JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. Oktober 2025 Halaman : 144-152 ISSN : 2985-4768 PENGARUH LINGKUNGAN KERJA FISIK DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT BPR NBP 12 TANGERANG SELATAN Sulistia Wati Aliah1 Email : Sulistiawatialiy7@gmail. Program Studi Manajemen Program Sarjana Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Pamulang Tangerang Selatan1 Laura Komala2 Email : dosen01013@unpam. Program Studi Manajemen Program Sarjana Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Pamulang Tangerang Selatan2 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Lingkungan Kerja Fisik terhadap Kinerja karyawan. Disiplin Kerja terhadap Kinerja Karyawan dan untuk mengetahui Pengaruh Lingkungan Kerja Fisik dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan pada PT. BPR NBP 12. Metodologi penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif, metode pengumpulan data dengan populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh jumlah karyawan yaitu 52 orang. Sedangkan analisis data yang digunakan berupa uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, uji regresi linier, uji koefisien korelasi, uji koefisien determinasi, dan uji hipotesis menggunakan uji t . , uji F . Hasil penelitian pada variabel Lingkungan Kerja Fisik (X. menunjukan terdapat pengaruh Lingkungan Kerja Fisik terhadap Kinerja Karyawan secara parsial, dapat dilihat pada uji t yang menunjukan Thitung . > Ttabel . dan Sig. ,003 < 0,. Pada variabel Disiplin Kerja (X. menunjukan terdapat Pengaruh Disiplin Kerja terhadap Kinerja Karyawan secara parsial, dilihat dari uji t yang menunjukan nilai Thitung . > Ttabel . dan Sig. ,001 < Hasil secara simultan bersama-sama menunjukan terdapat pengaruh Lingkungan Kerja Fisik dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Karyawan, dilihat dai hasil uji F yang menunjukan nilai Fhitung . > Ftabel . dan Sig. ,00 < 0,. Kata Kunci : Lingkungan Kerja Fisik. Disiplin Kerja. Kinerja Karyawan. ABSTRACT This study aims to examine the influence of physical work environment on employee performance, the influence of work discipline on employee performance, as well as the simultaneous influence of physical work environment and work discipline on employee performance at PT BPR NBP 12. The research method used is a quantitative approach, with data collected through a questionnaire distributed to the entire population, which consists of 52 employees who also served as the research sample. Data analysis techniques include validity test, reliability test, classical assumption tests, multiple linear regression analysis, correlation coefficient test, coefficient of determination, and hypothesis testing using both t-test . and F-test . The results show that the variable physical work environment (X. has a significant partial influence on employee performance, as indicated by the value t-count . > t-table . and a significance level of 0. 003 < 0. The work discipline variable (X. also shows a significant partial influence on employee performance, with a t-count . > t-table . and a significance level of 0. 001 < 0. Simultaneously, the physical work environment and work discipline have a significant influence on employee performance, as demonstrated by the F-count . > F-table . and significance level of 000 < 0. Keywords: Physical Work Environment. Work Discipline. Employee Performance. PENDAHULUAN Pada era globalisasi saat ini perusahaan berkembang dengan sangat cepat sehingga membuat Perusahaan diharuskan untuk melakukan inovasi agar dapat bersaing dan demi keberlangsungan perkembangan perusaahaan termasuk sektor keuangan dan perbankan https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index pada PT. BPR NBP 12 Tangerang Selatan yang bergerak dalam bidang keuangan yang hanya menerima simpanan dalam bentuk deposito berjangka, tabungan dan menyalurkan dana sebagai usaha PT. BPR NBP 12 Tangerang Selatan. Dalam Persaingan yang sangat ketat menyebabkan meningkatkan suatu produktivitas produksi. Dalam suatu kegiatan industri pertumbuhan dan peningkatan daya saing diperlukan untuk dapat meningkatkan dan JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. Oktober 2025 Halaman : 144-152 mengendalikan kualitas dan kuantitas yang ada dengan melakukan perbaikan manusia maupun mesin. Keberhasilan perusahaan tidak selalu di ukur seberapa besarnya keuntungan yang di dapat oleh perusahaan tersebut melainkan ada hal lain yang lebih penting yaitu Sumber Daya Manusia (SDM). Sumber daya manusia dalam sebuah organisasi merupakan suatu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Organisasi perusahaan dapat berjalan sesuai dengan harapan apabila di dalamnya terdapat manusia-manusia dengan satu berkeinginan untuk menjadikan organisasi tempat dia bekerja dan mencari nafkah mengalami tingkat keuntungan serta perkembangan tahun ke tahun. Sumber daya manusia merupakan modal utama meningkatkan daya guna dan pencapaian tujuan suatu Dikarenakan kemampuan untuk mengelola dan menjalankan perusahaan tersebut sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai dengan baik. Tanpa memiliki sumber daya manusia yang kompetitif, sebuah perusahaan akan mengalami kemunduran dan akhirnya dapat tersisih karena tidak mampu menghadapi pesaing. Dengan semakin kerasnya persaingan di dunia bisnis, setiap perusahaan menuntut karyawan maupun anggota lainnya memiliki kemampuan kerja untuk memperoleh tujuan strategis perusahaan. Dalam meningkatkan kinerja karyawan upaya meningkatkan lingkungan kerja fisik juga diperlukan. Lingkungan kerja fisik merupakan suatu tempat dimana karyawan melakukan aktifitas bekerja di sebuah temapt kerja seeperti kantor perusahaan dan lain sebagainya, didalamnya meliputi suasaan kerja yang dibangun oleh perusahaan guna memberikan ruang kerja yang kondusif sehingga memberikan rasa aman, nyaman, dan memungkinkan karyawan dapat bekerja secara optimal. Lingkungan kerja fisik merupakan salah satu aspek penting yang memengaruhi produktivitas dan kesejahteraan karyawan. Lingkungan kerja fisik ini mencakup elemen-elemen seperti penerangan, kebersihan, sirkulasi udara, kebingsingan dan keamanan. Lingkungan kerja fisik yang nyaman tentunya akan mempengaruhi kinerja setiap karyawannya sehingga dapat bekerja secara efektif dan efisien sehingga dapat tercapainya tujuan perusahaan. Dalam mewujudkan tercapainya tujuan perusahaan tidah hanya dapat diukur dari Lingkungan Kerja Fisik saja melainkan juga dari sikap disiplin yang dimiliki masing-masing karyawan. Disiplin kerja sebagai sikap mental yang tercermindalam perbuatan atau tingkah laku perorangan, kelompok atau masyarakat berupa ketaatan . terhadap peraturan-peraturan atau ketentuan yang ditetapkan pemerintah atau etik, norma dan kaidah yang berlaku di masyarakat untuk tujuan tertentu. Pimpinan perusahaan harus mampu membuat aturan-aturan yang dapat meningkatkan disiplin kerja karyawan. https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index ISSN : 2985-4768 Disiplin kerja yang tinggi akan menghasilkan kinerja yang baik. Disiplin kerja diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang tertib dan produktif. Disiplin mencerminkan tingkat kepatuhan karyawan terhadap aturan, standar kerja dan kebijakan yang telah ditetapkan oleh perushaan. Karyawan yang memiliki disiplin yang tinggi akan bekerja sesuai dengan tanggung jawab mereka, memenuhi target waktu, dan menjaga kualitas pekerjaanya sehingga dapat meningkatkan kinerja karyawan dan mewujudkan suatu tujuan perushan. Ketika aturan ditegakkan secara konsisten, hal ini dapat meningkatkan efisiensi, menajaga moral karyawan dan meminimalkan konflik. Pada tingkat ketidakhadiran tahun 2021 jumlah ketidakhadiran mencapai 13 kali, meningkat pada tahun 2022 menjadi 179 kali atau bertambah 31,6% dari tahun Namun, terdapat penurunan pada tahun 2023 dengan jumlah angka ketidakhadiran menjadi 158 yang menunjukan penurunan sebesar 11,7% dari tahun Meski terjadi peningkatan ketidakhadiran pada 2022, terdapat perbaikan pada tahun 2023 dengan menurunnya angka ketidakhadiran sebesar 11,7%. Hal ini menunjukan adanya upaya untuk memperbaiki kehadiran meskipun belum signifikan. Kesimpulan dari data diatas menunjukan bahwa tingkat disiplin kerja khususnya dalam hal keterlambatan selalu naik dari tahun ke tahun, sementara tingkat ketidakhadiran menunjukan tren yang lebih fluktuatif. Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan disiplin kerja dan meningkatkan kinerja karyawan sehingga dapat mencapai tujuan perusahaan. Kinerja karyawan merupakan salah satu faktor utama yang menentukan keberhasilan dan partumbuhan suatu organisasi. Kinerja karyawan mengacu pada sejauh mana karyawan dapat menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan sesuai dengan standar yang diberikan sesuai dengan standar yang ditetapkan, baik darisegi kualitas, kuantitas dan waktu. Kinerja yang baik tidak hanya meningkatian produktivitas individu, tetapi juga berkontribusi pada pencapaian tujuan dan visi perusahan secara keseluruhan. Ditengah persaingan bisnis yang semakin ketat, perusahaan menyadari bahwa keberhasilan perusahaan sangat bergantung pada kualitas kinerja karyawan. Oleh karena itu perusahaan harus memastikan bahwa karyawan memiliki lingkungan kerja fisik dan disiplin kerja yang tepat untuk mencapai kinerja yang optimal. Pentingnya kinerja karyawan yang optimal mendorong banyak perusahaan untuk terus mengembangkan strategi-strategi yang dapat memperbaiki dan meningkatkan kinerja karyawan. Berikut adalah data kinerja karyawan pada PT. BPR NBP 12 TANGERANG SELATAN Pada tahun 2021 realisasi kinerja hanya mencapai 47,50% dari target. Ini menunjukan bahwa hampir setengah target kinerja belum berhasil dicapai. JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. Oktober 2025 Halaman : 144-152 Kemudian pada tahun 2022, terjadi peningatan sebesar 10,93% menjadi 58,43%. Meskipun belum mencapai target, peningkatan ini mencerminakan adanya Selanjutnya, pada tahun 2023, realisasi kinerja karyawan kembali meningkat menjadi 66,90% naik sebesar 8,47% dari tahun sebelumnya. Hal ini menunjukan tren positif dalam peningkatan kinerja karyawan dari tahun ke tahun, meskipun masih terdapat gap yang cukup besar terhadap target 100%. METODELOGI PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah kuantitatif , menurut Sugiyono . metode penelitian kuantitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrument penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistic, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ISSN : 2985-4768 Test distribution is Normal Calculated from data Liliefors Significance Correction This is a lover bound of the true significance LilieforsAo method based on 1000 Monte Carlo samples with starting seed 200000. Berdasarkan tabel 4. 12 diatas Uji KolmogrovSmirnov menyatakan 0,200 > 0,50 hingga distribusi persamaan normal diasumsikan dalam pengujian ini. Grafik probabilitas dan histogram juga dapat digunakan untuk melakukan uji normalitas. Berdasarkan temuan diagram distribusi yang diolah menggunakan SPSS Versi 26 seperti gambar dibawah ini, variabel residu dapat diketahui dengan memeriksa sebaran titiktitik residu yang mengikuti arah garis diagonal : Penelitian kuantiatif memiliki tiga ciri di lapangan yaitu penelitian dari awal sampe akhir bersifat tetap, sehingga akan mengalami kesamaan judul laporan Mengembangkan masalah akan berbeda pada saat berada di lapangan karena telah terkonfirmasi dengan realita yang ditemukan (Nurulwulandari dan Darwin, 2. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Uji Normalitas digunakan sebagai cara memasukan data berdistribusi normal. Uji KolmogrovSmirnov dipakai pada uji normalitas penelitian ini. Jika nilai siginifikan > 0,05, maka data berdistribusi Jika < 0,05 maka data tidak berdistribusi normal. Berdasarkan gambar histogram diatas, menunjukan bahwa penyebaran residual terstandarisasi membentuk pola menyerupai kurva normal . ell shap. yang simteris disekitar nilai nol. Hal ini menunjukan bahwa data residual tersebar secara normal. Gambar 4. 2 UJI P-PLOT MULTI NORMALITAS https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. Oktober 2025 Halaman : 144-152 Uji P-Plot Multi Normalitas Pada grafik Plot probabilitas berpola grafik yang khas yang ditunjukakan pada gambar 4. 2, dilihat dari sebaran mengikutin garis diagonal serta titik-titik yang tersebar disekitarnya. Dengan demikian, model regresi dapat dikatakan normal. Uji Multikolinieritas Uji Multikolinieritas Tolerance seta VIF terhadap model regresi. Apabila VIF > 10. Tolreance > 1, artinya terdapat multikolinearitas. Tapi apabila VIF < 10. Tolerance < 1 artinya multikolinearitas tidak terjadi. ISSN : 2985-4768 Berdasarkan data diatas pada tabel 4. 14 yang dimana Lingkungan Kerja Fisik (X. diperoleh nilai signifikasi 0,225 dan Disiplin Kerja (X. 0,910, dimana keduanya memperoleh nilai signifikasi (Si. > 0,05. Dengan demikian regression model pada data ini tidak terjadi gangguan heteroskedastisitas. Pengujian Heteroskedastisitas juga dapat diterapkan dengan melihat pola pada grafik scatter plot, jika titik-titik tersebar secara acaak berarti tidak Heteroskedastisitas. ZPRED menunjukan nilai yang diharapkan untuk variabel dependen, sedangkan SRESID menunjukan residunya. Berdasarkan 14\3, multikolinearitas variabel independent menunjukan bahwa nilai tolerance lingkungan kerja fisik sebesar 0,846 dan disiplin sebesar 0,846 dimana nilai tersebut lebih besar dari 0,10 maka tidak terjadi multikolinearitas. Dan nilai variance inflation factor (VIF) pada variabel tingkat pendidikan yakni 1,182 dimana nilai tersebut kurang dari 10,00. Dapat disimpulkan bawha model regresi ini bebas dari multikolinearitas. Uji Heteroskedastisitas Uji Heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah terdapat model regresi ketidaksamaan varian dari residual untuk seluruh pengamatan dimodel Uji Heteroskedastisitas ini menggunakan Uji Gleser yang dilakukan dengan cara meregresikan antar variabel independent dengan nilai absolut residualnya. Adapun ketentuan terjadi atau tidaknya heteroskedastisitas adalah sebagai berikut : Jika variabel independent (X) memiliki nilai (Si. 0,05 Jika variabel independent (X) memiliki niai Signifikasi (Si. > 0,05 maka tidak terjadi gangguan Adapun hasil uji heteroskedastisitas adalah sebagai https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index Berdasarkan yang disajikan gambar 4. menunjukan titik-titik pada grafik scatter plot tidak membentuk pola khas . empunyai pola sebaran yang Oleh Karena itu, karena tidak adanya interferensi heteroskedastisitas, maka model regresi dapat dianggap layak digunakan sebagai data penelitian. Analisis Kuantitatif Analisis Regresi Linear Sederhana Analisis regresi linear sederhana dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel X1 terhadap Y dan X2 terhadap Y. dalam penulisan skripsi ini X1 Lingkungan Kerja Fisik Variabel X2 Disiplin Kerja dan Variabel Y Kinerja Karyawan. Pengolahan data menggunakan SPSS Versi 26 dan memberikan nilai koefisien regresi sebagai berikut : Uji Regresi Linear Sederhana Variabel Lingkungan Kerja Fisik (X. dan Kinerja Karyawan (Y) JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. Oktober 2025 Halaman : 144-152 ISSN : 2985-4768 Analisis regresi linier berganda digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel independen (Lingkungan Kerja Fisik dan Disiplin Kerj. terhadap variabel dependen (Kinerja Karyawa. Hasil analisis SPSS 26 menampilkan besarnya pengaruh setiap variabel independen terhadap kinerja karyawan sebagai Berdasarkan hasil perhitungan regresi linear sederhana pada tabel diatas, dapat diperoleh regresi Y= 3,433 0,849X1. dari persamaan tersebut dapat diberi kesimpulan sebagai berikut : Nilai Konstanta sebesar 3,433 menyatakan bahwa jika nilai variabel Lingkungan Kerja Fisik X1 tidak ada aatu bernilai 0, maka kinerja karyawan Y yakni sebesar 3,433. Nilai koefisien regresi variabel Lingkungan Kerja Fisik X1 adalah 0,849, angka ini bernilai positif diartikan apabila nilai konstanta tetap dan tidak ada perubaha data variabel Lingkungan Kerja Fisik X1. Maka setiap perubahan 1 unit pada variabel lingkungan kerja fisik X1 akan mengakibatkan terjadinya penurunan pada Kinerja karyawan sebesar 0,849. Uji Regresi Linier Sederhana Variabel Disiplin Kerja (X. dan Kinerja Karyawan (Y) Berdasarkan hasil perhitungan regresi linear sederhana pada tabel diatas, dapat diperoleh regresi Y = 18,745 0,429X2. dari persamaan tersebut dapat diberi kesimpulan sebagai berikut : Nilai Konstanta sebesar 18,745 menyatakan bahwa jika nilai variabel Disiplin Kerja X2 tidak ada aatu bernilai 0, maka kinerja karyawan Y yakni sebesar 18,745 . Nilai koefisien regresi variabel Disiplin Kerja X2 adalah 0,429, angka ini bernilai positif diartikan apabila nilai konstanta tetap dan tidak ada perubaha data variabel Disiplin Kerja X2. Maka setiap perubahan 1 unit pada variabel Disiplin Kerja X2 akan mengakibatkan terjadinya penurunan pada Kinerja karyawan sebesar 0,429 Analisis Regresi Linear Berganda https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index Pengujian regresi ditampilkan pada tabel 4. diperoleh persamaan linear berganda Y = 11,929 0,458X1 0,170X2. Maka interpretasinya sebagai Nilai konstanta 11,292 menunjukan jika X1 (Lingkungan Kerja Fisi. dan X2 (Disiplin Kerj. bernilai nol, maka Y (Kinerja Karyawa. tetap 11,292 Diperoleh nilai koefisien regresi X1 0,458 menunjukan bahwa variabel Lingkungan Kerja Fisik mempunyai pengaruh yang positif terhadap Kinerja Karyawan (Y) yang berarti setiap kenaikan satuan variabel Lingkungan Kerja Fisik maka akan mempengaruhi Kinerja Karyawan sebesar 0,458 Diperoleh nilai koefisien regresi X2 0,170 menunjukan bahwa variabel Disiplin Kerja mempunyai pengaruh yang positif terhadap Kinerja Karyawan (Y) yang berarti setiap kenaikan satuan variabel Disiplin Kerja akan mempengaruhi Kinerja Karyawan sebesar 0,170. Analisis Koefisien Korelasi Analisis koefisien korelasi digunakan untuk mengetahui kekuatan dan arah . ositif atau negativ. hubungan anatar variabel independent kepada depende JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. Oktober 2025 Halaman : 144-152 ISSN : 2985-4768 Berdasarkan tabel 4. 18 nilai R . oefisien korelas. Lingkungan Kerja Fisik sebesar 0,424 berdasarkan pedoman nilai interpretasi korelasi nilai berada pada rentang Au0,400-0,599Ay yang berarti tigkat hubungan Lingkungan Kerja Fisik terhadap Kinerja Karyawan termasuk pada tingkat hubungan yang Berdasarkan tabel 4. 21, diperoleh nilai Rsquare 0,575 akan tetapi meskipun lingkungan kerja mempunyai pengaruh yang cukup besar . ,5%), namun masih ada sekitar 47,5% faktor lainnya. Berdasarkan tabel 4. 19 nilai koefisien korelasi anatara Disiplin Kerja (X. dan Kinerja Karyawan (Y) 0,458, berada pada rentang Au0,400-0,599Ay menunjukan hubungan Disiplin Kerja dan Kinerja Karyawan termasuk pada tingkat hubungan yang sedang. Berdasarkan tabel 4. 22 diperoleh niai R-square 0,209 yang berarti Disiplin Kerja memberikan kontribusi yang rendah yaitu sekitar 20,9% terhadap Kinerja Karyawan dan terdapat sekitar 79,1% dipengaruhi oleh faktor lainnya. Berdasarkan tabel 4. 20 menghasilkan nilai koefisien korelasi terhadap ketiga variabel Lingkungan Kerja Fisik (X. Disiplin Kerja (X. dan Kinerja Karyawan (Y) yaitu 0,777 berada di renntang . ,6000,. sehingga terhadap korelasi yang Kuat. Analisis Koefisien Determinasi Penlitian ini dilakukan sebagai alat ukur kontribusi atau pengaruh Lingkungan Kerja Fisik (X. dan Disiplin Kerja (X. terhadap Kinerja Karyawan (Y). Nilai R-square menunjukan seberapa besar pengaruh Lingkungan Kerja Fisik (X. dan Disiplin Kerja (X. Secara bersama-sama terhadap Kinerja Karyawan (Y). jika R-Square mendekati 0, maka pengaruh Lingkungan Kerja Fisk (X. dan Disiplin Kerja (X. Lemah. Sebaliknya. JIka R-Square mendekati 1 maka pengaruh Lingkungan Kerja Fisik (X. dan Disiplin Kerja (X. terhadap Kinerja Karyawan Sangat Kuat. Dari tabel 4. 24 yang disajikan pada penelitian diperoleh Rsquare 0,604. Maka secara bersaama-sama variabel independent berkontribusi sebesar 60,4% terhadap Kinerja Karyawan (Y), namun masih ada sekitar 39,6% faktor lain yang mempunyai pengaruh. Pengujian Hipotesis Uji Hipotesis secara Parsial (Uji T) Uji https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index . ji JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. Oktober 2025 Halaman : 144-152 mengevaluasi hipotesis mengenai masing-masing variabel independen yaitu Lingkungan Kerja Fisik (X. dan Disiplin Kerja (X. terhadap variabel dependen yaitu Kinerja Karyawan (Y). Pada pengujian ini nilai t hitung yang diperoleh akan dibandingkan dengan nilai t tabel dengan menggunakan taraf signifikan 5%. Kriteria pnengambilan keputusan Apabila thitung Ftabel : berarti H03 ditolak dan Ha3 diterima T tabel = ta. df (Taraf Alpha x Degree of Freedo. a = taraf signifikasi 5% . df = derajat kebebasan . Pengaruh Lingkungan Kerja Fisik(X. secara Parsial terhadap Kinerja Karyawan(Y) Berdasarkan tabel diatas lingkungan kerja fisik (X. memiliki nilai T kalkulasi sebesar 3. 115 > T table 2,009 dengan tingkat signifikansi 0,000 < 0,05 maka H01 ditolak dan Ha diterima. Maka dari itu ini menandakan bahwa Terdapat dampak yang signifikan secara parsial lingkungan kerja fisik terhadap Kinerja Karyawan. Pengaruh Disiplin Kerja (X. Terhadap Kinerja Karyawan (Y) Berdasarkan hasil uji T Parsial diatas meperoleh nilai 009 dengan tingkat signifikansi 0,000 < 0,05 maka H02 ditolak dan Ha2 diterima. Artinya terdapat pengaruh yang signifikan secara parsial antara variabel disiplin kerja (X. terhadap kinerja karyawan (Y) https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index Berdasarkn tabel 4. 26, dapat dinytakana bahwa nilai Fhitung memperoleh nilai sebesar 38. 943 dengan tingkat signifikasi 0,000. Kemudian Ftabel pada kategori a = 0,05 diperoleh nilai 3,19. Maka dapat dikatakan dari hasil perhitungan tersebut Fhitung >Ftabel atau . 943>3,. dan tingkat signifikasi 0,000 < 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa H0 ditolaj dan H3 diterima, artinya terdapat pengaruh positif dan signifikasi secara simultan antara variabel Lingkungan Kerja Fisik dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan. Pembahasan Penelitian Pengaruh Lingkungan Kerja Fisik (X. terhadap Kinerja Karyawan (Y) pada PT BPR NBP 12 . Dalam penelitian ini dapat diketahui bahwa pengaruh Lingkungan Kerja Fisik (X. mempunyai nilai rata-rata sebesar 3,92 yang termasuk rentang skala 3,40-4,19 dengan kriteria baik. Hal ini menunjukan bahwa Lingkungan Kerja Fisik pada PT. BPR NBP 12 memberikan pengaruh terhadap kinerja karyawan. Hal tersebut berpengaruh positif dan signifikan sehingga hipotesis yang diajukan dapat diterima. Sesuai dengan hasil Uji Validitas, dari salah satu pernyataan kuesioner paa nomor 1 Rhitung . > Rtabel . dinyatakan valid, maka seluuruh pernyataan kuesioner yang nada pada variabel Lingkungan Kerja Fisik (X. dinyatakan VALID. Sesuai dengan hasil Uji Reabilitas, pernytan kuesioner variabel Lingkungan Kerja Fisik (X. dinyatakan Reliabel, karena rca . > rtabel . Hal ini dibuktikan dengan hasil nilai JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. Oktober 2025 Halaman : 144-152 CrombachAos Alpha lebih besar dari 0,60. diperoleh nilai thitung>ttabel atau . 115>2,. kemudian hasil nilai signifikasi Lingkungan Kerja Fisik (X. terhadap Kinerja Karyawan (Y) adalah 0,003< 0,05. Maka dapat dikatakan H01 Ditolak dan Ha1 diterima, artinya Terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel Lingkungan Kerja Fisik dan Kinerja Karyawan. ISSN : 2985-4768 Hasil Uji Parsial . Pengaruh Disiplin Kerja (X. terhadap Kinerja Karyawan (Y) pada PT. BPR NBP 12 Dalam penelitian ini daopat diketahui bahwa pengaruh Disiplin Kerja (X. mempunyai nilai rata-rata sebesar 3,95 yang termasuk rentang skala 3,40-4,19 dengan kriteria baik. Hal ini menunjukan bahwa Disiplin Kerja pada PT. BPR NBP 12 memberikan pengaruh terhadap kinerja karyawan. Hal tersebut berpengaruh positif dan signifikan sehingga hipotesis yang diajukan dapat diterima . Sesuai dengan hasil Uji Validitas, dari salah satu pernyataan kuesioner paa nomor 1 Rhitung . > Rtabel . dinyatakan valid, maka seluuruh pernyataan kuesioner yang nada pada variabel Disiplin Kerja (X. dinyatakan VALID. Sesuai dengan hasil Uji Reabilitas, pernytan kuesioner variabel Disiplin Kerja (X. dinyatakan Reliabel, karena rca . > rtabel . Hal ini dibuktikan dengan hasil nilai CrombachAos Alpha lebih besar dari 0,60. Hasil Uji Parsial . diperoleh nilai thitung>ttabel atau . 358>2,. kemudian hasil nilai signifikasi Disiplin Kerja (X. terhadap Kinerja Karyawan (Y) adalah 0,001 < 0,05. Maka dapat dikatakan H01 Ditolah dan Ha1 diterima, artinya Terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel Lingkungan Kerja Fisik dan Kinerja Karyawan. Pengaruh Lingkungan Kerja Fisik (X. dan Disiplin Kerja (X. terhadap Kinerja karyawan (Y) pada PT BPR NBP 12 . Berdasarkan nilai rata-rata sebesar 3,57 yang termasuk rentang skala 3,40-4,19 dengan kriteria Dalam kategori baik tertinggi ditinjaun dari AuKaryawan menghasilkan pekerjaan dengan standar yang tinggiAy artinya perusahaan memberikan pekerjaan sesuai dengan kemampuan karyawan sehingga semua karyawan mampu bertanggung jawab dan menyelesaikan tugasnya dengan efektif dan efisien. Sesuai dengan Uji Validitas, dari salah satu pernyataan kuesioner pada nomor 1 dengan Rhitung https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index . > Rtabel . dinyatakan valid, maka seluruh pernyataan yang ada pada variabel Kinerja Karyawan (Y) dinyatakan VALID. Sesuai dengan Hasil Uji Reabilitas, pernyaataan kuesioner variabel Kinerja Karyawan (Y) dinyatakan reliabel, karena rca . > rtabel . Hal ini dibuktikan dengan hasil nilai CrombchAos Alpha lebih besar dari 0,60. Hasil uji parsial (Uji F) diperoleh nilai Thitung > Ttabel atau . 943>3,. dan tingkat signifikasi 0,000. Kemudian untuk Ftabel pada tingkat kepercayaan 95% dengan kategori a = 0,05 diperoleh nilai 3,19. Maka dapat dikatakan dari hasil perhitungan tersebut Fhitung > Ftabel atau . 943>3,. dan tingkat siginifikasi 0,000 < 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa H0 ditolah dan Ha3 diterima, artinya Terdapat pengaruh yang signifikan secara simultan antara variabel Lingkungan Kerja Fisik dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Karyawan pada PT BPT NBP 12. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada bab IV, penelitian ini bertujuan untuk mempelajari bagaimana variabel Lingkungan Kerja Fisik dan Disiplin Kerja berdampak terhadap Kinerja Karyawan pada PT BPR NBP 12. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitaif, mengacu pada data yang disimpulkan dan diolah menggunakan aplikasi SPSS 26. Berdasarkan hasil penelitian, maka peneliti sampai pada kesimpulan yaitu : Lingkungan Kerja Fisik (X. terdapat pengaruh yang positif terhadap Kinerja Karyawan (Y) secara signifikan, dapat dibuktikan dengan regresi linear sederhana Y = 3,433 0,849 dengan nilai kostanta 3,433 menyatakan bahwa jika nilai variabel Lingkungan Kerja Fisik X1 tidak ada aatu bernilai 0, maka kinerja Y yakni sebesar 3,433. Dan memperoleh nilai koefisien deteriminasi Lingkungan Kerja Fisik sebesar 57,5% sedangkan sisanya 47,5% dapat dipengaruhi oleh faktor lain. Disiplin Kerja (X. terdapat pengaruh yang positif dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan (Y). Hal ini dapat dibuktikan dengan regeresi linier seederhana Y = 18. 745 0,492 dengan nilai 74 menyatakan bahwa jika nilai Disiplin Kerja X2 tidak ada atau bernialai 0 maka Kinerja Karyawan Y yakni 18. dan memperoleh nilai koefisien determinasi 20,9% sedangkan sisanya 71,9% dipengaruhi oleh faktor lain. Lingkungan Kerja Fisik (X. dan Disiplin Kerja (X. terdapat pengaruh terhadap Kinerja Karyawan (Y) secar simultan, dapat dibuktikan dari hasil persamaan regresi linier berganda Y = 11. 292(X. 0,170(X. Nilai koefisien determinasi Lingkungan Kerja Fisik dan Disiplin Kerja sebesar 0,604 dapat disimpulkam bahwa Lingkungan Kerja Fisik dan Disiplin Kerja JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. Oktober 2025 Halaman : 144-152 bepengaruh terhadap Kinerja Karyawan sebesar 60,4% sedangkan sisanta 39,6% dapat dipengaruhi oleh faktor lain. DAFTAR PUSTAKA