JURNAL SIMETRIK (Sipil. Mesin. Listri. https://ejournal-polnam. id/index. php/JurnalSimetrik Online ISSN: 2581-2866 https://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. ANALISIS BIAYA PENGGUNAAN ALAT BERAT PADA PEKERJAAN PEMBANGUNAN LAPANGAN SEPAK BOLA KOMPLEKS TAKAWA KEC. PASARWAJO La Sianto Program Studi Teknik Sipil. Universitas Muhammadiyah Buton Siantho. civil07@gmail. ARTICLE HISTORY Received: May 27, 2025 Revised June 12, 2025 Accepted: June 15, 2025 Online available: June 15, 2025 Keyword: Cost. Productivity. RAB. Heavy Equipment and Highways *Correspondence: Name: La Sianto E-mail: Siantho. civil07@gmail. Kantor Editorial Politeknik Negeri Ambon Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Jalan Ir. Putuhena. WailelaRumahtiga. Ambon Maluku. Indonesia Kode Pos: 97234 ABSTRACT In project work, heavy equipment is needed in the implementation of the In project work, most of the work uses heavy equipment, it is necessary to first analyze the needs of the equipment according to the time and cost and work items in the field before renting the equipment The heavy equipment that will be used for this research is heavy equipment for soccer field work in the Takawa complex. Pasarwajo District. Buton Regency. This research was carried out in order to be able to analyze the need for heavy equipment usage and be able to calculate equipment rental costs. In the existing heavy equipment used are Excavator. Dump Truck. Motor Grader. Vibro Roller. Working time depends on the workload of the equipment used, while the calculated implementation costs are rental costs, mobilization and demobilization costs, and operating costs such as fuel and operators. The results of the binamarga analysis calculation, the heavy equipment needed is one Unit Excavator, three Dump Trucks, one Motor Grader Unit, one Vibro Roller Unit, with the total rental cost of the heavy equipment is Rp. 583,297,377 with the time given is 52 days. And the results of direct analysis in the field calculate the heavy equipment needed, namely 2. Excavator Units, 3 Dump Trucks, 1 Motor Grader Unit, 1 Vibro Roller Unit. with the total rental cost of the heavy equipment is Rp. 562,082,800 with a given time of 52 days. PENDAHULUAN Indonesia perkembangan yang signifikan, terutama di sektor konstruksi yang berkembang dengan pesat. Pembangunan infrastruktur, termasuk pembangunan bendungan, gedung, dan jalan tol (Winarno & Lydianingtias, 2. Mengingat kompleksitas proyek yang semakin meningkat dan ketersediaan sumber daya yang terbatas, sangat penting untuk meningkatkan sistem manajemen proyek dengan cara yang kohesif dan efektif. Aspek penting dalam pelaksanaan proyek adalah penggunaan alat berat. Pelaksanaan proyek pembangunan terkait erat dengan penggunaan alat berat pada setiap tahap prosedur Alat berat menawarkan manfaat untuk mempercepat penyelesaian tugas, sehingga tidak perlu La Sianto DOI: https://doi. org/10. 31959/js. waktu yang lama untuk menyelesaikan suatu Bentuk kerugian akan dipengaruhi oleh penggunaan alat berat yang tidak sesuai dengan kondisi dan situasi lapangan kerja. Hal ini dapat berupa rendahnya produksi, tidak tercapainya jadwal atau target yang telah ditentukan, dan biaya perbaikan yang tidak semestinya. Secara teknis, faktor yang paling penting untuk dipertimbangkan ketika memaksimalkan keuntungan yang dihasilkan dari Keuntungan atau kerugian pemilik alat berat bergantung pada dua faktor mendasar (Febrianti et al. , 2. Fungsi alat berat sangat penting untuk memfasilitasi pembangunan yang sukses, yang mengarah pada operasi yang efektif dan Pemilihan alat berat untuk proyek Analisis Biaya Penggunaan Alat Berat Pada A JURNAL SIMETRIK (Sipil. Mesin. Listri. https://ejournal-polnam. id/index. php/JurnalSimetrik Online ISSN: 2581-2866 https://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. pembangunan dilakukan dengan cermat berdasarkan fungsi yang dimaksudkan, untuk memastikan pelaksanaan proyek yang optimal. Pencapaian tujuan dan kinerja yang optimal tidak diragukan lagi bergantung pada faktor-faktor yang mempengaruhi pengoperasian alat berat. Faktor-faktor yang diperiksa meliputi biaya, waktu, kapasitas produksi alat berat yang diproduksi, dan efisiensi alat berat yang digunakan (Janizar et al. , 2. Setiap proyek konstruksi membutuhkan alat berat untuk pekerjaan tertentu, meskipun tidak semua jenis alat berat diperlukan. Proyek-proyek yang biasanya menggunakan alat berat antara lain konstruksi, pelabuhan, jembatan, jalan raya, dan Ketidaktepatan dalam pemilihan alat berat dapat menyebabkan inefisiensi proyek, yang mengakibatkan pembengkakan biaya, penurunan produktivitas, dan waktu pengadaan yang lebih lama untuk peralatan yang tidak sesuai (Sokop et al. , 2. Penggunaan alat berat dalam proyek konstruksi jalan merupakan aspek penting dalam pelaksanaan proyek. Alat yang tepat harus digunakan untuk memastikan proyek berjalan secara efisien, sehingga mencegah keterlambatan penyelesaian, pembengkakan biaya, dan memastikan penyelesaian proyek tepat waktu. Mempertimbangkan efisiensi waktu, biaya, kualitas kerja, dan keterbatasan tenaga kerja manusia untuk Dibandingkan konvensional dasar seperti cangkul, sekop, keranjang, dan alat penumbuk untuk pemadat (Anggara, 2. Penggunaan alat berat dalam proyek memerlukan perencanaan yang cermat untuk memastikan efisiensi dan efektivitas. Pemilihan peralatan tergantung pada kondisi lokasi, karena memilih alat yang tepat dapat mempercepat pelaksanaan tugas. Oleh karena itu, menyusun strategi pemanfaatan instrumen yang tepat akan memberikan hasil yang optimal. Di samping aspek perencanaan, usia alat dan tingkat keterampilan operator juga sama pentingnya. Memastikan ketiga elemen tersebut memuaskan akan memberikan hasil yang baik (Tamrin, 2. Alat berat dapat meningkatkan proses konstruksi namun, jika digunakan secara tidak bijaksana, alat berat dapat menyebabkan kerugian besar dalam hal waktu dan biaya karena penyalahgunaan. Untuk mengurangi kerugian yang terkait dengan alat berat dalam konstruksi, sangat penting untuk mengatur penggunaannya dengan meminimalkan biaya dan waktu, sehingga dapat mempertahankan efisiensi operasi yang optimal (Janizar & Abdullah, 2. Pemilihan alat berat merupakan aspek penting dalam keberhasilan sebuah proyek. Alat berat yang dipilih harus sesuai untuk memastikan pelaksanaan proyek berjalan lancar. Pemilihan alat berat yang tidak tepat dapat menyebabkan gangguan pada proyek. La Sianto DOI: https://doi. org/10. 31959/js. Akibatnya, keterlambatan penyelesaian proyek dapat terjadi, yang mengakibatkan peningkatan biaya. Produktivitas yang terbatas dan keharusan untuk mengakibatkan peningkatan biaya. Semua bentuk pekerjaan tersebut selalu dipengaruhi oleh faktor waktu, keadaan lingkungan, dan jenis peralatan yang digunakan, yang secara signifikan berdampak pada proses kerja dan biaya operasional terkait (Purwanto et , 2. Ketidaktepatan dalam pemilihan alat berat dapat menghambat manajemen proyek yang efektif, yang menyebabkan keterlambatan penyelesaian Tujuan penggunaan alat berat adalah untuk membantu individu dalam melaksanakan tugas, sehingga mencapai hasil yang diinginkan dengan cara yang lebih efisien (Muslim. MPartono et al. , 2. Alat berat menawarkan manfaat untuk mempercepat penyelesaian tugas, sehingga tidak perlu waktu yang lama untuk menyelesaikan suatu Bentuk kerugian akan dipengaruhi oleh penggunaan alat berat yang tidak sesuai dengan kondisi dan situasi lapangan kerja. Hal ini dapat berupa rendahnya produksi, tidak tercapainya jadwal atau target yang telah ditentukan, dan biaya perbaikan yang tidak semestinya. Secara teknis, faktor yang paling penting untuk dipertimbangkan ketika memaksimalkan keuntungan yang dihasilkan dari Keuntungan atau kerugian pemilik alat berat bergantung pada dua faktor mendasar. Pemilik alat berat tentu saja harus melakukan analisis biaya terhadap unit mereka untuk mencapai keuntungan yang diharapkan. Analisis biaya alat berat adalah metode untuk menentukan total biaya operasi dengan menghitung harga satuan pekerjaan atau biaya yang timbul dari pengoperasian alat berat, termasuk tenaga kerja, harga sewa alat, dan item biaya lainnya (Febrianti et al. , 2. Jadwal pelaksanaan proyek telah dirancang terkait erat dengan banyak sumber kesalahan yang menyebabkan penundaan proyek dan sebaliknya. Hasil dari penjadwalan jadwal proyek harus memfasilitasi pelaksanaannya. Semua pembaruan dalam domain harus terus mengacu pada garis dasar yang telah ditetapkan. Pada konstruksi sipil, hal ini disesuaikan dengan kondisi lapangan yang ada. Penggunaan tenaga kerja manusia secara manual dengan alat-alat tradisional sudah tidak efisien lagi dan karenanya tidak dapat dihindari. Pembangunan gedung, jembatan, jalan raya, bendungan, dan struktur sejenisnya membutuhkan mesin yang cukup besar untuk pelaksanaannya (Ramdhani & Johari, 2. Analisis biaya operasional sangat diperlukan karena adanya potensi kerugian yang mungkin timbul akibat penggunaan alat berat yang tidak tepat. Perusahaan Analisis Biaya Penggunaan Alat Berat Pada A JURNAL SIMETRIK (Sipil. Mesin. Listri. https://ejournal-polnam. id/index. php/JurnalSimetrik Online ISSN: 2581-2866 https://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. akan dapat mengambil keputusan yang tepat, terutama dalam hal keuangan, dengan bantuan perhitungan biaya operasional alat berat yang tepat dan Diharapkan dengan adanya analisis biaya alat berat akan memberikan manfaat dalam (Febrianti et al. , 2. Pembangunan lapangan sepak bola di kompleks Takawa. Kecamatan Pasarwajo. Kabupaten Buton, telah selesai. Lapangan ini memiliki lebar 75 meter dengan panjang 220 meter. Untuk memastikan penyelesaian pekerjaan di lapangan dengan baik dan tepat, diperlukan alat berat karena medan kompleks perkantoran Takawa Kecamatan Pasarwajo Kabupaten Buton yang berbatubatu padat. Dengan memilih dan memperkirakan kinerja alat berat yang akan digunakan, menyusun memperkirakan penyewaan alat yang akan digunakan dengan baik dan tepat sehingga mencapai hasil pekerjaan yang memuaskan. Pembangunan lapangan sepak bola ini meliputi pekerjaan tanah, khususnya galian sebesar 6. 600 m3 dan penimbunan sebesar 550 m3. Pelaksanaan pekerjaan tanah ini memerlukan perhatian yang tinggi, karena kegagalan dalam pengelolaannya dapat mengakibatkan lapangan menjadi runtuh. Untuk mencapai hasil yang optimal, maka perlu menggunakan alat berat sebagai alat bantu untuk memudahkan pekerjaan di lapangan. Peralatan yang diperlukan terdiri dari excavator Komatsu PC200. Vibro Roller. Motor Grader. Dump Truck Nissan CWA 18T, dan Tronton. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah alat berat yang dibutuhkan untuk pembangunan lapangan sepak bola Takawa di Kecamatan Pasarwaajo Kabupaten Buton, serta untuk mengetahui total biaya sewa seluruh alat berat yang dibutuhkan untuk pembangunan lapangan Harapan yang diharapkan dari penelitian ini yaitu hasil pekerjaan akan memuaskan dan dapat diterima apabila jenis alat yang dipilih dan waktu serta biaya diperhitungkan dengan akurat TINJAUAN PUSTAKA Pembangunan infrastruktur olahraga, termasuk lapangan sepak bola, membutuhkan perencanaan yang Proses konstruksi lapangan sepak bola meliputi kegiatan seperti penggarukan tanah, perataan tanah, pemadatan, dan penerapan lapisan penutup sesuai dengan harus sesuai dengan spesifikasi. Alat berat diperlukan untuk penyelesaian yang efisien dari setiap tahap proyek ini, terutama selama tahap persiapan lahan dan pemadatan tanah. La Sianto DOI: https://doi. org/10. 31959/js. 1 Kapasitas Produksi Alat Kapasitas mesin untuk menghasilkan mA per jam adalah unit pengukuran yang umum. Penerapan volume yang diselesaikan per waktu siklus dan jumlah siklus dalam satu jam adalah dasar dari produksi. Rumus kapasitas produksi yang bersumber dari persamaan di bawah ini digunakan untuk memproduksi peralatan (Rochmanhadi, 1. Ax E = q x 60/Cm x E 2. 1 a . Q=qxN Keterangan: Q = Produksi per jam . A/ja. = Produksi per siklus . A ). N = Jumlah siklus per jam. N = 60/cm. = Efisiensi Kerja. Cm = Waktu gali . x waktu puta. waktu buang 2 Efisiensi Kerja Alat Berat Produktivitas alat berat pada kenyataannya di lapangan tidak sama jika dibandingkan dengan kondisi peralatan yang ideal karena hal-hal tertentu seperti topografi, keterampilan operator, pengoperasian dan pemeliharaan peralatan. Produktivitas per jam peralatan yang harus diperhitungkan dalam perencanaan adalah produktivitas standar peralatan pada kondisi ideal dikalikan dengan suatu faktor yang disebut efisiensi kerja. Nilai efisiensi kerja sulit ditentukan secara pasti tetapi berdasarkan pengalaman dapat ditentukan efisiensi kerja yang mendekati Sebagai pendekatan dapat digunakan Kondisi Operasi Alat Baik Sekali Tabel 1. Efisien Kerja Pemeliharaan Mesin Sangat Baik Sedang Buruk Baik 0,83 0,81 0,76 Baik 0,78 0,75 0,71 Sedang 0,72 0,69 0,65 Buruk 0,63 0,61 0,57 Buruk 0,52 0,52 0,47 Sekali Sumber: (Rochmanhadi, 1. 0,65 0,52 0,42 Sangat Buruk 0,63 0,54 0,45 0,32 3 Metode Bina Marga Umumnya kemampuan produksi alat berat mempunyai satuan m3/jam. Produksi dihitung berdasarkan banyaknya volume pekerjaan disetiap siklus waktu dan jumlah siklus perjam. Untuk menentukan faktor bukcet diperlukan data yang sesuai dengan apa yang dikerjakan Excavator di lapangan. Untuk data faktor tersebut bisa di lihat pada tabel 2. Analisis Biaya Penggunaan Alat Berat Pada A JURNAL SIMETRIK (Sipil. Mesin. Listri. https://ejournal-polnam. id/index. php/JurnalSimetrik Online ISSN: 2581-2866 https://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. Tabel 2. Faktor Bucket Excavator Faktor Kondisi Pemuatan Menggali dan memuat dari stockpile atau material yang telah dikeruk oleh Excavator Ringan membutuhkan gaya gali dan dalam bukcet. Pasir. Tanah berpasir, tanah kolodial dengan kadar air sedang Menggali stockpile lepas dari tanah yang sulit untuk digali dan dikeruk tetapi dapat dimuat Pasir kering, tanah berpasir, tanah Sedang campuran, tanah liat, grevel yang belum disaring, pasir yang telah memadat dan sebagainya, atau menggali dan memuat grevel langsung dari bukit grevel asli. Menggali dan memuat batu Ae batu pecah, tanah liat yang keras, pasir campur kerikil. Agak kolodial liat. Tanah liat dengan kadar air tinggi yang telah di stockpile oleh Excavator lain. Sulit untuk mengisi bukcet material tersebut Bongkahan batuan besar dengan bentuk tak teratur dengan ruangan diantaranya batuan hasil ledakan, batuan Sulit bundar, pasir campur batuAe batu bundar, tanah berpasir, tanah campur tanah liat, dicampur dengan bukcet Sumber: (Rochmanhadi, 1. Rumus waktu siklus (Rochmanhadi,. 1,2 Ae 0,8 Waktu menggali biasanya tergantung pada ke dalaman gali dan kondisi galian. Waktu galian dapat dilihat pada tabel 3. Tabel 3. Waktu Galian Kondisi Galian Kedalaman RataAgak Ringan Sulit Rata Sulit 0Ae2m 2Ae4m >4m 0,8 Ae 0,6 0,6 Ae 0,5 0,5 Ae 0,4 Cm = waktu gali . x waktu puta. waktu buang Waktu buang tergantung kondisi pembuangan Dalam Dump Truck = 5 Ae 8 detik. Ke tempat pembuangan = 3 Ae 6 detik. La Sianto DOI: https://doi. org/10. 31959/js. METODOLOGI Untuk pengamatan di lapangan terlebih dahulu dilakukan pengumpulan data dasar mengenai keadaan dan sampel untuk penelitian yang akan diteliti dan kondisi area studi untuk menentukan jumlah petugas survei yang diperlukan. Pengamatan dilaksanakan mulai pukul 08:00 - 16:00 WITA, selanjutnya yaitu mengumpulkan data dan dokumen proyek yang diperlukan untuk penelitian. Setelah terkumpul semua data dan dokumen yang diperlukan selanjutnya adalah mengolah data. Hasil dari pengolahan data untuk selanjutnya dianalisis dan dibahas untuk kemudian Korelasi antara saat pengerjaan, jenis dan biaya alat berat yang digunakan. Perhitungan alat berat pada suatu pekerjaan dapat menentukan jenis alat berat yang akan digunakan pada pelaksanaan pekerjaan di lapangan, sehingga alat bisa bekerja dengan maksimal sesuai dengan fungsinya. Data dikumpulkan semenjak dilakukan penelitian ini. Tahapan analisis yaitu: Menganalisa gambar elevasi tanah untuk mengetahui berapa jumlah volume penimbunan atau galian tanah yang akan dikerjakan. Menghitung berapakah jumlah alat berat yang akan digunakan serta menghitung berapa total biaya penggunaan alat berat yang dibutuhkan untuk pekerjaan pembuatan lapangan sepak bola Takawa Kecamatan Pasarwajo Kabupaten Buton HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Biaya Pelaksanaan Eksavator Untuk menghitung biaya sewa alat bisa dihitung dengan cara berikut : Kapasitas produktifitas y total biaya sewa alat. Kapasitas produktifitas alat = 23,88 m3 /jam Total biaya sewa alat = 590,628. Analisis Biaya Penggunaan Alat Berat Pada A JURNAL SIMETRIK (Sipil. Mesin. Listri. https://ejournal-polnam. id/index. php/JurnalSimetrik Online ISSN: 2581-2866 https://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. Perhitungan total biaya pemakaian excavator dapat dilihat pada Tabel 2 berikut ini: Tabel 4. Hitungan Biaya Sewa Eksavator Harga Kapasitas Total Item Vol Satuan Produksi (R. (R. Sewa Excavato r untuk 23,88 mA 106,78 8,94 358,21 Sewa Excavato 23,88 mA 276,38 r untuk 8,94 Total Biaya Sumber: Hasil Analisis 2 Biaya Pelaksanaan Dump Truck Untuk menghitung biaya sewa alat bisa dihitung dengan cara berikut : Kapasitas produktifitas y total biaya sewa alat. Kapasitas produktifitas alat = 11,32 m3 /jam Total biaya sewa alat = 415. 767,88 Tabel 6. Hitungan Biaya Sewa Motor Grader Item Kapasit Vol Harga Total (R. Satuan Produks (R. Sewa 504 mA 5,0 684. 787,4 3. Motor Greder Total Biaya Sumber: Hasil Analisis 4 Biaya Pelaksanaan Penggunaan Vibrator Roller Untuk menghitung biaya sewa alat bisa dihitung dengan cara berikut : Kapasitas produktifitas y total biaya sewa alat. Kapasitas produktifitas alat = 61,42 m3 /jam Total biaya sewa alat = 420. 929,81 Tabel 5. Hitungan Biaya Sewa Dump Truck Item Kapasit Vol Harga Total (R. Satuan Produk (R. Sewa 11,32 225, 415. 767, 93. Dump Truck Sewa 11,32 767, 242. Dump ,08 Truck Total Biaya ,73 Sumber: Hasil Analisis La Sianto DOI: https://doi. org/10. 31959/js. 3 Biaya Pelaksanaan Motor Grader Untuk menghitung biaya sewa alat bisa dihitung dengan cara berikut : Kapasitas produktifitas y total biaya sewa alat. Kapasitas produktifitas alat = 504 m3 /jam Total biaya sewa alat = 684. 787,49 Tabel 7. Hitungan Biaya Sewa Vibrator Roller Item Kapasitas Vol Harga Total (R. Produksi Satuan (R. Sewa 61,42mA 41,51 420. 929,81 1. 641,82 Vibro Roller Total 641,82 Biaya Sumber: Hasil Analisis 5 Analisis Rencana Waktu Penyelesaian Dengan perkiraan 1 bulan kerja yaitu 26 hari kerja, dimana 1 hari kerja 8 jam. Rencana waktu penyelesaian yaitu, 2 bulan, 52 hari atau 416 jam. Exavator = DumpTruck Motor Greder = Vibrator Roller = Analisis Biaya Penggunaan Alat Berat Pada A JURNAL SIMETRIK (Sipil. Mesin. Listri. https://ejournal-polnam. id/index. php/JurnalSimetrik Online ISSN: 2581-2866 https://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. 6 Rekapitulasi Perhitungan Tabel 5. Rekapitulasi Biaya Penggunaan Alat Berat Waktu Jenis Alat Total Biaya Pelaksanaan Berat (R. (Har. Excavator 115 Dump Truck Motor Grader Vibro Roller Total Biaya Sumber: Hasil Analisis Dari hasil analisa Bina Marga dan analisa Langsung di Lapangan yang di gunakan untuk menetahui jenis dan jumlah kebutuhan alat berat dan biaya sewa penggunan alat berat pada proyek Pekerjaan Pembangunan Lapangan Sepak Bola di Kompleks Takawa Kec. Pasarwajo, memiliki perbedaan baik dari perhitungan kebutuhan alat berat dan analisa biayanyanya. 7 Pembahasan Alat Berat yang dibutuhkan 1 unit Exacavator dengan jam kerja 383,63 jam, 3 unit Dump Truck dengan jam kerja 269,43 jam, 1 unit Motor Greder dengan jam kerja 5,05 jam, 1 unit Vibro Roller dengan jam kerja 41,51 jam, dengan Total Biaya Kebutuhan Alat Berat sebanyak 583. 377,00. Alat Berat yang dibutuhkan 2,2 unit Exacavator dengan hari kerja 51,9 hari, 3 unit Dump Truck dengan hari kerja 50,7 hari, 1 unit Motor Greder dengan hari kerja 1,5 hari,1 unit Vibro Roller dengan hari kerja 1 hari, dengan Total Biaya Kebutuhan Alat Berat sebanyak 562. 800,00. Pada analisa Bina Marga diperoleh total kerja alat yaitu 699,62 jam . ,45 har. , sedangkan pada Analisa Langsung di Lapangan di peroleh total kerja Alat lebih besar dari analisa Bina Marga yaitu 840,8 jam . ,1 har. atau 17,65 hari lebih besar dari Analisa Bina Marga, hal ini di sebabkan nilai produktifitas kerja Alat pada analisa Bina Marga lebih besar daripada nilai produktifitas kerja alat langsung di lapangan. Sedangkan pada perhitungan Biaya Sewa Alat pada Analisa Bina Marga diperoleh Total biaya 377,00, atau 21. 577,00 lebih besar dari hasil analisis langsung di Lapangan yang hanya memperoleh Total Biaya Sewa Alat sebanyak 800,00, adanya perbedaan total Biaya di sebabkan karena Harga Sewa Alat pada Analisa Bina La Sianto DOI: https://doi. org/10. 31959/js. Marga mempunyai nilai lebih besar dari harga sewa Alat yang ada langsung di lapangan. PENUTUP Kesimpulan Pada analisa Bina Marga di peroleh total kebutuhan alat yaitu 1 Unit Excavator, 3 Unit Dump Truck, 1 Unit Motor Greder, 1 Unit Vibro Roller, dengan total waktu kerja yaitu 699,62 jam . ,45 har. , sedangkan pada Analisa Langsung di Lapangan di peroleh total kebutuhan Alat yaitu 2,2 Unit Excavator, 3 Unit Dump Truck, 1 Unit Motor Greder, 1 Unit Vibro Roller. lebih besar dari Analisa Bina Marga yaitu Excavator 2,2 Unit, atau 1,2 lebih besar dari Analisa Bina Marga, hal ini di sebabkan nilai produktifitas kerja Alat pada Analisa Bina Marga lebih besar daripada nilai produktifitas kerja alat langsung di lapangan. Total biaya sewa penggunaan alat berat yang di gunakan untuk pekerjaan pembuatan lapangan sepak bola Takawa Kecamatan Pasarwajo Kabupaten Buton yaitu sebesar Rp 583. 377,6. Total biaya sewa penggunaan alat berat yang di gunakan untuk pekerjaan pembuatan lapangan sepak bola Takawa Kecamatan Pasarwajo Kabupaten Buton yaitu sebesar Rp 562. Perhitungan Biaya Sewa Alat pada Analisa Bina Marga di peroleh Total biaya sebanyak 377,00, atau 21. 577,00 lebih besar dari Hasil Analisa Langsung di Lapangan yang hanya memperoleh Total Biaya Sewa Alat sebanyak 800,00, adanya perbedaan total Biaya di sebabkan karena Harga Sewa Alat pada Analisa Bina Marga mempunyai nilai lebih besar dari harga sewa Alat yang ada langsung di lapangan. Saran Berdasarkan kesimpulan yang di dapat dari hasil penelitian di atas, maka agar mendapatkan perhitungan yang baik untuk menyelesaikan suatu proyek, baik dari segi waktu, biaya, dan penggunaan alat berat, maka cara dan teknik pelaksanaan pekerjaan di lapangan perlu di perhatian dengan baik serta di sesuaikan dengan kondisi di lapangan. Pada hasil penelitian di atas belum di lenkapi dengan optimalisasi kinerja alat sehingga masi kurang lengkap sehingga perlu dibahas lagi suatu penelitian atau analisa lanjutan terkait optimalisasi alat tersebut. DAFTAR PUSTAKA