http://e-journals. id/index. php/JKPBK Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. Vol 8 No 1. Juni 2025. pISSN : 2654-5241 eISSN : 2722-7573 Artikel Penelitian The Influence of Video Educational Media on Adolescents' Knowledge About the Dangers of Abusing Aibon Adhesive Among 8th Grade Students at SMP Negeri 3 Sorong City Fitriani1. Joan Emray2. Lusia Wahyunig Tyas3. Andirwana4 Abstrak Pendahuluan: Masa remaja adalah periode yang terletak di antara masa kanak-kanak dan dewasa pada rentang usia 10 hingga 19 tahun. Berdasarkan Survei yang dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional, terdapat kenaikan jumlah penyalahgunaan zat adiktif di Indonesia di kalangan siswa Sekolah Menengah dari 18. 000 menjadi 73. Pada tahun 2017 jumlah kasus penggunaan lem di wilayah Provinsi Papua Barat sudah mencapai sekitar 900 kasus. Didapatkan data responden siswa-siswi kelas Vi di SMP Negeri 3 Kota Sorong yaitu, lebih tinggi responden yang tidak pernah menghisap lem . 3%), dibandingkan responden yang pernah menghisap lem . 7%). Tujuan: untuk mengetahui apakah ada pengaruh media edukasi video terhadap pengetahuan remaja tentang bahaya penyalahgunaan zat adiktif lem di SMP N 3 Kota Sorong. Metode: Jenis penelitian kuantitatif menggunakan pra-eksperimental dengan rancangan one group pre and post test design. Populasi penelitian ini adalah berjumlah 347 orang dan sampel penelitian berjumlah 185 responden. Uji statistik yang digunakan yaitu Wilcoxon sign rank test p-value = (<0. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh media edukasi video terhadap pengetahuan remaja tentang bahaya penyalahgunaan zat adiktif lem pada siswa-siswi dengan p-value = 0,000. Kesimpulan: Kesimpulan penelitian ini adalah ada pengaruh media edukasi video terhadap pengetahuan remaja tentang bahaya penyalahgunaan zat adiktif lem Kata kunci: Remaja. Media Video. Penyalahgunaan Zat Adiktif Abstract Background: Adolescence is a period between childhood and adulthood, typically ranging from 10 to 19 years of According to a survey conducted by the National Narcotics Agency (BNN), there has been an increase in the misuse of addictive substances among high school students in Indonesia, from 18,000 to 73,523 cases. In 2017, the number of glue sniffing cases in West Papua Province reached approximately 900. Data from respondents at the eighth-grade level in SMP Negeri 3 Sorong showed that a higher percentage of respondents . 3%) had never sniffed glue, compared to those who had . 7%). Objective: The aim of this study is to determine whether educational media in the form of videos has an impact on adolescents' knowledge of the dangers of glue sniffing and other addictive substances at SMP N 3 Sorong. Method: This study employs a quantitative pre-experimental design, specifically a one-group pre-test and post-test design. The study's population consists of 347 individuals, with a sample size of 185 respondents. The statistical test used is the Wilcoxon sign-rank test, with a p-value of <0. Results: The findings indicate that there is a significant effect of educational video media on adolescents' knowledge of the dangers of glue sniffing and addictive substance misuse among eighth-grade, with a p-value of Conclusion: This study concludes that educational video media has an impact on adolescents' knowledge about the dangers of glue sniffing and other addictive substances among eighth-grade Keywords: Adolescents. Video Media. Substance Abuse Submitted: 26 November 2024 Revised:26 June 2025 Affiliasi penulis : 1,2,4 . Ilmu Keperawatan. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Papua. Indonesia. Stikes Karya Bhakti Nganjuk Korespondensi : AuFitriani. dhala@gmail. com, 085238162414 PENDAHULUAN Masa remaja merupakan masa dimana membentuk sebuah jati diri. Namun hal ini disebabkan proses pencarian jati dirinya menjadi masa peralihan yang labil, akibatnya sering terjadi perselisihan baik dengan dirinya sendiri maupun dengan lingkungan sekitar dan bahkan tidak mencari Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman Accepted: 30 June 2025 penyelesaian yang tepat sehingga hanya mampu membuat keputusan yang sangat terbatas dan mencoba tindakan yang manfaat dan risiko dari penyalahgunaan zat adiktif lem . Sesuai dengan World Health Organization Masa remaja adalah periode yang terletak di antara masa kanak-kanak dan dewasa pada rentang usia 10 hingga 19 tahun . Penggunaan yang tidak tepat dari zat adiktif di kalangan siswa dapat menimbulkan dampak serius pada kesehatan fisik dan Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. JKPBK. http://e-journals. id/index. php/JKPBK Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. Vol 8 No 1. Juni 2025. pISSN : 2654-5241 eISSN : 2722-7573 mental mereka jika tidak ditangani dengan tepat. Perubahan psikologis yang terjadi seringkali menghambat hubungan sosial pengguna zat adiktif dengan keluarga dan masyarakat sekitarnya. Seorang yang telah kecanduan zat adiktif tidak akan hidup normal seperti orang Mereka cenderung memiliki perilaku yang aneh dan tergantung pada tingkat fisik dan psikologis yang berbeda. Ketergantungan psikologis dapat memicu perilaku kompulsif untuk memperoleh zat Bahkan, tidak jarang pengguna zat adiktif melakukan tindakan kriminal untuk memenuhi kebutuhan mereka. Akibat yang lebih buruk dari kecanduan zat adiktif dengan dosis dan frekuensi yang tinggi adalah kematian . Terbukti dari hasil studi yang dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN), penyalahgunaan zat adiktif di Indonesia di kalangan siswa Sekolah Menengah 000 menjadi 73. Pada tahun 2014, sekitar 34% remaja/pelajar diketahui menggunakan zat adiktif, yang mengalami kenaikan sebesar 44% pada tahun 2015 . Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan pada tahun 2019, penggunaan zat adiktif lem dapat menimbulkan dampak yang berbahaya seperti kerusakan pada sistem saraf, saluran napas, dan organorgan penting lainnya . Selain itu, pemakaian zat adiktif lem juga dapat memicu ketergantungan dan gangguan Didapatkan data responden siswa-siswi kelas Vi di SMP Negeri 3 Kota Sorong yaitu, lebih tinggi responden yang tidak pernah menghisap lem . 3%), dibandingkan responden yang pernah menghisap lem . 7%). Fakta saat ini menunjukkan bahwa penyalahgunaan zat adiktif berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Apriani . mengenai lem yaitu karena mengenai bahaya penyalahgunaan zat adiktif, sehingga banyak remaja yang menyalahgunakan obat-obatan terlarang Terdapat berbagai faktor yang memengaruhi penyalahgunaan zat adiktif lem adalah faktor ketidaktahuan remaja sebagai salah satu penyebab remaja mengonsumsi lem. Hal ini didukung Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman dengan Teori Lawrance Green yang menjelaskan bahwa faktor predisposisi, faktor pendukung, dan faktor penguat Kurangnya pengetahuan termasuk dalam ketersediaan dan aksesibilitas lem termasuk dalam faktor pendukung. Faktor penguatnya bisa berupa sensasi yang dirasakan oleh remaja ketika menghirup lem. Oleh karena itu, perlu adanya pendidikan dan sosialisasi yang penyalahgunaan zat adiktif, termasuk lem, kepada remaja agar mereka tidak terjerumus ke dalam perilaku yang depannya . Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui apakah ada pengaruh pengetahuan remaja tentang bahaya penyalahgunaan zat adiktif lem di SMP N 3 Kota Sorong. METODE Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan pra eksperimental dengan rancangan one group pre and post test design. Design penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu satu kelompok peserta dengan diawali dengan tes awal (Pretes. , kemudian diberi perlakuan . Penelitian kemudian diakhiri dengan sebuah tes akhir . ost-tes. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 3 Kota Sorong pada tanggal 24-27 Juli Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa-siswi kelas Vi SMP Negeri 3 Kota Sorong yang berjumlah 347 orang. Teknik penentuan menggunakan teknik Stratified random dengan proses pengambilan sampel melalui proses pembagian populasi dalam strata, memilih sampel acak sederhana dari setiap stratum, dan menggabungkan ke dalam sebuah sampel untuk menaksir parameter Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu tiap kelas 8 : Kelas A = 32/347 x 185 = 17 siswa . Kelas B = 32/347 x 185 = 17 siswa . Kelas C = 32/347 x 185 = 17 siswa . Kelas D = 32/347 x 185 = 17 siswa . Kelas E = 32/347 x 185 = 17 siswa . Kelas F = 32/347 x 185 = 17 siswa Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. JKPBK. http://e-journals. id/index. php/JKPBK Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. Vol 8 No 1. Juni 2025. pISSN : 2654-5241 eISSN : 2722-7573 . Kelas G = 32/347 x 185 = 17 siswa . Kelas H = 33/347 x 185 = 18 siswa . Kelas I = 30/347 x 185 = 16 siswa . Kelas J = 30/347 x 185 = 16 siswa . Kelas K = 30/347 x 185 = 16 siswa Pengumpulan data menggunakan data primer dimana data diperoleh langsung pada saat dilakukan penelitian, yaitu berupa data dari pengisian kuesioner atau lembar observasi selama penelitian, kepada responden untuk mendapatkan data mengenai karakteristik responden dan pengetahuan responden mengenai bahaya penyalahgunaan zat adiktif dan data sekunder diperoleh dari bagian tata usaha mengenai keseluruhan jumlah siswa kelas Vi di SMP Negeri 3 Kota Sorong. Sedangkan Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Kuesioner tentang pengaruh media edukasi video terhadap pengetahuan remaja mengenai bahaya penyalahgunaan zat adiktif pada siswa kelas Vi di SMP Negeri 3 Kota Sorong. Kuesioner ini dibuat sendiri oleh peneliti tentang pengetahuan bahaya penyalahgunaan zat adiktif lem . , yang terdiri dari sejumlah memperoleh data dari responden. Lembar kuesioner dibagi menjadi dua bagian, yaitu bagian A yang berisi identitas responden dan bagian B yang berisi tentang pengetahuan siswa-siswi tentang bahaya penyalahgunaan zat adiktif lem dengan 18 pernyataan, dengan kategori pilihan jawaban benar atau salah. Kuesioner ini sudah di uji validitas dengan menghitung korelasi antara masing-masing pernyataan dengan skor total menggunakan rumus teknik korelasi Auproduct momentAy Nilai r tabel 0,312 . ingkat kepercayaan 95%) adalah dari 20 pernyataan pengetahuan yang diuji, terdapat 18 pernyataan yang dianggap valid dengan kisaran koefisien korelasi 403 hingga 0. 658, sedangkan ada 3 pernyataan yang tidak valid karena memiliki nilai koefisien korelasi dibawah 0,312. Reliabilitas kuesioner menggunakan uji statistik, seperti CronbachAos Alpha, yang memberikan angka yang menunjukkan konsistensi internal dari kuesioner. Nilai CronbachAos Alpha lebih dari 0,7, yang menunjukkan bahwa instrumen tersebut Normalitas menggunakan uji Komogorov-Smirnov . Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman dan didapatkan hasil signifikan . adalah 0,000 selanjutnya peneliti menggunakan uji statistic (Wilcoxon signed rank tes. dengan batas kemaknaan yang digunakan adalah 0,05. Langkah-langkah intervensi berikut: Persiapan Video Edukasi: Video dibuat untuk memberikan informasi yang akurat penyalahgunaan lem Aibon. Pelaksanaan: Video ditayangkan kepada responden, dengan memastikan bahwa semua peserta menontonnya dalam lingkungan yang terkendali. Video akan ditayangkan di ruang kelas atau dalam setting kelompok untuk memastikan paparan yang konsisten terhadap konten tersebut. Durasi dan Frekuensi: Video akan ditayangkan selama durasi tertentu . isalnya 15-20 meni. dalam satu sesi atau beberapa sesi, tergantung pada desain penelitian. Penilaian Pasca-Intervensi: Setelah menonton video, responden akan mengisi tes pasca untuk menilai perubahan dalam pengetahuan mereka tentang bahaya pengunaan lem. HASIL Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa pengetahuan remaja tentang bahaya penyalahgunaan zat adiktif lem sebelum diberikan media edukasi video, dengan kategori kurang sebanyak 87 responden . %), cukup 93 responden . ,3%), baik 5 responden . ,7%). Dan hasil penelitian setelah diberikan edukasi menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan siswa-siswi kelas Vi sesudah diberikan media edukasi video lebih banyak responden dengan tingkat pengetahuan baik yaitu 107 responden . ,8%). Berdasarkan hasil penelitian yang karakteristik responden sebagai berikut : Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. JKPBK. http://e-journals. id/index. php/JKPBK Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. Vol 8 No 1. Juni 2025. pISSN : 2654-5241 eISSN : 2722-7573 Tabel 1 Distribusi frekuensi responden berdasarkan, jenis kelamin, kelas, menghisap lem, pengetahuan Pre-test dan Post-test Variabel Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Kelas Vi A Vi B Vi C Vi D Vi E Vi F Vi G Vi H Vi I Vi J Vi K Menghisap lem Tidak Pernah Pernah Pengetahuan Pre-test Kurang Cukup Baik Pengetahuan Post-test Baik Frekuensi 42, 7 Vi sebelum diberikan media edukasi berpengetahuan cukup yaitu 110 responden . ,2%), sedangkan dengan tingkat pengetahuan baik lebih sedikit . ,4%). Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan siswa-siswi kelas Vi sesudah diberikan media edukasi video lebih banyak responden dengan tingkat pengetahuan baik yaitu 107 responden . ,8%). Tabel 2 Analisis Bivariat Normalitas data Variabel KomogorovSmirnov Data (Pretes. Data (Posttes. 0,000 Hasil 0,05 Tidak 0,000 Tidak Tabel 3. Hasil uji Wilcoxon Post-test-Pretest Tabel 1. menunjukkan bahwa distribusi responden dengan kategori jenis kelamin didapatkan data lebih banyak jenis kelamin perempuan berjumlah 106 responden . dibandingkan jenis kelamin laki-laki yang berjumlah 79 responden . 7%). Karakteristik kelas terbanyak yaitu kelas 8 H dengan jumlah 18 responden . ,7%). Sedangkan pada kelas 8A, 8B, 8C, 8D, 8E, 8F, dan 8G memiliki jumlah responden yang sama yaitu 17 responden . 2 %) dan pada kelas 8I, 8J, dan 8K memiliki jumlah responden lebih sedikit yaitu 16 responden . 6%). Karakteristik responden menghisap lem dengan keterangan tidak pernah responden . ,3%) lebih banyak dibandingkan dengan 5 responden . ,7%) yang pernah menghisap lem. Karakteristik responden berdasarkan pengetahuan menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan siswa-siswi kelas Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman = 0. Negative Ranks Positive Ranks 185AN Ties Total P value = 0,000 Sebelum melakukan uji Wilcoxon peneliti menggunakan uji normalitas data menggunakan uji Kolmogorov- Smirnov didapatkan hasil signifikan . adalah 0,000 karena nilai Signifikan dari pretest dan posttest kurang dari 0,05. dalam penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon untuk mengetahui pengaruh pengetahuan remaja tentang bahaya penyalahgunaan zat adiktif lem pada siswa kelas Vi di SMP Negeri 3 Kota Sorong. Dari tabel 3 didapatkan nilai Asymp. Sig. - taile. tekanan darah sistolik dan diastolik = 0. 000 < a = 0,05 yang berarti p < a yang artinya ada pengaruh pengaruh media edukasi video Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. JKPBK. http://e-journals. id/index. php/JKPBK Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. Vol 8 No 1. Juni 2025. pISSN : 2654-5241 eISSN : 2722-7573 terhadap pengetahuan remaja tentang bahaya penyalahgunaan zat adiktif lem pada siswa kelas Vi di SMP Negeri 3 Kota Sorong. PEMBAHASAN Pengetahuan remaja tentang bahaya penyalahgunaan zat adiktif lem sebelum diberikan media edukasi video. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa pengetahuan remaja tentang bahaya penyalahgunaan zat adiktif lem sebelum diberikan media edukasi video, dengan kategori kurang sebanyak 4 responden . ,2%), cukup 110 responden . %), baik 71 responden . ,4%). Penelitian ini berbanding terbalik dengan penelitian sebelumya yang menunjukkan pengetahuan kurang pada pre-test yaitu . ,8%) lebih banyak dengan responden yang mempunyai pengetahuan cukup pada pre-test yaitu . ,2%) . Pengetahuan pengindraan manusia, atau hasil dari tahu seseorang terhadap objek tertentu melalui indra pendengaran, peglihatan, penciuman dan sebagainya. Untuk menghasilkan pengetahuan yang baik dipengaruhi oleh perhatian dan persepsi terhadap objek-objek tertentu. Sebagian besar pengetahuan seseorang diperoleh penglihatan . Sebelum diberikan kesehatan, pengetahuan responden tentang penyalahgunaan zat adiktif hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya faktor individu, faktor lingkungan, dan faktor zat . Video edukasi merupakan proses pendidikan melalui salah satu media video yang menyajikan informasi atau pesan secara Kelebihan dari media video ini dapat menyampaikan pesan atau informasi dalam bentuk dua jenis yaitu dalam bentuk suara . dan gambar . hingga memberikan pesan yang dapat diterima secara merata. Informasi Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman yang ditampilkan melalui media video dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih lengkap, jelas, bervariatif, menarik, dapat diulang-ulang, serta menyenangkan . Asumsi pengetahuan remaja tentang zat adiktif seperti lem dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Peneliti berasumsi pengetahuan yang terbatas tentang bahaya fisik dan psikologis dari cakupan lem, sehingga membuat remaja ingin mencoba-coba menghirup aroma dari lem tersebut. Tetapi remaja belum terlalu memahami tentang bahaya dari menghisap lem dapat merusak tubuh mereka. Dengan disimpulkan bahwa pengetahuan remaja tentang bahaya penyalahgunaan zat adiktif lem sebelum diberikan media edukasi video cukup dibandingkan pengetahuan baik. Pretest diberikan dengan tujuan untuk mengetahui apakah ada diantara responden yang sudah Adapun manfaat dari diadakannya pretest adalah untuk responden tentang pembelajaran yang akan disampaikan. Pengetahuan remaja tentang bahaya penyalahgunaan zat adiktif lem sesudah diberikan media edukasi video Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa pengetahuan remaja tentang bahaya penyalahgunaan zat adiktif lem sesudah diberikan media edukasi video, dengan kategori baik sebanyak 185 responden . %). Penelitian ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang meneliti tentang pengaruh media video terhadap pengetahuan dan sikap tentang gizi seimbang yang menyimpulkan bahwa media video sangat diperlukan sebagai alat Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. JKPBK. http://e-journals. id/index. php/JKPBK Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. Vol 8 No 1. Juni 2025. pISSN : 2654-5241 eISSN : 2722-7573 informasi kepada seseorang dimana dalam hasil penelitiannya menunjukkan bahwa ada pengaruh media video tentang gizi seimbang . Pengetahuan adalah hasil dari tahu setelah seseorang melakukan pengamatan terhadap sesuatu objek sehingga dapat memengaruhi fokus perhatian terhadap objek tersebut . Media promosi kesehatan, yaitu upaya untuk menampilkan pesan atau informasi oleh komunikator kepada target audiens. Dengan demikian, mereka . arget audiens. Re. pengetahuannya dan terjadi perubahan positif di bidang kesehatan . Media promosi kesehatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah video. Video adalah gambar-gambar dalam frame, dimana frame demi frame diproyeksikan melalui lensa proyektor . Asumsi peneliti, bahwa remaja cenderung lebih tertarik pada konten visual, sehingga video bisa lebih efektif dibandingkan teks. Video yang pendek dan menarik lebih mungkin untuk ditonton sepenuhnya, sedangkan durasi yang Video dalam penelitian ini menampilkan animasi gambar dan menulis materi yang akan disampaikan. Pembuatan video didesain semudah mungkin untuk dicerna, merupakan salah satu faktor yang membuat para siswa mudah dalam menerima pesan. Penggunaan bahasa yang tidak terlalu sulit dan bisa dipahami, menimbulkan daya tarik bagi responden. Dibuktikan dengan responden aktif dalam Responden memberikan feed back yang baik dibuktikan dengan responden mengisi kuesioner posttest, dan responden juga mengatakan materi yang mereka dapatkan dari menonton video bisa memabantu dalam pelajaran Ipa di sekolah sehingga responden mengatakan memudahkan mereka dalam mempelajari dan lebih memahami materi yang akan disampaikan oleh gurunya. Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman Hasil pengetahuan responden pada kelas 8A-8K mengalami peningkatan pengetahuan yaitu lebih banyak responden berpengetahuan baik berjumlah 185 responden . %). Sehingga, dapat disimpulkan bahwa siswa kelas 8 di SMP Negeri 3 Kota Sorong yang berjumlah 185 responden telah mengalami peningkatan pengetahuan. Pengaruh media edukasi video terhadap pengetahuan remaja tentang bahaya penyalahgunaan zat adiktif lem di SMP Negeri 3 Kota Sorong Hasil penelitian yang dilakukan pada siswa-siswi kelas Vi SMP Negeri 3 Kota Sorong berjumlah 185 responden yang diambil dari setiap kelas dengan perwakilan 16-18 responden yang diambil berdasarkan absen yang berangka ganjil. Kegiatan penelitian dilakukan dengan cara melakukan eksperimen sebanyak lima kali dengan waktu yang berbeda dalam satu hari. Kegiatan dimulai dari kelas 8A, 8B, 8C, 8D, 8E, 8F, 8G, 8H, 8I, 8J, 8K. responden diberikan pretest terlebih dahulu dengan menjawab kuesioner yang berisikan 18 pertanyaan Berdasarkan menunjukkan terdapat perbedaan tingkat pengetahuan antara sebelum dan sesudah diberikan media video dengan menggunakan uji Wilcoxon rank test (Z) 826b dengan asymp. Sig. atau nilai p-value sebesar 0,000, dimana nilai A O . yang berarti ada penyalahgunaan zat adiktif lem sesudah diberikan media edukasi video. Penelitian penelitian sebelumnya tentang pengaruh pendidikan kesehatan dengan media video terhadap pengetahuan remaja mengenai bahaya penyalahgunaan zat adiktif lem pada siswa kelas Vi di SMP YPS Samarinda dengan jumlah responden 75 siswa telah dibuktikan dengan hasil uji statistik diperoleh nilai uji Wilcoxon (Z) Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. JKPBK. http://e-journals. id/index. php/JKPBK Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. Vol 8 No 1. Juni 2025. pISSN : 2654-5241 eISSN : 2722-7573 sebesar Ae dengan A value sebesar 0,000 . hal ini menunjukkan bahwa A value kurang dari . dengan demikian adanya pengaruh media video terhadap pengetahuan siswa kelas Vi. Remaja menurut UU Perlindungan Anak adalah seseorang yang berusia antara 10-18 tahun, dan merupakan kelompok penduduk Indonesia dengan jumlah yang cukup besar . ampir 20% dari jumlah pendudu. Remaja merupakan pembangunan di masa depan . Menkes mengatakan bahwa permasalahan yang dialami remaja cukup kompleks, mulai dari masalah prestasi di sekolah, pergaulan, penampilan, menyukai lawan jenis dan lain Menurut asumsi peneliti bahwa siswa-siswi sebelum diberikan media edukasi video . re-tes. terdapat mayoritas responden memiliki pengetahuan sedang dan setelah diberikan media edukasi video terhadap tingkat pengetahuan siswa-siswi mayoritas pada pengetahuan baik. Hal tersebut dikarenakan siswa-siswi di SMP Negeri 3 Kota Sorong yang mengalami penyalahgunaan zat adiktif lem sangat kurang, sehingga memotivasi peneliti untuk memberikan pengetahuan melalui media Dengan pentingnya pengetahuan tentang bahaya penyalahgunaan zat adiktif lem sehingga dapat memperluas pengetahuan siswasiswi di SMP Negeri 3 Kota Sorong untuk tidak terjerumus dalam pergaulan yang Dapat disimpulkan bahwa media edukasi video efektif untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang bahaya penyalahgunaan zat adiktif lem, sehingga terdapat pengaruh media video terhadap pengetahuan remaja tentang bahaya penyalahgunaan zat adiktif lem pada siswa-siswi kelas Vi di SMP Negeri 3 Kota Sorong. Dalam penelitian ini terdapat kelemahan-kelemahan yang disebabkan Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman karena keterbatasan peneliti, diantaranya Siswa-siswi kelas Vi yang menjadi dikumpulkan dalam satu ruangan (Aul. dikarenakan bertabrakan dengan proses belajar-mengajar dan akreditas sekolah dan Waktu penelitian yang diberikan pihak sekolah relatif singkat dan peneliti harus mengikuti jadwal belajar siswa-siswi kelas Vi yang telah diberikan oleh pihak sekolah serta Tidak adanya alat proyektor sehingga peneliti kesulitan dalam memaparkan Peneliti hanya menggunakan handphone dan laptop sebagai alat yang digunakan siswa-siswi untuk menonton SIMPULAN Pengetahuan sebelum diberikan perlakuan dengan menayangkan video bahaya penyalahgunaan zat adiktif lem dengan kategori pengetahuan kurang sebesar 2,2%, pengetahuan kategori cukup sebesar 59% dan pengetahuan baik sebesar 38,4%. Pengetahuan sesudah diberikan perlakuan dengan menayangkan video bahaya penyalahgunaan zat adiktif lem dengan kategori baik sebesar 100%. Ada pengaruh media video terhadap pengetahuan remaja tentang bahaya penyalahgunaan zat adiktif lem. Bagi sekolah agar dapat memberikan informasi tentang bahaya penyalahgunaan zat adiktif lem kepada seluruh siswa-siswi SMP Negeri 3 Kota Sorong serta dapat menambah pengetahuan dan wawasan yang luas tentang bahaya penyalahgunaan zat adiktif lem untuk tidak terjerumus dalam pergaulan yang salah. Bagi institusi pendidikan agar hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai salah satu referensi maupun bahan ajar baik bagi para dosen maupun mahasiswa-mahasiswi dalam meningkatkan pengetahuan, secara khusus dalam pembelajaran keperawatan anak Peneliti selanjutnya dapat meneruskan penelitian tentang bahaya penyalahgunaan zat adiktif lem dengan menggunakan kelompok kontrol dikarenakan dalam peneltian ini Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. JKPBK. http://e-journals. id/index. php/JKPBK Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. Vol 8 No 1. Juni 2025. pISSN : 2654-5241 eISSN : 2722-7573 belum ada kelompok kontrol. DAFTAR PUSTAKA Halid. Wildan. "Pengaruh Konseling Behavioristik terhadap Kenakalan Remaja Studi Kasus Remaja di Desa Mesanggok Lombok Barat. " Jurnal Bimbingan Konseling Dan Dakwah Islam, 2021, 1: 74-98. World Health Organization. Adolescent health. Retrieved June 6, https://w. int/southeastasia/hea lth-topics/adolescent-health Nasution. Anhar, et al. "Dampak Dan Sanksi Hukum Terhadap Penyalahgunaan Lem Aibon Sebagai Narkotika. " BAKTIMAS: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat, 2023, 4: 545-555. Badan Narkotika Nasional, . Hasil Riset Kesehatan Dampak Penyalahgunaan Narkoba. Retrieved June https://yogyakarta. id/konten/un ggahan/2020/11/11. Riset-KesehatanDampak-Penyalahgunaan-Narkoba2019. Rosalina. Cahyani. , & Putri. Penyalahgunaan Lem Aibon Bagi Anak-Anak Di Kota Sorong Papua Barat. Abdimas: Papua Journal of Community Service, 2019, 1. , 1Ae12. Apriani. Riri. Sunarti. Sri. Pendidikan Kesehatan Dengan Media Video Terhadap Pengetahuan Remaja Mengenai Bahaya Penyalahgunaan Zat Adiktif Lem Pada Siswa Kelas Vi Di Smp Yps Samarinda. eAAC a, 2017, 4: 9-15. Maria L. Penyuluhan P. Tentang P. Penyalahgunaan B, et al. An Idea Health Journal ISSN. 1:2. Accessed August 30, 2023. Notoatmodjo. Pengukuran Pengetahuan dari subjek Penelitian. Jakarta. Rineka Cipta. Nurdiantami. Yuri, et al. Hubungan antara Interaksi Keluarga dengan Perilaku Berisiko Penyalahgunaan NAPZA Remaja. Jurnal Pendidikan dan Konseling (Jpb. , 2022, 4. 4: 630-636. Aisah. Siti. Ismail. Suhartini. Margawati. Ani. Edukasi kesehatan dengan media video animasi: Scoping Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman Jurnal Perawat Indonesia, 2021, 5. 1: 641-655. Ardie. Handri Fadhillah. Sunarti. Sri. Pengaruh media video terhadap pengetahuan dan sikap tentang gizi seimbang pada siswa kelas V di SDN 016 Samarinda Seberang. Borneo Studies and Research, 2019, 1. 1: 284289. Purwoko. Media Rolling Box Berbasis Educational Games Sebagai Layanan Informasi Zat Adiktif, 2022. Vol 12. Putra Apriadi Siregar. , et Promosi Kesehatan Lanjutan Dalam Teori Dan Aplikasi. Prenada Media, 2020. Umami. Halimil. Rahmawati. Fuji. Maulida. Mutia Nadra. Pengaruh Media Video Edukasi Tentang Vulva Hygiene Terhadap Tingkat Pengetahuan Dan Sikap Remaja Putri. Jurnal Kesehatan Saelmakers Perdana (Jks. , 2021, 4. 1: 42-50. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Remaja Harus Sehat. Retrieved June https://w. id/article /view/18051600001/menkes-remajaindonesia-harus-sehat. Mahabbatul Layna Fadli1. Faktor Yang Berhubungan Dengan Kecenderungan Penggunaan Psikotropika Zat Adiktif (Lem Fo. Pada Remaja. 2023 Vol 10 No. Misse. Damayanti. Angelia. , & Maria. Kesehatan Reproduksi Remaja dan Prakonsepsi. Media Sains Indonesia. Putu Darma, dkk. Bunga Rampai IsuIsu Krusial tentang Narkotika. Alkohol. Psikotropika, dan Zat Adiktif Lainnya (Napz. , 2022. Simanjuntak. , dan Nurhayati. Pengetahuan Sikap dan Perilaku Remaja Putri Terhadap Personal Hygine Pada Saat Menstruasi di SMP Negeri 3 Parongpong Kabupaten Bandung Barat. Nutrix Journal, 2020. 37771/nj. Wahyuni. Sri. Etika Keperawatan dan Hukum Kesehatan. Cirebon, 2022 : Rumah Pustaka