MANAJEMEN KEDISIPLINAN SISWA DI SD IT NUR HIDAYAH Titis Sukmawati, *Choirun Nisa. Mardiyah Umi. Sofia Amalia. Abel Akmalia Universitas Muhammadiyah Surakarta. Indonesia *Email: cs609@ums. Abstract: School discipline creates a conducive and effective learning atmosphere therefore all students must adhere to the rules with great discipline so that the teaching and learning process runs smoothly. However, in fact, many students ignore the rules and regulations in the school environment. This study aims to describe: . planning discipline among students of SD IT Nur Hidayah, . organizing student discipline at SD IT Nur Hidayah, . implementing student discipline at SD IT Nur Hidayah, . supervising student discipline at SD IT Nuur Hidayah, and . monitoring and evaluating student discipline at SD IT Nur Hidayah. The approach used in this research is descriptive qualitative, because the data collected and analyzed are qualitative. The results of the study show that the success of enforcing student discipline at SD IT Nur Hidayath is highly dependent on the integration of five managerial aspects, namely planning, organizing, implementing, supervising, and monitoring and evaluating. With the involvement of all parties and integrated management. SD IT Nur Hidayah Surakarta has succeeded in creating a conducive educational environment in shaping students' disciplinary character, responsibility, and spirituality ARTICLE HISTORY Received June 2025 Revised July 2025 Accepted July 2025 KEYWORDS Management. Discipline. Student. Elementary School KEYWORDS Manajemen. Disiplin. Siswa. Sekolah Dasar Abstrak: Disiplin sekolah menciptakan suasana belajar yang kondusif dan efektif karena itu semua siswa harus mematuhi tata tertib dengan sangat disiplin agar proses belajar mengajar berjalan lancar. Namun, faktanya, banyak siswa yang mengabaikan aturan dan aturan yang ada di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan: . disiplin perencanaan di kalangan siswa SD IT Nur Hidayah, . pengaturan disiplin siswa di SD IT Nur Hidayah, . implementasi disiplin siswa di SD IT Nur Hidayah, . pengawasan disiplin siswa di SD IT Nuur Hidayah, dan . pemantauan serta evaluasi disiplin siswa di SD IT Nur Hidayah. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, karena data yang dikumpulkan dan analisisnya bersifat Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan penegakan disiplin siswa SD IT Nur Hidayath sangat bergantung pada keterpaduan lima aspek manajerial, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, serta monitoring dan evaluasi. Keterlibatan semua pihak dan manajemen yang terpadu. SD IT Nur Hidayah Surakarta berhasil menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif dalam membentuk karakter disiplin, tanggung jawab, dan spiritualitas siswa secara holistik. PENDAHULUAN Pendidikan memegang peranan penting dalam kehidupan, terutama di era modern saat ini yang ditandai oleh pesatnya perkembangan teknologi. Setiap aspek kehidupan, termasuk pendidikan, dituntut untuk beradaptasi secara cepat dan optimal. Oleh karena itu, peningkatan mutu pendidikan menjadi hal yang sangat diperlukan. Kualitas sumber daya manusia yang unggul hanya dapat dicapai melalui pendidikan yang berkualitas, dan hal ini secara langsung berkontribusi terhadap kemajuan AL IBTIDAIYAH. Vol. No. 02, . suatu bangsa. Maka dari itu, pembinaan dan pengembangan pendidikan perlu dimulai sejak jenjang pendidikan dasar. Merujuk pada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Bab I Pasal 1 Ayat . , pendidikan diartikan sebagai suatu usaha yang dilakukan secara sadar dan terencana untuk menciptakan suasana belajar serta proses pembelajaran yang memungkinkan peserta didik mengembangkan potensi dirinya secara aktif, sehingga memiliki kekuatan spiritual, kemampuan pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak yang baik, dan keterampilan yang dibutuhkan bagi dirinya, masyarakat, serta negara. Selanjutnya, pada Pasal 3 dijelaskan bahwa pendidikan nasional memiliki fungsi dalam mengembangkan kemampuan serta membentuk watak dan peradaban bangsa. Tujuan akhirnya adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi individu yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat jasmani dan rohani, kompeten, kreatif, mandiri, serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab. Pendidikan memberikan dampak langsung terhadap berbagai dimensi kehidupan manusia. Oleh sebab itu, pendidikan berperan penting dalam membentuk pertumbuhan individu serta keseluruhan aspek kepribadiannya. Gunarsa, sebagaimana dikutip dalam (Partiyem, 2. , mengemukakan bahwa pendekatan pendidikan di masa lalu cenderung dilakukan dengan cara disiplin yang ketat bahkan disertai kekerasan. Namun, dalam konteks saat ini, meskipun disiplin tetap menjadi unsur penting dalam pendidikan, pendekatannya lebih menekankan pada pemberian nasihat atau pembinaan yang bersifat mendidik tanpa kekerasan. Sebagai lembaga pendidikan, sekolah bertanggung jawab untuk melanjutkan, melengkapi, dan mengembangkan pendidikan yang telah diberikan oleh keluarga sebelumnya. Sekolah memegang peran penting dalam upaya pemerintah untuk memajukan pendidikan di Indonesia untuk menghasilkan individu yang berkualitas tinggi yang siap menghadapi tuntutan kemajuan zaman (Ardiwansyah et al. , 2023. Kusumawati et al. , 2023. Sanga & Wangdra, 2023. Robi'ah & Prihantini. Terminanto et al. , 2. Sekolah harus dapat mengubah input menjadi output secara berkesinambungan untuk mencapai tujuan pendidikan. Sikap disiplin tidak hanya diberikan setelah anak masuk sekolah atau setelah masa remaja, tetapi harus sudah dilatih sejak anak baru lahir ke dunia ini (Susanto, 2021. Rimm, 2003. Fitria, 2016. Kurniawan, 2018. Fatmawati & Sholikin, 2019. Sidjabat, 2. Anak-anak membutuhkan kontak dengan orang dewasa sejak dilahirkan dan membutuhkan kasih sayang dari orang dewasa. Orang tua dapat memulai mengajarkan disiplin dengan memberi tahu anak-anak apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan, serta nilai-nilai moral. Selain itu, pendidikan disiplin tidak hanya dilakukan ketika anak berperilaku tidak baik atau tidak memenuhi harapan orang tua. Meskipun tidak selalu, perilaku yang diinginkan harus mendapatkan pengakuan, persetujuan, atau penghargaan. Jika anak dididik untuk berdisiplin sejak bayi, dia akan memiliki disiplin diri yang cukup saat remaja dan mampu menahan godaan dari teman dan lingkungannya. Sekolah adalah lembaga formal yang memfasilitasi pendidikan. Disiplin sekolah sangat membantu menciptakan suasana belajar yang kondusif dan efektif karena itu semua siswa harus mematuhi tata tertib dengan sangat disiplin agar proses belajar mengajar berjalan lancar. Namun, faktanya, banyak siswa yang mengabaikan aturan dan aturan yang ada di lingkungan sekolah. Disiplin sekolah adalah disiplin yang dilakukan oleh siswa selama kegiatan mereka di sekolah (Fawaid, 2017. Sobri et al. , 2019. Sugiana & Sofyan, 2019. Faiz et al. , 2021. Shinta & Ain, 2. AL IBTIDAIYAH. Vol. No. 02, . Disiplin adalah sesuatu yang ada di dalam hati dan jiwa seseorang yang mendorong mereka untuk melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu sesuai dengan peraturan dan norma yang berlaku. Untuk memahami disiplin sekolah, hal pertama yang harus kita lakukan adalah memahami apa itu Beberapa contoh pelanggaran disiplin siswa termasuk datang ke sekolah terlambat, tidak mengerjakan PR di rumah melainkan di sekolah, dan tidak memakai seragam sekolah sesuai peraturan. Oleh karena itu, sekolah harus meningkatkan perhatian mereka terhadap disiplin yang berlaku di Hal itu bertujuan agar siswa tidak meremehkan peraturan yang dibuat. Karena disiplin adalah salah satu faktor penting dalam mencapai kesuksesan. Dengan kita menjunjung tinggi disiplin maka akan terbentuk pribadi yang kuat dan dihargai oleh orang lain. Menurut Umedi sebagaimana dikutip dalam Partiyem . , peningkatan mutu pendidikan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia. Oleh karena itu, pendidikan diharapkan mampu menghasilkan individu yang kompetitif di tingkat global. Dalam konteks ini, seluruh elemen yang terlibat, termasuk siswa, guru, kepala sekolah, institusi pendidikan, birokrat atau pembuat kebijakan, orang tua, serta masyarakat secara umum memiliki peran penting dan harus berkontribusi aktif dalam proses peningkatan tersebut. Berbagai studi mengenai sekolah yang berhasil menunjukkan bahwa kepala sekolah memiliki peran sentral dalam menentukan arah kebijakan dan suasana lingkungan belajar. Oleh karena itu, keberhasilan sebuah institusi pendidikan sering kali dikaitkan dengan efektivitas kepemimpinan di Kepala sekolah yang efektif dicirikan sebagai sosok yang memiliki ekspektasi tinggi terhadap kinerja staf dan siswa, memahami tugas dan tanggung jawabnya dengan baik, serta mampu menciptakan iklim sekolah yang kondusif untuk proses belajar-mengajar. Penelitian ini memilih SD IT Nur Hidayah Surakarta sebagai objek kajian karena sekolah ini dikenal sebagai salah satu sekolah dasar unggulan di Kota Surakarta. Peneliti tertarik untuk mengkaji bagaimana praktik manajerial yang diterapkan oleh kepala sekolah dapat membentuk disiplin siswa yang efektif. Diharapkan, pendekatan yang digunakan oleh SD IT Nur Hidayah dapat menjadi model bagi sekolah dasar lain dalam menciptakan kedisiplinan yang positif di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk: . Mendeskripsikan perencanaan disiplin siswa di SD IT Nur Hidayah Surakarta. Mendeskripsikan pengorganisasian disiplin siswa di SD IT Nur Hidayah Surakarta. Mendeskripsikan penerapan atau pelaksanaan disiplin siswa di SD IT Nur Hidayah Surakarta. Mendeskripsikan pengawasan disiplin siswa di SD IT Nur Hidayah Surakarta. Mendeskripsikan monitoring dan evaluasi disiplin. METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, karena data yang terkumpul dan analisisnya lebih bersifat kualitatif. Menurut Yaniawati . pendekatan kualitatif yaitu penelitian yang diarahkan untuk pencapaian tujuan memperoleh penjelasan secara mendalam atas penerapan sebuah teori. Penelitian kualitatif memiliki karakteristik analisis tekstual atau dalam pandangan (Creswell, 2. penelitian kualitatif merupakan penelitian interpretatif, yang di dalamnya peneliti terlibat dalam pengalaman yang berkelanjutan dan terus menerus dengan para partisipan. Adapun metode dalam penelitian ini adalah deskriptif analisis. Metode ini menurut (Sugiyono, 2. dilakukan dengan cara mendeskripsikan kata-kata yang kemudian disusul dengan analisis dan pada umumnya untuk memaknai data yang berupa teks atau gambar. Berdasarkan berbagai pendapat yang telah dikemukakan, penelitian dan observasi ini AL IBTIDAIYAH. Vol. No. 02, . dilaksanakan untuk memperoleh informasi mengenai bagaimana rencana pengembangan di SD IT Nur Hidayah dirancang. Informasi tersebut dikumpulkan secara langsung dari para pemangku kepentingan . yang terlibat di sekolah tersebut. Pemilihan metode penelitian ini didasarkan pada beberapa pertimbangan: . metode ini sesuai dengan karakteristik penelitian yang bersifat kualitatif deskriptif, . pendekatan ini mengharuskan peneliti untuk terlibat langsung di lapangan guna memperoleh data yang autentik, dan . metode ini memungkinkan peneliti untuk menggambarkan fenomena yang diamati secara utuh dan apa adanya, sesuai dengan kondisi di lapangan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, yakni dengan melakukan interaksi langsung bersama warga sekolah, seperti kepala sekolah, guru mata pelajaran, dan siswa. Sebelum proses wawancara dilaksanakan, peneliti terlebih dahulu melakukan observasi langsung di lokasi penelitian. Observasi ini bertujuan untuk melengkapi data yang diperlukan serta memperoleh gambaran faktual mengenai kondisi aktual subjek penelitian di SD IT Nur Hidayah. Tahap selanjutnya setelah data diperoleh adalah proses analisis data. Proses ini terdiri dari tiga tahapan yang berlangsung secara simultan, yaitu reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan atau verifikasi. Dalam konteks penelitian ini, analisis data dilakukan dengan menggunakan model interaktif atau teknik analisis induktif, yang mencakup: . pengumpulan data, . reduksi data, . penyajian data, dan . penarikan kesimpulan. HASIL DAN PEMBAHASAN Perencanaan Disiplin Siswa di SD IT Nur Hidayah Surakarta Perencanaan program kedisiplinan siswa, pola pengaturan kedisiplinan siswa, cara penanggulangan masalah disiplin, dan hasil kedisiplinan siswa di SD IT Nur Hidayah Surakarta. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perencanaan program kedisiplinan siswa harus melibatkan seluruh pemangku kepentingan di sekolah untuk mengatasi kendala-kendala yang mungkin muncul dalam Proses perencanaan dilakukan melalui rapat koordinasi rutin yang dilaksanakan pada awal tahun ajaran serta evaluasi berkala setiap semester. Kepala Sekolah SD IT Nur Hidayah, "Kami selalu memulai dengan musyawarah bersama seluruh guru dan wali kelas untuk memetakan permasalahan disiplin yang ada, lalu menyusun langkah pencegahan dan penanganannya. Keterlibatan guru dan orang tua menjadi kunci keberhasilan. Dalam penyusunan program, sekolah mengacu pada dokumen formal seperti: . Peraturan tata tertib siswa, yang mencakup aspek sikap, kehadiran, berpakaian, dan interaksi sosial. SOP (Standar Operasional Prosedu. penanganan pelanggaran disiplin, yang memberikan alur tindak lanjut pelanggaran, mulai dari teguran lisan hingga pemanggilan orang tua. Buku panduan pendidikan karakter islami, yang disusun oleh tim guru dan digunakan sebagai referensi dalam membentuk kedisiplinan berbasis nilai-nilai keislaman. Langkah-langkah perencanaan program kedisiplinan meliputi: . Identifikasi masalah disiplin melalui survei internal, laporan guru, serta refleksi kegiatan tahun sebelumnya. Musyawarah guru dan staf dalam rapat awal tahun untuk menyepakati target dan metode pendekatan kedisiplinan. Koordinasi dengan komite sekolah dan perwakilan orang tua untuk mendapatkan masukan dan dukungan dalam pelaksanaan. Penetapan kebijakan dan SOP oleh kepala sekolah, kemudian disosialisasikan kepada siswa dan orang tua melalui forum pertemuan wali murid. Pola kedisiplinan di SD IT Nur Hidayah menekankan pada pendekatan preventif dan edukatif, bukan semata-mata hukuman. Guru bertindak sebagai pembimbing, bukan hanya pengawas. AL IBTIDAIYAH. Vol. No. 02, . Penegakan aturan dilakukan secara konsisten, disertai dengan pemantauan harian oleh wali kelas. Apabila terjadi pelanggaran, guru akan: Memberikan peringatan dan bimbingan pribadi. Melibatkan guru BK (Bimbingan Konselin. untuk siswa yang berulang kali melanggar. Mengadakan pertemuan dengan orang tua siswa. Menyusun rencana perbaikan perilaku . ehavioral contrac. yang disepakati oleh siswa, guru, dan orang tua. Penerapan program yang konsisten dan partisipatif menunjukkan hasil positif, di antaranya: peningkatan kehadiran dan ketepatan waktu siswa, menurunnya jumlah pelanggaran disiplin berat, tumbuhnya kesadaran internal siswa terhadap tanggung jawab dan etika. Dengan dukungan seluruh elemen sekolah. SD IT Nur Hidayah berhasil menciptakan lingkungan yang kondusif bagi perkembangan akademis dan karakter siswa Pengorganisasian Disiplin Siswa di SD IT Nur Hidayah Surakarta Pengorganisasian disiplin di lingkungan sekolah merupakan langkah strategis yang bertujuan untuk menyosialisasikan hasil penyusunan tata tertib yang telah disepakati bersama seluruh elemen Tujuan utama dari proses ini adalah memastikan bahwa seluruh warga sekolahAiterutama siswa dan orang tuaAimemahami secara menyeluruh aturan-aturan yang berlaku serta pentingnya menaati peraturan yang ditetapkan. Dalam pengorganisasian ini, sekolah tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai fasilitator dalam membentuk rasa tanggung jawab di kalangan warga sekolah dan menjalin keterlibatan aktif dari orang tua agar implementasi disiplin berjalan optimal. Selain penyampaian informasi, pengorganisasian disiplin juga mencakup proses internalisasi nilai-nilai kedisiplinan kepada seluruh komponen sekolah. Guru, tenaga kependidikan, dan siswa diberikan pemahaman yang komprehensif mengenai peran tata tertib dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, tertib, dan nyaman. Penjelasan tentang konsekuensi dari pelanggaran aturan serta manfaat kepatuhan terhadap tata tertib menjadi bagian penting dalam pembentukan budaya disiplin yang dihargai bersama. Keterlibatan orang tua dalam pengorganisasian disiplin menjadi elemen kunci yang tidak dapat diabaikan. Sekolah perlu menyediakan ruang komunikasi dan kerja sama yang efektif antara guru dan orang tua, sehingga pihak keluarga dapat turut memperkuat pelaksanaan disiplin di lingkungan rumah. Melalui sinergi antara sekolah dan keluarga, penerapan aturan yang telah disepakati dapat berlangsung secara konsisten dan berkelanjutan, mendukung perkembangan karakter siswa yang disiplin dan bertanggung jawab. Struktur organisasi yang menangani kedisiplinan di SD IT Nur Hidayah terdiri atas beberapa komponen utama, yaitu Kepala Sekolah selaku penanggung jawab tertinggi. Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan sebagai koordinator pelaksanaan. Guru Bimbingan dan Konseling (BK) yang berperan dalam pembinaan karakter dan konseling siswa, serta Guru Piket harian yang mengawasi langsung perilaku siswa di lingkungan sekolah. Seluruh tim bekerja secara terkoordinasi untuk memastikan proses penegakan disiplin berjalan efektif dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Alur komunikasi mengenai kedisiplinan dimulai dari penyampaian informasi langsung kepada siswa melalui berbagai media seperti upacara bendera, pengumuman di kelas, dan pengarahan rutin oleh wali kelas. Sementara itu, kepada orang tua, informasi disampaikan melalui forum pertemuan wali murid di awal tahun pelajaran, distribusi Buku Panduan Tata Tertib, serta pemanfaatan media komunikasi digital seperti grup WhatsApp. Jika terjadi pelanggaran, pihak sekolah akan menghubungi orang tua secara resmi melalui surat pemberitahuan atau panggilan langsung untuk mendiskusikan AL IBTIDAIYAH. Vol. No. 02, . langkah-langkah tindak lanjut. Beberapa contoh konkret dari kegiatan pengorganisasian disiplin yang dilakukan di SD IT Nur Hidayah antara lain meliputi penyusunan dan pencetakan Buku Tata Tertib Siswa, pemasangan media visual seperti poster dan spanduk yang memuat nilai-nilai kedisiplinan di berbagai sudut sekolah, serta pelaksanaan kegiatan Parenting Day, yang menjadi forum diskusi terbuka antara guru dan orang tua mengenai pembinaan karakter serta strategi penegakan disiplin yang efektif. Penerapan atau Pelaksanaan Disiplin Siswa di SD IT Nur Hidayah Surakarta Disiplin dapat diartikan sebagai kemampuan seseorang dalam mengendalikan diri terhadap aturan yang berlaku. Individu yang menunjukkan sikap disiplin umumnya dicirikan oleh kepatuhan terhadap peraturan, kehadiran tepat waktu, serta perilaku yang selaras dengan norma-norma sosial dan kelembagaan. Sebaliknya, perilaku tidak disiplin terlihat pada mereka yang cenderung melanggar ketentuan yang ditetapkan, baik oleh lembaga pemerintah, masyarakat, maupun institusi pendidikan. Dalam konteks pendidikan, bimbingan terhadap peserta didik memainkan peran penting dalam menumbuhkan kedisiplinan. Melalui bimbingan yang tepat, anak diberikan arahan dan dorongan positif agar pertumbuhan dan perkembangan . sikis maupun fisi. dapat berlangsung secara optimal. Penting pula bahwa bentuk disiplin yang diajarkan disesuaikan dengan tahap perkembangan anak. Penanaman nilai disiplin sangat krusial diterapkan pada jenjang Sekolah Dasar (SD), khususnya pada kelas-kelas awal. Hal ini dikarenakan usia anak pada tingkat ini berada pada fase pembentukan karakter yang fundamental, yang akan menjadi dasar dalam pengembangan sikap dan perilaku pada jenjang pendidikan berikutnya. Disiplin yang diterapkan sejak dini diharapkan menjadi landasan bagi siswa untuk memegang teguh nilai-nilai karakter sepanjang proses pendidikan mereka. Praktik penerapan disiplin di SD IT Nur Hidayah Surakarta dapat diamati melalui berbagai kegiatan keseharian siswa. Salah satu contohnya adalah ketepatan waktu siswa saat berangkat ke sekolah dengan mengenakan seragam sesuai jadwal yang telah ditentukan. Sekolah juga secara aktif memantau keterlambatan siswa, termasuk keikutsertaan mereka dalam kegiatan upacara setiap hari Senin. Sebelum memulai pembelajaran, siswa diminta untuk berbaris secara tertib dan memasuki kelas dengan rapi. Penempatan tempat duduk dilakukan berdasarkan sistem rotasi yang telah ditentukan oleh wali kelas, yang mencegah potensi konflik serta menciptakan dinamika sosial yang seimbang di antara siswa. Penerapan disiplin juga tercermin dalam kegiatan istirahat, makan siang, dan ibadah . Ketika bel istirahat berbunyi, siswa segera berkumpul untuk makan bersama dalam suasana yang tertib dan penuh tanggung jawab. Setelah makan, siswa membersihkan peralatan makan secara mandiri dan bersiap untuk menjalankan salat Dzuhur berjamaah. Kegiatan religius tersebut diawali dengan wudhu yang dilakukan secara mandiri, dilanjutkan dengan kegiatan One Day One Hadith yang dilaksanakan di tempat duduk masing-masing. Seluruh proses, mulai dari antrian menuju tempat salat hingga pelaksanaan ibadah, berlangsung dalam suasana tertib dan khidmat. Wali kelas setiap hari memilih satu siswa untuk mencatat keikutsertaan teman-temannya dalam ibadah, termasuk aktivitas wudhu, salat, dan dzikir, sebagai bagian dari pembentukan karakter spiritual. Penanaman disiplin di SD IT Nur Hidayah tidak hanya bersifat struktural, tetapi juga dilakukan melalui metode pembiasaan. Guru berperan sebagai teladan dan aktif dalam mengarahkan siswa, termasuk memberikan teguran kepada mereka yang melakukan pelanggaran. Tujuan utamanya adalah agar siswa menyadari kesalahan yang dilakukan dan tidak mengulanginya di kemudian hari. Strategi lain yang diterapkan adalah sistem reward and punishment di mana siswa yang berperilaku AL IBTIDAIYAH. Vol. No. 02, . disiplin akan diberikan apresiasi, sementara yang melakukan pelanggaran diberikan sanksi secara Hukuman bersifat edukatif, dimaksudkan untuk memberikan efek jera dan membentuk kesadaran moral siswa. Namun demikian, pelaksanaan program kedisiplinan belum sepenuhnya berjalan optimal. Masih terdapat sejumlah kecil siswa yang menunjukkan perilaku tidak disiplin meskipun telah dilakukan tindakan korektif oleh pihak sekolah. Beberapa faktor yang memengaruhi perilaku tidak disiplin antara lain berasal dari lingkungan keluarga yang kurang mendukung, pengaruh pergaulan teman sebaya, metode pengajaran guru yang kurang menarik, lemahnya pelaksanaan aturan secara konsisten, serta kurangnya keteladanan dari lingkungan sekitar siswa. Pengawasan Disiplin Siswa di SD IT Nur Hidayah Surakarta Pengawasan terhadap disiplin siswa di SD IT Nur Hidayah Surakarta dilaksanakan secara menyeluruh dan berkelanjutan, dengan melibatkan berbagai elemen di lingkungan sekolah. Tujuan utama dari pengawasan ini adalah untuk memastikan bahwa setiap peserta didik mematuhi tata tertib yang telah ditetapkan serta menumbuhkan sikap disiplin yang berkelanjutan dalam kehidupan seharihari. Pengawasan dilaksanakan melalui kombinasi pendekatan langsung oleh guru di kelas dan di area sekitar sekolah, serta melalui evaluasi rutin yang melibatkan staf dan tenaga kependidikan. Guru dan staf secara berkala mengadakan pertemuan evaluatif guna membahas dan menangani kasus pelanggaran disiplin secara bijak dan proporsional. Dalam rangka meningkatkan efektivitas pengawasan, pihak sekolah juga membangun kemitraan strategis dengan orang tua siswa melalui komunikasi yang intensif dan kolaborasi yang erat. Sinergi ini bertujuan menciptakan ekosistem pendidikan yang mendukung pembentukan karakter disiplin anak secara holistik, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah. Melalui pendekatan tersebut, diharapkan siswa dapat berkembang menjadi individu yang bertanggung jawab, memiliki kedisiplinan yang tinggi, dan mampu mencapai prestasi optimal. Secara teknis, pengawasan dilakukan secara sistematis oleh guru dengan menggunakan berbagai instrumen, seperti buku catatan harian pelanggaran siswa, absensi harian, serta formulir laporan insiden untuk mencatat pelanggaran yang bersifat serius. Data yang dikumpulkan oleh wali kelas tersebut diserahkan secara berkala kepada Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan sebagai bagian dari proses monitoring mingguan. Selain itu, guru piket diberi tanggung jawab melakukan patroli selama waktu istirahat dan menjelang jam pulang, guna menjaga ketertiban di luar ruang kelas. Peran serta orang tua dalam pengawasan disiplin menjadi aspek yang tidak terpisahkan. Sekolah memfasilitasi komunikasi dua arah melalui platform digital seperti grup WhatsApp kelas, komunikasi personal via panggilan langsung, serta pertemuan rutin dalam forum orang tua-guru yang diselenggarakan setiap dua bulan. Forum tersebut menjadi wadah penyampaian informasi terkait perkembangan perilaku siswa dan ruang diskusi bersama untuk mencari solusi terhadap pelanggaran yang berulang. Selain itu, orang tua juga dilibatkan dalam program parenting yang bertujuan memperkuat penerapan nilai-nilai kedisiplinan di lingkungan keluarga. Dari sudut pandang teoretis, pengawasan ini merupakan bagian dari fungsi manajerial dalam sistem pendidikan, yaitu fungsi controlling. Dalam kerangka manajemen sekolah, pengawasan merupakan tindak lanjut dari tahap perencanaan . , pengorganisasian . , dan pelaksanaan . Dengan menerapkan fungsi pengawasan secara konsisten, sekolah dapat mengevaluasi sejauh mana peraturan dilaksanakan sebagaimana mestinya, serta melakukan tindakan korektif apabila ditemukan penyimpangan. AL IBTIDAIYAH. Vol. No. 02, . Meskipun pelaksanaan pengawasan disiplin telah dilakukan secara sistematis, beberapa kendala masih dihadapi. Salah satu tantangan utama adalah keterbatasan jumlah tenaga pendidik dibandingkan dengan jumlah siswa, sehingga pengawasan tidak dapat menjangkau seluruh aktivitas siswa secara menyeluruh. Selain itu, waktu istirahat dan kegiatan di luar kelas sering menjadi celah munculnya pelanggaran disiplin akibat minimnya pengawasan langsung. Beban administratif yang tinggi juga menjadi hambatan tersendiri bagi guru, karena menyulitkan mereka untuk mencatat pelanggaran secara rutin dan rinci. Monitoring dan Evaluasi Disiplin Siswa di SD IT Nur Hidayah Surakarta Monitoring dan evaluasi disiplin siswa di SD IT Nur Hidayah Surakarta dilakukan secara teratur dan menyeluruh untuk memastikan bahwa tata tertib yang telah ditetapkan diterapkan dengan baik dan efektif. Proses ini melibatkan pengamatan langsung oleh guru dan staf sekolah, serta penggunaan sistem pencatatan yang sistematis untuk memantau kepatuhan siswa terhadap aturan. Evaluasi dilakukan melalui rapat berkala yang melibatkan semua pemangku kepentingan, termasuk orang tua, untuk membahas hasil pemantauan dan mengidentifikasi area yang perlu perbaikan. Selain itu, feedback dari siswa juga diambil untuk memahami persepsi mereka terhadap penerapan disiplin di sekolah. Dengan pini. SD IT Nur Hidayah Surakarta tidak hanya berfokus pada penegakan disiplin, tetapi juga pada peningkatan kualitas lingkungan belajar yang mendukung perkembangan akademis dan karakter siswa. Hasil dari monitoring dan evaluasi ini kemudian digunakan untuk melakukan penyesuaian dan pengembangan program disiplin yang lebih efektif, memastikan bahwa setiap siswa mendapatkan dukungan yang diperlukan untuk menjadi individu yang disiplin dan bertanggung Salah satu bentuk monitoring dilakukan melalui pencatatan harian oleh wali kelas dalam buku pemantauan kedisiplinan, yang mencatat ketidakhadiran, keterlambatan, pelanggaran seragam, dan perilaku siswa di kelas. Guru piket juga mengisi laporan harian disiplin untuk kejadian di luar kelas seperti keterlambatan masuk sekolah atau pelanggaran saat istirahat. Setiap akhir bulan, data-data tersebut direkap dan dibahas dalam rapat evaluasi kedisiplinan. Contoh hasil dari evaluasi yang dilakukan pada akhir semester menunjukkan bahwa terdapat 5 siswa yang sering terlambat datang ke sekolah dan 3 siswa yang kerap melanggar aturan berpakaian. Tindak lanjut dilakukan oleh wali kelas dan guru BK berupa pembinaan personal, serta komunikasi langsung dengan orang tua siswa untuk bersama-sama mencari solusi. Rapat evaluasi rutin dilakukan setiap bulan dan dihadiri oleh kepala sekolah, wakil kepala bidang kesiswaan, wali kelas, guru BK, dan perwakilan guru piket. Dalam rapat ini, dipresentasikan data pelanggaran serta saran perbaikan dari guru dan orang tua. Evaluasi ini tidak hanya membahas pelanggaran, tetapi juga mencermati tren positif seperti peningkatan kepatuhan atau keberhasilan pendekatan tertentu. Secara teoritis, proses ini sejalan dengan prinsip evaluasi manajemen berbasis feedback dan continuous improvement, di mana hasil pemantauan digunakan sebagai dasar untuk perbaikan berkelanjutan dalam program. Teori ini menekankan pentingnya siklus evaluasi sebagai alat untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan organisasi, termasuk dalam konteks pendidikan. Sebagai contoh, dari hasil evaluasi pada bulan sebelumnya, sekolah menemukan bahwa waktu shalat dzuhur sering tidak dimanfaatkan secara tertib oleh beberapa siswa. Menanggapi hal ini, sekolah menetapkan peraturan baru yang mewajibkan pendampingan guru saat shalat berjamaah dan memasang jadwal petugas shalat dari kalangan siswa, guna meningkatkan kedisiplinan dalam AL IBTIDAIYAH. Vol. No. 02, . pelaksanaan ibadah. KESIMPULAN Berdasarkan hasil kajian terhadap pelaksanaan program kedisiplinan di SD IT Nur Hidayah Surakarta, dapat disimpulkan bahwa keberhasilan penegakan disiplin siswa sangat bergantung pada keterpaduan lima aspek manajerial, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, serta monitoring dan evaluasi. Perencanaan disiplin dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan kepala sekolah, guru, orang tua, dan komite sekolah melalui musyawarah dan analisis kebutuhan di awal tahun ajaran. Pengorganisasian disiplin dilaksanakan dengan struktur tim yang jelas, jalur komunikasi yang terbuka, serta kegiatan sosialisasi yang intensif. Dalam pelaksanaannya, pendekatan disiplin bersifat preventif dan edukatif, dibarengi dengan pembiasaan yang konsisten dan pemberian reward and punishment yang proporsional. Pengawasan dilakukan secara sistematis melalui pencatatan pelanggaran, patroli guru piket, serta keterlibatan orang tua dalam pemantauan perilaku Monitoring dan evaluasi menjadi siklus penting untuk perbaikan berkelanjutan, dengan mengacu pada prinsip feedback dan continuous improvement. Hasil evaluasi digunakan untuk menyesuaikan kebijakan, seperti penambahan aturan shalat berjamaah yang lebih terstruktur. Dengan keterlibatan semua pihak dan manajemen yang terpadu. SD IT Nur Hidayah Surakarta berhasil menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif dalam membentuk karakter disiplin, tanggung jawab, dan spiritualitas siswa secara holistik. DAFTAR PUSTAKA