Print ISSN: 2614-8153 Online ISSN: 2614-8498 PENGARUH GAYA KOMUNIKASI AuTHE EQUALITARIAN STYLEAy PIMPINAN TERHADAP KINERJA PELAKSANA PROGRAM ACARA INSERT TRANS TV Kusnul Arifin. Permadi Aji Pamungkas Fakultas Ilmu Komunikasi Univ. Prof. Dr. Moestopo (Beragam. kusnula@ymail. Abstract The purpose of this study was to be able to explain the influence of the Communication Style AuThe Equalitarian StyleAy of the Leader on the performance of the implementers of the Insert Trans TV program. The sampling technique uses saturated sampling or census. The results of the study show that the performance of the Program Implementing Insert Trans TV employees is very good. This employeeAos performance is due to the ability to use work equipment so that they rarely make mistakes with little time. Employee performance is also generated from the existence of mutual cooperation between employees in overcoming work problems so that work spirit arises to do work effectively and efficiently. The results of the analysis of the influence of the Communication Style variable AuThe Equalitarian StyleAy Leaders on the performance of the implementers of the Insert Trans TV program are indicated by the coefficient of determination . xyA) of 0. 199 = 19. This shows that 19. 9% AUAUof the variance in the performance variable of the employees of the Insert Trans TV program are determined by the Communication Style variable AuThe Equalitarian StyleAy of the Leader, and the rest (= 80. 1%) is determined by other variables that cannot be explained in the study this. Keywords: Communication Style. Leader. Insert Trans TV Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk dapat menjelaskan pengaruh Gaya Komunikasi AuThe Equalitarian StyleAy Pimpinan terhadap kinerja pelaksana program acara Insert Trans TV. Teknik pengambilan samplingnya menggunakan sampling jenuh atau sensus. Hasil penelitian menunjukkan kinerja karyawan Pelaksana Program Acara Insert Trans TV adalah sangat baik. Kinerja karyawan ini dikarenakan kemampuan dalam menggunakan peralatan kerja sehingga jarang sekali melakukan kesalahan dengan waktu yang sedikit. Kinerja karyawan juga dihasilkan dari adanya saling kerjasama antar karyawan dalam mengatasi masalah pekerjaan sehingga timbul semangat kerja untuk mengerjakan pekerjaan secara efektif dan efisien. Hasil analisis pengaruh variabel Gaya Komunikasi AuThe Equalitarian StyleAy Pimpinan terhadap kinerja pelaksana program acara Insert Trans TV ditunjukan oleh koefisien determinas . xyA) sebesar 0,199 = 19,9%. Hal ini menunjukan bahwa 19,9% varian variabel kinerja karyawan pelaksanan program acara Insert Trans TV ditentukan oleh variabel Gaya Komunikasi AuThe Equalitarian StyleAy Pimpinan, dan sisanya (=80,1%) di tentukan oleh variabel lain yang tidak dapat dijelaskan dalam penelitian ini. Kata Kunci: Gaya Komunikasi. Pimpinan. Insert Trans TV PENDAHULUAN Televisi merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa, dibanding dengan media massa lainnya, televisi mempunyai sifat istimewa. Televisi merupakan sistem bercerita . tory-tellin. yang tersentralisasi dan merupakan gabungan dari media dengar dan gambar, bisa bersifat informatif, hiburan, maupun pendidikan, bahkan gabungan dari ketiga unsur diatas. Televisi merupakan sumber citra dan pesan tersebar . hared images and messag. yang sangat besar dalam sejarah dan JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI. Vol. No. 2, (September 2. 155 - 166 ini telah menjadi mainstream bagi lngkungan simbolik masyarakat (Syaputra, 2013:. Siaran televisi adalah pemancaran sinyal listrik yang membawa muatan gambar proyeksi yang terbentuk pada sistem lensa dan suara. Setiap stasiun televisi dapat menayangkan beberapa acara hiburan seperti, film, musik, kuis, talk show, dan sebagainya (Morrison, 2009:. Trans TV adalah sebuah stasiun televisi swasta nasional di Indonesia yang dimiliki oleh Trans Media. Dengan moto Milik Kita Bersama, konsep tayang stasiun ini tidak banyak berbeda dengan stasiun swasta lainnya. Kantor pusat stasiun ini berada di Gedung Trans TV. Jalan Kapten Pierre Tendean. Jakarta Selatan. Insert atau Informasi Selebriti adalah program berita hiburan yang ditayangkan di Trans TV. Acara ini disiarkan sejak tahun 2003, dengan variasi acara turunan yakni Insert Pagi. Insert Update. Insert Siang, dan Insert Sore/ Investigasi. Pada tahun 2014. Insert memenangi penghargaan Yahoo! Celebrity Awards untuk kategori Best Infotainment Programs. Program siaran yang berkualitas, baik dan benar tidak lepas dari tenaga ahli yang bekerja di bidang penyiaran yang handal dan professional. Sebuah program siaran berarti juga tergantung pada seorang produser yang bertanggung jawab penuh tentang jalannya sebuah produksi dan keberhasilan sebuah siaran televisi. Produser televisi adalah seseorang yang bekerja di sebuah stasiun televisi siaran yang berfungsi sebagai organisator bagi penyelenggaraan suatu acara yang akan ditayangkan. (Effendy, 2003:. Untuk membuat sebuah produksi siaran televisi seorang produser dituntut untuk memperhatikan lima hal yang sangat penting didalam merencanakan, memproduksi, dan menyiarkan suatu program acara televisi. Lima hal tersebut yaitu : materi produksi, sarana produksi, . , biaya produksi . Organisasi pelaksanaan produksi dan tahapan pelaksanaan produksi (Wibowo, 2013:. Daftar anggota kerabat kerja sangat diperlukan untuk mengontrol seluruh pekerjaan, sehingga apabila terjadi hambatan dapat segera diketahui siapa yang bertanggung jawab. Kerabat kerja yang merupakan fungsionaris yang sangat dibutuhkan dalam sebuah produksi program Ae program televisi. Satuan kerja di lapangan meliputi sutradara, kameramen, penata cahaya, penata suara, penanggung jawab teknik, penata artistik (Art Disigne. , penata pakaian (Costum Directo. , perancang kostum, penata rias. VCR operator, pencatat shooting . cript boy gir. , unit manager, pembantu produksi, pekerja perlengkapan . eberapa berdasarkan kebutuha. , sopir dan pelayanan umum (Wibowo, 2013 : . Banyak hal yang dapat mempengaruhi keberhasilan atau kegagalan suatu produksi Namun sebagian besar faktor dipengaruhi oleh pemimpin, baik sifat yang melekat pada pemimpin maupun perilaku kepemimpinan yang digunakan oleh pemimpin. Untuk mencapai tujuan yang diinginkan, pemimpin dapat menggunakan berbagai cara atau gaya agar seseorang atau kelompok dengan sukarela bersedia untuk melakukan sesuatu. (Sunyoto. Burhanudin, 2015:. Berdasarkan uraian latar belakang diatas, penulis tertarik mengangkat judul penelitian Pengaruh Gaya Komunikasi AuThe Equalitarian StyleAy Pimpinan Terhadap Kinerja Pelaksana Program Acara Insert Trans TVAy. LITERATUR DAN METODOLOGI Gaya Komunikasi Pimpinan Masing-masing pemimpin memiliki gaya komunikasi sendiri dalam berinteraksi dengan Perbedaan gaya komunikasi yang digunakan oleh masing-masing pemimpin dapat dipengaruhi oleh segi budaya, pendidikan, lingkungan keluarga, pengalaman dan lain sebagainya (Soemirat & Ardianto, 2008:. Gaya menurut R. Wayne Pace dan Don Faules . adalah sesuatu yang menunjukkan perilaku . erbicara, bertinda. Print ISSN: 2614-8153 Online ISSN: 2614-8498 untuk dipergunakan dalam membantu dengan cara yang khusus. Meskipun teori berisi informasi yang berguna untuk yang tertarik dalam penyusunan suatu pendekatan untuk membantu orang lain mencapai tujuan, yang paling menarik perhatian sebenarnya adalah gaya yang dihasilkan dari pegambilan fokus Steward L. tubbs dan Sylvia Mos . menyatakan AuGaya Komunikasi ditandai dengan adanya satu kehendak atau maksud untuk membatasi, memaksa dan mengatur perilaku, pikiran dan tanggapan orang lain. Orang Ae orang yang menggunakan gaya komunikasi ini dikenal dengan nama komunikator satu arah atau one Ae away communication. Gaya komunikasi adalah seperangkat perilaku antar pribadi yang terspesialisasi dan digunakan dalam suatu sistem tertentu. Masing Ae masing gaya komunikasi terdiri dari sekumpulan perilaku komunikasi yang dipakai untuk mendapatkan respon tertentu dalam situasi yang tertentu pula. Kesesuaian dari satu gaya komunikasi yang digunakan bergantung pada maksud dari pengirim . dan harapan dari penerima . (Sendjaja, 1994:. Pace . mengemukakan enam gaya komunikasi yang digunakan dalam organisasi, yaitu : . The Controlling Style of communication, ini sering dipakai untuk mempersuasi orang lain supaya bekerja dan bertindak secara efektif, dan pada umumnya dalam bentuk Namun demikian, gaya komunikasi yang bersifat mengendalikan ini, tidak jarang bernada negatif sehingga menyebabkan orang lain memberi respons atau tanggapan yang negatif pula. The Equalitarian Style. Aspek penting gaya komunikasi ini ialah adanya landasan kesamaan. The equalitarian style of communication ini ditandai dengan berlakunya arus penyebaran pesan-pesan verbal secara lisan maupun tertulis yang bersifat dua arah . wo-way Dalam gaya komunikasi ini, tindak komunikasi dilakukan secara terbuka. Artinya, setiap anggota organisasi dapat mengungkapkan gagasan ataupun pendapat dalam suasana yang rileks, santai dan informal. Dalam suasana yang demikian, memungkinkan setiap anggota organisasi mencapai kesepakatan dan pengertian bersama. Orang-orang yang menggunakan gaya komunikasi yang bermakna kesamaan ini, adalah orang-orang yang memiliki sikap kepedulian yang tinggi serta kemampuan membina hubungan yang baik dengan orang lain baik dalam konteks pribadi maupun dalam lingkup hubungan kerja. The equalitarian style ini akan memudahkan tindak komunikasi dalam organisasi, sebab gaya ini efektif dalam memelihara empati dan kerja. The Structuring Style Gaya komunikasi yang berstruktur ini, memanfaatkan pesanpesan verbal secara tertulis maupun lisan guna memantapkan perintah yang harus dilaksanakan, penjadwalan tugas dan pekerjaan serta struktur organisasi. Pengirim pesan . lebih memberi perhatian kepada keinginan untuk mempengaruhi orang lain dengan jalan berbagi informasi tentang tujuan organisasi, jadwal kerja, aturan dan prosedur yang berlaku dalam organisasi tersebut. The Dynamic style Gaya komunikasi yang dinamis ini memiliki kecenderungan agresif, karena pengirim pesan atau sender memahami bahwa lingkungan pekerjaannya berorientasi pada tindakan . The dynamic style of communication ini sering dipakai oleh para juru kampanye ataupun supervisor yang membawa para wiraniaga . alesmen atau saleswome. Tujuan utama gaya komunikasi yang agresif ini adalah mestimulasi atau merangsang pekerja/ karyawan untuk bekerja dengan lebih cepat dan lebih baik. Gaya komunikasi ini cukup efektif digunakan dalam mengatasi persoalanpersoalan yang bersifat kritis, namun dengan persyaratan bahwa karyawan atau bawahan mempunyai kemampuan yang cukup untuk mengatasi masalah yang kritis tersebut. The Relinguishing Style Gaya komunikasi ini lebih mencerminkan kesediaan untuk menerima saran, pendapat ataupun gagasan orang lain, daripada keinginan untuk memberi perintah, meskipun pengirim pesan . mempunyai hak untuk memberi perintah dan mengontrol orang lain. JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI. Vol. No. 2, (September 2. 155 - 166 Pesan-pesan dalam gaya komunikasi ini akan efektif ketika pengirim pesan atau sender sedang bekerja sama dengan orang-orang yang berpengetahuan luas, berpengalaman, teliti serta bersedia untuk bertanggung jawab atas semua tugas atau pekerjaan yang dibebankannya. The Withdrawal Style. Akibat yang muncul jika gaya ini digunakan adalah melemahnya tindak komunikasi, artinya tidak ada keinginan dari orang-orang yang memakai gaya ini untuk berkomunikasi dengan orang lain, karena ada beberapa persoalan ataupun kesulitan antarpribadi yang dihadapi oleh orang-orang Dalam deskripsi yang kongkrit adalah ketika seseorang mengatakan: AuSaya tidak ingin dilibatkan dalam persoalan iniAy. Pernyataan ini bermakna bahwa ia mencoba melepaskan diri dari tanggung jawab, tetapi juga mengindikasikan suatu keinginan untuk menghindari berkomunikasi dengan orang lain. Oleh karena itu, gaya ini tidak layak dipakai dalam konteks komunikasi organisasi. Kinerja Istilah kinerja merupakan terjemahan dari performance yang sering diartikan oleh para cendekiawan sebagai AupenampilanAy. Auunjuk kerjaAy, atau AuprestasiAy (Keban, 2004:. Berbeda dengan Bernardin dan Russel . 3 : . dalam Yeremias T. Keban . mengartikan kinerja sebagai the record of outcomes produced on a specified job function or activity during a specified time period. Dalam definisi ini, aspek yang ditekankan oleh kedua pengarang tersebut adalah catatan tentang outcome atau hasil akhir yang diperoleh setelah suatu pekerjaan atau aktivitas dijalankan selama kurun waktu tertentu. Dengan demikian kinerja hanya mengacu pada serangkaian hasil yang diperoleh seorang pegawai selama periode tertentu dan tidak termasuk karakteristik pribadi pegawai yang dinilai. Dari beberapa definisi di atas, dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa kinerja merupakan suatu capaian atau hasil kerja dalam kegiatan atau aktivitas atau program yang telah direncanakan sebelumnya guna mencapai tujuan serta sasaran yang telah ditetapkan oleh suatu organisasi dan dilaksanakan dalam jangka waktu tertentu. Bangun . , menyatakan bahwa karyawan, standar pekerjaan harus dapat diukur dan dipahami secara jelas. Suatu pekerjaan dapat diukur melalui 5 dimensi, yaitu : . Kuantitas pekerjaan. Hal ini menunjukkan jumlah pekerjaan yang dihasilkan individu atau kelompok sebagai persyaratan yang menjadi standar pekerjaan. Melakukan pekerjaan sesuai dengan target output yang harus dihasilkan perorang per jam kerja. Kualitas pekerjaan. Setiap karyawan dalam perusahaan harus memenuhi persyaratan tertentu untuk dapat menghasilkan pekerjaan sesuai kualitas yang dituntut suatu pekerjaan . Ketepatan waktu. Setiap pekerjaan memiliki karakeristik yang berbeda, untuk jenis pekerjaan tertentu harus diselesaikan tepat waktu, karena memiliki ketergantungan atas pekerjaan lainnya. Menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan deadlineyang telah . Kehadiran. Suatu jenis pekerjaan tertentu menuntut kehadiran karyawan dalam mengerjakannya sesuai waktu yang . Kemampuan kerja sama. Tidak semua pekerjaan dapat diselesaikan oleh satu karyawan saja, untuk jenis pekerjaan tertentu mungkin harus diselesaikan oleh dua orang karyawan atau lebih. Kinerja karyawan dapat dinilai dari kemampuannya bekerjasama dengan rekan sekerja lainnya. Metodologi Menurut Deddy Mulyana yang di kutip oleh Tahir . mendefinisikan paradigma sebagai suatu kerangka berpikir yang mendasar dari suatu kelompok ilmuwan . yang menganut suatu pandangan yang dijadikan landasan untuk mengungkap suatu fenomena dalam rangka mencari fakta. Penelitian ini menggunakan paradigma Positivisme. Menurut Susman dan Evered Print ISSN: 2614-8153 Online ISSN: 2614-8498 yang dikutip oleh Emzir . 2 : . , paradigma positivism merupakan paradigma yang didasarkan pada perpaduan atau kombinasi antara angka dan menggunakan logika deduktif serta menggunakan rancangan penelitian kuantitatif dalam mengungkapkan suatu fenomena secara objektif. Paradigma ini berpandangan bahwa suatu ilmu dan penelitian berasal dari data Ae data yang diukur secara tepat yang dapat diperoleh dari survei, kusioner, serta dapat digabungkan dengan statistik dan pengujian hipotesis. Pendekatan Penelitian Peneliti Menurut Hamidi . 7 : . Aupenelitian kuantiatif adalah penelitian yang mengutamakan pada pengukuran variabel dengan menggunakan perhitungan . atau uji statistikAy. Peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif karena data yang diperoleh dari kuesioner berupa angka-angka yang merupakan jawaban dari responden untuk variable Gaya Komunikasi AuThe Equalitarian StyleAy Pimpinan dan kinerja pelaksana program Jenis/Format Penelitian Jenis/Format penelitian ini yaitu Eksplanatif. AuFormat ini dimaksud untuk menjelaskan hubungan, perbedaan atau pengaruh satu generalisasi sample terhadap populasinya atau menjelaskan hubungan, perbedaan atau pengaruh satu variabel dengan variabel lainAy (Bungin, 2009: . Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode survei. Ciri atau sifat metode penelitian survei antara lain adalah : Aubahwa biasanya informasi dikumpulkan dari responden dengan menggunakan kuesioner, dan tidak seperti dalam penelitian sensus yang menggunakan seluruh populasi sebagai sumber Dalam penelitian survei informasi dikumpulkan dari sampel yang dianggap dapat mewakili seluruh populasiAy. (Soewadji, 2012 : Untuk memperoleh informasi, dalam penelitian ini kuesioner diberikan kepada Produser dan Pelaksana Program Acara Insert Trans TV. Survei dilakukan dua kali. Pertama untuk mengetahui gaya komunikasi The Equalitarian Style pimpinan, kedua untuk mengambil data penelitian untuk mengetahui kinerja karyawan. Populasi Dalam metode penelitian kata populasi amat populer, digunakan untuk menyebutkan serumpun atau sekelompok objek yang menjadi sasaran penelitian. Oleh karenanya, populasi penelitian merupakan Aukeseluruhan objek penelitian yang dapat berupa manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan udara, gejala, nilai, peristiwa, sikap hidup, dan sebagainya, sehingga objek-objek ini dapat menjadi sumber data penelitianAy. (Bungin, 2005 : . Sedangkan menurut Sugiyono pengertian populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono,2011:. Populasi dalam penelitian ini adalah Pelaksana Program Acara Insert Trans TV yang berjumlah 30 orang. Teknik Sampling Menurut Rakhmat . Sampel adalah bagian dari populasi yang diamati. Sedangkan menurut Sugiyono . Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan sampel jenuh atau sering disebut total sampling. Menurut Sugiyono . 3: . sampel jenuh yaitu teknik penentuan sampel dengan cara mengambil JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI. Vol. No. 2, (September 2. 155 - 166 seluruh anggota populasi sebagai responden atau sampel. Sedangkan menurut Riduwan . Sampling jenuh adalah teknik pengambilan sampel apabila semua populasi digunakan sebagai sampel dan dikenal juga dengan istilah sensus. Berdasarkan pengertian di atas maka sampel diambil seluruh Pelaksana Program Acara Insert yang sebanyak 30 orang. Validitas dan Reliabilitas Instrument Reliabilitas Menurut Rakhmat, . reliabilitas adalah. AuKeterandalan indikator. Maksud dari keterandalan tersebut yaitu Auketika indikator atau pengukuran yang digunakan reliable atau reliabilitasnya tinggi, berarti indikator ini apabila diulang kembali penelitiannya akan memberi hasil akhir yang sama. Ay Instrumen yang baik tidak dapat mengarahkan responden untuk memilih jawaban-jawaban tetentu. Bila datanya benar sesuai dengan kenyataan, maka berapa kali pun data diambil akan diperoleh hasil yang Instrumen yang reliabel mempunyai arti bahwa instrumen tersebut cukup baik sehingga mampu mengungkap data yang bisa dipercaya. Bila peneliti sudah mengerti maksud dari pengertian ini, maka menentukan teknik mencari reliabilitas instrumen ini tidaklah sulit. Uji Reliabilitas sebenarnya adalah alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel atau konstruk. Suatu kuesioner dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pertanyaan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu. Butir kuesioner dikatakan reliabel . jika cronbachAos alpha > 0,06 dan dikatakan tidak reliabel jika cronbachAos alpha < 0,6. (Ghozali, 2012: . Hasil uji reliabilitas untuk instrument variable Gaya Komunikasi AuThe Equalitarian StyleAy Pimpinan(X) dan variable kinerja karyawan (Y) adalah sebagai berikut : Tabel. Hasil uji reliabilitas instrument variable Gaya Komunikasi AuThe Equalitarian StyleAy Pimpinan(X) Reliability Statistics CronbachAos Alpha N of Items ,920 Hasil uji reliabilitas untuk instrument variable Gaya Komunikasi AuThe Equalitarian StyleAy Pimpinan (X) nilai CronbachAos Alpha sebesar 0,920. Menunjukkan instrument pada variabel ini memiliki kekonsistenan yang Hasil uji reliabilitas instrument variable Y Tabel. Hasil uji reliabilitas instrument variable Kinerja Karyawan (Y) Reliability Statistics CronbachAos Alpha N of Items ,661 Hasil uji reliabilitas untuk instrument variable Y (Kinerja Karyawa. nilai CronbachAos Alpha sebesar 0,661. Menunjukkan instrument pada variabel ini memiliki kekonsistenan yang Validitas Arikunto . bahwa AuValiditas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat kesalahan suatu instrumen Suatu instrumen penelitian yang valid mempunyai validitas yang tinggi, sebaliknya instrumen yang kurang valid berarti memiliki validitas rendah. Ay Menurut Sugiyono . AuValid berarti instrumen dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukurAy. Untuk mendapatkan instrumen yang valid maka diperlukan pengujian validitas. Analisis item dilakukan dengan menghitung Print ISSN: 2614-8153 Online ISSN: 2614-8498 korelasi antara skor butir instrumen dengan skor total. Data yang sudah didapat dan ditabulasikan, maka pengujian validitas isi dilakukan dengan analisis korelasi dari Karl Pearson yang terkenal dengan Korelasi Product Moment. Uji membandingkan r hitung dengan r tabel untuk mengetahui butir yang valid dan tidak valid dengan jumlah subyek 30 dengan taraf signifikan 5%. Apabila r hitung lebih besar atau sama dengan tabel pada taraf signifikan 5%, maka butir pernyataan tersebut valid. Namun, jika r hitung lebih kecil dari r tabel maka butir pernyataan tidak valid. Uji validitas dilakukan terhadap 30 responden sehingga nilai r tabel adalah 0,361. Sehingga instrumen atau alat ukur dikatakan valid apabila diperoleh nilai korelasi antar butir terhadap keseluruhan nilai butir pada variable lebih besar dari 0,361. Hasil uji validitas untuk instrument variabel Gaya Komunikasi AuThe Equalitarian StyleAy PimpinanThe Controlling Style dari 20 instrumen diperoleh nilai di atas 0,361 . =30. =0,. , menunjukkan seluruh istrumen dalam variable ini adalah valid dan dapat digunakan untuk penelitian selanjutnya kepada sampel. Hasil uji validitas untuk instrument variabel kinerja karyawan dari 10 instrumen diperoleh nilai di atas 0,361 . =30. =0,. , menunjukkan seluruh istrumen dalam variable ini adalah valid dan dapat digunakan untuk penelitian selanjutnya kepada sampel. Teknik Analisa Data Menurut Subagyo . Aupada dasarnya analisa data adalah kegiatan untuk memanfaatkan data sehingga dapat diperoleh kebenaran atau ketidakbenaran dari suatu Ay Teknik analisis data melalui tahaptahap sebagai berikut : . Editing. Tahap ini untuk memeriksa membetulkan jawaban Ae jawaban terhadap kuesioner oleh responden yang salah, tetapi tidak menyalahi obyektifitas penelitian dan membuang jawaban-jawaban yang tidak bisa di pakai. Coding. Setelah data di edit lalu diberi tanda-tanda atau kode. Pengkodean berupa pemberian simbol yaitu angka pada masing-masing jawaban yang di peroleh dari responden, dengan maksud agar data tersebut mudah di baca. Tabulating atau Classifieng. Data yang jelas dibaca kemudian diinput kedalam komputer lalu ditabulasikan dalam bentuk tabel tunggal, dijelaskan secara rinci sesuai jenis dan sifatnya. Interpreting. Kesimpulan dari keseluruhan hasil data yang telah dianalisis (Sarwono, 2006:. Berdasarkan uraian di atas maka dapat penulis jabarkan bahwa, pada tahap editing peneliti akan memeriksa membetulkanjawaban responden pada lembar kuesioner yang telah di isi, tetapi tidak menyalahi obyektifitas penelitian dan membuang jawaban-jawaban yang tidak bisa di pakai. Hal ini dilakukan peneliti untuk mengontrol jawaban responden, agar data yang dihasilkan dari kuesioner dapat langsung di input kedalam komputerdan dianalisa lebih lanjut. Coding, artinya penulis memberikan kode pada setiap jawaban responden. Pengkodean berupa pemberian simbol yaitu angka pada masing-masing jawaban yang di peroleh dari responden, dengan maksud agar data tersebut mudah dibaca dan dapat diaplikasikan pada program SPSS serta dapat dianalisa lebih lanjut. Setelah jawaban responden pada lembar kuesioner dan pemberian kode . pada hasil jawabannya maka langkah selanjutnya adalah melakukan tabulating atau classifieng dalam bentul tabel tunggal yang menjelaskan secara rinci keseluruhan hasil jawaban responden. Terakhir adalah melakukan interpreting. Pada tahap ini peneliti menganalisa setiap tabel dan memberikan kesimpulan dari hasil yang di Tehnik yang digunakan analisa kuantitatif berdasarkan presentase menurut skor kumulatif. Sedangkan rumus yang digunakan untuk menganalisa data-data mengenai hubungan JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI. Vol. No. 2, (September 2. 155 - 166 antara variabel-variabel dalam bentuk fungsi atau persamaan, memakai Rumus Regresi Linear Sederhana sebagai AuRencana analisis yang digunakan untuk mencari hubungan dan membuktikan hipotesis hubungan dua variabel bila data dari dua variabel atau lebih. Ay Regresi Linear Sederhana Menurut Kriyantono . 8: . Korelasi dan regresi keduanya mempunyai hubungan yang erat. Setiap regresi dipastikan terdapat korelasinya. Tetapi, belum tentu korelasi dilanjutkan dengan regresi. Analisis regresi dilakukan jika korelasi antara dua variable mempunyai hubungan kausal . ebab-akiba. atau hubungan Menurut Mustikoweni . yang dikutip oleh Kriyantono . 8: . regresi ditunjukan untuk mencari bentuk hubungan dua variabel atau lebih dalam bentuk fungsi atau persamaan, sedangkan analisis korelasi bertujuan untuk mencari derajat keeratan hubungan dua variabel atau lebih. Faktor-faktor yang harus diinterpretasikan pada output Regresi Linear Sederhana. Menurut Field . 9: . , sebagai berikut: Langkah Pertama: Koefisien Determinasi (Model Summar. Hal pertama yang perlu diperhatikan pada table model summary yakni nilai R dan yakni untuk mengetahui apakah model yang telah dirumuskan tersebut cocok atau sesuai untuk dijadikan penelitian. KD = x 100% Keterangan: KD = Koefisian Determinasi . ntuk mengetahui besarnya nilai variabel terikat akibat pengaruh dari variabel beba. = Pengaruh X terhadap Y Langkah Kedua: Uji Parsial . atau Uji Signifikansi Uji parsial (Uji . ini dipergunakan untuk mengetahui apakah ada pengaruh yang signifikan antara variabel bebas terhadap variabel terikat. Pengaruh yang terjadi di dalam penelitian ini termasuk kategori yang signifikan atau tidak. Uji t test ini digunakan untuk menjawab hipotesis statistik, maksudnya atau Ha yang didapat, diterima dalam penelitian. Keterangan: t = Uji signifikansi hubungan = Pengaruh X terhadap Y n = Besarnya sampel dalam penelitian Langkah Ketiga: Coefficient Beta () Statistik inferensial ini menggunakan data interval, maka jenis rumus statistik yang digunakan regresi linear sederhana. Simbol regresi linear sederhana ditulis dengan huruf AoAo, berikut rumusnya: Keterangan: Regresi Linear n = Besarnya sampel dalam penelitian Oc X = Jumlah Variabel bebas = Jumlah variabel Bebas yang telah di kuadratkan = Jumlah dari masing-masing tiap jawaban responden yang dikuadratkan = Jumlah Variabel Terikat = Jumlah Variabel terikat yang telah di kuadratkan = Jumlah dari masing-masing tiap jawaban responden yang dikuadratkan Print ISSN: 2614-8153 Online ISSN: 2614-8498 = Jumlah perkalian variabel bebas dan Setelah melakukan penghitungan statistic dengan menggunakan rumus regresi linear sederhana maka keluar output SPSS di kolom Coefficient Beta (). Hasil output Beta () yang termuat dalam tabel Coefficient tersebut diinterpretasikan dengan mengacu pada table pedoman interpretasi, yang terlihat di bawah Hipotesis Statistik Ho : r xy = 0 Tidak adanya pengaruh dari penerapan Gaya Komunikasi AuThe Equalitarian StyleAy Pimpinanterhadap kinerja karyawan pelaksana program acara Insert Trans TV. Ha : r xy O 0 Adanya pengaruh dari penerapan Gaya Komunikasi AuThe Equalitarian StyleAy Pimpinanterhadap kinerja karyawan pelaksana program acara Insert Trans TV. TEMUAN DAN DISKUSI Hasil analisis tanggapan responden mengenai gaya komunikasi The Equalitarian Style Pimpinan diperoleh total nilai 2918. Jika diinterpretasikan ke dalam garis kontinum maka nilai 2918 berada pada interval nilai 2448 Ae Jadi dapat disimpulkan Gaya Komunikasi AuThe Equalitarian StyleAy PimpinanProgram Acara Insert Trans TV adalah baik dengan menggunakan gaya komunikasi Equalitarian Style. Artinya pimpinan dalam berkomunkasi dengan karyawan dapat memberikan keyakinan baik secara lisan maupun secara tertulis. Komunikasi pimpinan juga memberikan kesempatan karyawan untuk menyampaikan pendapat secara bebas dan terbuka. Adanya keterbukaan antara pimpinan dan karyawan ini membuat karyawan untuk melaksanakan setiap tugas yang menjadi tanggungjawab sebagaimana yang diharapkan pimpinan. Hasil analisis tanggapan responden mengenai kinerja Pelaksana Program Acara Insert Trans TV diperoleh total nilai 1279. Jika diinterpretasikan ke dalam garis kontinum maka nilai 1279 berada pada interval nilai 1260 - 1500. Jadi dapat disimpulkan kinerja karyawan Pelaksana Program Acara Insert Trans TV adalah sangat baik. Kinerja karyawan ini dikarenakan kemampuan dalam menggunakan peralatan kerja sehingga jarang sekali melakukan kesalahan dengan waktu yang Kinerja karyawan juga dihasilkan dari adanya saling kerjasama antar karyawan dalam mengatasi masalah pekerjaan sehingga timbul semangat kerja untuk mengerjakan pekerjaan secara efektif dan efisien. Uji Regresi Untuk mengetahui sejauh mana kontribusi variabel X . aya komunikasi The Equalitarian Style Pimpina. terhadap variabel Y (Kinerja Karyawa. , dapat di lihat pada tabel berikut : Tabel 3. Hasil Uji Regresi Model Summary Adjusted R Std. Error of Model R Square Square the Estimate ,446 ,199 ,171 3,89415 Predictors: (Constan. Gaya komunikasi pimpinan The Equalitarian Style Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan x 100% = 19,9%, artinya bahwa kinerja Coefficients nilai Koefisien Determinasi (KD), dimana karyawan di tentukan sebesar 19,9% oleh gaya Unstandardized Standardized nilainya di dapat dari rumus (KD = RA x 100%) komunikasi The Equalitarian Style pimpinan. Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta Sig. (Constan. 22,827 3,019 ,005 1637,561 Gaya komunikasi The Equalitarian ,227 ,086 ,446 2,640 ,013 Style Pimpinan JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI. Vol. No. 2, (September 2. 155 - 166 Model Summary sedangkan sisanya yakni 80,1% kinerja Selain itu untuk menganalisa perhitungan Adjusted R Std. Error of karyawan ditentukan oleh faktor-faktor lain regresi linier maka penulis menggunakan Model R Square Square the Estimate yang tidak penulis teliti seperti motivasi bantuan program SPSS yang secara rinci dapat a kerja, ,446 ,199 ,171 3,89415 pendapatan dan lain-lain. dilihat pada tabel berikut ini : Predictors: (Constan. Gaya komunikasi pimpinan The Equalitarian Style Tabel 4. Regresi Linier Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Error Beta 22,827 7,561 3,019 Sig. ,005 ,086 2,640 ,013 Model (Constan. Gaya komunikasi The Equalitarian ,227 Style Pimpinan Dependent Variable: Kinerja Karyawan Dari tabel diatas dapat juga diketahui diperoleh coefficient beta sebesar 0,446 yang diinterpretasikan dengan pedoman koefisien korelasi berada pada interval antara 0,400 Ae 0,599 yang artinya termasuk kategori hubungan sedang. Pada kolom Unstandardized Coefficients dipergunakan untuk membuat persamaan regresi linear sederhana. Rumus persamaan regresi linear sederhana yakni : = a bX Jadi. Persamaan regresi linear yang dapat digunakan untuk memprediksi adalah ( = 22,827 0,227 X) yang dapat dijelaskan sebagai berikut: . Nilai (Constan. sebesar 22,827 yang artinya tanpa adanya variable Gaya Komunikasi AuThe Equalitarian StyleAy Pimpinan, diperoleh nilai Kinerja Karyawan , sebesar 22,827. Besarnya Koefisien regresi adalah 0,221 menyatakan bahwa setiap penambahan 1 poin pada variabel bebas atau Gaya Komunikasi AuThe Equalitarian StyleAy Pimpinan akan meningkatkan Kinerja Karyawan, sebesar 0,321. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian di lapagan dan hasil pengujian hipotesis yang telah diuraikan ,446 pada bab-bab sebelumnya, maka penulis dapat menyimpulkan sebagai berikut : . Hasil analisa tanggapan responden mengenai Gaya Komunikasi AuThe Equalitarian StyleAy Pimpinan Program Acara Insert Trans TV adalah menggunakan gaya komunikasi The Equalitarian Style, hal ini terlihat dari jawaban responden atas kuesioner yang telah di ajukan adalah cukup kuat dengan skala 0,446, artinya tingkat pengaruh pada Gaya Komunikasi AuThe Equalitarian StyleAy Pimpinan adalah . Hasil analisis tanggapan responden mengenai kinerja Pelaksana Program Acara Insert Trans TV diperoleh total nilai 1279. Jika diinterpretasikan ke dalam garis kontinum maka nilai 1279 berada pada interval nilai 1260 - 1500. Jadi dapat disimpulkan kinerja karyawan Pelaksana Program Acara Insert Trans TV adalah sangat baik. Kinerja karyawan ini dikarenakan kemampuan dalam menggunakan peralatan kerja sehingga jarang sekali melakukan kesalahan dengan waktu yang sedikit. Kinerja karyawan juga dihasilkan dari adanya saling kerjasama antar karyawan dalam mengatasi masalah pekerjaan sehingga timbul semangat kerja untuk mengerjakan pekerjaan secara efektif dan efisien. Hasil analisis pengaruh variabel Gaya Komunikasi AuThe Equalitarian StyleAy Pimpinan terhadap Print ISSN: 2614-8153 Online ISSN: 2614-8498 kinerja pelaksana program acara Insert Trans TV ditunjukan oleh koefisien determinas . xyA) sebesar 0,199 = 19,9%. Hal ini menunjukan bahwa 19,9% varian variabel kinerja karyawan pelaksanan program acara Insert Trans TV ditentukan oleh variabel Gaya Komunikasi AuThe Equalitarian StyleAy Pimpinan, dan sisanya (=80,1%) di tentukan oleh variabel lain yang tidak dapat dijelaskan dalam penelitian penulis sarankan kepada para karyawan program acara Insert Trans TV agar proses interaksi dengan atasan harus selalu didasari dengan sikap saling pengertian dan saling memahami keberadaan para bawahannya sebagai komunitas yang juga ingin dihargai. Karena hal ini mampu menciptakan kedekatan yang iteraktif yang pada akhirnya dapat menunjang aktivitas kerja setiap harinya. penulis sarankan untuk tetap meningkatkan kualitas komunikasi atasan dengan para karyawan untuk menjaga keharmonisan hubungan antara atasan dengan bawahan yang pada akhirnya mampu meningkatkan kinerja DAFTAR PUSTAKA