NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan Volume 5. Issue 2. Mei 2024 DOI: https://doi. org/10. 55681/nusra. Homepage: ejournal. id/index. php/nusra p-ISSN: 2715-114X e-ISSN: 2723-4649 PRINSIP PEMBELAJARAN KURIKULUM MERDEKA (TINJAUAN HOLISTIK PARADIGMA KI HAJAR DEWANTARA SEBAGAI PENDEKATAN) Akmal Rizki Gunawan Hasibuan1*. Assyifa Amalia1. Muhammad Resky1 . Nur Adelin1. Novaldi Fadil Muafa1. Muhammad Adhi Zulfikri 1 Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Islam 45 Bekasi *Corresponding author email: akmalgunawangulen@gmail. Article History ABSTRACT Received: 27 January 2024 Revised: 16 May 2024 Published: 26 May 2024 Merdeka Curriculum is a curriculum designed to provide flexibility to education units in developing learning according to the needs and characteristics of students. This curriculum carries a number of learning principles that are different from the previous curriculum. This study aims to analyse the learning principles of the Merdeka Curriculum using the holistic approach of Ki Hajar Dewantara's The method used in this research uses descriptive qualitative with a literature review approach. The data analysis technique starts from collecting data related to various topics that are the same as the article being studied, reducing data to produce data that is in line with research questions, and presenting data to draw conclusions. The results of this study show that Ki Hajar Dewantara's thoughts in the principles of learning based on the Merdeka Curriculum are flexibility, depth, relevance, interactive, and empowerment. Ki Hajar Dewantara's paradigm approach emphasises the importance of learner-centred education, active and meaningful learning, and the development of learners' characters and competencies. This research also contributes to the development of education in Indonesia by highlighting the importance of active learner engagement, contextualised learning, subject integration, character development and independence in In addition, this research also identifies internal and external barriers to the implementation of Merdeka Curriculum, and emphasises the need to overcome these barriers so that the implementation of Merdeka Curriculum can run well. Keywords: Merdeka Curriculum. Learning Principles. Ki Hajar Dewantara Copyright A 2024. The Author. How to cite: Hasibuan. Amalia. Resky. Adelin. Muafa. F & Zulfikri. Prinsip Pembelajaran Kurikulum Merdeka (Tinjauan Holistik Paradigma Ki Hajar Dewantara Sebagai Pendekata. NUSRA: Jurnal Penelitian Dan Ilmu Pendidikan, 5. , 663Ae673. https://doi. org/10. 55681/nusra. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan Volume 5. Issue 2. Mei 2024 LATAR BELAKANG Dunia pendidikan di Indonesia di era modern saat ini perlu memiliki landasan filosofis dan ideologis pendidikan dalam membentuk generasi yang berkualitas guna mampu menjadi daya saing yang berkualitas (Faiz et al. , 2. Bisa diambil dari salah satu pendekatan yang semakin mendapatkan perhatian dari banyak kalangan yaitu terciptanya kurikulum merdeka belajar yang berbasis pada pemikiran Ki Hajar Dewantara. Pendidikan juga merupakan hal yang paling penting dan berharga ditujukan karena pendidikan itu sendiri merupakan unsur utama kemajuan suatu negara (Efendi et al. , 2. Melalui pendidikan, akan menciptakan sumber daya manusia yang maju dalam negeri, meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia melalui pendidikan, dan mencapai tujuan pendidikan nasional yang ditetapkan dalam UndangUndang Nomor 20 tahun 2003. Dengan kata lain, pendidikan di suatu negara diharapkan dapat membentuk tenaga kerja yang berkarakter, berinovasi, cerdas dan terampil sehingga mampu mewujudkan tujuan pendidikannya (Yamin & Syahrir, 2. Kurikulum di Indonesia sering mengalami beberapa kali perubahan dan revisi secara brkala. Tidak dapat dipungkiri bahwa perubahan kekuasaan pemerintahan, dan tentunya perubahan dan perkembangan seiring berjalannya waktu tidak dapat Dimulai dengan kurikulum tahun 1947, hanya dua tahun setelah kemerdekaan Indonesia. Kemudian direvisi lagi pada tahun 1964, lagi pada tahun 1968, dan kurikulum tahun 1973, 1975, dan 1985 berlanjut hingga masa Orde Baru. Kemudian pada tahun 2004 kembali dilakukan revisi yang akrab disebut sebagai Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Pada saat itu kurikulum masih bersifat sentralistik atau masih ada campur tangan pemerintah pusat dalam penyelenggaraannya. Pasca KBK, tepatnya tahun 2006, terjadi masa reformasi, dari berbasis kompetensi di tingkat satuan pengajaran kembali ke kurikulum tingkat satuan pengajaran atau dikenal sebagai KTSP (Hakim, 2. Oleh karena itu, aspek sentralisasi dalam pendidikan memegang peranan penting. Pada 2013 terbitnya kurikulum 2013, sehingga dapat disimpulkan bahwa Indonesia telah mengalami 12 kali perubahan kurikulum yang dipimpin oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Wahyudin, 2. Pendidikan dalam bentuk yang lebih optimal dan utuh. Orientasi didasarkan pada pelaksanaan evaluasi yang komprehensif. Saat ini Indonesia kembali mengalami perubahan Hal ini merupakan hasil pengembangan lebih lanjut dari kurikulum yang dilaksanakan pada tahun sebelumnya yang kemudian dikenal dengan AuKurikulum MerdekaAy. Menurut Ansari . , kurikulum yang ada saat ini adalah kurikulum di dalam kurikulum dengan isi Optimalisasi penyampaian sistem kepada siswa juga dilakukan dengan tujuan memberikan waktu yang lebih banyak kepada siswa untuk mempelajari lebih banyak pengetahuan dan keterampilan dari setiap siswa sehingga dapat belajar lebih Mengenai desain kurikulum yang disebut merdeka belajar. Mardiana dan Umiarso . berpendapat bahwa kurikulum dirancang lebih sederhana dari disesuaikan dengan situasi siswa. Selain itu, sistem kurikulum independen kami lebih menekankan pada konten pembelajaran mendasar dan menyediakan kelas-kelas yang menekankan pada pengembangan Prinsip Pembelajaran Kurikulum Merdeka (Tinjauan Holistik Paradigma Ki Hajar Dewanatara sebagai . Oe Hasibuan et al NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan individualitas dan kemampuan siswa (Vhalery et al. , 2. Visi pendidikan Indonesia adalah mewujudkan peserta didik yang beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, berkebinekaan global, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan bertanggung jawab. Kurikulum merdeka dirancang untuk mendukung pencapaian visi pendidikan Indonesia tersebut. Upaya pemulihan pembelajaran pasca pandemi COVID-19 telah memberikan dampak yang signifikan terhadap pembelajaran di Indonesia. Pembelajaran tatap muka (PTM) sempat terhenti dan beralih ke pembelajaran jarak jauh (PJJ). PJJ memiliki berbagai tantangan, salah satunya adalah kesulitan dalam memantau dan memotivasi peserta Kurikulum merdeka dirancang untuk menjadi solusi dalam upaya pemulihan Seiring zaman, maka peserta didik memiliki berbagai kebutuhan yang berbeda-beda. Kurikulum mengembangkan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik peserta Kurikulum merdeka dirancang untuk mempersiapkan peserta didik agar dapat menghadapi tantangan di masa depan. Kurikulum merupakan bagian dari struktur pendidikan dan perencanaan di dalam langkah demi langkah pembelajaran di sekolah. Ada hubungan yang erat antara pembelajaran yang dilakukan oleh pendidik (Efendi et al. , 2. Hal ini dikarenakan kurikulum merupakan alat atau alat bantu untuk memandu proses pembelajaran agar tujuan pendidikan tercapai secara maksimal. Kurikulum merupakan alat untuk mencapai tujuan pendidikan yang selaras dengan pendidikan nasional, sekaligus landasan di Volume 5. Issue 2. Mei 2024 mana kita saling membutuhkan. Kurikulum berfungsi sebagai pedoman pembelajaran dalam suatu lembaga pendidikan dan berfungsi sebagai jembatan pendidikan yang pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan yang diinginkan. Lebih jauh lagi, kurikulum yang optimal memegang peranan penting dalam pembelajaran di sekolah. Perubahan kurikulum harus dilakukan beberapa kali untuk setiap desain. Kurikulum merdeka dirancang tidak hanya mengandalkan siswa dan guru saja, namun dalam sistem kurikulum ini guru dan siswa memegang peranan penting dalam proses berhasil mencapai tujuan dan cita-cita siswa. Kurikulum yang disebut merdeka belajar ini diharapkan dapat membuat siswa lebih aktif mengembangkan dan merancang potensi, minat, bakat, karakter, serta kemampuannya, dalam membentuk jati diri dalam menghadapi segala tantangan yang dihadapi masyarakat. Mereka bisa hidup Selain perubahan peserta diharapkan dapat membawa pandangan baru dalam dunia pendidikan, khususnya dalam hal model pembelajaran dan perangkat menghasilkan pendidikan yang kreatif. Konsep kurikulum mandiri dapat disesuaikan dengan kondisi pembelajaran peserta didik, meliputi sudut pandang budaya, kearifan lokal, latar belakang sosial ekonomi dan infrastruktur sekitar. Banyak penelitian terdahulu yang mengkaji terkait kurikulum merdeka, diantaranya yaitu penelitian yang dilakukan oleh M. Yusuf dan Witrialail Arfiansyah menunjukkan bahwa kesamaan kurikulum merdeka dengan Prinsip Pembelajaran Kurikulum Merdeka (Tinjauan Holistik Paradigma Ki Hajar Dewanatara sebagai . Oe Hasibuan et al NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan konsep pendidikan menurut filosofi konsep Keduanya sama-sama menekankan pada aspek kebebasan, kemandirian, dan fleksibilitas institusi pendidikan dalam memahami kompetensi peserta didik (Yusuf & Arfiansyah, 2. Penelitian selanjutnya mengungkapkan bahwa membentuk kelompok kecil guru dengan seorang koordinator dan fasilitator guna akan bertanggung jawab untuk merencanakan, mengimplementasikan, dan mengevaluasi P5 dalam implementasi kurikulum merdeka (Nurdyansyah et al. Penelitian yang lain mengungkapkan bahwa turunnya kualitas akhlak anak yang terjadi bukan disebabkan oleh konsep pendidikan Ki Hadjar Dewantara yang tidak mengedepankan nilai keagamaan di dalamnya, tetapi hal ini disebabkan oleh pelaksana pendidikan yang belum bisa mempraktikkan konsep pendidikan Ki Hadjar Dewantara secara baik dan benar (Marwah et al. , 2. Lantas bagaimana pradigma Ki Hajar dewantara tentang prinsip pembelajarab berbasis kurikulum merdeka dalam implementasinya di Indonesia. Berdasarkan bentang karya di atas, maka tujuan penelitian ini untuk mengkaji prinsip-prinsip kurikulum merdeka Tujuan ini mencakup kajian terhadap lima prinsip pembelajaran interaktif, dan pemberdayaan. Kajian ini dilakukan untuk memahami secara lebih prinsip-prinsip Menganalisis penerapan prinsip-prinsip pembelajaran berbasis kurikulum merdeka di lapangan Tujuan ini mencakup analisis terhadap penerapan prinsip-prinsip pembelajaran berbasis kurikulum merdeka di sekolah- Volume 5. Issue 2. Mei 2024 sekolah yang telah mengimplementasikan kurikulum tersebut. Secara umum, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui, memahami, dan menganalisis penerapan prinsip-prinsip kurikulum merdeka di lapangan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi Indonesia. METODE PENELITIAN Pendekatan yang dilakukan dalam metode penelitian ini adalah kualitatif Penelitian kualitatif adalah penelitian yang menggunakan sumber dikumpulkan, menggunakan teori- teori yang sudah ada sebagai bahan untuk Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan . iterature revie. Studi kepustakaan merupakan istilah lain dari kajian pustaka, tinjauan pustaka, kajian teoritis, landasan teori, telaah pustaka, dan tinjauan teoritis berbasis buku, ensiklopedia, kamus, jurnal, dokumen, majalah. Teknik analisis data yang diimplmentasikan mengacu pada teknik analisis data Sugiyono, yakni pengumpulan data yang terkait dengan berbagai topik yang sama dengan artikel yang sedang dikaji, kemudian data yang terkumpul di reduksi untuk menghasilkan data-data yang sejalan dengan pertanyaan penelitian, kemudian data disajikan (Sugiyono, 2. Langkah selanjutnya maka dapat ditarik kesimpulan. Berikut gambar alur penelitian pada penelitian ini: Prinsip Pembelajaran Kurikulum Merdeka (Tinjauan Holistik Paradigma Ki Hajar Dewanatara sebagai . Oe Hasibuan et al NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan Gambar 1: Analisis Data (Sugiyono, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Diskursus Prinsip Kurikulum Merdeka Pembelajaran Mengingat bahwa sekolah adalah kegiatan yang sadar dan terencana, maka individu yang dapat menerima perubahan persyaratan diperlukan dalam waktu yang terus menerus mengalami kemajuan. Pelaksana pelatihan harus memiliki pilihan merencanakan pengganti untuk menghadapi kehidupan sebaik yang diharapkan pada masanya (Nouraey et al. , 2. Namun, hal ini seharusnya tidak menjadi penghentian kemajuan, melainkan pada substansi rencana pendidikan dan apakah rencana tersebut dapat mengatasi masalah-masalah yang ada. Perkembangan dunia terus berlanjut, tidak terkecuali perubahan itu sendiri. Kurikulum terus dikembangkan untuk beradaptasi dengan perubahan di segala bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan bisnis manusia. Chaudhary, ingin menggambarkan bahwa kurikulum terus mengalami perubahan yang diibaratkan seperti proses kemajuan teknologi (Chaudhary, 2. Oleh karena mengimplementasikan konten kurikulum dengan catatan sedekat mungkin dengan apa yang terjadi di luar pendidikan, terutama di Mengimplementasikan kurikulum tidak semudah yang didokumentasikan Volume 5. Issue 2. Mei 2024 dalam hal ini, apa yang direncanakan dalam Dalam pengajaran berupa pengelolaan program pengajaran yang terencana secara terukur dengan melibatkan ekspor yang berpengalaman, sehingga implementasi kurikulum bukanlah pekerjaan yang sia-sia tetapi mengikuti perubahan inovasi di sekolah sektor dunia dan mengimplementasikan pengalaman belajar bagi siswa sehingga mereka dapat menerapkannya di dunia kerja nantinya (Kisirkoi & Mse, 2. Dalam konteks pengembangan kurikulum, para pihak harus menyadari bahwa upaya implementasi kurikulum memang dalam posisi yang tidak begitu menggembirakan karena ada tuntutan antara harapan dan keberhasilan di tingkat lapangan, yaitu di sekolah. Bagaimana tata kelola implementasi kurikulum sangat menentukan realitas di sekolah dan tentu saja harus berdasarkan pedoman yang telah disepakati (You, 2. Sehingga jika ada yang bertanya mengapa pengembangannya belum maksimal, setidaknya masih dicari kurikulum dirancang, mungkin rendahnya ekspor di lapangan, dan implementasinya bisa dari kebijakan yang masih belum terintegrasi dengan lapangan. Sebagai pelaku pendidikan di lapangan, seperti guru dan pimpinan pendidikan, mereka harus terlebih dahulu mendapatkan pemahaman dan kemampuan untuk mengaplikasikannya, antara lain pelaku pendidikan masih memahami maksud dan tujuan implementasi mengkonversi antara dokumen kurikulum yang telah dirancang pemerintah dengan berbasis situasi lapangan (Pratikno et al. Konsep kurikulum merdeka belajar Menteri Prinsip Pembelajaran Kurikulum Merdeka (Tinjauan Holistik Paradigma Ki Hajar Dewanatara sebagai . Oe Hasibuan et al NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim prinsip-prinsip pembelajaran, yaitu otonomi siswa dengan tujuan pendidikan, dan peran guru menurut Ki Hajar Dewantara. konsep yang ditelaah lebih lanjut. Konsep memberikan tidak pengetahuan kepada siswa, tetapi juga khususnya kesempatan bagi siswa untuk kemampuannya secara mandiri di rumah dengan pengawasan guru dan orang tua (Ahmad Munajim. Barnawi, 2. Prinsip pembelajaran yang berpusat pada peserta didik merupakan prinsip yang paling penting dalam pembelajaran kurikulum merdeka. Prinsip ini menekankan pentingnya keterlibatan aktif peserta didik dalam proses Peserta didik harus memiliki kesempatan untuk mengekspresikan diri, berkontribusi dalam pembelajaran. Prinsip pembelajaran yang kontekstual juga penting dalam pembelajaran kurikulum merdeka. Prinsip ini menekankan pentingnya dikaitkan pembelajaran dengan konteks kehidupan peserta didik. Hal ini akan membuat pembelajaran menjadi lebih bermakna bagi peserta didik. Prinsip pembelajaran yang terintegrasi juga penting dalam pembelajaran kurikulum merdeka. Prinsip ini menekankan pentingnya mengintegrasikan berbagai mata pelajaran dan aspek pembelajaran (Rahayu et al. Hal ini akan membuat pembelajaran menjadi lebih utuh dan bermakna bagi peserta didik. Prinsip pembelajaran yang berorientasi pada pengembangan karakter juga penting dalam pembelajaran kurikulum Prinsip pentingnya mengarahkan pembelajaran pada pengembangan karakter peserta didik. Hal Volume 5. Issue 2. Mei 2024 ini akan membuat peserta didik menjadi manusia yang berilmu, berakhlak mulia, dan berkepribadian (Resky & Suharyat, 2. Penerapan prinsip-prinsip pembelajaran kurikulum merdeka diharapkan dapat menciptakan pembelajaran yang bermakna dan efektif bagi peserta didik. Prinsip Pembelajaran Kurikulum Merdeka Bebrbasis Paradigma Ki Hajar Dewantara Prinsip pembelajaran kurikulum merdeka berbasis pandangan Ki Hajar Dewantara dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu prinsip umum dan prinsip khusus. Prinsip umum pembelajaran kurikulum merdeka berbasis pandangan Ki Hajar Dewantara adalah sebagai berikut: Prinsip Peserta didik diberikan kebebasan untuk belajar sesuai dengan minat dan bakat mereka. Prinsip sifat alami. Pembelajaran dilakukan dengan cara yang alami dan menyenangkan, sehingga peserta didik dapat belajar dengan optimal. Prinsip Pembelajaran dilaksanakan dengan memperhatikan keseimbangan antara aspek kognitif, afektif, dan Prinsip khusus pembelajaran kurikulum merdeka berbasis pandangan Ki Hajar Dewantara adalah sebagai berikut: Prinsip tut wuri handayani. Guru pembimbing, bukan sebagai pusat Prinsip ing madya mangun Guru menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif dan mendorong peserta didik untuk aktif dan Prinsip tut wuri handayani dapat kebebasan kepada peserta didik untuk keterampilan baru, serta memberikan bimbingan dan dukungan kepada peserta Prinsip Pembelajaran Kurikulum Merdeka (Tinjauan Holistik Paradigma Ki Hajar Dewanatara sebagai . Oe Hasibuan et al NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan didik dalam proses pembelajaran (Irawati et al. , 2. Prinsip swarattama. Guru menghargai potensi dan bakat peserta didik, serta memberikan kesempatan kepada mereka untuk berkembang secara optimal. Prinsip-prinsip tersebut selaras dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara mengenai pendidikan yang berpusat pada peserta Pendidikan mengembangkan potensi dan bakat peserta didik secara optimal, serta mempersiapkan mereka untuk menjadi warga negara yang mandiri dan berkontribusi bagi masyarakat (Irawati et , 2. Menelisik lebih komprehensif dalam meninjau filosofi paradigma Ki Hajar Dewantara tentang prinsip pembelajaran yang diimplementasikan dalam kurikulum kepemimpinan, sistem pendidikan. Tri pusat pendidikan, dan 5 asas dalam pendidikan. Adapun paradigma Ki Hajar Dewantara dalam mendesiminasikan prinsip-prinsip pembelajaran berbasis kurikulum merdeka yaitu bagi seorang pendidik memiliki prinsip kepemimpinan yakni ing ngarso sung tulodo, ing Manda Mangun Karso. Tut Wuri Handayani adapun prinsip yang kedua yaitu diimplementasikan di satuan pendidikan yaitu seorang guru memiliki kewajiban dalam membina peserta didik yaitu dengan memberikan kasih sayang yang penuh serta menjaga dan mendidik dengan tulus. Adapun yang ketiga yaitu sebagai Tri pusat memberikan dengan tulus hati pengorbanan atas rasa kepedulian yang besar akan membuat peserta didik semakin semangat dalam sekolah. Kemudian 5 asas yang digagas oleh Ki Hajar Dewantara yaitu asas Volume 5. Issue 2. Mei 2024 kemerdekaan, tak asas kodrat alam, asas kebudayaan, asas kebangsaan, dan asas Asas kemerdekaan dalam pandangan Ki Hajar Dewantara yaitu adalah asas kebebasan yang diberikan oleh Tuhan yang maha esa untuk menganalisis serta mengimplementasi segala aktivitas seharihari yang sesuai dengan norma dan aturan yang terdapat di masyarakat. Kemudian asas kodrati alam adalah asas yang berkaitan tentang minat dan bakat seseorang yang memiliki ras suku tempat mereka berasal sehingga karakteristik nya berpengaruh dengan lingkungan budaya daerah mereka, hal inilah yang membentuk sifat dan bentuk karena lingkungan dimana mereka berada. Kemudian asas kebudayaan yaitu sebuah kontribusi budaya Indonesia yang bisa bermanfaat dalam mengidentifikasi identitas masyarakat Indonesia di tengah peradaban Asas kebangsaan yaitu mengenai asas yang didasarkan kepada kekuasaan negara hal ini untuk warga negaranya. Yang berarti, hukum tetap berlaku dimana pun warga negaranya berada tanpa terkecuali ketika WNI melakukan perbuatan melawan hukum baiik di negaranya sendiri ataupun di luar Kemudian asas kemanusiaan yang berarti di Indonesia perlu diimplementasikan dan dalam prinsip kesucian hati dan cinta kasih terhadap sesama makhluk Tuhan (Umam & Syamsiya, 2. Bapak pendidikan Indonesia. Ki Hajar Dewantara beberapa kali menekankan tentang apa yang beliau sebut dengan Aukemerdekaan dalam belajarAy. Dari berbagai literatur yang berarti merdeka atas dirinya sendiri, minat dan bakat seorang siswa harus merdeka maksudnya yaitu agar berkembang seluas mungkin sehingga siswa dengan mudahnya mengembangkan potensi yang mereka punya tanpa ada keterbatasan dan tidak harus dengan pengetahuan saja. Prinsip Pembelajaran Kurikulum Merdeka (Tinjauan Holistik Paradigma Ki Hajar Dewanatara sebagai . Oe Hasibuan et al NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan Berkaitan dengan perkataan dan konsep pencetusan yang telah dituangkan oleh Ki Hajar Dewantara tentang Au kurikulum merdekaAy bagian ini memiliki persamaan pemikiran kurikulum yang dicetuskan Bapak Menteri Pendidikan yaitu Nadiem Makarim yang beliau jelaskan yaitu dengan adanya kurikulum merdeka mungkin berfokus mendalami kurikulum baru tersebut, konsep dasar yang nyata dan benar- benar penting untuk di realisasikan di sekolah hal ini berkaitan dengan permasalahan yang terjadi di Indonesia banyaknya jumlah siswa yang terlantar atau biasa disebut dengan pengetahuan dan keterbatasan dalam menuangkan minat dan bakat nya disekolah, saat dikelas hanya mengandalkan otak dan pemikiran sehingga siswa tidak bisa berapresiasi dengan bakat yang lainnya (Ramadhan & Warneri, 2. Maka dari itu. Kurikulum Merdeka menjadikan siswa lebih berkreasi, aktif, dan inovatif dalam kegiatan disekolah. Memungkinkan adanya pengurangan jumlah pengangguran di Indonesia dengan adanya kemerdekaan dalam belajar ini. Ada beberapa prinsip pembelajaran kurikulum merdeka yaitu: Pembelajaran kapasitas untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat, kurikulum merdeka menerapkan konsep minat bakat yang dimiliki dapat berkembang seiring berjalan nya waktu dengan hal tersebut siswa akan terus menggali apa yang ia sukai hingga bisa menjadi sukses dan belajar sepanjang hayatnya dengan kemampuan yang ia punya . Proses perkembangan kompetensi dan karakter Volume 5. Issue 2. Mei 2024 peserta didik secara holistik, dimana pembelajaran agar mewujudkan sebuah visi dan misi sekolah yang mempunyai tujuan yaitu mencetak siswa yang berkarakter dan berkompeten hingga terus berkembang menjadi yang lebih . Pembelajaran yang relevan yaitu pembelajaran yang dibuat sesuai dengan konteks, lingkungan, dan budaya peserta didik dengan melibatkan orang tua dan komunitas sebagai mitra. Kurikulum dengan mengajak orang tua dan pembelajaran yang dilakukan sekolah agar anak lebih giat dan lebih aktif lagi dengan pembelajaran yang dilaksanakan dan mampu menciptakan suatu barang atau kendaraan sehingga lebih inovatif dan kreatif lagi kedepannya (Kurniati et , 2. Pembelajaran pada kurikulum merdeka memperkenalkan kepada masa depan yang berkelanjutan agar siswa lebih mampu mengenalkan potensi dan bakat yang ia miliki bisa berada di dalam negri ataupun luar negri karna penerapan dari kurikulum merdeka membuat siswa mampu untuk mewujudkannya (Junaedi & Asbari, 2. Prinsip- prinsip pembelajaran yang dikemukakan peneliti di atas hendaknya dilaksanakan baik dalam kegiatan belajar mengajar di satuan pendidikan. Karena sekolah memiliki wewenang dalam mengembangkan dan mengelola kurikulum karakteristik satuan pendidikan dan dengan adanya prinsip pembelajaran kurikulum merdeka ini diharapkan peserta didik mampu mengembangkan potensi dan Prinsip Pembelajaran Kurikulum Merdeka (Tinjauan Holistik Paradigma Ki Hajar Dewanatara sebagai . Oe Hasibuan et al NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan mengikuti kegiatan sekolah dengan baik sehingga bisa menerapkan ke 5 prinsip yang dijelaskan tersebut. Hambatan Dalam Implmentasi Prinsip Pembelajaran Berbasis Kurikulum Merdeka Berbagai mengimplementasikan kurikulum merdeka terdapat hambatan dalam implementasi prinsip pembelajaran berbasis kurikulum merdeka, karena dalam kurikulum merdeka ini seorang guru diberikan keleluasaan untuk merancang sebuah proses pembelajaran sesuai dengan minat, bakat, dan kebutuhan para peserta didik. Dalam kurikulum ini guru diberikan kebebasan dalam mengeksplorasi pembelajaran guna untuk meningkatkan keaktifan, kemandirian dan kreatif dalam proses belajar peserta didik. Meskipun memiliki potensi yang besar, implementasi Kurikulum Merdeka juga menghadapi beberapa hambatan. Hambatan-hambatan tersebut dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu hambatan yang bersifat internal dan hambatan yang bersifat eksternal. Hambatan Internal adalah hambatan yang berasal dari dalam diri guru dan siswa. Hambatan internal ini meliputi: Kemampuan guru. Kurikulum Merdeka menuntut guru untuk memiliki kemampuan yang lebih tinggi, seperti kemampuan untuk merancang pembelajaran yang berpusat pada siswa, kemampuan untuk menggunakan teknologi dalam pembelajaran, dan kemampuan untuk melakukan penilaian autentik. Sikap dan motivasi siswa. Kurikulum Merdeka menuntut siswa untuk lebih aktif dan mandiri dalam belajar. Hal ini dapat menjadi tantangan bagi siswa yang belum memiliki kemandirian belajar yang tinggi. Hambatan yang selanjutnya yakni hambatan eksternal. Hambatan eksternal adalah hambatan yang berasal dari luar diri Volume 5. Issue 2. Mei 2024 guru dan siswa. Hambatan eksternal ini meliputi: Pemahaman masyarakat masih belum sepenuhnya memahami tentang Kurikulum Merdeka, disamping itu ketersediaan sarana dan prasarana yang belum memadai seperti akses internet, perangkat teknologi, dan sumber belajar yang beragam. Kebijakan pemerintah. Kurikulum Merdeka masih dalam tahap pengembangan dan belum sepenuhnya terimplementasi secara menyeluruh. Hal ini dapat menyebabkan ketidakpastian dan ketidakjelasan dalam penerapan kurikulum (Anggrain, 2. KESIMPULAN Kurikulum Merdeka adalah konsep kurikulum yang memberikan keleluasaan kepada guru untuk merancang pembelajaran sesuai dengan kebutuhan dan minat siswa. Implementasi Kurikulum Merdeka menghadapi hambatan internal, seperti kemampuan guru dan sikap serta motivasi siswa, serta hambatan eksternal, seperti pemahaman masyarakat dan kebijakan Prinsip pembelajaran Kurikulum Merdeka memiliki kesesuaian dengan paradigma Ki Hajar Dewantara yaitu prinsip swarattama dan prinsip tut wuri handayani. Pendekatan paradigma Ki Hajar Dewantara menekankan pentingnya pendidikan yang berpusat pada peserta didik, pembelajaran yang aktif dan bermakna, serta pengembangan karakter dan kompetensi peserta didik. Saran dari penelitian ini adalah perlunya memperhatikan prinsip-prinsip pembelajaran berbasis Kurikulum Merdeka, seperti fleksibilitas, kedalaman, relevansi, interaktif, dan pemberdayaan, dalam pengembangan pendidikan di Indonesia. Selain itu, penelitian ini juga menyoroti pentingnya keterlibatan aktif peserta didik, pembelajaran yang kontekstual, integrasi mata pelajaran, pengembangan karakter, dan kemerdekaan Prinsip Pembelajaran Kurikulum Merdeka (Tinjauan Holistik Paradigma Ki Hajar Dewanatara sebagai . Oe Hasibuan et al NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan dalam belajar. Implikasi lainnya adalah perlunya mengatasi hambatan internal dan eksternal dalam implementasi Kurikulum Merdeka agar pembelajaran dapat berjalan dengan baik. Saran lainnya adalah perlunya memperhatikan kemampuan guru, sikap serta motivasi siswa, pemahaman masyarakat, dan kebijakan pemerintah dalam implementasi Kurikulum Merdeka melalui berbagai program pelatihan dan pemberdayaan. DAFTAR PUSTAKA