Journal of Science Education and Management Business (JOSEAMB) Vol. No. 2, tahun 2025, hlm. ISSN: 2828-3031 PENGARUH KETERSEDIAN PRODUK DAN KECEPATAN LAYANAN TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN MIE GACOAN DENGAN KEPUASAN KONSUMEN SEBAGAI VARIABEL INTERVENING Hasra Fauzan Saputra1. Ramdani Bayu Putra2. Afuan3 Universitas Putra Indonesia YPTK Padang hasrafauzan@gmail. com, ramdani_bayu@upiyptk. id, m. afuan@upiyptk. Info Artikel ABSTRAK Sejarah artikel: Penelitian Ini Bertujuan Untuk Menganalisis Pengaruh Ketersedian Produk Dan Kecepatan Layanan Terhadap Loyalitas Pelanggan Mie Gacoan Dengan Kepuasan Konsumen Sebagai Variabel Intervening. Dengan Mengunakan Data Primer Yang Diperoleh Dengan Menyebarkan Kuesioner Kepada 100 Mahasiswa UPI YPTK Jurusan Manajemen Sebagai Responden. Metode Penelitian Yang Digunakan Adalah Kuantitatif Dengan Pendekatan Structural Equation Model (SEM) Berbasis Partial Least Square (PLS). Hasil Analisis Menunjukkan Bahwa . Ketersedian Produk Berpengaruh Positif Dan Signifikan Terhadap Kepuasan Konsumen. Kecepatan Layanan Berpengaruh Negatif Dan Tidak Signifikan Terhadap Kepuasan Konsumen. Ketersedian Produk Berpengaruh Positif Dan Signifikan Terhadap Loyalitas Pelanggan. Kecepatan Layanan Berpengaruh Negatif Dan Tidak Signifikan Terhadap Loyalitas Pelanggan. Kepuasan Konsumen Berpengaruh Positif Dan Signifikan Terhadap Loyalitas Pelanggan. Keteresedian Produk Berpengaruh Positif Dan Signifikan Terhadap Loyalitas Pelanggan Melalui Kepuasan Konsumen. Kecepatan Layanan Berpengaruh Negatif Dan Tidak Signifikan Terhadap Loyalitas Pelanggan Melalui Kepuasan Konsumen. Diterima: 8 Agust 2025 Revisi: 25 agust 2025 Diterima: 10 Sept 2025 Publish: 3 Okt 2025 Kata kunci: Ketersedian Produk Kecepatan Layanan Loyalitas Pelanggan Kepuasan Konsumen Mie Gacoan Ini adalah artikel akses terbuka di bawah lisensi CC BY-SA. Penulis yang sesuai: Hasra Fauzan Saputra Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Pendidikan Indonesia, bandung, indonesia Email: hasrafauzan05@gmail. PENDAHULUAN Industri kuliner di Indonesia saat ini tengah mengalami perkembangan yang sangat pesat, ditandai dengan munculnya berbagai jenis usaha kuliner inovatif dan menjamurnya gerai makanan di berbagai kota. Fenomena ini tidak terlepas dari pergeseran gaya hidup masyarakat yang semakin modern, di mana kecepatan, efisiensi, dan variasi rasa menjadi faktor pertimbangan utama dalam memilih tempat makan. Sektor makanan cepat saji . ast foo. menjadi salah satu kontributor utama dalam pertumbuhan ini, menawarkan kemudahan akses, harga yang relatif terjangkau, serta penyajian yang cepat, sangat cocok dengan mobilitas masyarakat urban yang tinggi. Data dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menunjukkan bahwa sektor kuliner merupakan salah satu penyumbang terbesar Produk Domestik Bruto (PDB) ekonomi kreatif, menandakan vitalnya peran industri ini dalam perekonomian nasional. sub sektor kuliner Homepage jurnal: https://rcf-indonesia. org/jurnal/index. php/JOSEAMB/index JOSEAMB ISSN: 2828-3031 menyumbang Rp 455,44 triliun atau sekitar 41 persen dari total PDB ekonomi kreatif sebesar Rp 134 triliun pada 2020. (Agmasari, 2. Dalam dunia industri kuliner yang semakin kompetitif dan dinamis, kehadiran Mie Gacoan berhasil mencuri perhatian sebagai salah satu merek yang menonjol, khususnya dalam kategori makanan berbahan dasar mie dengan cita rasa pedas. Didirikan dengan pendekatan bisnis yang mengedepankan keunikan konsep serta inovasi dalam penyajian produk. Mie Gacoan mampu menempatkan dirinya sebagai destinasi kuliner favorit yang digemari oleh masyarakat luas, terutama kalangan muda. Hal ini terbukti dari tingginya antusiasme konsumen yang rela mengantre panjang di setiap gerai Mie Gacoan, bahkan tak jarang menyebabkan kepadatan lalu lintas di area sekitar lokasi usahanya. Namun, tingginya popularitas ini tidak lantas menjamin keberlanjutan bisnis dalam jangka panjang. Industri kuliner adalah industri yang volatil, di mana tren bisa berubah dengan cepat dan pesaing baru dapat muncul kapan saja. Oleh karena itu, bagi Mie Gacoan dan bisnis sejenisnya, loyalitas pelanggan menjadi kunci fundamental untuk menjaga eksistensi dan pertumbuhan Tabel 1. Frekuensi pembelian dalam 1 bulan terakhir Jumlah No Usia Responden Persentase 1-3 Kali 4-6 Kali 7-9 Kali >10 Kali Jumlah Sumber : data Kuesioner Berdasarkan Tabel 1. 1 diatas dapat dilihat bahwa dari 100 responden mahasiswa upi yptk angkatan 2022 sebagai konsumen mie gacoan yang membeli mie gacoan dalam 1 bulan terakhir 1-3 Kali Sebanyak 42 Orang Dan 4-6 kali sebanyak 41 orang,7-9 kali 15 orang,>10 kali 2 orang. Hal ini menunjukan bahwa mayoritas responden membeli mie gacoan 1-3 kali dalam 1 bulan terakhir. LANDASAN TEORI Loyalitas Pelanggan Menurut Kotler dan Keller dalam (Oktavia et al. , 2. , loyalitas adalah komitmen yang dipegang secara mendalam untuk membeli atau mendukung kembali produk atau jasa yang disukai di masa depan, meskipun pengaruh situasi dan usaha pemasaran berpotensi menyebabkan pelanggan Loyalitas bukanlah sekadar kebiasaan membeli, melainkan kombinasi antara perilaku pembelian yang konsisten . rekuensi dan volume pembelia. dengan sikap positif . epercayaan, preferensi, dan niat bai. terhadap merek atau perusahaan. Menurut (Widianingsih et al. , 2. produk yang positif dapat meningkatkan kepuasan pelanggan dan, sebagai hasilnya, meningkatkan loyalitas mereka. Namun, perusahaan harus berhatihati dalam melaksanakan perubahan ini untuk memastikan bahwaekspektasi pelanggan terpenuhi dan kepercayaan tetap terjaga. Pengelolaan Ketersedian Produk Menurut Situngkir et al. dalam (Lindung, 2. , menyatakan bahwa ketersediaan produk merupakan suatu faktor yang berhubungan dengan kemudahan untuk memperoleh suatu produk, adanya ketersediaan produk tentu hal ini dapat menjadikan para untuk konsumen lebih mudah memperoleh produk yang diharapkan. Kecepatan Layanan Kecepatan layanan dalam konteks industri kuliner didefinisikan sebagai interval waktu yang dibutuhkan mulai dari saat pelanggan melakukan pemesanan hingga hidangan atau pesanan tersebut disajikan sepenuhnya dan siap untuk dikonsumsi. Menurut (Moh Azus Shony Azar 2. dalam (Putri & Rino, 2. kecepatan layanan akan menyebabkan konsumen menjadi lebih puas saat mereka mengkonsumsi jasa yang ditawarkan. ISSN: 2828-3031 Kepuasan konsumen Menurut Richard L. Oliver . dalam (Fahmi, 2. kepuasan terjadi ketika kinerja produk atau layanan sesuai atau melebihi harapan konsumen . onfirmasi positif atau positive disconfirmatio. Sebaliknya, jika kinerja lebih rendah dari harapan, maka akan terjadi ketidakpuasan . iskonfirmasi negatif atau negative disconfirmation. Menurut (Syahmien Moehyi, 1. dalam (Wahyuni et al. , untuk mencapai kepuasan konsumen ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan oleh perusahaan, yaitu kualitas produk, kualitas pelayanan, dan handling complain. Berikut ini penjelasan dari setiap hal penting tersebut. METODELOGI PENELITIAN Penelitian ini akan menggunakan pendekatan kuantitatif . uantitative approac. Menurut (Waruwu et al. , 2. Penelitian kuantitatif merupakan salah satu pendekatan penelitian yang menggunakan data dalam bentuk angka untuk menjawab pertanyaan penelitian. Pendekatan kuantitatif dipilih karena penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan sebab-akibat . dan mengukur pengaruh antara variabel-variabel yang diteliti, yaitu ketersediaan Produk, kecepatan Layanan. Loyalitas Pelanggan, dan kepuasan konsumen. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode survei. Data akan dikumpulkan langsung dari respondenDescribe the time and location of the study, materials and tools used as well as research method. Objek Penelitian Objek penelitian ini adalah Mie Gacoan, salah satu merek usaha kuliner yang bergerak di bidang penyediaan olahan mi pedas yang sedang populer di kalangan masyarakat, khususnya segmen Fokus penelitian akan diarahkan pada Manajemen operasional dan strategi pemasaran Mie Gacoan yang berkaitan dengan ketersediaan produk dan kecepatan layanan yang diberikan kepada konsumen. Pemilihan Mie Gacoan sebagai objek penelitian didasarkan pada popularitasnya yang tinggi dan volume pelanggan yang signifikan di Kota Padang, yang seringkali menimbulkan isu terkait efisiensi operasional, terutama pada jam-jam puncak. Dengan mengamati Mie Gacoan, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana praktik operasionalnya memengaruhi persepsi kepuasan dan loyalitas pelanggan. dengan studi kasus mahasiswa upi yptk jurusan manajemen angkatan 2022. Populasi Dan Sampel Menurut (Sulistiyowati, 2. populasi dapat diartikan sebagai keseluruhan elemen dalam penelitian meliputi objek dan subjek dengan ciri-ciri dan karakteristik tertentu. Dalam penelitian ini populasi adalah mahasiswa manajemen angkatan 2022 universitas UPI YPTK Padang yang memiliki pengalaman sebagai konsumen mie gacoan. Menurut (Sugiyon. Dalam (Sulistiyowati, 2. Sampel secara sederhana diartikan sebagai bagian dari populasi yang menjadi sumber data yang sebenarnya dalam suatu penelitian. Karena populasi konsumen mie gacoan Pada Mahasiswa UPIYPTK Padang Fakultas Ekonomi dan Bisnis yaitu sebanyak 810 orang. Sehingga teknik penarikan sampel menggunakan rumus Slovin. Dengan menggunakan rumus di atas populasi sebanyak 810, dengan tingkat kesalahan 10% maka jumlah sampel yang akan diteliti dibulatkan menjadi 100 responden. Teknik analisis data Metode penelitian ini menggunakan SmartPLS atau Smart Partial least Square. Alasan menggunakan program ini karena penelitian ini lebih bersifat memprediksi dan menjelaskan variabel laten dari pada menguji suatu teori dan jumlah sampel dalam penelitian tidak besar. Pada penelitian ini analisis data yang digunakan adalah uji validitas, uji realibilitas dan uji hipotesis dengan SEMPLS terhadap 4 . Pembentukan variabel laten dalam penelitian ini kesemuanya bersifat reflektif, yang berarti keempat variabel laten mempengaruhi indikator. JOSEAMB Vol. No. Tahun 2025 JOSEAMB ISSN: 2828-3031 HASIL DAN PEMBAHASAN Outer Model Berdasarkan hasil pengujian outer model dengan menggunakan SmartPLS, diperoleh nilai korelasi antara item pernyataan-pernyataan variabel penelitian sebagai berikut : Gambar 4. Outer Model Penilaian Average Variance Extracted (AVE) Kriteria validity suatu konstruk atau variabel juga dapat dinilai melalui nilai Average Variance Extracted (AVE) dari masing-masing konstruk atau variabel. Konstruk dikatakan memiliki validitas yang tinggi jika nilainya berada diatas 0,5. Berikut akan disajikan nilai AVE dalam penelitian ini pada tabel 4. Tabel 4. Nilai Average Variance Extracted (AVE) Variabel AVE Ketersedian Produk (X. 0,687 Kecepatan Layanan (X. 0,674 Loyalitas Pelanggan (Y) 0,706 Kepuasan konsumen (Z) 0,679 Sumber : Hasil olahan SmartPLS, 2025 Penilaian Reliabilitas (CronbachAosAlph. Setelah diketahui tingkat validitas data, maka langkah berikut adalah mengetahui tingkat keandalan data atau tingkat reliabel dari masing-masing konstruk atau variabel. Penilaian ini dengan melihat nilai composite reliability dan nilai crombach alpha. Nilai suatu konstruk dikatakan reliabel jika memberikan nilai crombach alpha > 0,70. Hasil uji reliabilitas disajikan pada Tabel 4. ISSN: 2828-3031 Tabel 4. Nilai Reliabilitas Konstruk ( Variabe. Cronbachs Alpha Ketersedian produk (X!) 0,958 Kecepatan Layanan (X. 0,958 Loyalitas Pelanggan (Y) 0,962 Kepuasan Konsumen (Z) 0,957 Sumber : Hasil olahan SmartPLS, 2025 Rho_A Composite Reliability Keterangan 0,960 0,981 0,964 0,960 0,963 0,961 0,966 0,962 Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Inner Model Proses pengujian selanjutnya adalah pengujian inner model atau model struktural yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antar konstruk sebagaimana yang telah dihipotesiskan. Model struktural dievaluasi dengan memperhatikan nilai R-Square untuk konstruk endogen dari pengaruh yang diterimanya dari konstruk eksogen. Gambar 4. Inner Model Berikutnya sebagaimana yang dijelaskan sebelumnya, penilaian inner model maka di evaluasi melalui nilai R-Square, untuk menilai pengaruh konstruk laten eksogen tertentu terhadap konstruk laten endogen apakah mempunyai pengaruh yang substantive. Berikut estimasi R-Square pada Tabel 4. JOSEAMB Vol. No. Tahun 2025 JOSEAMB ISSN: 2828-3031 Tabel 4. Nilai R-Square Variabel R Square Loyalitas pelanggan (Y) 0,915 Kepuasan Konsumen (Z) 0,702 Sumber : Hasil olahan SmartPLS, 2025 R Square Adjusted 0,913 0,696 terlihat nilai R2 konstruk Kepuasan Konsumen sebesar 0,702 atau sebesar 70,2% yang menggambarkan besarnya pengaruh yang diterimannya dari konstruk Ketersedian Produk Dan Kecepatan Layanan. Sisanya sebesar 29,8% dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian ini. Sementara nilai R2 untuk konstrak Loyalitas Pelanggan sebesar 0,915 atau sebesar 91,5% menunjukkan besarnya pengaruh yang diberikan oleh Ketersedian Produk. Kecepatan Layanan dan kepuasan konsumen dalam menjelaskan atau mempengaruhi Loyalitas Pelanggan. Sisanya sebesar 8,5% dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian ini. Semakin tinggi nilai R-Square maka semakin besar kemampuan konstruk eksogen tersebut dalam menjelaskan variabel endogen sehingga semakin baik persamaan struktural yang terbentuk. Hasil pengujian hipotesis Berdasarkan hasil olah data dengan mengunakan SmartPls,maka hasil pengujian hipotesis dalam penelitain ini adalah sebagai berikut: Tabel 4. Hasil Pengujian Hipotesis Nilai Hipot PKeteran Pernyataan Koefisie Statis Value Ketersedian Produk Berpengaruh 0,000< Positif Dan Signifikan Terhadap 0,835 9>1,9 Diterima 0,05 Kepuasan Konsumen Mie Gacoan Kecepatan Layanan Berpengaruh Negatif Dan Tidak Signifikan 0,312 0,755> -0,019 Ditolak Terhadap Kepuasan Konsumen <1,96 0,05 Mie Gacoan Ketersedian Produk Berpengaruh Positif Dan Signifikan Terhadap 5,907 0,000< 0,659 Diterima Loyalitas Pelanggan >1,96 0,05 Mie Gacoan Kecepatan Layanan Berpengaruh 0,360 0,720> Negatif Dan Tidak Signifikan -0,015 Ditolak <1,96 0,05 Terhadap Loyalitas Pelanggan Kepuasan Konsumen Berpengaruh 2,860 0,005< Positif Dan Signifikan Terhadap 0,332 Diterima >1,96 0,05 Loyalitas Pelanggan Keteresedian Produk Berpengaruh Positif Dan Signifikan Terhadap 2,640 0,010< 0,278 Diterima Loyalitas Pelanggan Melalui >1,96 0,05 Kepuasan Konsumen Kecepatan Layanan Berpengaruh Negatif Dan Tidak Signifikan 0,294 0,769> Signifikan Terhadap Loyalitas -0,006 Ditolak <1,96 0,05 Pelanggan Melalui Kepuasan Konsumen Sumber : Hasil olahan SmartPLS, 2025 ISSN: 2828-3031 KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan mengenai pengaruh ketersediaan produk dan kecepatan layanan terhadap loyalitas pelanggan Mie Gacoan dengan kepuasan konsumen sebagai variabel intervening pada mahasiswa UPI YPTK Padang angkatan 2022, maka dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut: Ketersediaan produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen. Hal ini menunjukkan bahwa semakin baik ketersediaan produk yang ditawarkan, maka semakin tinggi pula tingkat kepuasan konsumen. Kecepatan layanan tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen. Artinya, meskipun layanan cepat disediakan, hal tersebut belum tentu meningkatkan kepuasan pelanggan secara langsung. Ketersediaan produk juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas pelanggan. Pelanggan yang merasa produk selalu tersedia cenderung lebih loyal. Kecepatan layanan tidak berpengaruh signifikan terhadap loyalitas pelanggan, menunjukkan bahwa kecepatan dalam melayani tidak selalu menjamin pelanggan akan tetap setia. Kepuasan konsumen terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas Kepuasan yang dirasakan pelanggan dapat meningkatkan kesetiaan mereka terhadap Mie Gacoan. Ketersediaan produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas pelanggan melalui kepuasan konsumen. Artinya, kepuasan konsumen menjadi mediator yang memperkuat hubungan antara ketersediaan produk dan loyalitas. Kecepatan layanan tidak berpengaruh signifikan terhadap loyalitas pelanggan melalui kepuasan konsumen, yang berarti kepuasan tidak dapat memediasi hubungan kecepatan layanan dan loyalitas pelanggan secara signifikan. Saran Berdasarkan kesimpulan di atas, maka dapat penulis berikan beberapa saran sebagai berikut: Bagi manajemen Mie Gacoan, sebaiknya terus menjaga dan meningkatkan ketersediaan produk agar pelanggan merasa kebutuhan mereka selalu terpenuhi. Ini terbukti memberikan dampak besar terhadap kepuasan dan loyalitas pelanggan. Kecepatan layanan perlu ditinjau kembali. Meskipun tidak signifikan dalam penelitian ini, peningkatan efisiensi dan waktu layanan tetap penting untuk memberikan pengalaman pelanggan yang menyenangkan dan menghindari antrean panjang. Fokus pada kepuasan pelanggan harus menjadi strategi utama. Karena kepuasan terbukti menjadi jembatan yang penting dalam membangun loyalitas, maka aspek pelayanan, rasa produk, harga, dan kenyamanan harus terus dievaluasi dan ditingkatkan. Bagi peneliti selanjutnya, diharapkan dapat memperluas objek penelitian ke berbagai kalangan selain mahasiswa serta mempertimbangkan variabel lain seperti harga, promosi, atau kualitas pelayanan sebagai faktor yang turut memengaruhi loyalitas pelanggan REFERENSI