Jurnal Kesehatan Ilkmiah Indonesia ( Indonesian Health Scientific Journal ) Pengaruh Pendidikan Kesehatan Tentang Nyeri Menstruasi Terhadap Tingkat Pengetahuan Remaja Perempuan di SMPN 1 Galang. Fusfadilah Yusuf. Siti Yartin. Sherllia Sofyana Universitas Widya Nusantara fusfadilahy@gmail. ABSTRAK Dismenore merupakan nyeri pada bagian bawah abdomen, terkadang dapat merambat ke pinggang, punggung bawah, dan paha. Biasanya, dismenore muncul dua atau tiga tahun setelah atau saat pertama kali menstruasi. Tingkat keparahan disminorea bervariasi, mulai dari ringan hingga berat. Tujuan penelitian ini adalah unutk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang nyeri menstruasi terhadap tingkat pengetahuan remaja perempuan di SMP Negeri 1 Galang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif Populasi dalam penelitian ini adalah siswi kelas ViA dan ViB di SMP Negeri 1 Galang berjumlah 36 siswi, dengan teknik pengambilan sampel total sampling, dengan jumlah sampel pada penelitian ini adalah 36 responden. Dengan menggunakan analisa data yang menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum pemberian pendidikan kesehatan mayoritas responden berada pada kategori tingkat pengetahuan kurang . ,8%), sedangkan setelah pemberian pendidikan kesehatan responden terbanyak pada kategori tingkat pengetahuan baik ( 91,7%). Ada pengaruh pendidikan kesehatan tentang nyeri mesntruasi terhadap tingkat pengetahuan remaja perempuan di SMP Negeri 1 Galang. Peneliti berharap hasil penelitian ini dapat digunakan oleh sekolah untuk memberikan pendidikan kesehatan mengenai menstruasi dan nyeri menstruasi pada siswi sebelum dan sesudah mengalami menstruasi. Kata Kunci : Remaja. Menstruasi. Dismenore. Pengetahuan. ABSTRACT Dysmenorrhea is pain in the lower abdomen that sometimes extending to the waist, lower back and Usually, dysmenorrhea appears two or three years after or during the first menstruation. The severity of dysmenorrhea varies with the range from mild to severe. The purpose of this study was to determine the impact of health education about menstrual pain toward the knowledge level of adolescent girls at SMP Negeri 1 Galang. This study used a type of quantitative research using a one-group pretest post-test design to design pre-experimental research. The total of population in this study was 36 students in class ViA and ViB of SMP Negeri 1 Galang, and total sample was 36 respondents that taken by total sampling technique. It uses data analysis by using the Wilcoxon test. The results showed that before providing the health education, most of respondents were in poor knowledge level category . 8%), but after the providing the health education that most of respondents were in good knowledge level category . 7%). There is an impact of health education about menstrual pain toward the knowledge level of adolescent girls at SMP Negeri 1 Galang. Researchers expected that the results of this study could be used by schools to provide health education about menstruation and menstrual pain toward female students before and after menstruation experiences. Keywords: Adolescent. Menstruation. Dysmenorrhea. Knowledge Vol. 10 No. 1 Juni 2025 Jurnal Kesehatan Ilkmiah Indonesia ( Indonesian Health Scientific Journal ) PENDAHULUAN Dismenore merupakan nyeri di bagian bawah abomen, terkadang dapat merambat ke belakang, punggung bawah, dan paha. Biasanya, dismenore muncul dua atau tiga tahun setelah atau saat pertama kali Tingkat keparahan disminorhea bervariasi, mulai dari ringan hingga berat, bahkan beberapa wanita mengalami keadaan sampai pingsan dan ada yang perlu berkonsultasi dengan dokter karena nyeri tersebut mengganggu aktivitas mereka (Susanti, 2. Prevalensi dismenore menurut Menurut WHO, 2022 ditemukan angka kejadian yang mengalami dismenore berat sebanyak 425 jiwa . %), 10-15% diantaranya dismenore ringan. cukup tinggi di seluruh dunia (WHO, 2. Di negara-negara Eropa, di inggris, angka kejadian dismenore sekitar 45-97% wanita mengalami kondisi ini. Di Amerika, sekitar 60% dari wanita mengalami dismenore, sedangkan di Swedia angkanya mencapai 72%. Di Amerika Serikat studi yang dilakukan menunjukkan bahwa 30-50% dari populasi wanita nyeri menstruasi dengan tingkat yang paling tinggi tercatat di negara Finlandia, mencapai 94%, sedangkan yang terendah terjadi di Bulagria,dengan angka sebesar 8,8% (Oktabela & Putri, 2. Di Indonesia menurut Dinas kesehatan (DINKES. Menyatakan bahwa dismenore primer 54,89%, sementara dismenore sekunder mencapai 9,36%. diperkirakan sekitar 55% wanita produktif gangguan aktivitas dismenore (Asriningtias dan kristanti, 2. Dilaporkan bahwa 30%-60% remaja wanita mengalami dismenore. Di Jawa Timur, sebanyak 7%-15% siswa yang tidak hadir di sekolah akibat dismenore dengan tingkat kejadian dismenore mencapai 64,25%, (Miftahul, 2. Di Sulawesi Tengah sejumlah besar remaja perempuan mengalami dismenore, dengan tingkat kejadian berkisar antara 43% hingga (Pani. Penemuan menunjukkan bahwa sekitar 1. 425 wanita, atau sekitar 90% dari populasi mengalami dismenore, dengan 10-15% di antaranya mengalami dismenorea yang berat (Meinika dan Andriani, 2. Studi awal yang dilakukan di SMP Negeri 1 Galang sebanyak 5 remaja putri menyatakan Vol. 10 No. 1 Juni 2025 mengalami nyeri saat menstruasi dan tidak mengetahui cara penanganan yang tepat seperti pengompresan air panas dan dingin atau kompres panas terlalu lama, dan tidak melakukan penanganan apapun untuk nyeri yang di rasakan karena tidak mendapatkan informasi terkait nyeri menstruasi. Sehingga mengakibatkan beberapa remaja absen sekolah dan mengalami kesulitan dalam beraktivitas. Berdasarkan informasi sebelumnya , ini mendorong peneliti untuk melakukan penelitian AuPengaruh Pendidikan Kesehatan Tentang Nyeri Saat Menstruasi Terhadap Tingkat Pengetahuan Remaja Perempuan Disekolah Menengah Pertama SMP Negeri 1 Galang. METODE PENELITIAN Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan desain pre-exprimental menerapkan pendekatan one-group pre-test post-test design. Lokasi penelitian SMP Negeri 1 Galang di laksanakan pada tanggal 10 s/d 17 Juli 2024. Besar sampel pada penelitian ini menggunakan total populasi. Jumlah sampel dalam penelitian di SMP Negeri 1 Galang. Kelas 8A dan 8B yang berjumlah 36 siswa, dimana masing-masing kelas 8A berjumlah 17 siswi dan 8B berjumlah 19 siswa. Metode pengumpulan data penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Dan data yang didapatkan langsung dari sumber data disebut data primer, responden yang dijadikan sampel dalam penelitian akan di minta untuk mengisi kuesioner secara langsung untuk memenuhi data primer. Penelitian ini mendapatkan persetujuan Komite Etik Penelitian Univeristas Tadulako pada tanggal 4 juli 2024 nomor: 123/UN28. 30/KL/2024. Analisa data yang digunkan dalam penelitian ini adalah analisis data univariat dan bivariat, analisis bivariat menggunakan uji uji wilcoxon untuk menguji hipotesis dalam penelitian . es signiti. , kriteria penerimaan hipotesis yaitu jika nilai . value O 0. 05 artinya ada pengaruh dan Jika nilai . value Ou 0. 05 artinya tidak ada dampak Pendidikan kesehatan tentang nyeri saat Jurnal Kesehatan Ilkmiah Indonesia ( Indonesian Health Scientific Journal ) menstruasi terhadap tingkat pengetahuan di remaja perempuan disekolah menengah pertama SMP Negeri 1 Galang. HASIL Hasil penelitian tentang karakteristik responden akan ditampilkan dalam bentuk tabel dan narasi sebagai berikut : Tabel. 1 Distribusi karakteristik responden siswi berdasarkan umur dan usia menstruasi pertama Di SMP Negeri 1 Galang Kelas Vi A dan Vi B . Oy . Karakteristik Responden Umur 13 Tahun 14 Tahun 15 Tahun Usia Menstruasi 12 Tahun 13 Tahun 14 Tahun Frekuensi . Persentase (%) Berdasarkan Tabel . 1 menujukkan bahwa karakteristik responden beradasarkan umur terbanyak yaitu umur 14 tahun sebanyak 20 siswi dengan persentase 55,6% dan Karakteristik responden beradasarkan usia menstruasi pertama terbanyak yaitu pada usia 13 tahun sebanyak 20 siswi dengan persentase 55,6%. Tabel. 2 Distribusi frekuensi responden berdasarkan tingkat nyeri Di SMP Negeri 1 Galang Kelas Vi A dan Vi B . Oy . Tingkat Nyeri Nyeri Ringan Nyeri Sedang Nyeri Berat Frenkuesi . Persentase (%) Berdasarkan Tabel. 2 menujukkan bahwa karakteristik responden beradasarkan tingkat nyeri terbanyak yaitu pada kategori nyeri sedang sebanyak 18 siswi dengan persentase 50% dan tingkat paling sedikit pada kategori nyeri berat sebanyak 4 siswi dengan persentase 11,1. Vol. 10 No. 1 Juni 2025 Tabel. 3 Distribusi frekuensi tingkat pendidikankKesehatan menstruasi pada Siswi SMP Negeri 1 Galang Kelas Vi A dan Vi . Oy . Tingkat Pengetahuan Baik Cukup Kurang Frekuensi . Persentase (%) Berdasarkan Tabel. 3 menujukkan bahwa tingkat pengetahuan sebelum dilakukan pendidikan kesehatan tentang nyeri menstruasi pada siswi dalam kategori cukup sebanyak 8 siswi dengan persentase 22,2%,dan tingkat pengetahuan kurang sebanyak 28 siswi dengan persentase 77,8%. Tabel. 4 Distribusi Frekuensi Tingkat Pengetahuan Sesudah di Berikan Pendidikan Kesehatan tentang nyeri Menstruasi pada Siswi SMP Negeri 1 Galang Kelas Vi A dan Vi B . Oy . Tingkat Pengetahuan Baik Cukup Kurang Frekuensi . Persentase (%) Berdasarkan Tabel. 4 menujukkan bahwa tingkat pengetahuan setelah dilakukan pendidikan kesehatan tentang nyeri menstruasi pada siswi dalam kategori baik sebanyak 33 dengan persentase 91,7%, dan cukup sebanyak 3 siswi dengan persentase 8,3%. Jurnal Kesehatan Ilkmiah Indonesia ( Indonesian Health Scientific Journal ) nyeri menstruasi disebabkan belum perna mendapatkan pendidikan kesehatan tentang nyeri menstruasi. Hal ini disebabkan sebabkan oleh siswi tidak mengetahui resiko jika tidak dilakukan penanganan yang tepat saat nyeri menstruasi, dan kurangnya informasi yang di dapatkan, dapat dilihat dari menjawab salah pada pertanyaan. Kurangnya disebabkan belum pernah mendapatkan pendidikan kesehatan terkait penanganan yang tepat saat nyeri menstruasi. Hal ini sejalan dengan teori yang dijelaskan oleh Notoatmodjo, . Pengetahuan dapat diperoleh melalui paparan informasi yang diperoleh oleh responden, baik secara langsung melalui pengalaman pribadi, maupun tidak langsung melalui media massa, yang menekankan pentingnya informasi dalam membentuk pengetahuan Pemahaman tentang menstruasi sangat diperlukan untuk dapat mendorong remaja yang mengalami gangguan pada saat menstruasi agar mengetahui dan mengambil sikap yang terbaik mengenai permasalahan reproduksi yang mereka alami berupa kram, nyeri karena ketidaknyamanan yang dihubungkan Pengetahuan kesehatan reproduksi baik secara fisik, psikologi dan sosial adalah hal yang sangat penting, dan sangat memiliki dampak terhadap fungsi, proses, dan bertanggungjawab dalam memelihara dan menjaga organ reproduksinya (Rizky Fadilasani et al. , 2. Tabel. 5 Pengaruh Pendidikan Kesehatan Tentang Nyeri Saat Menstruasi Terhadap Tingkat Pengetahuan di SMP Negeri 1 Galang. Pretest Penget Baik Cukup Kurang Posttest Frek Perse Frek Perse . (%) . (%) Berdasarkan Pada tabel. 5 menyatakan hasil Dari data pretest, dapat dilihat sebagian besar responden . ,8%) memiliki pengetahuan dalam kategori kurang. Setelah mengikuti intervensi, terjadi perubahan signifikan dalam distribusi pengetahuan peserta. Pada posttest, mayoritas responden . ,7%) berada dalam kategori pengetahuan baik, dengan tidak adanya peserta yang termasuk dalam kategori kurang. Berdasarkan hasil uji statistic Wilcoxon didapat nilai p value 0,000 < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan tingkat Pengetahuan sebelum dan setelah pemberian pengetahuan tentang nyeri menstruasi pada siswi kelas Vi A dan Vi B SMP Negeri 1 Galang. PEMBAHASAN Hasil pengelolaan data yang di lakukan dari hasil penelitian tentang pengaruh pendidikan kesehatan nyeri saat menstruasi terhadap tingkat pengetahuan remaja perempuan di SMP Negeri 1 Galang Tingkat pengetahuan remaja perempuan tentang nyeri saat menstruasi di SMP Negeri 1 Galang sebelum diberikan pendidikan kesehatan. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan sebagian besar responden di SMP Negeri 1 Galang memiliki pengetahuan kurang serjumlah 28 siswi . ,8%), dan pengetahuan cukup sebanyak 8 siswi . ,2%). Peneliti berasumsi kurangnya pengetahuan remaja tentang penangan Vol. 10 No. 1 Juni 2025 Tingkat pengetahuan remaja perempuan tentang nyeri saat menstruasi di SMP Negeri 1 Galang sesudah diberikan pendidikan kesehatan. Berdasarkan Hasil penelitian tingkat pengetahuan siswi setelah diberikan tingkat pengetahuan siswi dalam kategori baik sebanyak 33 . ,7%), dan tingkat pengetahuan cukup sebanyak 3 siswi . ,3%). Jurnal Kesehatan Ilkmiah Indonesia ( Indonesian Health Scientific Journal ) Peneliti berasumsi bahwa tingkat pengetahuan yang bervariasi dari hasil pendidikan kesehatan yang dilakukan merupakan hasil pemahaman siswi dalam mengamati yang mereka amati, dimana masi didapatkan tingkat pengetahuan cukup setelah diberikan intervensi berubah pendidikan kesehatan tentang nyeri menstruasi. Asumsi ini sejalan dengan teori Notoatmodjo, . Pengetahuan yang bervariasi dapat disebabkan oleh kemampuan belajar setiap orang yang berbeda-beda. Dari 3 responden yang berada pada ketegori tingkat pengatahuan cukup setelah diberikan pendidikan kesehatan, peneliti berasumsi bahwa usia responden merupakan salah satu faktor yang di mencerna maupun menerima proses informasi dapat dilihat dari karakteristik responden yang berada pada tingkat pengetahuan cukup, responden tersebut memiliki usia 13 tahun dimana usia ini merupakan usia paling rendah diantara responden lain. Teori yang mendukung asumsi peneliti adalah penelitian yang dilakukan Sujarwo mengemukakan teori pembelajaran aktif untuk anak SMP, yang menyatakan bahwa perbedaan usia dalam metode proses pemahaman saat menerima informasi, metode pembelajaran yang menyenangkan dan sesuai usia dapat meningkatkan sikap prilaku pada siswi dan semakin bertambahnya usia akan semakin berkambangnya daya tangkap dalam pengetahuan diperoleh semakin Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Taviyanda et , 2022 Pendidikan kesehatan berperan penting dalam mengubah pengetahuan yang kurang menjadi lebih baik. Dengan kata lain, melalui pendidikan kesehatan, individu diberikan informasi yang lebih mendalam dan komprehensif tentang berbagai aspek kesehatan, seperti strategi untuk menjaga kondisi kesehatan. Penelitian dilakukan oleh Prautami, . menunjukkan bagaimana pendidikan Vol. 10 No. 1 Juni 2025 kesehatan berdampak pada pengetahuan remaja tentang dismenore. Pengaruh pendidikan kesehatan nyeri saat menstruasi terhadap tingkat pengetahuan remaja perempuan di SMP Negeri 1 Galang Berdasarkan menggunakan uji Wilxocon sebelum dan sesudah dilakukan pendidikan kesehatan tentang nyeri menstruasi memperoleh nilai p value sebesar 0,000 atau p = 0,000 O 0,005 Maka disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dalam tingkat pengetahuan remaja perempuan di SMP Negeri 1 Galang. Menurut asumsi peneliti berdasarkan hasil penelitian, setelah mendapatkan pendidikan kesehatan mengenai nyeri saat menstruasi. Sebelumnya, mayoritas dari mereka memiliki pemahaman yang terbatas mengenai dismenore dengan tingkat kategori pengetahuan kurang dengan beberapa remaja putri mengalami kesulitan dalam menerapkan penanganan yang tepat, seperti penggunaan kompres Namun, setelah mereka menerima pendidikan kesehatan yang mencakup informasi yang lebih mendalam tentang nyeri saat menstruasi dan strategi penanganannya, terlihat peningkatan yang nyata dalam pemahaman mereka. Penelitian selanjutnya yang sejalan menunjukkan tingkat pengetahuan yang meningkat dilihat dari remaja lebih tahu dan paham mengeni nyeri menstruasi hal peningkatan jumlah responden dengan kategori baik meningkat menjadi 58,0% (Susilawati et al. , 2. Setelah diberikan pendidikan kesehatan tentang menstruasi, pengetahuan baik meningkat menjadi memiliki pengetahuan baik. (Hanifa dan Dewi, 2. Hal ini sejalan pada penelitian yang dilakukan (Ginting et al. , 2. didapatkan hasil penelitian uji statistik Wilcoxon menunjukkan p-value=0,000 . value < 0,. sehingga Ha dapat Dengan pemahaman yang lebih baik ini, siswi dapat lebih sadar akan pentingnya menerapkan gaya hidup sehat serta membuat keputusan yang lebih baik terkait kesehatan pribadi mereka. Dan Jurnal Kesehatan Ilkmiah Indonesia ( Indonesian Health Scientific Journal ) juga berperan penting pada peningkatan KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat diambil simpulan: Tingkat pengetahuan remaja perempuan sebelum diberikan pendidikan kesehatan tentang nyeri menstruasi sebagian besar responden berada di kategori kurang. Tingkat pengetahuan remaja perempuan setelah diberikan pendidikan kesehatan tentang nyeri menstruasi sebagian besar berada di kategori baik. Ada pengaruh pendidikan kesehatan tentang nyeri menstruasi terhadap tingkat pengetahuan remaja perempuan di SMP Negeri 1 Galang. Saran Bagi institusi pendidikan Diharapkan hasil penelitian ini dapat sebagai metode dalam mengajar siswa tentang nyeri menstruasi, baik sebagai bagian dari program pendidikan rutin atau sebatas penyuluhan, sehingga hasil dari penelitian ini nantinya dapat di manfaatkan secara maksimal. Bagi siswi Peneliti berharap siswi atau responden dapat mempertahankan atau memperluas pengetahuan mereka tentang nyeri menstruasi dan cara penenganan yang bain dan tepat. Bagi institusi tempat penelitian Peneliti berharap hasil penelitian ini dapat tentang menstruasi. REFERENSI