Jurnal Riset Akuntansi Jambi Vol 8 No 1 Juni 2025 Perubahan Laba Bersih Ditinjau dari Aktivitas Keuangan pada Sektor Pertambangan Minyak dan Gas Bumi yang Terdaftar di BEI Periode 2019-2023 Robertoni1. Kiki Helencia2 Universitas Adiwangsa Jambi E-mail: kikihelencia01@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kas, piutang dan total utang secara simultan dan parsial terhadap Laba Bersih Pada Sub Sektor Pertambangan Minyak dan Gas Bumi Yang Terdaftar di BEI Periode 2019-2023. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif yaitu penelitian yang bersifat memaparkan variabel-variabel yang diteliti. Metode kuantatif adalah metode yang digunakan untuk menganalisis data keuangan perusahaan dengan jalan membandingkan laba rugi perusahaan serta menghitung tendensi perubahaan yang Secara simultan kas, piutang dan total utang berpengaruh terhadap laba bersih pada sub sektor pertambangan minyak dan gas bumi yang terdaftar di BEI periode Hal ini ditunjukkan dengan F hitung yang lebih besar dari Ftabel . ,934 > 3,. dan dengan membandingkan besarnya taraf signifikan sebesar 0,05 maka 0,002 < 0,05 berarti dapat dikatakan bahwa ada pengaruh positif antara variabel kas, piutang dan utang terhadap laba bersih pada sub sektor pertambangan minyak dan gas bumi yang terdaftar di BEI periode 2019-2023. Nilai koefisien determinasi (R Squar. sebesar 0,730, hal ini berarti kas, piutang dan total utang mampu menjelaskan laba bersih sebesar 73% sedangkan sisanya sebesar 27% dipengaruhi oleh faktor lain diluar penelitian ini. Kata Kunci: Laba Bersih. Total Kas,Total Piutang dan Total Utang ABSTRACT This study aims to determine the simultaneous and partial effects of cash, receivables, and total debt on Net Income in the Oil and Gas Mining Subsector Listed on the IDX for the period 2019-2023. The approach method used in this research is the descriptive method, which is research that aims to describe the variables being studied. The quantitative method is used to analyze the company's financial data by comparing the company's profit and loss and calculating the tendencies of changes that occur. Simultaneously, cash, receivables, and total debt have an impact on net profit in the oil and gas mining subsector listed on the IDX for the period 2019-2023. This is indicated by the F-count being greater than the F-table . 934 > 3. and by comparing the significance level of 0. 05 where 0. 002 < 0. 05, meaning it can be stated that there is a positive effect between the variables of cash, receivables, and debt on net profit in the oil and gas mining subsector listed on the IDX for the period 2019-2023. The coefficient of determination (R Squar. value of 0. 730 means that cash, receivables, and total debt can explain net profit by 73%, while the remaining 27% is influenced by other factors outside of this study. Keywords: Net Profit. Total Cash. Total Receivables and Total Liabilities PENDAHULUAN Persaingan dunia usaha saat ini semakin kompetitif, karena itu setiap perusahaan harus mampu mengatur dan mengolah semua sumber daya yang dimilikinya dengan efektif dan efisien agar tetap dapat bertahan dan Untuk dapat bertahan dan berkembang dalam kondisi tersebut, suatu perusahaan harus dapat mengolah berbagai sumber daya yang dimiliki Robertoni1. Kiki Helencia2 Perubahan Laba Bersih Ditinjau dari Aktivitas Keuangan pada Sektor Pertambangan Minyak Dan Gas Bumi yang Terdaftar di BEI Periode 2019-2023 Salah satu sumber informasi bagi pihak eksternal dalam menilai kinerja perusahaan adalah laporan keuangan. Laporan keuangan merupakan sebuah media informasi yang mencatat, merangkum segala akivitas perusahaan dan digunakan untuk melaporkan keadaan dan posisi perusahaan pada pihak yang berkepentingan, terutama pada pihak kreditur, investor, dan manajemen perusahaan itu sendiri. Untuk menggali lebih banyak lagi informasi yang terkandung dalam suatu laporan keuangan diperlukan suatu analisis laporan Apabila suatu informasi disajikan dengan benar, informasi berguna dalam pengambilan keputusan dan mengetahui kinerja perusahaan. Laporan keuangan juga pada dasarnya merupakan hasil refleksi dari sekian banyak transaksi yang terjadi dalam suatu perusahaan. Transaksi dan peristiwa yang bersifat finansial dicatat, digolongkan dan diringkaskan dengan cara setepat-tepatnya dalam satuan uang, dan kemudian diadakan penafsiran untuk berbagai tujuan. Analisa keuangan melibatkan penilaian terhadap keuangan di masa lalu, sekarang dan yang akan datang. Penilaian tersebut dimaksudkan untuk menemukan kelemahan-kelemahan di dalam kinerja keuangan perusahaan yang dapat menyebabkan masalah-masalah yang ada pada perusahaan yang dapat diandalkan, kelemahan-kelemahan tersebut dapat diperbaiki, hasil-hasil yang dipandang sudah cukup baik di waktu-waktu yang lalu harus dipertahankan untuk waktu yang akan datang. Menurut Fahmi . dalam praktiknya, secara umum ada 3 macam jenis laporan keuangan yang biasa disusun, yaitu neraca, laporan laba rugi, laporan arus kas. Neraca . alance shee. merupakan laporan yang menunjukkan posisi keuangan perusahaan pada tanggal tertentu. Artinya dari posisi keuanagan dimaksudkan adalah posisi jumlah dan jenis aktiva . dan pasiva . ewajiban dan ekuita. suatu perusahaan. Laporan kas terdiri arus kas masuk . ash i. dan arus kas keluar . ash ou. selama periode tertentu. Kas masuk terdiri dari uang yang masuk keperusahaan, seperti hasil penjualan atau penerimaan lainnya, sedangkan kas keluar merupakan sejumlah jumlah pengeluaran dan jenis-jenis pengeluarannya seperti pembayaran biaya operasional perusahaan. Kas yang baik merupakan kunci keberlangsungan usaha. Tidak dapat dipungkiri hampir seluruh aktivitas perusahaan dilakukan dengan menggunakan Arus kas sangat penting bagi perusahaan apapun. Tanpa arus kas, bisnis akan berhenti berfungsi. Dengan kata lain, setiap aktivitas operasional sangat bergantung pada kondisi arus kas. Agar bisnis dapat berjalan dengan baik, perusahaan harus menjaga paling tidak keseimbangan antara penerima dan pengeluaran kas. Namun perlu diperhatikan lebih dalam sumber penerimaan yang berasal dari aktivitas operasi atau aktivitas pendanaan. Demikian pula untuk penggunaan kas yang tidak terkontrol akan mengakibatkan kas terkuras habis dan otomatis semua kegiatan operasional akan terganggu. Dalam pelaksanaannya perusahaan dihadapkan pada beberapa resiko. Ketika sebuah perusahaan menjual barang dan atau jasa secara kredit, maka beresiko menimbulkan kegagalan dalam penagihan piutang tepat waktu atau mungkin menimbulkan kegagalan menagih piutang tepat jumlah. Piutang merupakan salah satu unsur dari aktiva lancar dalam neraca perusahaan yang timbul akibat adanya penjualan barang dan jasa atau pemberian kredit terhadap debitur yang pembayaran pada umumnya diberikan dalam tempo 30 hari . iga puluh har. sampai dengan 90 hari . embilan puluh har. Dalam arti luas, piutang merupakan tuntutan terhadap pihak lain yang berupa uang, barang-barang atau Robertoni1. Kiki Helencia2 Perubahan Laba Bersih Ditinjau dari Aktivitas Keuangan pada Sektor Pertambangan Minyak Dan Gas Bumi yang Terdaftar di BEI Periode 2019-2023 jasa-jasa yang dijual secara kredit. Piutang bagi kegunaan akuntansi lebih sempit pengertiannya yaitu untuk menunjukkan tuntutan-tuntutan pada pihak luar perusahaan yang diharapkan akan diselesaikan dengan penerimaan jumlah uang tunai. Munawir . Kebijakan utang merupakan kebijakan pendanaan perusahaan yang bersumber dari eksternal. Kebijakan utang menggambarkan utang jangka panjang yang dimiliki oleh perusahaan untuk membiayai operasional Penentuan kebijakan utang berkaitan dengan struktur modal karena utang merupakan salah satu komposisi dalam srruktur modal. Menurut Mamduh . perusahaan dinilai beresiko apabila memiliki porsi utang yang besar pada struktur modal, tetapi bila perusahaan menggunakan utang yang kecil atau tidak sama sekali maka perusahaan dinilai tidak dapat memanfaatkan tambahan modal eksternal yang dapat meningkatkan operasional perusahaan. Ketersediaan kas dan pengelolaan piutang serta manajemen hutang yang terkendali dengan baik diharapkan dapat meningkatan kemampuan perusahaan dalam meningkatkan labanya. Dengan optimalisasi penggunaan asset tersebut maka efisiensi dan efektivitas pengelolaan perusahaan dapat terjamin dan pada akhirnya dapat meningkatkan laba perusahaan. Industri pertambangan merupakan salah satu sektor industri yang punya sumbangsih besar bagi Indonesia mulai dari peningkatan pendapatan ekspor, pembangunan daerah, peningkatan pendapatan aktivitas ekonomi, pembukaan lapangan kerja dan sumber pemasukan terhadap anggaran pusat dan anggaran Harga komoditas sumber daya alam yang kuat dan kembalinya minat investor atas industri pertambangan telah memicu nilai pasar perusahaan Walaupun tingkat keuntungan perusahaan tambang Indonesia lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata global karena kenaikan yang tinggi yang dinikmati pemain global. Namun tingkat pengembalian atas investasi tambang Indonesia masih kuat. Pada penelitian ini objek berikut tabel perkembangan kas, piutang, total utang dan laba bersih pada Sub Sektor Pertambangan Minyak dan Gas Bumi Yang Terdaftar di BEI Periode 2019-2023. Pada Bursa Efek Indonesia (BEI) terdapat 7 perusahaan pertambangan minyak dan gas bumi, namun pada penelitian ini penulis hanya menggunakan sampel sebanyak 3 perusahaan dikarenakan hanya ada 3 perusahaan yang mempunyai kelengkapan data terkait variabel yang digunakan dalam penelitian ini dan mempunyai laba yang bernilai Perusahaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah PT. Elnusa Tbk. PT. Surya Esa Perkasa Tbk dan PT. Radiant Utama Interisco Tbk, berikut ini perkembangan kas pada sub sektor pertambangan gas dan minyak bumi yang terdaftar di BEI periode 2019-2023. Berdasarkan analisis pada laporan keuangan perusahaan, dapat diidentifikasikan beberapa permasalahan yang terjadi yaitu: Kas pada sub sektor pertambangan minyak dan gas bumi yang terdaftar di BEI periode 2019-2023 berfluktuasi cenderung meningkat dengan ratarata perkembangan sebesar 14,26%. Piutang pada sub sektor pertambangan minyak dan gas bumi yang terdaftar di BEI periode 2019-2023 berfluktuasi cenderung menurun dengan rata-rata perkembangan sebesar -6,54%. Total Utang pada sub sektor pertambangan minyak dan gas bumi yang terdaftar di BEI periode 2019-2023 berfluktuasi cenderung meningkat dengan rata-rata perkembangan sebesar 12,39%. Robertoni1. Kiki Helencia2 Perubahan Laba Bersih Ditinjau dari Aktivitas Keuangan pada Sektor Pertambangan Minyak Dan Gas Bumi yang Terdaftar di BEI Periode 2019-2023 Laba bersih pada sub sektor pertambangan minyak dan gas bumi yang terdaftar di BEI periode 2019-2023 berfluktuasi cenderung menurun dengan rata-rata perkembangan sebesar 30,51%. Berdasarkan identifikasi masalah maka penulis membuat tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh total kas, total piutang dan total utang secara simultan dan parsial terhadap Laba Bersih Pada Sub Sektor Pertambangan Minyak dan Gas Bumi Yang Terdaftar di BEI Periode 2019-2023. METODE PENELITIAN Jenis dan Sumber Data Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif yaitu penelitian yang bersifat memaparkan variabel-variabel yang Studi ini di desain dapat melibatkan data kuantitatif yang dilengkapi dengan data kualitatif Sugiyono . metode kuantatif adalah metode yang digunakan untuk menganalisis data keuangan perusahaan dengan jalan membandingkan laba rugi perusahaan serta menghitung tendensi perubahaan yang terjadi. Dalam penelitian ini data yang digunakan adalah jenis data sekunder yaitu data yang diperoleh atau dikumpulkan oleh orang yang melakukan penelitian dari sumber-sumber yang telah ada Sugiyono . Data yang dikumpulkan berupa laporan keuangan tahunan pada sub sektor pertambangan minyak dan gas bumi periode 2019-2023 yang berupa data mengenai total kas, total piutang usaha dan total utang serta Laba Bersih. Data dalam penelitian ini diperoleh dari laporan keuangan pada sub sektor pertambangan minyak dan gas bumi periode 2019-2023 dari w. Metode Pengumpulan Data Untuk mendapatkan data yang diperlukan dalam penelitian ini dilakukan dengan cara penelitian kepustakaan (Library Researc. Menurut Istijanto . peneliti kepustakaan (Library Researc. yaitu penelitian yang dilakukan dengan cara mempelajari teori dan konsep dari literatur-literatur yang erat hubungannya dengan objek penelitian ini untuk dapat menganalisa data. Populasi dan Sampel Populasi menurut Sugiyono . adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini sub sektor pertambangan gas dan minyak bumi yang terdaftar dan telah melakukan pelaporan keuangannya di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode tahun 2019-2023 sebanyak 7 perusahaan yang listing di BEI. Adapun 7 perusahaan tersebut adalah sebagai Tabel 1 Populasi Penelitian Nama Emiten PT. Ratu Prabu Energi. Tbk PT. Benakat Integra. Tbk PT. Elnusa. Tbk Kode Emiten ARTI BIPI ELSA Robertoni1. Kiki Helencia2 Perubahan Laba Bersih Ditinjau dari Aktivitas Keuangan pada Sektor Pertambangan Minyak Dan Gas Bumi yang Terdaftar di BEI Periode 2019-2023 PT. Energi Mega Persada. Tbk PT. Surya Esa Perkasa. Tbk PT. Medco Energi Internasional. Tbk PT. Radiant Utama Interisco. Tbj ENRG ESSA MEDC RUIS Sampel menurut Sugiyono . merupakan bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Kriteria penarikan sampel pada penelitian ini adalah: Tabel 2 Kriteria Sampel Kriteria Perusahaan yang listing pada periode penelitian 2019-2023 Perusahaan yang memiliki kelengkapan data terkait dengan variabel yang digunakan dalam penelitian. Perusahaan yang memiliki nilai laba yang positif Sampel Penelitian Jumlah Perusahan Berdasarkan kriteria diatas maka yang menjadi sampel sebanyak 3 perusahaan yaitu Tabel 3 Nama Perusahaan Yang Menjadi Sampel Penelitian Nama Perusahaan PT. Elnusa. Tbk PT. Surya Esa Perkasa. Tbk PT. Radiant Utama Interisco. Tbk Kode Emiten ELSA ESSA RUIS HASIL DAN PEMBAHASAN UJI ASUMSI KLASIK Uji Normalitas Hasil uji normalitas dengan grafik normal probability plot (Normal P-P Plo. ditunjukkan sebagai berikut : Gambar 1 Uji Normalitas Robertoni1. Kiki Helencia2 Perubahan Laba Bersih Ditinjau dari Aktivitas Keuangan pada Sektor Pertambangan Minyak Dan Gas Bumi yang Terdaftar di BEI Periode 2019-2023 Dasar pengambilan keputusan dari analisis normal probability plot, yakni: jika data menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikutu arah garis diagonal menjunjukkan pola distribusi normal, maka model regresi memenuhi asumi normal. jika data menyebar jauh dari garis diagonal dan tidak mengikuti arah garis diagonal maka tidak menunjukkan pola distribusi normal, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas. Dari grafik histogram dan normal Probability Plot pada gambar 1 di atas terlihat bahwa grafik P-P plot di atas memperlihatkan titik menyebar di sekitar arah garis diagonal yang menunjukkan pola distribusi normal. Uji Heteroskedasitas Hasil uji heteroskodasitas dapat dilihat pada grafik scatterplot berikut ini: Gambar 2 Grafik Scatterplot Dasar uji heterskedasitas yakni: . jika ada pola tertentu, yang teratur . ergelombang, melebar, kemudian menyempi. , maka mengindikasikan telah terjadi heteroskedasitas, . jika ada dibawah angka nol pada sumbu Y, maka mengindikasikan tidak terjadi heteroskedasitas. Dari grafik scatterplot tersebut dapat kita lihat bahwa titik-titik menyebar secara acak serta tidak membentuk pola tertentu atau tidak teratur. Hal ini mengindikasikann tidak terjadinya heteroskedasitas pada model regresi sehingga model ini layak di pakai. Uji Multikolinearitas Tabel 4 Uji Multikolinearitas Coefficientsa Model Collinearity Statistics Tolerance VIF (Constan. Kas Piutang Utang Dependent Variable: Laba Bersih Robertoni1. Kiki Helencia2 Perubahan Laba Bersih Ditinjau dari Aktivitas Keuangan pada Sektor Pertambangan Minyak Dan Gas Bumi yang Terdaftar di BEI Periode 2019-2023 Uji Multikolineritas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi ditemukan adanya korelasi yang tinggi atau sempurna antar variabel bebas/independen yaitu kas, utang dan total utang yang saling berhubungan secara linier. Untuk mengetahui apakah terjadi multikolinieritas dalam suatu model regresi dapat dilihat dari nilai VIF . ariance Inflation Facto. Apabila nilai tolerance < 0,1 dan VIF > 10 . ariance Inflation Facto. mengindikasikan terjadi Jika nilai tolerance > 0,1 dan VIF < 10 . ariance Inflation Facto. mengindikasikan tidak terjadi multikolinearitas. Dari hasil peneitian pada tabel 4 terlihat bahwa nilai Tolerance dan VIF menunjukkan bahwa tidak ada satu variabel independen yang memiliki nilai VIF lebih besar dari 10 dan tidak ada satu nilai Tolerance variabel independen yang memenuhi nilai tolerance yaitu kurang dari 0,1. Uji Autokorelasi Tabel 5 Uji Autokorelasi Model Summaryb Model R Square Adjusted R Square Durbin-Watson Predictors: (Constan. Utang. Piutang. Kas Dependent Variable: Laba Bersih Berdasarkan hasil perhitungan analisis data dengan menggunakan SPSS versi 20 diperoleh hasil uji autokorelasi seperti tabel 5 dari tabel tersebut dapat dilihat angka Durbin-Watson Test sebesar 1,307. Karena angka D-W test 1,307 terletak diantara 0,658 Ae 1,864, maka diambil keputusan bahwa model regresi ini tidak ada autokorelasi. Sehingga dapat dilakukan model regresi dalam peneltian ini layak untuk memprediksi besarnya laba bersih. UJI F Uji statistik F pada dasarnya menunjukkan apakah semua variabel independen yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama/ simultan terhadap variabel dependen. Pengujian hipotesis pertama: kas (X. , piutang (X. dan total utang (X. secara simultan terhadap laba bersih (Y) pada sub sektor pertambangan minyak dan gas bumi yang terdaftar di BEI periode 2019-2023. Berikut ini hasil Uji F yang diolah menggunakan SPSS disajikan dalam tabel berikut ini : Tabel 6 Tabel Uji Simultan (Uji F) Model Regression Residual Total ANOVAa Sum of Squares Mean Square Sig. Robertoni1. Kiki Helencia2 Perubahan Laba Bersih Ditinjau dari Aktivitas Keuangan pada Sektor Pertambangan Minyak Dan Gas Bumi yang Terdaftar di BEI Periode 2019-2023 Dependent Variable: Laba Bersih Predictors: (Constan. Utang. Piutang. Kas Kriteria pengujian secara simultan (Uji F) dengan membandingkan F hitung dengan F tabel pada taraf signifikan = 0,05. Jumlah sampel pembentukan regresi 10, maka Df1= k-1= 4-1= 3 sedangkan df2= n-k = 15- 3= 12, maka nilai Ftabel sebesar 3,49. Dengan demikian F hitung sebesar 9,934 > F tabel sebesar 3,49 artinya terdapat pengaruh signifikan variabel antara variabel kas (X. , piutang (X. dan utang (X. secara simultan terhadap laba bersih (Y) pada sub sektor pertambangan minyak dan gas bumi yang terdaftar di BEI periode 2019-2023. UJI t Uji parsial . digunakan untuk mengetahui apakah model persamaan regresi telah signifikan utnuk digunkan mengukur pengaruh secara parsial variabel bebas kas (X. , piutang (X. dan total utang (X. terhadap laba bersih (Y). Dari hasil pengolahan data dengan menggunakan program SPSS 20 diperoleh hasil uji t sebagai berikut: Tabel 7 Tabel Uji Parsial (Uji . Model Coefficientsa Unstandardized Coefficients (Constan. Kas Piutang Utang Dependent Variable: Laba Bersih Std. Error Standardized Coefficients Sig. Beta Uji t dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh variabel bebas dengan variabel terikat secara parsial. Hasil analisis uji hipotesis antara variabel bebas kas (X. , utang (X. , dan total utang (X. terhadap laba bersih (Y) diperoleh hasil seperti yang terdapat pada tabel 7. Menghitung t tabel menggunakan ketentuan = 0,05 dan df= n-k = 15-3= 12 maka diperoleh nilai ttabel sebesar 1,78229. Pengujian statistik t dilakukan dengan membandingkan nilai t hitumg dan ttabel. Dari pengujian maka dapat dijelaskan sebagai berikut: Pengujian hipotesis kedua secara parsial, kas (X. Nilai t hitung variabel kas (X. 025 dan t tabel sebesar 1,78229 dari hasil perbandingan maka dapat diketahui t hitung lebih besar dari t tabel, maka Ho ditolak dan Ha diterima artinya ada pengaruh secara signifikan antara variabel kas (X. laba bersih (Y) pada sub sektor pertambangan minyak dan gas bumi yang terdaftar di BEI periode 2019-2023. Pengujian hipotesis ketiga secara parsial, piutang (X. Nilai t hitumg sebesar 0,965 dan t tabel sebesar 1,78229 dari hasil perbandingan maka dapat diketahui t hitung lebih besar dari t tabel, maka Ho diterima dan Ha ditolak artinya tidak ada pengaruh secara signifikan antara variabel piutang (X. terhadap laba bersih (Y) sub sektor pertambangan minyak dan gas bumi yang terdaftar di BEI periode 2019-2023. Pengujian hipotesis keempat secara parsial, total utang (X. Robertoni1. Kiki Helencia2 Perubahan Laba Bersih Ditinjau dari Aktivitas Keuangan pada Sektor Pertambangan Minyak Dan Gas Bumi yang Terdaftar di BEI Periode 2019-2023 Nilai t hitung sebesar -3. 097 dan t tabel sebesar 1,78229 dari hasil perbandingan maka dapat diketahui t hitung lebih besar dari t tabel maka Ho ditolak dan Ha diterima artinya ada pengaruh secara signifikan antara variable total utang (X. terhadap laba bersih (Y) pada sub sektor pertambangan minyak dan gas bumi yang terdaftar di BEI periode 2019-2023. PEMBAHASAN Berdasarkan hasil analisis regresi yang dilakukan dalam penelitian ini, maka dapat dijelaskan hal-hal berikut ini: Secara simultan kas, piutang dan total utang berpengaruh terhadap laba bersih pada sub sektor pertambangan minyak dan gas bumi yang terdaftar di BEI periode 2019-2023. Hal ini ditunjukkan dengan F hitung yang lebih besar dari Ftabel . ,934 > 3,. dan dengan membandingkan besarnya taraf signifikan sebesar 0,05 maka 0,002 < 0,05 berarti dapat dikatakan bahwa ada pengaruh positif antara variabel kas, piutang dan utang terhadap laba bersih pada sub sektor pertambangan minyak dan gas bumi yang terdaftar di BEI periode 2019-2023. Selanjutnya pengujian secara parsial menyatakan bahwa kas memiliki pengaruh secara signifikan terhadap laba bersih pada sub sektor pertambangan gas dan minyak bumi yang terdaftar di BEI periode 2019-2023 karena t hitung lebih besar dari t tabel . 025 > 1,78. koefisien regresi kas sebesar 0,336 memberikan arti positif terhadap laba bersih. Hal ini menunjukkan bahwa kas mempunyai hubungan yang searah dengan laba bersih. Hal ini mengandung arti bahwa setiap kenaikan kas satu satuan maka laba bersih akan meningkat sebesar 33,6%. Pengujian secara parsial menyatakan bahwa piutang tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap laba bersih pada sub sektor pertambangan gas dan minyak bumi karena t hitng lebih kecil dari t tabel . ,965 < 1,78. koefisien regresi sebesar 0,069 memberikan arti bahwa piutang berpengaruh positif terhadap laba bersih. Hal ini menunjukkan bahwa dengan penambahan piutang sebesar 1% maka akan meningkatkan laba bersih sebesar 69%. Pengujian secara parsial menyatakan bahwa total utang memiliki pengaruh yang signifikan terhadap harga saham pada sub sektor pertambangan minyak dan gas bumi karena t hitung > t tabel (-3. 097 > 1,78. koefisien regresi sebesar -0,108 memberikan arti bahwa total utang berpengaruh negatif terhadap laba bersih. hal ini menunjukkan bahwa penambahan total utang sebesar 1% akan menurunkan laba bersih sebesar 10,8%. Nilai koefisien determinasi (R Squar. sebesar 0,730, hal ini berarti kas, piutang dan total utang mampu menjelaskan laba bersih sebesar 73% sedangkan sisanya sebesar 27% dipengaruhi oleh faktor lain diluar penelitian ini. KESIMPULAN Berdasarkan hasil pembahasan yang dilakukan pada bab sebelumnya, maka dapat dirumuskan beberapa kesimpulan sebagai berikut: Berdasarkan hasil pengujian secara simultan . ji F) dapat diketahui bahwa terdapat pengaruh signifikan antara variabel kas (X. , piutanf (X. dan total utang (X. secara bersama-sama terhadap laba bersih (Y). Dimana nilai F hitung > F tabel . ,934 > 3,. Ketiga variabel independen tersebut dapat menjelaskan sebesar 73% perubahan laba bersih pada sub sektor pertambangan minyak dan gas bumi yang terdaftar di BEI periode 2019-2023. Robertoni1. Kiki Helencia2 Perubahan Laba Bersih Ditinjau dari Aktivitas Keuangan pada Sektor Pertambangan Minyak Dan Gas Bumi yang Terdaftar di BEI Periode 2019-2023 Berdasarkan hasil pengujian secara parsial . dapat diketahui bahwa terdapat pengaruh secara signifikan antara kas (X . laba bersih (Y). Hal ini dibuktikan oleh nilai t hitung > ttabel . 025 > 1,78. Pada variabel piutang (X. tidak terdapat pengaruh secara signifkan terhadap laba bersih (Y). Hal ini dibuktikan oleh nilai t hitung < ttabel . ,965 < 1,78. Pada variabel total utang (X. terdapat pengaruh negatif yang signifikan terhadap laba bersih (Y). Hal ini dibuktikan oleh nilai t hitung > t tabel (-3. 097 > 1,78. SARAN Saran yang dapat penelti sampaikan dalam penelitian ini adalah sebagai Bagi perusahaan berdasarkan penelitian ini sebaiknya perusahaan lebih mendorong tingkat kas karena kas memiliki pengaruh yang besar dalam meningkatkan laba bersih. Bagi peneliti berikutnya diharapkan untuk mencoba variabel lain untuk memprediksi laba bersih contohnya rasio keuangan sebagai variabel independen, karena sangat dimungkinkan rasio keuangan lain berpengaruh terhadap laba bersih. DAFTAR PUSTAKA