Jurnal Manajemen Dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol. 8 No 2. April 2024 E-ISSN: 2865-6583 P-ISSN: 2868-6298 Analisis Hubungan Antara Budaya Organisasi. Perilaku Caring Perawat Terhadap Budaya Keselamatan Pasien Di RSKB Columbia Asia Pulomas Indriani1. Yanuar Jak2. Sumijatun3 Universitas Respati Indonesia. Jakarta Email :indriani_dr@yahoo. ABSTRAK Keselamatan pasien merupakan inti dari mutu pelayanan kesehatan. Layanan yang berkualitas yang diberikan perawat kepada pasien tidak terlepas dari prilaku carring. merupakan manifestasi dari perhatian kepada orang lain, berpusat pada orang lain, menghormati harga diri dan kemanusiaan, komitmen untuk mencegah terjadinya suatu yang memburuk, memberi perhatian dan konsen, menghormati kepada orang lain dan kehidupan manusia, cinta dan ikatan, otoritas dan keberadaan, selalu bersama, empati, pengetahuan, penghargaan dan menyenangkan. Carring yang diberikan oleh perawat bisa mempercepat kesembuhan, carring mampu menghilangkan stres khawatir dan perasaan buruk lainnya yang di alami oleh pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuan hubungan antara budaya organisasi, perilaku caring perawat terhadap budaya keselamatan pasien di RSKB Columbia Asia Pulomas. Desain penelitian yang digunakan korelasional kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah perawat pelaksana di ruang rawat inap RS. Columbia Asia Pulomas menggunakan teknik random sampling dengan jumlah 104 responden. Analisis data menggunakan uji chisquare dan analisis regresi logistic. Hasil penelitian Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan dengan menggunakan Chi-Square test, diperoleh nilai Avalue = 0,00 lebih kecil dari nilai = 0,05 atau . ,00 <0,. , itu artinya ada hubungan signifikan antara budaya organisasi dengan budaya keselamatan pasien. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan dengan menggunakan Chi-Square test, diperoleh nilai Avalue = 0,00 lebih kecil dari nilai = 0,05 atau . ,00 <0,. , itu artinya ada hubungan signifikan antara perilaku caring dengan budaya keselamatan pasien. Analisa multvariat dengan regresi linier berganda diperoleh hasil 0,00 . udaya organisas. dan 0,00 . erilaku carin. dengan demikian ada hubungan antara budaya organisasi dan perilaku caring terhadap budaya keselamatan pasien. Budaya organisasi yang positif dapat mempengaruhi perilaku caring, yang pada gilirannya berdampak pada budaya keselamatan pasien. Diharapkan penelitian ini dapat dijadikan bahan evaluasi rumah sakit terkait budaya organisasi dan caring perawat pelaksana untuk dapat mempertahankan maupun meningkatkan pelayanan perawat dalam penerapan budaya keselamatan pasien di Rumah Sakit Kata Kunci: Budaya Organisasi. Caring. Keselamatan Pasien Jurnal Manajemen Dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol. 8 No 2. April 2024 E-ISSN: 2865-6583 P-ISSN: 2868-6298 ABSTRACT Patient safety is at the core of the quality of health services. The quality service provided by nurses to patients cannot be separated from caring behavior. Caring is a manifestation of attention to others, centered on others, respecting self-worth and humanity, commitment to prevent something from getting worse, giving attention and concentration, respect for other people and human life, love and bonds, authority and existence, always together, empathy, knowledge, appreciation and fun. Caring given by nurses can speed up healing, carring can relieve stress, worry and other bad feelings experienced by patients. This research aims to determine the relationship between organizational culture, nurses' caring behavior and patient safety culture at RSKB Columbia Asia Pulomas. The research design used was quantitative correlational with a cross sectional approach. The sample in this study was the executive nurse in the inpatient room at Columbia Asia Pulomas Hospital using a random sampling technique with a total of 104 respondents. Data analysis used the chisquare test and logistic regression analysis. Research results Based on the results of the analysis carried out using the Chi-Square test, the value obtained Avalue = 0. 00 is smaller than the value = 0. 05 or . 00 <0. , which means there is a significant relationship between organizational culture and patient safety culture. Based on the results of the analysis carried out using the Chi-Square test, the value obtained Avalue = 0. 00 is smaller than the value = 0. 05 or . <0. , which means there is a significant relationship between caring behavior and safety Multivariate analysis with multiple linear regression obtained results of 0. rganizational cultur. aring behavio. , thus there is a relationship between organizational culture and caring behavior towards patient safety culture. A positive organizational culture can influence caring behavior, which in turn impacts patient safety It is hoped that this research can be used as material for evaluating hospitals regarding organizational culture and caring for implementing nurses to be able to maintain or improve nursing services in implementing patient safety culture in hospitals. Keywords: Organizational Culture. Caring . Patient Safety PENDAHULUAN Berdasarkan undang-undang No. Rumah Sakit adalah fasilitas pelayanan tahun 2023 tentang kesehatan merupakan pelayanan kesehatan perseorangan secara peraturan yang mengatur berbagai aspek paripurna melalui pelayanan kesehatan dalam sistem kesehatan di Indonesia. promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif Jurnal Manajemen Dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol. 8 No 2. April 2024 E-ISSN: 2865-6583 P-ISSN: 2868-6298 dan/atau paliatif. Pelayanan kesehatan termasuk pelayanan keperawatan perlu organisasi-organisasi lain (Robins, 2. meningkatkan kualitas layanan, karena Budaya selama 24 jam dan 7 hari dalam seminggu memberikan stabilitas pada organisasi Berdasarkan Menurut Ben Fletcher dan Fiona Joner undang No 38 tahun 2014 tentang 2. menjelaskan budaya organisasi Keperawatan merupakan terdiri dari elemen-elemen yang harus suatu bentuk pelayanan yang professional diukur meliputi tuntutan kerja, hubungan yang merupakan bagian integral dari lingkungan kerja fisik. Pengisian caring perawat juga dihubungani oleh penerapan budaya keselamatan. Budaya keselamatan pasien adalah produk dari nilai, sikap. Keperawatan (Robbins, kompetensi dan pola perilaku individu dan kelompok yang menentukan komitmen, style dan kemampuan suatu organisasi masyarakat, baik dalam keadaan sakit pelayanan kesehatan terhadap program maupun sehat. Keperawatan merupakan keselamatan pasien (Kemenkes, 2. bagian dari sistem pelayanan kesehatan Berdasarkan hasil penelitian yang yang berhubungan dengan manusia, dan dilakukan oleh Shieva Nur Azizah Ahmad tahun . tentang hubungan budaya terhadap seluruh aspek kehidupan yaitu organisasi dengan perilaku caring perawat biopsiko-sosial. pelaksana di RSUP Sintanala Tangerang Beberapa didapatkan hasil bahwa terdapat hubungan Budaya Organisasi Perilaku keperawatan di Rumah Sakit adaalah Caring Perawat Pelaksana. Hal ini sejalan Budaya organisasi. Budaya organisasi dengan penelitian yang dilakukan oleh merupakan sistem makna bersama yang Yunita anggota-anggota Jurnal Manajemen Dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol. 8 No 2. April 2024 E-ISSN: 2865-6583 P-ISSN: 2868-6298 Hairina . tentang hubungan budaya banyak ditemukan kesalahan adalah unit organisasi dengan perilaku caring perawat Bedah, menunjukkan hasil bahwa ada hubungan dibandingkan unit kerja lainnya. Penyakit Dalam. Berdasarkan dari tim kesehatan yang signifikan antara dimensi budaya organisasi dengan perilaku caring perawat . -value 0,. Penelitian Aiken . melakukan insiden keselamatan sebesar menunjukkan persentase perawat yang 4,55% (KKP-RS . Keselamatan memiliki kualitas pelayanan caring yang pasien rumah sakit adalah suatu sistem buruk terdapat pada Negara Irlandia 11%, dimana rumah sakit membuat asuhan pasien lebih aman (Depkes RI, 2. Yunani International Caring Peningkaan mutu dan keselamatan pasien menjelaskan bahwa keperawatan selalu memerlukan kerja tim yang solid yang meliputi empat konsep yaitu merawat merupakan praktik kolaboratif antara adalah apa yang perawat lakukan, manusia komunikasi yang efektif, penyelesaian adalah sasaran dari apa yang perawat lakukan, kesehatan adalah tujuannya dan perumusan tanggungjawab yang jelas lingkungan adalah tempat dimana perawat (WHO. Association Hasil Human dan hasil Pemberi dilakukan oleh Rini Fahriani . kesalahan yang mengancam keselamatan Perawat menunjukan hasil bahwa ada hubungan dirumah sakit, pelayanan terlama . jam secara terus meneru. dan tersering dengan perilaku caring perawat. berinteraksi pada pasien dengan berbagai Indonesia, pelaporan insiden keselamatan prosedur dan berbagai tindakan perawat. pasien berdasarkan propinsi pada tahun Satu perawat mungkin harus bertanggung 2010 ditemukan Jawa Barat 33,33%, jawab terhadap enam atau lebih pasien. Banten dan Jawa Tengah 20%. DKI Terkait dengan upaya-upaya keselamatan 16,67%. Bali 6,67%, dan Jatim 3,33%. pasien untuk menekan angka KTD di RS. Bidang spesialisasi unit kerja yang paling diyakini bahwa upaya menciptakan atau Jurnal Manajemen Dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol. 8 No 2. April 2024 E-ISSN: 2865-6583 P-ISSN: 2868-6298 membangun budaya keselamatan . afety Keperawatan, sebagian kecil yaitu 14% Cultur. merupakan langkah awal yang adalah S1 Keperawatan sedangkan untuk harus dilakukan dalam upaya mencapai jenjang S2 non keperawatan ada 3 orang. keselamatan pasien. Bila dilihat dari jenjang karir dan Asia kewenangan sebanyak 23% adalah Pra Pulomas adalah RS tipe A khusus Bedah PK dan 39% berada di PK1. Berdasarkan terletak di Jln kayu Putih Pulomas dengan data yang diperoleh dari Quality melalui menempati bidang tanah dengan wawancara langsung di RSKB Columbia 5 lantai dengan kapasitas tempat tidur Asia Pulomas didapatkan data bahwa sebanyak 139 bed dengan jumlah perawat jumlah kejadian selama 6 bulan terakhir 141 tenaga keperawatan. Rumah Sakit yang terjadi di RSKB Columbia Asia Rumah Sakit Columbia Columbia Asia Pulomas adalah sebuah Pulomas rumah sakit umum swasta yang bergerak berhubungan dengan keselamatan pasien. Kejadian di bidang jasa pelayanan kesehatan, maka Inccident untuk mewujudkan visi dan misi rumah Medication sakit diperlukan pemimpin yang mampu Assement diagnsosis related incident 4%, memberikan inovasi dan pembaharuan Documentation secara terus menerus diera globalisasi saat Loss of damage hospital property 24%. Others 5%. Intravenous Related Therapy Related Medical Record 24%, meningkatkan pelayanan prima. Perilaku caring disosialisasikan ketika perawat terjadinya kejadian di RSKB Columbia menjalani orientasi sebagai karyawan baru Asia Pulomas yaitu. Ruangan rawat inap 24%. Radiologi 9%. Pyhsiotherapi 5%, dan Ruangan yang Farmasi Hasil wawancara dengan manajer Poliklinik Hemodialisa 5%. ICU 5%. Berdasarkan data tersebut untuk jumlah perawat sebanyak 144 orang, mencapai visi dan misi rumah sakit dengan tingkat pendidikan terbesar adalah Columbia Asia Pulomas masih diperlukan jenjang D3 Keperawatan yaitu sebesar langkah-langkah 86% dimana 23 orang diantaranya sedang melanjutkan ke S1 Jurnal Manajemen Dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol. 8 No 2. April 2024 E-ISSN: 2865-6583 P-ISSN: 2868-6298 AuAnalisis Hubungan Budaya mempengaruhi perilaku caring perawat Organisasi. Perilaku Caring Perawat salah satunya adalah budaya organisasi. terhadap budaya keselamatan pasien di RS Columbia Asia Pulomas Bab ini membahas kerangka konsep. Kerangka konsep merupakan suatu ide atau gagasan yang dinyatakan dalam simbol atau kata, yang terdiri atas variabel bebas . dan variabel terikat . Hipotesis RSKB H1: terdapat hubungan antara Columbia Asia Pulomas RSKB Columbia Asia Pulomas merupakan jawaban sementara terhadap Ho: Tidak terdapat ubungan antara budaya Penelitian memerlukan proses konseptualisasi untuk Ho: Tidak terdapat hubungan antara perilaku caring perawat terhadap budaya keselamatan pasien di RSKB Columbia Asia Pulomas menunjukkan secara tepat tentang apa H2: Terdapat hubungan antara perilaku yang dimaksudkan dalam penggunaan caring perawat terhadap budaya suatu istilah tertentu yang sering disebut definisi operasional. Columbia Asia Pulomas Kerangka Konseptual Kerangka RSKB Ho: Tidak terdapat hubungan antara budaya organisasi, perilaku caring merupakan suatu hubungan atau kaitan terhadap Budaya keselamatan pasien antara konsep satu terhadap konsep yang di RSKB Columbia Asia Pulomas lainnya dari masalah yang ingin diteliti. Kerangka menghubungkan atau menjelaskan secara panjang lebar tentang suatu topik yang H3: Terdapat hubungan antara budaya organisasi, perilaku caring terhadap Budaya Keselamatan RSKB Columbia Asia Pulomas akan dibahas (Setiadi, 2. Kerangka ini didapatkan dari konsep ilmu/ teori yang dipakai sebagai landasan penelitian pada tinjauan pustaka. Faktor yang Jurnal Manajemen Dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol. 8 No 2. April 2024 E-ISSN: 2865-6583 P-ISSN: 2868-6298 Budaya Organisasi (X. Budaya keselamatan Pasien (Y) Perilaku Caring (X. Gambar 1. Konstelasi Penelitian METODE Teknik Desain penelitian digunakan pada penelitian ini adalah Penelitian ini menggunakan desain purposive sampling. Pengumpulan data survei analitik yang menjelaskan suatu dilakukan dengan survei yaitu dengan menyebar kuesioner. Sebelum kuesioner dibagikan, peneliti menjelaskan tentang tujuan dari penelitian yang dilakukan kepada semua responden, memberikan informed consent bagi responden yang keselamatan pasien Persiapan penelitian ini, selanjutnya melakukan Teknik pengolahan data terhadap data yang sudah terkumpul. Tahap pengolahan data Pengumpulan Data Penelitian ini dilakukan di RSKB Columbia Asia Pulomas pada Bulan dalam penelitian ini meliputi editing, coding dan tabulasi. November-Desember 2023, sedangkan populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Perawat di RSKB Columbia Asia Pulomas Jakarta Timur berjumlah 141 Orang. Jumlah sampel minimum yang perlu diambil dalam Instrumen Jenis instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kuesioner (Angke. Kuesioner instrumen untuk pengumpulan data, di penelitian berjumlah 105 responden. Jurnal Manajemen Dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol. 8 No 2. April 2024 E-ISSN: 2865-6583 P-ISSN: 2868-6298 mengisi pertanyaan atau pernyataan kelamin, pendidikan, pengalaman kerj. (Budaya (Sugiyono, 2. Angket disusun Organisasi. Perilaku Caring Perawat dan berdasarkan skala Likert yang bersifat Busaya k3eselamatan pasie. Analisis ordinal yang disusun berdasarkan indeks jawaban per variabel ini bertujuan urutan variabelnya masing-masing, jawaban yang menurut responden mengenai jawaban atas item- item paling tepat untuk dipilih dengan cara memberi tanda (O. Analisis bivariat bertujuan Menurut untuk mengetahui hubungan antara dua Likert variabel (Prasetyo & Jannah, 2. merupakan alat untuk mengukur sikap, variabel independen adalah budaya pendapat, dan persepsi seseorang atau organisasi dan variabel dependen adalah sekelompok orang tentang fenomena Dengan skala Likert, maka variabel yang akan diukur dijabarkan Penelitian ini memakai Uji Chi menjadi indikator variabel. Penelitian Square yang digunakan untuk variabel ini menggunakan skala likert dengan 4 independen berbentuk data katagorik dan dependennya katagorik. Analisis Regresi Sugiyono Skala ragu-ragu Linear Berganda dari para responden. mengukur pengaruh antara lebih dari Teknik Analisis Data satu variabel prediktor . ariabel beba. Pada Analisis regresi linear berganda adalah hubungan mengetahui karakteristik dan tanggapan secara linear antara dua atau lebih variabel independen (X1. X2,A. item-item pertanyaan pada kuesioner. Statistik dengan variabel dependen (Y). deskriptif yang digunakan adalah tabel responden . Jurnal Manajemen Dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol. 8 No 2. April 2024 E-ISSN: 2865-6583 P-ISSN: 2868-6298 HASIL DAN PEMBAHASAN yang paling kecil adalah S1 Kep Ns Profil Responden sebanyak 40 perawat . ,1%). Respoden yang berusia paling Uji Validitas Dan Reliabilitas banyak adalah usia 20-29 Tahun sebesar Berdasarakan hasil uji validitas, 65 responden . %) dan responden dengan usia paling kecil terdapat pada usia 41-50 Tahun sebanyak 11 responden koefisien korelasi kritis . tabel = 0. ,4%). Lama kerja terbanyak antara 1-5 Tahun sebanyak 67 perawat . ,8%) dan dinyatakan valid. Dan hasil uji validitas lama kerja paling kecil 6-10 tahun tersebut ternyata koefisien korelasi semua sebanyak 38 perawat . ,1%). Sebagian Di penelitian dapat dinyatakan valid sehingga Keperawatan sebanyak 65 perawat . %) pertanyaan pertanyaan yang tertuang sedangkan tingka pendidikan perawat dalam angket penelitian dapat digunakan untuk penelitian selanjutnya Tabel 1. Hasil Uji Reliabilitas Instrumen Instrumen CronbachAos Tingkat Alpha Reliabilitas Budaya Organisasi 0,768 Tinggi Perilaku Caring Perawat 0,769 Tinggi Budaya Keselamatan Pasien 0,769 Tinggi Berdasarkan Reliabel Reliabel Reliabel univariat dalam penelitian ini meliputi reliabilitas seperti yang terangkum dalam variabel dependen dan independen tabel diatas, dapat diketahui bahwa nilai Perilaku Caring Cronbach Alpha masing-masing Perilaku caring perawat pelaksana di variabel nilainya lebih besar dari 0,6. Instalasi Rawat Inap dan Rawat Jalan RSKB Analisis Univariat Columbia Asia Pulomas diukur menurut Analisis univariat digunakan untuk mengetahui nilai rata-rata, nilai tengah, dan persepsi perawat yang terdiri atas 2 kategori yaitu kurang dan baik. distribusi frekuensi setiap variabel. Analisis Jurnal Manajemen Dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol. 8 No 2. April 2024 E-ISSN: 2865-6583 P-ISSN: 2868-6298 Tabel 2 Perilaku Caring Frekuensi Variabel Perilaku Caring Perawat Kurang Baik Total Knowing (Mengetahu. Kurang Baik Total Being With (Kehadira. Kurang Baik Total Doing For (Melakuka. Kurang Baik Total Enabling (Memampuka. Kurang Baik Total Maintaining Beliefe Kurang Baik Total Tabel : Data primer yang sudah diolah Prosentase (%) 61,0% 39,0% 46,6% 53,4% 55,3% 44,7% 59,4% 40,9% 61,0% 39,0% 53,4% 46,6% Perawat di ruangan Rawat Inap dan Rawat memperspsikan baik sebanyak . %,) dan Jalan RSKB Columbia Asia Pulomas mempersepsikan baik tentang perilau Komponenen caring secara keseluruhan dengan nilai mempersepsikan baik sebanyak . ,9%) baik sebesar . ,0%) dan nilai kurang baik dan kurangsebanyak . ,4%), komponen sebesar . ,0%). Sub komponen perilaku enabling perawat memperspsikan baik caring meliputi knowing sebanyak . %) dan kurang sebanyak . %), . %), dengan . ,4%) dan kurang sebanyak mempersepsikan baik sebanyak . ,6%) . ,6%) komponen being with perawat dan kurang sebanyak . ,4%). Jurnal Manajemen Dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol. 8 No 2. April 2024 E-ISSN: 2865-6583 P-ISSN: 2868-6298 Rawat Inap dan Rawat Jalan RSKB Budaya Organisasi Columbia Asia Pulomas meliputi: Budaya organisasi yang diukur pada perawat pelaksana di Instalasi Tabel 3 Budaya Organisasi Frekuensi Variabel Budaya organisasi Kurang Baik Total Komunikasi Kurang Baik Total Pelatihan Kurang Baik Total Pengambilan risiko Kurang Baik Total Kerja sama Kurang Baik Total Pengambilan keputusan Kurang Baik Total Reward Kurang Baik Total Manajemen Kurang Baik Total Tabel : Data primer yang sudah diolah Perawat di ruangan Rawat Inap dan Rawat Jalan RSKB Columbia Asia Prosentase (%) 31,4% 68,57% 39,04% 60,95% 53,3% 46,6% 68,57% 31,4% 72,38% 27,6% 64,76% 35,23% 83,8% 16,1% 76,1% 23,8% Pulomas mempersepsikan baik tentang budaya organisasi secara keseluruhan Jurnal Manajemen Dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol. 8 No 2. April 2024 E-ISSN: 2865-6583 P-ISSN: 2868-6298 ,57%) sedangkan sisanya . ,4%) adalah kurang. Sub variabel budaya . ,38%) dan . ,6%) dipersepsikan baik. meliputi komunikasi sebagian besar baik Pengambilan keputusan sebagian besar . ,95%) Pelatihan . ,04%) pelaksana yaitu . ,76%) dan . ,23%) dipersepsikan baik . ,6%) dan . ,3%) dipersepsikan baik. Reward sebagian besar dipersepsikan kurang yaitu . ,8%) Pengambilan risiko sebagian . ,1%) besar dipersepsikan kurang oleh perawat Manajemen dipersepsikan kurang yaitu . ,57%) dan . ,4%) dipersepsikan oleh perawat sebesar . ,1%) dan . ,8%) Kerja sama sebagian Budaya Keselamatan Pasien Tabel 4 Budaya Keselamatan Pasien Variabel Frekuensi Budaya Keselamatan Pasien Kurang Baik Total Open Culture Kurang Baik Total Just Culture Kurang Baik Total Report Culture Kurang Baik Total Learning Culture Kurang Baik Total Informed Consent Kurang Baik Total Prosentase (%) 39,04% 60,95% 31,42% 68,57% 55,23% 44,76% 65,71% 34,28% 68,57% 31,4% 67,61% 32,38% Jurnal Manajemen Dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol. 8 No 2. April 2024 E-ISSN: 2865-6583 P-ISSN: 2868-6298 Tabel : Data primer yang sudah diolah Jurnal Manajemen Dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol. 8 No 2. April 2024 E-ISSN: 2865-6583 P-ISSN: 2868-6298 Perawat di ruangan Rawat Inap kurang oleh perawat pelaksana. Report dan Rawat Jalan RSKB Columbia Asia culture sebagian besar dipersepsikan Pulomas mempersepsikan baik tentang kurang oleh perawat yaitu . ,71%) dan . ,28%) dipersepsikan baik. Learning keseluruhan . ,95%) sedangkan sisanya . ,04%) adalah kurang. Sub variabel . ,57%) dan . ,4%) dipersepsikan baik. Informed Open Consenst Culture sebagian besar baik . ,57%) dan . ,42%), kurang. Just Culture sebagian pelaksana yaitu . ,61%) dan . ,38%) besar dipersepsikan baik . ,76%) dipersepsikan baik. Analisis Bivariat . ,23%) dipersepsikan Hubungan Budaya Organisasi dengan Budaya Keselamatan Pasien di RSKB Columbia Asia Pulomas Budaya Organisasi Hasil Kurang Baik Total Budaya Keselamatan Pasien Kurang Baik Total 31. 0%) 105 . Value 0,00 Chi-Square bahwa sebagian besar dari responden dengan diperoleh nilai Avalue = 0,00 lebih kecil dari budaya organisasi kategori baik dan budaya nilai = 0,05 atau . ,00 <0,. , itu artinya ada keselamatan pasien kategori baik yaitu sebanyak 62 orang . 0%). Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan Tabel 6 Hubungan antara Perilaku caring dengan Budaya Keselamatan Pasien di RSKB Columbia Asia Pulomas Perilaku Kurang Baik Budaya Keselamatan Pasien Kurang Baik 40. Total 64. 0,00 Jurnal Manajemen Dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol. 8 No 2. April 2024 Total 41. E-ISSN: 2865-6583 P-ISSN: 2868-6298 Jurnal Manajemen Dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol. 8 No 2. April 2024 Hasil E-ISSN: 2865-6583 P-ISSN: 2868-6298 ada hubungan signifikan antara perilaku bahwa sebagian besar dari responden dengan caring dengan budaya keselamatan pasien. perlaku caring kategori baik dan kurang juga Analisa Multivariat budaya keselamatan pasien kategori baik dan Analisis multivariat adalah teknik kurang sama-sama sebanyak 40 orang 40 mengumpulkan beberapa kelompok data dan orang . 1%). Berdasarkan hasil analisis menganalisis hubungan antara lebih dari dua yang dilakukan dengan menggunakan Chi- Square test, diperoleh nilai Avalue = 0,00 Analisis lebih kecil dari nilai = 0,05 atau . ,00 <0,. , itu artinya memiliki setidaknya tiga variabel yang Tabel 7 Hubungan antara Budaya organisasi. Perilaku caring terhadap Budaya Keselamatan Pasien di RSKB Columbia Asia Pulomas Variabel Beta Budaya Organisasi 0,616 9,491 0,00 Perilaku Caring 0,319 4,911 0,00 Analisa multvariat dengan regresi linier Menurut Fleming et al . budaya berganda diperoleh hasil 0,00 . udaya keselamatan pasien merupakan suatu hal organisas. dan 0,00 . erilaku carin. dengan yang penting karena membangun budaya demikian ada hubungan antara budaya keselamatan pasien merupakan suatu cara organisasi dan perilaku caring terhadap untuk membangun program keselamatan budaya keselamatan pasien. pasien secara keseluruhan, karena apabila Analisis Hubungan Budaya Organisasi kita lebih fokus pada budaya keselamatan dengan Budaya Keselamatan Pasien di pasien maka akan lebih menghasilkan RSKB Columbia Asia Pulomas keselamatan yang lebih apabila dibandingkan Berdasarkan Hasil Penelitian ini hanya dengan memfokuskan programnya setelah dilakukan uji statistic di peroleh nilai Walshe dan Boalden . menyatakan p-Value 0. 000 <. 005, hal ini menunjukan disebabkan oleh faktor kesalahan manusia namun lebih disebabkan karena kesalahan Jurnal Manajemen Dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol. 8 No 2. April 2024 E-ISSN: 2865-6583 P-ISSN: 2868-6298 sistem di rumah sakit yang mengakibatkan antara perilaku caring dengan budaya rantai-rantai sistem terputus. keselamatan pasien. Penelitian yang dilakukan oleh Evi Furi Amalia tahun 2022 di RSUD Palembang tentang analisis pengaruh budaya organisasi didapatkan hasil bahwa Terdapat hubungan yang signifikan antara budaya organisasi dengan budaya keselamatan pasien dengan nilai . value = 0,. Hasil Menurut Robinson et al . dari pengalaman dan penelitian terbukti bahwa pengetahuan akan lebih langgeng daripada Penulisan Roger mengadopsi perilaku baru di dalam diri orang bahwa tiga rumah sakit tidak memiliki budaya organisasi yang dominan. Namun Menurut Lawrence Green . jenis budaya organisasi yang memiliki korelasi positif signifikan terhadap aspek keselamatan pasien sebagian besar adalah budaya adhocracy, padahal jenis budaya dipengaruhi oleh dua faktor pokok, yaitu faktor perilaku . ehavior cause. dan faktor keselamatan pasien. Hasil penelitian ini diluar perilaku . on-behavior cause. Salah satu hal yang berperan dalam peningkatan melakukan perubahan budaya organisasi agar keselamatan pasien di rumah sakit salah satunya yaitu, terciptanya komunikasi yang keselamatan pasien dapat Hubungan antara Perilaku caring dengan Budaya Keselamatan Pasien di RSKB Columbia Asia Pulomas Berdasarkan Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Dewi Kuraesinewi tentang pengaruh kerja tim, komunikasi dan budaya dilakukan dengan menggunakan Chi-Square keselamatan pasien Terhadap perilaku caring test, diperoleh nilai Avalue = 0,00 lebih kecil tenaga Kesehatan dalam pencapaian Sasaran dari nilai = 0,05 atau . ,00 <0,. , hal ini Keselamatan Pasien tahun 2019 didapatkan menunjukan bahwa ada hubungan signifikan hasil bahwa Hasil pengujian penelitian ditemukan adanya hubungan yang Jurnal Manajemen Dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol. 8 No 2. April 2024 E-ISSN: 2865-6583 P-ISSN: 2868-6298 Analisa multvariat dengan regresi positif antara kerja tim, komunikasi dan linier berganda diperoleh hasil 0,00 . udaya budaya keselamatan pasien. dan 0,00 . erilaku carin. dengan Rumah sakit merupakan suatu unit demikian ada hubungan antara budaya organisasi dan perilaku caring terhadap budaya keselamatan pasien. komponen-komponen tersebut antara lain teknologi,profesi sistem Budaya organisasi yang positif dapat rumah sakit, pasien, dan pengunjung lainnya. mempengaruhi perilaku caring, yang pada Keselamatan pasien merupakan inti dari mutu pelayanan kesehatan. Layanan yang keselamatan pasien. Oleh karena itu Budaya berkualitas yang diberikan perawat kepada organisasi merupakan sarana terbaik bagi pasien tidak terlepas dari prilaku carring. rumah sakit untuk dapat memahami sumber caring merupakan manifestasi dari perhatian daya manusia dari berbagai profesi didalam kepada orang lain, berpusat pada orang lain, rumah sakit. Kunci dalam meningkatkan menghormati harga diri dan kemanusiaan, komitmen untuk mencegah terjadinya suatu dengan menekankan perilaku caring. Budaya yang memburuk, memberi perhatian dan konsen, menghormati kepada orang lain dan organisasi yang mengarahkan hubungan kehidupan manusia, cinta dan ikatan, otoritas kerja sehari-hari karyawan dan menuntun dan keberadaan, selalu bersama, empati. Carring yang diberikan oleh merangsang tingkah laku staf menjadi perawat bisa mempercepat produktif (Hetti, 2. Berdasarkan carring mampu menghilangkan stres khawatir dan perasaan buruk lainnya yang di alami dilakukan oleh Haryani tahun 2020 tentang oleh pasien. perilaku caring perawat di RSUD Tarempa Hubungan antara Budaya organisasi. Perilaku Budaya Keselamatan Pasien di RSKB Columbia Asia Pulomas didapatkan hasil bahwa terdapat hubungan budaya organisasi terhadap perilaku caring perawat . value= 0,. yang artinya <0,05. Jurnal Manajemen Dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol. 8 No 2. April 2024 E-ISSN: 2865-6583 P-ISSN: 2868-6298 tahun 2020 didiapatkan hasil bahwa rdapat Sitanala hubungan budaya organisasi perilaku caring Tangerang menyatakan bahwa didapatkan perawat terhadap budaya keselamatan pasien hasil bahwa terdapat hubungan Budaya dengan nilai . value= 0,. Penelitian Ahmad RSUP DR. Organisasi dengan Perilaku Caring Perawat Pelaksana. Teknik analisa menggunakan uji KESIMPULAN Hasil Analisis Hubungan Budaya Chi Square didapatkan hasil p value= 0,048 organisasi. Perilaku caring terhadap Budaya yang artinya terdapat hubungan Budaya Keselamatan Pasien di RSKB Columbia Asia Organisasi dengan Perilaku Caring Perawat Pulomas Pelaksana. hubungan positif antara. Budaya Organisasi. Keselamatan Pasien Menurut The Health Foudation, 2021, budaya keselamatan Perilaku Budaya Keselamatan Pasien. berkaitan dengan sejauh mana organisasi peningkatan keselamatan dengan aman. Organisasi positif memiliki komunikasi atas dasar saling Bersama tentangpentingnya keselamatan, keyakinan pada efektivitas . Setiap organisasi memiliki budaya yang dapat memberi pengaruh bermakna terhadap sikap dan perilaku dari Kompetensi dan nilai-nilai dari staf dan pimpinan memegang peranan kunci keberhasilan organisasi (Lunenburg, 2. Berdasarkan dilakukan oleh Anggi pebrina rizki fani munthe tentang pengaruh budaya organisasi, perilaku caring terhadap budaya keselamatan pasien di RSUD Sukabumi REFERENSI