PGMI: Jurnal Pendidikan Guru Madarasah Ibtidaiyah PGMI: JURNAL PENDIDIKAN GURU MADARASAH IBTIDAIYAH VOLUME: 1 NO: 2 TAHUN 2023 https://ejournal. id/index. php/pgmi/index UPAYA GURU DALAM MENGATASI MASALAH ADANYA KELAS SOSIAL YANG TERJADI DI SDN KEDUNGWARU KIDUL 01 KECAMATAN KARANGANYAR KOTA DEMAK Ditha Hayuning Prabandari1. SaAoadatun Munaviah 2. Aldi Fairus3 Alfi Shofia Rahmadhani4. Muhammad Fikri Abdun Nasir5 IAIN Kudus,Indonesia 1 ,2,3,4,5 Email : dithahayu23@gmail. com, saadatunmunaviah@gmail. fairusaldi744@gmail. com, alfishofiarahmadhani@gmail. Fikrimfan27@gmail. Article history Submitted / 12 / 2023 Accepted / 12 / 2023 Published / 12 / 2023 ABSTRACT: This research aims to determine the problem of social class discrimination in educational institutions that occurs at SDN Kedungwaru Kidul 01. This research uses qualitative methods using interview techniques as a general description of the research results. Differences in social class often cause problems. Not only within the community, these differences in social class can also enter the scope of the school. This difference in social class is certainly not in accordance with Pancasila values. One example is the difference in social class that occurs between students at Kedungwaru Elementary School, causing problems that must be addressed This is where the teacherAos role is needed to be able to overcome this problem before undesirable things happen. One of the efforts made by Kedungwaru Elementary School teachers to overcome this problem is by giving advice regarding Pancasila values and also reuniting existing differences by respecting each other so that effective and enjoyable teaching and learning activities will be created. Keywords : Social class. Discrimination. Elementary school ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui permasalahan diskriminasi kelas sosial di lingkungan lembaga pendidikan yang terjadi di SDN Kedungwaru kidul 01. penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan teknik wawancara sebagai gambaran umum dalam hasil penelitian. Perbedaan kelas sosial seringkali menimbulkan terjadinya masalah. Tak hanya dilingkup masyarakat, perbedaan kelas sosial ini juga bisa masuk ke ruang lingkup Perbedaan kelas sosial ini sudah tentu tidak sesuai dengan nilai-nilai pancasila. satu contoh adalah Perbedaan kelas sosial yang terjadi antar siswa di SDN Kedungwaru Kidul 1menimbulkan masalah yang harus segera ditangani. Disinilah peran guru dibutuhkan untuk bisa mengatasi permasalahan ini sebelum nantinya hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Salah satu upaya yang dilakukan oleh guru sdn kedungwaru untuk mengatasi masalah ini adalah dengan memberi nasehat terkait nilai-nilai pancasila dan juga menyatukan kembali perbedaan yang ada dengan saling menghargai satu sama lain sehingga akan tercipta kegiatan belajar mengajar yang efektif dan menyenangkan Kata Kunci: Kelas Sosial. Diskriminasi. Sekolah Dasar Program Studi Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Ngawi Jawa Tmur. Indonesia PGMI: Jurnal Pendidikan Guru Madarasah Ibtidaiyah PENDAHULUAN Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Menurut Ki Hajar Dewantara ( Bapak Pendidikan Nasional Indonesi. Pendidikan adalah sebuah tuntutan hidup yang ada dalam perkembangan anak. Pendidikan berfungsi untuk menuntut kekuatan yang ada dalam diri anak tersebut agar mereka bisa mencapai cita-cita yang setinggi-tingginya. Sekolah merupakan suatu wadah yang Menurut Daryanto sekolah merupakan bagunan atau suatu lembaga yang dirancang untuk melaksanakan kegiatan belajar dan Selain itu sekolah diartikan sebagai wadah bagi siswa untuk menuntut ilmu. Namun di lingkungan sekolah tentunya tedapat sebuah hambatan bagi peserta didik. Salah satunya hambatan di SDN Kedungwaru Kidul adalah adanya perbedaan kelas sosial yang terjadi di sekolah. Kelas sosial merupakan pengelompokan masyarakat ke dalam kelas-kelas yang berbeda. Perbedaan kelas atau strata akan menggambarkan perbedaan pendidikan, pendapatan, pemilikan harta benda, gaya hidup, nilai-nilai yang dianut. Perbedaan kelas sosial ini menimbulkan adanya masalah di SDN Kedungwaru Kidul Dampak dari adanya perbedaan kelas sosial ini adalah adanya sekat antara siswa yang berekonomi menengah ke atas dengan siswa yang berekonomi menengah ke bawah. Hal tersebut tidak menutup kemungkinan akan terjadinya bullying dilingkungan sekolah, mengingat kekayaan harta benda merupakan tolak ukur utama dalam melihat orang lain. Anak-anak akan cenderung melihat orang lain dengan benda yang melekat pada diri temannya, sehingga mereka akan terus melihat keatas dan hanya membanggakan tanpa tau bagaimana cara menghargai dan bersikap dengan apa yang ia miliki. Jika perilaku seperti ini tidak diubah, maka hal tersebut bisa berdampak sangat buruk bagi kehidupan anak Karena anak merupakan generasi penerus bangsa, dan negara berkewajiban melindungi serta memenuhi hak Aehak dan kewajiban anak. Setiap anak berkesempatan seluas-luasnya untuk tumbuh dan berkembang secara baik. Yaitu dari fisik, mental maupun sosialnya. Untuk itu, perlu adanya tindakan upaya perlindungan anak yaitu dengan memberikan jaminan atas hak-hak nya tanpa perlakuan diskriminatif. Didalam permasalahan ini, terdapat anak dari kalangan menengah keatas menunjukkan sikap yang kurang baik. Sedangkan anak dari kalangan menengah kebawah akan merasa tertekan dengan gaya hidup teman-temannya dilingkungan sekolah, mengingat usia mereka yang masih terlalu muda untuk mengontrol emosi mereka Selain itu dengan adanya perbedaan kelas sosial yang terjadi di sekolah dapat merugikan bagi anak yang memiliki ekonomi menengah ke bawah, ia akan merasa di pojokan dan di kucilkan oleh teman- temannya. Berdasarkan pemaparan di atas penulis berniat untuk mengetahui upaya guru dalam mengatasi masalah adanya kelas sosial yang terjadi di SDN Kedungwaru Kidul 01. Diharapkan dapat mengurangi adanya masalah mengenai adanya perbedaan kelas sosial yang terjadi di SD. METODE PENELITIAN Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah metode kualitatif. Metode kualitatif menurut Sugiyono( 2018: . adalah metode yang dipakai untuk meneliti sebuah kondisi ilmiah dan bersifat lebih menekankan pada makna. Penelitian ini dilakukan di SDN Kedungwaru Kidul 01. Teknik yang digunakan dalam metode ini adalah observasi dan wawancara. Wawancara dilakukan langsung dengan guru dan siswa SDN Kedungwaru Kidul 01 sebagai narasumber. Kemudian data yang telah didapat dianalisa oleh penulis dan dirangkai sesuai dengan teori. Penyusunan artikel ini di tulis berdasarkan fakta dan kenyataan yang ada. Penelitian ini ditujukan untuk mendeskripsikan dan meng30 Program Studi Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Ngawi Jawa Tmur. Indonesia PGMI: Jurnal Pendidikan Guru Madarasah Ibtidaiyah analisis fenomena, peristiwa, aktivitas sosial secara individual maupun kelompok. Kajian dalam artikel ini difokuskan untu membahas tema upaya guru dalam mengatasi masalah kelas sosial di Sekolah dasar. Penelitian ini berlokasi di Desa Karanganyar. Kecamatan Karanganyar. Kabupaten Demak. Jawa Tengah 59582. Adapun informan dalam penelitian ini adalah salah satu Guru di SDN Kedungwaru Kidul 01yaitu Ibu Siti Khonifah. Beliau adalah guru kelas 4. HASIL DAN PEMBAHASAN Guru menurut (Nur Uhbiyati, 65 : 2. adalah orang dewasa yang memiliki tanggung jawab memberikan arahan atau bantuan kepada siswa dalam perkembangan jasmani dan rohaninya agar mencapai kedewasaannya, mampu melaksanakan tugasnya sebagai manussia yang mampu untuk berdiri sendiri. Guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, namun juga sebagai pembimbung dan juga pengelola kelas yang memastikan kondisi lingkingan sekolah harus kondusif dan baik (Sanjaya: 2. Peran guru yang begitu besar ini mengharuskan seorang guru untuk mengetahui dan mengatasi permasalahan apa saja yang terjadi di dalam kelas. Didalam lembaga pendidikan, tentunya siswa merasakan Kegiatan pembelajaran yang efektif dan menyenangkan. Sekolah merupakan suatu wadah untuk mencetak generasi emas dimasa mendatang. Tentunya di dalam suatu pembelajaran dibutuhkan suatu lingkungan yang mendukung. Namun, faktanya kegiatan pembelajaran tidak selalu menyenangkan. Ada beberapa hambatan dalam proses pembelajaran dikelas salah satunya adalah yang terjadi di SDN Kedungwaru Kidul 01,yaitu mengenai masalah kelas sosial didalam kelas. Menurut Engel, et. alam Sumarwan, 2011:. mengemukakan bahwa kelas sosial juga bergantung pada sosial pada individual yang menyangkut aspek nilai keluarga, gaya hidup, kesenangan, dan perilaku yang dapat dikategorikan. Gaya hidup berpengaruh terhadap kelas sosial, apabila gaya hidup di persepsikan baik oleh pelanggan atau konsumen maka ini akan dapat meningkatkan kualitas perspektif internal yang melibatkan karakteristik pola pikir, perasaan, dan persepsi atau konsep diri mereka terhadap Kelas Sosial, (Wuryanti. , & Zahara. , 2. Gaya hidup adalah pola seseorang di dunia yang diekspresikan dalam aktivitas, minat, dan opininya. Gaya hidup menggambarkan keseluruhan diri seseorang dalam berinteraksi dengan lingkungannya (Mariani Shosana Giantara & Santoso, 2. Kelas sosial pada mumnya terdiri dari tiga dimensi, yaitu kelas atas, kelas menengah, dan kelas kebawah dapat berpengaruh terhadap perilaku konsumtif seseorang. Selain itu, terdapat pula Sembilan variabel yang menentukan kelas sosial seseorang yang digolongkan kedalam 3 kategori yaitu:. Ekonomi yang meliputi pekerjaan, pendapatan, dan kekayaan. Interaksi yang meliputi prestis individu, asosiasi, dan sosialisasi. Politik yang meliputi kekuasaan, kesadaran kelas, dan mobilitas. Berdasarkan hasil observasi yang telah kami lakukan di SDN Kedungwaru kidul Kami mendapati sebuah masalah mengenai kurangnya pemahaman siswa mengenai nilai-nilai pancasila hingga timbul masalah didalam kelas. Masalah yang terjadi adalah adanya sekelompok siswa yang mengalami masalah mengenai perbedaan kelas sosial. Menurut hasil observasi yang kami lakukan kami menemukan suatu permasalahan yaitu adanya diskriminasi antar siswa, yang difaktori oleh perbedaan kelas sosial yaitu tentang latar belakang pekerjaan orang tua. Terdapat satu kelompok siswa yang terdiri kalangan kelas atas, memilih untuk tidak berteman dengan seorang anak dari kalangan kelas Masalah ini tentunya sangat mengganggu aktivitas kegiatan belajar mengajar di kelas, karena siswa menjadi terpecah beberapa kubu. Sehingga dalam satu kelas tersebut tidak adanya nilai kebersamaan dan kekompakan antar siswa. Permasalahan ini bukan hanya tentang pelajaran yang disampaikan oleh guru. Namun juga berkaitan dengan kenyamanan yang dirasakan ketika berada di dalam kelas. Tanpa di sadari ada beberap siswa yang memiliki masalah dengan teman sekelasnya baik Program Studi Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Ngawi Jawa Tmur. Indonesia PGMI: Jurnal Pendidikan Guru Madarasah Ibtidaiyah itu karena bullyan atau mungkin karena minder yang disebabkan oleh perbedaan kelas Misalnya adalah masalah yang terjadi di sdn kedungwaru kidul 01. Di salah satu kelas itu ternyata terbentuk kelompok-kelompok yang terbentuk karena adanya perberdaan kelas sosial. Lebih jelasnya kami mewawancarai salah satu murid sdn kedungwaru kidul 1. Dari penjelasan yang dijabarkan oleh murid tersebut kami mendapatkan beberapaj Pertama, mereka berkelompok sesuai dengan pekerjaan orang tuanya. Semisal kelompok A ini diisi oleh kelompok untuk orang tua yang memilik level pekerjaan yang menengah ke atas lalu kelompok yang lain untuk golongan menengah kebawah. Kedua, siswa tersebut bercerita kalau dirinya itu termasuk ke dalam kelompok yang sedikit dikucilkan. Dari keterangannya ia pernah tidak diajak bermain dengan teman sekelasnya yang Lalu ketika dia bertanya jawaban yang didapati adalah mereka tidak mau bermain karena kamu itu orang miskin jadi tidak selevel sama kita. Siswa tersebut menangis dan sering kali murung dan tidak bersemangat. Selain itu kami juga mewawancari salah satu guru yang mengajar di SDN Kedungwaru Kidul 01 untuk mengetahui tanggapan beliau mengenai permasalahan yang Dengan jelasa beliau memaparkan tanggapannya yaitu setelah mengetahui kejadian tersebut, beliau akan mengambil tindakan dengan cara memanggil kedua belah pihak siswa, mengklarifikasi adanya permasalahan tersebut benar atau tidak nya yang dilakukan selama pembelajaran. Kemudian memberikan solusi dan pengarahan yang baik kepada mereka agar tidak mengulangi perbuatannya. Guru sebagai pembimbing haruslah mampu untuk mengatasi permasalahan ini. Padahal kenyataannya kondisi seperti ini dapat membuat siswa merasa tidak nyaman dan tidak bersemangat untuk belajar. Upaya yang dilakukan oleh ibu Siti Khonifah mengenai kesenjangan yang terjadi antar murid disebabkan adanya perbedaan kelas sosial bisa dilakukan dengan cara berikut: Setelah berdoa bersama sebelum dilakukannya pembelajaran guru biasanya akan memberikan nasehat atau motivasi kepada siswanya. Lalu gur bisa memberikan nasehat secara halus dan diijelaskan mengenai nilai" pancasila yang relevan dengan masalah terjadi. Semisal dijelaskan tentang pengamalan sila ke 2 mengenai rasa kemanusiaan yang harus dimiliki setiap orang dan harus dipupuk sejak kecil. Diberikan pemahaman bahwa hakikat kita sebagai manusia itu haruslah berbuat baik kepada manusia karena kita sebagai manusia itu tidak mungkin hidup sendiri. Diberikan penjelasan juga bahwa sebagai manusia kita tidak boleh menilai sesorang itu dari ekonominya saja karena sejatinya seseorang itu dilihat dari perilaku dan tingkah Jika semisal cara yang pertama tidak berhasil maka murid yang masih sulit untuk dinasehati itu dipanggil untuk dilakukan intrograsi lebih lanjut. Bisa diberikan pertanyaan mengenai alasan dan bagaimana dia bisa melaukan perbuatan membeda bedakaan teman berdasarkan ekonomi orang tua. Karena yang pasti guru tidak pernah mengajrkan hal demikian. Dan diberi pemahaman juga kalo apa yang dilakukan itu bukanlah hal yang baik. Diminta untuk meminta maaf dan bersalaman dengan teman teman nya dan saling memaafkan satu sama lain. akhirnya anak tersebut mengerti lalu salaman dan Sekarang sudah rukun dan tidak ada lagi yang namanya bermusuhan dengan teman harus saying semuanya tidak boleh membedakan, dan dilingkungan Itu adalah beberapa cara yang dilakukan oleh ibu Siti Khonifah untuk mengatasi adanya masalah perbedaan kelas sosial yang menjadikan beberapa siswa mendapatkan ejekan dan hinan karena keadaan ekonomi orang tua yang rendah. Ditakutkan dengan masalah seperti ini akan merembet kepada pembuliyan yang bersifat berbal yang parah dan juga pembullyan fisik yang nantinya akan menjadikan mental anak akan terganggu. Masalah seperti ini tidak boleh dianggap sepele karena dari masalah masalah kecil ini dapat menjadikan siswa yang melakukan hal yang kurang baik ini seperti membeda- be32 Program Studi Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Ngawi Jawa Tmur. Indonesia PGMI: Jurnal Pendidikan Guru Madarasah Ibtidaiyah dakan pertamanan ini memiliki sifat sombong dan tak bisa menghargai orang lain dan akan terbawa sampai nanti dewasa. Didalam diri peserta didik harus lah ditanamkan nilai niali pancasila khususnya pada sila ke dua mengenai rasa kemanusiaan. Jika pengamalan pancasila di terpakan pada setiap diri peserta didik akan menjadikan kepabridan yang Jadi nilai nilai pancasila itu tidak hanya diajarkan saja sebagai proses pembelajaran namun juga harus diterpakan juga. Tidak harus dimulai dengan hal besar, hal-hal kecil yabg sering diabaikan juga harus diperhatikan juga PENUTUP Sekolah merupakan bagunan atau suatu lembaga yang dirancang untuk melaksanakan kegiatan belajar dan mengajar. Selain itu sekolah diartikan sebagai wadah bagi siswa untuk menuntut ilmu. Namun di lingkungan sekolah tentunya tedapat sebuah hambatan bagi peserta didik, salah satunya adalah adanya perbedaan kelas sosial yang terjadi di sekolah. permasalahan yaitu adanya diskriminasi antar siswa, yang difaktori oleh perbedaan kelas sosial yaitu tentang latar belakang pekerjaan orang tua. Sehingga didalam kelas tidak tercipta antara keharmonisan antar siswa. Sehingga kegiatan belajar mengajar menjadi kurang efekif karena tidak adanya nilai kebersamaan dan kekompakan. Namun kami menemukan beberapa upaya dalam mengatasi masalah tersebut. Yaitu siswa dengan dipanggil untuk diinterogasi lebih lanjut, setelah diinterogasi, siswa tersebut diberikan nasehat secara halus dan diijelaskan mengenai nilai- nilai pancasila yang relevan dengan masalah terjadi. Kemudian diberi arahan untuk meminta maaf kepada teman yang diperlakukan buruk. Selain itu guru juga harus bisa memberikan edukasi tentang pentingnya mengamalkan nilai-nilai pancasila khususnya pada nilai pancasila yang kedua, siswa diharapkan agar bisa menjadi pribadi yang baik dan memiliki rasa kemanusiaan terhadap orang lain. Dengan demikian, jika upaya penanganan perbedaan kelas sosial tersebut bisa berjalan dengan baik, maka siswa tidak akan merasakan adanya perbedaan yang terjadi di kelas Meskipun demikian, artikel ini masih jauh dari kesempurnaan, kami dari tim penyusun berharap agar penelitian kami dapat bermanfaat. Berdasarkan kesimpulan hasil penelitian penulisan di atas, maka peneliti menyampaikan saran yang bertujuan untuk mengatasi adanya permasalahan kelas sosial di Sekolah dasar. Kami tim penyusun menyadari bahwa terdapat kekurangan dari artikel ini. Maka dari itu, kami mengharapkan kritik dan saran agar penulisan kami kedepannya mejadi lebih baik. DAFTAR PUSTAKA