DEIKSIS PRONOMINA PERSONA BAHASA LOLODA DI KABUPATEN HALMAHERA UTARA Priskila Sakalati Pendidikan Bahasa Indonesia. Fakultas Bahasa dan Seni. Universitas Negeri Manado. Tondano. Indonesia Email: sakalati22@gmail. Abstrak : Tujuan penelitian ini difokuskan pada: . Bagaimana bentuk deiksis pronomina persona Bahasa Loloda yang terdapat di Desa Kedi Kabupaten Halmahera Barat. Bagaimana makna deiksis pronomina persona Bahasa Loloda yang terdapat di Desa Kedi Kabupaten. Halmahera Barat. Dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif sedangkan teknik penelitian yaitu Teknik simak lipat cakap, dokumentasi dan rekam. Sumber Data yang di gunakan dalam penelitian ini adalah data utama yang diambil dari informan asli bahasa loloda sebanyak 4 orang. Berdasarkan data yang diperoleh, data tersebut kemudian dianalisis sehinga secara garis besar hasil penelitian ini menunjukan terdapat satuan satuan yang berperan deiksis pronomina persona bahasa loloda seperti deiksis persona pertama tunggal, ngojiAosayaAo deiksis persona pertama jamak ngomiAokitaAo deiksis persona kedua tunggal, ngonaAoengkauAo deiksis persona kedua jamak AongohiAokamiAo deiksis persona ketiga tunggal, muna dan una kalian Aoia dan diaAo dan deiksis persona ketiga jamak AoonaAo mereka. Kata kunci: Deiksis Pronomina persona. Bahasa Loloda. Abstract : The purpose of this study was focused on: . How is the form of the loloda persona pronomina deikction found in Kedi Village. West Halmahera Regency. What is the meaning of the hiss of the Loloda language persona pronomina contained in Kedi Village. Regency. West Halmahera. Qualitative descriptive methods was used while the research techniques are capable folding listening techniques, documentation and records. The data source used in this study is the main data taken from 4 native lolode language informants. Based on the data obtained, the data was then analyzed so that in general the results of this study showed that there were units that played a role in the hissing of the loloda language persona pronomina such as the hissing of the single first persona, ngoji'i' the hiss of the first persona plural ngomi'kita' the hissing of the second persona singular, ngona'you' the hissing of the second persona plural 'ngohi'kami' the hiss of the third persona singular, muna and una you 'he' and the AoheAo of the third persona plural 'ona'. Keywords : Deiksis Pronomina persona. Bahasa Loloda. PENDAHULUAN Bahasa daerah adalah alat komunikasi di daerah-daerah disamping bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi. Bahasa daerah berfungsi sebagai alat perhubungan antara daerah, lambing kebanggan daerah dan Bahasa memperkaya khazanah budaya bangsa dan menambah perbendaharaan kosa kata bahasa Indonesia. Sedangkan bahasa Indonesia antardaerah (Halim 1984:. Bahasa daerah di Indonesia merupakan bagian kebudayaan Nasional yang hidup, dihargai dan di pelihara oleh Negara. Hal itu ditegaskan dalam penjelasan UndangUndang Dasar 1945 BAB XV. Pasal 36 yang menyatakan: AuBahasa-bahasa daerah Vol 2 No 5 . : KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni yang masih dipakai sebagai alat perhubungan yang hidup dan dibina oleh masyrakat pemakainya dihargai dan dipeliharah oleh negara, oleh karena itu bahasa-bahasa itu adalah bagian dari kebudayaan Indonesia yang hdup (Halim 1980:. Ay. Bahasa daerah merupakan sumber Indonesia mengingat bahasa Indonesia dewasa ini sedang giat dibina dan di kembangkan (Maru. Pikirang. Ratu & Tuna, 2021. Maru. Pikirang. Setiawan. Oroh & Pelenkahu, 2. Peran penting bahasa daerah yang dapat dijadikan unsur penunjang bagi pengembangan bahasa Indonesia yaitu bahasa Indonesia yaitu bidang kosa katanya atau istilahnya. Kongres bahasa Indonesia 1954, misalnya mengakui peran besar yang dimiliki oleh bahasa-bahasa daerah dalam pertumbuhan bahasa Indonesia yang menjadi bahasa nasional yang kita miliki dewasa ini (Maru & Nur, 2020. Maru. Tamowangkay. Pelenkahu & Wuntu, 2. Selanjutnya, di dalam rumusan kedudukan dan fungsi bahasa-bahasa daerah, politik bahasa kenyataan-kenyataan Kelangsungan hidup dan pembinaan bahasaAebahasa daerah yang terus dipelihara merupakan bagian dari kebudayaan Indonesia yang hidup di jamin oleh Undang-Undang dasar 1945. Bahasabahasa daerah adalah lambing nilai sosial budaya yang mencerminkan dan terikat pada kebudayaan yang hidup di kalangan masyarakat pemakaiannya. Bahasabahasa daerah adalah kekayaan budaya bangsa yang dapat dimanfaatkan bukan saja untuk kepentingan pengembangan bahasaAe bahasa daerah itu sendiri, karena itu perluh Bahasa-bahasa daerah tertentuh dipakai alat perhubungan baik secara lisan maupun tulisan, sedangkan bahasa daerah lainnya hanya dipakai secara Bahasa-bahasa daerah berbedabeda bukan saja struktur kebahasaannya tetapi jumlah penutur aslinya. Di dalam pertumbuhan dan perkembangan, bahasabahasa daerah memengaruhi dan pada waktu yang sama pengaruhi oleh bahasa nasional, bahasa-bahasa daerah lainnya dan bahasa-bahasa asing tertentu sebagai akibat Indonesia bertambah lancarnya hubungan antardaerah dan meningkatnya arus perpidahan penduduk serta jumlah perkawinan antar suku (Halim,1984:. Dengan kedudukan dan fungsi bahasa daerah dalam pengembang, pembinaan dan pembekuan bahasa daerah itu sendiri sebagai salah satu unsur kebudayaan maka bahasa daerah perlu diselamatkan, dipelihara dan Pasal 36 ayat 2 UU No. 20 Tahun 2003 menyebukan bahwa Aukurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembankan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah, dan peserta didikAy (UU No 20 tahun Sejalan dengan diberlakukannya UU No 32 Tahun 2004 tentang pemerintahan daerah, maka pengembangan kurikulum dikembangan sesuai dengan prinsip potensi Salah satu muatan dalam kurikulum yang mengacuh dalam potensi daerah adalah pembelajaran bahasa Daerah. Salah satu upaya pengembangan bahasa daerah adalah dengan mengadakan penilitian bahasa, baik dilakukan oleh perseorangan maupun kelompok, baik pemerintah maupun swasta (Maru. Ratu & Dukut, 2. Penelitian bahasa daerah dilakukan untuk keperluan pelestarianya supaya tidak punah juga sebagai sumbangan bagi pengajaran bahasa daerah di sekolah-sekolah. Salah satu bahasa daerah yang ada di Indonesia adalah bahasa daerah Loloda daerah Loloda. Bahasa Loloda merupakan sebuah bahasa daerah yang dimiliki oleh penutur masyarakat suku Loloda. Bahasa loloda adalah salah satu bahasa pertama dari leluhur yang tumbuh serta berkembang Vol 2 No 5 . : KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni pada masyarakat Desa Kedi. Bahasa Loloda juga disebut sebagai bahasa yang digunakan oleh suku Loloda didalam situasi dan kondisi budaya yang ada, misalnya pada acara-acara pesta adat Bahasa tempat. Sehinga bahasa Loloda sangat penting bagi masyarakat desa Kedi karena bahasa Loloda mempunya makna tersediri, salah satunya berintegrasi dalam masyarakat. Untuk lebih jelas lagi ada beberapa gambaran bahasa Loloda dibawa ini: AuNgoa-noaka manena majamani ja seheua bahasa Loloda. Aje sininga jo siodaka manege ka basaha Indonesia ngodumu jo majarita, nako tongone mabasaha jo siodakua. Manege marai jo majeke de jo holuku jo madotoko, balubalusu lo maruka jo sidotokua bahasa loloda, jo sidotoko ka bahasa IndonesiaAy. Artinya: anak-anak ini tidak mampu berbahasa Loloda. Hanya memakai bahasa indonesia saat bercerita, kalau memakai bahasa sendiri bahasa Loloda tidak tahu. Kemungkinan merasa malu sehinga tidak mau dipelajari, orang-orang tua juga kurang mengajarkan bahasa Loloda hanya mengajarkan bahasa Indonesia. Bahasa daerah Loloda dipakai sebagai alat komunikasi di daerah-daerah tertentu, terlebih khususnya di Desa Kedi. daerah loloda berfungsi sebagai alat penghubung antar daerah, bahasa daerah Loloda sebagai bentuk warisan budaya masyarakat Desa Kedi, telah menuju ambang kepunahan. Selain dampak negatif dari globalisasi, kemunduran nilai-nilai budaya lokal ini juga tidak lepas dari masyarakat Kedi yang sudah semakin jauh meninggalkan budaya ini . ahasa Lolod. , pemerintah, tokoh adat, tokoh masyarakat dalam mendidik pentinganya bahasa Pada setiap bahasa yang terdapat didunia ini mempunyai pronomina, begitu pula dengan bahasa Loloda. Menurut Kamus Besar bahasa Indonesia (KBBI) merupakan kata yang dipakai untuk mengganti orang atau benda. kata ganti seperti aku, engkau, dia. Pronomina dalam bahasa Loloda yang dituturkan oleh masyarakat di Desa Kedi terdapat berbagai macam jenis kata yaitu kata orang ganti persona pertama kita dalam bahasa Loloda di Desa Kedi Kabupaten Halmahera Barat. Contoh dalam kalimat misalnya seperti ini: tomasakai bira de naoko . aya memasak nasi dan Deiksis Pronomina persona pertama kita pada contoh kalimat tersebut mengisyaratkan bahwa pihak yang berbicara juga akan turut serta untuk memasak nasi dan ikan. TINJAUAN PUSTAKA Pengertian Deiksis Menurut purwo . menjelaskan bahwa sebuah kata dikatakan bersifat deiksis apabila referennya berpindah pindah atau berganti-ganti, tergantung siapa yang jadi pembicara dan tergantung pada saat dan tempat dituturkannya kata itu. Dalam bidang lingustik terdapat pula istilah rujukan atau sering disebut referensi, yaitu kata atau frase yang menunjukan kata, frase atau ungkapan yang akan diberikan. Oleh Lyons . dalam Djajasudarman . menjelaskan bahwa deiksis adalah lokasi dan identifikasi orang, objek, peristiwa, proses atau kegiatan yang sedang dibicarakan atau yang sedang diacu dalam hubungan dengan dimensi ruang dan waktunya, pada saat di tuturkankan oleh pembicara atau yang di ajak bicara. Dalam KBBI . deiksis diartikan sebagai hal atau fungsi yang menunjuk sesuatu di luar bahasa. Berdasarkan pendapat diatas dinyatakan bahwa deiksis merupakan gejalah semantik yang terdapat pada kata atau kontribusi yang memiliki referen tidak tetap. Dengan kata lain, acuanya dapat ditafsirkan sesuai dengan situasi pembicara dan menunjuk pada Vol 2 No 5 . : KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni situasi diluar bahasa seperti kata tunjuk, pronomina dan sebagainya. Jadi yang menjadi pusat orientasi deiksis adala Fungsi tertentu di luar bahasa. Istilah ini berasal dari bahasa Yunani deiktikos yang berarti Aohal penunjuk secara langsungAo. Demonstrariva seperti ini dan itu dan pronomina persona seperti saya, kamu dan diadapat berfungsi sebagai deiksis. Menurut Lyons . , deiksis di pakai untuk menggambarkan fungsi pronomina persona, demonstrativa, fungsi waktu, aneka ciri gramatikal, dan leksikal lainnya yang menghubungkan ujaran dengan jalinan ruang dan waktu dalam tindak ujar (Sudaryat, 2008:. Jenis-Jenis Deiksis Deiksis ada lima macam, yaitu deiksis orang, deiksis tempat, deiksis waktu, deiksis wacana, dan deiksis sosial (Nababan, 1987:. Deiksis persona Percakapan misalnya pembicara yang dibicarakan, dan entitas yang lain. Dieksis orang ditentukan menurut peran peserta itu dibagi menjadi tiga, yaitu orang pertama: kategori rujukan pembicara kepada dirinya atau kelompok yang melibatkan dirinya, misalnya, saya, kita, dan kami. Kedua ialah orang kedua, yaitu kategori rujukan pembicara kepada pendengar, misalnya kamu, kalian, saudara. Ketiga ialah orang ketiga, yaitu kategori rujukan kepada orang yang bukan pembicara atau pendengar ujaran itu, baik hadir, maupun tidak, misalnya, dia dan mereka. Kata ganti persona pertama dan kedua rujukannya bersifat eksoforis, berarti (Purwo,1984:. Bentuk pronomina persona pertama pertama jamak bersifa eksoforis, karena masih mengandung bentuk persona pertama tunggal dan persona kedua tungga. Pronomina persona pertama Pronomina persona pertama adalah saya, aku, dan daku. Sedangkan pronomina persona pertama jamak, yakni kami dan Pronomina persona kedua Pronomina persona kedua adala engkau, kamu, anda, dikau, kau, dan -mu. Pronomina persona kedua jamak, yakni, kalian dan sekalian. Pronomina persona ketiga Pronomina perosona ketiga terdiri atas ia, dia, -nya dan biliau. Sedangkan pronomina persona ketiga mamak adalah Deiksis Tempat Nababan . deiksis tempat adalah pemberian bentuk kepada lokasi ruang . pandang dari lokasi orang pemean dalam peristiwa berbahasa itu. Semua bahasa membedakan mana Ayyang dekat kepada pembicaraAy . i sin. dan Auyang bukan dekat dengan pembicaraAy . ermaksud yang dekat pada pendengar-di Dibedakan juga denganAy yang bukan dekat kepada pembicara dan pendengarAy . i san. aca Skripsi novilita Astuti, 2. Deiksis Waktu Nababan . mengemukakan bahwa deiksis waktu adalah pengungkapan kepada titik waktu atau jarak waktu yang di pandang dari waktu sesuatu ungkapan dibuat . eristiwa berbahas. , yaitu bandingan pada waktu, kemarin, bulan ini, dan sebagainya. Hakikat Pronomina Pengertian pronomina Pronomina lazim disebut kata ganti karena tugasnya memang menggantikan nomina yang ada. Secara umum lazim dibedakan adanya empat pronomina, yaitu . pronomina persona atau kata ganti diri, . pronominal demontrativa atau kata Vol 2 No 5 . : KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni ganti penunjuk, . pronomina yang terdiri dari apa, siapa, mana, dan kenapa. introgativa atau kata ganti tanya, dan . pronomina tak tentu. (Chaer 2015: . Aristoteles . alam Ramlan, 1987: . menyatakan bahwa kata ganti atau pronomina adalah kata yang dipakai untuk menggantikan kata benda atau yang dibendakan, misalnya: ini, itu, ia, mereka, sesuatu, masing-masing. Hal tersebut sejalan dengan pendapat Kridalaksana . alam Ramlan, 1987: . yang menyatakan bahwa pronomina dikatakan sebagai kategori yang berfungsi untuk menggantikan nomina. Pronomina adalah bentuk kata ganti yang terbagi atas tiga yang meliputi pronomina persona yang terdiri dari kata penunjuk yangterdiri dari kata ini dan itu dan pronomina ketiga yaitu pronomina penanya yangterdiri dari apa, siapa, mana, dan ke Jenis jenis pronomina Pronomina Persona . ata ganti dir. Chaer . 5: . Kata ganti diri adalah pronomina yang menggantikan nomina orang atau yang diorangkan, baik berupa nama diri atau bukan nama diri. Kata ganti diri ini biasanya dibedakan atas: Kata ganti diri orang pertama tunggal yaitu saya dan aku. orang pertama jamak yaitu kami dan kita. Kata ganti orang kedua tunggal, yaitu kamu dan engkau. orang kedua jamak, yaitu kalian dan kamu sekalian. Kata ganti orang ketiga tunggal yaitu ia, dia, dan nya. orang ketiga jamak, yaitu Alwi . 0: 256-. pronomina dipakaiuntuk mengacu pada orang. Pronomina persona dapat mengacu pada diri sendiri . ronomina persona pertam. , mengacu pada orang yang diajak bicara . ronomina persona kedu. , atau mengacu pada orang yang dibicarakan . ronomina persona ketig. Di antara pronomina itu, ada yang mengacu padajumlah satu atau lebih dari satu. Ada bentuk yang bersifat eksklusif, ada yang bersifat inklusif, dan ada yang bersifat netral. Sebagian pronomina bahasa Indonesia memiliki lebih dari dua wujub disebabkan oleh budaya bangsa kita yang sangat memperhatikan hubungan sosial antar manusia. Tata bermasyarakat kita menuntut adanya aturan yang serasi dan sesuai dengan martabat masing-masing. Pada umumnya ada tiga parameter yang dipakai sebagai ukuran: . umur, . status sosial, dan . Secara budaya orang yang lebih muda diharapkan menunjukkan rasa hormat kepada orang yang lebih tua. Sebaliknya, orang yang lebih tua diharapkan pula menunjukkan tenggang rasa terhadap yang Unsur timbal balik seperti itu tercermin dalam pemakaian pronomina dalam bahasa . Persona Pertama Persona pertama tunggal bahasa Indonesia adalah saya, aku, dan daku. Ketiga bentuk itu adalah bentuk baku, tetapi mempunyai tempat pemakaian yang agak berbeda. Saya adalah bentuk yang formal dan umumnya dipakai dalam tulisan atau ujaran yang resmi. Untuk tulisan formal pada buku nonfiksi dan ujaran seperti pidato, sambutan, dan ceramah bentuk saya banyak dipakai. Meskipun demikian, sebagian orang memakai pula bentuk kami dengan arti saya untuk situasi di atas. Hal ini dimaksudkan untuk tidak terlalu menonjolkan diri. Persona pertama aku lebih banyak dipakai dalam pembicaraan batin dan dalam situasi yang tidak formal dan yang lebih banyak Vol 2 No 5 . : KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni menunjukkan keakraban antara pembicara atau penulis dan pendengar atau pembaca. Oleh karena itu, bentuk ini sering ditemukan dalam cerita, puisi, dan percakapan sehari-hari. Persona pertama daku umumnya dipakai dalam karya sastra. Persona Kedua Persona kedua tunggal mempunyai beberapa wujud, yakni engkau, kamu. Anda, dikau, kau- dan Aemu. Berikut ini adalah kaidah pemakaiannya: Persona kedua engkau, kamu, dan Aemu dipakai oleh: Orang tua terhadap orang muda yang telah dikenal dengan baik dan lama, contoh: Kamu sudah bekerja. Aokan? . Orang yang status sosialnya lebih tinggi, contoh: Mengapa engkau kemarin tidak masuk? . Orang yang mempunyai hubungan akrab, tanpa memandang umur atau status sosial, contoh: Kapan kerbaumu akan kamu carikan rumput? - Persona kedua Anda dimaksudkan untuk menetralkan hubungan, seperti halnya kata you dalam bahasa Inggris. Meskipun kata itu telah banyak dipakai, struktur serta nilai sosial budaya kita masih membatasi pemakaian pronomina itu. Pada saat ini pronomina Anda dipakai: Dalam hubungan yang takpribadi sehingga Anda tidak diarahkan pada satu orang khusus, contoh: Pakailah sabun ini, kulit Anda akan bersih. Dalam hubungan bersemuka, tetapi pembicara tidak ingin bersikap terlalu formal ataupun terlalu akrab, contoh: Andasekarang tinggal dimana? - Seperti halnya dengan daku, dikau juga dipaki dalam ragam Bahasa tertentu, khususnya ragam sastra. Bahkan, dalam ragam sastra itu pun pronomina dikau tidak sering dipakai lagi, contoh: Yang kurindukan hanya dikau seorang. Persona Ketiga Ada dua macam persona ketiga tunggal: ia, dia, atau Aenya dan . Meskipun ia dan dia dalam banyak hal berfungsi sama, ada kendala tertentu yang dimiliki oleh masing-masing. Dalam posisi sebagai subjek, atau di depan verba, ia dan dia sama-sama dapat dipakai. Akan tetapi, jika berfungsi sebagai objek, atau terletak di sebelah kanan dari yang diterangkan, hanya dia dan nya yang dapat muncul. Pronomina Penunjuk . ata Kata ganti penunjuk atau pronomina demonstratifa adalah kata ini dan ituyang digunakan untuk menggantikan nomina . rase nominal atau lainny. sekaligus dengan penunjukan. Kata ganti penunjuk ini digunakan untuk menunjuk sesuatu yang dekat dari pembicara. sedangkan kata ganti penunjuk itu digunakan untuk menunjuk sesuatu yang jauh dari (Chaer 2015: . Contoh: - Buku ini adalah buku impor. - Ini buku yang sudah lama saya cari. - Itulah buku yang saya cari selama ini. - Dari jauh terlihat asap membumbung Itu tandanya ada kebakaran. Kridalaksana . alam Ramlan 1987: . menyatakan bahwa pronomina penunjuk atau demonstriva dikatakan sebagai kategori yang berfungsi menunjukkan sesuatu di dalam maupun di luar wacana. Berdasarkan bentuk bentuknya, dibedakan atas: . demonstrativa dasar Vol 2 No 5 . : KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni . tu, in. , . demonstrative turunan . erikut, sekia. , demonstrativa gabungan . i sini, di san. Dari ada tidaknya anteseden, ia dibagi atas: demontrativa intratekstual dan . demonstrativa ekstratekstual. Pronomina Penanya . ata Kata ganti tanya atau pronomina interogatifa adalah kata yang digunakan untuk bertanya atau menanyakan sesuatu . om Kata ganti tanya itu adalah apa, siapa, kenapa, mengapa, berapa, bagaimana, dan mana. (Chaer 2015: Contoh: - Apa ini? - Ini apa? - Peristiwa itu terjadi dalam bulan apa? - Apakah kamu mengambil buku itu? Alwi . 0: . Pronomina penanya adalah pronomina yang dipakai sebagai pemarkah pertanyaan. Dari segi maknanya, yang ditanyakan itu dapat mengenai . orang, . barang, atau . Pronomina siapa dipakai jika yang ditanyakan adalah orang atau nama orang. apa bila barang. dan mana bila suatu pilihan tentang orang atau barang METODE PENELITIAN Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif Pronomina bahasa Loloda di Desa Kedi. Menurut Bogdan dan Taylor . 2: 21-. penelitian kualitatif adalah salah satu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa ucapan atau tulisan dan perilaku orang-orang yang diamati. Tempat Penelitian Lokasi dalam penelitian ini adalah Loloda Halmahera Barat Desa Kedi Provinsi Maluku utara. Alasan memilih tempat ini pertama Desa Kedi merupakan salah Satu tempat masyarakat suku Loloda. Kedua sebagaian masyarakat Desa Kedi Kecamatan Loloda Selatan menggunkana bahasa daerah Loloda. Ketiga penggunaan bahasa Loloda pada generasi muda di Desa Kedi mulai mengalami degradasi yang terdampak pada kepunahan Waktu Penelitian Waktu penelitian yng dibutuhkan mulai dari bulan Oktober - November 2020 di Desa Kedi. Teknik Pengumpulan danAnalisis Data Teknik Pengumpulan data dalam penelitian ini adalah melalui: Teknik simak lipat cakap Dalam hal ini penelitian memperoleh data dengan cara berpartisipasi sambil menyimak, berpartisipasi dalam pembicara dan menyimak pembicara. Peneliti terlibat langsung dalam dialog. Dokumentasi Studi dokumentasi adalah salah satu metode pengumpulan data kualitatif dengan melihat atau menganalisis dokumendokumen yang dibuat oleh subjek sendiri atau oleh orang lain mengenai subjek (Herdiansyah, 2010: . Dokumentasi ini merupakan data yang diperoleh dari pemilik dan dapat dijadikan data penunjang dalam penelitian ini. Rekam Vol 2 No 5 . : KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni Teknik ini digunakan untuk melengkapi kegiatan penyediaan data dengan teknik Dengan maksud, apa yang telah dicatat dapat dicek kembali dengan rekaman yang dihasilkan (Mahsun, 2011:. dapat mudah di pahami dan temuannya dapat diinformasikan kepada orang lain. Tahap-tahap penelitian Langkah-langkah yang ditempuh dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Memilih topik Sumber Data Untuk mendapatkan data yang akurat dan aktual dalam penelitian ini, menggunakan data primer dan sekunder data primer adalah data yang diperoleh langsung dari informan. Sumber data primer adalah informan yang memberikan data penutur asli Desa Kedi. Informan dalam penelitian ini sebanyak 4 orang di ambil dari Desa Kedi kecamatan Loloda Kabupaten Halmahera Barat. Informan adalah penutur asli dan bertempat tinggal di Desa Kedi. Pemilihan kemukakan oleh Mahsun . sebagai berikut: Berjenis kelamin pria atau wanita. Berusia 25-65 tahun . idak piku. dan alat ucapnya jelas. Lahir dan di besarkan di desa Berpendidikan maksimal SD-SMP. Berstatus sosial menengah dengan harapan tidak tinggi Memiliki Dapat Indonesia. Sehat jasmani dan rohani. Teknik Analisis Data Teknik analisis data yang digunakan yakni, dengan menelaah dan mereduksi data yang bersifat deskriptif yang diperoleh di lapangan, kemudian dikategorisasikan untuk diperiksa dan selanjutnya ditafsirkan. Bogdan dalam (Sugiyono 2013:. analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang di peroleh dari hasil wawancara, catatan lapangan dan bahan-bahan lain, sehingga Terjun kelapangan berbekal keragka teori mengumpulkan data dengan teknik tertentu, menganalisi data sekaligus mengidentifikasi kembali masalah yang harus ditetapkan. Mengumpulkan data pada tahap pertama sesuai dengan perumusan masalah yang sudah ditetapkan. Menganalisis data tahap dua sesuai dengan data yang diperoleh. Menyusun (Aminudin, 1990:. PEMBAHASAN Bentuk Deiksis Pronomina Persona 1 Bentuk deiksis persona Dari segi bentuk, deiksis pronomina Bahasa . Deiksis persona tunggal pertama: Contoh : Augoji ojomoka bolu to wolaaka. sababu goji saag oka bolu to ojomokaAy Saya makan pisang di rumah. Karena saya senang makan AuOjomoka bolu goji. to goji wasi ojomokaAy Makan pisang . Sebab saya belum makan. AuTo wala goji ojomoka bolu. walaaka goji banyak bolu. Ay di rumah saya makan pisang. Karena di rumah saya banyak Vol 2 No 5 . : KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni . Deiksis persona pertama jamak gomi kita Contoh: Augomi mi goguru manuoka. ka mia wola to ngomi du muna ma gotaAy Kita duduk disini. Karena hanya rumah kita yang memiliki AuNino du Nani mi tagi kampus ika kaoguika. gomi pake oto saat mi kampusAy Nino dan nani pergi ke kampus Kami menggunakan mobil saat ke kampus. AuMi tagi kampus ika Nino du Nani kaoguika saat oto tiba gomi langsung tagi ke Ay pergi ke kampus nino dan nani Saat mobil tiba kami langsung pergi ke kampus. Deiksis persona pertama: gomi Contoh: AuNino du Nani mi tagi kampus ika kanogunika. gomi pake oto saat mi kampusAy Nino dan nani pergi ke kampus Kami menggunakan mobil saat ke kampus. AuMi tagi kampus ika Nino du Nani kanogunika saat oto tiba gomi langsung tagi ke Ay pergi ke kampus nino dan nani Saat mobil tiba kami langsung pergi ke kampus. AuMi kanogunika Nino de Nani gomi tagi yo perkuliahan di mulaiAy Pergi ke kampus kemarin Nino dan Nani. Kami pergi sebelum perkuliahan di mulai. 2 Deiksis persona kedua . Deiksis persona kedua tunggal goa engkau Contoh : AuNani dola osi. oto goa madudui, osi du oma joboAy Nani naiklah dulu. Mobil engkau sebentar lagi akan jalan. AuDola osi Nino. hi du oma jobo oto gomiAy Naiklah dulu Nino. Karena akan jalan mobil engkau. AuNani tebilugo bole dokama. batio gomi o dokamaAy Nani letakan pisang disitu. Karena lemari engkau tidak jauh dari situ. Deiksis persona kedua jamak gohi AokamiAo Contoh: AuNani amiahali kiaio. Guru gomi ingin misiodakaAy Nani berasal dari mana. Guru kamu ingin mengetahuinya. AuAmiahali kiaio Nino. gomi aje tisiako du o kepala sekolahAy Berasal dari mana Nino. Kamu akan di perkenalkan dengan kepala sekolah. AuNani berasal dari mana. gohi imilu ga aokaAy . Deiksis persona kedua jamak gii AukalianAy Contoh: Augii maidua to dumulu. dumulu gii jui tukanua wo paeAy kalian tidur di kebun. Karena kebun kalian sebentar lagi akan AuTo dumulu gii maidua, sababu wo pau dumuluAy di kebun kalian tidur. Sebab akan panen kebun kalian. AuMaidua to dumulu gii. taiti iboto yo utukuAy Tidur di kebun kalianAo. Supaya cepat selesai panen kalian. 3 Deiksis persona ketiga . Deiksis persona ketiga tunggal Mua AudiaAy Contoh: Vol 2 No 5 . : KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni AuNani tolaka aiutu. hi mua aiutu hi todoruaAy Nani menggunting rambutnya. sebab dia tak menyukai AuTolaka utu nani hi aiutu nani. hi aiutu mua walaluga majagaAy Menggunting rambutnya Nani. Karena rambut dia terlihat AuAiutu Nani. wo laka. aiutu mua suring rontokAy Rambutnya Nani di gunting. karena rambut dia sering . Deiksis persona ketiga jamak Oa mereka Contoh : AuOa dou to liho I wutu oka. sababu oa jo ua I guisi soAy Mereka pulang nanti malam. Sebab mereka terjebak banjir AuToliho i wutu oka oa dou. guisi oa aju lioAy Nanti malam mereka pulang. kerena banjir mereka terlambat AuDou toliho I wutu oka oa. guisi oka oa aju lioAy Pulang nanti malam mereka. terlambat pulang. Bentuk Pronomina persona 1 Bentuk pronomina persona Dari segi bentuk, pronomina persona Bahasa Loloda dapat . Pronomina persona pertama saya dan aku AugojiAy Augoji harus ojamotuku oto de dapa wa igo ua ajuAy aku harus mengikuti mobil di depan itu agar tidak terlambat Augoji ua kalau Nani du ojamotuku oto de dapayaAy Saya tidak tahu kalau Nani mau mengikuti mobil di depannya Augoji to pernah kuliah. womasi botogo gukomokaAy Saya pernah kuliah, tapi berhenti di jalan. Pronomina Persona Kedua Dalam Bahasa Pronomina persona kedua terdiri dari bentuk tunggal dan . Pronomina persona kau dan kamu goa Contoh: AuRani goa a ou tas tomau? Rani apa, kau mencari tas ini? Augoa mau a jie aji pipihAy Pasti kau telah mengambil Augoa juwali kao pusig ako ka skrpsi a urusAy Kau tidak usah pusing hanya mengurusi skripsi . Pronomina Persona Ketiga . Pronomina persona ia dan dia Contoh: AuMuna mau ani wujukaAy Apa dia istrimu AuYang mawarna ih sosawala buku mauAy Yang berwarna merah buku dia AuKaraga manu oh guguru du goji kampung baru okaAy Dulu dia tinggal bersama saya didesa di kampung baru KESIMPULAN Dari hasil pembahasan pada bab sebelumnya dapat di tarik kesimpulan bahwa terbukti bahasa loloda memiliki satuan yang berperan sebagai: Deksis pronomina persona dalam bahasa loloda. DAFTAR PUSTAKA