AL-ATHFAL STAI MUHAMMADIYAH PROBOLINGGO p-ISSN 2723-245X Vol. No. , p. Available online at https://jurnal. staim-probolinggo. id/Al-Athfal e-ISSN 2723-0813 UPAYA MENINGKATKAN ASPEK MOTORIK KASAR MELALUI KEGIATAN PERMAINAN LOMPAT TALI PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN Winda Roudotul Jannah. Heri Yusuf Muslihin. Anggi Maulana Rizqi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Universitas Pendidikan Indonesia e-mail: windarj123@upi. edu, heriyusuf@upi. https://jurnal. staim-probolinggo. id/Al-Athfal/article/view/960 Abstract: This study aims to improve the gross motor skills of children aged 5Ae6 years through jump rope activities at TK Cahaya Islam. Garut Regency. The method used is Classroom Action Research (CAR) with the Kemmis and McTaggart model, conducted in three cycles. The research subjects were 19 children from group B2. Data were collected through observation and analyzed using descriptive qualitative and quantitative techniques. The results showed that jump rope activities significantly enhanced children's gross motor abilities, especially in terms of balance and agility. Improvements were observed in each cycle, from the initial condition to the third cycle, with the majority of children reaching the "developing as expected" and "very well developed" categories. Therefore, jump rope games are effective strategies to foster gross motor development in early childhood. Keywords: ross motor skills. jump rope game. early childhood ARTICLE HISTORY Received 02 June 2025 Revised 10 July 2025 Accepted 11 July 2025 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar anak usia 5Ae6 tahun melalui kegiatan permainan lompat tali di TK Cahaya Islam. Kabupaten Garut. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang terdiri dari tiga siklus. Subjek penelitian adalah 19 anak kelompok B2. Data dikumpulkan melalui observasi dan dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan lompat tali secara signifikan meningkatkan kemampuan motorik kasar anak, khususnya pada aspek keseimbangan dan kelincahan. Peningkatan terlihat dari setiap siklus yang dilakukan, mulai dari kondisi awal hingga siklus i yang menunjukkan mayoritas anak berada pada kategori berkembang sesuai harapan dan berkembang sangat baik. Dengan demikian, permainan lompat tali efektif digunakan sebagai strategi untuk mengembangkan aspek motorik kasar anak usia dini. Kata kunci: motorik kasar. permainan lompat tali. anak usia Al-athfal. Vol. 06 No. : 355 Winda Roudotul Jannah. Etc. Upaya Meningkatkan Aspek Motorik Kasar Melalui Kegiatan Permainan Lompat Tali Pada Anak Usia 5-6 Tahun INTRODUCTION Pendidikan anak usia dini mencakup upaya stimulasi sejak masa prenatal . alam kandunga. hingga anak berusia enam tahun, guna mendukung perkembangan optimal pada masa golden age. Anak usia dini sering disebut sebagai golden age atau masa keemasan. Hal ini disebabkan karena seluruh aspek perkembangan anak usia dini dapat berkembang secara optimal apabila memperoleh stimulasi yang tepat dari orang tua maupun pendidik. Anak usia dini merupakan anak yang memiliki usia 0-6 tahun dimana anak mengalami pertumbuhan secara pesat. Perkembangan anak usia dini dapat berlangsung secara maksimal apabila mendapatkan rangsangan yang sesuai dari orang tua maupun pendidik. Pada tahap usia ini, setiap stimulasi yang diberikan akan berpengaruh besar terhadap kemajuan perkembangan anak seiring bertambahnya Perkembangan tersebut mencakup berbagai aspek penting, seperti perkembangan bahasa, fisik-motorik, sosial-emosional, kognitif, serta nilai- nilai moral dan keagamaan. Berdasarkan peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan republik indonesia No 137 Tahun 2014 menyatakan bahwa aspek fisik motorik pada anak usia 5-6 Tahun, mencangkup: . Anak mampu melakukan gerakan tubuh secara terkoordinasi untuk melatih kelenturan, keseimbangan dan kelincahan, . Melakukan koordinasi gerakan mata, kaki, tangan, kepala dalam menirukan tarian atau senam, . Melakukan fisik dengan aturan, . terampil menggunakan tangan kanan dan kiri, . Melakukan kegiatan kebersihan diri. Menurut Asmudin . alam Arwih, 2022, hlm. berpendapat bahwa pentingnya perkembangan motorik kasar karena berperan dalam mendukung pertumbuhan fisik anak, membantu meningkatkan kemampuan menjaga keseimbangan tubuh, serta melatih fleksibilitas, kecepatan, dan kelincahan anak. Menurut Hurlock dalam (Beno, 2022, hlm. perkembangan motorik kasar merupakan kemampuan anak dalam melakuka gerakan yang menggunakan otot- otot besar, seperti otot tangan, kaki, dan tubuh bagian tengah. Kemampuan ini di pengaruhi oleh kematangan sistem saraf dan fisik anak. Setiap anak berkembang seusai dengan tahap usia dan stimulasi yang diterima dari lingkungan sekitar. Motorik kasar adalah aktivitas yang melibatkan otot besar, meliputi gerak dasar lokomotor, nonlokomotor dan manipulatif. Menurut Gallahue dan Ozmun dalam (Nisa monicha, 2020, hlm. Motorik kasar adalah kemampuan untuk menggerakkan otot-otot besar dalam tubuh guna melakukan berbagai aktivitas fisik. Kemampuan ini mencakup gerakan lokomotor seperti berlari, melompat, meloncat, dan mendorong, serta keterampilan manipulatif seperti menendang, melempar, melambungkan bola, dan melakukan gerakan menari dengan kedua tangan. Unsur- unsur yang mendukung kemampuan motorik kasar mencakup berbagai aspek gerak tubuh, misalnya dalam koordinasi, keseimbangan, kecepatan, kelincahan, ketangkasan, serta kekuatan fisik. Menurut Yohana (Hartati , 2020, hlm. mengatakan bahwa anak usia 5Ae 6 tahun menunjukkan perkembangan signifikan dalam keterampilan fisik. Pada tahap ini, anak cenderung sangat aktif dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Mereka mulai mampu mengendalikan gerakan tubuhnya dengan lebih baik dan lebih lentur Al-athfal. Vol. 06 No. : 356 Winda Roudotul Jannah. Etc. Upaya Meningkatkan Aspek Motorik Kasar Melalui Kegiatan Permainan Lompat Tali Pada Anak Usia 5-6 Tahun Anak-anak pada usia ini sudah dapat berlari dengan gesit, berjalan mundur dengan jinjit maupun biasa, serta melakukan aktivitas fisik lainnya seperti melompat dan berjalan dengan satu kaki. Gerak dasar motorik kasar menurut bambang sujiono dalam (Rahman, 2020, . perilaku gerak dibagi menjadi 3 kategori diantarannya: . gerak stabilisasi, merupakan gerakan dimana individu yang melakukan gerakan tidak berpindah tempat, . gerak lokomotor, suatu gerakan atau keterampilan yang melibatkan pergerakan tubu dari satu posisi ke posisi lain, . gerak manipulatif, merupakan keterampilan dalam mengontrol dan mengarahkan objek dengan menggunakan anggota tubuh seperti tangan dan kaki. Peningkatan motorik kasar dapat di tingkatkan dengan beberapa cara seperti latihan fisik, bermain yang melibatkan anggota tubuh, melakukan permainan yang aktif, dan mengatur lingkungan yang mendukung. Salah satu peningkatan motorik kasar yaitu dengan permainan lompat tali. Permainan lompat tali adalah salah satu permainan tradisional yang penting untuk dilestarikan, karena dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran yang efektif dalam mendukung perkembangan anak dalam peningkatan aspek motorik kasar (Age, 2019, hlm. Lompat tali adalah aktivitas fisik yang melibatkan gerakan tubuh dengan menggunakan tali sebagai Gerakan ini dilakukan dengan cara melompat dari satu titik ke titik lain yang semakin tinggi, biasanya diawali dengan lari kecil menggunakan satu kaki sebagai Saat mendarat, anak menggunakan kaki atau bagian tubuh lainnya dengan menjaga keseimbangan agar tidak terjatuh. Permainan ini melatih koordinasi, kekuatan, serta kemampuan motorik kasar anak (Solehah & Gumiandari, 2023, hlm. Secara umum, aktivitas lompat tali seringkali hanya dipahami sebagai kegiatan anak melompat dengan berbagai variasi ketinggian, namun sebenarnya memiliki manfaat yang lebih luas. pada penelitian (Sidiq, 2022. hlm, . di lembaga tempat peneliti bahwa gerakan lompat tali dibuat berbeda-beda sehingga anak merasa senang dan antusias bermain. Permainan tradisional lompat tali simseu adalah permainan yang dilakukan dengan cara melilitkan karet di kaki lalu dilepaskan lilitan karet tersebut dengan cara melompat, pemain harus melakukan gerakan melompat dan melepaskan lilitan karet dengan cara yang telah disepakati (Nurrohman, 2015. Berdasarkan hasil observasi pertama pada tanggal 14 Maret 2025 di kelombok B2 TK Cahaya Islam dengan jumlah orang 19 orang. Ditemukan masalah tentang kemampuan motorik kasar khususnya komponen kelincahan dan keseimbangan pada anak. Masalah tersebut ditemukan ketika melakukan kegiatan permainan dengan gerakan melompat dari satu ubin ke ubin dua kurangnya keseimbangan saat mendarat, pada permasalahan komponen kelincahan adanya masalah ketika melakukan berlari zigzag. Pada permainan tersebut anak kurang baik dalam melakukan lompatan, bahkan anak masih dibantu oleh guru. Tumpuan kaki yang tidak kuat dan kurangnya keseimbangan setelah melakukan lompatan. Berdasarkan masalah yang telah ditemukan pada saat observasi dan telah Al-athfal. Vol. 06 No. : 357 Winda Roudotul Jannah. Etc. Upaya Meningkatkan Aspek Motorik Kasar Melalui Kegiatan Permainan Lompat Tali Pada Anak Usia 5-6 Tahun dikemukakan di atas, maka dari itu peneliti menentukan cara untuk meningkatkan Kemampuan motorik kasar dapat ditingkatkan melalui penggunaan media atau Dalam hal ini, kegiatan lompat tali dipilih sebagai sarana untuk mengembangkan aspek motorik kasar, khususnya komponen kelincahan dan keseimbangan, pada anak-anak kelompok B di TK Cahaya Islam. Sebelum mengangkat judul tentang upaya meningkatkan kemampuan motorik kasar menggunakan media lompat tali pada anak usia dini, terlebih dahulu peneliti melakukan tinjauan atau telaah pustaka pada beberapa penelitian Ada beberapa penelitian yang terkait dengan penelitian ini, di antaranya: Sopiyanti melakukan penelitian yang berjudul AuUpaya Meningkatkan Kemampuan Motorik kasar Melalui Kegiatan Melompat Dengan Menggunakan Media Tali Karet Gelang Pada Kelompok A Di TK Pertiwi Dahlia Desa Sambirejo Kecamatan Gabus Kabupaten Pati Semester 1 Tahun Pelajaran 2019/2020Ay. Penelitian ini menunjukan bahwa kegiatan lompat tali karet gelang dapat meningkatkan secara signifikan aspek motorik kasar anak, terutama dalam aspek kekuatan dan keseimbangan. Hasil dari siklus I dan II menunjukan peningkatan yang jelas dalam presentase anak yang berada pada kriteria baik, dari 71% menjadi 93% (Sopiyati, 2021, hlm. RESEARCH METHODS Jenis penelitian yang digunakan dalam studi ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang berasal dari istilah dalam bahasa Inggris Classroom Action Research. Penelitian ini dilaksanakan di dalam lingkungan kelas guna mengevaluasi pengaruh suatu tindakan terhadap subjek yang terlibat dalam proses pembelajaran. Menurut (Purwanto, 2021, hlm. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau Classroom Action Research merupakan suatu pendekatan yang dilakukan dalam proses pembelajaran di kelas dengan tujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas praktik pembelajaran agar menjadi lebih efektif. Menurut sugioyono dalam (Syahrizal & Nova Liani, 2024. Penelitian Tindakan Kelas dilakukan dengan tujuan untuk mengembangkan dan meningkatkan efektivitas suatu tindakan, sehingga dapat menghasilkan pengetahuan mengenai prosedur pelaksanaan yang berguna dalam mencapai tujuan yang diharapkan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas dengan model kemmis dan Mc Taggart. Model ini di adopsi dari model Kurt Lewin yang memperkenalkan empat tahap dalam pelaksanaan metode penelitian tindakan, yaitu: Tindakan . , pengamatan . , dan Refleksi . Penelitian ini dilaksanakan di TK Cahaya Islam, yang beralamat di Kp. Cigedug Tonggoh. Rt. Rw. Kecamatan Cigedug Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat. TK Cahaya Islam adalah sebuah sekolah TK swasta yang berdiri tanggal 14 Juli 2012 yang dianguni oleh Yayasan Cahaya Islam. Subjek dalam penelitian ini adalah anak anak kelompok B2 (Usia 5-6 Tahu. TK Cahaya Islam. Jumlah anak 19 orang, yang terdiri dari 13 anak perempuan dan 6 anak laki laki. Teknik analisis data adalah cara yang digunakan dalam proses analisis data. Al-athfal. Vol. 06 No. : 358 Winda Roudotul Jannah. Etc. Upaya Meningkatkan Aspek Motorik Kasar Melalui Kegiatan Permainan Lompat Tali Pada Anak Usia 5-6 Tahun teknik analisis data merupakan kegiatan pemeriksaan dan menganalisis terhadap instrumen penelitian yang digunakan seperti data dari angket/kuosioner dokumen, catatan, dan rekaman di dalam suatu penelitian (Utomo , 2024, hlm. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif. Analisis kualitatif dilakukan melalui interaksi yang mencakup penyajian data dan penarikan kesimpulan. Selain itu, data hasil observasi terhadap kemampuan guru dan anak pada setiap siklus dianalisis menggunakan pendekatan statistik deskriptif. Pengolahan data dalam penelitian ini berupa data kuantitatif. Teknik analisis data kuantitatif merupakan data yang diperoleh berupa angka-angka untuk mengetahui presentase kemampuan anak (Ungusari, 2015, hlm. Untuk analisis kuantitatif menggunakan rumus : Menghitung nilai rata-rata kelas Dalam menghitung nilai rata-rata kelas dilakukan melalui rumus berikut. M= OcX y 100 Keterangan: : Rata-rata (Mea. OcX : Jumlah nilai yang diperoleh oleh anak : banyaknya subjek . Menghitung presentase ketuntasan belajar Rumus yang digunakan untuk mencari presentase dalam penelitian ini menurut data yang berhasil dikumpulkan oleh peneliti dianalisis untuk mengetahui target pencapaian pembelajaran dengan rumus: P = skor keseluruhan yang diperoleh/skor maksimal X 100% RESULTS AND DISCUSSION Berdasarkan observasi yang dilakukan peneliti pada tanggal 14 maret 2025 kondisi awal kemampuan motorik kasar anak pada kelompok B2 di TK Cahaya Islam masih rendah. Hal ini terlihat anak mengalami kesulitan pada kemampuan motorik kasarnya terutama pada komponen keseimbangan dan kelincahan. Maka dari itu peneliti menetukan cara untuk meningkatkan motorik kasar dengan cara permainan lompat tali. Dari hasil pertemuan dengan guru kelompok B2 di TK Cahaya Islam memeberi informasi berupa tahap-tahap pelaksanaan kegiatan dan hasil yang di inginkan dari pelaksanaan tersebut. Selain itu peneliti berkolaborasi dengan guru B2 dalam kegiatan tersebut. Rancangan kegiatan penelitian disusun yautu rencana program pembelajaran harian (RPPH) yang akan digunakan pada saat kegiatan, sekaligus merancang waktu pelaksanaan dan jumlah anak didik yang akan digunakan pada saat tindakan penelitian tentunya dengan media lompat tali. Al-athfal. Vol. 06 No. : 359 Winda Roudotul Jannah. Etc. Upaya Meningkatkan Aspek Motorik Kasar Melalui Kegiatan Permainan Lompat Tali Pada Anak Usia 5-6 Tahun Persiapan yang telah dilakukan selama kegiatan observasi diperoleh gambaran mengenai proses pembelajaran di TK Cahaya Islam pada kelompok B2, bahwa kemampuan motorik kasar anak masoh rendah khusunya pada komponen keseimbangan dan kelincahan. Pada pelaksanaan pratindakan dibuktikan dari indikator keseimbangan dalam keterampilan mendarat dengan satu kaki didapatkan hasil dari keseluruhan 19 orang anak, terdapat 17 orang anak belum berkembang (BB), kemudian pada indikator mendarat dengan dua kaki terdapat 13 anak belum berkembang (BB), dan 4 orang anak mulai berkembang (MB). Kemudian pada indikator mempertahankan diri setelah melakukan lompatan tanpa terjatuh terdapat 7 orang anak belum berkembang (BB) dan 10 orang mulai berkembang (MB). Pada indikator kelincahan dalam keterampilan melakukan gerakan dengan lincah terdapat 15 anak belum berkembang (BB), dan 2 orang anak mulai berkembang (MB). Pada keterampilan mampu mengubah posisi gerakan tubuh secara cepat seperti gerakan ke depan, ke belakang, ke samping, terdapat 12 orang anak belum berkembang (BB) dan 5 orang anak mulai berkembang (MB). Dari 19 orang anak dua orang anak yang tidak hadir. Merujuk uraian diatas dapat diketahui bahwa presentase masih cukup rendah. Kondisi tersebut dapat menjadi landasan untuk melakukan penelitian mengenai peningkatan keterampilan motorik kasar anak usia dini melalui media lompat tali. Siklus I dilaksanakan pada tanggal 22 April 2025 menunjukan peningkatan kemampuan anak baik sesuai yang telah direncanakan. Kegiatan observasi yang dilakukan adalah unutk meningkatkan kemampuan motorik kasar terutama komponen fisik motorik keseimbangan dan kelincahan melalui kegiatan lompat tali. Berdasarkan hasil aktivitas siklus I pada indikator keseimbangan dalam keterampilan mendarat dengan satu kaki didapatkan hasil dari keseluruhan 19 orang anak, terdapat 1 orang anak belum berkembang (BB), 7 orang anak mulai berkembang (MB), dan 7 orang anak berkembang sesuai harapan (BSH). pada indikator mendarat dengan dua kaki terdapat 4 orang anak mulai berkembang (MB), 9 orang anak berkembang sesuai harapan (BSH), dan 2 orang anak berkembangang sangat baik (BSB). Kemudian pada indikator mempertahankan diri setelah melakukan lompatan tanpa terjatuh terdapat 7 orang anak belum mulai berkembang (MB), 7 orang anak berkembang sesuai harapan (BSH), dan 1 orang anak berkembang sangat baik (BSB). Pada indikator kelincahan dalam keterampilan melakukan gerakan dengan lincah terdapat 1 anak belum berkembang (BB), 9 orang anak mulai berkembang (MB), dan 5 orang anak berkembang sesuai harapan (BSH). Pada keterampilan mampu mengubah posisi gerakan tubuh secara cepat seperti gerakan ke depan, ke belakang, ke samping, terdapat 1 orang anak belum berkembang (BB), 11 orang anak mulai berkembang (MB), dan 3 orang anak berkembang sesuai harapan. Dari 19 orang anak 4 orang anak yang tidak hadir. Berdasarkan hasil aktivitas siklus 1 sudah lancar dan terorganisisr tetapi belum berkembang secara optimal, maka hal ini menjadi bahan refleksi untuk siklus 2. kekurangan pada siklus 1 berdasarkan hasil observasi aktivitas peneliti akan di perbaiki pada siklus 2. Berdasarkan hasil aktivitas siklus II pada indikator Al-athfal. Vol. 06 No. : 360 Winda Roudotul Jannah. Etc. Upaya Meningkatkan Aspek Motorik Kasar Melalui Kegiatan Permainan Lompat Tali Pada Anak Usia 5-6 Tahun keseimbangan dalam keterampilan mendarat dengan satu kaki didapatkan hasil dari keseluruhan 19 orang anak, terdapat 1 orang anak belum berkembang (BB), 2 orang anak mulai berkembang (MB), 12 orang anak berkembang sesuai harapan (BSH), dan 2 orang anak berkembang sangat baik (BSB). kemudian pada indikator mendarat dengan dua kaki terdapat 3 orang anak mulai berkembang (MB), 6 orang anak berkembang sesuai harapan (BSH),8 orang anak berkembangang sangat baik (BSB). Kemudian pada indikator mempertahankan diri setelah melakukan lompatan tanpa terjatuh terdapat 2 orang anak belum mulai berkembang (MB), 7 orang anak berkembang sesuai harapan (BSH), dan 8 orang anak berkembang sangat baik (BSB). Pada indikator kelincahan dalam keterampilan melakukan gerakan dengan lincah terdapat 1 orang anak mulai berkembang (MB), 8 orang anak berkembang sesuai harapan (BSH) dan 8 orang berkembang sangat baik (BSB). Pada keterampilan mampu mengubah posisi gerakan tubuh secara cepat seperti gerakan ke depan, ke belakang, ke samping, terdapat 1 orang anak mulai berkembang (MB),5 orang anak berkembang sesuai harapan (BSH), dan 11 orang anak berkembang sangat baik (BSB). Dari 19 orang anak 2 orang anak yang tidak hadir. Dari hasil observasi pada siklus II terjadi peningkatan untuk pencapaian anak untuk setiap indikatornya. Namun untuk mencapai kriteria ketuntasannya minimal semua indikator belum ada yang mencapai. Diharapkan pada siklus i semua indikator mencapai ketuntasan minimal. Berdasarkan hasil aktivitas siklus i pada indikator keseimbangan dalam keterampilan mendarat dengan satu kaki didapatkan hasil dari keseluruhan 19 orang anak, terdapat 3 orang anak berkembang sesuai harapan (BSH), dan 15 orang anak berkembang sangat baik (BSB). kemudian pada indikator mendarat dengan dua kaki terdapat 1 orang anak mulai berkembang (MB), 17 orang anak berkembang sesuai harapan (BSH),8 orang anak berkembangang sangat baik (BSB). Kemudian pada indikator mempertahankan diri setelah melakukan lompatan tanpa terjatuh terdapat 1 orang anak berkembang sesuai harapan (BSH), dan 17 orang anak berkembang sangat baik (BSB). Pada indikator kelincahan dalam keterampilan melakukan gerakan dengan lincah terdapat 1 orang anak berkembang sesuai harapan (BSH) dan 17 orang berkembang sangat baik (BSB). Pada keterampilan mampu mengubah posisi gerakan tubuh secara cepat seperti gerakan ke depan, ke belakang, ke samping, terdapat 3 orang anak berkembang sesuai harapan (BSH), dan 15 orang anak berkembang sangat baik (BSB). Dari 19 orang anak satu orang anak yang tidak hadir. Al-athfal. Vol. 06 No. : 361 Winda Roudotul Jannah. Etc. Upaya Meningkatkan Aspek Motorik Kasar Melalui Kegiatan Permainan Lompat Tali Pada Anak Usia 5-6 Tahun Gambar 3. Pelaksanaan kegiatan lompat tali siklus i CONCLUSION Peningkatan kemampuan motorik kasar melalui permainan lompat tali pada anak usia 5-6 Tahun di TK Cahaya Islam mengalami peningkatan dari pra tindakan hingga siklus i. Pada kemampuan motorik kasar pe neliti mengambil dua indikator yaitu keseimbangan dan kelincahan. Pada indikator keseimbangan pra tindakan me mperole h nilai presentase 32% de ngan kriteria mulai berkembang, kemudian meningkat pada siklus I menjadi pre sentase 52% dengan kriteria berkembang sesuai harapan, pada siklus II meningkat dnegan presentase 70% namun belum berke mbang secara signifikan dan di tingkatkan lagi ke siklus i me mpe roleh presentae 97% dengan kriteria berkembang snagat baik. Pada indikator kelincahan pra tindakan memperoleh presentase 28% dengan kriteria mulai berkembang, pada siklus I meningkat me mperole h pre sentae 44%, pada siklus II memperoleh presentase 78% namun peningkatan belum optimal dan ditingkatkan lagi ke siklus i me mpe role h presentase 92%. Peningkatan pada kegiatan lompat tali dari pra tindakan sampai siklus i me mpe role h peningkatan pada indikator keseimbangan sebesar 65%, dan indikator kelincahan mempe role h peningkatan sebesar 64%. Maka dari itu hasil yang diperoleh menjadi bukti adanya peningkatan kemampuan motorik kasar melalui kegiatan lompat tali di TK Cahaya Islam Kabupaten Garut. REFERENCES