Jurnal Ekonomi dan Bisnis. Vol. 11 No. 4 Desember 2022 P - ISSN : 2503-4413 E - ISSN : 2654-5837. Hal 487 Ae 492 PENGARUH PENETAPAN HARGA PRODUK TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN STUDI KASUS PADA PUSAT GROSIR BANDUNG Oleh : Jajang Sugiat Manajemen. STIE Yasa Anggana Garut jajangya@stieyasaanggana. Suca Rusdian Manajemen. STIE Yasa Anggana Garut sucarusdian@stieyasaanggana. Yuni Maryani Manajemen. STIE Yasa Anggana Garut sucarusdian@gmail. Article Info Article History : Received 16 Des - 2022 Accepted 25 Des - 2022 Available Online 30 Des Ae 2022 Abstract Customer loyalty needs to understand the buying cycle. The purchase cycle starts from the consumer making a purchase for the first time then the consumer will conduct a post-purchase evaluation on the product, after which the consumer will decide to buy the product again or not. This research is stated in the hypothesis that there is a positive influence between pricing on customer loyalty (Study at Bandung Wholesale Cente. The population in this study are customers who make purchases at the Bandung Wholesale Center which are unlimited . determining the number of samples will be used based on the calculation of the Lamshow formula. Then the size of the sample based on the number of populations who buy products at the Bandung Wholesale Center is the result of calculations obtained by the value of n = 68, the number of respondents studied is 68 people. Based on the results of calculations using Pearson Product Moment correlation coefficient analysis partially Product Pricing (X) has an effect on Customer Loyalty (Y) can be obtained the result is 0. 855 which indicates a very strong influence between Product Pricing and Customer Loyalty. The correlation value which is 800-1000 is in a strong interval, so it can be said that Product Pricing is a priority role for Customer Loyalty. Keyword : Product Pricing. Customer Loyalty. Bandung Wholesale Center melihat dari segi penjualan dan sesuai dengan yang peneliti inginkan yaitu meneliti dalam dunia fashion salah satunya dalam segi penjualan, karena mekanisme penjualan yang terjadi di Pusat Griosir Bandung adalah konsumen datang ke toko untuk mencari dan memilih barang yang akan dibeli atau memesan melaui online shop. Fasilitas yang disediakan oleh Pusat Grosir Bandung adalah dengan memberikan kenyamanan kepada si pelanggan, dengan menyediakan tempat yang sejuk dan nyaman. Sehingga konsumen/pelanggan pun merasa nyaman saat bertransaksi. Untuk mengelola Pusat Grosir Bandung menggunakan cara manual yaitu menggunakan buku catatan penjualan. Berikut ini data penjualan Pusat Grosir Bandung per tahun periode 2020 : PENDAHULUAN Perkembangan teknologi yang saat ini makin maju diikuti dengan perkembangan jaringan internet yang semakin luas dan mampu menjangkau hal yang bahkan sulit dilakukan mempengaruhi banyak lini di kehidupan manusia. Teknologi yang terus mengalami pembaruan ini juga berpengaruh dalam penggunaan smartphone juga media sosial. Penggunaan teknologi dan media sosial yang saat ini disentuh orang dewasa, remaja bahkan anak-anak memberikan banyak efek samping dalam kehidupan bermasyarakat. Pusat Grosir Bandung merupakan sebuah toko yang bergerak di bidang penjualan Fashion yang berlokasi di Jalan Singosari Raya no 5C Cimahi Selatan. Kota Cimahi. Alasan peneliti mengambil objek di Pusat Grosir Bandung karena KAJIAN PUSTAKA DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS Penetapan Harga Produk Suatu perusahaan itu harus menetapkan harga sesuai dengan nilai yang diberikan kepada pelanggan yang mampu diterima dan dipahami. Dan jika seandainya harganya itu lebih tinggi daripada nilai yang diterima, maka perusahaan tersebut akan kehilangan kesempatan untuk mendapatkan laba dan juga jika harganya lebih rendah daripada nilai yang diterima, maka perusahaan tidak akan memperoleh laba (Kotler, 2013:. AuPenetapan Harga adalah salah satu jenis pengambilan keputusan dalam manajemen yang Bagi manajemen penetapan harga bukan hanya kebijakan di bidang pemasaran atau bidang keuangan, melainkan kebijaksanaan yang berkaitan dengan seluruh aspek kegiatan penjualan harga jual. Selain berpengaruh terhadap volume penjualan atau jumlah pembelian, juga akan mempengaruhi jumlah pendapatan pada perusahaan. (Halim, 2011:. AuPenetapan Harga adalah satuan moneter atau ukuran lainnya . ermasuk barang dan jasa lainny. yang ditukarkan agar memperoleh hak kepemilikan atau penggunaan suatu barang dan jasa sehingga menimbulkan kepuasan konsumen (Alma, 2011:. Menurut Kotler . indikator yang digunakan untuk mengukur penetapan harga adalah sebagai berikut: Keterjangkauan harga produk Keseuaian Harga dengan Kualitas Produk Daya saing harga produk Keseuaian harga dengan manfaat produk Tabel 1. Data Pelanggan Pusat Grosir Bandung Tahun Januari Februar Maret Penjual (Produ April Mei Juni Juli Agustus Septem 10 Oktober 11 Novem 12 Desemb TOTAL : Bulan Jumlah Pelangg Persent ase (%) Krite Naik Naik Turu Turu Naik Turu Turu Naik Naik Turu Naik Sumber: Diolah Oleh Peneliti 2021 Berdasarkan pada Tabel 1. 1 dapat dilihat bahwa aktivitas penjualan dan pelanggan yang memberi produk Fashion di Pusat Grosir Bandung mengalami fliktuasi yang cukup besar dari jumlah keseluruhan 530 Pelanggan selama 12 bulan. Salah satunya pada bulan Juni sebanyak 8. 607 konsumen mengalami penurunan dibulan Juli Menjadi 696 konsumen yang memberi produk Fashion dengan persentase -10. 58% dan mengalami penurunan kembali di bulan Agustus menjadi sebanyak 6346 pelanggan yang melakukan memberi produk Fashion dengan Penetapan Harga dapat pula ditetapkan untuk mencegah pesaing masuk, mempertahankan loyalitas pelanggan, mendukung penjualan ulang dan lainnya (Tjiptono, 2016:. Sejalan dengan hasil dari penelitian terdahulu yang berkaitan dengan pengaruh penetapan harga terhadap loyalitas pelanggan diantaranya hasil penelitian yang dilakukan oleh Arif . dengan judul Pengaruh Kualitas Pelayanan dan Harga Jual Sepeda Motor Yamaha terhadap Loyalitas Pelanggan PT. Alfa Scorpii Medan. Loyalitas Pelanggan AuLoyalitas pelanggan merupakan dorongan perilaku untuk melakukan pembelian secara berulang-ulang dan untuk membangun kesetiaan pelanggan terhadap suatu produk maupun jasa yang dihasilkan oleh badan usaha tersebut yang membutuhkan waktu yang lama melalui suatu proses pembelian yang terjadi secara berulangulang (Olson yang dikutif dari Mushanto, 2019:. AuLoyalitas pelanggan adalah perilaku pembelian ulang semata mata menyangkut pembelian merek tertentu yang sama secara berulang kali atau bisa dikarenakan memang hanya satu satunya merek yang tersedia, merek termurah dan sebagainya (Tjiptono, 2018:. Olson . ang dikutif dari Mushanto, 2019:. mengungkapkan bahwa loyalitas pelanggan tidak bisa tercipta begitu saja, tetapi harus dirancang oleh perusahaan, indikator dari loyalitas pelanggan adalah: Repeat Purchase . esetiaan pembelian produ. Retention . etahanan terhadap pengaruh negatifmengenai perusahaa. Referalls . erefrensikan secara total eksistensi perusahaa. menetapkan harga sesuai dengan nilai yang diberikan dan dipahami pelanggan. Hal ini sejalan dengan teori menurut Kotler . mengatakan bahwa suatu perusahaan itu harus menetapkan harga sesuai dengan nilai yang diberikan kepada pelanggan yang mampu diterima dan dipahami. Dan jika seandainya harganya itu lebih tinggi daripada nilai yang diterima, maka perusahaan tersebut akan kehilangan kesempatan untuk mendapatkan laba dan juga jika harganya lebih rendah daripada nilai yang diterima, maka perusahaan tidak akan memperoleh laba. Dalam hal ini pernyataan menunjukan bahwa harga yang ditetapkan oleh Pusat Grosir Bandung berbeda dengan perusahaan lain, maupun daerah lain berdasarkan penetapan harga geografis merupakan faktor utama dan penting dalam memutuskan melakukan pembelian. Hal ini sejalan dengan teori Kotler and Armstrong . yang menyatakan bahwa tingkat loyalitas pelanggan didasarkan pada bagaimana konsumen merasa harga dan apa yang mereka pertimbangkan dalam harga sesuai, bukan pada harga yang disesuaikan pemasar. Berdasarkan hasil rating scale variabel Penetapan Harga Produk yang berkategori AuSangat BaikAy tersebut terlihat oleh beberapa kategori indikator yang sudah berjalan sangat baik dengan skor tertinggi salah satunya indikator dimana pusat grosir bandung suka memberikan harga khusus bagi pelanggan yang melakukan transaksi dengan jumlah skor 297. Hal ini disebabkan karena sebagian responden mendapatkan harga khusus dari pihak perusahaan dan bagi Pusat Grosir Bandung pun melakukan hal tersebut demi memuaskan pembeli dan membuat pembeli tidak merasa kleberatan untuk melakukan pembelian produk, juga tidak menjebabkan kerugian bagi pihak perusahaan. Hal tersebut sejalan dengan teori dari Sukotjo dan Radix . 0:2. bahwa harga merupakan salah satu faktor penting konsumen dalam mengambil keputusan untuk melakukan transaksi atau tidak. Adapun yang menjadi struktur paradigma penelitian dalam usulan penelitian dapat dilihat pada gambar dibawah ini. Penetapan Harga Produk Loyalitas Pelanggan (Y) Gambar 1 Struktur Paradigma Penelitian. Metode Penelitian Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode deskriptif asosiatif. Metode deskriptif merupakan uraian sistematis tentang teori dan hasil-hasil penelitian yang relevan dengan variabel yang diteliti. Sedangkan metode asosiatif bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih, dengan bentuk hubungan kausal yaitu hubungan yang menunjukan sebab Dalam pelaksanaan penelitian ini penulis menggunakan teknik pengumpulan data dengan cara sebagai berikut : Kuesioner atau angket. Observasi Wawancara atau interview Studi pustaka Data yang diperoleh dari hasil penelitian kemudian diolah dan dianalisis menggunakan metode analisis Analisis Kuantitatif : yaitu suatu analisis data dengan menggunakan rumus statistika berupa uji validitas dan uji reliabilitas, analisis koefisien korelasi, koefisien determinasi dan uji HASIL DAN PEMBAHASAN Penetapan Harga Produk Pada Pusat Grosir Bandung Penetapan harga adalah salah satu jenis pengambilan keputusan dalam manajemen yang Bagi manajemen penetapan harga bukan hanya kebijaksanaan di bidang produk atau bidang Tetapi mencakup segala aspek dalam proses pemasaran itu sendiri, selain berpengaruh terhadap volume penjualan atau jumlah pembelian juga akan mempengaruhi jumlah pendapatan pada Untuk itu perusahaan harus Loyalitas Pelanggan Pada Pusat Grosir Bandung Loyalitas pelanggan adalah yang tidak hanya melakukan transaksi ulang suatu produk dan jasa tetapi juga mempunyai komitmen dan sikap yang positif terhadap perusahaan jasa, misalnya dengan merekomendasikan orang lain untuk membeli Terjadinya loyalitas pada pelanggan disebabkan oleh pengaruh kepuasan atau ketidakpuasan dengan produk atau jasa tersebut yang terakumulasi secara terus-menerus. Pelanggan juga dapat menjadi loyal karena mereka puas dengan produk atau jasa tersebut, sehingga ingin terus melanjutkan hubungan dengan perusahaan. Loyalitas pelanggan perlu memahami mengenai siklus pembelian. Siklus pembelian dimulai dari konsumen melakukan pembelian pertama kali kemudian konsumen akan melakukan evaluasi pasca-pembelian pada produk tersebut, setelah itu konsumen akan memutuskan kembali membeli produk tersebut atau tidak (Griffin, 2015:. Evaluasi pasca-pembelian merupakan hal yang penting karena dapat menentukan konsumen tersebut akan kembali membeli atau Produk yang dapat memuaskan konsumen di kemungkinannya jika produk tersebut akan kembali dibeli oleh konsumen tersebut (Mizfar dan Sinaga, 2015:. Berdasarkan hasil rating scale variabel Loyalitas Pelanggan yang mayoritas berkategori AuSangat BaikAy tersebut, terlihat oleh beberapa kategori indikator yang sudah berjalan baik dengan skor tertinggi salah satunya indikator dimana konsumen akan melakukan pembelian produk tanpa mempertimbangkan apapun dengan jumlah Hal ini dikarenakan Pusat Grosir Bandung mengembangkan setiap produk Ae produk yang ditawarkan dari hasil evaluasi sebelumnya, serta memberikan pelayanan terbaik dan kualitas produk yang meyakinkan pembeli untuk mempertimbangkan terlebih dahulu. Sejalan dengan teori menurut Irnandha . Loyalitas konsumen membentuk retensi karyawan. Karyawan lebih suka bekerja dengan organisasiorganisasi agar pelanggannya merasa puas dan loyal, sehingga perusahaan yang menunjukkan pelanggan dengan loyalitas dan tingkat kepuasan yang tinggi memiliki tingkat pergantian staf yang cenderung lebih rendah. bersifat tidak berwujud. Harga yang dibebankan terhadap jasa yang ditawarkan menjadikan indikasi bahwa kualitas jasa macam apa saja yang akan diterima oleh konsumen. Hal terpenting adalah berbagai keputusan penentuan harga tersebut harus konsisten dengan keseluruhan strategi pemasaran, memberikan harga yang berbeda dalam pasar yang berbeda juga perlu dipertimbangkan. Bila suatu produk mengharuskan konsumen mengeluarkan biaya yang lebih besar dibanding manfaat yang diterima, maka yang terjadi adalah bahwa produk tersebut memiliki nilai negatif sehingga tingkat loyalitas konsumen juga akan menurun, begitupun sebaliknya apabila suatu produk mengharuskan konsumen mengeluarkan biaya yang kecil namun mendapatkan manfaat yang besar maka tingkat loyalitas konsumennya akan meningkat. Lupiyoadi . Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan analisis koefisien korelasi Pearson Product Moment secara parsial Penetapan Harga Produk (X) berpengaruh terhadap Loyalitas Pelanggan (Y) dapat diperoleh hasilnya sebesar 0,855 yang menunjukkan adanya pengaruh yang sangat kuat antara Penetapan Harga Produk dan Loyalitas Pelanggan. Berdasarkan pedoman interprestasi koefisien korelasi menurut pendapat Sugiyono . 6 : . nilai korelasi yang berada diantara 0,800-1. 000 yaitu berada pada interval kuat, sehingga dapat dikatakan bahwa Penetapan Harga Produk menjadi peran prioritas terhadap Loyalitas Pelanggan. Sejalan dengan teori menurut Hasan . faktor yang mempengaruhi loyalitas pelanggan adalah kepuasan pelanggan . ustomer satisfactio. , pelayanan . , nilai pelanggan . ustomer valu. , kepercayaan . , hubungan pelanggan . ustomer relationship. , penjualan personal . ersonal sellin. , waktu tunggu . aiting tim. , penetapan harga . dan citra perusahaan . ompany imag. Selanjutnya penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Sunanto . menyatakan bahwa Terdapat pengaruh yang positif dan siginifikan antara penetapan harga terhadap loyalitas pelanggan pada Apotik SunFarma Tangerang Selatan. Diperkuat berdasarkan hasil perhitungan di atas, maka dapat diperoleh nilai koefisien determinasi (KD) sebesar 0,731 atau 73,1%. Dari hasil tersebut, dapat dinterprestasikan bahwa besarnya kontibusi pengaruh X . enetapan harga produ. terhadap variabel Y . oyalitas pelangga. yaitu sebesar 73,1% dan sisanya 26,9% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Pengaruh Penetapan Harga Produk Terhadap Loyalitas Pelanggan Pada Pusat Grosir Bandung Menurut Kotler yang diterjemaahkan oleh Molan . menyatakan bahwa suatu perusahaan harus menetapkan harga sesuai dengan nilai yang diberikan dan dipahami pelanggan. Jika harga lebih tinggi dari pada nilai yang diterima, perusahaan tersebut akan kehilangan kemungkinan untuk memetik laba, dan jika harganya terlalu rendah dari pada nilai yang diterima, perusahaan tersebut tidak akan berhasil manuai kemungkinan memperoleh laba. Penetapan harga sangat penting mengingat produk yang ditawarkan oleh jasa layanan tersebut dan meskipun ada beberapa indikator yang masih belum dianggap baik oleh sebagian pelanggan Pusat Grosir Bandung. KESIMPULAN Berdasarkan pembahasan yang telah dilakukan mengenai pengaruh Penetapan Harga Produk terhadap Loyalitas Pelanggan studi kasus pada Pusat Grosir Bandung sebagai berikut: Penetapan harga produk pada Pusat Grosir Bandung berkategori sangat baik. Hal ini terlihat dari indikator dimana pusat grosir bandung suka memberikan harga khusus bagi pelanggan yang melakukan transaksi, suka memberikan potongan tunai bagi para konsumen yang melakukan pembelian produk baju dan selain selalu ada potongan harga. Pusat Grosir Bandung pun tidak lepas dari menetapkan harga pada setiap pembelian baju. Adapun indikator yang masih belum dianggap baik oleh pelanggan, salah satunya yaitu indikator dimana Pusat Grosir Bandung tidakn selalu memberikan diskon bagi setiap pelanggan yang melakukan pembelian ulang. Pusat Grosir Bandung menetapkan harga produk berdasarkan tempat penjualannya dan Pusat Grosir Bandung selalu mengalami kenaikan dan penurunan harga produk pada waktuwaktu tertentu. Loyalitas pelanggan pada Pusat Grosir Bandung berkategori sangat baik, namun belum mencapai optimal. Hal ini terlihat dari indikator keputusan pembelian yang diukur sudah berjalan sangat baik, seperti dimana konsumen akan melakukan pembelian produk tanpa mempertimbangkan apapun, konsumen tidak akan berpengaruh dengan isu Ae isu negative terkait produk Pusat Grosir Bandung dan pelayanan dari karyawan sangat ramah dan menjelaskan produk sangat sesuai. Adapun indikator yang masih belum dianggap baik oleh pelanggan, salah satunya yaitu indikator dimana konsumen masih belum percaya dengan produk yang ditawarkan oleh pusat grosir bandung, belum bisa mempromosikan produk Ae produk pusat grosir bandung ke pihak lain dan belum dapat melakukan pembelian ulang produk di pusat grosir Bandung. Penetapan Harga Produk (X) berpengaruh terhadap Loyalitas Pelanggan (Y) sebesar 0,855, dengan kategori AuSangat BaikAy dan besarnya persentase (KD) sebesar 73,1% dan sisanya sebesar 26,9% dipengaruhi faktor lain. Artinya, penetapan harga produk yang diterapkan perusahaan mampu meningkatkan loyalitas pelanggan pada Pusat Grosir Bandung. Dengan beberapa indikator yang sudah berjalan dengan baik REFERENSI