah dikumpulkan guna mengidentifikasi pola, permasalahan, serta solusi yang telah diteliti dalam studi sebelumnya. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Toleransi Antar Umat Beragama Secara etimologis, istilah toleransi berasal dari bahasa Latin tolerare, yang mengandung arti kemampuan untuk bersabar, menahan diri, serta menerima perbedaan dengan lapang dada. Dalam bahasa Inggris, kata tolerance merujuk pada sikap menerima, menghargai, dan memberikan ruang terhadap keyakinan atau pandangan orang lain, meskipun berbeda dan tidak selalu Dalam pengertian terminologis, toleransi diartikan sebagai sikap terbuka dan penghormatan terhadap keragaman, khususnya dalam hal keyakinan dan praktik keagamaan, tanpa adanya keharusan untuk menyetujui atau menganut keyakinan tersebut. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), toleransi dimaknai sebagai sikap yang menunjukkan penghargaan dan Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 5 . Tahun 2026: 189-199 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. penerimaan terhadap perbedaan, baik dalam bentuk pandangan, keyakinan, kebiasaan, maupun pendapat yang mungkin bertentangan dengan pandangan pribadi. Sikap ini mencerminkan kemampuan individu atau kelompok untuk membiarkan keberagaman tersebut tetap ada tanpa adanya pemaksaan keseragaman atau penolakan terhadap perbedaan tersebut. 9 Toleransi beragama dalam konteks pendidikan dasar toleransi beragama merujuk pada sikap saling menghargai dan menghormati perbedaan keyakinan antar pemeluk agama, serta menghindari segala bentuk diskriminasi atau tindakan kekerasan terhadap kelompok agama lain. Sikap ini menjadi sangat krusial dalam menjaga keharmonisan sosial di tengah masyarakat Indonesia yang multikultural dan majemuk. Setiap individu memiliki hak untuk memilih dan meyakini ajaran agamanya secara bebas, serta menjalankan ibadah sesuai keyakinannya tanpa gangguan dari pihak lain. Toleransi antarumat beragama merupakan fondasi utama dalam menciptakan tatanan sosial yang harmonis. Dalam konteks masyarakat Indonesia yang dikenal kaya akan keragaman, ketidakmampuan dalam mengelola perbedaan agama secara bijak berpotensi menimbulkan konflik dan ketegangan sosial. Oleh karena itu, pendidikan memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai toleransi sejak usia dini. Pendidikan Agama Islam, khususnya di tingkat sekolah dasar, menjadi salah satu media penting dalam membentuk karakter peserta didik yang menghargai keberagaman dan hidup berdampingan secara damai. Berdasarkan beberapa definisi dapat di simpulkan sikap toleransi di kalangan siswa telah terpelihara dengan baik sebagai bagian dari nilai-nilai yang ditanamkan oleh lingkungan sekolah dan masyarakat sekitar. Hal ini tampak dalam berbagai aktivitas keseharian, misalnya saat perayaan Idulfitri, di mana siswa non-Muslim turut serta dalam kegiatan silaturahmi dengan teman-teman Muslim, serta ketika siswa Muslim berperan aktif menjaga ketertiban. Toleransi juga terlihat dalam perayaan hari besar keagamaan non-Muslim, seperti perayaan di gereja, di mana seluruh siswa saling mendukung tanpa membedakan latar belakang agama. Nilai-nilai Novitasari. Peran Pendidikan untuk Menumbuhkan Sikap Toleransi antar Umat Beragama. Jurnal Pendidikan Tambusai, 5. , 7884Ae7889. Hanip. , & Fahrudin. Islam Dan Variasi Kelompok:(Konsep Pendidikan Dalam Psikologi Pembelajara. Tamrinat: Jurnal Pembelajaran Dan A, 1. , 4Ae15. http://ejournal. id/index. php/tamrinat/ article/view/30 Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 5 . Tahun 2026: 189-199 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. kemanusiaan dan kebersamaan telah menjadi bagian integral dalam kehidupan sosial sekolah dan masyarakat, yang menciptakan hubungan antaragama yang harmonis dan bebas dari diskriminasi. Penerapan Toleransi Antarumat Beragama Penerapan nilai toleransi beragama di sekolah tercermin dalam kegiatan pra pembelajaran, seperti doa bersama saat apel, yang dilakukan secara bergiliran oleh siswa dari berbagai agama. Selain itu, dalam proses pembelajaran, ketua kelas memberi kesempatan kepada siswa untuk berdoa sesuai keyakinan masing-masing, kecuali pada pelajaran agama, mulok, dan diniyah, di mana setiap siswa mendapatkan pendidikan agama sesuai dengan agamanya di tempat yang telah seorang guru Pendidikan Agama Islam (PAI), ia menyampaikan bahwa toleransi di masyarakat sebenarnya telah lama terbentuk. Bahkan sebelum istilah "toleransi" menjadi populer di media sosial, masyarakat telah menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Namun, tantangan utama dalam menanamkan sikap toleransi kepada peserta didik terletak pada pemahaman mengenai batas-batas toleransi. Misalnya, dalam aspek akidah, prinsip-prinsip keimanan perlu dijaga dengan baik. Kasus intoleransi umumnya terjadi pada siswa baru yang berasal dari lingkungan yang berbeda dengan lingkungan sekolah yang telah dikenal toleran. Mereka sering kali bertanya karena pemahaman yang didasarkan pada ajaran agama mereka, seperti tentang tata cara pemakaman. Ketika melihat praktik keagamaan lain yang berbeda, pertanyaan mereka terkadang disampaikan dengan cara yang dapat menyinggung perasaan pemeluk agama lain. Dalam menghadapi situasi semacam itu, guru berperan penting dalam memberikan pemahaman yang benar kepada siswa. Guru segera mengedukasi mereka bahwa perilaku yang kurang menghargai perbedaan dapat dikategorikan sebagai tindakan intoleran. Langkah ini diambil agar siswa memahami arti penting toleransi dalam kehidupan bermasyarakat dan dapat menerapkannya dengan sikap yang lebih bijaksana. Berdasarkan penelitian UNESCO, pendidikan yang menanamkan nilai-nilai toleransi terbukti efektif dalam mengurangi konflik antaragama sekaligus meningkatkan kerja sama sosial. Dalam praktik doa bersama, siswa dari berbagai agama secara bergiliran memimpin doa, yang menjadi sarana untuk saling menghormati dan memahami keyakinan satu sama lain. Selain itu, keberadaan tempat ibadah yang saling berdekatan, seperti musholla, pura, dan gereja, menunjukkan bahwa masyarakat Wonosalam telah menumbuhkan budaya toleransi yang kuat. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 5 . Tahun 2026: 189-199 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. Penelitian yang dilakukan oleh Houghton dan Lutz juga mengungkap bahwa guru yang memiliki pelatihan dalam pendidikan multikultural lebih efektif dalam menanamkan nilai-nilai toleransi kepada siswa, sehingga pendidikan berperan penting dalam membentuk sikap saling menghormati di kalangan generasi muda. Penerapan nilai-nilai toleransi beragama mencerminkan keberagaman masyarakat dan menegaskan pentingnya pendidikan dalam membentuk sikap saling menghormati antar pemeluk Dalam hal ini, gagasan tentang toleransi beragama yang dikemukakan oleh John Rawls dalam karyanya A Theory of Justice dapat dijadikan sebagai landasan pemikiran. Rawls menekankan bahwa keadilan serta penghormatan terhadap keberagaman merupakan faktor utama dalam membangun masyarakat yang pluralistik. Menurutnya, masyarakat yang adil adalah masyarakat yang mampu menerima serta menghargai perbedaan sebagai bagian dari kehidupan Setiap individu berhak menjalankan keyakinannya dengan bebas, tanpa merasa tertekan atau mengalami diskriminasi. Kebebasan beragama menjadi prinsip fundamental dalam menciptakan lingkungan yang inklusif dan harmonis, di mana setiap orang dapat mengamalkan ajaran agamanya tanpa hambatan dari pihak lain. Peran Pendidikan Agama Islam Dalam Menumbuhkan Toleransi Untuk memperkuat argumentasi mengenai kontribusi Pendidikan Agama Islam dalam membangun toleransi antarumat beragama, temuan dari peneliti. Data literatur yang diperoleh menunjukkan keselarasan dengan teori yang menyatakan bahwa pendidikan agama, khususnya Pendidikan Agama Islam, memiliki peran yang signifikan dalam membentuk sikap toleran di kalangan peserta didik. Berdasarkan hasil temuan didukung oleh kajian teoritik, dapat disimpulkan bahwa Pendidikan Agama Islam memainkan peran strategis dalam menciptakan masyarakat yang inklusif, toleran, dan harmonis. Di negara-negara dengan mayoritas penduduk Muslim, termasuk Indonesia. Pendidikan Agama Islam (PAI) telah menjadi komponen yang tidak terpisahkan dari kurikulum pendidikan nasional. Selain menjalankan fungsi utama sebagai sarana penyampaian ajaran Islam. PAI juga berperan dalam membentuk karakter peserta didik agar mampu menghargai Hermawan. dkk Mengembangkan Nilai-Nilai Multikulturalisme Dalam Pendidikan Islam. (EDUSIANA: Jurnal Manajemen Dan Pendidikan Islam, 2. , 51Ae73. Mendrofa. Pembatasan Kebebasan Beragama Berdasarkan Teori Keadilan dan Hak Asasi Manusia. Milthree Law Journal, 1. , 30Ae61. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 5 . Tahun 2026: 189-199 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. perbedaan dan hidup berdampingan secara damai di tengah keragaman. 13 Pembelajaran PAI memungkinkan siswa memahami ajaran Islam secara komprehensif, baik melalui materi sejarah kebudayaan Islam, ajaran-ajaran pokok agama, pelaksanaan ibadah, maupun nilai-nilai sosial dalam kehidupan bermasyarakat. Melalui pendekatan pembelajaran yang holistik dan kontekstual, siswa didorong untuk menyadari bahwa dalam Islam terdapat keberagaman pemikiran dan praktik, namun tetap menjunjung tinggi prinsip saling menghormati perbedaan, termasuk perbedaan Dengan demikian. PAI menjadi sarana efektif dalam menanamkan nilai-nilai toleransi sejak dini di lingkungan sekolah dasar. Toleransi dalam menjaga kerukunan antarumat beragama memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat. Keberagaman agama yang ada di Indonesia seharusnya dipandang sebagai identitas unik dan simbol persatuan, bukan sebagai pemicu perpecahan. Perbedaan keyakinan seyogyanya menjadi landasan untuk memperkuat persaudaraan, sebagaimana nilai-nilai yang telah dicontohkan oleh Rasulullah Saw. Dalam konteks pendidikan. Pendidikan Agama Islam berperan sebagai sarana untuk menumbuhkan sikap harmonis dalam keberagaman serta membentuk karakter generasi muda yang memiliki budi pekerti luhur. Dengan pendekatan yang inklusif, pendidikan agama dapat membantu menciptakan masyarakat yang menghargai perbedaan dan hidup berdampingan secara damai. 15 Peranan Pendidikan Agama Islam di sekolah memiliki peranan yang sangat penting dalam menumbuhkan sikap saling menghormati di antara penganut agama yang berbeda. Melalui pendekatan yang holistik dan berbasis pada nilainilai keagamaan, guru PAI tidak hanya berfungsi sebagai pengajar, tetapi juga sebagai mediator, fasilitator, dan inovator dalam menciptakan lingkungan yang harmonis dan inklusif bagi siswa dengan berbagai latar belakang agama. Dukungan dari kurikulum yang inklusif serta lingkungan sekolah yang mendukung berperan penting dalam memperkuat peran aktif guru PAI dalam menumbuhkan sikap saling menghargai dan menghormati antar siswa. Dunan. Peran Pendidikan Agama Islam dalam Meningkatkan Toleransi Beragama di Sekolah. (GUAU : Jurnal Pendidikan Profesi Guru Agama Islam, 2. , 174Ae186. Suci. Peran Pembelajaran PAI dalam Membentuk Sikap Positif Terhadap Perbedaan Agama dan Budaya. GUAU: (Jurnal Pendidikan Profesi Guru Agama Islam, 2. , 85Ae93. veroezy, f dkk. Peranan Pendidikan Agama Islam Dalam Menjaga Kerukunan Umat Beragama. AttaAodib Jurnal Pendidikan Agama Islam, 2. , 14Ae27. https://doi. org/10. 30863/attadib. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 5 . Tahun 2026: 189-199 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. KESIMPULAN Pendidikan Agama Islam memberikan kontribusi yang signifikan dalam menanamkan nilai-nilai seperti toleransi, keadilan, dan kerjasama di antara siswa. Dalam konteks ini, siswa diajarkan untuk menghormati hak individu dalam menjalankan agama masing-masing dan berperan aktif dalam masyarakat yang pluralis dengan cara yang damai. Peran PAI sangat vital dalam memupuk toleransi antar umat beragama di kalangan siswa. Melalui pendekatan yang menyeluruh dan beragam, guru PAI berperan tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pemimpin yang menciptakan iklim yang inklusif, mengedepankan saling menghargai, dan menghormati antar siswa dari berbagai latar belakang agama. Implementasi nilai-nilai toleransi di dukung sepenuhnya oleh pihak sekolah, orang tua, dan masyarakat sekitar. Namun demikian, tantangan seperti prasangka antaragama dan pengaruh eksternal masih tetap ada. Oleh karena itu, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan referensi yang berguna bagi sekolah lain dalam mengimplementasikan dan mengembangkan nilai-nilai toleransi antarumat beragama. DAFTAR PUSTAKA