JURNAL PERTANIAN BERBASIS KESEIMBANGAN EKOSISTEM http://e-journal. id/index. php/agrimeta Vol . 12 No 23 (APRIL, 2. 29 - 33 e-ISSN : 2721-2556 . p-ISSN : 2088-2531 ANALISIS NILAI TAMBAH DAN PENDAPATAN PENGOLAHAN PARE MENJADI KERIPIK PARE Isabela Yulninsi. Dian Tariningsih*. Nyoman Yudiarini. Diah Yuniti Program Studi Agribisnis. Fakultas Pertanian dan Bisnis. Universitas Mahasaraswati Denpasar. Corresponding Author : diantariningsihyasa@unmas. ABSTRACT The main part of the bitter melon plant which has a high economic value is the fruit. This study aims to analyze the added value and income from processing bitter melon into bitter melon chips at UD Ratu Wiguna Desa Padangsambian. West Denpasar District. Denpasar City. Types of data in research includes qualitative data and quantitative data. Sources of data in this study are primary data and secondary data. The method of determining the respondent is carried out by the method of census. The results showed that the characteristics of the respondents included age, education and work experience. The added value of processing bitter melon into bitter melon chips at UD Ratu Wiguna in Padangsambian Village. West Denpasar District. Kota Denpasar. Rp. 31,750 per kilogram with a total production of 10 kilograms bitter gourd chips in one production process. Income received from proceeds processing bitter melon into bitter melon chips in one production process at UD Ratu Wiguna in Padangsambian Village. West Denpasar District. Denpasar City is Rp. 259,810. or Rp 5,196,200 per Keywords: Pare Chips. Value Added, and Pare and Income PENDAHULUAN Pare (Momordica charantia L) merupakan salah satu jenis bahan pangan tergolong dalam sayuran buah yang banyak ditanam di pekarangan dan sudah dikenal baik oleh mas-yarakat indonesia sebagai bahan pangan dengan cita rasa yang pahit. Bagian utama tanaman pare yang mempunyai nilai ekonomis cukup tinggi adalah buahnya. Bagi para petani peluang pasar pare merupakan salah satu alternatif usahatani yang dapat dijadikan sebagai sumber penghasilan dan peningkatan pendapatan, namun bagi konsumen, buah pare selain dijadi-kan berbagai jenis masakan, juga mempunyai fungsi ganda sebagai tanaman obat. Pemasaran buah pare di pusat perdagangan di Kota Denpasar tergolong cukup banyak, namun dalam pemanfaatannya, pare terbilang masih belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat, apalagi dalam bidang kuliner. Hal inilah yang mendorong munculnya ide untuk menjadikan pare sebagai produk makanan kese-hatan masyarakat Indonesia yaitu keripik pare, sehingga diharapkan manfaat tanaman pare akan lebih populer dan lebih diperhatikan menjadi komoditas pertanian yang lebih menjanjikan Perkembangan usaha pembuatan keripik pare pada industri rumah tangga ditunjang oleh ketersediaan bahan baku yang mencukupi dan sangat berpengaruh positif dalam penyerapan tenaga kerja dan peningkatan pendapatan keluarga. Usaha agroindustri keripik pare termasuk kedalam agroindustri makanan dengan bahan baku utama pare, merupakan usaha tradisional yang dilakukan secara mandiri oleh UD. Ratu Wiguna yang berlokasi di Desa Padangsambian. Kecamatan Denpasar Barat. Kota Denpasar. UD Ratu Wiguna menjalankan usaha pengolahaan keripik pare menggunakan bahan-bahan yang alami tanpa Bahan Tambahan Pangan (BTP) yang dapat membahayakan kesehatan konsumen. Namun pengolahan pare menjadi keripik pare adalah untuk camilan sehat sehingga siapapun bisa mengkonsumsi camilan ini, disamping itu pare dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku keripik pare sehingga memiliki nilai tambah dan sekaligus meningkatkan nilai ekonomisnya. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di Desa Padang-sambian Kecamatan Denpasar Barat. Kota Denpasar. Pemilihan lokasi ditentukan secara sengaja . dengan dasar pertimbangan UD Ratu Wiguna merupakan salah satu Usaha Mikro dan Kecil (UMK) penghasil keripik pare yang sudah berproduksi sejak tahun 2019 dan berlokasi di jantung Kota Denpasar dan merupakan binaan dari Disperindag Kota Denpasar serta industri rumah tangga UD Ratu Wiguna sudah memiliki izin usaha mikro kecil dengan Nomor Induk berusaha Populasi dalam penelitian ini adalah semua orang yang terlibat dalam pengolahan pare menjadi keripik pare pada UD Ratu Wiguna yang berjumlah sebanyak 5 orang yang terdiri dari 1 orang pemilik dan 4 orang karyawan. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini metode obsevasi, metode wawancara, studi pustaka dan Metode Analisis Data Analisis Nilai Tambah Analisis Pendapatan A = TR AeTC Dimana: A = Pendapatan (Rupia. TR = Total Revenue, total penerimaan yang diperoleh per proses produksi (Rupia. TC = Total Cost, biaya total yang dikeluarkan per proses produksi (Rupia. Analisis Biaya TC = FC VC Dimana : TC = Total Cost, biaya total yang dikeluarkan per proses produksi (Rupia. FC = Fixed Cost, biaya tetap yang dikeluarkan per proses produksi (Rupia. VC =Variabel Cost, biaya variabel yang dikeluarkan per proses produksi (Rupia. Penyusutan Alat ycEOeycI ya= ycA Keterangan : D = Biaya penyusutan alat pertahun (Rp/tahu. P = Harga awal pembelian alat (R. S = Harga akhir alat (R. N = Perkiraan umur ekonomis. Analisis Penerimaan TR = P x Q Dimana : TR = Total Revenue, total penerimaan yang diperoleh per proses produksi (Rupia. P = Harga produksi keripik pare (Rupia. Q = Kuantitas produksi keripik pare . HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Responden Karakteristik responden merupakan gam-baran umum tentang keadaan dan latar belakang responden yang berpengaruh terhadap kegiatan usaha. Berikut ini akan diuraikan beberapa karak-teristik responden berdasarkan umur, pendidikan, dan pengalaman kerja. Umur Umur kemampuan fisik seseorang dalam mengelola usahanya maupun dalam melakukan pekerjaan lain. RataAerata umur responden termasuk kedalam kelompok usia umur produktif. Umur responden terbanyak berada pada rentang umur 32- 38 tahun sebanyak 3 orang . %), sedangkan umur responden dengan rentang umur 25-31 tahun sebanyak 2 orang . %). Pendidikan Tingkat pendidikan merupakan salah satu faktor yang menentukan produktifitas kerja, sikap dan kemampuan orang dalam mengambil keputusan dan tindakan, tingkat pendidikan responden tertinggi pada tingkat pendidikan SMA sebanyak 4 orang . %), sedangkan tingkat pendidikan jenjang S1 sebanyak 1 orang . %). Karakteristik Usaha Pengolahan Pare Menjadi Keripik Pare Pada UD Ratu Wiguna Karakteristik usaha meliputi: bahan baku dan proses pengolahan pare menjadi keripik pare, biaya usaha, penerimaan dan pendapatan, serta pemasaran. Biaya Produksi Biaya dalam penelitian ini adalah seluruh biaya yang dikeluarkan untuk proses pembuatan keripik pare di UD Ratu Wiguna Desa Padangsambian Kecamatan Denpasar Barat Kota Denpasar. Biaya Tetap Biaya tetap dalam penelitian ini merupakan biaya penyusutan peralatan kecil seperti wajan, timbangan digital, blender, alat pres, peralatan tirisan, baskom, serokan, alat pemotong, spinner, pisau, kompor, tabung gas serta biaya tenaga kerja dan listrik. Uraian biaya penyusutan alat pada UD Ratu Wiguna Desa Padangsambian Kecamatan Denpasar Barat Kota Denpasar dapat dilihat pada Tabel 1 AGRIMETA. VOL. 12 NO. AP RI L 2022. p-ISSN : 2088-2531, e-ISSN : 2721-2556 Tabel 1 Rata-Rata Biaya Penyusutan Alat Satu Kali Produksi Pada UD Ratu Wiguna Desa Padangsambian Kecamatan Denpasar Barat Kota Denpasar Tahun 2021 Sarana/ Komponen Jumlah (B. Nilai Pembelian Lama Pemakaian Nilai Penyusutan (R. Biaya (R. (Tahu. Wajan Timbangan Digital Blender Alat Press Alat Tirisan Baskom Serok Penggoreng Alat Pemotong Spinner Pisau Kompor Tabung Gas Total Berdasarkan Tabel 1 Rata-rata biaya penyusutan alat pada UD Ratu Wiguna Desa Padangsambian Kecamatan Denpasar Barat Kota Denpasar adalah sebesar Rp. 190 atau sebesar Rp 2. 800 per Biaya tetap pada UD Ratu Wiguna Desa Padangsambian Kecamatan Denpasar Barat Kota Denpasar termasuk biaya penyusutan alat, upah tenaga kerja dan biaya listrik. Tabel 2 Rata- Rata Biaya Tetap Satu Kali Proses Produksi Pada UD Ratu Wiguna Desa Padangsambian Kecamatan Denpasar Barat Kota Denpasar Tahun 2021 Biaya Tetap Penyusutan Alat Upah Tenaga Kerja Listrik Total Besarnya Biaya Tetap (R. Persentase (%) dalam satu minggu sebanyak 5 kali sedangkan dalam satu bulan sebanyak 20 kali proses produksi. Biaya Variabel Biaya Variabel yang digunakan dalam pengolahan pare menjadi keripik pare pada UD Ratu Wiguna Desa Padangsambian Kecamatan Denpasar Barat Kota Denpasar terdiri dari biaya bahan baku dan biaya bahan penolong. Biaya variabel pengolahan pare menjadi keripik pare pada UD Ratu Wiguna Desa Padangsambian Kecamatan Denpasar Barat Kota Denpasar disajikan pada Tabel 3 Berdasarkan Tabel 3 Menunjukan bahwa ratarata biaya variabel pengolahan pare menjadi keripik pare satu kali proses produksi pada UD Ratu Wiguna Desa Padangsambian Kecamatan Denpasar Barat Kota Denpasar adalah sebesar Rp. 000 atau sebesar Rp 000 per bulan 30,70 58,64 10,66 Berdasarkan Tabel 2 Menunjukan bahwa rata-rata biaya tetap yang dikeluarkan dalam satu kali proses produksi pada UD Ratu Wiguna Desa Padangsambian Kecamatan Denpasar Barat Kota Denpasar adalah sebesar Rp. 190 atau sebesar Rp 7. 800 per Produksi keripik pare pada UD Ratu Wiguna Biaya Total Biaya Total adalah jumlah yang dikeluarkan keseluruhan biaya tetap dan biaya variabel yang dikeluarkan oleh UD Ratu Wiguna dapat dilihat pada Tabel 4 Berdasarkan Tabel 4 rata-rata biaya total pengolahan pare menjadi keripik pare untuk satu kali proses produksi pada UD Ratu Wigun Desa Padangsambian Kecamatan Denpasar Barat Kota Denpasar adalah sebesar Rp. 190 atau sebesar Rp 24. 800 per AGRIMETA. VOL. 12 NO. AP RI L 2022. p-ISSN : 2088-2531, e-ISSN : 2721-2556 Tabel 3. Rata-Rata Biaya Variabel Pengolahan Pare Menjadi Keripik Pare Satu Kali Proses Produksi Pada UD Ratu Wiguna Desa Padangsambian Kecamatan Denpasar Barat Kota Denpasar Tahun 2021 Biaya Variabel Kuantitas Pare Tepung Minyak Goreng Bawang Putih Ketumbar Garam Santan Penyedap Kemasan Label Kemasan Transportasi Tabel 4 Satuan Ons Pcs Pcs Total Nilai (R. Persentase (%) 23,12 8,67 8,67 10,40 0,12 23,12 3,47 2,31 5,78 11,56 2,78 Rata-Rata Biaya Total Pengolahan Pare Menjadi Keripik Pare Satu Kali Proses Produksi Pada UD Ratu Wiguna Desa Padangsambian Kecamatan Denpasar Barat Kota Denpasar Tahun 2021 Jenis Biaya Nilai (R. Persentase (%) Tetap 30,25 Variabel 69,75 Total Penerimaan dan Pendapatan Pendapatan penerimaan dengan biaya total yang dikeluarkan dalam memproduksi keripik pare. Dimana total penerimaan merupakan total hasil yang diterima dari penjulan Tabel 5 Harga Satuan (R. keripik pare, yaitu produksi dikalikan dengan harga jual selama satu kali proses produksi keripik pare. Rata-rata penerimaan dan pendapatan keripik pare dalam satu kali proses produksi, untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 5 Rata-Rata Penerimaan dan Pendapatan Pengolahan Pare Menjadi Keripik Pare Satu Kali Proses Produksi Pada UD Ratu Wiguna Desa Padangsambian Kecamatan Denpasar Barat Kota Denpasar Tahun 2021 Karakteristik Kuantitas Satuan Harga Nilai (R. (R. Penerimaan Pcs Biaya total produksi Pendapatan Nilai penjualan atau penerimaan pengolahan pare menjadi keripik pare dalam satu kali proses produksi pada UD Ratu Wiguna Kecamatan Denpasar Barat Kota Denpasar adalah sebesar Rp. 000, atau sebesar Rp 000 per bulan. Pendapatan pengolahan pare menjadi keripik pare pada UD Ratu Wiguna Kecamatan Denpasar Barat Kota Denpasar dalam satu kali proses produksi adalah sebesar Rp. 810 atau sebesar Rp 200 per bulan. Nilai Tambah Hasil Pengolahan Pare Menjadi Keripik Pare Pada UD Ratu Wiguna Nilai tambah adalah nilai yang dihasilkan dari pengolahan pare menjadi keripik pare yang dihasilkan oleh UD Ratu Wiguna. Nilai tambah merupakan pertambahan nilai pada suatu komoditi karena mengalami proses pengolahan perhitungan nilai. Perhitungan nilai tambah dilakukan dengan berbagai komponen mempengaruhi dalam perhitungan antara lain bahan baku yang dihitung berdasarkan data diperoleh dilapangan dapat dirinci pada Tabel 6 AGRIMETA. VOL. 12 NO. AP RI L 2022. p-ISSN : 2088-2531, e-ISSN : 2721-2556 Tabel 6. Analisis Nilai Tambah Pengolahan Pare Menjadi Keripik Pare Satu Kali Proses Produksi Pada UD Ratu Wiguna Desa Padangsambian Kecamatan Denpasar Barat Kota Denpasar Tahun 2021 Daftar Input. Output Dan Harga Nilai Hasil produksi keripik pare (K. Bahan baku (K. Tenaga kerja (HOK) Faktor konversi . / . Koefisien tenaga kerja . / . Harga output (Rp/k. Upah rata-rata (Rp/HOK ) . Pendapatan Dan Keuntungan Harga bahan baku (Rp/k. Sumbangan input lain (Rp/k. Nilai output (Rp/k. Nilai tambah . - . - . (Rp/K. Rasio nilai tambah (%) . / . 42,33 Imbalan tenaga kerja . (Rp/HOK) Bagian tenaga kerja (%) . / . 34,64 Keuntungan . - . (Rp/k. Tingkat keuntungan (%) . / . 65,35 Balas Jasa Untuk Faktor Produksi Marjin . Ae . (Rp/k. Pendapatan tenaga kerja (%) . / . 16,92 Sumbangan input lain (%) . / . 51,15 Keuntungan (%) . / . 31,92 Berdasarkan perhitungan nilai tambah menggunakan metode Hayami pada Tabel 6 Menunjukan bahwa perhitungan dalam satu kali proses produksi, diketahui bahwa rata-rata penggunaan bahan baku dalam proses pengolahan pare menjadi keripik pare pada UD Ratu Wiguna di Desa Padangsambian. Kecamatan Denpasar Barat. Kota Denpasar menggunakan bahan baku sebanyak 20 kg pare dengan harga Rp. 000/kg dengan membeli bahan baku dari petani Desa Darmasaba, menghasilkan 10 kg keripik pare setara dengan 100 pcs dimana satu pcs keripik pare setara dengan 100 gram dengan harga jual Rp 15. 000/pcs atau dalam 1 kg keripik pare seharga Rp 150. Tenaga kerja yang dihitung adalah semua tenaga yang berperan dalam proses produksi keripik pare pada UD Ratu Wiguna berjumlah 4 orang dan upah rata-rata tenaga kerja satu kali proses produksi sebesar Rp. dengan jumlah jam kerja sebanyak 8 jam/hari. Nilai koefisien tenaga kerja pada UD Ratu Wiguna sebesar 0,2. Nilai sumbangan input lain sebesar Rp. 250 per kilogram yang diperoleh dari total biaya sumbangan input lain sebesar Rp. 000 di bagi jumlah bahan baku 20 kg. Nilai output yang dicapai pada pengolahan keripik pare sebesar Rp 75. 000 per kilogram. Hasil perhitungan nilai tambah yang diperoleh UD Ratu Wiguna sebesar Rp. 750 untuk setiap satu kg pare, merupakan selisih antara nilai output dengan bahan baku dan sumbangan input lain. Rasio nilai tambah pare per proses produksi pada pengolahan pare menjadi keripik pare adalah sebesar 42,33% menunjukkan persentase nilai tambah terhadap nilai output, yaitu tergolong dalam kategori bernilai tambah tinggi. Pada Tabel 5. 9 diketahui besar marjin yang di peroleh untuk proses pengolahan pare menjadi keripik pare sebesar Rp. 000, marjin yang di dapat berasal dari selisih antara nilai output dengan harga bahan baku pare per kilogram, dengan jumlah persenan untuk sumbangan input lain sebesar 51,15%. Keuntungan yang diperoleh pemilik UD Ratu Wiguna untuk pengolahan pare menjadi keripik pare adalah sebesar 31,92% artinya untuk setiap satu kali proses produksi keripik pare akan menghasilkan keuntungan sebesar 31,92%. SIMPULAN Besarnya nilai tambah pengolahan pare menjadi keripik pare yang pada UD Ratu Wiguna di Desa Padangsambian Kecamatan Denpasar Barat Kota Denpasar sebesar Rp. 750 per kilogram dengan total produksi sebanyak 10 kilogram keripik pare dalam satu kali proses produksi serta pendapatan yang diterima dari hasil pengolahan pare menjadi keripik pare dalam satu kali proses produksi pada UD Ratu AGRIMETA. VOL. 12 NO. AP RI L 2022. p-ISSN : 2088-2531, e-ISSN : 2721-2556 Wiguna di Desa Padangsambian Kecamatan Denpasar Barat Kota Denpasar sebesar Rp. 810 atau sebesar Rp 5. 200 per bulan. REFERENSI