Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan (JURRIKES) Vol. No. 1 April 2022 e-ISSN: 2828-9374. p-ISSN: 2828-9366. Hal 98-106 HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN SIKAP REMAJA PUTERI TENTANG DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA MELALUI SADARI (PERIKSA PAYUDARA SENDIRI) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS UJUNG KUBU KABUPATEN BATUBARA TAHUN 2022 Irmawati1 STIKes Mitra Husada Medan watiirma58832@gmail. Nopalina Suyanti Damanik2 STIKes Mitra Husada Medan nopalinasuyanti@gmail. Korespondensi penulis: watiirma58832@gmail. Abstract. One effort that can be done to control breast cancer is to carry out primary prevention such as controlling risk factors and increasing communication, information and education. Secondary prevention is carried out through early detection of breast cancer, namely breast selfexamination (BSE). This study aims to determine the level of knowledge and attitudes of young women about early detection of breast cancer through self-examination . reast selfexaminatio. in the working area of the Ujung Kubu Health Center. Batubara Regency in 2022. This study used a collaborative research design with a cross-sectional approach. With a total population of all young women in the Working Area of the Ujung Kubu Health Center. Batubara Regency, namely 130 pure women with a sample of 58 using the simple random sampling method. Data collection in March-June 2022. This analysis was carried out to test the hypothesis using the Chi Square test at significant and if the p-value < 0. Based on the results of the study between knowledge and BSE actions, the Chi Square statistical test obtained a p value = 0. 010 so that p <0. And the attitude with the BSE action that the Chi Square statistical test obtained a p value = 0. 038 so that p <0. 05 then H0 is rejected and Ha is There is a Relationship between Knowledge and Attitudes of Young Women About Early Detection of Breast Cancer Through Self-Examination (Breast Self-Examinatio. in the Working Area of the Ujung Kubu Health Center. Batubara Regency in 2022. It is hoped that this can be one of the therapies given to young women to prevent breast cancer from being carried out as early as possible. Keywords: Knowledge. Attitudes. BSE Actions Abstrak. Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk mengendalikan kanker payudara adalah dengan melakukan pencegahan primer seperti pengendalian faktor risiko dan peningkatan komunikasi, informasi dan edukasi. Pencegahan sekunder dilakukan melalui deteksi dini kanker payudara yaitu pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat Pengetahuan dengan Sikap Remaja Puteri Tentang Deteksi Dini Kanker Payudara Melalui Sadari (Periksa Payudara Sendir. di Wilayah Kerja Puskesmas Ujung Kubu Kabupaten Batubara Tahun 2022. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kolerasi dengan pendekatan cross sectional. Dengan jumlah Populasi adalah semua remaja puteri di Wilayah Kerja Puskesmas Ujung Kubu Kabupaten Batubara yaitu sebanyak 130 remaja pureri Received Febuari 07, 2022. Revised Maret 2, 2022. Accepted April 28, 2022 *Corresponding author, e-mail watiirma58832@gmail. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan (JURRIKES) Vol. No. 1 April 2022 e-ISSN: 2828-9374. p-ISSN: 2828-9366. Hal 98-106 dengan sampel 58 menggunakan metode simple random sampling. Pengambilan data pada bulan Maret- Juni 2022. Analisis ini dilakukan untuk menguji hipotesis menggunakan uji Chi Square pada signifikan dan bila p-value < 0,05. Berdasarkan hasil penelitian antara pengetahuan dengan tindakan SADARI bahwa uji statistik Chi Square diperoleh nilai p value = 0,010 sehingga p < 0,05. Dan sikap dengan tindakan SADARI bahwa uji statistik Chi Square diperoleh nilai p value = 0,038 sehingga p < 0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima. Terdapat Hubungan Pengetahuan dengan Sikap Remaja Puteri Tentang Deteksi Dini Kanker Payudara Melalui Sadari (Periksa Payudara Sendir. di Wilayah Kerja Puskesmas Ujung Kubu Kabupaten Batubara Tahun 2022. Diharapkan dapat Sebagai salah satu terapi yang diberikan kepada remaja puteri untuk mencegah kanker payudara yang dilakukan sedini mungkin. Kata kunci: Pengetahuan. Sikap. Tindakan SADARI LATAR BELAKANG Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker yang umum pada wanita. Kanker payudara merupakan tumor ganas yang tumbuh didalam jaringan payudara. Setiap tahun lebih 000 wanita didiagnosa menderita kanker payudara. Insiden penyakit ini semakin meningkat di negara-negara maju (Kemenkes RI, 2. Penyakit kanker payudara merupakan penyebab utama kematian diantara semua penyakit kanker yang dialami wanita di Indonesia. Penyakit kanker merupakan salah satu masalah kesehatan di seluruh dunia, meningkatnya angka kematian akibat kanker payudara salah satunya karena terdeteksi pada stadium lanjut (WHO, 2. Data Global Cancer Observatory tahun 2018 menunjukkan angka kejadian penyakit kanker di Indonesia . ,2/100. 000 pendudu. berada pada urutan 8 di Asia Tenggara, sedangkan di Asia urutan ke 23. Angka kejadian untuk perempuan yang tertinggi adalah kanker payudara yaitu sebesar 42,1 per 100. 000 penduduk dengan rata-rata kematian 17 per 100. penduduk yang diikuti kanker leher rahim sebesar 23,4 per100. 000 penduduk dengan rata-rata kematian 13,9 per 100. 000 penduduk (Kemenkes RI, 2. Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk mengendalikan kanker payudara adalah dengan melakukan pencegahan primer seperti pengendalian faktor risiko dan peningkatan komunikasi, informasi dan edukasi. Pencegahan sekunder dilakukan melalui deteksi dini kanker payudara yaitu pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) (Kemenkes RI, 2. Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) merupakan salah satu cara yang efisien dan efektif sebagai pendeteksi dini kanker payudara selain mamografi. Sehingga dianjurkan rutin melakukan deteksi dini atau SADARI dimulai pada usia 20 tahun karena pada usia tersebut umumnya jaringan payudara pada wanita terbentuk dengan sempurna. Melalui pemeriksaan payudara sendiri yang dilakukan secara teratur setiap bulannya diharapkan dapat lebih Pengetahuan dengan Sikap Remaja Puteri Tentang Deteksi Dini Kanker Payudara Melalui Sadari mengenal kondisi payudara serta mengetahui jika terdapat adanya benjolan atau masalah lain sejak dini . isalnya saat masih berukuran keci. (Astutik, 2. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2019 Tentang Panduan Perilaku Interaksi Pelayanan Publik, pada pasal 1 menyatakan Pelayanan Publik adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan bagi setiap warga negara dan penduduk atas barang, jasa, dan/atau pelayanan administratif yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan publik. Sementara pada pasal 2. Menyebutkan Panduan perilaku interaksi Pelayanan Publik di lingkungan Kementerian Kesehatan merupakan acuan bagi setiap Pegawai ASN pada Satuan Kerja yang menyelenggarakan pelayanan publik di lingkungan Kementerian Kesehatan dalam berinteraksi dengan masyarakat penerima layanan untuk memastikan pelayanan yang prima. (Kemenkes, 2. Berdasarkan uraian diatas. Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) disarankan dimulai pada usia 20 tahun, merupakan rentang usia yang dimiliki oleh sebagian besar remaja Keberhasilan pemeriksaan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah pengetahuan dengan sikap. Pengetahun yang baik mengenai Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) akan menimbulkan sikap yang peduli terhadap upaya Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI). Maka, peneliti merasa tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul AuHubungan Pengetahuan dengan Sikap Remaja Puteri Tentang Deteksi Dini Kanker Payudara Melalui Sadari (Periksa Payudara Sendir. di Wilayah Kerja Puskesmas Ujung Kubu Kabupaten Batubara Tahun 2022 KAJIAN TEORITIS Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) adalah pengembangan kepedulian seorang wanita terhadap kondisi payudara sendiri. Kegiatan ini sangat sederhana dan dapat dilakukan oleh semua wanita tanpaperlu merasa malu kepada pemeriksa, tidak membutuhkan biaya, dan bagi wanita yang sibuk hanya perlu menyediakan waktunya selama kurang lebih lima menit. Tindakan ini dilengkapi dengan langkah-langkah khusus untuk mendeteksi secara awal penyakit kanker payudara. Adapun hipotesis penelitian ini adalah: Terdapat Hubungan Pengetahuan dengan Sikap Remaja Puteri Tentang Deteksi Dini Kanker Payudara Melalui Sadari (Periksa Payudara Sendir. Di Wilayah Kerja Puskesmas Ujung Kubu Kabupaten Batubara Tahun 2022. JURRIKES - VOLUME 1. NO. APRIL 2022 Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan (JURRIKES) Vol. No. 1 April 2022 e-ISSN: 2828-9374. p-ISSN: 2828-9366. Hal 98-106 METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan desain penelitian kolerasi dengan pendekatan cross Dengan jumlah Populasi adalah semua remaja puteri di Wilayah Kerja Puskesmas Ujung Kubu Kabupaten Batubara yaitu sebanyak 130 remaja pureri dengan sampel 58 menggunakan metode simple random sampling. Pengambilan data dalam penelitian ini dilakukan selama dua bulan, terhitung bulan Maret- Juni 2022. Analisis ini dilakukan untuk menguji hipotesis hubungan antara setiap variabel independen yang diteliti dengan variabel Analisis bivariat akan dilakukan dengan menggunakan uji Chi Square pada signifikan dan bila p-value < 0,05. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Dari hasil penelitian yang berjudul AuHubungan Pengetahuan dengan Sikap Remaja Puteri Tentang Deteksi Dini Kanker Payudara Melalui Sadari (Periksa Payudara Sendir. Di Wilayah Kerja Puskesmas Ujung Kubu Kabupaten Batubara Tahun 2022Ay Dengan frekuensi distribusi dengan sampel 58 orang,maka hasil yang didapat adalah sebagai berikut: Deskripsi Karakteristik Responden Tabel 4. Distribusi karakteristik respoden Di Wilayah Kerja Puskesmas Ujung Kubu Kabupaten Batubara Tahun 2022 Karekteristik responden Frekuensi Persentase % Pengetahuan Baik 48,2% Cukup 32,8% Kurang Total Sikap Positive Negative Total Berdasarkan tabel diatas menunjukkan dari 58 orang pengetahuan remaja puteri tentang deteksi dini kanker payudara melalui sadari . eriksa payudara sendir. dikategorikan berpengetahuan baik sebanyak 28 orang . ,2%), berpengetahuan cukup sebanyak 19 orang . ,8%) dan berpengetahuan kurang sebanyak 11 orang . %). Dan sikap dikategorikan yang positive sebanyak 12 orang . ,7%) dan sikap dikategori negative sebanyak 46 orang . ,3%). Pengetahuan dengan Sikap Remaja Puteri Tentang Deteksi Dini Kanker Payudara Melalui Sadari Deskripsi Frekuensi Pengetahuan dengan Sikap Tabel 4. Pengetahuan dengan Sikap Remaja Puteri Tentang Deteksi Dini Kanker Payudara Melalui Sadari (Periksa Payudara Sendir. Di Wilayah Kerja Puskesmas Ujung Kubu Kabupaten Batubara Tahun 2022 Tindakan Sadari Total Variabel Baik Kurang Value Pengetahuan 48,2% Baik 0,010 32,8% Cukup Kurang Sikap Positive 0,038 Negative Remaja puteri di Wilayah Kerja Puskesmas Ujung Kubu Kabupaten Batubara dengan jumlah 58 orang didapatkan hasil remaja puteri yang memiliki mayoritas berpengetahuan baik sebanyak 28 orang . ,2%) dengan yang melakukan tindakan sadari pada katagori baik sebanyak 1 orang . ,7%) dan yang tidak melakukan sadari dengan katagori kurang sebanyak 27 orang . ,5%). Berdasarkan uji statistik yang dilakukan dengan Chi-Square bahwa nilai p = 0,010 < 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima yang dapat diartikan bahwa ada Hubungan Pengetahuan dengan Sikap Remaja Puteri Tentang Deteksi Dini Kanker Payudara Melalui Sadari (Periksa Payudara Sendir. Di Wilayah Kerja Puskesmas Ujung Kubu Kabupaten Batubara Tahun 2022 Berdasarkan sikap Rremaja puteri di Wilayah Kerja Puskesmas Ujung Kubu Kabupaten Batubara dengan jumlah 58 orang didapatkan mayoritas sikap negative sebanyak 46 orang . ,3%) dengan yang melakukan sadari dengan kategori baik sebanyak 4 orang . ,8%) dan yang tidak melakukan sadari dengan kategori kurang sebanyak 42 orang . ,4%). Berdasarkan uji statistik yang dilakukan dengan Chi-Square menunjukkan bahwa nilai p = 0,038 < 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima yang dapat diartikan bahwa ada Sikap Remaja Puteri Tentang Deteksi Dini Kanker Payudara Melalui Sadari (Periksa Payudara Sendir. Di Wilayah Kerja Puskesmas Ujung Kubu Kabupaten Batubara Tahun 2022 2 Pembahasan Pengetahuan dengan Deteksi Dini Kanker Payudara Melalui Sadari (Periksa Payudara Sendir. JURRIKES - VOLUME 1. NO. APRIL 2022 Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan (JURRIKES) Vol. No. 1 April 2022 e-ISSN: 2828-9374. p-ISSN: 2828-9366. Hal 98-106 Pengetahuan adalah proses kegiatan mental yang dikembangkan melalui proses belajar dan disimpan dalam ingatan, akan digali pada saat dibutuhkan melalui bentuk ingatan, pengetahuan diperoleh dari pengalaman yang berasal dari berbagai sumber (Nurrahman. Remaja puteri di Wilayah Kerja Puskesmas Ujung Kubu Kabupaten Batubara dengan jumlah 58 orang didapatkan hasil ibu yang memiliki pengetahuan baik sebanyak 28 orang . ,2%) dengan yang melakukan tindakan sadari pada katagori baik sebanyak 1 orang . ,7%) dan yang tidak melakukan sadari dengan katagori kurang sebanyak 27 orang . ,5%), ibu yang memiliki pengetahuan cukup sebanyak 19 orang . ,8%) dengan yang melakukan tindakan sadari dengan kategori baik sebanyak 1 orang . ,7%) dan yang tidak melakuan sadari dengan kategori kurang sebanyak 18 orang . %), dan ibu yang memiliki pengetahuan kurang sebanyak 11 orang . %) dengan yang melakukan sadrai dengan kategori baik sebanyak 3 orang . ,1%) dan yang tidak melakukan sadari dengan kategori kurang sebanyak 8 orang . ,7%). Berdasarkan uji statistik yang dilakukan dengan Chi-Square untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan Remaja Puteri Tentang Deteksi Dini Kanker Payudara Melalui Sadari (Periksa Payudara Sendir. bahwa nilai p = 0,010 < 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima yang dapat diartikan bahwa ada Hubungan Pengetahuan dengan Sikap Remaja Puteri Tentang Deteksi Dini Kanker Payudara Melalui Sadari (Periksa Payudara Sendir. Di Wilayah Kerja Puskesmas Ujung Kubu Kabupaten Batubara Tahun 2022. Sebagaimana diketahui bahwa salah satu faktor yang mempengaruhi pengetahuan dan sikap responden ialah tingkat pendidikan responden dan pengalaman respon responden terhadap stimulus tertentu yang mana berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa sebagian besar responden belum pernah mendapatkan intercvensi kesehatan mengenai SADARI sehingga pengetahuan responden mengeni deteksi dini kanker payudara melalui SADARI masih dinilai kurang baik. Hasil penelitian ini juga sejalan dengan hasil penelitian Rubiah . yang menjelaskan bahwa perubahan nilai rata-rata pengetahuan sebelum dengan sesudah diberikan metode simulasi tentang SADARI yaitu 7,719 menjadi 12,766. Hasil analisis dengan menggunakan Wilcoxon didapatkan nilai p<0,001, maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh metode simulasi terhadap pengetahuan remaja putri tentang SADARI. Keberhasilan tindakan pencegahan terjadinya kanker payudara melalui SADARI ditentukan oleh beberapa faktor yang salah satunya adalah kapasitas pengetahuan dan Pengetahuan dengan Sikap Remaja Puteri Tentang Deteksi Dini Kanker Payudara Melalui Sadari konsistensi tindakan pencegahan yang dilakukan untuk menjadi upaya pencegahan yang optimal, apakah para remaja puteri siap dan terampil menjalankan tindakan deteksi kanker payudara melalui SADARI secara rutin di rumah. Oleh karena itu para remaja puteri harus memperkaya pengetahuannya mengenai tindakan pencegahan terjadinya kanker payudara melalui SADARI secara baik dn benar terutama pengetahuan mengenai tindakan SADARI tersebut yang dilakukan secara rutin dan berkelanjutan Distribusi frekuensi responden berdasarkan Sikap dengan Deteksi Dini Kanker Payudara Melalui Sadari (Periksa Payudara Sendir. Remaja puteri di Wilayah Kerja Puskesmas Ujung Kubu Kabupaten Batubara dengan jumlah 58 orang didapatkan hasil yang sikap positive sebanyak 12 orang . ,7%) dengan yang melakukan sadari dengan kategori baik sebanyak 1 orang . ,7%) dan yang tidak melakukan sadari dengan kategori kurang sebanyak 11 orang . %) dan yang sikap negative sebanyak 46 orang . ,3%) dengan yang melakukan sadari dengan kategori baik sebanyak 4 orang . ,8%) dan yang tidak melakukan sadari dengan kategori kurang sebanyak 42 orang . ,4%). Berdasarkan uji statistik yang dilakukan dengan Chi-Square untuk mengetahui Sikap Remaja Puteri Tentang Deteksi Dini Kanker Payudara Melalui Sadari (Periksa Payudara Sendir. menunjukkan bahwa nilai p = 0,038 < 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima yang dapat diartikan bahwa ada Sikap Remaja Puteri Tentang Deteksi Dini Kanker Payudara Melalui Sadari (Periksa Payudara Sendir. Di Wilayah Kerja Puskesmas Ujung Kubu Kabupaten Batubara Tahun 2022. Pengetahuan dan sikap remaja puteri akan deteksi dini kanker payudara melalui SADARI, sambil juga melatih diri untuk mempraktekkannya, memberikan bekal yang sangat diperlukan untuk melaksanakan perilaku pencegahan yang baik terhadap terjadinya kanker Dalam hal menjalankan tindakan deteksi dini kanker payudara melalui SADARI, yang paling dibutuhkan dari para remaja puteri adalah pemahaman dan pelaksanaan terhadap perilaku SADARI tersebut secara baik dan berkelanjutan. Memahami mempraktekkan perilaku SADARI memang memerlukan informasi, dibutuhkan waktu untuk memikirkan fakta-faktanya dan mengaplikasikan pengetahuan tersebut pada setiap tindakan nyata untuk deteksi dini kanker payudara melalui SADARI. KESIMPULAN DAN SARAN JURRIKES - VOLUME 1. NO. APRIL 2022 Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan (JURRIKES) Vol. No. 1 April 2022 e-ISSN: 2828-9374. p-ISSN: 2828-9366. Hal 98-106 Kesimpulan Berdasarkan uji statistik yang dilakukan dengan Chi-Square untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan Remaja Puteri Tentang Deteksi Dini Kanker Payudara Melalui Sadari (Periksa Payudara Sendir. bahwa nilai p = 0,010 < 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima yang dapat diartikan bahwa ada Hubungan Pengetahuan dengan Sikap Remaja Puteri Tentang Deteksi Dini Kanker Payudara Melalui Sadari (Periksa Payudara Sendir. Di Wilayah Kerja Puskesmas Ujung Kubu Kabupaten Batubara Tahun 2022. Berdasarkan uji statistik yang dilakukan dengan Chi-Square untuk Sikap Remaja Puteri Tentang Deteksi Dini Kanker Payudara Melalui Sadari (Periksa Payudara Sendir. menunjukkan bahwa nilai p = 0,038 < 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima yang dapat diartikan bahwa ada Sikap Remaja Puteri Tentang Deteksi Dini Kanker Payudara Melalui Sadari (Periksa Payudara Sendir. Di Wilayah Kerja Puskesmas Ujung Kubu Kabupaten Batubara Tahun 2022 Saran