Vol 5 No 2 . : Paulus Journal of Accounting (PJA) PENGARUH GREEN RITAEL. GREEN ADVERTISING. BRAND IMAGE. TERHADAP PERSEPSI DAN MINAT BELI KONSUMEN ALFAMART DI KOTA PALOPO Nur Fadhilah Safrillah1. Ririn2 Jurusan Manajemen. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. IKBKJP. Palopo. Indonesia fadhilahdhila011@gmail. e-ISSN 2715-7474 p-ISSN 2715-9892 Informasi Artikel Tanggal masuk 12 Mei 2024 Tanggal revisi 02 Juni 2024 Tanggal diterima 29 Juni 2024 Kata Kunci: Green Ritel1. Brand Image2 Persepsi Konsumen3 Abstrak: Indonesia adalah penyumbang sampah plastik laut terbesar kedua di dunia, mendorong pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan pengurangan sampah plastik. Ritel di Palopo seperti Hypermart. Matahari. Indomaret, dan Alfamart telah mengadopsi kebijakan ini dengan menyediakan tas belanja ramah lingkungan. Kebijakan ini mempengaruhi persepsi dan minat beli konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh green ritel, green advertising, dan brand image terhadap persepsi dan minat beli konsumen Alfamart di Palopo. Metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan kausal digunakan, melibatkan 100 responden melalui kuesioner online. Analisis dilakukan menggunakan SEM dengan bantuan software PLS. Hasil penelitian menemukan 1. Green Ritel memiliki pengaruh negatif yang tidak signifikan terhadap Persepsi Konsumen, 2. Green Ritel memiliki pengaruh positif terhadap Minat Beli, namun tidak signifikan. , 3 Green Advertising memiliki pengaruh positif terhadap Persepsi Konsumen, namun hasil analisis menunjukkan bahwa pengaruh ini tidak signifikan. Green Advertising memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Beli, 5. Brand Image memiliki pengaruh positif yang sangat signifikan terhadap Persepsi Konsumen, 6. Brand Image dan Minat Beli menunjukkan pengaruh positif, namun tidak signifikan. Minat Beli4 PENDAHULUAN Perubahan iklim dan kerusakan lingkungan telah menjadi isu global yang semakin mendesak untuk ditangani. Di tengah meningkatnya kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan, konsep green retail . itel hija. dan green advertising . klan hija. mulai mendapatkan perhatian serius dari berbagai sektor, termasuk industri ritel. (Muslihun et al. , 2. Green retail merupakan konsep bisnis ritel yang bertujuan untuk meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan melalui pemilihan material yang ramah lingkungan, penerapan strategi pengelolaan limbah yang efektif, serta promosi dan penjualan produk-produk yang Dalam manajemen risiko, penerapan green retail dapat membantu perusahaan mengurangi risiko lingkungan dan regulasi yang semakin ketat (Nurhayati et al. , 2. (Dewi & Nurfadila, 2. juga mendukung hal serupa . Sementara itu, green advertising bertujuan untuk meningkatkan kesadaran konsumen tentang pentingnya produk dan layanan Vol 5 No 2 . : Paulus Journal of Accounting (PJA) yang ramah lingkungan melalui kampanye pemasaran yang berfokus pada isu-isu lingkungan. (Aziz & Shihab, 2. Untuk mewujudkan penerapan green retail dan green advertising yang efektif, peran kepemimpinan menjadi sangat krusial. (Jumarpati & Dewi, 2. Pada jurnal (Patadungan & Maming, 2. menyatakan Pemimpin yang efektif juga akan memastikan bahwa semua anggota organisasi memahami dan mendukung inisiatif ini, sehingga tercipta budaya perusahaan yang selaras dengan tujuan lingkungan. Dengan demikian, kepemimpinan yang kuat dan berwawasan lingkungan dapat menjadi pendorong utama dalam keberhasilan implementasi green retail dan green advertising, serta berkontribusi pada upaya global untuk mengatasi perubahan iklim dan kerusakan lingkungan. Alfamart, salah satu ritel minimarket terbesar di Indonesia, telah mengadopsi inisiatif green retail dan green advertising dalam Inisiatif ini mencakup pengurangan penggunaan plastik, penyediaan produkproduk ramah lingkungan, serta kampanye edukasi kepada konsumen mengenai pentingnya menjaga lingkungan. Implementasi strategi ini diharapkan dapat membentuk persepsi positif konsumen terhadap brand image Alfamart, yang pada akhirnya dapat meningkatkan minat beli konsumen. (Taali & Maduwinarti, 2. Menurut teori perilaku konsumen, keputusan pembelian tidak hanya dipengaruhi oleh faktor harga dan kualitas produk, tetapi juga oleh nilai-nilai yang dianut oleh konsumen. (Kurniasari & Santoso, 2. Nilai lingkungan merupakan salah satu faktor penting yang dapat mempengaruhi keputusan pembelian. (Dzulhijj & Hidayat, 2. Green retail dan green advertising dapat meningkatkan brand image yang positif, yang pada gilirannya mempengaruhi minat beli konsumen. Teori ini didukung oleh penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa konsumen cenderung memiliki preferensi terhadap merek yang menunjukkan komitmen terhadap tanggung jawab sosial dan lingkungan. (Dzulhijj & Hidayat, 2. Meskipun banyak penelitian yang telah mengkaji pengaruh green marketing terhadap perilaku konsumen, terdapat beberapa kesenjangan yang perlu diidentifikasi. Penelitian sebelumnya banyak berfokus pada aspek green marketing secara umum tanpa membedakan antara green retail dan green advertising sebagai dua konsep yang terpisah namun saling Penelitian ini berusaha mengisi kesenjangan dengan mengkaji secara terpisah pengaruh green retail dan green advertising terhadap persepsi dan minat beli konsumen. Selain itu, sebagian besar penelitian yang ada berfokus pada konteks negara-negara Barat, sehingga terdapat kesenjangan empiris dalam konteks Indonesia, khususnya pada industri ritel seperti Alfamart. Banyak penelitian sebelumnya menggunakan pendekatan kuantitatif secara umum tanpa memperhatikan metode pengumpulan data yang spesifik dan analisis yang mendalam. Penelitian ini akan menggunakan metode survei dengan kuesioner yang dirancang khusus untuk mengukur persepsi dan minat beli konsumen terhadap inisiatif green retail, green advertising dan Brand Image di Alfamart khususnya di Kota Palopo. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya literatur tentang green marketing dengan membedakan secara jelas antara green retail dan green advertising serta pengaruhnya terhadap persepsi dan minat beli konsumen. Menyediakan data empiris yang relevan dalam konteks Indonesia, khususnya di kota Palopo, yang dapat digunakan sebagai acuan bagi penelitian selanjutnya. Memberikan rekomendasi kepada Alfamart dan perusahaan ritel lainnya mengenai strategi green marketing yang efektif untuk meningkatkan persepsi positif Vol 5 No 2 . : Paulus Journal of Accounting (PJA) dan minat beli konsumen. Terdapat perbedaan hasil penelitian sebelumnya mengenai green advertising dan green retail mempengaruhi persepsi dan minat beli konsumen secara Penelitian (Adiwijaya, 2. menunjukkan bahwa green ritiling memiliki potensi besar dalam membentuk perilaku konsumen yang lebih peduli lingkungan. Penelitian (Santoso & Fitriani, 2. mengindikasikan bahwa green advertising dapat meningkatkan kesadaran dan pengetahuan konsumen tentang isu-isu lingkungan. Selain itu, (Suastini & Mandala, 2. menemukan bahwa citra merek yang kuat dapat meningkatkan loyalitas konsumen, khususnya jika merek tersebut berkomitmen terhadap pelestarian lingkungan. Namun, studi (Yanti et al. , 2. menyatakan bahwa masih ada ketidakjelasan mengenai sejauh mana green advertising dan green retail mempengaruhi persepsi dan minat beli konsumen secara terpisah. Penelitian ini akan mengisi kesenjangan tersebut dengan mengkaji secara spesifik pengaruh kedua aspek ini di dalam konteks Indonesia. Green Ritel Green retail mengacu pada praktik bisnis ritel yang bertujuan untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Konsep ini mencakup penggunaan material ramah lingkungan, pengelolaan limbah yang efektif, efisiensi energi, serta penyediaan produk-produk yang ramah lingkungan. green retail merupakan salah satu bentuk tanggung jawab sosial perusahaan yang berfokus pada keberlanjutan lingkungan. (Utomo et al. , 2. Studi oleh (Purwanti et al. , 2. menemukan bahwa konsumen menunjukkan preferensi yang lebih besar terhadap ritel yang menerapkan praktik-praktik ramah lingkungan. Penelitian lain menunjukkan bahwa green retail dapat meningkatkan loyalitas pelanggan dan memperkuat hubungan antara konsumen dan merek. Di sisi lain, penelitian oleh (Mahdi et al. , 2. menekankan pentingnya integrasi strategi green retail dalam keseluruhan strategi bisnis perusahaan untuk mencapai keberhasilan jangka panjang. Green Advertising Green advertising adalah bentuk pemasaran yang menekankan aspek-aspek ramah lingkungan dari produk atau layanan. Iklan hijau bertujuan untuk meningkatkan kesadaran konsumen mengenai isu-isu lingkungan dan mendorong perilaku konsumsi yang lebih bertanggung jawab. (Rahimah et al. , 2. menemukan bahwa green advertising tidak hanya meningkatkan penjualan tetapi juga membangun citra positif perusahaan di mata konsumen. (Siswanto, 2. menunjukkan bahwa green advertising yang efektif harus mampu menyampaikan pesan lingkungan dengan jelas dan meyakinkan. Menurut (Dewi, 2. Iklan yang menekankan manfaat lingkungan dari produk dapat meningkatkan kesadaran dan preferensi konsumen. Brand Image Brand image atau citra merek adalah persepsi konsumen terhadap sebuah merek yang terbentuk dari berbagai interaksi dan pengalaman dengan merek tersebut (Bastian, 2. Sejumlah penelitian dari para ahli, termasuk Keller telah menunjukkan bahwa citra merek yang kuat dapat meningkatkan loyalitas konsumen, mempengaruhi keputusan pembelian, dan memberikan keunggulan kompetitif bagi perusahaan. Penelitian tersebut sejalan dengan (Sahrir, 2. yaitu tentang faktor faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian seperti jenis kelamin, usia, pendidikan, pekerjaan, tahap siklus hidup, kondisi ekonomi, gaya hidup, kepribadian, dan tingkat kepercayaan diri. Dalam literatur yang beragam, terdapat beberapa indikator brand image. (Fadhil et al. , 2. Kekuatan asosiasi merek bergantung pada Vol 5 No 2 . : Paulus Journal of Accounting (PJA) seberapa baik informasi tentang merek tersebut tersimpan dalam ingatan masyarakat dan bagaimana cara mempertahankannya . Ini mencakup relevansi pribadi, yaitu kemampuan masyarakat untuk lebih mudah membentuk citra merek ketika mereka sudah memiliki pengetahuan sebelumnya, dan konsistensi, yang berarti pesan pemasaran harus selalu Keberpihakan asosiasi merek mencakup aspek bahwa merek harus memenuhi harapan dan keinginan konsumen dan seberapa baik informasi mengenai merek dapat disampaikan kepada masyarakat dapat disampaikan. Penelitian oleh (Fadhil, 2. Keunikan asosiasi merek mengacu pada tingkat di mana merek tersebut memiliki manfaat kompetitif dan berkelanjutan yang menarik bagi konsumen, dengan penekanan pada poin perbedaan atau unsur diferensiasi yang ditonjolkan oleh program komunikasi pemasaran. Persepsi Konsumen Persepsi konsumen adalah proses di mana individu memilih, mengatur, dan menginterpretasikan informasi untuk membentuk gambaran yang bermakna tentang dunia di (Lanteng & Jumarpati, 2. Persepsi ini sangat penting dalam konteks pemasaran karena mempengaruhi bagaimana konsumen menilai dan merespons berbagai produk dan merek. (Marlius, 2. menjelaskan bahwa persepsi konsumen dipengaruhi oleh tiga tahap utama: eksposur, perhatian, dan interpretasi. Menurut (Umar et al. , 2. Motivasi dapat diartikan sebagai kekuatan seseorang yang dapat menimbulkan tingkat persistensi dan antusiasmenya dalam melaksanakan suatu kegiatan, baik yang bersumber dari dalam diri individu itu sendiri atau motivasi instrinsik maupun dari luar individu motivasi ekstrinsik Dalam konteks green marketing, membangun persepsi yang positif melalui green retail dan green advertising adalah kunci untuk meningkatkan brand image dan minat beli konsumen. Dengan demikian, kepemimpinan yang kuat dan berwawasan lingkungan dapat meningkatkan motivasi intrinsik dan ekstrinsik baik dalam tim internal maupun di kalangan Minat Beli Konsumen (Firdaus, 2. Praktik green retail yang diterapkan oleh perusahaan dapat meningkatkan minat beli konsumen. Pengalaman berbelanja yang ramah lingkungan dan kesadaran akan upaya keberlanjutan perusahaan mendorong konsumen untuk memilih produk dari perusahaan tersebut. Namun, dalam konteks ekonomi, pergerakan harga yang tidak menetap menyebabkan fluktuasi sehingga menjadi titik perhatian untuk mengukur tingkat pengaruhnya terhadap jumlah komoditas yang diminta. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan survei. Metode ini dipilih karena sesuai untuk mengukur hubungan antar variabel yang telah ditentukan dan mengumpulkan data dari sampel yang besar secara sistematis dan terstruktur. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh konsumen Alfamart di Kota Palopo. Sampel diambil menggunakan metode purposive sampling dengan menyebarkan kuisioner melalui Googleform melalui media sosial seperti wa. Kriteria sampel adalah konsumen yang pernah berbelanja di Alfamart dan memiliki kesadaran akan inisiatif green retail dan green advertising serta Brand Image yang dilakukan oleh Alfamart. Jumlah sampel yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah 100 responden. Data primer dalam penelitian ini diperoleh melalui kuesioner yang dirancang khusus, sementara data sekunder dikumpulkan Vol 5 No 2 . : Paulus Journal of Accounting (PJA) dari berbagai sumber termasuk studi pustaka dan penelusuran internet, untuk memberikan landasan teori yang komprehensif. Hipotesis yang dikemukakan pada penelitian ini adalah sebagai berikut : H1 : Penerapan Green Ritel secara parsial berpengaruh terhadap persepsi konsumen pada konsumen Alfamart di Kota Palopo H2 : Penerapan Green Advertasing secara parsial berpengaruh terhadap persepsi konsumen Alfamart di Kota Palopo H3 : Penerapan Brand Image secara parsial berpengaruh terhadap persepsi konsumen Alfamart di Kota Palopo H4: Penerapan Green Ritel secara parsial berpengaruh terhadap minat beli pada konsumen Alfamart di Kota Palopo H4: Penerapan Green Ritel secara parsial berpengaruh terhadap minat beli pada konsumen Alfamart di Kota Palopo H5: Penerapan Green Advertising secara parsial berpengaruh terhadap minat beli pada konsumen Alfamart di Kota Palopo H6: Penerapan Brand Image secara parsial berpengaruh terhadap minat beli pada konsumen Alfamart di Kota Palopo Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian kuantitatif ini adalah Structural Equation Model (SEM), yang dianalisis menggunakan software Partial Least Square (PLS). Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. SEM memungkinkan pengujian hubungan antara variabel bebas, seperti penggunaan Green Ritel. Green advertising, dan Brand Image, dengan variabel terikat secara parsial, sehingga memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai pengaruh variabel-variabel tersebut. HASIL DAN PEMBAHASAN Menurut distribusi survei, hingga 100 responden sepenuhnya kuesioner studi online dan Setelah itu, citra sifat -sifat responden dapat diperoleh dengan mempertimbangkan usia, jenis kelamin, dan tempat intesits berkunjung. Berikut ini adalah overview terperinci dari karakteristik responden : . Jenis Kelamin, . Laki-laki : 15,7 %, . Perempuan: 84,3%, . Pekerjaan, . pelajar/ mahasiswa : 84,3%, . PNS/TNI/polri : 1,4 %, . Wiraswasta: - d. lainnya : 14,3%, . frekuensi berkunjung . 1-2 kali : - . 3-5 kali: -. Lebih dari 5 kali : 90% Deskripsi Distribusi item ini dipergunakan supaya mengetahui frekuensi dan variasi jawaban responden pada setiap item pertanyaan pada kuisioner. Jawaban tersebut dapat dijelaskan pada tabel berikut: Analisis Inferensial Analisis inferensial dalam penelitian ini menggunakan analisis Structural Equation Modeling Based Variance (VB-SEM) dengan bantuan software Smart PLS 3. Hasil Uji Outer Model Evaluasi model merupakan model pengukuran yang bertujuan untuk menilai validitas . dan reliabilitas . suatu model. Pengujian outer model terdiri atas : Uji Validitas model Outer Model Vol 5 No 2 . : Paulus Journal of Accounting (PJA) Gambar Outer Model SEM (Output Smart-PLS 3. Outer Model adalah model SEM yang menunjukkan besaran factor muatan (Loading acto. setiap indicator variable teramati terhadap variable independent latennya. Sekaligus juga menunjukkan nilai koefisien pengaruh variable independent (X) terhadap variable dependen (Y). Convergent Validity (Loading Facto. Uji Validitas dengan Convergent validity adalah menentukan nilai loading faktor pada variabel laten dengan indikator-indikatornya. Tabel 1. Outer Loading (Convergent Validit. INDIKATOR GR1 GR2 GR3 GA1 GA2 GA3 GA4 BI1 BI2 B13 BI4 BI5 BI6 PK1 PK2 GREEN GREEN BRAND PERSEPSI MINAT RITEL ADVERTISING IMAGE KONSUMEN BELI (X. (X. (X. (Y. (Y. 0,912 0,851 0,866 0,884 0,795 0,852 0,842 0,778 0,840 0,779 0,822 0,862 0,844 0,874 Vol 5 No 2 . : Paulus Journal of Accounting (PJA) PK3 PK4 PK6 MB1 MB2 Mb3 Mb4 MB5 MB6 0,736 0,804 0,707 0,761 0,794 0,778 0,784 0,737 0,836 0,818 Sumber : data primer hasil analisis Smart PLS, 2024 Berdasarkan hasil analisis untuk melihat outer loding yang digunakan untuk menilai tingkat validitas indikator variabel sebagaimana pada tabel di atas diperoleh bahwa semua indikator memiliki nilai outer loading >0,7 . ilai minimum untuk tingkat validitas indikator yang Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa model SEM sebagaimana hasil analisis di atas adalah valid. Descriminant Validity Tabel 2. Cross Loading Semua Variabel Brand Green Green Ritel Minat Persepsi Image Advertising Beli_ Konsumen BI1 0,777 0,733 0,670 0,519 0,539 BI2 0,840 0,622 0,624 0,634 0,708 BI3 0,779 0,647 0,610 0,653 0,679 BI4 0,822 0,742 0,809 0,638 0,663 BI5 0,862 0,842 0,793 0,724 0,766 BI6 0,845 0,735 0,604 0,490 0,814 GA1 0,704 0,886 0,658 0,636 0,664 GA2 0,705 0,796 0,673 0,649 0,687 GA3 0,736 0,852 0,770 0,652 0,611 GA4 0,813 0,839 0,781 0,622 0,673 GR1 0,736 0,740 0,909 0,604 0,598 GR2 0,681 0,713 0,849 0,565 0,535 GR3 0,769 0,786 0,872 0,668 0,724 MB1 0,626 0,622 0,579 0,795 0,618 MB2 0,652 0,565 0,668 0,778 0,519 MB3 0,703 0,680 0,618 0,783 0,466 MB4 0,385 0,411 0,439 0,737 0,309 MB5 0,566 0,686 0,501 0,836 0,470 MB6 0,539 0,576 0,488 0,819 0,486 Vol 5 No 2 . : Paulus Journal of Accounting (PJA) PK1 0,705 0,727 0,668 0,549 0,918 PK2 0,758 0,617 0,475 0,477 0,786 PK3 0,737 0,725 0,718 0,469 0,813 PK6 0,590 0,482 0,479 0,544 0,780 Sumber : data primer hasil analisis Smart PLS, 2024 Berdasarkan Tabel menunjukkan bahwa nilai cross loading untuk seluruh indikator (BI. sampai dengan PK. mempunyai loading factor kepada konstruk lebih tinggi dibandingkan konstruk lainnya, sehingga dikatakan mempunyai nilai discriminant validity yang baik (Vali. (Ghozali, 2. Uji Composite Reliability atau Uji Reliabilitas Tabel 3. Pengujian CronbachAos Alpha,Composite Reliability dan AVE Cronbach's rho_A Composite Average Variance Alpha Reliability Extracted (AVE) Brand Image 0,903 0,908 0,926 0,675 Green 0,865 0,864 0,908 0,712 Advertising_ Green Ritel_ 0,851 0,861 0,909 0,769 Minat Beli_ 0,882 0,889 0,910 0,627 Persepsi 0,844 0,850 0,895 0,682 Konsumen Sumber : data primer hasil analisis Smart PLS, 2024 Hasil pengujian dari tabel diatas menunjukan bahwa hasil composite reability maupun cronbach alpha menunjukan nilai yang baik dimana nilai masing-masing variabel berada diatas nilai minimum 0,70. Nilai AVE yang dihasilkan oleh semua konstruk > 0,50. Hal ini menunjukan konsistensi serta stabilitas instrumen yang digunakan tinggi. Semua konstruk yakni variabel Green Ritel. Green Advertising. Brand Image. Persepsi Konsumen dan Minat Beli telah menjadi alat ukur yang fit, serta seluruh pertanyaan yang digunakan untuk mengukur masing-masing konstruk memiliki reliabilitas yang bagus. Uji Koefisien Determinan (R Squar. Tabel 5. R-square Konstruk Variabel R Square R Square Adjusted Minat Beli 0,608 0,595 Persepsi Konsumen 0,733 0,725 Sumber : data primer hasil analisis Smart PLS, 2024 Brand Origi Sample (O) 0,316 Sampl e Mean (M) 0,321 Stand Deviation (STDEV) 0,171 Statistics (|O/STDEV|) 1,844 Values 0,066 Vol 5 No 2 . : Paulus Journal of Accounting (PJA) Sum 0,767 0,155 4,813 0,000 data 0,391 0,164 2,413 0,016 anali Smar 0,170 0,151 1,222 0,222 PLS, Berd 0,106 0,150 0,667 0,505 an -0,079 0,183 0,359 0,720 nilai RSqua unjukkan koefisien determinasi, yang menggambarkan sejauh mana sebuah konstruk mampu menjelaskan model. Dengan kata lain, ini mengukur pengaruh variabel laten independen terhadap variabel laten dependen. Hasil pengujian menunjukkan bahwa R-Square untuk variabel Minat Beli adalah 0,608, yang berarti variabel independen menjelaskan 60% dari variasi dalam variabel dependen, sedangkan 40% sisanya dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam studi ini. Sementara itu. R-Square untuk variabel Persepsi Konsumen adalah 0,733, menunjukkan bahwa 73% variasi dalam variabel dependen dijelaskan oleh variabel independen, dengan 27% sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Analisis T Statistik Uji Hipotesis Uji hipotesis pada model SEM PLS dilakukan dengan menggunakan Evaluasi model struktural koefisien jalur dapat dilihat dari hasil tiap hubungan antar variabel dapat dinyatakan signifikan apabila nilai t-statistics>1. 96 dan nilai pvalue<0,05 Pada penelitian ini mengajukan sebanyak 6 hipotesis. Pengujian hipotesis ini menggunakan teknik analisis bootstrapping. Melalui teknik tersebut akan mendapati hasil tstatistik yang diperoleh dapat melihat pengaruh tingkat signifikan antara variabel independen ke variabel dependen. Apabila nilai t-statistik > 1,967 maka pengaruhnya adalah signifikan. Selanjutnya melalui hasil dari P Value yang diperoleh apabila nilai P Value pada setiap variabel < 0,05 maka H0 ditolak. Brand Image memiliki pengaruh positif terhadap Minat Beli dengan koefisien sebesar 0,316. Namun, pengaruh ini tidak signifikan pada level kepercayaan 95% . arena p-value < 0,. , maka H6 ditolak. Brand Image memiliki pengaruh positif yang Image Minat Beli_ Brand 0,746 Image Persepsi Konsumen Green 0,397 Advertising_ Minat Beli_ Green 0,184 Advertising_ -> Persepsi Konsumen Green 0,100 Ritel_ Minat Beli_ Green Ritel_ -> 0,066 Persepsi Konsumen Vol 5 No 2 . : Paulus Journal of Accounting (PJA) sangat signifikan terhadap Persepsi Konsumen dengan koefisien sebesar 0,746 . -value < 0,. Ini menunjukkan bahwa peningkatan pada Brand Image akan sangat meningkatkan Persepsi Konsumen, maka H5 dinyatakan diterima. Green Advertising memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Beli dengan koefisien sebesar 0,397 . -value < 0,. Ini berarti Green Advertising dapat meningkatkan Minat Beli secara signifikan, maka H4 Green Advertising memiliki pengaruh positif terhadap Persepsi Konsumen, tetapi pengaruh ini tidak signifikan pada level kepercayaan 95% . -value > 0,. , dengan demikian dapat dinyatakan H3 ditolak. Green Ritel memiliki pengaruh positif terhadap Minat Beli, namun pengaruh ini tidak signifikan . -value > 0,. , maka H2 ditolak. Green Ritel memiliki pengaruh negatif terhadap Persepsi Konsumen, tetapi pengaruh ini tidak signifikan . -value > 0,. , maka H1 dinyatakan ditolak. Pembahasan Brand Image dan Minat Beli: Meskipun koefisien antara Brand Image dan Minat Beli menunjukkan pengaruh positif sebesar 0,316, namun hasil bootstrapping menunjukkan bahwa pengaruh ini tidak signifikan pada level kepercayaan 95%. Hal tersebut menunjukkan bahwa Brand Image yang terdapat pada Ritel di Kota Palopo khususnya pada Ritail Alfamart belum sepenuhnya memberikan jaminan dalam merangsang peningkatan terhadap minat beli konsumen di Alfamart Palopo. Hasil ini sejalan dengan beberapa penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa terdapat variabel lain yang juga berperan dalam mempengaruhi minat beli konsumen, seperti kualitas produk, harga, dan promosi. (Geraldine, 2. Variabel lain yang juga berperan dalam mempengaruhi minat beli konsumen, seperti kualitas produk, harga, dan promosi, memiliki keterkaitan yang erat dengan budaya organisasi. Budaya organisasi dapat mempengaruhi bagaimana variabel-variabel ini diimplementasikan dan diterima oleh konsumen. (Patadungan & Maming, 2. Brand Image dan Persepsi Konsumen: Hasil analisis menunjukkan bahwa Brand Image memiliki pengaruh positif yang sangat signifikan terhadap Persepsi Konsumen, dengan koefisien sebesar 0,746 dan nilai p-value yang sangat rendah (<0,. Temuan ini mendukung penelitian yang menyoroti pentingnya menunjukkan peningkatan dalam Brand Image, yang dibangun melalui profesionalisme dalam setiap aspek bisnis, dapat secara signifikan meningkatkan persepsi konsumen terhadap produk atau layanan tertentu sehingga mempengaruhi persepsi konsumen dan keputusan pembelian mereka sejalan dengan penelitian dari (Dewi & Nurfadila, 2. dan (Lanteng & Masyarakat, 2. Green Advertising dan Minat Beli: Hasil analisis menunjukkan bahwa Green Advertising memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Beli, dengan koefisien sebesar 0,397 dan nilai p-value yang rendah (<0,. Green Advertising yang diterapkan Alfamart di Kota Palopo memberikan dampak yang positif tidak signifikan terhadap minat beli konsumennya. Hal ini menegaskan bahwa strategi pemasaran yang berfokus pada aspek keberlanjutan atau ramah lingkungan dapat meningkatkan minat beli konsumen. Temuan ini sejalan dengan literatur yang mengungkapkan bahwa konsumen semakin peduli terhadap masalah lingkungan dan cenderung memilih produk yang berkelanjutan. (Juanita et al. , 2. Vol 5 No 2 . : Paulus Journal of Accounting (PJA) Green Advertising dan Persepsi Konsumen: Meskipun Green Advertising memiliki pengaruh positif terhadap Persepsi Konsumen, namun hasil analisis menunjukkan bahwa pengaruh ini tidak signifikan pada level kepercayaan 95%. Ini menunjukkan bahwa faktor lain mungkin juga berperan dalam membentuk persepsi konsumen terhadap produk atau layanan yang dipasarkan secara berkelanjutan. Pemanfaatan teknologi dapat menjadi salah satu faktor penting yang mempengaruhi persepsi Teknologi memungkinkan penyampaian pesan iklan hijau yang lebih efektif dan interaktif, seperti melalui media sosial, aplikasi seluler, dan platform ecommerce, yang dapat meningkatkan keterlibatan dan kesadaran konsumen terhadap inisiatif berkelanjutan. Selain itu, teknologi dapat digunakan untuk memverifikasi klaim keberlanjutan produk melalui blockchain, memberikan transparansi yang lebih besar dan membangun kepercayaan konsumen. Dengan demikian, integrasi teknologi dalam strategi Green Advertising dapat membantu memperkuat persepsi positif konsumen terhadap produk ramah lingkungan. Hal tersebut sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Fadhil et al. , n. ) tentang kegunaan teknologi informasi berbasis Web pada CV. Makmur Sejahtera Palopo. Hasil analisis menunjukkan bahwa Green Ritel memiliki pengaruh positif terhadap Minat Beli konsumen Alfamart di Palopo, namun tidak signifikan pada level kepercayaan 95%. Hal ini menunjukkan bahwa faktor lain di luar Green Ritel juga mempengaruhi minat beli konsumen. Untuk meningkatkan pengaruh Green Ritel terhadap Minat Beli, penggunaan teknologi yang tepat dapat menjadi kunci. (Patadungan & Nurhayati, 2. Teknologi seperti aplikasi mobile, e-commerce, dan sistem manajemen rantai pasokan yang berkelanjutan dapat meningkatkan efisiensi operasional dan pengalaman belanja yang lebih baik. (Sari et al. , 2. Dengan teknologi ini, konsumen dapat dengan mudah mengakses informasi tentang praktik berkelanjutan yang diterapkan oleh Green Ritel, yang pada gilirannya dapat meningkatkan minat beli mereka. Selain itu, teknologi juga memungkinkan personalisasi layanan dan komunikasi yang lebih efektif dengan konsumen, membantu memperkuat pesan-pesan ramah lingkungan dan meningkatkan loyalitas terhadap merek. (Nurhayati & Patadungan, 2. Hasil analisis menunjukkan bahwa Green Ritel memiliki pengaruh negatif yang tidak signifikan terhadap Persepsi Konsumen Alfamart Palopo pada level kepercayaan Temuan ini menyoroti pentingnya pelatihan dan edukasi yang diberikan kepada karyawan Green Ritel untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman mereka tentang praktik berkelanjutan serta kebijakan ramah lingkungan perusahaan. Melalui pelatihan yang tepat, karyawan dapat menjadi duta merek yang efektif dalam menyampaikan pesan-pesan positif tentang keberlanjutan kepada konsumen, sehingga mengurangi kemungkinan persepsi negatif terhadap merek atau produk yang mereka Hal tersebut sejalan dengan penelitian dari (Umar & Sari, 2. , (Ilyas et , 2. dan (Jumarpati, 2. Vol 5 No 2 . : Paulus Journal of Accounting (PJA) REFERENSI