MEDICA MAJAPAHIT Vol 17 No. 1 Maret 2025 https://ejournal. id/index. php/MM PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DITINJAU DARI TINGKAT LITERASI KESEHATAN STUDI DI SDN 02 PENANGGAL - CANDIPURO KABUPATEN LUMAJANG Anis Sukowati1. Nurul Mawaddah2. Ika Suhartanti3. Eka Diah Kartiningrum4 Podi S1 Ilmu Keperawatan. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Majapahit Mojokerto Podi Magister Kesehatan Masyarakat. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Majapahit Mojokerto 1,2,3 ABSTRACT Health literacy on clean and healthy living behavior in elementary schools is very important to be instilled from an early age to improve the degree of health. This study aims to determine the relationship between health literacy level and clean and healthy living behavior at SDN 02 Penanggal. Candipuro District. Lumajang Regency". This study used a Non-Experimental research design with a Cross Sectional approach. The population in this study was 28 students of grades V-VI SDN 02 Penanggal. Candipuro District. Lumajang Regency. The sampling technique uses total sampling. This research instrument used a health literacy questionnaire and a PHBS questionnaire. Data analysis using the Spearman Rho test. The results showed that most of the health literacy of SDN 02 Penanggal students. Candipuro District. Lumajang Regency was adequate for 21 respondents and clean and healthy living behavior in the high category of 22 respondents from 28 samples. The results of the data analysis showed that the correlation efficiency between the level of health literacy and clean and healthy living behavior was positive, which was 0. 905 which means that the relationship between the two variables is unidirectional, the more adequate the level of health literacy, the higher the clean and healthy living behavior. The results of the Spearman Rho test show that the p value is 0. 000 < p 0. 05 so that H1 is accepted. The conclusion of the results of this study is that the level of health literacy has a relationship with clean and healthy living behavior at SDN 02 Penanggal. Candipuro District. Lumajang Regency. Keywords: Health Degree. Literacy. PHBS. Elementary School PENDAHULUAN Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) merupakan perilaku kesehatan secara sadar yang dapat dilakukan oleh individu secara pribadi, keluarga dan masyarakat sehingga dapat melakukan upaya pencegahan di bidang kesehatan (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2. Perilaku hidup bersih dan sehat di sekolah sebagai upaya untuk memberdayakan siswa, guru dan masyarakat lingkungan sekolah agar tahu, mau dan mampu mempraktikan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam mewujudkan sekolah sehat. Kurangnya pelaksanaan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah berdampak pada kesehatan anak, kurang nyamannya suasana belajar akibat kelas yang kotor, menurunnya prestasi dan semangat belajar siswa. Laporan riskesdas . , perilaku konsumsi tembakau aktif setiap hari pada anak mencapai 0,5%, penduduk Indonesia BAB di jamban dengan benar sebanyak 82,6%, penduduk Indonesia mencuci tangan menggunakan sabun dengan benar hanya 47%, penduduk Indonesia kurang aktif dalam beraktivitas sebanyak 26, 1%. Dari hasil wawancara dengan guru di SDN 02 Penanggal Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang bahwa perilaku hidup bersih dan sehat pada anak-anak masih kurang baik, seperti mencuci tangan tidak menggunakan sabun 20%, konsumsi jajanan tidak sehat MEDICA MAJAPAHIT Vol 17 No. 1 Maret 2025 https://ejournal. id/index. php/MM 10%, dan masih ada perilaku membuang sampah tidak pada tempatnya 25%. Perilaku hidup bersih dan sehat di sekolah ialah wujud dari salah satu perilaku kesehatan pada penerapannya yang bisa ditentukan oleh faktor predisposisi, faktor pemungkin serta faktor penguat. Faktor predisposisi yang meliputi pengetahuan ialah sesuatu yang perlu diketahui tentang kesehatan ataupun konsep sehat sakit, dalam membagikan suatu informasi mengenai kesehatan. Terdapat beberapa faktor predisposisi yang meliputi: sikap, pengetahuan, tradisi, tingkat pendidikan, kepercayaan serta tingkat sosial ekonomi. Faktor pemungkin meliputi: ketersediaan fasilitas kesehatan yaitu sarana serta prasarana. Faktor penguat meliputi: dukungan dari para tokoh masyarakat, tokoh agama, serta tenaga kesehatan. Tingkat literasi kesehatan merupakan determinan dalam perubahan perilaku kesehatan, tinggi rendahnya tingkat literasi kesehatan setiap individu dilihat dari empat faktor yaitu kemampuan mengakses, pengetahuan, pemahaman, dan pengambilan keputusan terkait literasi kesehatan (Roiefah et al. , 2. Literasi kesehatan yang baik akan menambah tingkat pengetahuan seseorang mengenai pola hidup yang sehat sehingga dapat meningkatkan kesehatan dan kualitas hidupnya. Tidak hanya memahami saja tetapi diperlukan dalam pengaplikasiannya dalam kehidupan sehari-hari Berdasarkan fenomena di atas, literasi kesehatan terhadap PHBS di sekolah dasar sangat penting ditanamkan sejak dini untuk meningkatkan derajat kesehatan. Untuk itu, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul AuPerilaku Hidup bersih dan Sehat Ditinjau Dari Tingkat Literasi Kesehatan Studi di SDN 02 Penanggal Kecamatan Candipuro Kabupaten LumajangAy. METODE PENELITIAN Desain penelitian yang digunakan adalah jenis Non-Eksperimental (Penelitian Korelasiona. yaitu penelitian yang berusaha untuk membandingkan hubungan antara dua Pendekatan yang digunakan adalah Cross Sectional, yang berupaya untuk mengetahui bahwa ada hubungan antara tingkat literasi kesehatan dengan perilaku hidup bersih dan sehat. Variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini adalah literasi Variabel dependen yang digunakan dalam penelitian ini adalah perilaku hidup bersih dan sehat. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik total sampling, yaitu berjumlah 28 responden yang ada di kelas V-VI SDN 02 Penanggal Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang pada bulan Februari 2024. Penelitian dilakukan dengan cara peneliti mendatangi responden, kemudian menjelaskan maksud dan tujuan peneliti untuk meminta kesediaan kepada responden menandatangani lembar persetujuan . nformed consen. dan mengisi kuisioner. Penelitian ini menggunakan uji statistik yaitu uji Spearman Rho dan menggunakan skala data ordinal. MEDICA MAJAPAHIT Vol 17 No. 1 Maret 2025 https://ejournal. id/index. php/MM HASIL PENELITIAN Tingkat Literasi Kesehatan Tabel 1 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Tingkat Literasi Kesehatan di SDN 02 Penanggal Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang Literasi Kesehatan Frekuensi Prosentase (%) Tidak Memadai Cukup Memadai Memadai Total Berdasarkan tabel 1 menunjukan bahwa karakteristik frekuensi responden berdasarkan tingkat literasi kesehatan sebagian besar memadai sebanyak 21 %) dan cukup memadai sebanyak 7 responden . %) Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Tabel 2 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di SDN 02 Penanggal Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang PHBS Frekuensi Prosentase (%) Rendah Sedang Tinggi Total Berdasarkan tabel 2 menunjukan bahwa karakteristik frekuensi responden berdasarkan perilaku hidup bersih dan sehat sebagian besar tinggi sebanyak 22 responden . ,6%) dan sedang sebanyak 6 responden . ,4%). PEMBAHASAN Literasi Kesehatan Siswa Kelas V-VI SDN 02 Penanggal Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang Hampir seluruh responden siswa kelas V-VI di SDN 02 Penanggal Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang memiliki literasi kesehatan kategori memadai sebanyak 21 responden . %) yang berarti siswa mampu untuk mengakses, memahami, menilai dan menerapkan informasi kesehatan dengan baik. Media akses informasi kesehatan sebagian besar menggunakan handphone/internet sebanyak 18 responden . ,3%). Akses informasi yang didapatkan masyarakat dari berbagai media seperti surat kabar, majalah, televisi, radio, internet mapun dari tenaga kesehatan memiliki pengaruh sangat erat dengan tingkat literasi kesehatan. Kemudahan masyarakat dalam mengakses informasi kesehatan melalui media online dilaporkan bahwa memiliki dampak terhadap perubahan perilaku kesehatan masyarakat (Wu et al. , 2. Akses ke pelayanan kesehatan siswa kelas V-VI SDN 02 Penanggal Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang diperoleh mudah mengakses ke pelayanan kesehatan 26 responden . ,9%). Kemudahan mengakses pelayanan kesehatan berpengaruh terhadap penanganan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan dengan cepat. MEDICA MAJAPAHIT Vol 17 No. 1 Maret 2025 https://ejournal. id/index. php/MM PHBS Siswa Kelas V-VI SDN 02 Penanggal Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang Perilaku hidup bersih dan sehat siswa kelas V-VI SDN 02 Penanggal Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang sebagian besar kategori tinggi 22 responden . ,6%). Hal ini menunjukkan bahwa siswa mampu melakukan tindakan mandiri disekolah atas dasar kesadaran dalam melakukan perawatan kesehatan dan menjaga lingkungan bersih dan sehat. Serta dapat mewujudkan lingkungan sekolah yang sehat dan meningkatkan semangat proses belajar-mengajar yang berpengaruh pada prestasi belajar siswa. Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) merupakan perilaku kesehatan secara sadar yang dapat dilakukan oleh individu secara pribadi, keluarga dan masyarakat sehingga dapat melakukan upaya pencegahan di bidang kesehatan Kemenkes . Indikator perilaku hidup bersih dan sehat di sekolah yaitu: mencuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah makan, mengkonsumsi jajanan sehat, menggunakan jamban bersih dan sehat, olahraga teratur, memberantas jentik nyamuk, tidak merokok di lingkungan sekolah, membuang sampah pada tempatnya dan melakukan kerja bakti untuk menciptakan lingkungan yang sehat. Kemenkes . Berdasarkan data dari kuesioner PHBS pernyataan saya mencuci tangan sebelum dan sesudah makan dengan opsi AuselaluAy sebanyak 22 responden dan AujarangAy 6 responden. Menurut WHO mencuci tangan merupakan suatu tindakan membersihkan tangan dengan menggunakan sabun dan air mengalir atau hand rub dengan antiseptik. Kebiasaan mencuci tangan dapat membantu melindungi diri dari kuman dan penyebaran penyakit yang menyebabkan penyakit seperti diare, disentri, kolera, thypus, cacingan dan lain-lain. Berdasarkan data dari kuesioner PHBS pernyataan skor tertinggi yaitu saya mengikuti olahraga yang ada disekolah opsi AuselaluAy 28 responden. Hal ini sangat baik untuk kesehatan siswa karena kegiatan olahraga bermanfaat untuk mengembangkan kesehatan fisik, mental, sosial, emosional, intelektual dan kesehatan secara keseluruhan. Perilaku Hidup bersih dan Sehat Ditinjau dari Tingkat Literasi Kesehatan Siswa di SDN 02 Penanggal Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang Berdadsarkan hasil analisis statistik dengan menggunakan uji statistik Spearman Rho didapatkan nilai sebesar 0,000 < p 0,05 maka ada hubungan antara tingkat literasi kesehatan dengan perilaku hidup bersih dan sehat di SDN 02 Penanggal Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang. Nilai kolerasi koefesien antara tingkat literasi kesehatan dengan perilaku hidup bersih dan sehat bernilai positif yaitu 0,905, sehingga hubungan kedua variabel tersebut bersifat searah yang memiliki makna semakin memadai tingkat literasi kesehatan maka tingkat perilaku hidup bersih dan sehat semakin tinggi. Literasi kesehatan berperan penting untuk memberikan pengetahuan tentang perilaku hidup bersih dan sehat. Dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat maka individu akan mampu menciptakan lingkungan yang lebih sehat, mencegah penyebaran penyakit dan dapat meningkatkan kualitas hidup. Perilaku hidup bersih dan sehat ini tidak hanya diterapkan dilingkungan rumah saja tetapi dapat diterapkan diberbagai tempat misalnya tempat kerja, sekolah sampai dikalangan masyarakat secara luas. Pada penelitian ini didapatkan hasil bahwa ada hubungan Tingkat literasi MEDICA MAJAPAHIT Vol 17 No. 1 Maret 2025 https://ejournal. id/index. php/MM eksehatan dengan Perilaku hidup bersih dan sehat di SDN 02 Penanggal Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang. PENUTUP Berdasarkan hasil penelitian dari 28 responden dapat disimpulkan bahwa siswa SDN 02 Penanggal Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang memiliki Perilaku hidup bersih dan sehat dengan kategori yang tinggi, dan memiliki tingkat literasi kesehatan yang Hasil studi ini juga menunjukkan bahwa semakin memadai tingkat literasi kesehatan yang dimiliki siswa, menunjukkan semakin tinggi perilaku hidup bersih dan Diharapkan sekolah meningkatkan kegiatan yang mendukung peningkatan literasi kesehatan siswa melalui pendidikan kesehatan yang terorganisasi serta bekerjasama dengan lintas sektor dan lintas program terkait agar tercipta lingkungan sekolah bersih dan sehat. DAFTAR PUSTAKA