Jurnal Pendidikan West Science Vol. No. September 2025, pp. Analisis Bibliometrik tentang Pendidikan Karakter dan Nilai-Nilai Berkelanjutan Loso Judijanto1. Tugas Tri Wahyono2. Sitti Hasnah3. Idris4. Andi Nurfaizah5 IPOSS Jakarta. Indonesia dan losojudijantobumn@gmail. 2 BRIN dan ttw. slo@gmail. 2 UIN Datokarama Palu dan sittihasnah@uindatokarama. 3 UIN Datokarama Palu dan sesatdaritimur47@gmail. 4 UIN Datokarama Palu dan andinurfaizah@uindatokarama. Article Info ABSTRAK Article history: Penelitian ini bertujuan untuk memetakan perkembangan ilmiah dalam bidang pendidikan karakter dan nilai-nilai berkelanjutan menggunakan pendekatan bibliometrik. Data diperoleh dari basis data Scopus dengan rentang tahun 2000 hingga 2025, dianalisis menggunakan perangkat lunak VOSviewer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tema pendidikan karakter mengalami evolusi signifikan dari fokus pada aspek psikologis dan moral menuju integrasi dengan teknologi digital seperti artificial intelligence, learning systems, dan education computing. Visualisasi kata kunci . mengungkap adanya hubungan erat antara nilai-nilai sosial, budaya lokal, serta inovasi pendidikan berbasis teknologi. Selain itu, analisis co-authorship menunjukkan dominasi kolaborasi dari peneliti Indonesia. Amerika Serikat, dan Malaysia, serta potensi kolaborasi lintas institusi dan negara yang semakin kuat. Studi ini memberikan kontribusi teoretis dalam pemetaan struktur intelektual pendidikan karakter dan memberikan implikasi praktis bagi pengembangan kurikulum dan kebijakan pendidikan yang kontekstual dan berkelanjutan. Meskipun demikian, keterbatasan pada sumber data dan pendekatan kuantitatif menunjukkan perlunya studi lanjutan dengan pendekatan kualitatif untuk pendalaman isi dan makna konseptual. Received Sep, 2025 Revised Sep, 2025 Accepted Sep, 2025 Kata Kunci: Pendidikan Karakter. Nilai-Nilai Berkelanjutan. Bibliometrik. VOSviewer. Scopus Keywords: Character Sustainable Bibliometric. Scopus Education. Values. VOSviewers. ABSTRACT This study aims to map the scientific development of character education and sustainable values using a bibliometric approach. Data were collected from the Scopus database covering the period from 2000 to 2025 and analyzed using VOSviewer software. The results show a significant evolution in the field, shifting from a focus on psychological and moral aspects to the integration of digital technologies such as artificial intelligence, learning systems, and education computing. The keyword co-occurrence visualization reveals strong connections between social values, local wisdom, and technology-based educational innovation. Moreover, the co-authorship analysis highlights Indonesia, the United States, and Malaysia as dominant contributors with increasingly strong inter-institutional and international collaboration networks. This study contributes theoretically by mapping the intellectual structure of character education and offers practical implications for designing contextually relevant and sustainable education policies and curricula. However, the studyAos limitations in data sources and reliance on a quantitative Journal homepage: https://wnj. westscience-press. com/index. php/jpdws/index A 325 Jurnal Pendidikan West Science approach suggest the need for future research using qualitative methods to explore deeper conceptual meanings and content analysis. This is an open access article under the CC BY-SA license. Corresponding Author: Name: Loso Judijanto Institution: IPOSS Jakarta. Indonesia Email: losojudijantobumn@gmail. PENDAHULUAN Pendidikan karakter telah menjadi landasan penting dalam sistem pendidikan modern, terutama dalam menanggapi berbagai tantangan sosial, moral, dan lingkungan yang terus Dalam konteks globalisasi dan kemajuan teknologi, nilai-nilai dasar seperti kejujuran, tanggung jawab, kerja sama, dan empati menjadi semakin penting untuk ditanamkan sejak dini. UNESCO . menekankan bahwa pendidikan seharusnya tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan pembangunan kepribadian yang utuh. Dalam kaitannya dengan pembangunan berkelanjutan, pendidikan karakter memainkan peran penting dalam membentuk generasi yang sadar akan tanggung jawab sosial dan lingkungan (Jordan, 2023. Slay, 2. Konsep nilai-nilai berkelanjutan sendiri berkaitan erat dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDG. , yang mengintegrasikan dimensi sosial, ekonomi, dan lingkungan dalam kerangka pembangunan global. Pendidikan karakter yang terintegrasi dengan nilai-nilai berkelanjutan diyakini mampu menghasilkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap keberlangsungan planet dan kesejahteraan umat manusia (Liverano, 2024. Syakur et al. , 2. Seperti yang dinyatakan oleh Sterling . , pendidikan berkelanjutan harus membekali peserta didik dengan nilai, pengetahuan, dan keterampilan untuk membuat keputusan yang bertanggung jawab terhadap masa Oleh karena itu, integrasi antara pendidikan karakter dan nilai-nilai berkelanjutan menjadi kebutuhan mendesak dalam sistem pendidikan masa kini (Jordan, 2. Seiring dengan berkembangnya literatur ilmiah tentang pendidikan karakter dan keberlanjutan, terdapat peningkatan signifikan dalam jumlah publikasi akademik yang membahas topik ini. Berbagai pendekatan, teori, dan model telah diusulkan untuk mendukung implementasi nilai-nilai tersebut dalam pendidikan formal maupun nonformal. Namun, sebaran kajian yang beragam tersebut seringkali menyulitkan para akademisi, praktisi, dan pembuat kebijakan untuk memahami peta keilmuan dan tren riset utama yang berkembang dalam bidang ini. Dalam hal ini, analisis bibliometrik menjadi pendekatan yang efektif untuk memetakan perkembangan dan arah penelitian secara sistematis dan kuantitatif (Donthu et al. , 2. Analisis bibliometrik memungkinkan peneliti untuk meninjau tren publikasi, kolaborasi penulis, jurnal yang paling berpengaruh, serta kata kunci yang paling sering digunakan dalam studi terkait pendidikan karakter dan nilai-nilai berkelanjutan. Metode ini telah banyak digunakan untuk Vol. No. September 2025, pp. A 326 Jurnal Pendidikan West Science mengevaluasi struktur dan dinamika ilmu pengetahuan dalam berbagai bidang (Donthu et al. , 2. Dengan menggunakan alat seperti VOSviewer atau Biblioshiny, analisis bibliometrik mampu memberikan visualisasi hubungan antar konsep, jaringan kolaborasi, serta peta evolusi topik yang sedang berkembang. Sehingga kajian bibliometrik tidak hanya bersifat deskriptif, tetapi juga strategis dalam merumuskan arah pengembangan penelitian di masa depan. Mengingat pentingnya peran pendidikan karakter dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan, serta banyaknya literatur yang telah dipublikasikan di bidang ini, maka kajian sistematis melalui pendekatan bibliometrik menjadi sangat relevan. Melalui analisis ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih utuh mengenai bagaimana wacana pendidikan karakter dan nilai-nilai berkelanjutan dikembangkan, disebarluaskan, dan dikontekstualisasikan dalam beragam studi lintas negara dan institusi. Selain itu, hasil analisis juga dapat menjadi rujukan penting dalam menyusun kurikulum, kebijakan, dan praktik pendidikan yang lebih kontekstual dan berorientasi pada masa depan. Meskipun terdapat banyak publikasi ilmiah yang membahas pendidikan karakter dan nilainilai berkelanjutan, belum banyak studi yang secara sistematis memetakan arah, tren, dan kontribusi penelitian dalam bidang ini. Tidak adanya pemetaan bibliometrik yang menyeluruh menyebabkan kesulitan dalam mengidentifikasi fokus riset utama, penulis paling berpengaruh, serta kekosongan . esearch ga. yang dapat dijadikan peluang penelitian selanjutnya. Hal ini menghambat pemanfaatan pengetahuan yang sudah ada secara maksimal dan mengurangi efektivitas penyusunan kebijakan berbasis bukti . vidence-based polic. Studi ini bertujuan untuk melakukan analisis bibliometrik terhadap literatur yang berkaitan dengan pendidikan karakter dan nilai-nilai berkelanjutan dengan menggunakan database ilmiah internasional. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan bibliometrik untuk memetakan dan menganalisis perkembangan literatur ilmiah yang berkaitan dengan topik pendidikan karakter dan nilai-nilai Pendekatan bibliometrik dipilih karena mampu mengidentifikasi tren publikasi, kolaborasi penulis, jaringan institusi, serta tema-tema riset dominan berdasarkan data kuantitatif dari publikasi ilmiah. Metode ini semakin banyak digunakan dalam studi literatur untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai struktur intelektual dan dinamika perkembangan suatu bidang ilmu (Donthu et al. , 2. Penelitian ini bersifat deskriptif eksploratif dan difokuskan untuk mengungkap pola-pola penting dalam publikasi akademik yang terindeks secara Sumber data utama dalam penelitian ini adalah database Scopus, yang merupakan salah satu basis data ilmiah terbesar dan paling kredibel di dunia, mencakup jurnal-jurnal internasional bereputasi dari berbagai disiplin ilmu. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kata kunci seperti: "character education", "values education", "sustainability values", dan "education for sustainable development", yang dikombinasikan menggunakan operator Boolean (AND/OR). Batasan waktu publikasi ditetapkan antara tahun 2000 hingga 2025 untuk menangkap perkembangan dua dekade terakhir. Hanya dokumen yang berupa artikel jurnal . , tinjauan pustaka . , dan prosiding konferensi yang disertakan, sementara dokumen berupa editorial note, letter, atau erratum dikecualikan. Seluruh metadata dari hasil pencarian diekstraksi dalam format CSV dan dianalisis menggunakan perangkat lunak VOSviewer. Vol. No. September 2025, pp. A 327 Jurnal Pendidikan West Science Proses analisis dilakukan dalam beberapa tahap. Pertama, dilakukan analisis deskriptif bibliometrik untuk mengetahui jumlah publikasi per tahun, negara asal, institusi, serta penulis paling produktif. Kedua, dilakukan analisis co-occurrence terhadap kata kunci . untuk mengidentifikasi tema dominan dan peta tematik dalam bidang ini. Ketiga, dilakukan analisis coauthorship untuk melihat kolaborasi antar penulis dan lembaga. Terakhir, digunakan density visualization dan overlay visualization untuk menangkap intensitas dan evolusi temporal dari topik-topik yang berkembang. HASIL DAN PEMBAHASAN Gambar 1. Visualisasi Jaringan Sumber: Data Diolah, 2024 Gambar 1 di atas menunjukkan beberapa temuan. Klaster merah menunjukkan fokus kuat pada dimensi psikologis dan nilai sosial dalam pendidikan karakter. Kata kunci seperti social values, psychological aspect, empathy, ethics, leadership, dan personality saling terhubung erat, menandakan pentingnya faktor intrapersonal dan interpersonal dalam pembentukan karakter peserta didik. Hal ini sejalan dengan literatur yang menyatakan bahwa pendidikan karakter tidak dapat dilepaskan dari penguatan aspek afektif, emosional, dan sosial seseorang (Lickona, 1. Selain itu, adanya istilah seperti medical ethics dan morality mengindikasikan keterkaitan topik ini dengan pendidikan profesional dan etika lintas disiplin, misalnya dalam bidang kesehatan dan Klaster biru yang berpusat pada istilah character education mencerminkan inti dari seluruh peta pengetahuan. Dari pusat ini, muncul hubungan dengan kata kunci seperti moral education, curriculum, values education, culture, religion, local wisdom, dan islamic education. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan karakter banyak dikaji dalam konteks nilai-nilai budaya dan keagamaan, serta bagaimana nilai-nilai tersebut diintegrasikan dalam kurikulum formal. Keterkaitan dengan local wisdom memperkuat relevansi pendekatan kontekstual dan pendidikan Vol. No. September 2025, pp. A 328 Jurnal Pendidikan West Science berbasis kearifan lokal dalam membentuk karakter berkelanjutan, terutama dalam masyarakat Klaster hijau menampilkan topik-topik yang lebih modern dan teknologis, seperti artificial intelligence, deep learning, learning systems, education computing, dan character recognition. Ini menunjukkan adanya tren baru dalam integrasi teknologi cerdas ke dalam pendidikan karakter. Penelitian di klaster ini cenderung mengeksplorasi bagaimana teknologi, terutama AI dan sistem pembelajaran adaptif, dapat membantu dalam pengenalan pola perilaku, pengukuran nilai-nilai karakter, atau personalisasi pembelajaran berbasis nilai (Sari & Budiman, 2. Keterkaitan antara character values dan computing menggambarkan upaya untuk menjembatani soft skills dengan hard technology dalam pendidikan abad ke-21. Simpul character education menjadi titik temu antara klaster merah, biru, dan hijau, menunjukkan bahwa pendidikan karakter merupakan bidang multidisiplin yang menjembatani psikologi, budaya, agama, dan teknologi. Istilah seperti curriculum, motivation, dan communication berperan sebagai penghubung antarklaster, yang memperlihatkan pentingnya rancangan kurikulum yang mampu mengakomodasi pendekatan afektif, nilai-nilai lokal, dan inovasi digital secara bersamaan. Ini sejalan dengan gagasan pendidikan holistik yang tidak hanya mendidik dari sisi kognitif, tetapi juga emosional dan spiritual, sekaligus memanfaatkan teknologi sebagai enabler pembelajaran karakter. Visualisasi ini memberikan pemahaman strategis bahwa pendidikan karakter dan nilai-nilai berkelanjutan berkembang dalam dua poros besar: . nilai-nilai kemanusiaan dan kontekstual . erahAebir. , dan . inovasi teknologi dalam mendukung pembelajaran nilai . Gambar 2. Overlay Visualization Sumber: Data Diolah, 2024 Gambar 2 menunjukkan bahwa pada bagian kiri visualisasi, tampak dominasi warna biru tua hingga ungu yang menunjukkan bahwa topik-topik seperti psychological aspect, personality, empathy, ethics, social values, dan medical ethics merupakan tema yang banyak diteliti pada awal dekade 2010-an. Fokus ini mencerminkan perhatian awal para peneliti terhadap dimensi psikologis, moral, dan nilai sosial dalam pendidikan karakter. Keterkaitan erat antara topik-topik tersebut Vol. No. September 2025, pp. A 329 Jurnal Pendidikan West Science mengindikasikan bahwa pendekatan pendidikan karakter pada masa awal banyak dipengaruhi oleh teori-teori psikologi perkembangan dan pendidikan nilai-nilai moral konvensional, seperti pendekatan Lickona dan Kohlberg. Memasuki pertengahan dekade . itandai dengan warna hijau dan hijau kekuninga. , muncul peningkatan frekuensi publikasi pada kata kunci seperti curriculum, leadership, communication, moral education, dan values education. Ini menunjukkan adanya pergeseran fokus dari pendekatan psikologis ke ranah institusional dan pedagogis, di mana pendidikan karakter mulai dikaitkan secara lebih eksplisit dengan pengembangan kurikulum dan kebijakan pendidikan. Pada fase ini, nilai-nilai karakter mulai dirancang untuk diintegrasikan ke dalam sistem pendidikan formal, termasuk dalam konteks budaya dan agama seperti terlihat pada istilah islamic education dan local wisdom. Ini mencerminkan tren global untuk menyusun pendidikan nilai yang kontekstual dan adaptif terhadap lingkungan sosial peserta didik. Bagian kanan visualisasi yang didominasi warna kuning menandakan tema-tema paling mutakhir yang berkembang pesat pasca 2018. Topik seperti artificial intelligence, learning systems, character recognition, education computing, dan deep learning menunjukkan lonjakan minat terhadap integrasi cerdas dalam mendukung pendidikan karakter. Hal merepresentasikan era transformasi digital dalam pendidikan, di mana teknologi tidak hanya menjadi alat bantu, tetapi juga berperan sebagai mediator dalam proses internalisasi nilai dan evaluasi karakter peserta didik. Tabel 1. Top Cited Documents Citations Authors and year Title (Cohen et al. , 2. School climate: Research, policy, practice, and teacher education (Mueller & Thomas, 2. Culture and entrepreneurial potential: A nine country study of locus of control and innovativeness (Gray et al. , 2. (Koe Hwee Nga & Shamuganathan, 2. (Paelecke-Habermann et , 2. (Lamb et al. , 2. (Schor, 2. (Hinz et al. , 2. (Lyckenhoff et al. , 2. (Lynch, 2. The dark . side of UX design The influence of personality traits and demographic factors on social entrepreneurship start up intentions Attention and executive functions in remitted major depression Professor forcing: A new algorithm for training recurrent Family pediatrics: report of the Task Force on the Family. Psychometric evaluation of the Generalized Anxiety Disorder Screener GAD-7, based on a large German general population Perceptions of Aging Across 26 Cultures and Their Culture-Level Associates Carelessness: A hidden doxa of higher education Vol. No. September 2025, pp. A 329 Jurnal Pendidikan West Science Gambar 3. Visualisasi Densitas Sumber: Data Diolah, 2024 Gambar 3 menggambarkan tingkat kepadatan atau frekuensi kemunculan kata kunci dalam studi-studi terkait pendidikan karakter dan nilai-nilai berkelanjutan. Warna kuning menandakan area dengan kepadatan atau intensitas tinggi . rekuensi tinggi dan keterkaitan kuat antar istila. , sementara warna hijau hingga biru menunjukkan area dengan frekuensi lebih rendah. Terlihat bahwa kata kunci "character education" menjadi pusat paling padat, yang menunjukkan bahwa istilah ini merupakan fokus utama dalam literatur dan menjadi titik sentral pengembangan tema Kata-kata seperti curriculum, moral education, values education, local wisdom, dan islamic education juga muncul di zona dengan kepadatan tinggi, menandakan signifikansi topik-topik tersebut dalam kajian pendidikan karakter yang berbasis nilai-nilai budaya dan spiritual. Di sisi lain, kelompok istilah seperti deep learning, character recognition, education computing, dan artificial intelligence berada pada posisi lebih menyebar namun tetap memiliki kecerahan yang menandakan tren baru yang mulai banyak dikaji. Ini menunjukkan adanya ekspansi kajian pendidikan karakter ke ranah teknologi dan kecerdasan buatan. Di bagian kiri peta, istilah seperti psychological aspect, social values, empathy, dan ethics juga memiliki kepadatan yang cukup tinggi, mencerminkan kuatnya dimensi afektif dan psikologis dalam wacana awal pendidikan karakter. Vol. No. September 2025, pp. A 330 Jurnal Pendidikan West Science Gambar 4. Visualisasi Penulis Sumber: Data Diolah, 2024 Gambar 4 menampilkan visualisasi co-authorship network dalam penelitian tentang pendidikan karakter dan nilai-nilai berkelanjutan yang divisualisasikan menggunakan VOSviewer. Setiap simpul . merepresentasikan seorang penulis, sementara garis penghubung antar simpul menunjukkan kolaborasi dalam publikasi. Tampak bahwa terdapat beberapa klaster kolaborasi yang cukup jelas, seperti klaster merah yang dipimpin oleh Prayitno. Harun Joko, dengan kolaborator intens seperti Sumardjoko Bambang. Waston Waston, dan Boeriswati EndryAi mengindikasikan kelompok penulis dengan kontribusi tinggi dan jaringan kolaborasi yang erat. sisi lain, klaster biru yang dipimpin oleh Winarni. Retno menunjukkan kolaborasi yang lebih terisolasi namun tetap konsisten. Klaster lain seperti hijau . isalnya Suyitno. dan Endraswara. Suward. dan ungu (Rohmadi. Muhamma. menandakan jaringan kolaboratif lintas institusi. Gambar 5. Visualisasi Afiliasi Sumber: Data Diolah, 2024 Vol. No. September 2025, pp. A 331 Jurnal Pendidikan West Science Pada Gambar 5 di atas, terlihat bahwa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menjadi pusat kolaborasi paling dominan dari sisi institusi di Indonesia, ditunjukkan oleh ukuran simpul yang besar dan keterhubungan dengan berbagai universitas lain, seperti Universitas Slamet Riyadi dan Universitas Islam Negeri Ar-Raniry. Di sisi lain, terdapat konektivitas yang cukup kuat dengan beberapa institusi luar negeri, terutama dari Inggris, seperti UCL Institute of Education. London. University of Birmingham, dan University of Edinburgh, yang menunjukkan adanya jaringan kolaborasi internasional yang aktif dalam penelitian bidang ini. Gambar 6. Visualisasi Negara Sumber: Data Diolah, 2024 Pada gambar keenam ini, tampak bahwa Indonesia dan United States mendominasi dalam hal jumlah publikasi dan posisi sentral dalam jaringan kolaborasi global, dengan koneksi luas ke negara-negara seperti Malaysia. India. Brazil, dan Russia. Kekuatan kolaborasi Indonesia dengan negara-negara Asia seperti Thailand. Saudi Arabia, dan Bangladesh juga terlihat mencolok, mencerminkan posisi strategis Indonesia dalam pembangunan pendidikan berbasis nilai di kawasan Global South. Di sisi lain, negara-negara Eropa Barat seperti France. Netherlands, dan Switzerland juga membentuk klaster tersendiri yang saling terhubung secara erat. Implikasi Praktis Hasil dari analisis bibliometrik ini memberikan beberapa implikasi penting bagi dunia pengembangan sumber daya manusia. Pertama, temuan menunjukkan bahwa integrasi pendidikan karakter dengan nilai-nilai berkelanjutan telah menjadi tren global yang semakin kuat, sehingga lembaga pendidikan di Indonesia perlu menyesuaikan kurikulum mereka agar lebih kontekstual dengan tantangan global seperti keberlanjutan lingkungan, etika digital, dan keadilan sosial. Kedua, hasil co-occurrence keywords menunjukkan bahwa pendekatan multidisiplin harus diterapkan dalam praktik pendidikan karakter. Artinya, guru dan pembuat kebijakan harus dilatih untuk mengadopsi pendekatan holistik dan adaptif, tidak hanya berbasis nilai-nilai tradisional, tetapi juga berbasis teknologi dan data. Ketiga, visualisasi kolaborasi antar institusi dan antarnegara membuka Vol. No. September 2025, pp. A 332 Jurnal Pendidikan West Science peluang kerja sama internasional yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas penelitian dan pengajaran, melalui joint research, program pertukaran, hingga pengembangan sumber daya guru dan dosen. Kontribusi Teoritis Secara teoritis, studi ini memperluas pemahaman mengenai dinamika keilmuan dalam ranah character education dan sustainability values melalui pendekatan bibliometrik. Kontribusi utama terletak pada pemetaan struktur intelektual, identifikasi tema-tema utama, dan evolusi konseptual dalam literatur selama dua dekade terakhir. Temuan bahwa pendidikan karakter tidak lagi hanya dikaji dari aspek moral dan psikologi saja, tetapi juga semakin terhubung dengan artificial intelligence, learning systems, dan education computing menunjukkan pergeseran paradigma teoretis dari pendekatan konvensional ke pendekatan interdisipliner dan teknologi adaptif. Hal ini memperkuat posisi pendidikan karakter sebagai bidang yang dinamis dan relevan dalam konteks Revolusi Industri 4. 0 dan Society 5. Selain itu, jaringan kolaborasi antar penulis dan institusi yang terungkap melalui analisis ini memberikan gambaran mengenai aktor-aktor kunci yang berperan dalam konstruksi dan difusi teori pendidikan karakter lintas konteks budaya dan geografis. Limitasi Meskipun penelitian ini menawarkan wawasan menyeluruh tentang lanskap ilmiah pendidikan karakter dan nilai-nilai berkelanjutan, terdapat beberapa keterbatasan yang perlu Pertama, sumber data terbatas pada satu basis data yaitu Scopus, yang meskipun sangat kredibel, namun dapat mengecualikan literatur lokal atau nasional yang tidak terindeks di dalamnya, khususnya dari negara berkembang. Kedua, kata kunci yang digunakan dalam proses ekstraksi data bisa saja tidak menangkap seluruh variasi terminologis yang digunakan dalam studistudi terkait, sehingga ada kemungkinan sebagian penelitian relevan tidak terjaring. Ketiga, pendekatan bibliometrik bersifat kuantitatif dan tidak menggali kedalaman konten artikel secara kualitatif, sehingga pemaknaan teoritis atas tema dan kontribusi konseptual masih perlu didalami lebih lanjut melalui systematic literature review atau meta-synthesis. Oleh karena itu, studi ini dapat dijadikan landasan awal untuk penelitian lanjutan yang lebih mendalam dan eksploratif secara KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis bibliometrik terhadap literatur pendidikan karakter dan nilainilai berkelanjutan, dapat disimpulkan bahwa topik ini menunjukkan perkembangan yang signifikan secara global, dengan tren yang bergeser dari pendekatan psikologis dan moral tradisional menuju integrasi teknologi seperti artificial intelligence dan learning systems. Temuan ini menegaskan bahwa pendidikan karakter tidak lagi bersifat konvensional, melainkan semakin interdisipliner dan kontekstual, mencakup dimensi budaya, agama, teknologi, dan keberlanjutan. Indonesia bersama negara-negara Asia seperti Malaysia dan India muncul sebagai kontributor aktif dalam publikasi, dengan konektivitas kolaboratif yang semakin luas, baik antar institusi nasional maupun internasional. Visualisasi peta penelitian menunjukkan potensi penguatan kerja sama lintas negara dan lintas disiplin dalam pengembangan kurikulum serta kebijakan pendidikan berbasis nilai berkelanjutan. Studi ini memberikan dasar penting bagi pengambil kebijakan dan akademisi untuk merancang strategi pendidikan karakter yang relevan dengan tantangan abad ke-21, sekaligus Vol. No. September 2025, pp. Jurnal Pendidikan West Science A 333 membuka ruang eksplorasi lanjutan melalui pendekatan literatur yang lebih mendalam secara DAFTAR PUSTAKA