ANALISIS PENGARUH CURRENT RATIO DAN DEBT TO EQUITY RATIO TERHADAP RETURN ON EQUITY PADA PERUSAHAAN SUB SEKTOR AGRICULTURE DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE TAHUN 2014-2018 Azmi Catur Septiawan1. Titin Ruliana2. Heriyanto3 Fakultas Ekonomi Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda Email: azmicatur@gmail. Keywords: Current Ratio. Debt To Equity Ratio and Return On Equity. ABSTRACT Azmi Catur Septiawan: Analysis of the Effect of Current Ratio and Debt To Equity Ratio on Return On Equity in Agriculture Sub Sector Companies in the Indonesia Stock Exchange Period of 2014-2018. Under the guidance of Mrs. Titin Ruliana as supervisor 1 and Mr. Heriyanto as supervisor II. The purpose of this study was to determine and analyze the effect of the current ratio and debt to equity ratio on return on equity in the Agriculture sub-sector companies in the Indonesia stock exchange in the period 2014-2018. The theory used in this research is financial management, financial ratios . urrent ratio and debt to equity rati. and return on equity. This research was conducted at the Agriculture sub-sector company in the Indonesian stock exchange and a sample of 18 companies was obtained with a non-probability sampling method and using a purposive sampling The analytical tool used in this study is multiple linear regression. The result of the study states that the current ratio does not significantly influence the return on equity, the debt to equity ratio has a significant effect on the return on equity in agriculture companies registered in the 2014-2018 period. Furthermore, the simultaneous . ratio and the debt to equity ratio have a significant effect on return on equity in agriculture companies listed on the Indonesia Stock Exchange in the 2014-2018 period. PENDAHULUAN Seluruh perusahaan publik yang mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI), diklasifikasikan ke dalam sembilan sektor yang didasarkan pada klasifikasi industri. Sektor pertanian, sektor pertambangan, sektor industri dasar dan kimia, sektor aneka industri, sektor industri barang konsumsi, sektor properti dan real estate, sektor infrastruktur, utilitas dan transportasi, sektor keuangan, dan sektor perdagangan, jasa dan investasi. Dalam penelitian ini sektor yang akan di ambil adalah sektor aneka industri, dengan objeknya adalah perusahaan Pertanian dan komponennya yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Romli . , pertanian adalah pertanian adalah sektor terbesar dalam hampir setiap ekonomi negara berkembang. Sektor ini menyediakan pangan bagi sebagian besar penduduknya, memberikan lapangan kerja bagi hampir seluruh angkatan kerja yang ada, menghasilkan bahan mentah, bahan baku atau penolong bagi industri dan menjadi sumber terbesar penerimaan devisa. Prioritas utama pembangunan pertanian adalah menyediakan pangan bagi seluruh penduduk yang terus meningkat. Mengkaitkan dengan keterjaminan pangan ini menyiratkan pula perlunya pertumbuhan ekonomi disertai oleh pemerataan sehingga daya beli masyarakat meningkat dan distribusi pangan merata. Permintaan akan komuditas pangan akan terus meningkat sesuai dengan pertambahan jumlah penduduk serta perkembangan industri dan pakan. Peningkatan pendapatan petani terus dilakukan agar mereka tetap bersemangat dalam meningkatkan produksi usaha taninya. Pendapatan perusahaan merupakan patokan bagi investor maupun pemilik usaha untuk melihat berkembangnya perusahaan. Investor dapat melakukan analisa mengenai kondisi dan prospek perusahaan lebih mendalam, sebelum berinvestasi ke perusahaan tersebut. Laporan keuangan perusahaan ini khususnya rasio keuangan berguna memprediksi kondisi keuangan perusahaan saat ini dan masa mendatang. Rasio keuangan digunakan sebagai alat analisis laporan keuangan, hal ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja keuangan perusahaan. Kinerja perusahaan merupakan suatu hal yang sangat penting, karena kinerja perusahaan berpengaruh dan dapat digunakan sebagai alat untuk mengetahui apakah perusahaan mengalami perkembangan atau sebaliknya. Ukuran kinerja perusahaan yang paling lama dan paling banyak digunakan adalah kinerja keuangan yang diukur dari laporan keuangan perusahaan. Analisis terhadap laporan keuangan dapat dilakukan dengan cara perhitungan rasio keuangan. Sofyan Syafri Harahap . 8 : . : AuRasio keuangan adalah angka yang diperoleh dari hasil perbandingan dari satu pos laporan keuangan dengan pos lainnya, yang mempunyai hubungan relevan dan signifikanAy. Jenis rasio keuangan yang digunakan dalam menilai kinerja keuangan perusahaan adalah Current Ratio (CR). Debt to Equity Ratio (DER) dan Return on Equity (ROE),. Pengertian Current ratio, menurut Kasmir . 0 : . : AuCurrent Ratio . asio lanca. merupakan rasio untuk mengukur kemampuan suatu perusahaan dalam membayar utang lancar yang akan segera jatuh tempo pada saat ditagih secara keseluruhanAy. Current ratio mengukur kemampuan suatu perusahaan untuk membayar hutang lancar dengan menggunakan aktiva yang dimiliki. Rasio lancar dihitung dengan membagi antara aktiva lancar dengan kewajiban lancar. Aktiva lancar umumnya meliputi kas, sekuritas, piutang usaha, dan persediaan. Sedangkan kewajiban lancar terdiri atas utang usaha, wesel tagih jangka pendek, utang jatuh tempo yang kurang dari satu tahun, akrual pajak, dan beban-beban akrual lainnya. berdasarkan Tahun 2015-2018 Current Ratio (CR) mengalami fluktuasi untuk ditahun 2017 aset lancar yang dimiliki perusahaan meningkat, peningkatan aset lancar terjadi karena pada tahun tersebut jumlah perolehan kas, piutang dan persediaan perusahaan lebih banyak jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Kemudian, pada sisi hutang lancar perusahaan juga ikut meningkat. Peningkatan hutang lancar ini terjadi karena pada tahun tersebut perusahaan mempunyai hutang sedangkan pada tahun sebelumnnya perusahaan tidak memiliki hutang. Debt to Equity Ratio (DER) merupakan proporsi dana yang bersumber dari hutang yang digunakan untuk membiayai aktiva perusahaan. Semakin besar Debt to Equity Ratio (DER) menunjukan penggunaan hutang dalam membiayai investasi pada aktiva semakin besar juga, yang berarti resiko keuangan meningkat. Meningkatnya resiko keuangan mengakibatkan perusahaan akan mengalami kesusahan dalam membayar hutang-hutangnya, akibatnya investor akan menghindari perusahaan yang mempunyai resiko yang besar. Adapun Definisi Debt to Equity Ratio (DER), menurut Kasmir . 0 : . : AuDebt to Equity Ratio (DER) merupakan rasio yang digunakan untuk menilai utang dengan ekuitas suatu perusahaan. Rasio ini berguna untuk mengetahui jumlah dana yang disediakan peminjam dengan pemilik perusahaanAy. Karena hutang mempunyai dampak yang buruk terhadap kinerja perusahaan, maka tingkat hutang yang semakin tinggi berarti beban bunga akan semakin besar yang artinya mengurangi keuntungan. Menurut Sudana . 1 : . : AuSemakin tinggi Debt to Equity Ratio (DER) menunjukkan semakin besar beban perusahaan terhadap pihak luar, hal ini sangat memungkinkan menurunkan kinerja perusahaanAy. Berdasarkan tahun 2014 dan 2018 hutang jangka pendek dan hutang jangka panjang perusahaan terus menerus mengalami kenaikan. Peningkatan total hutang dengan peningkatan jumlah ekuitas perusahaan tidak Sehingga, besarnya ekuitas yang menjamin hutang perusahaan lebih sedikit jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Peningkatan yang cukup signifikan terjadi pada tahun 2014, ini disebabkan oleh peningkatan jumlah hutang yang dikarenakan hampir semua akun baik itu pada hutang jangka pendek maupun akun pada hutang jangka penjang mengalami peningkatan yang cukup besar. Sementara itu, jumlah ekuitas juga ikut meningkat karena saldo laba baik itu yang telah ditentukan penggunaannya maupun yang belum ditentukan pengguanaannya sama-sama mengalami peningkatan. Menurut Nurmasari . , menjelaskan bahwa : AuReturn on Equity (ROE) atau hasil pengembalian ekuitas merupakan bagian dari Profitability Ratios. Return on Equity (ROE) merupakan rasio untuk mengukur laba bersih sesudah pajak dengan modal sendiriAy. Rasio ini menunjukkan efisiensi penggunaan modal Nilai Return On Equity (ROE) yang semakin tinggi, menunjukkan kondisi perusahaan yang semakin membaik. Artinya posisi pemilik perusahaan semakin kuat, demikian juga sebaliknya. Banyak faktor yang menyebabkan total ekuitas menurun salah satunya adalah perolehan laba perusahaan yang tidak maksimal. Profitabilitas merupakan kemampuan menghasilkan laba. Rasio ini mengukur efektivitas manajemen dengan sumber yang dimiliki oleh perusahaan yang dilihat oleh besar kecilnya tingkat keuntungan yang diperoleh melalui penjualan maupun Return On Equity (ROE) merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur seberapa banyak keuntungan yang mejadi hak pemilik modal sendiri. Return On Equity (ROE) adalah rasio yang memberikan informasi pada para investor tentang seberapa besar tingkat pengembalian modal dari perusahaan yang berasal dari kinerja perusahaan menghasilkan laba. Berdasarkan tahun 2015 dan 2016 Return On Equity (ROE) Semakin besar nilai Return On Equity (ROE) maka tingkat pengembalian yang di harapkan investor juga besar. Semakin besar nilai Return On Equity (ROE) maka perusahaan dianggap semakin menguntungkan oleh sebab itu investor kemungkinan akan mencari saham ini sehingga menyebabkan permintaan bertambah dan harga penawaran dipasar sekunder terdorong naik. Berdasarkan latar belakang di atas, didapatkan suatu gambaran tentang adanya pengaruh berbeda-beda yang ditimbulkan oleh Current Ratio (CR) dan Debt to Equity Ratio (DER) dan terhadap Return On Equity (ROE). Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian ini untuk menganalisis pengelolaan keuangan, juga menguji kembali pengaruh variabel tersebut terhadap profitabilitas yang telah dilakukan oleh para peneliti terdahulu dengan dukungan teori sehingga judul penelitian ini adalah: AuAnalisis Pengaruh Current Ratio dan Debt To Equity Ratio Terhadap Return On Equity Pada Perusahaan Sub Sektor Agriculture di Bursa Efek Indonesia Periode Tahun 2014-2018Ay. METODE Maksud dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Current Ratio. Debt to Equity Ratio, terhadap Return on Equity pada Perusahaan Agriculture yang terdaftar di BEI 2014-2018. Jangkauan penelitian ini pada perusahaan sub sektor Agriculture periode tahun 2014-2018 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Fokus penelitian ini pada pengaruh Current Ratio dan Debt to Equity Ratio terhadap Return on Equity. Teknik penelitian dalam penelitian meliputi: kepustakaan (Library Researc. yaitu pengumpulan data laporan yang diperoleh dari IDX Finansial berupa . Pengumpulan data dan laporan atau catatan-catatan yang dimiliki perusahaan Agriculture yang terdaftar di BEI tahun 2014-2018. Dokumentasi dilaksanakan dengan mengutip laporan-laporan dari perusahaan yang ada hubungannya dalam penelitian ini. Pengumpulan data ini dilakukan untuk memperoleh data sekunder. Populasi penelitian ini adalah seluruh perusahaan sub sektor Agriculture yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2014-2018 yang telah memberikan laporan keuagan perusahaan, sehingga di peroleh jumlah populasi sebanyak 20 Pemilihan sampel penelitian ini ditentukan dengan menggunakan desain sampel nonprobabilitas dengan metode purposive sampling, dimana peneliti memilih sampel berdasarkan penilaian beberapa karakteristik anggota sampel yang disesuaikan dengan pertimbangan tertentu. Tujuan menggunakan purposive sampling adalah untuk mendapatkan sampel yang sesuai dengan kriteria yang telah Kriteria sampel yang diteliti pada perusahaan Agriculture dan komponen yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia adalah sebagai berikut: Perusahaan yang masuk ke dalam daftar kategori perusahaan Agriculture dan komponen di Bursa Efek Indonesia selama periode 2014-2018. Perusahaan yang mempublikasikan laporan keuangan tahun 2014-2018. Perusahaan yang memiliki data laporan keuangan lengkap periode 2014-2018. Alat Analisis yang digunakan dalam penelitian adalah rasio keuangan, analisis regresi linear berganda, dan uji asumsi klasik. Pengujian hipotesis dilakukan dengan tiga cara yaitu: . Uji Pengaruh Individual/Parsial (Uji . Uji Pengaruh Simultan (Uji F) Koefisien Determinasi (R. Koefisien Determinasi. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Data penelitian yang diperoleh selanjutnya dilakukan analisis data sebagai Uji Asumsi Klasik Tujuan uji asumsi klasik adalah untuk memberikan kepastian bahwa persamaan regresi yang didapatkan memiliki ketepatan dalam estimasi, tidak biasa dan konsisten. Uji asumsi klasik meliputi uji normalitas, uji linearitas, uji multikolinearitas,uji autokorelasi dan uji heteroskedastisitas. Uji Normalitas Uji normalitas pada penelitian ini dilakukan dengan melihat nilai Asym,Sig. -Taile. pada alat uji One-Sample Kolmogrov-Smirnov. Uji normalitas pada penelitian ini menggunakan nilai residual yang diuji dengan Kolmogorov-Smirnov Test melalui pengukuran tingkat signifikan 5%. Data dikatakan berdistribusi normal apabila nilai Asymp. Sig. -Taile. lebih besar dari 5% atau 0,05. Hasil uji normalitas yang telah dilakukan dapat dilihat pada tabel berikut: One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardiz ed Residual Normal Parameters Mean Std. Deviation Most Extreme Absolute Differences Positive Negative Kolmogrov-Smirnov Z Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Calculated from data. Berdasarkan hasil uji normalitas dengan metode One-Sample KolmogorovSmirnov pada tabel menunjukkan bahwa nilai dari Asymp. Sig. -Taile. sebesar 0,148. hasil ini menunjukkan bahwa nilai signifikansi yang didapat lebih besar dari 5% atau 0,05 maka data yang telah diuji tersebut dikatakan berdistribusi normal sehingga dapat dilanjutkan untuk uji asumsi klasik, kemudian untuk lebih memperjelas tentang uji normalitas data ini peneliti juga menampilkan grafik normal plot yang menunjukkan bahwa data terdistribusi dengan normal. Uji Multikolinieritas Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah pada model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas . Model regresi yang biar seharusnya tidak terjadi korelasi antara variabel independen. Uji multikolinieritas pada penelitian ini dilakukan dengan melihat nilai tolerance dan variance inflation factor (VIF). Kedua ukuran ini menunjukkan setiap variabel independen yang dijelaskan oleh variabel independen lainnya. Nilai cut-off yang digunakan untuk menunjukkan bahwa terjadi multikolinearitas yaitu apabila nilai Tolerance Ou 0,10 dan nilai VIF O 10. Hasil dari uji multikolinearitas data yang dilakukan dapat dilihat pada tabel Coefficientsa Standard Sig. Unstandardized Coeffici Collinearity Coefficients Statistics Std. Toleranc Model Error Beta VIF 1 (Constan. CR (X. DER (X. Dependent Variable: ROE (Y) Hasil uji multikolinieritas pada tabel menunjukkan bahwa : Nilai tolerance CR sebesar 1,000 Ou 0,10 dan VIF sebesar 1,000 O 10. Nilai tolerance CR sebesar 1,000 Ou 0,10 dan VIF sebesar 1,000 O 10. Hal ini menyimpulkan bahwa model regresi dalam penelitian ini tidak terjadi multikolinearitas dan model regresi layak digunakan. Uji Autokorelasi Uji autokorelasi bertujuan menguji apakah dalam model regresi liniear ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode t-1 . Hal ini sering terjadi ketika menggunakan data runtut waktu . ime serie. Uji autokorelasi pada penelitian ini menggunakan metode Durbin-Watson. Hasil uji autokorelasi data yang telah dilakukan dapat dilihat pada tabel Model Summaryb Adjusted R Model R Square Square Predictors: (Constan. LN_X2. Ln_X1 Dependent Variable: Ln_Y Std. Error of the Estimate DurbinWatson Berdasarkan tabel dihasilkan angka Durbin-Watson . sebesar 2,010 dengan n=90 dan K=2 maka didapat batas bawah . sebesar 1,6119 dan batas atas . sebesar 1,7026 . esuai tabel Durbin-Watso. Dasar pengambilan keputusan dengan tidak adanya autokorelasi positif maupun negatif mengacu pada ketetapan yaitu du < d < 4 Ae du sehingga didapat 1,7026 < 2,010 < 2,2974, maka dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa model regresi terbebas dari autokorelasi sehingga model regresi layak untuk digunakan. Uji Heterokedastisitas Uji heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pangamatan yang Jika variance dari residual satu pengmatan ke pengamatan lain tetap, maka disebut homokedastisitas dan jika berbeda disebut heteroskedastisitas. Model Regresi yang baik adalah yang homokedastisitas atau terjadi heteroskedastisitas. Uji heteriskedastisitas dengan uji Glejser ini menggunakan batas nilai signifikansi sebesar 0,05 atau 5% apabila nilai signifikansi lebih besar dari 0,05 maka pada model regresi tidak terjadi heteroskedastisitas. Berikut adalah tabel hasil dari uji heteroskedastisitas yang telah dilakukan : Model Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Error Beta Sig. (Constant CR (X. DER (X. Dependent Variable: RES2 Berdasarkan dari hasil uji heteroakedastisitas dapat dilihat bahwa nilai signifikansi dari masing-masing variabel menunjukkan nilai yang lebih besar dari 0,05. Hasil ini menyimpulkan bahwa model regresi terbebas dari ketidaksamaan variance atau terbebas dari heteroskedasttisitas sihingga regresi layak untuk Analisis Regresi Linier Berganda Analisis regresi linier berganda digunakan untuk menentukan seberapa besar pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Analisis regresi linier berganda selain mengukur kekuatan hubungan antara dua variabel dependen atau lebih, juga menunjukkan arah hubungan antara variabel dependen dengan Hasil analisis regresi adalah berupa koefisien untuk masing-masing variabel independen. Setelah mendapatkan model regresi yang memenuhi beberapa asumsiasumsi klasik, maka model regresi yang dipakai dalam penelitian ini telah memenuhi model estimasi yang Best Linear Unbiased Estimator (BLUE) dan dapat dilakukan analisis statistik selanjutnya, yaitu melakukan pengujian hipotesis. Adapun hasil pengolahan data dengan analisis regresi linier berganda dapat dilihat pada tabel berikut: Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta (Constan. CR (X. DER (X. Dependent Variable: ROE (Y) Sig. Pengujian Analisis Regresi Linier Berganda Variabel Beta Constant Current Ratio (CR) Debt to Equity Ratio (DER) Berdasarkan tabel 5. 10 pada kolom Unstandardized Coefficicients Beta diperoleh model persamaan regresi linear berganda, yaitu : Y= 13,835 0,010 X1 Ae 0,095 X2 e Persamaan regresi tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut : Konstanta bernilai positif sebesar 13,835 hal ini menunjukkan bahwa apabila seluruh variabel independen Current ratio (CR) (X. dan Debt to equity (DER) (X. di anggap sama dengan nol maka besarnya tingkat perubahan Return On Equity (ROE) (Y) sebesar 13,835. Koefisien regresi variabel Current ratio (CR) (X. memiliki pengaruh positif terhadap return on equity (ROE) (Y) karena angka korelasi yang diperoleh bernilai positif. Artinya kenaikan Current ratio (CR) akan menyebabkan kenaikan return on equity (ROE) . Current ratio (CR) memiliki nilai korelasi 0,010 , berarti penambahan Current ratio (CR) akan berpengaruh terhadap meningkatnya return on equity (ROE) sebesar 1%. Koefisien regresi variabel Debt to equity (DER) (X. memiliki hubungan negatif terhadap return on equity (ROE) (Y) karena angka korelasi yang diperoleh bernilai negatif sebesar -0,095. Artinya peningkatan Debt to equity (DER) akan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap penurunan return on equity (ROE) sebesar 9,5%. Pengujian Hipotesis Pengujian hipotesis pada penilitian ini dilakukan dengan menguji pengaruh variabel independen Current Ratio dan Debt To Equity Ratio terhadap variabel dependen Return On Equity secara individual/parsial yaitu uji t dan secara bersamasama/simultan yaitu uji F. Pengujian Uji t Uji statistik t dilakukan untuk menguji pengaruh dari variabel independen terhadap variabel dependen secara individu. Hal ini dapat dilihat dari nilai signifikan t yang dihasilkan dari perhitungan apabila : Nilai signifikan t < tingkat signifikan . , maka variabel independen secara individu berpengaruh signifikan terhadap variabel dependennya. Nilai signifikan t > tingkat signifikan . , maka variabel independen secara individu tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependennya. Hasil uji statistik t dapat dilihat pada tabel berikut ini: Pengujian Secar Parsial (Uji . Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta (Constan. CR (X. DER (X. Dependent Variable: ROE (Y) Variabel Current Ratio (CR) Debt to Equity Ratio (DER) Hasil pengujian Uji T t hitung t tabel 1,9866 1,9866 Sig. Keterangan Ha ditolak Ha diterima Berdasarkan hasil uji t pada tabel hasil pengolahan data pada uji t diatas didapatkan hasil : Pada Tabel variabel Current ratio merupakan vaariabel yang mempengaruhi Return On Equity. nilai signifikan sebesar 0,410 > 0,05. Hasil perhitungan regresi berganda diperoleh nilai t hitung sebesar 0,828 yang lebih kecil dari t tabel 1,9866. Dengan demikian t hitung berada pada daerah Ho diterima HA ditolak. Dengan demikian Current Ratio berpengaruh tidak signifikan terhadap Return On Equity pada perusahaan Agriculture di Bursa Efek Indonesia tahun 20142018. Ini menunjukkan bahwa peningkatan Current Ratio berpengaruh tidak signifikan terhadap peningkatan Return On Equity. Maka hipotesis ditolak. Pada Tabel Variabel Debt To Equity Ratio yang mempengaruhi Return On Equity. nilai signifikan t sebesar 0,000 < 0,05. Hasil perhitungan regresi berganda diperoleh nilai t hitung sebesar -17,604 yang lebih besar dari T tabel 1,9866. Dengan demikian thitung berada pada daerah Ho ditolak H A diterima. Dengan demikian Debt To Equity Ratio berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Return On Equity pada perusahaan Agriculture di Bursa Efek Indonesia tahun 2014-2018. Ini menunjukkan bahwa peningkatan Debt To Equity Ratio berpengaruh negatif dan signifikan terhadap menurunnya Return On Equity. Maka hipotesis diterima. Pengujian Uji F Uji statistik F digunakan untuk menguji pengaruh semua variabel independen terhadap variabel dependen. Uji F ini bisa dijelaskan dengan menggunakan analisis varian . nlysis of variance = ANOVA). Pengujian ini menggunakan tingkat signifikansi sebesar 5% atau 0,05. Jika nilai signifikan F lebih kecil dari pada 0,05 maka H0 ditolak pada derajat kepercayaan 5%. Dengan kata lain hipotesis alternatif (H. diterima, yang menyatakan bahwa semua variabel independen secara serentak dan signifikan mempengaruhi variabel dependen. Membandingkan nilai F hasil perhitungan dengan nilai F menurut tabel. Jika F hitung lebih besar dari pada F tabel, maka H 0 ditolak dan menerima Ha. hasil uji statistik F dapat dilihat pada tabel berikut ini : Pengujian Secara Simultan (Uji F) ANOVAa Sum of Model Squares Mean Square Regression Residual Total Dependent Variable: ROE (Y) Predictors: (Constan. DER (X. CR (X. Signifikansi 0,000 Hasil Pengujian Simultan (Uji F) F hitung F table Sig. Keterangan Ha diterima Hasil uji F pada tabel menunjukkan bahwa dengan tingkat signifikan 5% dan derajat kebebasan df1=2 dan df2=87 maka didapat F tabel 3,10. Dalam perhitungan diperoleh nilai F hitung 155,250 > 3,10 sehingga Ha diterima. Sedangkan dilihat dari nilai sig hitung adalah 0,000 < 0,05 maka keputusannya menerima HA yang berarti hal ini menunjukkan bahwa Current Ratio dan Debt To Equity Ratio secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Return On Equity pada perusahaan Agricuture di Bursa Efek Indonesia Tahun 2014-2018. Ini menunjukkan model yang dibangun layak digunakan untuk memprediksi keberadaan variabel Current Ratio dan Debt To Equity Ratio terhadap Return On Equity. Koefisien Determinasi (R. Koefisien Determinasi (R. Model Summaryb Adjusted R Model R Square Square Predictors: (Constan. X2 (DER). X1 (CR) Dependent Variable: Y (ROE) Std. Error of the Estimate Durbin-Watson Berdasarkan hasil perhitungan pada tabel diatas diketahui bahwa pengaruh variabel independent terhadap variabel dependent dinyatakan dengan nilai koefisian determinasi (R. yaitu sebesar 0,781 atau 78,1 %. Hal ini berarti Current Ratio dan Debt To Equity Ratio hanya mampu menjelaskan pengaruhnya terhadap Return On Equity sebesar 78,1% sedangkan sisanya dijelaskan variabel lainnya yang tida dalam penelitian ini. Pembahasan Pengaruh masing-masing variabel independen (Current Ratio dan Debt To Equity Rati. dan Variabel Dependen (Return On Equit. dapat dijelaskan sebagai Pengaruh Current Ratio Terhadap Return On Equity Pada Perusahaan Sub Sektor Agriculture Di Bursa Efek Indonesia Periode Tahun 2014-2018 Berdasarkan hasil analisis data dari rasio Current Ratio menunjukkan data rata-rata perusahaan Agriculture bahwa nilai Current Ratio mengalami penurunan dan kenaikan di tahun 2014 sampai dengan 2018, dimana pada tahun 2014 sebesar 166,38%, turun di tahun 2015 sebesar 112,44% di tahun 2016 mengalami kenaikan sebesar 127,95%, 2017 menjadi sebesar 137,90% dan 2018 menjadi sebesar 146,27%, sedangkan data Return On Equity yang diperoleh dari perusahaan Agriculture tersebut terus terjadi penurunan dan kenaikan dari tahun 2014 sampai dengan 2018, dimana pada tahun 2014 sebesar 8,59%, turun di tahun 2015 menjadi sebesar 2,78%, begitu juga tahun 2016 turun menjadi -2,91%, di tahun 2017 mengalami kenaikan menjadi 21,58% dan 2018 mengalami penurunan menjadi sebesar 6,02%. Current Ratio tidak mampu menekan Return On Equity karena likuiditas yang terlalu kecil adalah bentuk lemahnya manajemen dalam memanfaatkan aset yang menganggur sehingga menurunkan kesempatan Hasil penelitian yang telah dilakukan melalui analisis dan pengujian hipotesis, membuktikan bahwa Current Ratio mampu mempengaruhi Return On Equity yang akan datang. Current Ratio memiliki pengaruh positif tidak signifikan terhadap Return On Equity yang dilihat dari nilai thitung < ttabel . ,828 < 1,9. atau Sig > 0,05 . ,410 > 0,. yang berarti adanya hubungan searah antara nilai Current Ratio dengan Return On Equity perusahaan. Hasil tersebut menunjukkan semakin meningkatnya nilai Current Ratio maka Return On Equity juga mengalami penurunan sehingga investor cenderung memperhatikan likuiditas. Berdasarkan hasil data Current Ratio tidak berpengaruh signifikan terhadap Return On Equity. Current Ratio menunjukkan kewajiban jangka pendek dengan menggunakan aktiva lancar. Dilihat dari tahun 2014-2018 mengalami fluktuasi Semakin tinggi current ratio di suatu perusahaan berarti semakin baik perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya akan tetapi current ratio yang tinggi juga menunjukkan kelebihan aktiva lancar yang tidak digunakan secara maksimal. Current Ratio yang terlalu tinggi menunjukkan kelebihan aktiva lancar yang menganggur sehingga bagi profitabilitas perusahaan sendiri tidak ada terpengaruh dari meningkatnya aktiva lancar terhadap laba bersih setiap tahunnya. Return On Equity adalah rasio yang memperlihatkan sejauh manakah perusahaan mengelola modal sendiri . et wort. secara efektif, mengukur tingkat keuntungan dari investasi yang telah dilakukan pemilik modal sendiri atau pemegang saham apabila Return On Equity memiliki nilai yang rendah menunjukkan atau menggambarkan bahwa perusahaan kurang baik. Hal tersebut akan berdampak pada menurunnya tingkat pengembalian yang diinginkan pemegang saham, maka untuk memenuhi keinginan pemegang saham perusahaan harus melakukan pengembalian modal sesuai dengan jatuh tempo sehingga akan berdampak positif yaitu nilai Return On Equity. tidak rendah. Return On Equity . merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan dari modal sendiri untuk menghasilkan keuntungan bagi seluruh pemegang saham, baik saham biasa maupun saham preferen. Hal ini diperkuat oleh penelitian Henda Hendawati tahun 2017 yang meneliti tentang analis current ratio, debt to equity ratio dan total asset turn over terhadap return on equity yang artinya pada penelitian ini sejalan dengan peneliti lakukan pada variabel current ratio yang berpengaruh positif dan tidak signifikan secara parsial terhadap return on equity. maka hipotesis penelitian ini Pengaruh Debt to Equity Ratio terhadap Return On Equity Pada Perusahaan Sub Sektor Agriculture Di Bursa Efek Indonesia Periode Tahun 2014-2018. Hasil analisis menunjukkan bahwa dimana rata-rata data Debt to Equity Ratio perusahaan Agriculture mengalami fluktuasi yaitu penurunan namun juga mengalami kenaikan. Tahun 2014 rata-ratanya sebesar 100,5% di tahun 2015 dan 2016 terjadi peningkatan menjadi sebesar 121,05% dan 157,8%, sementara untuk tahun 2017 dan 2018 perusahaan Agriculture tersebut mengalami penurunan sebesar 84,65% dan 49,85% sedangkan data Return On Equity yang diperoleh dari perusahaan Agriculture tersebut terus terjadi penurunan dan kenaikan dari tahun 2014 sampai dengan 2018, dimana pada tahun 2014 sebesar 8,59 %, turun ditahun 2015 menjadi sebesar 2,78%, begitu juga tahun 2016 turun menjadi -2,91%, ditahun 2017 mengalami kenaikan menjadi 21,58% dan 2018 mengalami penurunan menjadi sebesar 6,02%. Tinggi rendahnya Debt To Equity Ratio akan mempengaruhi tingkat pencapaian Return on Equity perusahaan. Jika biaya yang ditimbulkan oleh pinjaman . ost of deb. lebih kecil dari pada biaya modal sendiri . ost of equit. , maka sumber dana yang berasal dari pinjaman atau hutang akan lebih efektif dalam menghasilkan laba . eningkatkan Return On Equit. dan demikian sebaliknya. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa Debt To Equity Ratio mampu mempengaruhi Return On Equity yang akan datang. Debt To Equity Ratio memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap Return On Equity yang dilihat dari nilai thitung > ttabel . ,604 > 1,9. atau sig < 0,05 . ,000 < 0,. yang berarti dapat disimpulkan bahwa semakin menurunnya Debt To Equity Ratio dan Return On Equity meningkat sehingga investor cenderung memperhatikan risiko. Berdasarkan hasil diatas yaitu menjelaskan Debt to equity ratio merupakan perbandingan antara total hutang yang dimiliki perusahaan dan total ekuitasnya dan Return On Equity. merupakan perbandingan antara laba bersih perusahaan dengan ekuitas yang dimiliki oleh perusahaan. Dimana Debt to equity ratio mempengaruhi negatif terhadap Return On Equity di lihat dari Return On Equity mengakibatkan di 2016 menjadi mines karena total hutang yang sangat tinggi dan berpengaruh terhadap laba bersihnya. untuk di dalam total hutang sendiri mencakup dana eksternal yaitu perbankan, leasing, penjualan dan untuk total modalnya bersumber dari utang jangka panjang dan modal sendiri. Jika total hutang hutang perusahaan tinggi, ada kemungkinan laba bersih perusahaan akan rendah dan perusahaan cenderung untuk menggunakan laba tersebut untuk membayar utangnya. Dan dilihat dari Return On Equity yaitu Laba bersihnya bersumber dari transaksi pendapatan, beban dan keuntungan dan dibagi total ekuitasnya dilihat dari tahun 2014-2019 laba mengalami penurunan karena adanya hutang yang cukup besar berdampak pada investor karena semakin kecil laba bersihnya akan semakin sedikit laba bersih yang di terima investor. Hal ini diperkuat oleh penelitian Aditya Joko Pratomo tahun 2017 yang meneliti tentang pengaruh debt to equity ratio dan current ratio terhadap return on . tudi emperis pada perusahaan sub sektor kabel yang terdaftar di bursa efek indonesia pada tahun 2013-2. yang artinya pada hasil penelitian ini sejalan dengan peneliti lakukan pada variabel debt to equity ratio yang berpengaruh negatif dan signifikan secara parsial terhadap return on equity pada perusahaan sub sektor kabel yang go publik. Maka hipotesis ini di terima. Pengaruh Current Ratio dan Debt to Equity Ratio Terhadap Return On Equity Pada Perusahaan Sub Sektor Agriculture Di Bursa Efek Indonesia Periode Tahun 2014-2018. Berdasarkan uji simultan diatas menunjukkan dengan tingkat signifikan 5% dan derajat kebebasan dfl=2 dan df2=87 maka didapat Ftabel 3,10. Dalam perhitungan diperoleh nilai F hitung 155,250 > 3,10 sehingga Ho diterima. Sedangkan dilihat dari nilai sig hitung adalah 0,000 < 0,05 maka keputusannya menerima HA yang berarti hal ini menunjukkan bahwa Current Ratio dan Debt To Equity Ratio secara simultan berpengaruh terhadap harga saham pada perusahaan Agriculture di Bursa Efek Indonesia tahun 2014-2018. Berdasarkan hasil perhitungan pada regresi linier berganda dapat diketahui bahwa pengaruh kedua variabel independen terhadap variabel dependen dinyatakan dengan nilai koefisien determinasi (R. yaitu sebesar 0,781 atau 78,1%. Hal ini berarti Current Ratio dan Debt To Equity Ratio hanya mampu menjelaskan pengaruhnya terhadap Return On Equity sebesar 78,1% sedangkan sisanya dijelaskan variabel lainnya yang tidak ada dalam penelitian. Berdasarkan hasil diatas yaitu menjelaskan Current ratio akan berpengaruh tidak baik terhadap profitabilitas apabila rasio Current ratio terlalu tinggi, sebab ini menunjukkan adanya kelebihan aset lancar atau ada penggunaan dalam operasional yang tidak optimal. Sementara itu. Debt To Equity Ratio merupakan salah satu dimensi dalam menentukan solvabilitas perusahaan. Solvabilitas adalah kemampuan perusahaan membayar hutang, tidak terbatas pada hutang jangka Hutang jangka panjang yang jatuh tempo, pada akhirnya akan mempengaruhi likuiditas juga. Salah satu karakteristik hutang jangka panjang adalah menimbulkan bunga. Bunga menjadi beban tetap perusahaan, sementara laba berfluktuasi sesuai dengan kinerja perusahaan. Solvabilitas menyangkut struktur modal dan pengaruh beban tetap . terhadap laba perusahaan. Kedua hal tersebut tidak dapat dipisahkan. hal ini menjelaskan bahwa dengan debt to equity ratio yang tinggi, perusahaan berkesempatan untuk memperoleh laba yang meningkat jika kewajiban dimanfaatkan dengan efektif dan efisien. Tetapi jika perusahaan tidak mampu mengelola kewajibannya dalam upaya menunjang produktivitasnya maka perusahaan akan menanggung risiko kerugian yang tinggi. Berdasarkan uraian diatas, diketahui bahwa Current Ratio dan Debt To Equity Ratio mempunyai pengaruh terhadap profitabilitas. Hal ini menunjukkan bahwa Current Ratio dan Debt To Equity Ratio secara otomatis akan mempengaruhi Return On Equity perusahaan. Sebab. Seperti yang diketahui bahwa Return On Equity merupakan salah satu komponen dari profitabilitas, dimana Return On Equity merupakan kemampuan perusahaan menghasilkan laba bersih berdasarkan tingkat aset yang tertentu. Hal ini diperkuat oleh penelitian Aditya Joko Pratomo tahun 2017 yang meneliti tentang pengaruh debt to equity ratio dan current ratio terhadap return on . tudi emperis pada perusahaan sub sektor kabel yang terdaftar di bursa efek indonesia pada tahun 2013-2. yang artinya pada hasil penelitian ini sejalan dengan peneliti lakukan pada variabel current ratio dan debt to equity ratio yang berpengaruh positif dan signifikan secara simultan terhadap return on equity pada perusahaan sub sektor kabel yang go publik. Maka hipotesis ini di terima. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis data mengenai pengaruh Current Ratio (CR) dan Debt To Equity Ratio (DER) terhadap Return On Equity (ROE) pada perusahaan sub sektor Agriculture yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2014-2018, maka dapat diambil kesimpulan dari penelitian ini sebagai berikut : Rasio Current Ratio (CR) secara parsial berpengaruh positif dan tidak berpengaruh signifikan terhadap Return On Equity (ROE) pada perusahaan sub sektor Agriculture yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode tahun 20142018, dibuktikan dengan nilai Thitung=0,828 < Ttable 1,9866 dan tingkat signifikan 0,410 > 0,05. Artinya bahwa Current Ratio (CR) tidak berpengaruh signifikan terhadap Return On Equity (ROE) pada perusahaan sub sektor Agriculture periode tahun 2014-2018. Rasio Debt To Equity Ratio (DER) secara parsial tidak berpengaruh positif dan berpengaruh signifikan terhadap Return On Equity pada perusahaan sub sektor Agriculture yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2014-2018, dibuktikan dengan nilai Thitung=-17,604 > Ttable 1,9866 dan tingkat signifikan 0,000 < 0,05. Artinya bahwa Debt To Equity Ratio (CR) berpengaruh signifikan terhadap Return On Equity (ROE) pada perusahaan sub sektor Agriculture periode tahun 2014-2018. Current Ratio (CR) dan Debt To Equity Ratio (DER) secara simultan . berpengaruh signifikan terhadap Return On Equity (ROE) pada perusahaan sub sektor Agriculture di Bursa Efek Indonesia periode 2014-2018, hal ini ditunjukkan dengan nilai Fhitung sebesar 155,250 dikarenakan nilai Fhitung . > Ftabel . dan nilai sig 0,000 < 0,05. Dengan demikian dalam penelitian ini bahwa Current Ratio (CR) dan Debt To Equity Ratio (DER) sebagai variabel bebas secara simultan berpengaruh . ersama-sam. terhadap Return On Equity (ROE) pada perusahaan sub sektor Agriculture di Bursa Efek Indonesia periode 2014-2018 sebagai variabel terikat. Saran Berdasarkan hasil kesimpulan yang telah diuraikan diatas maka saran yang dapat diberikan adalah : Sebaiknya pihak perusahaan lebih memperhatikan posisi kinerja keuangan untuk menganalisa dan menginterprestasikan posisi keuangan jangka pendeknya sehingga perusahaan mampu dalam mempergunakan kinerja keuangan yang efesien dengan tidak melebihkan aktiva lancar, persediaan yang menumpuk segera harus dijual agar menjadi uang agar perusahaan selalu dalam posisi menguntungkan laba dengan tujuan suatu perusahaan. Selain mempertahankan modal sendiri dengan tidak mengharapkan modal pinjaman dari luar perusahaan maka laba yang diharapkan juga semakin kecil, dikarenakan modal perusahaan yang terbatas. Untuk itu perusahaan juga harus melihat kondisi ekonomi untuk mengambil keputusan dalam penggunaan modal dari pinjaman agar kemungkinan memperoleh laba yang diharapkan besar, dengan mempertimbangkan biaya-biaya dan resiko kerugian. Selanjutnya bagi penelitian lain, diharapkan dapat menambah variabel independen Current Ratio (CR) dan Debt To Equity Ratio (DER) yang ikut mempengaruhi variabel dependen Return On Equity (ROE) yang diharapkan untuk menggunakan sampel yang lebih banyak lagi dengan karakteristik yang beragam dari berbagai sektor, sehingga mendapatkan hasil penelitian yang baik. Bagi perusahaan, harus berupaya untuk meningkatkan laba bersih sehingga bagian laba yang akan diberikan kepada pemegang saham juga akan meningkat. Return On Equity merupakan hal penting yang biasanya akan diperhatikan calon kewajiban pemegang saham ketika akan berinvestasi. Selain itu harus lebih memperhatikan penggunaan utang dari pihak luar, karena penggunaan utang yang besar dapat menimbulkan resiko gagal bayar dan menurunkan laba perusahaan karena kewajiban untuk membayar utang tersebut juga semakin DAFTAR PUSTAKA