UNES Journal of Education Scienties Volume 7. Issue1. May 2023 P-ISSN 2598-4985 E-ISSN 2598-4993 Open Access at: https://ojs. org/index. php/UJES PENGARUH KOMPETENSI PROFESIONAL GURU TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA KELAS IV di SD INPRES 5 BOMBERAY THE INFLUENCE OF TEACHER PROFESSIONAL COMPETENCE ON MATHEMATICS LEARNING OUTCOMES CLASS IV AT SD INPRES 5 BOMBERAY Khamin Sukahar1 . Evi Ernawati2. Ramin Ode 3 123 Program Studi Pendidikan Guru sekolah Dasar. Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Nuuwar Fakfak (STKIP Nuuwar Fakfa. Email : guru80an@gmail. INFO ARTIKEL ABSTRAK Koresponden Kompetensi professional guru merupakan salah satu 4 jenis kompetensi guru. Empat kompetensi guru tersebut meliputi kompetensi pedagogic, kompetensi social, kompetensi professional, dan kompetensi pribadi. Kompetensi guru adalah salah satu factor yang mempengaruhi tercapainya tujuan pembelajaran dan pendidikan di sekolah. Profesionalisme guru di SD Inpres 5 Bomberay masih sangat Hal tersebut disebabkan belum adanya perubahan pola mengajar dari sistem konvensional ke sistem kompetensi, beban kerja guru yang tinggi, dan masih banyak guru yang belum melakukan penelitian tindakan kelas. Atas dasar itulah standar kompetensi dan sertifikasi guru dibentuk agar benarbenar terbentuk guru yang profesional dan mempunyai kompetensi yang sesuai dalam mengajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompetensi professional guru terhadap hasil belajar matematika siswa. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru yang berjumlah 5 orang guru. Jenis penelitian ini adalah penelitian Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh antara kompetensi professional guru terhadap hasil belajar matematika siswa kelas IV SD Inpres Bomberay 5 sebesar 0,686 dan korelasi tersebut menunjukkan hubungan yang kuat. Khamin Sukahar guru80an@gmail. Kata kunci Kompetensi Professional Guru Kelas. Hasil Belajar Matematika Open Access at: https://ojs. org/in php/UJES Hal: 014 - 030 Copyright A 2023 UJAS. All rights reserved. UNES Journal of Education Scienties (UJES). Vol. Issue 1. May 2023: 014-030 ARTICLE INFO ABSTRACT Corresponden The phrase 4 also explained that position of teacher as mention at article pharse 1 functioned to improve Quality national Compentence of professional teacher is the once of 4 basic competition, those paedagogic competence, social competence professional competence and prifavate skill The teacher competence is one thing that influence achievement education goals. Professionalism teachers at SD Inpres 5 Bomberay still very low. Because there hasnAot been any teaching change from the conventional to the detention system, a high teacherAos workload, and there are still many teachers who havenAot done class action research. On that basis a teacherAos standard of competence and certification is established so that a professional teacher is truly made and has the appropriate competence for teaching. Both in class or generally at school The observations goals are to know how far the influence of professional competence of teacher with its output of mathematic study . On student the quantities of observations including all of teachers , the numbers are 5 person with Quantitave metode observations. Research results may conclude that there is influence between teacher professional competencies over studentsAo IV class mathematics SD Inpres 5 Bomberay 0,686 percent of the correlation is a strong relationship. Khamin Sukahar guru80an@gmail. Keyword Professional Competence Of Classroom Teachers. Results In Math Open Access at: https://ojs. org/ind php/UJES page: 014 - 030 Copyright A 2023 UJAS. All rights reserved. PENDAHULUAN Kompetensi adalah kemampuan untuk melaksanakan sesuatu tugas/pekerjaan yang didasari atas pengetahuan, keterampilan dan sikap sesuai dengan unjuk kerja yang di persyaratkan. Kompetensi bagi beberapa profesi menjadi persyaratan penting dalam menjalankan kerangka dan tujuan organisasi. Masalah kompetensi itu menjadi penting, karena kompetensi menawarkan suatu kerangka kerja organisasi yang efektif dan efisien dalam mendayagunakan sumber-sumber daya yang terbatas. Profesionalisme guru di Indonesia masih sangat rendah. Hal tersebut disebabkan belum adanya perubahan pola mengajar dari sistem konvensional ke sistem kompetensi, beban kerja guru yang tinggi, dan masih banyak guru yang belum melakukan penelitian tindakan kelas. Atas dasar itulah standar kompetensi dan sertifikasi guru dibentuk agar benar-benar terbentuk guru yang profesional dan mempunyai kompetensi yang sesuai dalam mengajar. Dalam setiap pekerjaan maupun profesi, khususnya dibidang pendidikan pada lingkup sekolah, tenaga pendidikan utamanya guru tentu harus memiliki kompetensi yang sesuai dengan bidang dan tanggung jawabnya. Seorang guru yang memiliki kompetensi dalam profesinya dapat melaksanakan tugas-tugasnya dengan baik, efisien, efektif, tepat waktu, dan sesuai dengan sasaran. P-ISSN 2598-4985 E-ISSN 2598-4993 Pembukaan UUD Nasional mengamanahkan kepada para pendidik untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Yang sesuai Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen Pasal 2 ayat . menegaskan bahwa Guru mempunyai kedudukan sebagai tenaga professional pada jenjang pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal yang diangkat sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Pada Pasal 4 juga menjelaskan bahwa kedudukan guru sebagai tenaga professional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat . berfungsi untuk meningkatkan martabat dan peran Guru sebagai agen pembelajaran berfungsi untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional. Menurut penjelasan Undang-Undang RI No. 14 Tahun 2005, yang dimaksud kompetensi profesional adalah kemampuan menguasai pelajaran secara luas dan Sedangkan menurut Permendiknas No. 16 Tahun 2007, kompetensi profesional terdiri dari: Menguasai materi, struktur, konsep dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampuh. Menguasai standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran yang diampuh. Mengembangkan materi pelajaran yang diampuh secara kreatif. Mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif. Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk mengembangkan diri. Kualitas pendidikan pada suatu sekolah salah satunya dapat dilihat dari hasil belajar para siswanya, jika hasil belajar siswa baik maka kualitas pendidikan sekolah tersebut baik, begitu pula sebaliknya. AuBelajar sendiri merupakan suatu proses perubahan tingkah laku individu melalui interaksi dengan lingkunganAy. Belajar memegang peranan penting di dalam perkembangan, kebiasaan, sikap, keyakinan, tujuan, kepribadian, dan bahkan peresepsi manusia. Jadi, belajar adalah kegiatan yang berproses dan merupakan unsur yang sangat fundamental dalam penyelenggaraan setiap jenis dari jenjang pendidikan. Hal ini berarti berhasil atau tidak pembelajaran tergantung pada proses belajarnya, dimana proses belajar menentukan prestasi belajar siswa. Tidak dapat dipungkiri bahwa guru harus memiliki pengetahuan yang luas, menguasai berbagai jenis bahan pembelajaran, mengusai teori dan praktik pendidikan, serta menguasai kurikulum dan metodologi pembelajaran. Kompetensi guru adalah salah satu factor yang mempengaruhi tercapainya tujuan pembelajaran dan pendidikan, namun kompetensi guru tidak berdiri sendiri, tetapi dipengaruhi latar belakang pendidikan, pengalaman mengajar, dan lamanya mengajar. Berdasarkan hasil observasi awal peneliti di SD Inpres 5 Bomberay dalam hal belajar mengajar kompetensi professional yang dimiliki beberapa guru sudah cukup baik. Guru yang professional dalam pembelajaran adalah guru yang menguasai materi yang diajarkan, mampu mengembangkan materi dengan kreatif, menggunakan berbagai macam metode pembelajaran. Sedangkan efektivitas pembelajaran yang dilaksanakan juga sudah terlihat. Hal tersebut ditandai dengan: komunikasi antara siswa dan guru aktif, melibatkan siswa, hasil UNES Journal of Education Scienties (UJES). Vol. Issue 1. May 2023: 014-030 belajar siswa meningkat. Namun sebagian besar guru yang kurang professional yang ditandai: kurang menguasai materi. Pada saat mengajar, guru masih melihat buku pelajaran, hanya menerangkan materi pada satu tempat tanpa berpindah. Tidak menggunakan alat peraga, sehingga motivasi siswa untuk belajar menurun. Guru tidak melibatkan siswa pada saat pembelajaran. Dalam hal ini guru mempunyai pengaruh besar terhadap efektivitas pembelajaran, guru harus mampu melaksanakan kompetensi profesionalnya agar hasil belajar siswa dalam pembelajaran lebih maksimal. Terutama mata pelajaran matematika kelas IV dan hari belajarnya kurang memuaskan. Hal ini karena tidak diketahui penyebabnya bisa menimbulkan rendahnya kualitas hasil belajar matematika bahkan mungkin mata pelajaran lainnya. Maka dari itu, peneliti ingin membuktikan seberapa besar METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Dilihat dari jenisnya, peneliti angkat penelitian ini yang berjenis penelitian Sedangkan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif korelasional yang sifatnya melukiskan hubungan yang saling mempengaruhi antara variabel bebas berupa kompetensi professional guru (X) dengan variabel terikat yaitu hasil belajar (Y). Menurut Berg seperti yang dikutip DjamAoan Satori dan Aan Komariah . , pendekatan kualitatif cendrung mengarah pada penelitian yang bersifat naturalistic fenomenologis dan penelitian etnografiAy. Waktu dan Tempat Penelitian Waktu Penelitian Untuk memperoleh data, maka peneliti melakukan penelitian kurang lebih selama 1 bulan, mulai tanggal 30 September Ae 30 November 2019. Tempat Penelitian Dalam penelitian ini, yang akan dijadikan sebagai lokasi penelitian adalah SD Inpres 5 Bomberay. Sekolah Dasar ini terletak di Kampung Pinang Agung Distrik Bomberay Kabupaten Fak-Fak. Populasi dan Sampel Populasi Sugiyono . , populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Jadi populasi bukan hanya orang, tetapi juga obyek dan benda -benda alam Populasi juga bukan sekedar jumlah yang ada pada obyek/subyek yang dipelajari, tetapi meliputi seluruh karakteristik/sifat yang dimiliki oleh subyek/obyek yang diteliti itu. Dapat ditarik kesimpulan yang sederhana bahwa populasi adalah keseluruhan obyek penelitian yang terdiri dari manusia, hewan, tumbuhan, gejala, nilai tes atau peristiwa sebagai sumber data yang mewakili karakteristik tertentu dalam suatu Yang menjadi populasi dalam penelitian ini ialah semua guru yang terdapat di SD Inpres 5 Bomberay. P-ISSN 2598-4985 E-ISSN 2598-4993 Tabel 1. Jumlah Guru di SD Inpres 5 Bomberay No. Nama MOHTAR SAAoADI. ZAENAL. PdI ROMELAN. ABU GWAS GWAS. Ma. KUSMANTO Sampel Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi Bila populasi besar, misalnya karena keterbatasan dana, tenaga dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi itu. Apa yang dipelajari dari sampel itu, kesimpulannya akan dapat diberlakukan untuk populasi. Untuk itu sampel yang diambil dari populasi harus betul-betul representative . Yang menjadi sampel dalam penelitian yaitu guru kelas IV di SD Inpres 5 Bomberay. Tabel 2. Jumlah Guru di SD Inpres 5 Bomberay Nama MOHTAR SAAoADI. ZAENAL. PdI ROMELAN. ABU GWAS GWAS. Ma. KUSMANTO Definisi Oprasional Hamzah B Uno dan Nina Lamatenggo . , secara oprasional, kompetensi guru sekolah dasar adalah skor yang diperoleh guru setelah mengisi angket tentang kompetensi yang merefleksikan kemampuan dan kecakapan seorang guru dalam menjalankan profesinya, yang terdiri dari: . kompetensi yang berhubungan dengan tugas profesioanalnya sebagai guru. kompetensi yang berhubungan dengan masyarakat atau lingkungannya. kompetensi yang berhubungan dengan keadaan pribadinya. Angket tersebut memiliki lima alternatif jawaban yang skornya sebagai berikut. Untuk pertanyaan positif, skor jawabn A=5. B=4. C=3. D=2, dan E=1. Untuk pernyataan negatif, skornya adalah: A=1. B=2. C=3. D=4, dan E=5. Adapun pilihan jawaban untuk setiap butir, yaitu: (A) Sangat sering. (B) Sering. (C) Kadang. (D) Jarang. dan (E) Tidak pernah. Instrument Penelitian Instrument penelitian menjelaskan semua alat pengambilan data yang digunakan, proses pengumpulan data dan teknik penentuan kualitas instrument . aliditas dan releabilitasny. Kalau instrument tidak valid, maka data hasil penelitian juga kurang baik dan tidak ada gunanya. Oleh karena itu, instrument penelitian sebelum digunakan untuk mengambil data terlebih dahulu harus diuji cobakan terhadap sebagian anggota dari populasi penelitian. Data hasil uji coba dianalisis untuk mengetahui validitas dan releabilitasnya. Instrument penelitian terdiri dari: Kuesioner (Angke. UNES Journal of Education Scienties (UJES). Vol. Issue 1. May 2023: 014-030 Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang efisien bila peneliti tahu dengan pasti variabel yang akan diukur dan tahu apa yang bisa diharapkan dari responden. Angket dalam penelitian ini adalah angket tertutup yaitu angket yang disajikan dalam bentuk sedemikian rupa sehingga responden diminta untuk memilih satu jawaban yang sesuai dengan karakteristik dirinya dengan cara memberikan tanda silang (X) atau tanda checklist. Sedangkan, data yang terjaring dari melalui alat ini nantinya dapat digunakan untuk mengukur pengaruh kompetensi professional guru kelas IV di SD Inpres 5 Bomberay. Sugiyono, jawaban setiap item instrument yang digunakan peneliti adalah menggunakan skala Likert yang mempunyai gradasi dari sangat positif sampai dengan negative, yang berupa kata-kata antara lain. Selalu, sering, kadangkadang, dan tidak pernah. Adapun kisi-kisi instrumen akhir dapat disajikan pada tabel berikut. Tabel 3. kisi-kisi instrumen akhir No. Indikator Kecakapan profesional Kecakapan sosial Kecakapan pribadi Nomer Butir 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13 14, 15, 16, 17, 18, 19, 20, 21, 22, 23, 24, 25, 26, 27, 28 29, 30, 31, 32, 33, 34, 35, 36, 37, 38, 39, 40 Jumlah Jumlah Dokumentasi Dokumentasi adalah ditunjukkan untuk memperoleh data langsung dari tempat penelitian, meliputi buku-buku yang relevan, peraturan-peraturan, laporan kegiatan, foto-foto, file dokumen, dan data yang relevan penelitian. Dengan demikian instrument ini penulis gunakan untuk menghimpun data yang terdapat di SD V Inpres Bomberay. Observasi Sutrisno Hadi . mengemukakan bahwa, observasi merupakan suatu proses yang kompleks, suatu proses yang tersusun dari berbagai proses biologis dan Dua di antara yang terpenting adalah proses-proses penghematan dan Teknik pengumpulan data dengan observasi digunakan bila, penelitian berkenaan dengan perilaku manusia, proses kerja, gejala-gejala alam dan bila responden yang diamati tidak terlalu besar. Teknik Pengumpulan Data Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: Angket Sugiyono, angket merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pertanyaan tertulis kepada responden untuk dijawab. Caranya melalui pertanyaan-pertanyaan yang sengaja diajukan P-ISSN 2598-4985 E-ISSN 2598-4993 kepada individu oleh peneliti. Teknik ini digunakan untuk memperoleh data tentang pengaruh kompetensi professional guru hasil mata pelajaran matematika di kelas IV SD Inpres 5 Bomberay. Teknik Dokumentasi Dokumentasi adalah ditunjukan untuk memperoleh data langsung dari tempat penelitian, meliputi buku-buku yang relevan, peraturan-peraturan, laporan kegiatan, foto-foto, file dokumen, dan data yang relevan. Teknik juga merupakan catatan peristiwa yang sudah terjadi. Peneliti menggunakan metode penelitian ini, karena berkaitan dengan dokumentasi yang ada di sekolah tempat penelitian. Teknik pengumpulan data ini digunakan untuk memperoleh data mengenai kegiatan siswa-siswi ketika proses belajar, keaktifan siswa ketika dalam kelas, dan memperoleh data absensi kehadiran siswa-siswi selama kegiatan belajar, serta data-data yang mendukung lainnya. Teknik Tes Tes adalah instrument atau alat yang sistematis yang terdiri atas seperangkat pertanyaan atau tugas-tugas untuk mengukur suatu perilaku tertentu pada peserta didik dengan menggunakan bantuan skala numrik atau kategori tertentu. Tes essai atau tes uraian adalah tes yang siswa-siswi memberikan jawaban berupa Tes yang digunakan dalam peneliti yaitu tes dalam bentuk uraian. Adapun soal dalam tes yang digunakan sebanyak 5 item soal. Teknik Analisa Data Analisa data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dokumentasi-dokumentasi dengan cara mengorganisasikan data kedalam kategori, menjabarkan kedalam unit-unit, melakukan sintesis, menyusun kedalam pola, memilih nama yang penting dan akan dipelajari serta membuat kesimpulan yang mudah dipahami oleh diri sendiri maupun orang lain. Pengujian Hipotesis Uji hipotesis dilakukan untuk mengetahui kesimpulan dari penelitian apakah berakhir dengan penerimaan ataupun dengan penolakan. Cara-cara yang dilakukan dalam uji hipotesis dalam penelitian ini antara lain. Analisis Korelasi Sesuai dengan metode penelitian yang ditentukan maka rencana pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan korelasi Pearson Product Moment . yang dikemukan oleh Karl Pearson. Teknik korelasi Pearson Product Moment merupakan teknik statistic parametric yang menggunakan data interval dan rasio dengan persyaratan tertentu, yaitu data berdistribusi normal, berpola linier, mempunyai pasangan yang sama dengan subyek yang sama. Rumus yang digunakan adalah: ycycuyc = ycu ( OcycUycU) Oe( OcycU) . (OcycU) Oo{ ycu. OcycU 2Oe( OcycU ). OcycU2Oe( OcycU) . Hal ini karena untuk menguji hipotesis asosiatif/hubungan dan data yang dikumpulkan dalam bentuk data interval dan untuk mengetahui derajat UNES Journal of Education Scienties (UJES). Vol. Issue 1. May 2023: 014-030 hubungan antara variabel bebas . dengan variabel terikat . Hal ini sesuai dengan pendapat Sugiyono . 4:hlm. yang mengemukakan bahwa untuk menguji hipotesis asosiatif/hubungan dengan data interval atau ratio menggunakan Korelasi Product Moment, untuk menguji hipotesis hubungan antara satu variabel independent dengan satu variabel dependent. Tabel 4. Koefisien Korelasi Dan Taksirannya Interval Koefisien 0,00 Ae 0,199 0,20 Ae 0,399 0,40 Ae 0,599 0,60 Ae 0,799 0,80 Ae 1,000 Sumber : Sugiyono . 5,hlm. Tingkat Hubungan Sangat Rendah Rendah Sedang Kuat Sangat Kuat HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Deskripsi Lokasi dan Hasil Penelitian Sejarah dan Letak Geografis SD Inpres 5 Bomberay Secara historis SD Inpres 5 Bomberay berdiri pada bulan Juli 1997, diatas tanah yang luasnya 50. 000 yco2. Alamat di Jl. Jenderal Sudirman Kampung Pinang Agung Distrik Bomberay Kabupaten Fakfak. Dalam masa perkembangannya. SD Inpres 5 Bomberay ini terus mengalami peningkatan, baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Hal ini terindikasi dari tahun ke tahun mengalami peningkatan input peserta didik yang mendaftarkan dirinya pada sekolah ini. Visi. Misi, dan Tujuan SD Inpres 5 Bomberay Visi SD Inpres 5 Bomberay Visi SD Inpres 5 Bomberay adalah: AuUnggul dalam Prestasi. Santun dalam PerilakuAy. Misi SD Inpres 5 Bomberay Misi SD Inpres 5 Bomberay dalam mewujudkan visinya yaitu: Mengoptimalkan proses pembelajaran dan bimbingan. Menumbuhkan semangat keunggulan secara intensif pada seluruh warga sekolah. A Menciptakan hidup rukun dan membiasakan berlaku santun serta saling menghargai terhadap sesama. A Menerapkan manjemen yang transparan, demokratis, professional, dan partisipatif dengan melibatkan seluruh warga sekolah. A Menegakkan disiplin dengan penuh tanggung jawab. Keadaan pendidik dan pegawai SD Inpres 5 Bomberay Untuk memperlancar proses kegiatan belajar mengajar sebagai tujuan dari sekolah, maka SD Inpres 5 Bomberay memiliki sejumlah tenaga administratif memiliki tanggung jawab terhadap jalannya kegiatan belajar mengajar. SD Inpres 5 Bomberay sangat menyadari pentingnya guru dalam proses pembelajaran masih tetap memegang peranan yang sangat penting, yaitu sebagai pendidik dan P-ISSN 2598-4985 E-ISSN 2598-4993 Disamping itu juga, guru merupakan salah satu factor yang mempengaruhi keberhasilan dalam satu pendidikan. Oleh karena itu, peran guru dalam proses belajar mengajar tidak dapat digantikan oleh alat elektronik sekalipun di imbangi dengan kemajuan IPTEK. Guru di SD Inpres 5 Bomberay dari 5 orang guru. Untuk lebih jelasnya tentang keadaan pendidik dan pegawai SD Inpres 5 Bomberay akan ditampilkan dalam table dibawah ini: Table 5. Keadaan Guru SD Inpres 5 Bomberay Ket. No. Nama Status MOHTAR SAAoADI. ZAENAL. PdI ROMELAN. ABU GWAS GWAS. Ma. KUSMANTO PNS Kontrak Honor PNS Kontrak Keadaan peserta didik di SD Inpres 5 Bomberay Dalam proses belajar mengajar siswa menduduki peranan yang sangat penting, karena siswa merupakan tolak ukur berhasil tidaknya proses pembelajaran. Oleh karena itu, keberadaan serta peranaktif siswa mutlak diperlukan dalam proses belajar mengajar. SD Inpres 5 Bomberay tahun pelajaran 2019 -2020 berdasarkan data yang ada secara keseluruhan siswa berjumlah 51 orang siswa dengan perincian: kelas I berjumlah 11 orang siswa, kelas II berjumlah 11 Orang siswa, kelas i berjumlah 8 Orang siswa, kelas IV berjumlah 10 orang siswa, kelas V berjumlah 7 orang siswa dan kelas VI berjumlah 4 orang siswa. Sarana dan Prasarana SD Inpres 5 Bomberay Seperti yang telah dikemukakan di atas bahwa SD Inpres 5 Bomberay mulai beroprasi pada tahun 1997. Adapun sarana dan prasarana yang tersedia di SD Inpres 5 Bomberay dapat dilihat dalam table dibawah ini. Table 6. Keadaan dan Kondisi Menbelair Sekolah NO. KONDISI NAMA BARANG/ALAT Meja/Kursi 1 siswa Meja/Kursi 2 Siswa Meja/Kursi 3 Siswa Meja/Kursi 4 Siswa Papan Tulis Lemari Rak Meja Guru Kursi Guru Peng. Papan Tulis Radio Sekolah Jam Sekolah Computer Printer Meja computer BAIK RUSAK UNES Journal of Education Scienties (UJES). Vol. Issue 1. May 2023: 014-030 NO. KONDISI NAMA BARANG/ALAT BAIK RUSAK 16 Piala 17 Bendera 18 Tiang Bendera 19 Papan statistic 20 Mesin pengeras suara 21 Bola 22 Sekop 23 Peta lain-lain 24 Kerangka manusia 25 Buku besar 26 Absen kelas Struktur organisasi SD Inpres 5 Bomberay Demi terarahnya suatu tujuan pendidikan, maka keorganisasian suatu lembaga sangatlah penting, supaya masing-masing mengetahui tugas dan tanggung Adapun struktur organisasi SD Inpres 5 Bomberay adalah sebagai STRUKTUR ORGANISASI SD INPRES 5 BOMBERAY KEPALA SEKOLAH KOMITE SEKOLAH MOHTAR SAAoADI. ABU GWAS-GWAS OPERATOR BENDAHARA ZAENAL. PdI GURU GURU KELAS I GURU KELAS II GURU KELAS i ROSITA M. HERLINA D. ABU GWAS-GWAS GURU KELAS IV GURU KELAS V GURUR KELAS VI ROMELAN. OKTA D. SIAHAAN. MOHDAR SAAoADI. GURU PAI ZAENAL. PdI Gambar 1. Struktur Organisasi SD Inpres 5 Bomberay P-ISSN 2598-4985 E-ISSN 2598-4993 Validitas Instrumen Penelitian selalu bergantung kepada pengukuran. Ada pun ciri penting yang harus dimiliki oleh setiap alat pengukuran, yaitu: validitas dan reabilitas. Validitas menunjuk kepada sejauh mana suatu alat pengukur mampu mengukur apa yang seharusnya diukur. Sedangkan reabilitas mengacu kepada sejauh mana suatu alat pengukur secara konsisten mengukur apa saja yang diukur. Angket dikatakan baik apabila angket tersebut valid dan realiabel, akan tetapi dalam penelitian ini peneliti tidak mengadakan uji validitas dan reabilitas karena instrument yang digunakan sudah dipakai pada penelitian yang lain sehingga instrument yang dipakai pada penelitian ini diasumsikan sudah valid dan realiabel. Pengujian Hipotesis Uji hipotesis ini digunakan untuk menarik kesimpulan terkait hipotesis yang telah Pengujian hipotesis dalam penelitian ini yaitu dengan menghitung koefisien korelasi, taraf signifikasi, dan analisis regresinya. Adapun hipotesis yang dirumuskan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Pengaruh Kompetensi Professional Guru terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Analisis korelasi merupakan teknik oleh statistik yang digunakan untuk mengetahui derajat hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat. Hipotesis dalam penelitian ini adalah terdapat pengaruh yang signifikan dari Kompetensi Professional Guru Terhadap Hasil Belajar untuk membuktikan dugaan tersebut, maka dilakukan pengujian hipotesis sebagai berikut: Analisis Koefisien Korelasi Hasil perhitungan dengan bantuan IBM SPSS 23 for windows dapat diperoleh nilai korelasi antara variabel kompetensi professional guru (X) terhadap hasil belajar matematika (Y) yang menggunakan korelasi Pearson Product Moment sebagai Tabel 7. Korelasi Variabel (X) terhadap (Y) Correlations Kompetensi Profesional Guru Hasil Belajar Kompetensi Pearson Profesional Correlation Guru Sig. -taile. Hasil Belajar Pearson Correlation Sig. -taile. Berdasarkan hasil perhitungan diatas, ditemukan korelasi antara Kompetensi Profesional Guru (X) tehadap Hasil Belajar (Y) sebesar 0,686. Kesimpulan bahwa Au Terdapat pengaruh yang kuat antara Kompetensi Professional Guru terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas IV di SD Inpres 5 BomberayAy. UNES Journal of Education Scienties (UJES). Vol. Issue 1. May 2023: 014-030 Interpretasi Hasil Pengolahan Data Berdasarakan hasil perhitungan analisis korelasi maka dapat disimpulkan bahwa Kompetensi Profesional Guru berpengaruh secara signifikan terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas IV di SD Inpres 5 Bomberay. Besaran angka korelasi yang berpengaruh pada amsing-masing variabel adalah sebagai berikut: Besarnya pengaruh Kompetensi Profesional Guru terhadap Hasil Belajar Siswa kelas IV di SD Inpres 5 Bomberay adalah 0,686 yang berada pada kategori kuat. Tabel 8. Rangkuman Hasil Pengujian Hipotesis Konstribusi Antar Koefisien Korelasi (R) Variabel X terhadap Y 0,686 Dari tabel diatas, dapat digambarkan besaran pengaruh antara variabel Kompetensi Profesional Guru terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas IV di SD Inpres 5 Bomberay sebagaii berikut: r = 0,686 Kompetensi Professional Guru Hasil Belajar Siswa Pembahasan Pembahasan dalam penelitian ini merupakan kajian terhadap hasil temuan yang ada hubungannya dengan jawaban terhadap rumusan masalah yang sudah ditetapkan dalam penelitian. Berikut pembahasan hasil penelitian. Kompetensi Profesional Guru Guru merupakan tenaga professional yang memiliki peran penting dalam mendidik, membimbing, melatih serta memotivasikan peserta didik untuk menjadi manusia yang berkualitas. Oleh karena itu keahlian mendidik harus melekat pada diri seorang guru. Professional Guru adalah sebagai pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seorang guru dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian, kemahiran, atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi keguruan. Kompetensi guru profesional menurut pakar pendidikan Soediarto . , menuntut guru untuk mampu menganalisis, mendiagnosis, dan memprognosis situasi pendidikan. Guru yang memiliki kompetensi profesional perlu menguasai antara lain: . disiplin ilmu pengetahuan sebagai sumber bahan pelajaran. bahan ajar yang . pengetahuan tentang karakteristik siswa. pengetahuan tentang filsafat dan tujuan pendidikan. pengetahuan dan penguasaan metode dan model mengajar. penguasaan terhadap prinsip-prinsip teknologi . pengetahuan terhadap penilaian dan mampu merencanakan, serta memimpin guna melancarkan proses pendidikan. Tuntutan atas berbagai kompetensi ini mendorong guru untuk terus memperoleh informasi yang dapat P-ISSN 2598-4985 E-ISSN 2598-4993 memperkaya kemampuan, agar tidak mengalami ketertinggalan dalam kompetensi profesionalnya. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin hari semakin meningkat menuntut seorang guru untuk terus meningkatkan pengetahuannya terutama dalam pelaksanaan pembelajaran. Kompetensi guru adalah salah satu factor yang mempengaruhi tercapainya tujuan pembelajaran dan pendidikan sekolah dasar namun kompetensi guru tidak berdiri sendiri tetapi dipengaruhi latar belakang pendidikan, pengalaman mengajar, dan lamanya mengajar. Kompetensi guru dapat dinilai penting sebagai alat seleksi dalam penerimaan calon guru, juga dapat dijadikan sebagai pedoman dalam rangka pembinaan dan pengembangan tenaga guru. Selain itu, penting dalam hubungannya kegiatan belajar mengajar dan hasil belajar siswa. Dengan kompetensi profesional tersebut, dapat diduga berpengaruh pada proses pengolahan pendidikan sehingga mampu melahirkan keluaran pendidikan yang Keluaran pendidikan yang bermutu dapat dilihat dari hasil langsung pendidikan yang berupa nilai yang dicapai siswa dan dapat juga dilihat dari dampak pengiring, yaitu peserta didik setelah dimasyarakat. Guru yang memiliki kompetensi profesional adalah guru yang memiliki pengetahuan yang luas dari subject matte . idang stud. yang akan diajarkan serta penguasaan metodologi dalam arti memiliki konsep teoritis mampu memilih metode dalam proses belajar mengajar. Berdasarkan informasi yang di himpun dari bapak kepala sekolah, menunjukan bahwa guru-guru SD Inpres 5 Bomberay adalah guru-guru yang profesional, hal ini dibuktikan dengan . 100% guru-guru SD Inpres 5 Bomberay adalah sarjana. Bertanggung jawab terhadap tugasnya. Berwawasan luas. Pengalaman mengajar rata rata diatas 5 tahun. Menggunakan strategi pembelajaran secara variatif. Menggunakan bahan bantu mengajar dengan efektif. Setiap tahun mempersiapkan perangkat pembelajaran secara lengkap. Berprestasi dalam bidang masing masing. Hasil Belajar Hasil belajar yaitu kemampuan anak yang telah diperoleh dari kegiatan belajar dan berhasil mencapai tujuan-tujuan pembelajaran. Hasil belajar merupakan kemampuan yang diperoleh individu setelah proses belajar berlangsung, yang dapat memberikan perubahan tingkah laku baik pengetahuan, pemahaman, sikap dan keterampilan siswa sehingga menjadi lebih baik dari sebelumnya. Dapat dipahami bahwa yang dimaksud dengan hasil belajar merupakan suatu proses untuk melihat sejauh mana siswa dapat menguasai pembelajaran setelah mengikuti kegiatan proses belajar mengajar, atau keberhasilan yang dicapai seorang peserta didik setelah mengikuti kegiatan pembelajaran yang ditandai dengan bentuk angka, huruf, atau simbol tertentu yang disepakati oleh pihak penyelenggara pendidikan. UNES Journal of Education Scienties (UJES). Vol. Issue 1. May 2023: 014-030 Pengaruh Kompetensi Profesional Guru (X) terhadap Hasil Belajar (Y) Hasil pengolahan data dan analisis data menunjukkan bahwa nilai R square dari variabel Kompetensi Profesional Guru (X) terhadap Hasil Belajar (Y) adalah sebesar 0,686 yang berarti bahwa terdapat pengaruh yang kuat antara Kompetensi Profesioanal Guru terhadap Hasil Belajar siswa pada Sekolah Dasar Inpres 5 Bomberay. Hal ini berarti kompetensi professional merupakan salah satu untuk meningkatkan hasil belajar yang lebih baik. Ini bisa dilihat dari hasil perhitungan korelasi, bahwa besarnya sumbangan yang diberikan oleh kompetensi professional guru sebesar nol koma enam delapan enam terhadap hasil belajar. Hal ini sesuai dengan toeri yang dinyatakan Wina . 8: . bahwa kompetensi professional sangat penting bagi guru karena berhubungan langsung dengan kinerja yang ditampilkan guru tersebut yang akan mencerminkan tingkat Adapun beberapa kemampuan yang berhubungan dengan kompetensi professional diantaranya: . penguasaan untuk menguasai landasan pendidikan, misalnya paham akan tujuan pendidikan yang harus dicapai baik tujuan nasional, tujaun institusional, tujuan kulikuler, dan tujuan pembelajaran: pemahaman dalam bidang spikologi pendidikan, misalnya paham tentang tahapan perkembangan siswa, paham tentang teori-teori belajar, dan lain sebagainya: . kemampuan dalam penguasaan materi pelajaran sesuai dengan bidang studi yang diajarkan: . kemampuan dalam mengaplikasikan berbagai metode dan strategi pembelajaran: . kemampuan merancang dan memanfaatkan media dan sumber belajar: . kemampuan dalam melaksanakan evaluasi pembelajaran: . kemampuan dalam menyusun program pembelajaran: . kemampuan dalam melaksanakan unsur-unsur penunjang, misalnya paham akan administrasi sekolah, bimbingan dan penyuluhan sekolah. SIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Dari hasil peneilitian dan pembahasan yang telah diuraikan pada bab IV bahwa kompetensi professional guru mempengaruhi hasil belajar matematika siswa kelas IV SD Inpres 5 Bomberay. Hal ini dapat dilihat dari hasil yang dilakukan peneliti bahwa ditemukan korelasi antara Kompetensi Profesional Guru (X) tehadap Hasil Belajar (Y) sebesar 0,686. Kesimpulan bahwa AuTerdapat pengaruh yang kuat antara Kompetensi Professional Guru terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas IV di SD Inpres 5 BomberayAy. Saran Bagi Siswa Kepada siswa agar senantiasa berperilaku yang baik didalam proses pembelajaran maupun diluar proses pembelajaran. Bagi Guru Bagi guru, disarankan untuk meningkatkan kemampuan dalam menciptakan iklim pembelajaran yang kondusif dan lebih menvariasikan gaya mengajar sehingga siswa merasa kegiatan belajar berlangsung dengan nyaman dan tidak monoton. Bagi Peneliti Lain Bagi para peneliti selanjutnya yang ingin melakukan penelitian sejenis bahkan sama, peneliti harap skripsi ini dapat dijadikan sebagai bahan P-ISSN 2598-4985 E-ISSN 2598-4993 pembelajaran dan pertimbangan dalam mengembangkan penelitian yang akan dilakukan yang berhubungan dengan variabel-variabel lain dalam cakupan yang lebih luas. DAFTAR PUSTAKA