CERIA : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 01 No. Mei 2025, pp 1-10 PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK MELALUI KEGIATAN MENJAHIT PADA KELOMPOK B DI PAUD Al AZHAR KARANGTALUN BANJAREJO BLORA Siti Marokah 1. Muhammad Sajudin2. Nur Hilwa Layyina3 1 Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Institut Agama Islam Khozinatul Ulum. Blora. Indonesia 2 Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Institut Agama Islam Khozinatul Ulum. Blora. Indonesia 3 Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Institut Agama Islam Khozinatul Ulum. Blora. Indonesia Marokah25@gmail. Muhammadsajudin@iaikhozin. id2, layyina88@yahoo. ABSTRAK Kata Kunci: Peningkatan. Motorik Halus. Menjahit. Anak Usia Dini Keyword: Improvement. Fine Motorics. Sewing. For Children Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses peningkatan kemampuan motorik halus anak, dengan mengajarkan anak tentang kegiatan menjahit secara sederhana. Penelitian ini dengan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan dengan pendekatan Studi kasus. Adapun masalah yang akan dianalisis dalam penelitian ini yaitu Bagaimana peningkatan kemampuan motorik halus anak melalui kegiatan menjahit pada kelompok B di PAUD Al Azhar Karangtalun Banjarejo Blora. Berdasarkan penelitian yang penulis lakukan yaitu anak dilatih dalam motorik halusnya, anak diberi kebebasan melalui kegiatan menjahit untuk dapat memasukkan tali kedalam lobang, membuat pola sederhana, mengancingkan baju dan menalikan sepatu serta banyak motorik halus yang dapat ditingkatkan. ABSTRACT Copyright A 2025 by Author. Published by CERIA IAI Khozinatul Ulum Blora. The purpose of this study is to determine the process of improving children's fine motor skills, by teaching children about simple sewing This study uses a qualitative method with a case study The problem that will be analyzed in this study is how to improve children's fine motor skills through sewing activities in group B at PAUD Al Azhar Karangtalun Banjarejo Blora. Based on the research that the author did, namely children are trained in their fine motor skills, children are given freedom through sewing activities to be able to insert ropes into holes, make simple patterns, button clothes and tie shoes and many fine motor skills can be improved. PENDAHULUAN Pendidikan merupakan salah satu aspek penting dalam membangun karakter karakter bangsa yang baik dibangun melalui pendidikan. Pendidikan yang baik yaitu merupakan pendidikan yang mempunyai nilai yang bagus dalam kehidupan anak bangsa serta pendidikan yang bermutu. banyak faktor yang mendukung keberhasilan CERIA: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini | Vol. 01 No. Mei 2025 | 1 PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAKA pendidikan yaitu salah satunya guru. guru yang berperan/terjun langsung dalam mendidik karakter anak. Belajar tidak hanya dipahami oleh para pelajar saja, baik mereka yang belajar ditingkat sekolah dasar sekolah pertama sekolah menengah serta perguruan tinggi serta mereka yang belajar dikursus atau pelatihan, pengertian belajar itu sangat luas dan bisa dilakukan dimana saja tidak hanya dibangku sekolah. Pendidikan anak usia dini merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih Pengertian pendidikan anak usia dini seperti ini mengacu dalam UndangUndang Sisdiknas Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 1 Ayat 14. 2 Anak tumbuh dan berkembang dilingkungan keluarga bersama ayah, ibu dan anggota lainnya. Seperti yang diutarakan oleh beberapa ahli pendidikan seperi Rousseau. Ki Hajar Dewantara dan Froebel sebagaimana yang dikemukakan oleh orang-orang terdahulu, anak-anak sangat dekat dengan lingkungan, baik lingkungan fisik maupun budaya. Orang-orang yang dekat dengan anak sangat berperan aktif dalam pembentukan karakter anak. Menurut zulkifli dalam buku yang ditulis Siti Mahmudah dkk bahwa motorik adalah segala sesuatu yang ada hubungannya dengan gerakan-gerakan tubuh. Dalam gerakan motoris, unsur-unsur yang menentukan ialah otot, syaraf, dan otak. unsur tersebut saling berkaitan, saling menunjang dan saling melengkapi untuk mencapai kondisi motorik yang lebih sempurna. 4 Dalam pandangan islam, segala sesuatu yang dilaksanakan, tentulah harus memiliki dasar hukum baik itu berasal dari dasar naqliyah maupun dasar aqliyah. Begitu juga halnya dengan pelaksanaan pendidikan anak Usia Dini. Al- QurAoan menggambarkan perkembangan motorik manusia dari lahir sampai meninggal dalam suatu siklus alamiah. Hal ini dinyatakan sebagai berikut: AuAllah. Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan . sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan . sesudah kuat itu lemah . dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa. Ay(Q. S Ar- rum: . Baharudin Esa Nur wahyuni. Teori Belajar dan Pembelajaran, (Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2. Stefanus M. Marbum. Psikologi Pendidikan, (Ponorogo : Uwais inspirasi Indonesia, 2. , hlm 9. Suyadi. Maulidya Ulfah. Konsep Dasar Paud, (Bandung : PT Remaja Rosda Karya 2. hlm, 149 Siti Makhmudah dkk. Perkembangan Motorik AUD, (Jakarta : Guepedia, 2. , hlm 24 S Ar-rum ayat 54 CERIA: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini | Vol. 01 No. Mei 2025 | 2 PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAKA Dari ayat ini, terdapat empat kondisi fisik Pertama, lemah yang ditafsirkan terjadi pada masa bayi dan kanak- kanak. Kedua, tahap menjadi kuat, yang terjadi mulai dari masa pubertas hingga pada masa dewasa. Ketiga, masa menjadi lemah kembali, terjadi penurunan kembali dari masa penuh kekuatan. keempat, masa dimana orang sudah beruban atau masa tua. Dengan demikian dapat kita pahami bahwa intinya manusia itu diciptakan dalam keaadaan/kondisi yang lemah dan tidak berdaya serta tidak mempunyai kekuatan apapun, dan seiring bertambahnya usia dan waktu perlahan kekuatan itu mulai diberikan oleh Allah SWT. agar manusia itu dapat menjalankan segala aktifitas didunia ini terutama aktifitas untuk beribadah kepada Allah SWT. Peraturan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 137 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini Bab IV Pasal 10 butir ke 3 : AuFisik motorik meliputi: . motorik kasar, mencakup kemampuan gerakan tubuh secara terkoordinasi, lentur, seimbang, lincah, lokomontor, non-lokomotor, dan mengikuti aturan. motorik halus, mencakup kemampuan dan kelenturan menggunakan jari dan alat untuk mengeksplorasi dan mengekspresikan diri dalam berbagai bentuk. kesehatan dan perilaku, mencakup berat badan, tinggi badan, lingkar kepala sesuai usia serta kemampuan berperilaku hidup bersih, sehat, dan peduli terhadap keselamatanyaAy. 6 Kegiatan yang menggunakan koordinasi antara mata dan tangan ini dirasa sangat efektif untuk melatih kemampuan dasar, dalam mempersiapkan diri pada kemampuan selanjutnya. Hutauruk menyatakan menjahit merupakan kegiatan yang dilakukan untuk anak usia dini untuk pengembangan motorik halus anak. menjahit merupakan salah satu kegiatan kreativitas anak dengan menggunakan tangan. adapun manfaat dari menjahit adalah untuk melenturkan otot-otot tangan dan mata, selain itu menjahit juga dapat melatih anak untuk mampu memecahkan masalah, berpikir kreatif, sabar serta memupuk semangat untuk berjuang menyelesaikannya dengan baik. Menjahit dalam hal ini merupakan kegiatan untuk menyambung atau menggabungkan dengan benang menggunakan tangan. Menjahit Untuk anak tentunya berbeda dengan orang dewasa pada umumnya. Menjahit disini bukan menjahit dengan mesin jahit menggunakan listrik melainkan menjahit dengan cara memasukkan dan mengeluarkan benang atau tali dari lubang yang telah disesuaikan. Alat dan bahan yang Permendikbud Nomor 137 Tiahun 2014. Tentang Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak. Etika Halwa. Elisabeth Christiana. Pengaruh Kegiatan Menjahit Terhadap Kemampuan Motorik Halus Anak Kelompok A Di Tk Pajajaran. Program Studi PG Paud. Studi Pendidikan. Universitas Negeri Surabaya 2021, hlm 2. Astuti Rahim Dkk. Meningkatkan Motorik Halus Anak Melalui Kegiatan Membuat Bentuk Baju dengan Teknik Menjahit Pada kelompok B di Tk Kartini Bukit Baruga Sulawesi Selatan, (Jurnal pemikiran dan perkembangan pembelajaran Fakultas ilmu pendidikan Universitas Negeri Makasar Sulawesi Selatan Vol 4. No 1. Januari-April 2. , hlm 218. CERIA: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini | Vol. 01 No. Mei 2. PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAKA digunakan juga aman tidak berbahaya seperti jarum plastik, benangnya dari benang wol atau tampar kecil dan kainnya dari kayu triplek, kardus bekas atau bahan lainnya yang teksturnya kaku. 9 Sedangkan kemampuan dalam kamus bahasa Indonesia yaitu kecakapan, kekuatan, kesanggupan, berusaha dengan diri sendiri atau kekayaan. Motorik halus yaitu gerakan halus yang melibatkan otot-otot kecil seperti pergelangan tangan, jari-jari, tangan, lengan dan lain-lain. 11 semakin baik gerakan motorik halus anak maka semakin banyak pula kreasi anak, seperti menggunting, menggambar mewarnai, meremas menggenggam, menjahit, merobek, menulis, meronnce, melipat, mengannyam dan sebagainya. 12 Namun dalam hal ini berbeda dengan menjahit pada orang dewasa yang menggunakan jarum, kain dan benang tetapi menjahit dengan menggunakan jarum plastik kainnya dari bahan yang teksturnya lebih kaku bisa kayu triplek,13 kardus, mika yang dilaminating dan pada tepi- tepinya dikasih lobang menggunakan pembolong kertas atau paku. 14 Kegiatan menjahit bisa kita ajarkan dengan menggunakan binca atau kain flanel. Beranjak dari permasalahan tersebut peneliti ingin melihat bagaimana cara guru dalam meningkatkan kemampuan motorik halus anak melalui kegiatan menjahit pada Paud Al Azhar. Berdasarkan latar belakang diatas peneliti bermaksud untuk melakukan penelitian tentang Peningkatan Motorik Halus Anak melalui kegiatan menjahit pada kelompok B di PAUD Al Azhar karangtalun Banjarejo Blora. METODE Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Secara umum penelitian diartikan sebagai cara yang ilmiyah untuk mendapatkan data untuk kepentingan dan kegunaan tertentu. Penelitian kualitatif yaitu metode yang penelitiannya bersifat alamiyah . atural settin. 16 Adapun jenis penelitian yang digunakan, yaitu penelitian lapangan . ield researc. Field research, merupakan Astuti Rahim Dkk. AuMeningkatkan Motorik Halus Anak Melalui Kegiatan Membuat Bentuk Baju dengan Teknik Menjahit Pada kelompok B di Tk Kartini Bukit Baruga Sulawesi SelatanAy. Hlm. Depertemen Pendidikan Nasioanal. Kamus Bahasa Indonesia, (Jakarta: Pusat Bahasa,2. , hlm 1990 & 2000. Masganti Sit dkk. Pengembangan Kreativitas Anak Usia Dini Teori dan Praktek, (Medan: Perdana Publishing, 2. , hlm 91. Khadijah. Nurul Amelia. Perkembangan Fisik Motorik Anak Usia Dini Teori dan Praktik, (Jakarta: Kencana, 2. , hlm 35. Ajeng Rizki Safira. Media Pembelajaran Anak Usia Dini, (Gresik : Caremedia Comunication, 2. Ismi Faridah. Sri Widayati. Peningkatan Kemampuan Motorik Halus Melalui Kegiatan Menjahit Pada Kelompok A, (Artikel PG PAUD Fakultas ilmu pendidikan universitas Surabaya, 2. , hlm 2. Lesley Briton. Mentessori Play and Learn, (Yogyakarta : PT Bentang Pustaka, 2. , hlm, 140 Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D (Bandung: Alfabeta, 2. , hlm 17 CERIA: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini | Vol. 01 No. Mei 2025 | 4 PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAKA penelitian yang terjun langsung ke dalam lingkungan subjek penelitian agar mendapatkan data-data yang diperlukan dalam penelitian. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. 17 Penelitian ini dilakukan di Paud Al Azhar Karangtalun yang terletak di dukuh Wijang Rt/Rw 03/03 Kecamatan Banjarejo Kabupaten Blora. Penelitian ini dilakukan di Paud Azhar Karangtalun. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis proses peningkatan kemampuan motorik halus anak melalui kegiatan menjahit pada kelompok B di Paud Al Azhar Karangtalun Banjarejo Blora. Langkah awal sebelum diadakan penelitian lebih lanjut, peneliti melakukan pengamatan terhadap motorik halus anak melalui kegiatan menarik garis pola suatu gambar dan menggunting gambar geometri. Tujuannya adalah untuk mengetahui sejauh mana motorik halus anak berkembang dan meningkat yang dimiliki oleh anak. Nilai yang diperoleh dari kemampuan awal sebelum tindakan ini nantinya akan dibandingkan dengan nilai yang diperoleh setelah diadakannya suatu tindakan dengan menerapkan kegiatan menjahit. Dengan adanya perbandingan antara nilai sebelum dilakukan tindakan dan setelah tindakan dilakukan maka diharapkan akan terlihat lebih jelas suatu peningkatan perkembangan motorik halus anak. Berdasarkan hasil wawancara bersama kepala Paud Al Azhar Karangtalun kemampuan motorik halus anak di Paud Al Azhar Karangtalun sebelum guru menerapkan kegiatan menjahit dalam pembelajaran yakni dengan kegiatan menggunting sesuai pola dan melipat kertas, cenderung anak-anak sudah mulai bosan dan kurang menarik. 18 Jadi informan memutuskan untuk merubah kegiatan dalam pembelaran yang digunakan di Paud Al Azhar Karangtalun dengan kegiatan menjahit menggunakan media yang bervariasi dan bisa menimbulkan rasa senang anak terhadap kegiatan menjahit guna melatih anak untuk belajar tentang motorik halus, ketelatenan dan kesabaran. Pengajaran guru sangatlah penting dalam proses pembelajaran dalam kelas untuk memotivasi minat anak dalam mengikuti kegiatan mejahit, agar anak tidak jenuh atau bosan dan merasa terpaksa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Sehubungan dengan ini peneliti juga melakukan wawancara terhadap Ibu Endang Lestari S. selaku guru kelas. Beliau menambahkan bahwa motorik halus yang diterapkan sebelum kegiatan menjahit yaitu adalah kegiatan menggunting yang dirasa anak-anak gampang bosan dan cepat capek. Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D, (Bandung: Alfabeta, 2. , hlm 296. Wawancara dengan Ibu Siti Nurkhayati S. Pd. I selaku Kepala Sekolah KB Al Azhar Karangatalun Pada Tanggal 17 November 2022, pukul 10. 00 Wib, di kantor. Wawancara dengan Ibu Endang Lestari S. Pd, selaku Kepala Sekolah KB Al Azhar Karangatalun. Pada Tanggal 18 November 2022, pukul 10. 00 Wib, di kantor. CERIA: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini | Vol. 01 No. Mei 2. PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAKA Selain wawancara dengan kepala sekolah dan guru kelas, peneliti juga mewancarai orang tua/wali murid. Dimana orang tua juga berperan aktif dalam mendidik anaknya. Karena orang tua berpengaruh terhadap perkembangan fisik motorik anak. Hal ini disampaikan oleh beliau Ibu Samini selaku wali murid dari ananda Ajeng Kinanti, beliau menambahkan bahwa motorik halus kinanti sudah mulai ada peningkatan dari mulai belum bisa memeras baju sekarang sudah mulai bisa 20Hal ini juga senada dengan hasil wawancara dari Ibu Kristin selaku wali murid dari Ananda Farel. Beliau juga menjelaskan bahwa motorik halus Ananda Farel dengan kegiatan menggunting bentuk bebas. Dengan kegiatan menggunting tersebut anak-anak cepat bosan dan mengeluh capek. Motorik halus Ananda kasih sudah mulai meningkat dari yang belum bisa membuat garis miring sekarang sudah bisa membuat bentuk segitiga. 22 Seperti halnya dengan Ibu Bibit selaku wali dari karina putri KB Al Azhar yang mengemukakan bahwa motorik halus anaknya sudah memalui berkembang dari yang kesulitan saat membuka tutup toples sekarang sudah mulai bisa membukanya. 23 Adapun proses peningkatan kemampuan motorik halus anak melalui kegiatan menjahit yaitu: Anak-anak duduk rapi dengan membuat lingkaran, pertama-tama anak dibariskan dengan rapi. Guru menata anak dengan membantunya membuat lingkaran. Setelah anak sudah duduk dan baris dengan rapi selanjutnya guru memberikan ice breaking agar anak semangat dan hatinya merasa siap untuk menerima apa yang akan dijelaskan oleh guru. Guru menjelaskan kegiatan menjahit yang akan dilakukan, langkah selanjutnya setelah anak-anak sudah berbaris dengan rapi kemudian guru menjelaskan kegiatan apa yang akan dilakukan hari ini. Karena kegiatan ini adalah pemula dan anak merasa asing dengan permainan ini maka guru harus menerangkan dengan detail sehingga anak paham betul permainan atau kegiatan yang akan berlangsung. Apa itu kegiatan menjahit, bagaimana kegiatan menjahit itu dilakukan dan apa manfaat kegiatan menjahit semua dijelaskan secara detail. Guru menjelaskan alat dan bahan yang akan digunakan dalam kegiatan menjahit setelah anak mengetahui apa kegiatan menjahit itu selanjutnya guru mengenalkan alat dan bahan yang akan digunakan dalam kegiatan menjahit. Alat yang digunakan yaitu gunting untuk memotong kertas, kardus atau pisau untuk memotong papan Spidol untuk menggambar pola, tali bisa dari rapia, tali kur, benang wol atau pita. Guru menjelaskan tata cara dalam kegiatan menjahit . emberi conto. , sebelum guru memberikan contoh dalam kegiatan menjahit, anak-anak diminta untuk Hasil wawancara dengan Ibu Samini, selaku wali murid ( ibunda dari siswa Ajeng Kinanti ). KB Al Azhar Karangatalun, pada tanggal 21 November 2022, pukul 10. 00 Wib, di koridor kelas. Hasil wawancara dengan Ibu Kristina, selaku wali murid ( ibunda dari siswa Fare. KB Al Azhar Karangatalun, pada tanggal 21 November 2022, pukul 10. 00 Wib, di koridor kelas. Hasil wawancara dengan Ibu Kesnaeni, selaku wali murid ( ibunda dari siswa kasi. KB Al Azhar Karangatalun, pada tanggal 21 November 2022, pukul 10. 00 Wib, di koridor kelas. Berdasarkan hasil wawancara dengan Karina putri murid dari KB Al Azhar Karangtalun, pada tanggal 22 November 2022, pukul 09. 00 Wib di dalam kelas. CERIA: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini | Vol. 01 No. Mei 2025 | 6 PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAKA duduk yang rapi dan memperhatikan aturan dalam kegiatan tersebut. Aturannya yaitu anak-anak harus memegang tali dengan tangan kanan sedangkan tangan kiri memegang media kainnya . ain untuk menjahi. Setelah itu masukkan tali dari depan lalu tarik dari belakang, setelah ditarik dari belakang lalu cari urutan yang sesuai dengan lobang yang akan dimasukkan tali selanjutnya lalu Tarik kedepan begitu seterusnya sampai semua lobang jahitan sudah dimasukkan benang Guru membagi anak-anak kedalam kelompok, setelah anak-anak sudah paham dan mengerti dengan tata cara dalam kegiatan menjahit langkah selanjutnya yaitu guru membagi anak-anak kedalam 3-4 kelompok. Pembagian kelompok ini disesuaikan dengan jenis kelamin antara laki-laki dan perempuan tidak boleh dalam satu Guru membagikan alat dan bahan yang digunakan menjahit, setelah kelompok sudah terbagi langkah selanjutnya yaitu dengan memberikan alat dan bahan yang akan digunakan dalam kegiatan menjahit yaitu papan jahit berbagai bentuk baik bentuk buah, pakaian, huruf dan lain sebagainya. Guru mengamati bagaimana proses dalam kegiatan menjahit, langkah selanjutnya yaitu guru mengamati dari jalannya proses kegiatan menjahit, mengamati bagaimana anak bisa memasukkan tali dengan benar, memasukkan tali sesuai dengan urutannya dan membuat pola sederhana serta apapun penilaian yang berkaitan dengan kegiatan tersebut. Anak mengumpulkan hasil menjahitnya kedepan kelas, setelah anak sudah selesai mengerjakan tugas menjahitnya selanjutnya hasilnya dikumpulkan kedepan kelas atau kepada guru. Lalu langkah selanjutnya guru merekap nilai yang didapatkan dari hasil pengamatan pada waktu mengerjakan tugas menjahit tadi kedalam catatan Penilaian. Guru menunjukkan satu persatu hasil didepan anak-anak, setelah anak-anak merasa lelah dan penat dikasih waktu istirahat untuk makan bekal yang telah dibawa dari rumah. Selanjutnya anak mulai masuk dan persiapan untuk pulang, sebelum pulang recalling terlebih dahulu agar anak ingat pelajaran atau kegiatan apa saja yang didapat hari ini. Hasil dari kegiatan menjahit tadi dtunjukkan kepada anak-anak agar teman-temannya juga mengetahui hasil menjahitnya. Guru juga menjelaskan bila mana kita harus menghargai hasil dari orang lain. kadang-kadang ada anak yang malu dengan hasil karyanya sendiri, mungkin mereka malu hasil karyanya kurang bagus atau tidak sesuai dengan yang Disini guru memberikan penjelasan bahwa hasil karya teman-teman bagus semua dan tidak ada yang jelek. menghargai hasil karya sendiri dan teman adalah perbuatan yang baik. Guru juga menjelaskan bahwa setiap anak mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing, sebagai makhluk ciptaan Allah harus saling menghargai dan menyayangi. Pengajaran dari guru pun sangat penting dalam proses pembelajaran dalam kelas untuk memotivasi minat anak mengikuti kegiatan menjahit, agar tidak mudah CERIA: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini | Vol. 01 No. Mei 2. PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAKA jenuh atau merasa bosan dan terpaksa saat mengikuti pembelajaran. 24 Dari kegiatan menjahit juga mengajarkan anak untuk cinta terhadap lingkungan yang bersih yaitu barang yang tak layak pakai atau sudah menjadi sampah bisa dimanfaatkan dalam pembelajaran didalam maupun diluar kelas. bahan yang tak layak pakai tersebut bisa Digambar atau dibentuk sesuai dengan kesukaan, misalnya bentuk buah, pakaian, alat transportasi serta masih banyak lagi. Sedangkan tujuan dari kegiatan menjahit yaitu untuk meningkatkan motorik halus. Selain itu juga dapat mengajarkan anak tentang keuletan dan kesabaran, serta mengenal macam macam-macam bentuk benda mati Analisis Hasil peningkatan kemampuan motorik halus anak melalui kegiatan menjahit pada kelompok B di KB Al Azhar Karangtalun Kecamatan Banjarejo Kabupaten Blora Adapun hasil peningkatan kemampuan motorik halus anak melalui kegiatan menjahit yaitu: Anak sudah bisa memegang tali dengan benar25 Anak sudah bisa memasukkan tali kedalam lobang papan jahit Anak bisa memasukkan tali sesuai dengan pola. Anak bisa membuat garis miring. Anak bisa mengancingkan baju Anak mulai bisa menali sepatu. SIMPULAN Kegiatan menjahit memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan kemampuan motorik halus anak kelompok B di PAUD Al Azhar Karangtalun Banjarejo Blora. Sebelum diterapkannya kegiatan menjahit, kemampuan motorik halus anak masih terbatas dan cenderung menurun karena anak merasa bosan dengan kegiatan yang monoton seperti menggunting dan melipat kertas. Setelah guru menerapkan kegiatan menjahit dengan menggunakan media yang bervariasi dan menarik, anak-anak menjadi lebih antusias, fokus, dan termotivasi untuk berlatih koordinasi antara mata dan tangan. Hal ini terlihat dari meningkatnya kemampuan anak dalam memegang tali dengan benar, memasukkan benang sesuai pola, serta meningkatnya ketelitian dan kesabaran anak selama proses pembelajaran. Selain itu, kegiatan menjahit juga berdampak pada perkembangan karakter anak, seperti munculnya sikap telaten, sabar, dan menghargai hasil karya sendiri maupun Anak menjadi lebih terampil dalam kegiatan sehari-hari seperti mengancingkan baju, menali sepatu, dan menggunakan benda-benda kecil dengan baik. Proses Hasil Observasi di KB Al Azhar Karangtalun, tanggal 9 Desember 2022 Hasil wawancara dengan Ibu Endang Lestari S. Pd, selaku wali kelas B KB Al Azhar Karangatalun. Pada Tanggal 18 November 2022, pukul 10. 00 Wib, di kantor. Hasil wawancara dengan Ibu Endang Lestari S. Pd, selaku wali kelas KB Al Azhar Karangatalun. Pada Tanggal 18 November 2022, pukul 10. 00 Wib, di kantor. Wawancara dengan Ibu Endang Lestari S. Pd, selaku wali kelas B. KB Al Azhar Karangatalun. Pada Tanggal 18 November 2022, pukul 10. 00 Wib, di kantor. CERIA: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini | Vol. 01 No. Mei 2025 | 8 PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAKA pembelajaran yang menyenangkan dan interaktif membuat anak lebih menikmati kegiatan serta mampu mengembangkan kreativitasnya. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kegiatan menjahit merupakan metode pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia dini sekaligus menanamkan nilai-nilai positif seperti ketekunan, kemandirian, dan tanggung jawab. DAFTAR PUSTAKA