JURNAL KADESI I Jurnal Teologi dan PAK I VOLUME 8. Nomor 1 I Desember 2025 __________________________________________________________________________ Implementasi Pola Misi Pengajaran Rasul Paulus Berdasarkan Roma 11:11-24 Two Mei Lestari Telaumbanua1 meytwo2@gmail. Martha Mulyani Kurniawan2 mmulyanikurniawan@gmail. Yuliani3 paulussunarno220390@gmail. Sekolah Tinggi Teologi Kadesi Bogor123 Abstract This article examines the implementation of the Apostle PaulAos teachingoriented mission pattern in Romans 11:11Ae24 and its relevance to missionary ministry among children, particularly those who have not yet come to know Jesus Christ as Lord and Savior. Through a theological approach, the study finds that PaulAos missionary strategy reveals the inexhaustible grace of God, wherein God provides salvation for all who are willing to believe and repent. Believers are commissioned by God to proclaim the salvation that has been accomplished by God Himself through and in Jesus Christ, and it is now the responsibility of believers to proclaim this salvation to those who have not yet Due to the reality of human sin and total depravity, humanity is no longer capable of pursuing virtue. instead, human beings are wholly inclined toward sin, experience moral corruption, do not do good, and have become spiritually unprofitable. It is therefore evident that humanity is in need of the GospelAithat is, of God Himself as SaviorAisince only the power of God brings salvation to everyone who believes (Romans 1:16Ae. Jesus Christ has become the reconciler and redeemer of humanity from sin, and everyone who believes in Him will receive eternal life in Christ Jesus. Keywords: Pauline Mission. Romans 11:11Ae24. Evangelism Abstrak Artikel ini mengkaji implementasi pola misi pengajaran Rasul Paulus dalam Roma 11:11-24 dan relevansinya dalam pelayanan misi kepada anak-anak @copyright2025 Aep-ISSN 2655 4801- e-ISSN 2807-7040 Sekolah Tinggi Teologi KADESI Bogor JURNAL KADESI I Jurnal Teologi dan PAK I VOLUME 8. Nomor 1 I Desember 2025 __________________________________________________________________________ khususnya yang belum mengenal Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat. Melalui pendekatan teologis, ditemukan bahwa di dalam strategi misi Rasul Paulus menyatakan kasih karunia Allah yang tak berkesudahan di mana Allah menyediakan keselamatan bagi yang mau percaya dan bertobat. Orang percaya diutus Allah untuk memberitakan keselamatan yang telah dikerjakan oleh Allah sendiri melalui dan di dalam Yesus Kristus dan sekarang menjadi tugas kita sebagai orang percaya untuk memberitakannya kepada mereka yang belum percaya. Karena dosa manusia mengalami kerusakan total berartinya manusia tidak lagi mampu mengalami kebajikan, manusia semata-mata melakukan dosa, mengalami penyelewengan, tidak ada yang berbuat baik dan tidak lagi berguna. Jelaslah bahwa dari fakta ini, manusia membutuhkan Injil yaitu Allah sendiri untuk menyelamatkan sebab hanya kekuatan Allahlah yang menyelamatkan setiap orang yang mau percaya (Roma 1:16-. Yesus telah menjadi pendamai dan penebus dosa manusia. dan setiap orang yang percaya akan hal itu akan memperoleh kehidupan kekal di dalam Yesus Kristus Kata-kata kunci: Misi Paulus. Roma 11:11-24. Pendahuluan Perintah Amanat Agung merupakan sebuah kehormatan kepada semua orang percaya untuk mengambil bagian dalam pekerjaan Tuhan untuk menjadikan semua suku, kaum dan bangsa menjadi murid-Nya. Jiwa-jiwa yang belum mengenal Kristus perlu diselamatkan. Dalam perjumpaan Paulus dengan Tuhan tersirat suatu pesan yang jelas bahwa Saulus atau Paulus dipanggil untuk suatu misi (Kisah Para Rasul 9:3-. Paulus seorang Rasul yang dipilih oleh Allah untuk memberitakan Injil ke seluruh pelosok dunia. Paulus menunjukkan betapa penting baginya untuk terus memberitakan Injil, terlepas dari keberatan orang-orang yang menentangnya. Rasul Paulus adalah pribadi yang gigih dan mempunyai tekad besar untuk memberitakan Injil sebab itu adalah sebuah keharusan baginya dan menjadi celaka bagi dirinya ketika tidak memberitakan Injil . Korintus 9:. Kesaksian Paulus tentang hubungannya dengan Tuhan tersebar melalui surat-surat yang dia tulis sendiri. @copyright2025 Aep-ISSN 2655 4801- e-ISSN 2807-7040 Sekolah Tinggi Teologi KADESI Bogor JURNAL KADESI I Jurnal Teologi dan PAK I VOLUME 8. Nomor 1 I Desember 2025 __________________________________________________________________________ Menurut Eckhard bahwa Rasul Paulus memulai misinya dari Kota. 1 Kota yang dimaksud adalah Damsyik, yang tercantum dalam Galatia 1:15-17. Keselamatan adalah inisiatif Allah untuk membawa kembali manusia kepada kehidupan yang terhubung kembali dengan Allah. Kasih karunia Allah terkandung dalam pengorbanan Kristus di atas kayu salib yang oleh-Nya menjadikan manusia yang mati dalam dosa dibangkitkan dan hidup bersama dengan Kristus dan mendapat bagian dalam kerajaan surga. Bagi orang percaya, keyakinan bahwa Allah telah mengerjakan keselamatan bagi semua orang melalui Yesus Kristus merupakan hal yang fundamental. Pemahaman ini menjadi pusat kehidupan orang Kristen. Keyakinan ini juga menjadi dasar bagi gerakan misioner Kristen yang didorong oleh keinginan untuk menyampaikan keselamatan kepada semua orang. Prioritas dalam memberitakan Injil yaitu dengan menempatkan Yesus Kristus sebagai isi pesan yang penting untuk diberitakan. Misi adalah salah satu dari tiga panggilan gereja yaitu persekutuan, bersaksi dan melayani. Kepedulian Allah terhadap manusia dan segala ciptaan-Nya diwujudkan dengan cara mengutus Yesus Kristus untuk keselamatan dunia. misi adalah milik Allah dan bukan gereja. Perintah untuk bermisi adalah penegasan Yesus sendiri sebagaimana terkandung dalam Injil Matius 28:1920. Mengenai ayat ini. I Putu Ayub Darmawan memandangnya sebagai penekanan tugas untuk memberitakan Injil dan membawa jiwa-jiwa kepada Tuhan. inti dari penginjilan adalah menyebarkan pesan Injil tentang keselamatan dan transformasi spiritual, bukan sekadar mengenai agenda sosial atau politik tertentu. Dengan kata lain, fokusnya adalah pada pertobatan dan Eckhard J. Schnabel. Rasul Paulus Sang Misionaris (Yogyakarta: Inter Vasity Press, 2. , 284. @copyright2025 Aep-ISSN 2655 4801- e-ISSN 2807-7040 Sekolah Tinggi Teologi KADESI Bogor JURNAL KADESI I Jurnal Teologi dan PAK I VOLUME 8. Nomor 1 I Desember 2025 __________________________________________________________________________ pertobatan hati, bukan hanya perubahan perilaku atau penekanan pada isu-isu sosial atau politik. Metode Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan eksegetis terhadap Roma 11:11-24. Data dianalisis dengan membandingkan prinsip-prinsip misi Paulus dalam teks dengan kebutuhan pelayanan di lapangan. Hasil dan Pembahasan Pola Misi Pengajaran Rasul Paulus Pertobatan Paulus bukan hanya pertobatan biasa tetapi ada sebuah tindakan yang membawa perubahan besar dalam kehidupannya. Perubahan paradigma kehidupan Rasul Paulus terjadi setelah mengalami perjumpaan dengan Kristus, pengajaran kitab suci dan kebenaran Kristus dalam kehidupannya. Peristiwa perjumpaan Paulus dengan Yesus menjadikan sebuah refleksi bagi Paulus. Tuhan memberikan pengetahuan yang benar kepadanya, yang datang dari Roh Allah, yaitu bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juruselamat yang sesungguhnya baik untuk dirinya sendiri maupun untuk seluruh dunia. Dalam perjumpaan tersebut tersirat suatu pesan yang jelas bahwa Saulus atau Paulus dipanggil untuk suatu misi (Kisah Para Rasul 9:3-. Semua peristiwa yang terjadi atas kehidupan Paulus merupakan suatu inisiatif Allah . Galatia 1:15 dan Filipi 3:7-. Panggilan baru untuk menjadi rasul sesuai @copyright2025 Aep-ISSN 2655 4801- e-ISSN 2807-7040 Sekolah Tinggi Teologi KADESI Bogor JURNAL KADESI I Jurnal Teologi dan PAK I VOLUME 8. Nomor 1 I Desember 2025 __________________________________________________________________________ dengan ketetapan Tuhan. 2 Pertobatannya mengubah pemahaman Paulus akan pribadi Yesus yang hidup . Filipi 3:7-9. Paulus memiliki misi yang sangat besar, yaitu menyebarkan Injil ke seluruh dunia. Semangat dan dedikasinya dalam melaksanakan tugas ini terlihat dalam surat-surat yang ditujukan kepada beberapa jemaat yang pernah Kesaksian Paulus tentang hubungannya dengan Tuhan tersebar melalui surat-surat tersebut. Dalam pelayanannya, salah satu kota yang dipilih sebagai pusat penyebaran Injil adalah Roma. 3 Satu alasan pemilihan kota Roma karena orang-orang Roma pada saat itu mayoritas orang yang beragama non-Yahudi sehingga Paulus memutuskan ke sana. Misi Paulus sangat relevan, karena berbicara langsung ke hati setiap orang dan menyentuh emosi manusia yang paling mendasar. Misi ini didasarkan pada kepeduliannya terhadap bangsanya yang belum diselamatkan dan yang belum mengenal Kristus. 4 Menurut Christian ada enam strategi yang dipakai Rasul Paulus dalam melaksanakan misi pemberitaan Injil yakni: 5 Pertama, peka terhadap realitas kehidupan setempat. Dalam sebuah daerah memiliki perbedaan baik secara budaya, status sosial dan lainnya sehingga berkontekstualisasi ditempat yang akan dijangkau. Kedua, menjadi teladan yang hidup. Ketiga, hidup dalam budaya setempat untuk mencapai suatu target yang akan dilakukan. Empat, menggunakan bahasa setempat agar terjalin David Ming. AuPaulus Sang PendidikAy Jurnal Kadesi: Teologi dan Pendidikan Agama Kristen. Vol. No. : 10. Donald Guthrie. Pengantar Perjanjian Baru (Surabaya: Momentum, 2. , 5. Nidia Anggraini dan Dicky Dominggus. AuMengajarkan Sikap Patriotisme Melalui Pemaknaan Roma 9:3Ay Jurnal Teologi Pentakosta 1. No. Christian Humaniora. AuStrategi Misi Rasul Paulus Dalam Pekabaran InjilAy Jurnal Teologi. Vol. No. : 76-85. @copyright2025 Aep-ISSN 2655 4801- e-ISSN 2807-7040 Sekolah Tinggi Teologi KADESI Bogor JURNAL KADESI I Jurnal Teologi dan PAK I VOLUME 8. Nomor 1 I Desember 2025 __________________________________________________________________________ komunikasi yang lebih baik dalam memberitakan Injil. Kelima, melibatkan orang lain. Keenam, tidak membebani. Paulus berjuang dan berusaha bekerja menjadi tukang tenda supaya dapat terpenuhi segala kebutuhannya sehari-hari. Karena menjadi pemberita injil bukan mencari kenyamanan hidup yang lengkap melainkan rela berkorban. Paulus menerapkan berbagai strategi dalam menyampaikan Injil, seperti berkhotbah di sinagoge (Kis. 13:5. 13:14-49. , memberikan pengajaran (Kis. , melakukan penginjilan secara pribadi (Kis. 13:6-12. 16:16-. serta melakukan pelayanan pengusiran setan (Kis. 13:6-12. 16:16-. Ia juga memberikan pelayanan dengan tanda-tanda heran dan mujizat (Kis. 14:3. , melakukan penginjilan di tempat-tempat umum (Kis. 14:21. 16:13-. mengunjungi jemaat-jemaat (Kis. 14:22-28. 16:4-. , dan berdialog di rumah ibadah serta di pasar (Kis. 17:17-. Selain itu. Paulus menggunakan strategi menyampaikan Injil sebagai pembuat tenda. 6 Seperti yang tercacat dalam Kisah Para Rasul 18:2-3. 20:34-35. Kata AustrategiAy berasal dari bahasa Yunani AustrategosAy yang berarti panglima atau jenderal atau ilmu kepanglimaan. 7 Strategi adalah cara dan seni menggunakan sumber daya untuk mencapai tujuan tertentu. 8 Strategi sebagai garis-garis besar haluan untuk bertindak atau pola-pola umum kegiatan dalam mencapai sasaran yang telah ditentukan. Strategi dapat dikatakan sebagai suatu tindakan penyesuaian untuk mengadakan reaksi Paulus Purwoto dan Asih Rachmani Endang Sumiwi. AuPola Manajemen Penginjilan Paulus Menurut Kitab Kisah Para Rasul 9-28Ay Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen, . : 24. Gulo W. Strategi Belajar Mengajar (Jakarta: Grasindo, 2. , 1. Made Wena. Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer Suatu Tinjauan Konseptual Operasional (Jakarta: Bumi Aksara, 2. , 2. @copyright2025 Aep-ISSN 2655 4801- e-ISSN 2807-7040 Sekolah Tinggi Teologi KADESI Bogor JURNAL KADESI I Jurnal Teologi dan PAK I VOLUME 8. Nomor 1 I Desember 2025 __________________________________________________________________________ terhadap situasi lingkungan tertentu yang dapat dianggap penting, dimana tindakan penyesuaian tersebut dilakukan secara sadar berdasarkan pertimbangan yang wajar. Ada beberapa strategi yang diterapkan Paulus dalam memberitakan Injil adalah sebagai berikut: . Mengajar di Tempat Sinagoga-sinagoga. Melakukan Khotbah Keliling dan . Melibatkan Rekan Kerja. Analisa Roma 11:11-24 Kota Roma didirikan pada tahun 753 SM, awalnya merupakan komunitas yang terbentuk dari beberapa desa di daerah sekitarnya. 9 Kota Roma berkembang menjadi sebuah entitas politik dengan sistem pemerintahan Ekspansi wilayah yang pesat membawa perubahan signifikan dalam kehidupan masyarakat Romawi. Kitab Roma adalah kitab doktrinal bagi iman Kristen tulisan Rasul Paulus yang paling logis dan sistematis. Kitab Roma adalah eksposisi terpanjang dan paling jelas oleh Rasul Paulus tentang Injil. Dalam surat ini. Paulus membahas lebih banyak masalah doktrin daripada surat-suratnya yang Sebagai tulisan Paulus yang paling netral, di dalamnya Paulus menulis cara menghadapi permasalahan kecemburuan. Penulis surat Roma adalah Paulus sendiri dilihat dari Roma 1:1. AuDari Paulus, hamba Kristus Yesus, yang dipanggil menjadi rasul dan dikuduskan untuk memberitakan Injil AllahAy. Vincent Taylor mengatakan bahwa Paulus yang menulis surat Roma . 10 Dari keterangan tersebut, jelaslah bahwa Paulus yang menulis surat Roma. Hal yang sama juga diungkapkan oleh Drane dalam tulisannya, bahwa Pauluslah yang menulis surat Roma. 11 Jika Merrill C. Tenney. Survei Perjanjian Baru (Malang: Gandum Mas, 1. , 4. Carson dan Douglas J. Moo. An Introduction to The New Testament (Malang: Gandum Mas, 2. , 578. John Drane. Memahami Perjanjian Baru (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2. , 370. @copyright2025 Aep-ISSN 2655 4801- e-ISSN 2807-7040 Sekolah Tinggi Teologi KADESI Bogor JURNAL KADESI I Jurnal Teologi dan PAK I VOLUME 8. Nomor 1 I Desember 2025 __________________________________________________________________________ diteliti surat Roma sangatlah teologis dan inti pembahasannya mengenai keselamatan dalam Yesus Kristus. Perkiraan waktu penulisan Kitab Roma adalah antara tahun 56-58 Masehi. Kitab Roma salah satu surat dari banyaknya surat di Perjanjian Baru yang dapat dilacak tanggal penulisannya dengan cukup Melihat konsep keselamatan dalam Roma 11:11-24 yang berbicara tentang keselamatan bagi orang bukan Yahudi dan Yahudi. Dalam Roma 11:11-24 memperjelas beberapa hal penting yakni: Pertama, penolakan Israel mengakibatkan terbukanya keselamatan bagi orang-orang di luar Israel. Kedua, orang yang telah dipilih untuk diselamatkan harus mengambil tanggung jawab atas pilihannya yang didasarkan pada kasih sayang dan kasih Ketiga, bentuk respon keselamatan adalah sikap beriman dan taat. Pemahaman tentang keselamatan harus dipahami dalam kerangka pemahaman Paulus yang berelasi dengan Israel dan bangsa-bangsa di luar Israel. Gambaran tentang keselamatan menurut Paulus dalam Roma 11:11-24 merupakan sebuah risalah retoris yang panjang yang dilakukan Paulus dalam suratnya tersebut. Pada ayat 17-24. Paulus menggunakan alegori pohon zaitun untuk mengartikulasikan visi pengikut Yesus non-Yahudi dan Yahudi yang bergabung bersama dalam sebuah rumah Israel. Untuk memperjelasnya. Paulus menggambarkan teknik pertanian kuno yang bisanya digunakan untuk merangsang produksi buah pohon zaitun. Gambaran ini merujuk pada kebiasaan khusus Yudea kuno yang melibatkan Tuhan atas real estate pertanian dan produk pertanian. Sejak awal keterpilihan bangsa Israel sebagai bangsa pilihan Allah tidak ada hubungannya dengan apa yang dimiliki oleh bangsa tersebut. Karman menyebutkan bahwa keterpilihan bangsa ini hanyalah oleh anugerah. 13 Sejak keterpilihan itu juga. Allah senantiasa menunjukkan keberpihakan-Nya kepada bangsa yang sering kali juga berpaling dan tidak setia kepada-Nya. 14 Alkitab mencatat bagaimana bangsa yang terpilih ini berkali-kali melakukan dosa pemberontakan kepada Allah yang tetap berpegang pada janji-Nya kepada leluhur Israel. Bob Utley. Surat Paulus Kepada: Jemaat Roma (Texas: Bible Lessons International, 2. , 2. Vincet Kalvin Wenno dan Aleta Apriliana Ruimasa. AuKeselamatan Bagi Tunas Liar: Tafsiran Terhadap Alegori Keselamatan Dalam Roma 11:11-24Ay Jurnal Teologi Vol. No. : 181. Yonky Karman. Bunga Rampai Teologi Perjanjian Lama (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2. , 118. @copyright2025 Aep-ISSN 2655 4801- e-ISSN 2807-7040 Sekolah Tinggi Teologi KADESI Bogor JURNAL KADESI I Jurnal Teologi dan PAK I VOLUME 8. Nomor 1 I Desember 2025 __________________________________________________________________________ Karman menegaskan bahwa jati diri sebagai umat Allah baik Israel maupun non-Yahudi sama yaitu bersandar penuh kepada Allah. 15 Diangkat menjadi umat Allah bukanlah soal prestise sehingga manusia dapat menjadi sombong dan lupa bahwa itu adalah anugerah. 16 Allahlah yang mengawali akan rancangan keselamatan itu, dan Allah juga yang akan menjamin bahwa rancangan itu tetap berjalan sesuai kehendak-Nya. Meski keterpilihan bangsa Israel dapat dilihat sebagai sebuah eksklusivisme, tetapi sesungguhnya keselamatan yang dirancangkan oleh Allah tidak hanya untuk orang Israel. Dalam teks-teks PL, banyak kisah yang membuka paradigma keselamatan yang juga ditujukan bagi bangsa-bangsa lain oleh kehadiran bangsa Israel. Bangsa Israel dipakai oleh Allah untuk menunjukkan bahwa keterpilihan mereka hanya oleh karena anugerah-Nya dan respon balik dari umat yang terpilih adalah bagaimana mereka tunduk pada kedaulatan Allah dan bagaimana kehadiran mereka dapat menjadi terang bagi bangsa lain (Yesaya 42:. Alegori dalam Roma 11:17-24 dimulai dari ayat 16b, di mana Paulus menjelaskan tentang cabang dan akar yang saling berhubungan. Dalam penjelasan pada ayat 16b, terdapat gema tentang Tuhan alam semesta yang AumenanamAy dan menumbuhkan Israel (Yeremia 11:16-. yang merujuk kepada Israel sebagai tanaman atau tunas yang benar. 17 Untuk mengidentifikasi tentang AuakarAy, ada beberapa dukungan dari penafsir bahwa akar sebagai Israel yang berasal dari Abraham, 18 karena ada paralel yang semakin mudah dimengerti dalam ayat 17-18 dan hubungan antara Israel dan nenek moyangnya dalam ayat 28. 19 Hal ini kembali menegaskan bahwa ayat Vincet Kalvin Wenno dan Aleta Apriliana Ruimasa. AuKeselamatan Bagi Tunas Liar: Tafsiran Terhadap Alegori Keselamatan Dalam Roma 11:11-24Ay Jurnal Teologi Vol. No. : 182. Yonky Karman. Bunga Rampai Teologi Perjanjian Lama (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2. , 118. Joshua Garroway. PaulAos Gentile-Jews: Neither Jew Nor Gentile. But Both (New York: Palgrave Macmillan, 2. , 141. Robert Jewett. Eldon Jay Epp and Roy David Kotansky. Romans: A Commentary. Hermeneia (Minneapolis. MN: Fortress Press, 2. , 683. Douglas J. Moo. The Epistle To The Romans. New International Commentary On The New Testament (Grand Rapids. MI. USA: Eerdmans, 1. , 699. @copyright2025 Aep-ISSN 2655 4801- e-ISSN 2807-7040 Sekolah Tinggi Teologi KADESI Bogor JURNAL KADESI I Jurnal Teologi dan PAK I VOLUME 8. Nomor 1 I Desember 2025 __________________________________________________________________________ Yeremia 11:16 dan Hosea 14:6 yang menyebut Israel sebagai pohon zaitun. Sedangkan cabangnya adalah orang percaya tapi non-Yahudi. Paulus dalam Roma 11:17-22 mulai menjelaskan gambaran akar dan cabang untuk memperingatkan orang Kristen non-Yahudi. Paulus memulai ayat 17 dengan menggunakan klausa bersyarat . i d. yang diterjemahkan menjadi AujikaAy dan untuk klausa selanjutnya pada ayat 18 tentang Aujanganlah bermegahAy. Kedua ayat ini menjelaskan dua kondisi yaitu: Pertama, beberapa cabang telah dipatahkan . Ini merupakan penjelasan dalam bentuk baru terhadap kondisi Israel yang dijelaskan dalam Roma 9-11. Israel adalah penerima berkat dari Allah melalui para leluhur, namun dipisahkan karena perbuatan dan ketidakmampuan mereka untuk percaya (Roma 9:7-10,. Tentang tunas liar yang AudicangkokkanAy. Gambaran ini merujuk ke sapaan Paulus bagi orang Kristen non-Yahudi pada ayat 13. Sebagai nonYahudi, mereka tidak memiliki hubungan alami dengan para bapa leluhur dan janji-janji yang diberikan kepada mereka. Hanya dengan kasih karunia Allah . dan iman mereka . mereka dapat menjadi satu bagian dengan 22 Pencangkokkan tunas liar merupakan bentuk ketergantungan tunas liar yang susah berbuah kepada kasih karunia Allah. Orang non-Yahudi dari kelompok etnis yang berbeda telah bergabung dalam garis keselamatan yang sama dengan sisa Israel yang percaya. Mereka terlibat dalam keselamatan, tetapi bukan sebagai orang yang tidak berguna melainkan sebagai mitra atau partner bersama menuju cabang dan akar. Kata mitra tersebut berasal dari kata sungkoinonos yang sering digunakan untuk merujuk pada istilah koinonia dalam kaitannya dengan keanggotaan dalam komunitas kudus. 23 Bentuk mitra tersebut merupakan ciri khas Paulus untuk menjelaskan koinonia atau persekutuan, di mana terdapat partisipasi dan keterlibatan aktif terhadapa suatu William D. Davies. Jewish And Pauline Studies (SPCK: 1. , 159-160. Robert Jewett. Eldon Jay Epp and Roy David Kotansky. Romans: A Commentary. Hermeneia (Minneapolis. MN: Fortress Press, 2. , 683-684. Arland J. Hultgren. PaulAos Letter To The Romans: A Commentary (Wm. Eerdmans Publishing, 2. , 409. Alkitab (Roma 12:13, 15:26-27. 1 Korintus 1:9, 9:23, 10:16. 2 Korintus 1:7, 6:14, 8:4, 23, 9:13, 13:13. Filipi 1:5,7, 2:1, 3:10, 4:14-15. Filemon 1:6,17. Galatia 2:9, 6:. Robert Jewett. Eldon Jay Epp and Roy David Kotansky. Romans: A Commentary. Hermeneia (Minneapolis. MN: Fortress Press, 2. , 685. @copyright2025 Aep-ISSN 2655 4801- e-ISSN 2807-7040 Sekolah Tinggi Teologi KADESI Bogor JURNAL KADESI I Jurnal Teologi dan PAK I VOLUME 8. Nomor 1 I Desember 2025 __________________________________________________________________________ Analisa Pola Misi Pengajaran Rasul Paulus Konteks Roma 11:11-24 Pola yang pertama adalah pengajaran firman Tuhan bahwa keselamatan telah diberikan Allah. Allah mengambil kesempatan dari ketidakpercayaan bangsa Yahudi untuk mengingkari dan menyangkal mereka secara terangterangan meskipun telah menjadi umat kesayangan-Nya. Ini untuk menunjukkan bahwa dalam memberikan perkenanan-Nya. Allah tidak lagi bertindak dengan cara memilih dan membatasi, melainkan bahwa setiap orang dari bangsa mana pun yang takut akan Allah dan mengamalkan kebenaran akan berkenan kepada-Nya (KIS. 10:34-. Keselamatan dalam Kekristenan adalah keyakinan yang kokoh dalam janji-janji Allah. keselamatan dalam pandangan Kristen tidak hanya sebagai antisipasi manusia terhadap masa depan, tetapi juga sebagai keyakinan kuat akan janji-janji Allah dan kehidupan yang kekal bersama Kristus (Roma 15:. Dalam Kristen, keselamatan itu adalah konsekuensi dari janji-janji Allah, yang dikerjakan di dalam setiap orang percaya oleh Roh Kudus, yang terus menerus bersaksi bahwa kita adalah anak-anak Allah (Roma 8:14-. dan karena itu menjadi ahli waris . Dalam kemurahan-Nya Allah menyatakan diri-Nya sebagai pribadi yang murah hati baik bagi mereka yang benar maupun orang yang tidak benar. Allah mengasihi umat-Nya tanpa memandang siapa dan latar belakang seseorang. Allah bersedia memberikan anak-Nya yang tunggal yaitu Yesus Kristus untuk menebus manusia dari hukum dosa dan oleh-Nya kita diselamatkan. Menurut William Barclay ada beberapa penjelasan hakikat Allah yang murah hati yaitu: Pertama. Allah adalah penjelasan mengenai penciptaan. Kedua. Allah adalah penjelasan mengenai kehendak bebas. Ketiga. Allah adalah penjelasan mengenai pemeliharaan. Keempat. Allah adalah penjelasan mengenai Kelima. Allah adalah penjelasan mengenai kehidupan yang kekal. Allah mengasihi bangsa Israel maupun bangsa-bangsa bukan Israel. Kasih itu dinyatakan dengan keselamatan yang Allah anugerahkan kepada semua orang yang mau percaya kepada-Nya. Allah bertindak sesuai dengan kehendak-Nya dengan membawa bangsa bukan Yahudi masuk dalam Herman Bavinck & John Bolt. Reformed Ethics (Grand Rapids: Baker Academic, 2. , 355. William Barclay. Pemahamam Alkitab Setiap Hari (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2. , 43. @copyright2025 Aep-ISSN 2655 4801- e-ISSN 2807-7040 Sekolah Tinggi Teologi KADESI Bogor JURNAL KADESI I Jurnal Teologi dan PAK I VOLUME 8. Nomor 1 I Desember 2025 __________________________________________________________________________ perkenanan-Nya dan ikut masuk dalam jemaat-Nya seperti orang Yahudi. Ketidakpercayaan Israel dan kejatuhan manusia dalam dosa tidak membuat Allah menutup pintu kemurahan-Nya bagi manusia bahkan Allah sendiri yang berinisiatif menyelamatkan manusia dari hukuman dosa. Allah tidak lagi bertindak dengan cara memilih dan membatasi seperti itu. Melainkan bahwa setiap orang dari bangsa mana pun yang takut akan Allah dan mengamalkan kebenaran akan berkenan kepada-Nya (KIS 10:34-. Kedua, teladan hidup Paulus. Jati diri sebagai umat Allah baik Israel maupun non-Yahudi sama yaitu bersandar penuh kepada Allah. 27 Diangkat menjadi umat Allah bukanlah soal prestise sehingga manusia dapat menjadi sombong dan lupa bahwa itu adalah anugerah. 28 Allahlah yang mengawali akan rancangan keselamatan itu, dan Allah juga yang akan menjamin bahwa rancangan itu tetap berjalan sesuai kehendak-Nya. Paulus dalam Roma 11:1820 menegaskan agar Israel dan non-Yahudi mengakui segala kekurangannya dan mengakui bahwa Allah yang telah menganugerahkan keselamatan dan bukan karena perbuatan manusia. Sikap rendah hati merupakan proses penyesuaian kehendak kita terhadap kehendak Allah. Alkitab seringkali melawankan kerendahan hati dengan sombong dan congkak. Tuhan selalu menentang orang yang sombong (Amsal 6:16-. Kerendahan hati menunjukkan suatu pembuktian manusia yang mempunyai relasi dengan Allah secara pribadi29. Templeton melihat kerendahan hati dari sisi komunitas, sebab lawan dari kerendahan hati adalah 30 Sedangkan menurut Means. R melihat kerendahan hati sebagai bentuk menghilangkan ego. 31 Jadi, menurut mereka kerendahan hati merupakan pengakuan akan kekurangan diri sehingga kerendahan hati sangat bermanfaat untuk menyelesaikan konflik inter personal yang terjadi di dalam Vincet Kalvin Wenno dan Aleta Apriliana Ruimasa. AuKeselamatan Bagi Tunas Liar: Tafsiran Terhadap Alegori Keselamatan Dalam Roma 11:11-24Ay Jurnal Teologi Vol. No. : 182. Yonky Karman. Bunga Rampai Teologi Perjanjian Lama (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2. , 118. Eko Armada Riyanto. Remah Dan Daun Kering: Meditasi Spiritual-Teologis (Malang: Widya Sasana Malang, 2. , 40. Templeton. Worldwide Laws Of Life: Two hundred Eternal Spiritual Principles (Radnor: Templeten Press, 1. John R. Means. AuHumility As A Psychotherapeutic FormulationAy. Journal Counseling Psychology Quartely. Vol. No. , 211. @copyright2025 Aep-ISSN 2655 4801- e-ISSN 2807-7040 Sekolah Tinggi Teologi KADESI Bogor JURNAL KADESI I Jurnal Teologi dan PAK I VOLUME 8. Nomor 1 I Desember 2025 __________________________________________________________________________ Jadi jelaslah maksud Paulus agar bangsa Israel dan non-Yahudi jangan sombong atas keselamatan dan anugerah yang Tuhan berikan, tetapi dengan rasa hormat mensyukuri berkat-berkat Tuhan tersebut. Dalam ayat 19-20 mengulang . alam bentuk berbed. dari isi ayat 17. Pada bagian ini. Paulus secara spesifik merujuk pada orang non-Yahudi. Paulus kembali menggugah rasa superioritas orang Kristen non-Yahudi. Baginya, tujuan orang non-Yahudi diselamatkan untuk membuat orang Yahudi cemburu (Roma 11:. dan kembali kepada kebenaran. Paulus menekankan bahwa sifat kemurahan dari hubungan Allah dengan manusia mengesampingkan semua kesombongan. Iman dibangun dalam relasi dengan Tuhan yang penuh rasa hormat dan kerendahan hati (Roma 3:27. Untuk itu orang Kristen non-Yahudi sebaiknya mengambil sikap hormat. Kesimpulan keselamatan adalah anugerah Allah yang tersedia bagi semua orang yang percaya kepada-Nya, sebagaimana yang diajarkan dalam Roma 11:1124. Oleh karena itu, dalam konteks pelayanan penting untuk menekankan bahwa keselamatan tidak bergantung pada usaha manusia, tetapi pada kasih karunia Allah melalui iman dalam Yesus Kristus. Implikasi ini mengharuskan gereja dan lembaga pendidikan Kristen untuk terus menyampaikan doktrin keselamatan dengan cara yang relevan dan mudah dipahami terutama yang berasal dari latar belakang non-Kristen atau minim pengetahuan tentang ajaran iman Kristen. Referensi