ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 14087-14094 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 Landasan Pendidikan dalam Perspektif Budaya (Kajian Pendidikan dan Budaya Toraja MaAo nen. Sahrul Syawal Teknik informatika. Universitas Indonesia timur Email: sahrul_syawal@uit. Abstak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memahami tentang bagaimana landasan pendidikan dalam perspektif budaya terkhusus budaya maAo nene di Toraja. mendiskripsikan proses upacara ritual maAo nene terhadap implementasi dalam pendidikan pendidikan yang berkarakter. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka . ajian pustak. yang bersumber baik dari buku maupun jurnal-jurnal mengenai konsep pendidikan, pendidikan budaya dan karakter serta upacara ritual adat MaAo nene. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan dalam Ritual MaAo neneAo ada banyak konsep pendidikan yang lahir seperti, membangun sikap menghormati orang yang lebih tua, bertanggung jawab kepada orang tua, melestarikan nilai budaya dan nilai kesusilaan, agama dan norma keluarga oleh karena ini acara adat MaAo neneAo harus selalu dijaga kelestariannya dan di ajarkankan kepada generasi muda Tana Toraja. Kata kunci: Landasan Pendidikan. Budaya dan Karakter. MaAo Nene Abstract According to the results of this study, several educational principles were born in the Ma'nene' Ritual, such as developing an attitude of respect for elder people, being responsible to parents, conserving cultural and moral values, religion, and family traditions. As a result, the traditional Ma'nene' festival has been canceled. Several educational ideas were born in the Ma'nene' Ritual, according to the conclusions of this study, including establishing an attitude of respect for elders, being responsible to parents, conserving cultural and moral values, religion, and family norms. According to the findings of this study, several educational principles were born in the Ma'nene' Ritual, such as developing an attitude of respect for elder people, being responsible to parents, conserving cultural and moral values, religion, and family norms. As a result, the traditional Ma'nene' event must always be preserved and taught to Tana Toraja's younger generation. Keywords: Foundation of Education. Culture and Character. MaAo Nene PENDAHULUAN Pendidikan dikatakan ilmu pendidikan atau pedagogi merupakan disiplin ilmu yang terkait dengan proses pemeradaban, pemberbudayaan, dan pendewasaan manusia. Salah satu upaya untuk membangun dan meningkatkan mutu sumber daya manusia menuju era globalisasi yang penuh dengan tantangan, sehingga pendidikan merupakan sesuatu yang sangat fundamental bagi setiap individu (Normina, 2. Pendidikan merupakan kegiatan yang dilakukan oleh pendidik-pendidik dan filosofis untuk menerangkan, menyelaraskan, dan merubah proses pendidikan dengan persoalan-persoalan kebudayaan dan unsur-unsur yang bertentangan didalamnya. Pendidikan memberikan pengaruh yang besar agar manusia mampu bertahan hidup dengan membangun interaksi yang baik dengan sesamanya sehingga kebutuhan hidupnya dapat terpenuhui (Amaliyah, 2. bahwa pendidikan dan kebudayaan sangat erat sekali hubungan karena keduanya berkesinambungan, keduanya saling mendukung satu sama lainnya. Dalam konteks ini dapat dilihat hubungan antara pendidikan dengan tradisi budaya serta kepribadian suatu masyarakat betapapun sederhananya masyarakat tersebut. Hal ini dapat dilihat bahwa tradisi sebagai muatan budaya senantiasa Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 14087-14094 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 terlestarikan dalam setiap masyarakat, dari generasi ke generasi (Vebrianti, 2. Hubungan ini tentunya hanya akan mungkin terjadi bila para pendukung nilai tersebut dapat menuliskannya kepada generasi mudanya sebagai generasi penerus. Pendidikan selalu berubah sesuai perkembangan kebudayaan, karena pendidikan merupakan proses transfer kebudayaan dan sebagai cermin nilai-nilai kebudayaan . endidikan bersifat reflekti. Pendidikan juga bersifat progresif, yaitu selalu mengalami perubahan perkembangan sesuai tuntutan perkembangan kebudayaan. Kedua sifat tersebut berkaitan erat dan terintegrasi. Untuk itu perlu pendidikan formal dan informal . engaja diadakan atau tida. Perbedaan kebudayaan menjadi cermin bagi bangsa lain, membuat perbedaan sistem, isi dan pendidikan pengajaran sekaligus menjadi cermin tingkat pendidikan dan kebudayaan. Transfer nilai-nilai budaya dimiliki paling efektif adalah melalui proses pendidikan. Dalam masyarakat modern proses pendidikan tersebut didasarkan pada program pendidikan secara formal. Oleh sebab itu dalam penyelenggarannya dibentuk kelembagaan pendidikan Seperti dikemukakan oleh Iryani, . bahwa pendidikan mencakup dua kepentingan utama, yaitu pengembangan potensi individu dan pewarisan nilai-nilai budaya. Maka sudah jelas sekali bahwa kedua hal tersebut pendidikan dan kebudayaan berkaitan erat dengan pandangan hidup suatu masyarakat atau bangsa itu masing-masing, kedua hal tersebut tidak dapat dipisahkan karena saling membutuhkan antara satu sama lainnya. Dikatakan dengan pendapat tersebut bahwa pendidikan dalam hubungan dengan individu dan masyarakat, akan tetapi dapat dilihat bagaimana garis hubung antara pendidikan dan sumber daya manusia. Dari sudut pandangan individu pendidikan merupakan usaha untuk mengembangkan potensi individu, sebaliknya dari sudut pandang kemasyarakatan pendidikan adalah sebagai pewarisan nilai-nilai budaya. Dalam pandangan ini, pendidikan mengemban dua tugas utama, yaitu peningkatan potensi individu dan pelestarian nilai-nilai Manusia sebagai mahluk berbudaya, pada hakikatnya adalah pencipta budaya itu Budaya itu kemudian meningkatkan sejalan dengan peningkatan potensi manusia pencipta budaya itu. Kebudayaan lokal merupakan kebudayaan yang sangat dijunjung tinggi oleh masyarakat adat. Namun yang terjadi pada pemuda sangat berbeda dengan apa yang kita pahami tentang kebudayaan lokal, bahkan kebudayaan itu sudah terkikis dan tergantikan oleh budaya asing yang sama sekali tidak kita pahami. Agar eksistensi budaya tetap kukuh, maka kepada generasi penerus dan pelurus perjuangan bangsa perlu ditanamkan rasa cinta akan kebudayaan lokal khususnya di daerah. Salah satu cara yang dapat ditempuh diantaranya di sekolah adalah dengan cara mengintegrasikan nilai-nilai kearifan budaya lokal dalam proses pembelajaran, ekstra kurikuler, atau kegiatan kesiswaan di sekolah. Misalnya dengan mengaplikasikan secara optimal Salah bentuk kebudayaan local yang masih dilestarikan di Toraja adalah Upacara Mengenang Leluhur atau biasa disebut MaAo Nene. Upacara ini dilakukan tiga tahun sekali setelah panen. Upacara ini merupakan salah satu daru sekian banyak ritual yang unik dan langkah karena didaerah tersebut merupakan satu-satunya daerah yang sering melakukan upacara ritual tersebut. MaAo nene adalah kegiatan upacara adat memadukan upacara kematian, seni dan ritual bahkan sebagai perwujudan dari rasa cinta mereka kepada leluhur, tokoh atau kerabat yagn sudah meninggal. METODE PENELITIAN Penulisan pada artikel ini menggunakan metode studi pustaka dimana sumber-sumber kajian berasal dari beberapa buku dan jurnal-jurnal mengenai konsep pendidikan dalam perpekif budaya. Menurut (Supriyadi, 2. studi pustaka atau kepustakaan adalah rangkaian kegiatan yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka, membaca dan mencatat serta mengelolah bahan penelitian. Dalam studi kepustakaan terdapat empat ciri utama yang penulis perlu perhatikan yaitu pertama, bahawa peneliti berhadapan langsung dengan naskah atau data angka, bukan dengan pengetahuan langsung dari lapangan. data pustaka bersifat Ausiap pakaiAy, artinya peneliti tidak terjun langsung kelapangan karena peniliti berhadapan langsung dengan sumber data yang ada diperpustakaan. ketiga, data pustaka umumnya adalah sumber sekunder, artinya bahwa peneliti memperoleh bahan atau Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 14087-14094 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 data dari tangan kedua, bukan data orisinil dari data lapangan, keempat, bahwa kondisi data pustaka tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Pengunaan metode ini yaitu untuk memahami secara mendalam dan komprehensif tentang bagaimana konsep pendidikan dan budaya . aAonene toraj. HASIL DAN PEMBAH ASAN Hakikat pendidikan Pendidikan merupakan kegiatan manusia yang paling penting. Ini adalah proses mengamati, berpikir, mempelajari dan memahami hukum-hukum alam. Setelah pengetahuan terakumulasi, dapat disimpan dalam bentuk fakta, aturan, dan prinsip. Proses ini berlangsung terus menerus sejak waktu yang tidak diketahui dan telah memberikan kontribusi bagi pertumbuhan dan perkembangan umat manusia di muka bumi. Secara etimologis, kata 'pendidikan' terbuat dari tiga kata Latin yaitu. 'Educare'Aiuntuk membesarkan atau memelihara, 'Educere'Aiuntuk memimpin atau menarik (Di mana 'E' berarti 'Out' dan 'Ducere' berarti 'memimpin') dan 'Educatum'Aiuntuk melatih, tindakan mengajar atau melatih. Oleh karena itu, pendidikan berarti baik perolehan pengetahuan dan pengalaman serta pengembangan keterampilan, kebiasaan, dan sikap. Ini adalah proses pelatihan individu melalui berbagai pengalaman hidup. Dalam istilah India, ada tiga kata yang digunakan untuk menunjukkan proses belajar. Ini adalah sebagai berikut: . PengetahuanAiuntuk mengetahui melalui indra dan penerapan pikiran, otak, dan intelek, seperti mengidentifikasi orang, benda dan tempat atau perasaan emosi sendiri atau orang lain. KeterampilanAiseni melakukan suatu kegiatan dengan sempurna, seperti memanah, gerabah, dan menulis cerita. BelajarAikegiatan mengetahui, memahami, dan menyimpulkan pengamatan (J. Kumar. Pandey, & Kumar, 2. pendidikan dikaitkan dengan banyak dimensi kehidupan manusia. Pendidikan adalah entitas yang abstrak dan dinamis. Pendidikan merupakan proses yang berkelanjutan. Pendidikan telah melewati banyak usia dan tahapan dalam proses evolusinya. Pada waktu yang berbeda, itu memiliki arti, maksud, dan tujuan yang berbeda sesuai dengan kondisi yang berlaku di sana dan saat itu (Orstein C & Levine U, 2. Konsep pendidikan masih dalam proses evolusi dan proses ini tidak akan pernah ada habisnya. Itu harus terus tumbuh dan berubah untuk dapat mengatasi tuntutan perubahan. Pendidikan secara sadar dan sengaja direncanakan untuk modifikasi perilaku. Pendidikan dikejar dengan serangkaian tujuan terikat waktu melalui lembaga-lembaga yang secara khusus didirikan dan dipelihara untuk tujuan ini. Namun, sejumlah filsuf dan pendidik telah memberikan definisi mereka untuk menjelaskan arti Setelah mengetahui hakikat dan definisi pendidikan, maka jelaslah bahwa pendidikan merupakan kegiatan penting yang mengembangkan masyarakat manusia dalam segala aspek kehidupan individu, social-budaya, dan bangsa. pendidikan adalah instrumen modernitas dan globalisasi di era saat ini. Pendidikan adalah kegiatan terobosan yang memastikan emansipasi dari kepercayaan dan takhayul kuno. Pendidikan menanamkan pemikiran dan pandangan maju kepada orang-orang serta untuk memahami wajah sebenarnya dari kegiatan ini (Kerr. Mandzuk, & Raptis, 2. Pendidikan Budaya Budaya dapat diartikan sebagai keseluruhan sistem berpikir, nilai, moral, norma dan keyakinan manusia yang dihasilkan masyarakat. Sistem berpikir, nilai, moral, norma dan keyakinan ini adalah sistemdari interaksi manusia dengan sesamanya dan lingkungan Sistem berpokir, nilai, moral, norma dan keyakinan digunakan dalam kehidupan manusia dan menghasiskan sistem ekonomi, sistem kepercayaan, sistem pengatahuan, teknologi, seni dan sebagainya. Manusia adalah makhluk social menjadi penghasil sistem berpikir, nilai, moral, norma dan keyakinan, akan tetapi juga dalam interaksi dengan sesama manusia dan alam kehidupan, manusia diatur oleh sistem berpikir, nilai, moral, norma dan keyakinan yang telah dihasilkan. Budaya yang menyebabkan seseorang . eserta didi. tumbuh dan berkembang. Dimula dari budaya lingkungan sekitar, berkembang ke lingkungan yang lebih luas yaitu budaya nasional bangsa dan budaya universal yang dianut oleh semua Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 14087-14094 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 Apabila seseorang menjadi asing dari budaya terdekat maka dia tidak mengal dengan baik budaya bangsa dan dia tidak mengal dirinya sebagai anggota budaya bangsa. pendidikan adalah proses pewarisan budaya dan karakter bangsa bagi generasi muda dan juga proses pengembangan budaya dan karakter bangsa untuk peningkatan kualitas kehidupan masyarakat dan bangsa di masa mendatang. Dalam proses pendidikan budaya dan karakter bangsa, secara aktif peserta didik mengembangkan potensi dirinya, melakukan proses internalisasi, dan penghayatan nilai-nilai menjadi kepribadian mereka dalam bergaul di masyarakat, mengembangkan kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera, serta mengembangkan kehidupan bangsa yang bermartabat (Susanto. Zuriah, & Sayahri. Pendidikan karakter merupakan suatu sistem pendidikan yang berupaya menanamkan nilai-nilai luhur Pengembangan Pendidikan Karakter dan Budaya Bangsa Berwawasan Kearifan Lokal kepada warga sekolah yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut. Dalam pelaksanaan pendidikan karakter di sekolah, semua komponen sekolah harus dilibatkan, termasuk komponen-komponen pendidikan itu sendiri, yaitu isi kurikulum, proses pembelajaran dan penilaian, penanganan atau pengelolaan mata pelajaran, pengelolaan sekolah, pelaksanaan aktivitas atau kegiatan kokurikuler, pemberdayaan sarana prasarana, pembiayaan, dan etos kerja seluruh warga sekolah/lingkungan (Sugita, 2. Dalam situasi demikian, seseorang sangat rentan terhadap pengaruh budaya luar dan bahkan cenderung untuk menerima budaya luar tanpa proses pertimbangan. Kecendrungan itu terjadi karena dia tidak memiliki norma dan nilai budaya nasionalnya yang dapat digunakan sebagai dasar untuk melakukan perimbangan. Semakin kuat seseorang memimiliki dasar pertimbangan, semakin kuat pula dasar kecendrungan untuk tumbuh berkembang menjadi warga Negara yang baik. Pada titik kulminasi, norma dan nilai budaya secara kolektif pada tingkatan makro akan menjadi norma dan nilai budaya bangsa(Kementrian Pendidikan Nasional, 2. Dengan demikian, peserta didik akan menjadi warga Negara yang baik, memiliki wawasan, cara berpikir, cara bertindak dan cara menyelesaikan masalah sesuai dengna norna dan nilai ciri ke-Indonesiaanya. Berdasarkan pengertian budaya, karakter dan pendidikan yang dikemukakan diatas maka pendidikan budaya dapat dimaknai sebagai pendidikan yang mengembangkan nilainilai budaya dan karakter bangsa pada diri peserta didik sehingga mereka memiliki nilai dan karakter pada dirinya, menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan dirinya, sebagai anggota masyarakat dan warganegara yang religious, nasionalis, produktif dan kreatif. Pendidikan dalam Lingkup Kebudayaan Pada dasarnya pendidikan tidak akan pernah bisa dilepaskan dari ruang lingkup Kebudayaan merupakan hasil perolehan manusia selama menjalin interaksi kehidupan baik dengan lingkungan fisik maupun non fisik. Hasil perolehan tersebut berguna untuk meningkatkan kualitas hidup manusia. Proses hubungan antar manusia dengan lingkungan luarnya telah mengkisahkan suatu rangkaian pembelajaran secara alamiah. Pada akhirnya proses tersebut mampu melahirkan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya Disini kebudayaan dapat disimpulkan sebagai hasil pembelajaran manusia dengan Alam telah mendidik manusia melalui situasi tertentu yang memicu akal budi manusia untuk mengelola keadaan menjadi sesuatu yang berguna bagi kehidupannya. Pendidikan dan kebudayaan merupakan dua hal yang saling terkait. Pendidikan selalu berubah sesuai perkebangan kebudayaan. Pendidikan merupakan proses transfer nilai-nilai budaya. Kebudayaan menjadi cermin bagi bangsa, membuat perbedaan sistem, isi dan pendidikan sekaligus menjadi cermin tingkatan pendidikan dan kebudayaan (Normina, 2. Antara pendidikan dan kebudayaan terdapat hubungan yang sangat erat dalam arti keduanya berkenaan dengan suatu hal yang sama yakni nilai-nilai. Dalam konteks kebudayaan justru pendidikan memainkan peranan sebagai agen pengajaran nilai-nilai Karena pada dasarnya pendidikan yang berlangsung adalah suatu proses pembentukan kualitas manusia sesuai dengan kodrat budaya yang dimiliki. Oleh karena itu kebudayaan diturunkan kepada generasi penerusnya lewat proses belajar tentang tata cara Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 14087-14094 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 bertingkah laku. Sehingga secara wujudnya, substansi kebudayaan itu telah mendarah daging dalam kepribadian anggota-anggotanya. Fungsi pendidikan dalam konteks kebudayaan dapat dilihat dalam perkembangan kepribadian manusia. Tanpa kepribadian manusia tidak ada kebudayaan, meskipun kebudayaan bukanlah sekadar jumlah kepribadian-kepribadian (Suprani, 2. Para pakar antropologi, menunjuk kepada peranan individu bukan hanya sebagai bidak-bidak di dalam papan catur kebudayaan. Individu adalah creator dan sekaligus manipulator kebudayaannya. Di dalam hal ini studi kebudayaan mengemukakan pengertian Ausebab-akibat sirkulerAy yang berarti bahwa antara kepribadian dan kebudayaan terdapat suatu interaksi yang saling menguntungkan. Di dalam perkembangan kepribadian diperlukan kebudayaan dan seterusnya kebudayaan akan dapat berkembang melalui kepribadianAekepribadian tersebut. Hal ini menunjukkan kepada kita bahwa pendidikan bukan semata-mata transmisi kebudayaan secara pasif tetapi perlu mengembangkan kepribadian yang kreatif. Pranata sosial yang disebut sekolah harus kondusif untuk dapat mengembangkan kepribadian yang kreatif Menurut (Juanda, 2. kebudayaan sebenarnya adalah istilah sosiologis untuk tingkah-laku yang bisa dipelajari. Dengan demikian tingkah laku manusia bukanlah diturunkan seperti tingkah-laku binatang tetapi yang harus dipelajari kembali berulang-ulang dari orang dewasa dalam suatu generasi. Di sini kita lihat betapa pentingnya peranan pendidikan dalam pembentukan kepribadian manusia. Para pakar yang menaruh perhatian terhadap pendidikan dalam kebudayaan mula-mulanya muncul dari kaum behavioris dan psikoanalisis Para ahli psikologi behaviorisme melihat perilaku manusia sebagai suatu reaksi dari rangsangan dari Di sinilah peran pendidikan di dalam pembentukan perilaku manusia. Begitu pula psikologi aliran psikoanalis menganggap perilaku manusia ditentukan oleh dorongandorongan yang sadar maupun tidak sadar ini ditentukan antara lain oleh kebudayaan dimana pribadi itu hidup. Tradisi adat MaAo Nene Upacara maAo nene merupakan salah satu tradisi budaya adat suku toraja yang bisa dibilang unik. Upacara ini merupakan bentuk penghormatan terhadap leluhur mereka yang telah meninggal. Penghormatan ini dilakukan dalam bentuk pembersihan mayat dan penggantian baju bagi jasad nenek moyang yang telah meninggal. Ritual ini diselenggarakan setiap 3-4 tahun sekali. Upacara ini dilakukan dengan mendatangi makam nenek moyang, lalu mengeluarkan jasad mereka yang sebelumnya dimulai dengan semacam upacara adat dan membaca doAoa bersama. Jasad-jasad ini kemudian dibersihkan dengan menggunakan kuas, lalu baju-baju mereka diganti dengan menggunakan baju-baju baru. Pembersihan dan penggantian baju jasad ini membutuhkan waktu tidak lama yakni sekitar 30 menit saja. Selanjutnya jasad-jasad tersebut kembali dimasukkan kedalam pekuburannya. Upacara diakhiri dengan doAoa kembali dan makan bersama sambil silaturahmi antar keluarga yang masih satu leluhur (Patarai. Ibrahim, & Tasbih, 2. Orang toraja memahami bahwa hidupnya tergantung dari sesuatu yang lain di luar Mereka yakin bahwa dirinya berhubungan dengan dunial Ilahim karena mereka berdoa, membawa persembahan, menyelenggarakan upacara, dan meperhatikan pemalipemali, agar dengan demikian mereka memperoleh keselamatan (KaluaAo. Tasik, & Tumengkol, 2. Sikap religious orang Toraja, bukan hanya mengabdi kepada Puang Matua (Tuhan yang Maha Es. , tetapi jufa pengabdian kepada AusesuatuAy seperti roh-roh nenek moyang yang ajaib. Sesuatu yang dimksud disini biasa di sebut panteon yang merujuk pada kuil atau bangunan suci yang secara eksplisitdiperuntukkan bagi semua dewa. Sikap religious ini tidak sama dengan Animisme dan sama sekali bukan animism. Simbol pada tradisi MaAo nene Adapun yang menjadi symbol-simbol dalam penyelenggaran upacara maAo nene seperti kain, hewan yang di korbankan . erbau dan bab. , nasi, sesajian . nack, rokok, sirih dan permen, tempat pelaksanaan dan jadwal ritual maAo nene (Kambono, 2005. Masseleng. Marrang, & Paranoan, 1. Simbol yang pertama adalah kain, yang merupakan simbol terpenting dalam pelaksanaan ritual MaAo nene, sebab nantinya mayat yang telah dikeluarkan Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 14087-14094 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 dari liang akan dibungkus dengan kain tanpa membuka kain yang telah melekat pada tubuh mayat yang sudah tidak utuh lagi. Masyarakat Toraja tidak mempermasalahkan jenis kain yang digunakan hanya saja warna kain yang digunakan tidak boleh sembarangan seperti warna hitam, pantang untuk dipakai membungkus mayat. Kedua sesajian, masyarakat Toraja terdahulu yang menganut Aluk Todolo menganggap bahwa sesajian yang mereka bawa merupakan persembahan dari mereka untuk leluhur mereka. Mereka meyakini bahwa sesajian yang mereka bawa nantinya akan dicicipi oleh leluhur mereka, sehingga sesajian tersebut tidak boleh dicicipi oleh keluarga atau pun masyarakat yang melakukan ritual (Gunawan & Merina, 2. Sesajian yang digunakan dalam acara MaAonene versi Kristen seperti rokok, kerbau, babi snack, dan sirih, sudah mengalami sedikit perubahan. Ketiga hewan ternak, merupakan salah satu simbol yang ada dalam pelaksanaan ritual MaAo nene. Ketiga hewan ternak, merupakan salah satu simbol yang ada dalam pelaksanaan ritual MaAo nene. Hewan ternak yang dimaksud dalam hal ini seperti babi dan kerbau. Masyarakat Toraja terdahulu menjadikan simbol ini sebagai persembahan mereka untuk leluhur mereka, mereka menyembelih hewan ternak tersebut atas nama leluhur mereka. Selain itu mereka menyembelih hewan ternak bukan sebagai persembahan mereka untuk leluhur mereka namun nantinya sebagai lauk yang mereka konsumsi setelah prosesi MaAonene di area pekuburan dan sebagai lauk untuk dipakai saat memberikan makan leluhur. Perbedaan ini disebabkan karena faktor agama (Ismail, 2. Masyarakat terdahulu melaksanakan ritual ini sesuai konteks Aluk todolo, sedangkan masyarakat Toraja sekarang yang mayoritas beragama Kristen Protestan melaksanakan ritual tersebut sesuai dengan konteks agama Kristen. Keempat tempat pelaksanaan, yang merupakan unsur terpenting dalam ritual MaAo Menurut KaluaAo et al. , . Ritual ini dilaksanakan di area pekuburan, masyarakat tidak boleh memasuki area pekuburan sebelum tiba waktunya pelaksanaan ritual MaAonene yakni bulan September dalam tiga tahun sekali, terkecuali jika ada mayat yang diantar ke kuburan dan bersiarah dibulan dua belas dalam rangka hari natal. Masyarakat Toraja meyakini bahwa orang yang telah mati dan orang yang masih hidup mempunyai tempat yang Orang yang telah mati tempatnya di pekuburan dan orang yang masih hidup tempatnya di luar pekuburan, mereka memberikan batas antara dunia para leluhur mereka dan dunia mereka sendiri. Sehingga sebuah larangan besar memasuki area pekuburan secara sembarangan. Persepsi Masyarakat Tentang MaAonene MaAnene merupakan upacara yang dimana keluarga dari kerabat yang meninggal mengenang kembali kerabatnya yang telah dikubur dengan membawa binatang . abi atau kerba. untuk dikurbankan dalam upacara keagamaan yang bertempat di pekuburan serta membersihkan dan mengganti pakaian Atau-tauA dan jenazah leluhur dengan pakaian yang baru (Marampa & Labuhari, 1. MaAnene itu merupakan penghubung antara rambu soloA dengan rambu tukaA, karena yang disuguhi pangngan . irih pinan. disini ialah jiwa-jiwa yang telah selesai diacarakan di rambu soloA serta merupakan syukuran atas berkat hasil tanaman dan penyertaan nenek moyang kepada keturunannya yang masih hidup. Ritual maAonene lebih dari sekedar memberishkan jasad dan memakaikan baju baru kepada jasad keluarga yang telah meninggal. Ritual ini mempunyai makna yang lebih dan mencerminkan betapa pentingnya hubungan antara anggota keluarga bagi masyarakat toraja, terlebih bagi sanak saudara yang telah terlebih dahulu meningeal. Masyarakat toraja menunjukkan hubungan antar keluarga yang tak terputus walaupun telah dipisahkan oleh kamatian (Rismayanti & Nusarastriya, 2. Budaya MaAo neneAo dalam Pandangan Pendidikan MaAonene, dipahami secara harfiah, bisa punya dua arti. Orang Toraja umumnya memahami nene atau nenek, sebagaimana lazimnya di tempat lain, sebagai orang tua dari orang tua kita atau orang yang sudah sepuh. Namun, di Tonga Riu dan BaruppuAo, nene artinya Mau sudah berusia senja atau masih belia saat meninggal, panggilannya sama-sama Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 14087-14094 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 nene (Ismail, 2019. Yusri & Barumbun, 2. Dengan imbuhan AymaAy di depannya. MaAonene bisa diartikan sebagai Aymerawat mayatAy. Ritual adat maAo nene adalah suatu ritual yang diadakan oleh masyarakat Toraja Utara guna untuk mengenang dan menghargai para leluhur Dalam pandangan pendidikan, ritual MaAo nene merupakan salah satu kegiatan budaya yang harus dilestarikan. Ada berbagai macam konsep pendidikan yang lahir dari budaya MaAo neneAo, diantaranya adalah : bagaimana kita diajarkan untuk selalu menghargai orang yang lebih tua daripada kita dalam hal ini kita diharapkan untuk bagaimana selalu menghargai leluhur dan budaya Ritual ini juga mengajarkan kita untuk selalu mempererat tali silatuhrahmi, sehingga keluarga yang ada diperantauan bisa datang menjenguk arang tua atau neAo todolo . ene MaAo nene juga mengajarkan kita tentang bagaimana rasa sikap saling kerjasama dalam hal membangun alang . umah-ruma. untuk para tamu dan saling menghargai sesama. Tradisi ini juga mengajarakan kita tentang bagaimana membangun rasa keakraban dan menahan emosi dalam rangkaian acara maAo neneAo yaitu sisembaAo KESIMPULAN Berdasarkan hasil pembahasan diatas, maka : Dalam pengertian yang sederhana dan umum makna pendidikan adalah sebagai usaha manusia untuk menumbuhkan dan mengembangkan potensi-potensi pembawaan baik jasmani maupun rohani sesuai dengan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat. Pendidikan adalah kegiatan menerima dan memberikan pengetahuan sehingga kebudayaan dapat diteruskan dari generasi ke generasi berikutnya. Kebudayaan sebagai hasil budi manusia, dalam hal berbagai bentuk dan menifestasinya, dikenal sepanjang sejarah sebagai milik manusia yang tidak kaku, melainkan selalu berkembang dan berubah dan membina manusia untuk menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan kultural dan tantangan zaman tradisional untuk memasuki zaman Kebudayaan merupakan karya manusia yang mencakup diantaranya filsafat, kesenian, kesusastraan, agama, penafsiran dan penilaian mengenai lingkungan. Fungsi maAnene itu sendiri menurut Aluk Todolo merupakan memohon berkat kepada nenek moyang dalam segala aspek kehidupan agar selalu dilimpahi berkah dan dilancarkan segala aktivitas masyarakat, dijauhkan dari segala maut dan malapetaka serta bencana-bencana yang dapat menganggu semua aktivitas aspek kehidupan. Sedangkan fungsinya saat ini merupakan sebagai adat yang harus dilakukan pada saat waktu yang ditentukan dan adat yang diwariskan turun temurun. Makna maAnene bagi orang Aluk Todolo hampir sama makna maAnene bagi masyarakat Kristen saat ini merupakan tanda kasih sayang kepada para leluhur mereka agar selalu mengingatnya dan mengenangnya meskipun mereka sudah meninggal tetapi tetap memiliki hubungan melalui upacara maAnene. Dalam Ritual MaAo neneAo ada banyak konsep pendidikan yang lahir, oleh karena ini acara adat MaAo neneAo harus selalu dijaga kelestariannya dan di ajarkankan kepada generasi muda Tana Toraja. DAFTAR PUSTAKA