Abstrak Menghadapi masalah yang semakin kompleks, seperti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, pergeseran pada system pelayanan kesehatan, proses tranmisi masyarakat pertanian menjadi masyarakat industri, proses tranmisi masyarakat tradisional menjadi masyarakat maju. Beberapa faktor yang sangat berpengaruh terhadap prestasi belajar diantaranya salah satunya adalah minat. Penelitian bertujuan untuk mengetahuai faktor-faktor yang berhubungan dengan motivasi perawat melanjutkan jenjang S1 Keperawatan. Penelitian dilakukan di Puskesmas Lembak dan Puskesmas Gelumbang Muara Enim pada 1-30 April Populasi dalam penelitian ini adalah perawat di Puskesmas Lembak dan Puskesmas Gelumbang Muara Enim. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian survey analitik dengan menggunakan desain cross sectional, dimana pengukuran variabel independen dan dependen dilaksanakan pada waktu yang sama, uji statistik yang digunakan adalah uji chisquare. Hasil penelitian ini didapatkan didapatkan nilai p-values hubungan antara kondisi individu dengan motivasi (P value = 0,. , hubungan antara harapan dengan motivasi (P value = 0,. hubungan antara sosial ekonomi dengan motivasi (P value = 0,. Hubungan antara pengembangan karir dengan motivasi (P value = 0,. Hubungan antara dukungan atasan dengan motivasi (P value = 0,. Diharapkan menjadi bahan masukan bagi Puskesmas Lembak dan Puskesmas Gelumbang Muara Enim dan perawat di Puskesmas Lembak dan Gelumbang Muara Enim agar dapat menjadi perawat yang berkualitas dan mempunyai motivasi untuk melanjutkan kuliah. Agar atasan memberikan dukungan kepada bawahan untuk melanjutkan kuliah. Kata kunci: manajemen keperawatan, motivasi perawat, social ekonomi Abstract Facing the increasingly complex problems, such as the development of science and technology, the shift in the health care system, the process of transmitting agricultural society into industrial society, the process of transmitting traditional societies into advanced societies. Some of the factors that are very influential on learning achievements such as one of them is interest. The study aims to determine the factors associated with the nurse motivation to continue the level of Nursing S1. The research was conducted at Lembas Health Center and Puskesmas Gelumbang Muara Enim on 1-30 April 2017. The population in this research is nurses at Lembas Health Center and Puskesmas Gelumbang Muara Enim. This research uses quantitative approach with research method of rural analytic research using cross sectional design, where the measurement of independent and dependent variable is implemented at the same time, the statistical test used is chi-square test. The result of this research got got value p-values relation between individual condition with motivation (P value = 0,. , relation between expectation with motivation (P value = 0,. The relationship between socio-economic and motivation (P value = 0. Relationship between career development with motivation (P value = 0. The relationship between superiors support and motivation (P value = 0. It is expected to be an input for Lembus Health Center and Puskesmas Gelumbang Muara Enim and nurses at Lemba Health Center and Gelumbang Muara Enim in order to become qualified and motivated nurse to continue studying. In order for superiors to give support to subordinates to continue college. Key words: nursing management, nurse motivation, socio-economic PENDAHULUAN Menghadapi masalah yang semakin seperti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, pergeseran pada system pelayanan kesehatan, proses tranmisi masyarakat pertanian menjadi masyarakat industri, proses tranmisi masyarakat tradisional menjadi masyarakat maju, diperlukan adanya perkembangan keperawatan sebagai profesi yang mengacu pada kesepakatam pasar bebas ASEAN (AFTA) tahun 2003 dan disusul dengan Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) tahun 2010 . ntuk sedunia tahun 2. (Nursalam, 2. Pada tahun 2015, total SDMK (Sumber Daya Manusia Kesehata. di Indonesia 984 orang yang terdiri dari 170 orang tenaga kesehatan . ,8%) dan 814 orang tenaga penunjang kesehatan . ,2%). Tenaga kesehatan dengan jumlah terbanyak pada tahun 2015 yaitu perawat 910 orang atau 34,6% dari total tenaga kesehatan. Total jumlah lulusan Poltekkes sebanyak 21. 984 orang yang terdiri dari Diploma i adalah 21. 020 orang dan Diploma IV 964 orang. Jumlah lulusan terbanyak yaitu program studi keperawatan 112 orang . ,29%) yang terdiri 706 orang lulusan Diploma i dan 406 orang lulusan Diploma IV (Kemenkes RI. Jumlah seluruh perawat di Sumatera Selatan baik di puskesmas ataupun rumah sakit serta sarana kesehatan lainnya adalah 7889 Pada tahun 2014. Ratio tenaga perawat di Provinsi Sumatera Selatan mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Ratio tenaga perawat tahun 2014 yaitu 99,34 per 000 penduduk lebih tinggi dari tahun 2013 yaitu 79,09 per 100. 000 penduduk. Target Indonesia Sehat yaitu 117,5 per 100. penduduk (Profil Dinkes Sumsel 2. Sedangkan jumlah lulusan program studi Diploma i Poltekkes jurusan keperawatan di Palembang pada tahun 2015 berjumlah 302 orang (Kemenkes RI. Jumlah tenaga keperawatan di fasilitas kesehatan puskesmas sekabupaten muara enim berjumlah 246 dan di rumah sakit RSUD HM Rabain dan RS Bukit Asam berjumlah 274 orang dan sarana pelayanan kesehatan lain berjumlah 14 orang jadi jumlah keseluruhan peawat se-Kabupaten Muara Enim berjumlah 534 orang (Profil Dinkes Muara Enim, 2. Pengembangan system pendidikan tinggi keperawatan sangat penting dan sangat berperan dalam pengembangan pelayanan keperawatan professional, pengembangan tehnologi keperawatan, pembinaan kehidupan keprofesian, dan pendidikan keperawatan berlanjut yang dicapai melalui lulusan dengan kemampuan professional (Nursalam, 2. Dari penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Setyaningsih, 2012. Berjudul FaktorFaktor yang Berhubungan dengan Motivasi Perawat Melanjutkan Pendidikan ke Jenjang S1 Keperawatan di Rumah Sakit Roemani Muhammadiyah Semarang Tahun 2012. Hasil analisa menunjukkan . > 0,. Ada hubungan yang signifikan antara faktor penghargaan dan faktor dukungan atasan dengan motivasi perawat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S1 keperawatan . < 0,. Sedangkan penelitian yang dilakukan Isa, 2014. Faktor Faktor yang Berhubungan dengan Motivasi Perawat Di untuk Melanjutkan Pendidikan Ke Jenjang S1 Keperawatan di Rawat Inap RSUD Dunda Kabupaten Gorontalo. Dari hasil analisa menunjukkan ada hubungan signifikan antara cita-cita . , dukungan atasan . , dukungan keluarga . , penghargaan dan sosial ekonomi . dengan motivasi perawat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S1 keperawatan . < 0,. Berdasarkan hasil studi pendahuluan peneliti melalui observasi & wawancara empirik pada bulan Maret 2017 bahwa di Puskesmas Lembak dan Puskesmas Gelumbang di dapatkan jumlah perawat sebanyak 33 orang dan hasil observasi dari 4 orang perawat ada yang mengatakan belum punya biaya untuk melanjutkan kuliah. Tujuan penelitian ini faktor-faktor berhubungan dengan motivasi perawat yang akan melanjutkan jenjang S1 Keperawatan di Puskesmas Lembak dan Puskesmas Gelumbang Muara Enim Tahun 2017. METODE DAN BAHAN Penelitian Manajemen Keperawatan yang berjudul faktorfaktor yang berhubungan dengan motivasi Keperawatan di Puskesmas Lembak dan Gelumbang Muara Enim tahun 2017. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat D i di Puskesmas Lembak dan Gelumbang Muara Enim yang berjumlah 33 orang, dengan teknik total sampling. Waktu penelitian pada tanggal 1-30 April 2017. Penelitian ini merupakan penelitian survey analitik dengan menggunakan desain cross sectional dengan pendekatan kuantitatif dimana pengukuran dilaksanakan pada waktu yang sama. Uji statistik yang digunakan adalah uji chi-square. HASIL DAN PEMBAHASAN Kondisi individu Tabel 1 Distribusi frekuensi kondisi individu responden Distribusi frekuensi kondisi individu responden di Puskesmas Lembak dan Puskesmas Gelumbang Muara Enim bahwa banyak yang baik yaitu berjumlah 75,8%. Harapan Tabel 2 Distribusi frekuensi harapan responden Distribusi frekuensi harapan responden di Puskesmas Lembak dan Puskesmas Gelumbang Muara Enim bahwa banyak yang baik yaitu berjumlah 60,6%. Sosial ekonomi Tabel 3 Distribusi frekuensi sosial ekonomi responden Distribusi frekuensi sosial ekonomi responden di Puskesmas Lembak dan Puskesmas Gelumbang Muara Enim bahwa banyak yang baik yaitu berjumlah 57,6%. Pengembangan karir Tabel 4 Distribusi frekuensi pengembangan karir Distribusi frekuensi pengembangan karir responden di Puskesmas Lembak dan Puskesmas Gelumbang Muara Enim bahwa banyak yang baik yaitu berjumlah 57,6%. Dukungan atasan Tabel 5 Distribusi frekuensi dukungan atasan responden Distribusi frekuensi dukungan atasan responden di Puskesmas Lembak dan Puskesmas Gelumbang Muara Enim bahwa banyak yang baik yaitu berjumlah 54,5%. Motivasi Tabel 6 Distribusi frekuensi motivasi responden Distribusi frekuensi motivasi responden di Puskesmas Lembak dan Puskesmas Gelumbang Muara Enim bahwa banyak yang baik yaitu berjumlah 63,6% responden. Hubungan Tabel 7 Hubungan antara kondisi individu dengan Hasil analisis didapatkan bahwa motivasi yang baik diperoleh sebanyak 19 . %) responden yang kondisi individunya baik. Hasil uji statistik diperoleh nilai P value = 0,015 maka dapat disimpulkan ada hubungan antara kondisi individu dengan motivasi. Dari hasil analisis diperoleh pula nilai OR = 9,500, artinya responden yang kondisi individunya baik memiliki peluang 9,500 kali untuk motivasi yang baik. Kondisi individu yang sehat jasmani dan rohani akan memberikan motivasi yang positif pada seseorang. Kondisi individu secara fisiologis yang mempengaruhi motivasi meliputi: kesehatan fisik dan panca indra. Sedangkan kondisi psikologis, meliputi: bakat, intelegensi, sikap, persepsi, dan minat (Nursalam & Efendy. F, 2. Motivasi adalah karakteristik psikologis manusia yang memberi kontribusi pada tingkat komitmen seseorang. Hal ini termasuk faktorfaktor yang menyebabkan, menyalurkan, dan mempertahankan tingkah laku manusia dalam arah tekad tertentu. Motivasi adalah segala sesuatu yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Motivasi adalah perasaan atau pikiran yang mendorong seseorang melakukan pekerjaan atau menjalankan kekuasaan, terutama dalam berperilaku (Nursalam, 2. Ratmaniata, 2013. Hubungan Jabatan. Masa Kerja dan Dukungan Keluarga dengan Motivasi Perawat Melanjutkan Pendidikan ke Jenjang Sarjana Keperawatan. Hasil uji statistik diperoleh P Value = 0,709 > = 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan motivasi perawat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang sarjana Berdasarkan hasil penelitian, teori pendukung dan penelitian terkait peneliti berpendapat bahwa sehat jasmani dan rohani akan memberikan motivasi yang positif pada seseorang secara fisiologis yang mempengaruhi motivasi meliputi: kesehatan fisik dan panca indra yang dapat mempengaruhi karakteristik psikologis manusia yang memberi kontribusi pada tingkat komitmen seseorang sehingga orang tersebut mau untuk melanjutkan kuliah. Hubungan harapan dengan motivasi Tabel 8 Hubungan antara harapan dengan motivasi Hasil analisis didapatkan bahwa motivasi yang baik diperoleh sebanyak 16 . %) responden yang harapannya baik. Hasil uji statistik diperoleh nilai P value = 0,027 maka dapat disimpulkan ada hubungan antara harapan dengan motivasi. Dari hasil analisis diperoleh pula nilai OR = 6,400, artinya responden yang harapannya baik memiliki peluang 6,400 kali untuk motivasi yang baik. Harapan merupakan sesuatu yang diinginkan oleh seorang individu. Harapan merupakan istilah yang telah banyak didiskripsikan oleh para ahli dalam bidang Averill beserta teman-temannya mendeskripsikan harapan sebagai emosi yang diarahkan oleh kognisi dan dipengaruhi oleh kondisi lingkungan (Nursalam & Efendy. Motivasi adalah karakteristik psikologis manusia yang memberi kontribusi pada tingkat komitmen seseorang. Hal ini termasuk faktorfaktor yang menyebabkan, menyalurkan, dan mempertahankan tingkah laku manusia dalam arah tekad tertentu. Motivasi adalah segala sesuatu yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Motivasi adalah perasaan atau pikiran yang mendorong seseorang melakukan pekerjaan atau menjalankan kekuasaan, terutama dalam berperilaku (Nursalam, 2. Moh. Sukriyanto Isa, 2014. Faktor faktor yang Berhubungan dengan Motivasi Perawat Di untuk Melanjutkan Pendidikan ke Jenjang S1 Keperawatan di Rawat Inap RSUD dr. Dunda Kabupaten Gorontalo. Hasil penelitian menujukan ada hubungan signifikan antara citacita . , dukungan atasan penghargaan dengan motivasi perawat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S1 keperawatan . < 0,. Berdasarkan hasil penelitian, teori pendukung dan penelitian terkait peneliti berpendapat bahwa sesuatu yang diinginkan oleh seorang individu. Harapan merupakan istilah yang telah banyak didiskripsikan oleh para ahli dalam bidang psikologi yang dapat manusia yang memberi kontribusi pada tingkat komitmen seseorang berbentuk harapan sehingga orang tersebut berkeinginan untuk melanjutkan kuliah. Hubungan Tabel 9 Hubungan antara sosial ekonomi dengan Hasil analisis didapatkan bahwa motivasi yang baik diperoleh sebanyak 17 . ,5%) responden yang sosial ekonominya baik. Hasil uji statistik diperoleh nilai P value = 0,001 maka dapat disimpulkan ada hubungan antara sosial ekonomi dengan motivasi. Dari hasil analisis diperoleh pula nilai OR = 21,250, artinya responden yang sosial ekonominya baik memiliki peluang 21,250 kali untuk motivasi yang baik. Kondisi sosial ekonomi, status ekonomi adalah sebuah komponen kelas sosial, mengacu pada tingkat pendapatan keluarga dan sumber Pendapatan yang mencukupi kebutuhan-kebutuhan keluarga umumnya berasal dari pekerjaan para anggota keluarga dan sumber-sumber pribadi seperti pensiun dan bantuan-bantuan . on publi. Tingkat sosial ekonomi sangat mempengaruhi perbaikan pendidikan dan perbaikan pelayanan kesehatan yang diinginkan oleh masyarakat. Rata-rata keluarga dengan sosial ekonomi yang cukup baik akan memilih tingkat pendidikan dan sarana kesehatan yang bagus dan bermutu (Nursalam & Efendy. F, 2. Motivasi adalah karakteristik psikologis manusia yang memberi kontribusi pada tingkat komitmen seseorang. Hal ini termasuk faktorfaktor yang menyebabkan, menyalurkan, dan mempertahankan tingkah laku manusia dalam arah tekad tertentu. Motivasi adalah segala sesuatu yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Motivasi adalah perasaan atau pikiran yang mendorong seseorang melakukan pekerjaan atau menjalankan kekuasaan, terutama dalam berperilaku (Nursalam, 2. Moh. Sukriyanto Isa, 2014. Faktor faktor yang Berhubungan dengan Motivasi Perawat Di untuk Melanjutkan Pendidikan ke Jenjang S1 Keperawatan di Rawat Inap RSUD dr. Dunda Kabupaten Gorontalo. Hasil penelitian menujukan hasil analisa menunjukkan ada hubungan signifikan antara sosial ekonomi dengan motivasi perawat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S1 keperawatan . < 0,. Berdasarkan hasil penelitian, teori pendukung dan penelitian terkait peneliti berpendapat bahwa sebuah komponen kelas sosial, mengacu pada tingkat pendapatan keluarga dan sumber pendapatan. Pendapatan kebutuhan-kebutuhan keluarga umumnya berasal dari pekerjaan para anggota keluarga dan sumber-sumber pribadi seperti pensiun dan bantuan-bantuan. Dengan adanya kemampuan social ekonomi maka orang akan melanjutkan kuliah. Hubungan pengembangan karir dengan Tabel 10 Hubungan antara pengembangan karir dengan Hasil analisis didapatkan bahwa motivasi yang baik diperoleh sebanyak 19 . %) responden yang pengembangan karirnya baik. Hasil uji statistik diperoleh nilai P value = 0,015 maka dapat disimpulkan ada hubungan antara pengembangan karir dengan motivasi. Dari hasil analisis diperoleh pula nilai OR = 9,600, artinya responden yang pengembangan karirnya baik memiliki peluang 9,600 kali untuk motivasi yang baik. Pengembangan karier perawat melalui pendidikan berkelanjutan merupakan sistem profesionalisme seseorang, sesuai dengan bidang pekerjaan melalui Dalam pengembangan karier sistem jenjang karier profesional dapat dibedakan antara karier dan pekerjaan. Karier diartikan sebagai suatu jenjang yang dipilih individu untuk dapat memenuhi kepuasan kerja perawat dan mengarah pada keberhasilan pekerjaan sehingga pada akhirnya akan memberikan kontribusi terhadap bidang profesi yang dipilihnya. Adapun pekerjaan diartikan sebagai suatu posisi atau jabatan yang diberikan, serta ada keterikatan hubungan antara atasan dan bawahan dan mendapatkan imbalan uang (Nursalam & Efendy. F, 2. Motivasi adalah karakteristik psikologis manusia yang memberi kontribusi pada tingkat komitmen seseorang. Hal ini termasuk faktorfaktor yang menyebabkan, menyalurkan, dan mempertahankan tingkah laku manusia dalam arah tekad tertentu. Motivasi adalah segala sesuatu yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Motivasi adalah perasaan atau pikiran yang mendorong seseorang melakukan pekerjaan atau menjalankan kekuasaan, terutama dalam berperilaku (Nursalam, 2. Ratmaniata, 2013. Hubungan Jabatan. Masa Kerja dan Dukungan Keluarga dengan Motivasi Perawat Melanjutkan Pendidikan ke Jenjang Sarjana Keperawatan. Hasil uji statistik diperoleh P Value = 0,349 > = 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara hubungan jabatan dengan motivasi perawat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang sarjana Berdasarkan hasil penelitian, teori pendukung dan penelitian terkait peneliti berpendapat bahwa sistem untuk meningkatkan kinerja dan profesionalisme seseorang, sesuai dengan bidang pekerjaan melalui peningkatan Dibutuhkannya pengembangan untuk meningkatkan kinerja dan profesionalme sehingga ada tuntutan dan motivasi untuk lanjut Hubungan Tabel 11 Hubungan antara dukungan atasan dengan Hasil analisis didapatkan bahwa motivasi yang baik diperoleh sebanyak 16 . ,9%) responden yang dukungan atasannya baik. Hasil uji statistik diperoleh nilai P value = 0,003 maka dapat disimpulkan ada hubungan antara dukungan atasan dengan motivasi. Dari hasil analisis diperoleh pula nilai OR = 16,000, artinya responden yang dukungan atasannya baik memiliki peluang 16,000 kali untuk motivasi yang baik. Dukungan adalah suatu kondisi dimana seseorang diberi dorongan sehingga merasa nyaman dan aman secara psikologis. Atasan atau pimpinan adalah cara seorang pemimpin mempengaruhi perilaku bawahan agar mau bekerja sama dan bekerja secara produktif untuk mencapai tujuan organisasi. Dukungan pimpinan adalah kebijakan yang diberikan pihak rumah sakit terhadap perawat untuk melanjutkan pendidikan tinggi keperawatan. Pimpinan merupakan pendukung utama dalam membantu perawat untuk mencapai target jangka panjang. Pimpinan yang tidak mendukung perawat untuk melanjutkan pendidikan akan menurunkan motivasi perawat untuk menempuh pendidikan berkelanjutan (Nursalam & Efendy. F, 2. Motivasi adalah karakteristik psikologis manusia yang memberi kontribusi pada tingkat komitmen seseorang. Hal ini termasuk faktorfaktor yang menyebabkan, menyalurkan, dan mempertahankan tingkah laku manusia dalam arah tekad tertentu. Motivasi adalah segala sesuatu yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Motivasi adalah perasaan atau pikiran yang mendorong seseorang melakukan pekerjaan atau menjalankan kekuasaan, terutama dalam berperilaku (Nursalam, 2. Moh. Sukriyanto Isa, 2014. Faktor faktor yang Berhubungan dengan Motivasi Perawat Di untuk Melanjutkan Pendidikan ke Jenjang S1 Keperawatan di Rawat Inap RSUD dr. Dunda Kabupaten Gorontalo. Hasil penelitian menujukan dukungan atasan dengan motivasi perawat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S1 keperawatan . < 0,. Berdasarkan hasil penelitian, teori pendukung dan penelitian terkait peneliti berpendapat bahwa kondisi dimana seseorang diberi dorongan sehingga merasa nyaman dan aman secara psikologis. Atasan atau pimpinan adalah cara seorang pemimpin mempengaruhi perilaku bawahan agar mau bekerja sama dan bekerja secara produktif untuk mencapai tujuan KESIMPULAN Penelitian ini dapat disimpulkan, sebagai Distribusi kondisi individu responden banyak yang baik yaitu berjumlah 25 . ,8%) responden. Distribusi harapan responden banyak yang baik yaitu berjumlah 20 . ,6%) Distribusi sosial ekonomi responden banyak yang baik yaitu berjumlah 19 . ,6%) responden. Distribusi pengembangan karir responden banyak yang baik yaitu berjumlah 19 . ,6%) responden. Distribusi dukungan atasan responden banyak yang baik yaitu berjumlah 18 . ,5%) responden. Distribusi motivasi responden banyak yang baik yaitu berjumlah 21 . ,6%) Ada hubungan antara kondisi individu dengan motivasi (P value = 0,. Ada hubungan antara harapan dengan motivasi (P value = 0,. Ada hubungan antara sosial ekonomi dengan motivasi (P value = 0,. Ada hubungan antara pengembangan karir dengan motivasi (P value = 0,. Ada hubungan antara dukungan atasan dengan motivasi (P value = 0,. Saran bagi Puskesmas Lembak dan Puskesmas Gelumbang Muara Enim dan perawat di Puskesmas Lembak dan Gelumbang Muara Enim agar dapat menjadi perawat yang berkualitas dan mempunyai motivasi untuk melanjutkan kuliah. Agar atasan memberikan dukungan kepada bawahan untuk melanjutkan Diharapkan menjadi literatur di Perpustakaan STIK Bina Husada Palembang, untuk menambah wawasan, pengetahuan serta keterampilan dalam menganalisa masalah kesehatan khususnya dalam bidang Manajemen Keperawatan dalam pengembangan Sumber Daya Manusia agar menjadi tenaga yang Diharapkan menjadi sarana untuk menerapkan ilmu yang diperoleh selama mengikuti perkuliahan di Program Studi Ilmu Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Husada Palembang, menambah wawasan, pengetahuan serta keterampilan dalam menganalisa masalah kesehatan khususnya dalam bidang Manajemen Keperawatan dalam memotivasi untuk melanjutkan kuliah. DAFTAR PUSTAKA