SSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 209-215 Volume 4 Nomor 1 Tahun 2020 PERANAN PEMBELAJARAN SEJARAH UNTUK PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA SD Gloria Pirena Abdi Program Studi PGSD FKIP Universitas Kristen Satya Wacana E-mail: 292017064@student. Abstrak Pendidikan berperan penting bagi pengembangan siswa untuk membentuk karakter manusia, warga masyarakat, dan warga negara yang baik. Permasalahan yang saat ini dialami oleh bangsa Indonesia adalah krisis moral yang mulai muncul dan mengakibatkan bangsa Indonesia kehilangan karakter dan jati diri Indonesia yang sesungguhnya seperti tercantum dalam Pancasila. Karakter bangsa Indonesia ini muncul ketika para pahlawan berjuang untuk memperoleh kemerdekaan negara Indonesia. Oleh sebab itu, untuk dapat membentuk karakter siswa dalam dunia Pendidikan agar menjadi bangsa Indonesia yang baik diperlukan suatu cara agar dapat memudahkan pendidik menanamkan karakter pada siswanya. Peranan pembelajaran sejarah dapat dijadikan cara dalam pembentukan karakter bangsa Indonesia. Dengan pembelajaran sejarah guru dapat menunjukkan sikap-sikap yang patut di contoh ketika para pahlawan memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Pelajaran sejarah berperan membentuk karakter bangsa menumbuhkan sikap kebangsaan dan cinta tanah air. Guru harus bisa menempatkan diri untuk menginspirasi siswa untuk memiliki karakter bangsa yang baik melalui pembelajaran sejarah. Kata Kunci: Pembelajaran Sejarah. Pendidikan Karakter. Karakter Bangsa Indonesia Abstract Education plays an important role for student development to form human characters, citizens, and good citizens. The problem that is currently experienced by the Indonesian nation is the moral crisis that began to emerge and resulted in the nation of Indonesia loses its true character and identity Indonesia as stated in Pancasila. This Indonesian character appears when the heroes struggle to gain Indonesian independence. Therefore, to be able to form students ' character in education so that becoming a good Indonesian nation is needed a way to make it easier for educators to embed characters in their students. The role of historical learning can be used as a way in the formation of Indonesian characters. With learning the teacher's history can demonstrate proper attitudes in the example when the heroes fight for Indonesia's The history lesson in shaping the nation's character grows the nationality and love of homeland. Teachers should be able to put themselves to inspire students to have a good nation character through historical learning. Keywords: Historical Learning. Character Education. Indonesian Characters PENDAHULUAN Pembelajaran sejarah selalu terhubung dengan pembentukan nilai sikap, semangat nasionalisme, rasa cinta tanah air, demokratis serta patriotisme Kaharisma . Pembelajaran ini akan membentuk karakter dari peserta didik yang akan memberikan dasar agar siswa memiliki karakter yang baik dalam diri dan dapat dikembangkan bukan hanya dibiarkan saja. Sekolah menjadi salah satu tempat yang merasa prihatin atas kejadian ini. Jurnal Pendidikan Tambusai SSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 209-215 Volume 4 Nomor 1 Tahun 2020 Bagaimana tidak, sekolah yang merupakan tempat dimana orang-orang memperoleh ilmu dan penumbuhan karakter justru malah di sepelekan oleh banyak orang. Kurangnya kesadaran masyarakat mengenai sekolah sebagai tempat penumbuhan dan pembelajaran karakter sendiri merupakan salah satu penyebab hilangnya karakter bangsa saat ini. Masyarakat masih kurang antusias dalam peningkatan kualitas diri melalui pendidikan yang ada di sekolah. Kondisi seperti ini memunculkan berbagai anggapan bahwa pemberian pendidikan karakter siswa di sekolah belum mampu berjalan dengan baik karena praksis pendidikan saat ini belum mampu menanamkan nilai karakter yang ada dalam pembelajaran Heri Susanto . Penerapan dalam bermasyarakat pun nilai-nilai karakter bangsa mulai disepelekan oleh masyarakat, salah satu contoh kecilnya adalah kurangnya tingkat kejujuran antar Belajar sejarah menurut Hartono Kasmadi . 6: . memiliki tujuan yaitu untuk memberi dasar semangat kebangsaan, cinta tanah air, serta sadar menjawab untuk apa manusia dilahirkan. Disini peranan pendidikan sejarah sangat penting untuk memberikan arah dalam pembentukan karakter bangsa melalui nilai-nilai yang ada pada sejarah bangsa Indonesia seperti pengamalan Pancasila. Dalam perjalanannya, sejarah bangsa Indonesia tidak terlepas dari perjuangan dalam melawan penjajah yang melatih diri para pejuang untuk memiliki sikap gigih, mandiri, pantang menyerah, serta semangat persatuan (Heri Susanto, 2014:. Dari perjuangan dan kenangan sejarah tersebut kita sebagai bangsa Indonesia saat ini dapat belajar dari pengalaman dan perjuangan dari para pahlawan tersebut. Nilai-nilai karakter dari pahlawan tersebut dapat kita ambil dan kita jadikan pedoman dalam penumbuhan karakter bangsa Indonesia saat sekarang Karena pentingnya Pendidikan karakter ini bagi para generasi muda, terkhusus dalam pembelajaran sejarah dapat dilakukan penanaman Pendidikan karakter yang sesuai dengan karakter bangsa yang hendak dicapai. Oleh sebab itu untuk memperkuat penelitian, peneliti dalam membuat penelitian ini didasarkan atas penelitian terdahulu seperti yang dilakukan oleh Titin Ariska Sirnayatin dengan judul AuMembangun Karakter Bangsa Melalui Pembelajaran SejarahAy. Hasil dari penelitian tersebut yaitu Pendidikan karakter dengan pembelajaran sejarah memiliki hubungan cukup erat dapat dilihat dari korelasi antar variabel menunjukkan angka sebesar 0,515. Selain itu berdasarkan hasil wawancara dengan guru memperoleh hasil bahwa pembelajaran sejarah mempunyai kontribusi terhadap Pendidikan karakter melalui eksplorasi dan internalisasi nilai-nilai yang dapat membangun karakter positif siswa serta dapat di implementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Pola pengembangan Pendidikan karakter yang ideal menurut guru sejarah sendiri yaitu melalui pengembangan perencanaan pembelajaran sejarah yang berbasis karakter. Penelitian selanjutnya juga dilakukan oleh Putut Wisnu Kurniawan dan Risna Rogamelia dengan Judul AuIntegrasi Pendidikan Karakter Bangsa dalam Pembelajaran Sejarah (Studi Kasus di SMA Al Azhar 3 Bandar Lampun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran sejarah merupakan pembelajaran yang strategis untuk menanamkan nilai-nilai karakter bangsa kepada siswa. Peristiwa sejarah bisa diambil hikmah dan teladannya dalam proses pembelajaran mulai dari perencanaan, proses pembelajaran sampai evaluasi nilai karakter bangsa. Selain itu, penelitian ini juga sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Jumardi dan Silvi Mei Pradita dengan Judul AuPeranan Pelajaran Sejarah Dalam Pengembangan Karakter Siswa Melalui Pembelajaran Berbasis Nilai Sejarah Lokal di SMA Negeri 65 Jakarta BaratAy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari pembelajaran sejarah siswa dapat belajar untukmembangkitkan semanat cinta tanah air, tanggung jawab, serta toleransi. Hal ini dapat terjadi karena siswa melalui proses melihat, mengamati, mengkaji, serta memperoleh informasi secara langsung mengenai sejarah lokal yang diperoleh langsung dari tokoh masyarakat yang ada di lingkungan sekitar. Guru dalam mengajarkan kepada siswa tidak selalu sebagai fasilitator dan kepustakaan, melainkan siswa terjun langsung ke lapangan untuk dapat lebih meningkatkan pemahaman dan penghayatan nilai-nilai kesejarahan. Selanjutnya juga terdapat Jurnal Pendidikan Tambusai SSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 209-215 Volume 4 Nomor 1 Tahun 2020 penelitian dari Agustina Tri Wijaanti dan Laely Armyati dengan Judul AuImplementasi Pendidikan Karakter Dalam Pembelajaran IPS di Sekolah Dasar (SD PB Soedirman. SDN Dukuh 09 Pagi. SDN Susukan . Ay. Diperoleh hasil bahwa Pendidikan karakter dapat diajarkan melalui mata pelajaran yang berkaitan dengan sosial dan moral, mata pelajaran lain yang berkaitan dengan sains kurang bisa dimasukkan Pendidikan karakter dalam pengajarannya. Pendidikan karakter dapat terwujud dengan cara keteladanan dan pembiasaan. Pengimplementasian nilai-nilai karakter ini dapat terwujud dengan baik jika melalui tahapan perencanaan, tindakan, dan evaluasi pembelajaran. Berdasarkan analisis dari penelitian para ahli sebelumnya diperoleh beberapa kendala yang sama dalam pengembangan karakter siswa terutama saat di sekolah. Kendala-kendala ini meliputi guru kurang terampil dalam merancang RPP pembelajaran sejarah yang di dalamnya bermuatan Pendidikan karakter, pemanfaatan media dan sumber pembelajaran yang kurang dioptimalkan oleh guru untuk memperkuat tujuan pembelajaran yang bermuatan Pendidikan karakter, dan pemahaman serta keterampilan guru yang masih kurang dalam mengembangkan penilaian berkaitan dengan Pendidikan karakter. Kurangnya guru dalam memperhatikan aspek penilaian afektif menjadikan siswa kurang dapat memperoleh Pendidikan karakter secara Guru saat sekarang ini cenderung memberikan materi dan penilaian pada aspek kognitif saja. Tuntutan bagi guru dalam pelaksanaan kurikulum 2013 ini adalah memberikan pembelajaran kepada siswa yang mencakup 3 ranah yaitu kognitif, psikomotorik, dan afektif. Ranah kognitif berkaitan dengan materi yang disampaikan oleh guru, ranah psikomotorik berkaitan dengan keterampilan yang dapat siswa lakukan setelah menerima materi, sedangkan ranah afektif berkaitan dengan sikap yang berhubungan dengan Pendidikan karakter. 18 nilainilai Pendidikan karakter yang harus dimiliki oleh bangsa Indonesia yaitu religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggung jawab. Pendidikan karakter di sekolah biasanya mengarah ke penanaman nilai-nilai budi pekerti luhur. Dalam pencapaiannya ini diperlukan berbagai macam pola untuk mewujudkan Pendidikan karakter yang efektif. Beberapa diantaranya yaitu dengan melihat dasar sekolah, pemberian nilai karakter, teladan nilai karakter, dan pengembangan nilai karakter. Banyaknya isu-isu berkurangnya nilai moral dan krisis moral yang terjadi pada saat sekarang ini menjadi alasan pentingnya penanaman Pendidikan karakter. Kurangnya perhatian guru dalam meningkatkan kualitas peserta didik dalam aspek afektif inilah yang menjadi masalah utamanya. Oleh sebab itu Pendidikan karakter sejak usia sekolah dasar sangat penting diberikan oleh guru kepada murid agar di masa yang akan datang tujuan dari bangsa Indonesia dapat tercapai sepenuhnya. Merujuk dari kenyataan di atas, seorang guru yang professional harus bisa memperbaiki sistem pembelajaran yang ada di kelas terutama dalam menumbuhkan dan mengembangkan karakter dari setiap siswa. Terutama dalam memberikan pembelajaran sejarah, guru harus bisa menyisipkan nilai-nilai Pendidikan karakter yang dapat muncul dari materi pembelajaran yang sedang disampaikan oleh guru. Perencanaan yang matang dapat dilakukan oleh guru lewat RPP yang akan diterapkan oleh guru saat pembelajaran sejarah dengan penanaman Pendidikan karakter. Supaya dapat dengan mudah dalam pencapaian penanaman Pendidikan karakter, guru perlu memfokuskan pada karakter apa saja yang akan dikembangkan pada siswa terlebih dahulu. Hal ini dikarenakan penumbuhan karakter ini berlangsung secara bertahap dan tidak bisa semua langsung tercapai dari 18 karakter tersebut. Pada penelitian ini peneliti akan memfokuskan penanaman Pendidikan karakter yang meliputi disiplin, kerja keras, mandiri, demokratis, cinta tanah air, dan tanggung jawab. Dengan melalui pembelajaran sejarah ini, peneliti berharap penumbuhan dan pengembangan Pendidikan karakter dapat tercapai dan memperbaiki permasalahan krisis moral yang saat ini sedang dialami oleh bangsa Indonesia. Jurnal Pendidikan Tambusai SSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 209-215 Volume 4 Nomor 1 Tahun 2020 METODE PENELITIAN Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif. Menurut Creswell . penelitian kualitatif merupakan suatu pendekatan yang digunakan untuk mengeksplorasi serta memahami gejala sentral dengan melakukan analisis dokumen, observasi langsung, dan Penelitian ini fokus kepada peran dari pembelajaran sejarah terhadap perkembangan karakter siswa. Pelaku dari penelitian ini adalah siswa dan guru pembelajaran sejarah, tempat dimana penelitian ini dilaksanakan dan kegiatan yang dilakukan oleh peneliti ketika proses pembelajaran berlangsung. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan data primer dan data sekunder. Data primer merupakan data yang dapat kita peroleh langsung dari lapangan atau tempat penelitian. Sedangkan data sekunder merupakan data yang kita peroleh dari sumber bacaan serta berbagai sumber lain yang dapat digunakan untuk memperoleh data. Data primer pada penelitian ini diperoleh dengan cara observasi dimana siswa dan guru melakukan proses pembelajaran sejarah dengan memberikan Pendidikan karakter di dalamnya. Sedangkan data sekunder diperoleh dengan cara studi dokumen dan wawancara. Dalam penyusunannya langkah yang akan dilakukan yaitu mempertajam analisis, penggolongan, mengarahkan, memilih data yang penting serta mengorganisasikan data menjadi kesimpulan akhir yang dapat ditarik dan diverifikasi. HASIL DAN PEMBAHASAN Peran Guru dalam Pembelajaran Sejarah bagi Pembentuk Karakter Siswa Guru memiliki peranan yang sangat penting dalam upaya pembetukan karakter siswa di Tugas dari orang tua siswa ketika di rumah digantikan oleh seorang guru di sekolah untuk memberikan pendidikan pada anak. Seorang guru dijadikan sebagai sosok yang mampu membawa siswa kearah kebaikan dan posisi guru juga memberikan arah kepada siswa untuk membentuk karakternya. Guru di sekolah dapat memberikan siswa Pendidikan melalui pembelajaran yang di dalamnya terdapat pemberian nilai-nilai karakter yang dapat diketahui, dipahami, bahkan diterapkan oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran yang diberikan oleh guru di sekolah tentunya terdiri dari berbagai mata Dalam kaitannya untuk membentuk karakter siswa di sekolah, guru dapat menggunakan mata pelajaran sejarah sebagai media dalam menanamkan karakter dari bangsa Indonesia. Mata pelajaran sejarah sendiri dapat dijadikan jembatan untuk menghubungkan antara masa lalu yang tidak bisa diamati langsung dengan masa kini yang dapat langsung dirasakan oleh setiap orang terutama siswa. Sejarah dari masa lalu bangsa Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia yang dilakukan oleh para pahlawan. Semangat perjuangan dari para pahlawan inilah yang dapat dijadikan cara untuk menanamkan karakter pada diri siswa terutama pada mata pelajaran sejarah. Mata pelajaran sejarah sendiri di setiap jenjang sekolah berbeda-beda. Perbedaan ini dikarenakan mata pelajaran sejarah pada jenjang SD dan SMP termasuk dalam mata pelajaran IPS, untuk jenjang SMA mata pelajaran sudah menjadi mata pelajaran yang berdiri sendiri, sedangkan untuk jenjang SMK mata pelajaran sejarah termasuk dalam mata pelajaran PPKn. Untuk penerapan di jenjang SD, mata pelajaran sejarah harus di sesuaikan dengan substansi akademis mata pelajaran IPS SD. Mata pelajaran sejarah dalam IPS yaitu memiliki tujuan sebagai pendidikan kewarganegaraan. Penanaman Pendidikan karakter dalam pelajaran sejarah jenjang SD sendiri dapat dilakukan pada materi sejarah keluarga, peninggalan sejarah kerajaan di Indonesia, perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia, teladan kepahlawanan dan patriotisme serta masih banyak lagi. Mata pelajaran sejarah menurut Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 memiliki tujuan agar siswa mempunyai kemampuan sebagai berikut. Menyadarkan siswa mengenai pentingnya waktu serta tempat yang menunjukkan proses dari masa lalu, masa kini, serta masa depan. Jurnal Pendidikan Tambusai SSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 209-215 Volume 4 Nomor 1 Tahun 2020 Memberikan pelatihan pada siswa untuk memahami berbagai fakta sejarah dengan benar berdasar pada pendekatan ilmiah serta metodologi keilmuan. Membuat siswa bertumbuh dalam apresiasi serta penghargaan pada peninggalan sejarah yang menjadi bukti peradaban bangsa Indonesia pada masa lalu. Membuat siswa bertumbuh dalam memahami proses terbentuknya bangsa Indonesia melalui perjalanan yang panjang hingga saat ini sampai masa yang akan datang. Membuat siswa bertumbuh dalam kesadaran untuk bangga dan memiliki rasa cinta tanah air yang dapat diterapkan di segala bidang kehidupan. Penerapan Pendidikan Karakter Bangsa Indonesia Melalui Mata Pelajaran Sejarah Pemberian pendidikan karakter dalam penerapannya dapat dilakukan dengan berbagai Bisa dilakukan melalui kegiatan ekstrakurikuler, kegiatan pembelajaran, teladan yang ditunjukkan oleh guru, ataupun apapun yang dapat memberikan pemahaman serta dorongan untuk melakukan perbuatan baik. Pendidikan karakter berkaitan dengan nilai budi pekerti yang ditanamkan di sekolah oleh pada guru kepada siswanya. Dalam mengajarkan Pendidikan karakter kepada siswa, guru perlu mempertimbangkan berbagai macam cara agar penanaman Pendidikan karakter ini dapat berjalan efektif. Pendidikan karakter sendiri terdiri dari beragam jenis nilai. Setidaknya ada kurang lebih 18 nilai Pendidikan karakter bangsa yang harus ditanamkan pada siswa sejak dini. Namun semua nilai karakter ini tentunya tidak mungkin serta merta langsung diajarkan kepada siswa terutama pada jenjang SD. Guru akan mengalami kesulitan untuk memberikan seluruh nilai Pendidikan karakter jika harus memberikan kepada siswa SD yang belum terlalu paham maksud dari semua nilai Pendidikan karakter itu sendiri. Siswa SD yang masih butuh dibimbing dan diarahkan untuk mengerti dan memahami Pendidikan karakter yang dapat mereka terapkan dalam jenjang pendidikannya. Guru ketika di dalam kelas dituntut untuk tidak hanya mengajarkan materi yang terfokus pada aspek kognitif saja. Akan tetapi guru juga harus mendidik para siswa untuk mempunyai sikap yang mencerminkan kepribadian bangsa Indonesia yang berkarakter baik. Mata pelajaran sejarah memberikan siswa gambaran untuk memiliki sikap yang berkarakter seperti jiwa nasionalisme serta patriotisme. Penumbuhan karakter nasionalisme dan patriotisme ini dapat dilakukan oleh guru pada materi perjuangan kemerdekaan Indonesia yang dilakukan oleh para pahlawan juga bisa dengan materi lain yang masih berkaitan dengan mata pelajaran sejarah. Dalam pemilihan materi guru juga harus memikirkan terlebih dahulu capaian apa yang hendak diajarkan kepada siswa mengenai penanaman Pendidikan karakter Terutama dalam pelaksanaan Kurikulum 2013 ini sangatlah penting bagi guru untuk membagi pikiran tidak hanya mengajarkan siswa pada aspek kognitif atau pengetahuan saja. Akan tetapi siswa juga harus diajarkan aspek afektif serta psikomotorik juga. Ketiga aspek ini pada Kurikulum 2013 harus diberikan oleh guru kepada siswa secara merata dan mudah dipahami oleh siswa. Oleh sebab itu, agar ketiga aspek dapat tersampaikan dengan baik terutama dalam guru memberikan Pendidikan karakter kepada siswa, diperlukan strategi yang tepat agar semua berjalan dengan lancar dan tujuan yang hendak dicapai dapat terlaksana sesuai dengan keinginan guru tersebut. Untuk melaksanakan penerapan Pendidikan karakter melalui proses pembelajaran, maka langkah awal yang harus dilakukan oleh seorang guru adalah merencanakan bagaimana pembelajaran yng akan dilakukan oleh guru tersebut. Guru membuat RPP yang tersusun secara urut dan sistematis yang di dalamnya menjabarkan mengenai materi serta cara yang dapat dilakukan dalam memberikan pembelajaran yang memuat Pendidikan karakter terutama pada mata pelajaran sejarah. Guru terlebih dahulu menentukan nilai karakter apa yang hendak disampaikan pada pembelajaran tersebut. Nilai karakter tersebut harus disesuaikan dengan indikator dari kompetensi atau materi yang hendak guru sampaikan. Guru juga perlu Jurnal Pendidikan Tambusai SSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 209-215 Volume 4 Nomor 1 Tahun 2020 mempertimbangkan letak penyampaian nilai karakter yang akan diberikan kepada siswa. Guru bisa menyisipkannya pada bagian pertengahan atau bisa juga pada akhir penyampaian materi dari mata pelajaran sejarah tersebut. Dengan cara seperti ini siswa diharapkan untuk dapat mengerti, memahami, serta meneladani sikap yang baik dari peristiwa sejarah pada masa lalu. Dengan sendirinya akan muncul semangat nasionalisme dan patriotisme dalam pembelajaran sejarah yang disampaikan. Selain dengan cara guru menyampaikan langsung kepada siswa mengenai nilai karakter tersebut, siswa juga dapat melakukan secara langsung penerapan dari nilai karakter yang baik Hal ini dapat muncul ketika guru membrikan penuasan siswa menjadi beberapa kelompok dalam satu kelas. Dalam berkelompok tentunya terdapat karakter dari setiap orang yang berbeda beda. Oleh sebab itu dalam belajar kelompok ini siswa akan secara langsung mendapatkan pembelajaran dan penerapan langsung dari nilai karakter bekerja sama, saling bertanggung jawab, dan saling bertoleransi atas setiap diskusi dan penyelesaian tugas satu Selanjutnya dalam proses penilaian, guru tidak hanya mengambil aspek kognitif saja. Guru juga harus mengambil penilaian aspek afektif juga. Hal ini sangat penting karena dengan ini guru dapat melihat capaian dari pembelajaran yang telah dilakukan. Apakah sudah memberikan contoh dan Pendidikan mengenai nilai-nilai karakter kepada siswa secara Di luar kegiatan pembelajaran guru juga harus memberikan keteladanan secara langsung kepada siswa. Keteladanan tersebut yang dapat dilihat secara langsung oleh siswa yang mencerminkan nilai karakter yang sesuai dengan karakter dari bangsa Indonesia. Penanaman nilai karakter yang baik seharusnya yaitu melalui tahapan penanaman moral, mencintai kebaikan, serta melakukan kebaikan. Dengan ketiga cara tersebut karakter dari bangsa Indonesia yang sesungguhnya dapat muncul dan kembali menjadi jati diri bangsa Indonesia yang sesungguhnya. SIMPULAN Pendidikan karakter sangat penting diberikan kepada anak terutama sejak usia dini. Hal ini dikarenakan banyak sekali di era sekarang ini kasus yang timbul karena kurangnya moral bangsa Indonesia yang tidak mencerminkan karakter dari bangsa Indonesia itu sendiri. Hal tersebut dapat dikarenakan kurangnya Pendidikan moral yang diberikan oleh sekolah maupun keluarga dimana orang tersebut berada. Selain itu lingkungan dimana tempat seseorang tersebut bergaul juga dapat mempengaruhi moral dan karakter dari seseorang. Oleh sebab itu peran seorang guru sangatlah penting dalam memberikan Pendidikan serta teladan yang baik bagi seseorang. Dengan penanaman karakter sejak usia SD siswa kelak ketika dewasa diharapkan siswa tersebut dapat menjadi generasi penerus bangsa Indonesia yang memiliki moral seperti para pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekaan bangsa Indonesia. Kita sebagai bangsa Indonesia juga tidak boleh melupakan sejarah dari bangsa Indonesia hingga sampai saat sekarang ini. oleh sebab itu sejarah sangat penting dijadikan mata pelajaran yang terdapat di semua jenjang agar semua orang dapat mengetahui asal muasal bangsa Indonesia beserta dengan karakter dari bangsa Indonesia yang DAFTAR PUSTAKA