EDUCATION Vol 2 No. 2 Juli 2022 Ae eISSN: 2828-2612, pISSN: 2828-2620. Hal 34-39 JURNAL SOSIAL HUMANIORA DAN PENDIDIKAN Halaman Jurnal: http://journal. id/index. php/Education Halaman Utama : http://journal. id/index. KAJIAN STILISTIKA CERPEN AuMALAM HUJAN BULAN DESEMBERAy KARYA GUNTUR ALAM Laras Triani Kusaeria. Shifa Aulia Putrib. Widyaningrum Kinasih Haryono c Fakultas Pendidikan Bahasa / Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. IKIP Siliwangi larastriani23@gmail. b shifaauliaputri60@gmail. c widyaningrumkinasih@gmail. ABSTRACT The meaning of a literary work depends on the use of language style. Style is a science that is studied in the study of stylistics in literary works. In literary works, language style is the main medium used as an expression of an author's feelings, thoughts and hearts. Especially in a short story, language style is very important in literary works in order to have a certain effect on the reader. The research subject of this stylistic study is entitled "December Rainy Night" by Guntur Alam in the collection of short stories for women's magic and the night of fireflies. The purpose of this stylistic study is to describe and to reveal the style of language used by the author. This study uses a descriptive qualitative method with the aim of finding the meaning and stylistic function of the short story literary work. From a grammatical point of view, the complexity appears in words: simple, formal, verbal. In the lexical aspect, simple sentences and declarative sentences often Keywords: figure of speech, stilistic, short story. Abstrak Makna sebuah karya sastra bergantung pada penggunaan gaya bahasa. Gaya bahasa merupakan ilmu yang dipelajari dalam kajian stilistika pada karya sastra. Dalam karya sastra gaya bahasa merupakan media utama yang digunakan sebagai ungkapan perasaan, pikiran dan batin seorang pengarang. Terutama dalam sebuah Cerpen, gaya bahasa sangat penting dalam karya sastra guna memberikan efek tertentu pada Subjek penelitian kajian stilistika ini berjudul berjudul AuMalam Hujan Bulan DesemberAy Karya Guntur Alam dalam kumpulan Cerpen Magi Perempuan dan Malam Kunang-kunang. Tujuan penelitian kajian stilistika ini adalah untuk menguraikan dan untuk mengungkapkan gaya bahasa yang digunakan oleh Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan tujuan untuk menemukan makna dan fungsi stilistika pada karya sastra cerpen tersebut. Dari segi gramatikal, kompleksitas muncul adalah kata-kata: sederhana, formal, verbal. Dalam aspek leksikal, kalimat sederhana dan kalimat deklaratif yang sering muncul. Kata Kunci: Majas, stilistika, cerita pendek. PENDAHULUAN Karya sastra adalah ciptaan yang disampaikan dengan komunikatif tentang maksud penulis untuk tujuan estetika. Karya-karya ini sering menceritakan sebuah kisah, dalam sudut pandang orang ketiga maupun orang pertama, dengan plot dan melalui penggunaan berbagai perangkat sastra yang terkait dengan waktu mereka. Salah satu bentuk karya sastra yang berupa fiksi itu adalah cerpen. Cerpen, sesuai dengan namanya, adalah cerita yang pendek. Jassin . alam Nurgiyantoro, 1995: . mengatakan bahwa cerpen adalah sebuah cerita yang selesai dibaca dalam sekali duduk. Cerpen menuntut penceritaan yang serba ringkas, tidak sampai pada detil-detil khusus yang lebih bersifat memperpanjang cerita. Cerpen atau cerita pendek sebagai suatu karya seni berfungsi sebagai notulen kehidupan. Pengarang dengan daya imajinasi yang dimilikinya tidak akan bisa tertidur dengan nyaman sebelum semua peristiwa itu ditulis, yang akhirnya dapat dibaca, dipahami, dan direntangkan oleh siapa saja. Dengan demikian, apabila seorang membaca cerpen diharapkan dapat mengetahui seluk beluk peristiwa kehidupan, tanpa merasa digurui. Diantara peristiwa kehidupan itu adalah kebahagiaan, keindahan alam, kemajuan teknologi, kesenjangan sosial, kegelisahan batin pada orang-orang yang tertindas, harapan, kekecewaan, keadilan, kekejaman, kemiskinan yang teramat parah atau kekayaan yang berlimpah ruah. EDUCATION Vol 2 No. 2 Juli 2022 Ae eISSN: 2828-2612, pISSN: 2828-2620. Hal 34-39 kehancuran di masa lalu atau harapan yang menggebu- gebu untuk masa depan, dan lain-lain. Sebagai dokumentasi, cerpen bagaikan cermin yang memperlihatkan peristiwa tersebut (Nuroh, 2011: . Sering kali makna sebuah karya sastra sangat ditentukan oleh penggunaan gaya bahasa. Gaya bahasa yang dimaksud meliputi: bunyi, rangkaian bunyi, kata, rangkaian kata, rangkaian frasa, dan rangkaian kalimat. Penggunaan gaya bahasa itu dimaksudkan oleh pengarang agar menimbulkan efek tertentu bagi penikmat karya tersebut. Efek-efek tertentu yang dikehendaki itu dapat dicapai dengan memanfaatkan perangkat-perangkat fonologis, leksikal, gramatika, dan pemaknaan yang ada. samping itu, penggunaan gaya bahasa dimaksudkan juga agar karya bersangkutan menjadi lebih indah atau estetis (Sudjiman, 1993: . Penggunaan gaya yang bervariasi juga akan menghindari monoton dalam nada, struktur, dan pilihan kata (Keraf, 1994: . Adapun salah satu genre dari karya sastra itu sendiri,yaitu cerpen atau cerita pendek. Cerpen adalah suatu karya sastra berupa tulisan yang dibuat secara singkat dalam bentuk suatu kejadian beserta konflik dan juga akhir dari konflik tersebut. Sesuai namanya, cerpen berisi tentang kehidupan yang diceritakan secara pendek dan singkat. Jadi, isi dari cerpen biasanya padat dan langsung kepada inti Cerpen juga bisa disebut sebagai fiksi prosa karena cerita yang disuguhkan hanya berfokus pada satu konflik permasalahan yang dialami oleh tokoh mulai dari pengenalah karakter hingga penyelesaian permasalahan yang dialami oleh tokoh. Cerpen juga terdiri tidak lebih dari 10. 000 kata saja. Pada umumnya permasalahan yang dikisahkan pada cerpen tidak terlalu rumit. Maka dari itu jumlah kata pada cerpen juga dibatasi. Biasanya cerpen terdiri dari berbagai kisah seperti genre percintaan, kasih sayang, jenaka, dan lain-lain. Pada cerpen juga mengandung pesan dan amanat untuk para pembaca. Berbicara mengenai cerpen, menurut paparan Lembaga UNESCO yang pernah merilis survei terhadap minat baca di 61 negara di dunia. Indonesia merupakan negara dengan minat baca yang begitu rendah,yaitu berada di posisi kedua terbawah dengan hasil 0,001% tingkat minat baca yang dimiliki bangsa Indonesia. Hal ini disebabkan oleh kekeliruan pola pikir pembaca Indonesia yang sering kali hanya ingin membaca jika topiknya hanya membahas percintaan. Padahal membaca adalah kegiatan dalam bagian pendidikan yang mesti diasah dan ditanam secara berkala. Apalagi membaca karya sastra, karya sastra sering dikatakan membawa dampak positif seperti menumbuhkan daya kreativitas, meningkatkan imajinasi, meningkatkan kemampuan komunikasi, analisis,empati, dan lain-lain. Tujuan kami sebagai peneliti dalam mengkaji cerpen "Malam Hujan Bulan Desember" yang ditulis oleh Guntur Alam dalam kumpulan cerpennya yaitu "Magi Perempuan dan Malam KunangKunang" adalah untuk menganalisis gaya bahasa yang digunakan dalam cerpen tersebut dengan menggunakan pendekatan stilistika. Stilistika berada di tengah-tengah antara bahasa dan kritik sastra. Fungsi stilistika adalah sebagai jembatan antara keduanya (Widdowson, 1997: . Bahasa sebagai media utama bagi karya sastra. Bahasa sastra sebagai media ungkapan perasaan, pikiran, dan batin pengarang, dimana berkaitan erat dengan gaya. Gaya bahasa merupakan cara pengarang memilih, menata, dan menempatkan kata dalam susunan kalimat sehingga memiliki pengaruh atau efek tertentu bagi pembaca. Stilistika adalah ilmu yang mempelajari gaya bahasa suatu karya sastra. Hal ini sesuai dengan pendapat Zhang . engutip pendapat Lodge, 1. bahwa untuk menjembatani apresiasi karya sastra dengan bahasa, maka diperlukan telaah yang dikenal dengan telaah ilmu gaya bahasa (Zhang, 2010: . TINJAUAN PUSTAKA Tinjauan pustaka adalah sebuah pembahasan pada penelitian sebelumnya untuk menyakinkan penulis dan pembaca bahwa penelitian ini belum pernah diteliti sebelumnya, apabila sudah berarti harus ada perkembangan dari penelitian sebelumya. Pada penelitian ini peneliti tidak menemukan penelitian sebelumnya maka dari itu walaupun tidak ada yang melakukan penelitian terhadap cerpen AuMalam Hujan Bulan DesemberAy penelitian ini tidak berdiri sendiri. Peneliti menggunakan pendekatan stilistika yang didalam nya mengkaji unsur leksikal, unsur gramatikal, gaya bahasa atau majas dan citraan yang terdapat pada cerpen AuMalam Hujan Bulan DesemberAy pada buku cerpen Magi Perempuan dan Malam Kunang-kunang. METODOLOGI PENELITIAN Dalam kajian stilistika ini, pendekatan stilistika adalah pendekatan yang digunakan. Selain itu, metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Cerpen AuMalam Hujan Bulan DesemberAy karya Guntur Alam digunakan sebagai data inti penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini ialah teknik pustaka. Pengumpulan data melalui teknik pustaka dilakukan dengan cara memahami isi cerpen AuMalam Hujan Bulan DesemberAy karya Guntur Alam, mencatat berbagai EDUCATION Vol 2 No. 2 Juli 2022 Ae eISSN: 2828-2612, pISSN: 2828-2620. Hal 34-39 kata, frasa, dan kalimat yang mengandung majas dan citraan ke dalam bentuk tulis. Proses selanjutnya adalah sumber tertulis itu dilakukan pembacaan dengan teliti, lalu dipilih bagian cerpen yang relevan sebagai data yang akan dikaji. Setelah mendapatkan data dan proses pembacaan tersebut, data-data digolongkan menjadi dua jenis tujuan penelitian, yaitu mendata adanya variasi majas dan citraan. Dengan adanya pembacaan secara teliti, kemudian dilakukan pencatatan data, misal dari kata, kalimat yang mengandung majas dan citraan yang terdapat pada cerpen AuMalam Hujan Bulan DesemberAy karya Guntur Alam dalam kartu data. Kajian stilistika ini memaparkan variasi majas dan citraan yang ada pada cerpen AuMalam Hujan Bulan DesemberAy Karya Guntur Alam. Kajian ini membahas studi stilistika yang mengutamakan pembahasan tentang majas dan citraan. Pendekatan yang digunakan dalam kajian ini adalah pendekatan stilistika dengan menganalisis sistem linguistik dalam sebuah karya sastra dan dengan menguraikan karakteristik tersebut. Strategi ini digunakan untuk mengkaji penggunaan majas dan citraan dalam cerpen berjudul AuMalam Hujan Bulan DesemberAy karya Guntur Alam. Oleh karena itu, tujuan utama analisis ini adalah penggunaan karakteristik majas dan citraan dalam cerpen tersebut. Dalam kajian ini, yang dianalisis adalah data deskriptif, yakni data yang ada di dalam struktur kata, frasa, dan kalimat dalam cerpen. Teknik analisis data yang dipakai adalah teknik analisis deskriptif kualitatif. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Kajian Unsur Leksikal Pada cerpen Malam Hujan Bulan Desember dalam buku kumpulan cerpen Magi Perempuan dan Malam Kunang-Kunang ini dapat di lihat terdapat penggunaan kata formal dan non formal serta kompleksitas kata. Penggunaan jenis kata formal dan nonformal atau bisa disebut dengan bahasa baku dan tidak baku. Berdasarkan hasil analisis pada cerpen Malam Hujan Bulan Desember banyak di temukan nya kata formal, seperti pergi, jeritan, mati, suara, pintar, panik,dsb. Hal tersebut menunjukan bahwa penggunaan kata pada cerpen ini telah sesuai dengan aturan penggunaan bahasa Indonesia yang telah di sepakati seluruh masyarakat atau bisa di sebut telah sesuai dengan kamus besar bahasa Indonesia (KBBI). Pada cerpen ini pun terdapat bahasa tidak baku seperti bertangisan, mengapai-gapai. Pengelompokan kata dalam bahasa Indonesia dibagi menjadi lima, yaitu kata benda, kerja, sifat, bilangan, dan tugas. Berdasarkan hasil analisis pada cepen Malam Hujan Bulan Desember di dalam buku kumpulan cerpen Magi Perempuan dan Kunang-Kunang kata yang dominan pada cerpen ini adalah kata kerja seperti, meloncat, makan, memukul, memanjat, minum, nonton. Penggunaan kata kerja ini menunjukan bahwa pada cerpen ini banyak melakukan kegiatan. Hasil Kajian Unsur Gramatikal Hasil kajian pada unsur gramatikal pada cerpen Malam Hujan Bulan Desember dapat dilihat berdasarkan jenis kalimat, jenis frasa, citraan. Jenis kalimat berdasarkan fungsinya terbagi menjadi empat yaitu, kalimat imperatif, kalimat introgatif, kalimat deklaratif dan kalimat seruan pada cerpen Malam Hujan Bulan Desember penggunaan jenis kalimat yang dominan adalah kalimat deklaratif. Menggunakan kalimat deklaratif pada cerpen akan memberikan nilai estetis, yaitu kalimat akan terasa lebih terarah dan dapat dipahami oleh pembaca cerpen, kalimat deklaratif kalimat yang tidak memerlukan respons dari lawan bicara. Pemilihan jenis kalimat pada cerpen Malam Hujan Bulan Desember telah tepat, pada kalimat deklaratif, kalimat imperatif, kalimat interogatif. Jenis kalimat pada cerpen Malam Hujan Bulan Desember ini mempunyai bentuk dan tujuan, masing masing mempunyai ciri khasnya tetapi ketiga jenis kalimat ini dapat menjelaskan makna sesuai dengan fungsinya masingmasing. Kalimat Deklaratif . Mereka bertemu di Kota D, tanah rantau yang seharusnya menjadi tempat mereka membentuk masa depan. Mereka berpacaran layaknya muda mudi: kencan di malam Minggu, nonton film, mencari buku, atau sekadar minum kopi di kafe favorit. Dia menarik napas berkali-kali, berkali-kali pula mengelap pipinya. Ibuku memang Maria, tapi dia bukan perempuan suci yang dititipi Tuhan. Kalimat imperatif . AuSeperti yang kau tahu, ayahmu memintaku membunuhmu. Ay Kalimat interogratif EDUCATION Vol 2 No. 2 Juli 2022 Ae eISSN: 2828-2612, pISSN: 2828-2620. Hal 34-39 . AuKau tahu kenapa aku menghindari ayahmu?Ay . Apakah aku salah lihat? Matanya berkaca-kaca. Begitu juga halnya dalam kompleksitas kata terbagi menjadi dua, yaitu kata kompleks dan Pada cerpen Malam Hujan Bulan Desember yang telah di analisis terdapat kata sederhana. Kalimat sederhana secara umum adalah kalimat yang terdiri dari satu klausa. Pada kalimat sederhana ini pola yang yang digunakan adalah Subyek dan predikat. Pada penggunaannya memang kadang ditemukan pola kalimat sederhana yang memiliki objek dan keterangan dalam unsurnya. Kalimat sederhana hanya membutuhkan subjek dan predikat dalam pembentukannya. Kedua unsur ini harus ada dalam kalimat sederhana. Karena jika salah satu unsur ini tidak ditemukan maka akan menjadi kalimat tidak lengkap. Unsur subjek dan predikat pada kalimat sederhana dapat berbentuk sebuah kata, frasa, maupun klausa. Adapun contoh dari kalimat sederhana diantaranya adalah sebagai berikut. Dia menarik napas berkali-kali, berkali-kali pula mengelap pipinya. Mulanya ibu juga membenciku. Aku melihat ibu tersenyum. Terdapat jenis jenis frasa berdasarkan kategori kata tergolong kedalam tujuh bagian yaitu, frasa verbal, frasa nomina, frasa adjektival, frasa pronominal, frasa nurmeralia, frasa preposisional, dan frasa Peneliti membatasi pengkajian mengenai jenis jenis frasa diantaranya terdapat frasa verbal, frasa adjektiva, frasa pronominal, maka dari itu cerpen Malam Hujan Bulan Desember dominan adanya frasa verbal dengan adanya jenis jenis frasa dapat membantu pembaca dalam memahami makna dari cerpen Malam Hujan Bulan Desember ini. Berikut kutipan frasa verbal, frasa nominal, dan frasa Tabel 1. Frasa Verbal. Frasa Nominal dan Frasa Pronominal. Frasa Verbal Frasa Adjektiva Frasa Pronominal Mengkonsumsi Orang bermata sipit. Dia menatapku, jamu-jamu berkulit putih, dan berambut hitam kandungan, makan nanas muda, loncatloncat, naik turun tangga, bahkan Ibu pernah beberapa kali memukul-mukul perutnya dengan Hasil Kajian Gaya Bahasa Menurut Sudjiman . mengatakan bahwa gaya bahasa ditentukan antara lain oleh sifat karya yang bersangkutan, apakah berupa epik atau lirik, lisan atau tulisan, apa makna karya itu, serta siapa pembaca yang dituju. Gaya Bahasa tergolong kedalam beberapa bagian diantaranya yaitu, alegori, alusio, anapora, antitesis, antonomasia, asindenton, asosiasi, hiperbola, sinetesia, simile, alegori. Pada kajian ini peneliti membatasi untuk menganalisis cerpen ini dengan menganalisi tiga gaya bahasa yaitu alegori, simile, dan sinetesia. Majas Alegori Majas Alegori merupakan jenis gaya bahasa yang menyatakan sesuatu hal dengan perlambang (Natawidjaya, . , kutipan majas alegori pada cerpen Malam Hujan Bulan Desember adalah sebagai berikut. Sesuatu yang hangat jatuh dari sudut matanya. Mereka di mabuk cinta. Majas Simile Majas Simile merupakan majas yang menggambarkan suatu keadaan dengan membandingbandingkan suatu hal dengan hal lainnya yang pada hakikatnya berbeda namun disengaja untuk dipersamakan (Ducrot dan Todorov, 1981 : . Kutipan yang terdapat pada cerpen Malam Hujan Bulan Desember adalah: Mereka berpacaran layaknya muda-mudi. Majas Sinetesia EDUCATION Vol 2 No. 2 Juli 2022 Ae eISSN: 2828-2612, pISSN: 2828-2620. Hal 34-39 Ratna . berpendapat bahwa gaya bahasa sinestesia adalah gaya bahasa yang menggunakan beberapa indra yang terdapat pada manusia. Pada cerpen Malam Hujan Bulan Desember terdapat majas sinetesia yaitu pada kutipan sebagai berikut. Aku hanya menjawab semua cerita ibu dengan kejapan mata dan senyuman. Hasil Kajian Citraan Citraan atau imagery merupakan gambaran-gambaran angan dalam puisi yang ditimbulkan melalui kata-kata Pradopo . alam Wiyatmi, 2006: . Ada bermacam-macam jenis citraan, yaitu citraan penglihatan, citraan perabaan, citraan penengaran, citran gerak, citraan pencecapan, citraan suhu, dan citraan penciuman (Pradopo, 1. Berdasarkan analasis peneliti menemukan citraan diantaranya citraan penglihatan dan citraan pendengaran. Citraan Penglihatan Citraan penglihatan adalah citra yang di rasakan oleh alat indera penglihatan yaitu mata. bawah ini merupakan kutipan yang terdapat unsur citraan penglihatan pada cerpen Malam Hujan Bulan Desember, yaitu sebagai berikut. Malam ketika ayah membunuh ibu . Ayah menatapku dingin. Aku ingin berlari dan menjerit minta tolong, tapi tak mampu. Badan ku gemetar ketika ayah mengambil guling mungilku. Dalam Hitungan detik, ayah menutup mulut dan hidungku dengan guling itu. Wajahku membiru, tapi ayah tak juga mengundurkan bekapannya. Citraan Pendengaran Citraan pendengaran adalah citraan yang ditimbulkan dengan menggunakan pengalaman pada panca indera pendengaran kita dapat menangkap gambaran sesuatu dengan menggunakan indera pendengaran kita (Pradopo, 1997: 7. Pada cerpen Malam Hujan Bulan Desember terdapat citraan pendengaran, berikut adalah kutipannya. Hujan turun dengan deras. AuAyahmu akan datang,Ay bisik Ibu. KESIMPULAN DAN SARAN Setiap pengarang mempunyai ciri masing-masing dalam penggunaan atau pemakaian gaya bahasa sehingga, cerpen atau karya yang lain memiliki gaya penyampaian yang berbeda-beda. Seperti kedudukan gaya bahasa berdasarkan fungsinya yaitu diantaranya meninggikan selera, mempengaruhi atau meyakinkan pembaca, menciptakan keadaan perasaan hati, dan memperkuat efek terhadap suatu Dalam sebuah karya sastra terdapat gaya bahasa sebagai unsur pembangun karya sastra. Kajian stilistika pada unsur leksikal dalam cerpen AuMalam Hujan Bulan DesemberAy karya Guntur Alam dalam Kumpulan Cerpen Magi Perempuan dan Malam Kunang-Kunang, penggunaan struktur kata kerja yang menunjukan bahwa pada cerpen ini banyak melakukan kegiatan. Selain itu, penggunaan kata formal juga sering muncul. Hal tersebut menunjukkan cerpen tersebut menggunakan kaidah ejaan yang benar tanpa memihak dialek daerah tertentu. Hal ini memberi efek estetis, yaitu munculnya kesan cerpen ini disampaikan dengan pernyataan-pernyataan. Kajian stilistika pada unsur gramatikal dalam cerpen AuMalam Hujan Bulan DesemberAy karya Guntur Alam dalam Kumpulan Cerpen Magi Perempuan dan Malam Kunang-Kunang, aspek kompleksitas kata yang banyak muncul adalah kalimat deklaratif, kalimat imperatif, kalimat interogatif, kalimat sederhana dan bermakna denotasi sehingga pembaca mudah memahami isi cerpen tanpa harus menafsirkan kata-kata yang sulit dipahami. Pada aspek aspek jenis frasa, frasa verbal dan nominal yang lebih banyak terlihat. Hal tersebut membantu pembaca untuk memahami isi dan memaknai cerpen ini dengan lebih mudah. Begitu pula dengan penggunaan bentuk struktur kalimat sederhana yang sering muncul karena munculnya kesan cerpen ini disampaikan dengan sederhana sehingga tidak mengaburkan pesan yang ingin disampaikan kepada pembaca. Pada ppenggunaan jenis kalimat yang dominan adalah kalimat deklaratif. Selanjutnya, pada aspek jenis kata, kata verbal yang paling dominan karena cerpen ini lebih banyak menggarap aktivitas yang terjadi dan tidak terpusat pada alat atau benda serta tokoh dalam cerpen. Kajian stilistika pada unsur gaya bahasa dalam cerpen AuMalam Hujan Bulan DesemberAy karya Guntur Alam dalam Kumpulan Cerpen Magi Perempuan dan Malam Kunang-Kunang, pendayagunaan majas alegori, sinestesia, dan simile. Keestetisan cerpen menjadi lebih terasa hidup sehingga pembaca tidak merasa bosan atau merasa monoton. Efek munculnya majas itulah klimaks cerpen menjadi lebih EDUCATION Vol 2 No. 2 Juli 2022 Ae eISSN: 2828-2612, pISSN: 2828-2620. Hal 34-39 Pada hal pencitraan, cerpen ini banyak berhubungan dengan kegiatan visual atau penglihatan karena yang paling banyak muncul. Kajian stilistika pada unsur citraan dalam cerpen AuMalam Hujan Bulan DesemberAy karya Guntur Alam dalam Kumpulan Cerpen Magi Perempuan dan Malam Kunang-Kunang, penggunaan citraan penglihatan dan citraan pendengaran. Keduanya saling melengkapi sehingga cukup membangun pembawaan suasana alur pada cerpen tersebut Demikian jurnal yang telah buat, semoga dapat bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih kepada beberapa pihak yang telah mendukung penyelesaian jurnal ini. Dalam penulisan jurnal ini kami sadari masih banyak kekurangan, saran, dan kritikan membangun sangat kami harapakan untuk menyempurnakan jurnal ini. DAFTAR PUSTAKA