eISSN 0000-0000 & pISSN 0000-0000 org/10. 63822/ib. Vol. No. Juni Tahun 2025 Hal. JournalHomepage: https://ojs. id/index. php/ib Penggunaan Metode Membaca Menulis Menghitung untuk Meningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas 1 dan 2 SD Alidin. Syahril Mubarak2 Universitas Alma Ata Yogyakarta Email Korespodensi: alidin. utm@mail. INFO ARTIKEL ABSTRACT Histori Artikel: Pengabdian ini difokuskan pada peserta didik kelas rendah . di SD Negeri Randusari. Pendekatan yang diterapkan adalah pendekatan deskriptif dengan menggunakan Metode kualitatif. Hasil penelitian yang diperoleh melalui observasi dan evaluasi bersama wali kelas dan peserta didik di SD Negeri Randusari menunjukkan bahwa kemampuan belajar peserta didik dalam membaca, menulis, dan berhitung . dapat digolongkan cukup baik. Adapun data yang diperoleh dari peserta didik kelas 1 dan 2 pada Sekolah Dasar menunjukkan bahwa di SD Negeri Randusari terdapat beberapa peserta didik yang belum menguasai belajar Minimnya Prestasi belajar peserta didik dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya adalah kurangnya efektivitas literasi dan pembelajaran calistung. Dengan terlaksananya kegiatan ini kami berharap dapat membantu meningkatkan pemahaman peserta didik terkhususnya untuk mereka yang belum paham dan belum mengetahui sebelumnya tentang calistung. Katakunci: Membaca. Menulis. Menghitung Siswa SD Hasil Belajar Copyright A 2025 The Author. This article is distributed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. s 17 Penggunaan Metode Membaca Menulis Menghitung untuk Meningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas 1 dan 2 SD (Alidin, et al. PENDAHULUAN Hasil belajar adalah salah satu ukuran keberhasilan dalam proses pembelajaran. Terkadang. Prestasi belajar siswa tidak memenuhi batas minimum standar ketuntasan (KKM) yang telah ditetapkan sebagai tujuan pembelajaran. Ada beberapa aspek yang berkontribusi terhadap ketidakmampuan siswa mencapai KKM . Hal tersebut antara lain kurangnya persiapan pembelajaran dimana kondisi ketidak mencapaian tujuan pembelajaran bisa disebabkan oleh faktor-faktor seperti metode pengajaran yang kurang efektif. Pemilihan strategi dan metode pembelajaran yang tidak sesuai dengan isi pelajaran, dan penggunaan media pembelajaran yang kurang tepat oleh guru Secara singkat. Literasi dapat didefinisikan sebagai keterampilan seseorang dalam mengelolah dan memahami informasi saat melakukan tindakan tertentu. Keterampilan literasi yang tinggi akan memberikan dukungan bagi peserta didik dalam proses pembelajaran dan meningkatkan pencapaian akademis mereka. Membaca merupakan suatu bentuk kemampuan/keterampialn menulis secara reseptif melibatkan kemampuan seseorang untuk mendapatkan informasi, pengetahuan, dan pengalaman baru melalui Semua konsep dan informasi yang diperoleh dari membaca memungkinkan individu untuk memperluas wawasannya, memperluas cara pandang dan berpikir kritis Berdasarkan hasil observasi awal yang dilaksanakan dengan mengidentifikasi kemampuan membaca, menulis, dan menghitung peserta didik. Beberapa peserta didik masih belum fasih dalam menghitung, membaca, menulis. Pentingnya pembelajaran membaca awal sangat dibutuhkan untuk siswa di kelas 1 dan 2 sekolah dasar. Hal tersebut disebabkan karena melalui pembelajaran membaca awal, siswa dapat mempersiapkan diri untuk tahapan membaca selanjutnya. Metode pembelajaran yang dianggap paling optimal Untuk anak usia dini adalah melalui pendekatan bermain. Hal ini disebabkan oleh kenyataan bahwa dunia bermain adalah tempat utama bagi anak-anak. Melalui kegiatan bermain, anak dapat menggali pembelajaran tanpa disadari dan tanpa merasa Melalui aktivitas bermain, anak dapat mengembangkan pemahaman terhadap aturan, meningkatkan keterampilan sosialisasi, belajar meletakkan diri dalam situasi tertentu, mengelola emosi, mengembangkan toleransi, berkolaborasi, belajar mengalah, meningkatkan sikap sportif, dan membentuk sikap positif lainnya Untuk meningkatkan kemampuan calistung, termasuk membaca, menulis, dan menghitung, pada siswa kelas rendah . di sekolah dasar, diperlukan bimbingan yang efektif dan optimal. Hal ini sangat penting untuk membantu siswa mempersiapkan langkah-langkah berikutnya dalam pendidikan mereka, serta memberikan kontribusi pada keberhasilan Program literasi dan numerasi di Indonesia, khususnya di wilayah 3T . ertinggal, terluar, dan terdala. Keterampilan dasar seperti membaca, menulis, dan menghitung memiliki peran krusial dalam mendukung partisipasi siswa dalam kegiatan pembelajaran di sekolah dasar, khususnya di awal pembelajaran, dan berperan sebagai faktor penentu keberhasilan Di wilayah 3T, kemampuan calistung seringkali tidak mencapai standar yang diinginkan karena kurangnya fasilitas yang memadai dan minimnya dukungan bimbingan dari orang tua. Dalam era yang canggih dan dipengaruhi oleh arus globalisasi seperti sekarang, kemampuan membaca, menulis, dan menghitung menjadi semakin krusial. Karenanya, penting bagi pendidik melakukan kegiatan pendampingan guna memberikan simulasi tambahan yang dapat meningkatkan kemampuan calistung peserta didik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan literasi dan calistung peserta didik, sehingga mereka dapat lebih mudah memahami dan mengolah informasi dalam proses Selain itu, tujuan penelitian ini juga mencakup pembentukan dan pengembangan budi pekerti peserta didik, dengan harapan mereka dapat menjadi individu yang melek literasi sepanjang hidup. Upaya ini diwujudkan melalui pembangunan ekosistem literasi dalam gerakan literasi sekolah. a 18 Penggunaan Metode Membaca Menulis Menghitung untuk Meningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas 1 dan 2 SD (Alidin, et al. METODE Jenis penilitian kualitatif yang dilaksanankan oleh mahasiswa. Penelitian ini difokuskan pada peserta didik kelas rendah . di SD Negeri Randusari. Pendekatan yang diterapkan adalah pendekatan deskriptif dengan menggunakan Metode kualitatif digunakan dengan tujuan untuk mengembangkan pengetahuan melalui pemahaman dan penemuan-penemuan baru. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah : Pengenalan tim : Sebelum memulai kegiatan tim projek memperkenalkan anggota kelompok. Pengajaran calistung: Penjelasan awal dengan pemberian materi tentang calistung. Evaluasi akhir Tahapan ini di lakukan secara teratur dan berpedoman pada landasan teoritis HASIL DAN DISKUSI Hasil yang didapatkan setelah kegiatan penelitian kepada masyarakat berdasarkan hasil observasi yang telah kami laksanakan Kegiatan ini dilaksanakan selama kurang lebih satu bulan, dimulai dari tanggal 16 September hingga 25 Oktober 2024. Diketahui bahwa peserta didik SD Negeri Randusari kelas satu dan dua masih kurang menguasai materi tentang calistung yang di berikan oleh mahasiswa terutama materi menghitung Kemudian setelah mengetahui kemampuan peserta didik, mahasiswa yang melakukan pengabdian kepada masyarakat (PKM) memberikan inti dari materi yang kami berikan tentang calistung untuk lebih meningkatkan pengetahuan dan pemahaman peserta didik tentang dasar-dasar utama menghitung, menulis dan membaca. Hasil penelitian yang diperoleh melalui observasi dan evaluasi bersama wali kelas dan peserta didik di SD Negeri Randusari menunjukkan bahwa kemampuan belajar peserta didik dalam membaca, menulis, dan berhitung . dapat digolongkan cukup baik. Adapun data yang diperoleh dari peserta didik kelas 1 dan 2 pada Sekolah Dasar menunjukkan bahwa di SD Negeri Randusari terdapat beberapa peserta didik yang belum menguasai belajar calistung. Minimnya Prestasi belajar peserta didik dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya adalah kurangnya efektivitas literasi dan pembelajaran calistung. Dengan terlaksananya kegiatan ini kami berharap dapat membantu meningkatkan pemahaman peserta didik terkhususnya untuk mereka yang belum paham dan belum mengetahui sebelumnya tentang calistung. a 19 Penggunaan Metode Membaca Menulis Menghitung untuk Meningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas 1 dan 2 SD (Alidin, et al. Gambar 1. Evaluasi Akhir Penerapan pembelajaran calistung merupakan salah satu tujuan tercapainya kemampuan peserta Selain itu, penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan frekuensi kegiatan membaca, menulis, dan menghitung pada setiap peserta didik, dengan tujuan penguatan literasi dan kemampuan berhitung. Dalam aktivitas ini, latihan membaca, menulis, dan menghitung dapat diimplementasikan, terutama untuk peserta didik yang mengalami kesulitan dalam proses belajar. Penelitian ini diarahkan untuk memberikan pendekatan terkait dengan perencanaan pembelajaran calistung. Tindakan ini dilakukan untuk mengatasi hambatan-hambatan yang timbul dalam pelaksanaan kegiatan calistung di SD Negeri Randusari KESIMPULAN Dengan terlaksananya kegiatan ini kami berharap dapat berdampak meningkatkan pemahaman dan bermanfaat bagi pihak sekolah terutama guru kelas menjadi terbantu dengan adanya program penelitian ini dan guru-guru lebih memperhatikan literasi peserta didik serta dapat menyediakan pojok baca agar mendukung hasil belajar peserta didik. REFERENSI