MEDIA AJAR AUDIO VISUAL UNTUK PENINGKATAN LITERASI SISWA DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA Endang Purwasari1. Rian Prasetya Yunanto2, dan Yuditia Leo Andhika3 1,2,3 Prodi Film dan Televisi. Institut Seni Indonesia Surakarta 1,2,3 purwasari@isi-ska. ABSTRAK Institut Seni Indonesia Surakarta salah satu institusi yang focus pada pengembangan keilmuan seni mengusung semangat seni untuk masyarakat. Maka, dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam hal ini skema karya seni, perlu adanya keterlibatan dari kampus di tengah masyarakat. PKM yang akan diselenggarakan berfokus pada peningkatan Teknik pengambilan gambar, editing gambar dan suara. Ide ini berangkat dari kebutuhan sekolah yang mana perlu adanya pembaharuan dalam media ajar audio-visual yang sejalan dengan implementasi Kurikulum Merdeka. Guru dituntut untuk melek teknologi sekaligus berpacu dalam geliat zaman yang semakin tinggi tuntutannya. Siswa tidak lagi bisa disuguhi model pembelajaran gaya lama karena generasi Z dan alfa memiliki ciri khas sendiri. Untuk itu, guru perlu melakukan peningkatan keterampilan terutama dalam hal penyajian materi dalam kegiatan belajar mengajar di kelas. Selain itu, kemampuan ini perlu diberikan kepada para guru untuk bisa diaplikasikan sebagai solusi persoalan yang dihadapai sekolah yang lain diantaranya pembuatan video profil sekolah. Tujuan dari kegiatan PKM ini tentunya untuk memberikan pelatihan kepada para guru agar pengetahuan dan keterampilan guru meningkat. Audio visual tidak bisa lagi dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat era kini. Maka, para pendidik pun harus turut mengimbangi perkembangan ini. Program kegiatan ini menargetkan luaran berupa artikel ilmiah dan karya seni audio visual yang diajukan KI untuk mendukung indikator kinerja utama (IKU) perguruan tinggi. Keberlanjutan program kegiatan ini ditengarai adanya peningkatkan kemampuan para guru dalam penyajian materi audio visual dan kemampuan dalam pembuatan video. Luaran kegiatan PKM ini antara lain artikel ilmiah yang dipublikasikan melalui jurnal berkala, publikasi media massa. KI, dan Kata Kunci: media ajar, audio visual. Kurikulum Merdeka, karya seni, metode Volume 15 Nomor 2 Desember 2024 Abdi Seni Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat pISSN: 2087-1759 eISSN: 2723-2468 ABSTRACT The Indonesian Art Institute of Surakarta is one of the institutions that focuses on developing art science and carries the spirit of art for society. So, in community service activities, in this case, the art scheme, there needs to be involvement from the campus in the community. The PKM that will be held focuses on improving shooting techniques, and image and sound editing. This idea stems from the needs of schools that require updates in audio-visual teaching media that align with the implementation of the Independent Curriculum. Teachers are required to be technologically literate and at the same time keep up with the times when demands are increasingly high. Students can no longer be treated as part of the old learning model because generations Z and Alpha have their For this reason, teachers need to improve their skills, especially in terms of presenting material in teaching and learning activities in the classroom. Apart from that, this ability needs to be given to teachers so that it can be applied as a solution to problems faced by other schools, including making school profile videos. The aim of this PKM activity is of course to provide training to teachers so that teacher knowledge and skills increase. Audiovisuals can no longer be separated from the daily lives of today's So, educators must also keep pace with this development. This activity program targets outputs in the form of scientific articles and audio-visual works of art submitted by KI to support the main performance indicators (IKU) of higher education. The continuation of this activity program is believed to have increased the teachers' abilities in presenting audio-visual material and abilities in making videos. The output of this PKM activity includes scientific articles published in periodic journals, mass media publications. KI, and exhibitions. Keywords: teaching media, audio visual. Kurikulum Merdeka, learning methods Volume 15 Nomor 2 Desember 2024 Endang Purwasari. Rian Prasetya Yunanto. Yuditia Leo Andhika Media Ajar Audio Visual untuk Peningkatan Literasi Siswa dalam Implementasi Kurikkulum Merdeka PENDAHULUAN SMP Negeri 1 Karangdowo merupakan sekolah yang berada dalam lingkup pembinaan Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten. Sekolah ini memiliki identitas NPSN 20309571 yang beralamatkan di Desa Ngolodono. Karangdowo. Klaten. Jawa Tengah. SMPN 1 Karangdowo sudah didirikan sejak tahun 1965 sehingga reputasi sekolah sudah cukup dikenal di masyarakat. Secara geografis, sekolah ini dikelilingi oleh lahan pertanian. Oleh karenanya, mayoritas siswa berasal dari daerah sekitar dengan latar belakang pekerjaan orang tua sebagai petani dan pedagang. Sekolah disokong oleh tenaga pendidik sebanyak 39 orang dengan komposisi guru laki-laki dan perempuan yang seimbang. Sekolah memiliki dukungan tenaga kependidikan sejumlah 7 orang yang membantu pengurusan administrasi sekolah. Jumlah siswa di sekolah ini adalah 764 siswa yang tersebar dalam 24 rombongan belajar. Masing-masing jumlah tiap jenjangnya adalah 255 siswa di kelas 7, 256 siswa di kelas 8, dan 253 di kelas Saat ini sekolah sedang dalam transisi perpindahan kurikulum dari Kurikulum 2013 menuju Kurikulum Merdeka. Meski antusias akan transisi ini tetapi warga sekolah Sebagian besar masih meraba pemahaman akan kurikulum baru ini. Dari 39 guru, baru 1 guru yang berhasil lolos menjadi guru penggerak. Diakui oleh kepala sekolah dan para guru bahwa kesiapan akan penggunaan teknologilah yang menjadi hambatan. Sementara, saat implementasi Kurikulum Merdeka, guru harus bersentuhan dengan teknologi. Bila mengamati proses pembelajaran siswa di kelas yang mana didominasi dari kelompok generasi Z. Menurut Mannheim . tipe masing-masing generasi memang sesuai dengan era yang berkembang. Tak heran bilamana model pembelajaran kelompok Gen Z ini perlu dipelajari ulang oleh para guru. Sekolah masih dalam proses menyesuaikan kebutuhan siswa. Suasana belajar di kelas masih belum kondusif, siswa belum memperoleh dukungan afektif yang maksimal, dan aktivasi kognitif siswa masih belum diberikan guru secara maksimal. Maka, siswa cenderung pasif saat berada di kelas karena merasa pembelajaran yang terselenggara belum sesuai dengan kebutuhan mereka. Umumnya, guru masih menggunakan metode pembelajaran instruktif dan masih minim memandu proses Volume 15 Nomor 2 Desember 2024 Abdi Seni Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat pISSN: 2087-1759 eISSN: 2723-2468 Sementara itu, trend pembelajaran yang sedang dicanangkan saat ini perlu adanya sajian aktivitas pembelajaran yang interaktif untuk mendukung tercapainya tingkat literasi dan numerasi siswa. Bila siswa diberi sajian model pembelajaran yang interaktif, diharapkan ada peningkatan antusiasme belajar pada peserta didik. Guru dan sekolah, berupaya untuk saling bersinergi mewujudkan proses belajar mengajar yang berpusat pada siswa sekaligus suasana belajar yang menyenangkan. Saat ini, sekolah sedang berada pada masa transisi menuju Kurikulum Merdeka dan mulai menanggalkan Kurikulum 13. Maka, guru dituntut untuk bisa mengimbangi kebutuhan siswa sesuai dengan panduan kurikulum tersebut. Baru satu guru yang lolos menjadi guru penggerak di SMPN 1 Karangdowo. Ini menjadi tantangan bagi guru tersebut untuk bisa mengimbaskan pada guru-guru yang lain. Meski demikian, inovasi yang telah dilakukan oleh guru masih belum maksimal terutama dalam suguhan media pembelajaran. Proses implementasi Kurikulum Merdeka, selain guru harus menyuguhkan materi ajar yang menarik, perlu juga penggunaan media ajar berupa audio visual. Sementara, hanya beberapa guru saja yang bisa membuat materi ajar berupa audio visual. Maka dari itu, perlu intervensi dari pihak lain untuk bisa mengukit kemampuan guru dalam penyediaan pembelajaran berupa audio visual. Inilah yang menjadikan tim pengabdian ISI Surakarta melakukan kolaborasi dengan warga sekolah khususnya guru SMPN 1 Karangdowo untuk membuat media ajar audio visual yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik. Harapannya, tim pengabdian ISI Surakarta mampu memberikan kontribusi nyata untuk masyarakat sehingga mampu mewujudkan misi SMPN 1 Karangdowo dalam penyelenggaraan pembelajaran yang kondusif dan inovatif. Bila warga sekolah terutama guru mampu menyajikan pembelajaran yang menarik di ruang kelas, ini bisa menjadi salah satu daya tarik sekolah. Tim sekolah bisa mengemasnya dalam video profil untuk bisa dikonsumsi khalayak umum. Sekolah akan memperoleh dua manfaat sekaligus, yaitu peningkatan suasana belajar di kelas sehingga keaktifan siswa dapat terbangun. Kedua, daya tarik ini diharapkan mampu memikat calon peserta didik untuk melirik SMPN 1 Karangdowo sebagai kandidat ruang mengenyam Volume 15 Nomor 2 Desember 2024 Endang Purwasari. Rian Prasetya Yunanto. Yuditia Leo Andhika Media Ajar Audio Visual untuk Peningkatan Literasi Siswa dalam Implementasi Kurikkulum Merdeka Membaca permasalahan dan peluang yang dimiliki oleh SMPN 1 Karangdowo, solusi yang akan tim pengabdian ISI Surakarta tawarkan adalah peningkatan kemampuan dalam dalam teknik pengambilan gambar dasar dan editing dasar. Tim Pengabdian ISI Surakarta akan menyelenggarakan pelatihan dan pendampingan bagi 20 guru yang diambil dari masing-masing mata pelajaran tiap jenjang. Pemilihan sasaran peserta pelatihan dan pengabdian ini didasarkan pada diskusi yang dilakukan dengan pihak sekolah. Kajian milik Nomleni dan Manu . menunjukkan bahwa media audio visual bisa menjadi alat peraga. Media ini mampu meningkatkan pemahaman konsep dan pemecahan masalah. Di dalam penelitian milik Aliansyah, dkk . menemukan bahwa pembelajaran menggunakan audio visual di pesantren mampu menjadikan pembelajaran di kelas lebih efisien. Selain itu, siswa menjadi aktif dan suasana kelas lebih kondusif. Kajian milik Lestari dan Suastika . menemukan bahwa audio visual dapat memudahkan dalam pembelajaran PPKn yang bermuatan persatuan dalam keberagaman. Siswa memiliki pemahaman yang lebih setelah menggunakan media ajar audio visual. Kajian lain milik Fatimah, dkk . menunjukkan bahwa media pembelajaran audio visual berpengaruh cukup besar terhadap hasil pembelajaran IPS terutama saat pandemi. Keterbatasan ruang tatap muka menjadikan media audio visual lebih efektif dalam aktivitas Selain itu, video bisa juga digunakan sebagai medium promosi bagi sebuah Lembaga. Temuan Sinaga . menunjukkan bahra video sebagai medium promosi bisa meningkatkan audiens baru untuk mau mengenal bisnis. Selain itu video promosi juga mendorong audiens untuk bisa menjadi pelanggan tetap sebuah bisnis. METODE Membaca permasalahan dan peluang yang dimiliki oleh SMPN 1 Karangdowo, solusi yang akan tim pengabdian ISI Surakarta tawarkan adalah peningkatan kemampuan dalam dalam teknik pengambilan gambar dasar dan editing dasar. Tim Pengabdian ISI Surakarta akan menyelenggarakan pelatihan dan pendampingan bagi 20 guru yang diambil dari masing-masing mata pelajaran tiap jenjang. Pemilihan sasaran peserta pelatihan dan pengabdian ini didasarkan pada diskusi yang dilakukan dengan pihak sekolah. Volume 15 Nomor 2 Desember 2024 Abdi Seni Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat pISSN: 2087-1759 eISSN: 2723-2468 Metode pelaksanaan yang diaplikasikan oleh tim pengabdian untuk mengurai permasalahan mitra adalah dengan menelusuri persoalan yang dihadapi mitra. Dilanjutkan dengan tawaran solusi beserta indicator keberhasilannya. Dari persoalan yang dihadapi mitra ada beberapa solusi yang akan diterapkan oleh tim pengabdian dalam penyelenggaraan pelatihan. Langkah pertama atas solusi yang ditawarkan adalah Pelatihan peningkatan kemampuan Teknik pengambilan gambar. Capaian dalam pelatihan ini adalah . Peserta mampu memilih objek gambar yang mewakili ide dalam pembuatan video pembelajaran untuk meningkatkan literasi siswa. Peserta mampu memilih objek gambar yang mewakili ide dalam pembuatan video profil sekolah. Peserta mampu menggunakan gawai sederhana dalam pengambilan gambar. Peserta mampu memilah hasil tangkapan kamera sebagai bahan dalam video Langkah kedua adalah Pelatihan peningkatan kemampuan Teknik editing . Capaian dalam materi ini adalah . Peserta mengetahui ragam aplikasi editing gambar yang dapat digunakan secara gratis. Peserta mampu mengoperasikan aplikasi editing . Peserta mampu menghasilkan rangkaian gambar yang menarik. Langkah terakhir yaitu Pelatihan peningkatan kemampuan Teknik editing . Capaian dalam pelatihan ini adalah . Peserta mengetahui ragam aplikasi editing audio yang dapat digunakan secara gratis. Peserta mampu mengoperasikan aplikasi editing . Peserta mampu menghasilkan audio yang sesuai dengan tampilan gambar. HASIL DAN PEMBAHASAN Program yang diusulkan pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diinisiasi oleh latar belakang keilmuan pengusul dan tim yaitu bidang pengembangan media pembelajaran dan audio visual. Meski penggunaan audio visual sudah marak di tengah masyarakat, tetapi tidak semua memahami kaidah dalam penggunaan audio visual sebagai medium pembelajaran. Maka, perlu adanya pelatihan yang bisa membekali Bapak Ibu guru membuat media ajar berbasis audio visual. Langkah-langkah yang akan dilaksanakan oleh Volume 15 Nomor 2 Desember 2024 Endang Purwasari. Rian Prasetya Yunanto. Yuditia Leo Andhika Media Ajar Audio Visual untuk Peningkatan Literasi Siswa dalam Implementasi Kurikkulum Merdeka Tim Pengabdian ISI Surakarta dalam mengimplementasikan solusi yang ditawarkan untuk mengatasi permasalahan mitra adalah sebagai berikut: Observasi lapangan Pada tahap ini, tim pengabdian ISI Surakarta melakukan diskusi dengan mitra sasaran yaitu SMPN 1 Karangdowo untuk mendapatkan informasi dasar terkait tondisi Pihak sekolah diwakili oleh Kepala Sekolah dan Guru Pamong. Saat melaksanakan observasi lapangan, tim juga melakukan penggalian data untuk menganalisis situasi mitra yang dituju. Mitra dalam tahap ini berperan dalam menyediakan data-data dasar terkait kondisi dan persoalan yang sedang dihadapi. Klasifikasi permasalahan Di tahap ini, tim dan mitra melakukan klasifikasi permasalahan yang dipetakan pada tahap observasi lapangan. Tim Pengabdian ISI Surakarta melakukan screening persoalan utama yang dihadapi oleh sekolah. Sementara pihak SMPN 1 Karangdowo mengambil dua prioritas permasalahan yang dapat dikolaborasikan pemecahannya dengan Tim Pengabdian ISI Surakarta Perumusan Solusi Pada tahap ini, baik Tim Pengabdian ISI Surakarta maupun pihak SMPN 1 Karangdowo mendiskusikan solusi yang paling mungkin dilakukan di sekolah untuk mencapai tujuan Bersama. Tim pengabdian memberikan tawaran-tawaran yang dapat dilakukan berdasarkan bidang keahlian yang dimiliki. Sementara pihak sekolah menyortir tawaran solusi yang memberikan manfaat lebih banyak untuk sekolah Pelatihan dan Pendampingan Setelah melalui tiga tahap tersebut di atas, tim pengabdian kemudian menyelenggarakan pelatihan. Kegiatan pelatihan diselenggarakan di sekolah sasaran sesuai dengan waktu yang telah disepakati bersama. Sebelum pelatihan, pihak sekolah akan memilih 10 peserta yang diambil dari perwakilan guru tiap mata pelajaran. Pemilihan Volume 15 Nomor 2 Desember 2024 Abdi Seni Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat pISSN: 2087-1759 eISSN: 2723-2468 peserta ini juga diprioritaskan guru yang memiliki kemampuan dan potensi untuk bisa mengembangkan serta mengimbaskan pelatihan. Pada saat pelatihan, dosen anggota tim pengabdian akan memberikan materi. Teknik editing dan pengambilan gambar serta audio. Seusai memberikan materi, dosen yang terlibat akan mendampingi para peserta saat sesi Sementara mahasiswa yang dilibatkan akan turut mendampingi para peserta pelatihan dalam praktek. Evaluasi dan keberlanjutan Setelah pelatihan dan pendampingan selesai, tim akan menyebar kuesioner berisikan refleksi dari kegiatan yang telah dilakukan. Kuesioner ini nantinya kurang lebih akan berisi tingkat kepuasan peserta dan tingkat pemahaman peserta akan materi yang diberikan. Hasil dari kuesioner ini akan tim sampaikan pada pihak mitra untuk diskusi lanjutan. Untuk keberlanjutan program, tim akan membuka ruang diskusi yang tidak terbatas hanya pada saat kegiatan pelatihan dan pendampingan saja. Selain itu, keberlanjutan juga dapat dilihat dari muatan materi yang tidak hanya focus pada peningkatan hardskill tetapi juga softskill peserta dengan praktek langsung. Pengabdian Kepada Masyarakat yang diselenggarakan di SMP N 1 Karangdowo Klaten pada Jumat, 17 Mei 2024 telah berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Kegiatan ini dilakukan mulai pukul 08. 00 pagi hingga pukul 15. 00 sore di Laboratorium Komputer SMP N 1 Karangdowo. Kegiatan ini dihadiri sebanyak 35 guru, lebih banyak dari target yang hanya sejumlah 20 orang. Keterlibatan lebih banyak guru ini karena ketertarikan para guru terutama guru senior untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas. Guru-guru yang terlibat dalam kegiatan pengabdian ini 85% sudah berusia lebih dari 40 tahun. Sementara sisanya merupakan guru muda yang berada di rentang usia 25 hingga 39 tahun. Kegiatan pengabdian dimulai tepat pukul 08. 00 diawali dengan sambutan dari Bapak Kepala Sekolah SMP N 1 Karangdowo yaitu Bapak Sugeng. Dilanjutkan pemaparan singkat tentang pengabdian yang akan dilakukan oleh Sdr. Rian Prasetya Yunanto. Sn. Setelah itu, dilanjutkan dengan materi sesi pertama Pengenalan Sinematografi Dasar yang disampaikan oleh Sdr. Yuditia Leo Andhika. Sn. Sn. Sebelum memulai materi Volume 15 Nomor 2 Desember 2024 Endang Purwasari. Rian Prasetya Yunanto. Yuditia Leo Andhika Media Ajar Audio Visual untuk Peningkatan Literasi Siswa dalam Implementasi Kurikkulum Merdeka inti, diawali terlebih dahulu dengan pengenalan model pembelajaran audio visual yang umumnya diterapkan dalam Kurikulum Merdeka. Materi ini diharapkan dapat membantu bapak ibu guru memiliki satu persepsi yang sama terkait materi yang akan diberikan Gambar 1. Penyampaian materi pengantar media ajar audio-visual (Foto oleh: Galang Ramb. Sebagian besar peserta sudah memahami Teknik pengambilan gambar sederhana. Hanya saja, komposisi gambarnya masih kurang tepat. Materi ini memberikan peningkatan pengetahuan atas komposisi gambar pada kamera agar pesan yang ingin disampaikan tepat Selain memberikan materi tentang komposisi gambar, pemateri juga memberikan Teknik pengambilan gambar close-up, medium close-up, dan long shot. Teknik ini digunakan untuk memberikan variasi dan warna pada video. Selain itu juga untuk memberikan penekanan atas informasi yang ingin disampaikan. Gambar 2. Penyampaian materi Teknik pengambilan gambar dan editing dasar (Foto oleh: Galang Ramb. Volume 15 Nomor 2 Desember 2024 Abdi Seni Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat pISSN: 2087-1759 eISSN: 2723-2468 Setelah sesi pertama selesai, dilanjutkan dengan materi Pengenalan Editing Dasar dengan pemateri yang sama. Di dalam materi ini, para peserta diperkenalkan beberapa aplikasi sederhana yang bisa digunakan terutama bila menggunakan telepon genggam. Aplikasi yang dikenalkan antara lain Filmora. CapCut, dan Kinemaster. Selain pengenalan aplikasi, materi yang diberikan juga terkait dengan cara melakukan editing dasar. Seperti misalnya pembuatan konsep cerita terlebih dahulu sehingga guru bisa mengetahui gambar apa saya yang harus diambil. Selain konsep cerita juga dikenalkan dengan cara penceritaan yang baik agar materi mudah diterima siswa. Gambar 3. Sesi tanya jawab teknik pengambilan gambar dan editing dasar (Foto oleh: Galang Ramb. Setelah materi editing dasar selesai, dilanjutkan materi Pengenalan Editing Audio Dasar yang dibawakan oleh Sdr. Rian Prasetya Yunanto. Sn. Di sesi ini para peserta dikenalkan cara pengambilan audio yang benar. Teknik pengambilan suara ini berkaitan erat dengan kualitas suara yang dihasilkan. Umumnya, kesalahan hasil dari kualitas suara ini karena si perekam suara tidak memperhatikan lingkungan sekitar. Hal inilah yang menyebabkan suara tidak jernih dan terkadang tidak jelas. Materi ditutup dengan pemberian Teknik dasar pengambilan suara yang sederhana sehingga bisa diterapkan dengan mudah. Volume 15 Nomor 2 Desember 2024 Endang Purwasari. Rian Prasetya Yunanto. Yuditia Leo Andhika Media Ajar Audio Visual untuk Peningkatan Literasi Siswa dalam Implementasi Kurikkulum Merdeka Gambar 4. Penyampaian materi editing audio dasar (Foto oleh: Galang Ramb. Setelah materi selesai, secara singkat tim pengabdian melakukan survey singkat pemahaman para peserta atas materi yang diberikan sebelum memulai praktik. Sesi ini merupakan evaluasi atas pemberian tiga materi sebelumnya. Hal ini dilakukan agar saat melakukan praktik dalam berjalan efektif dan efisien. Selain itu juga bila ada hal yang belum dipahami peserta, pemateri bisa mengulang penjelasannya sehingga akan diperoleh pemahaman yang sama. Sebagian besar peserta masih merasa asing dengan aplikasi yang Tetapi 15% yaitu para guru muda sudah sangat familiar dengan jenis aplikasi editing yang disebutkan pada saat materi. Maka, ada pengulangan penjelasan terkait aplikasi editing audio visual sederhana. Setelah sesi evaluasi dilakukan, maka dilanjutkan dengan sesi praktik. Semua guru sebelum pelatihan dimulai sudah diminta menyiapkan potongan video pembelajaran yang akan diedit. Hal ini dimaksudkan agar materi pelatihan bisa langsung diterapkan oleh para Harapannya. Latihan ini memberikan ruang bagi para guru untuk langsung berkreasi dan mencoba langsung. Bila ada kendala saat proses editing bisa langsung berkonsultasi dengan para pemateri. Volume 15 Nomor 2 Desember 2024 Abdi Seni Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat pISSN: 2087-1759 eISSN: 2723-2468 Gambar 5. Pendampingan praktek editing (Foto oleh: Galang Ramb. Para guru sangat antusias untuk mencoba melakukan editing pada potongan video yang sudah mereka siapkan. Guru senior menggerombol di belakang untuk saling bertanya satu sama lain. Salah satu anggota tim pengabdian mahasiswa membatu para guru yang diskusi menggerombol ini terkait pengoperasian aplikasi yang sudah berhasil diunduh. juga memberikan penjelasan langkah-langkah dalam mengunggah video dan menyisipkan efek yang bisa dipakai. Peserta guru yang lain ingin mencoba menggunakan aplikasi di PC yang ada di Beliau merasa bisa menggunakan telepon genggam tidak leluasa dalam melihat dan menyisipkan video-video tersebut. Terlebih saat hendak melakukan editing, tomboltombol pilihan sangat kecil dan menyusahkan. Maka tim pengabdian membantu melakukan instalasi aplikasi di beberapa PC milik sekolah. Guru yang lain, sudah cukup terbiasa dengan aplikasi editing video ini. Maka, setelah materi selesai disampaikan mereka langsung bisa mengoperasionalkan. Perbedaannya mereka menjadi paham langkah sebelum melakukan editing seperti misalnya membuat konsep cerita, mengambil audio yang jernih, dan Menyusun papan cerita dalam aplikasi editing Volume 15 Nomor 2 Desember 2024 Endang Purwasari. Rian Prasetya Yunanto. Yuditia Leo Andhika Media Ajar Audio Visual untuk Peningkatan Literasi Siswa dalam Implementasi Kurikkulum Merdeka Gambar 6. Draft kasar video hasil pelatihan (Foto oleh: Galang Ramb. Sesi terakhir dalam kegiatan pengabdian ini adalah Refleksi. Sesi ini kami manfaatkan untuk mendengarkan feedback dari para peserta pelatihan. Hal ini dimaksudkan agar tim pengabdian mengetahui sejauh mana materi yang disampaikan dipahami dan bermanfaat bagi para guru dalam kegiatan pembelajaran. Peserta merasa bahwa pelatihan hari ini memberikan peningkatan pengetahuan dan keterampilan saat penyiapan materi Peserta berharap ada pelatihan lanjutan sehingga ada peningkatan dalam proses pembelajaran di kelas. Gambar 7. Evaluasi dari peserta pengabdian (Foto oleh: Galang Ramb. Volume 15 Nomor 2 Desember 2024 Abdi Seni Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat pISSN: 2087-1759 eISSN: 2723-2468 Setelah kegiatan refleksi dilakukan, dilanjutkan dengan melihat hasil editing yang sudah dilakukan oleh para guru. Selanjutnya, peserta kegiatan pengabdian menyampaikan evaluasi dan kesannya setelah mengikuti kegiatan pelatihan. Kegiatan pengabdian di SMP N 1 Karangdowo Klaten ditutup oleh Pak Kepala Sekolah. Setelah penutup dilanjutkan dengan foto Bersama seluruh peserta pelatihan. Tim pengabdian ISI Surakarta pun mengucapkan terima kasih atas Kerjasama dan ruang yang diberikan. KESIMPULAN Kebutuhan upgrading skill bagi guru di SMP sangatlah diperlukan, terlebih siswa yang dihadapi saat ini adalah siswa yang melek teknologi. Para guru dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif dalam mengemas pembelajaran di kelas. Kurikulum saat ini, yaitu Kurikulum Merdeka dirancang agar sekolah terus belajar mengikuti perkembangan zaman. Guru tidak lagi bisa hanya menjadi penceramah tunggal di kelas. Melainkan, guru harus juga bisa mengakomodir kebutuhan siswa yang sudah sangat familiar dengan konten Pelatihan pembuatan media ajar audio visual yang dilakukan oleh tim pengabdian ISI Surakarta Prodi Film dan Televisi dirasa mampu memberikan peningkatan keterampilan Utamanya keterampilan dalam editing media ajar audio visual. Pengemasan kegaitan pengabdian ini diharapkan bisa memberikan dampak yang lebih besar bagi guru, sekolah, dan siswa. DAFTAR PUSTAKA