Jurnal Pendidikan. Bahasa dan Budaya Volume. Nomor. Tahun 2025 e-ISSN : 2962-1143. dan p-ISSN : 2962-0864. Hal. DOI: https://doi. org/10. 55606/jpbb. Available online at: https://journal. id/index. php/jpbb Implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. pada Pembentukan Nilai Karakter Siswa Luthfi Emili Febrianti1*. Umil Muhsinin2 UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi. Indonesia Alamat: Jl. Lintas Jambi-Muara Bulian KM. Simpang sungai duren. Jambi Luar Kota. Muaro Jambi 36361 Korespondensi penulis : luthfiemili@gmail. Abstract : This study discusses the implementation of the Pancasila Student Profile Strengthening Project in shaping students' character at SD Negeri 082/IX Pijoan. The research employs a qualitative method with a descriptive approach, using observation, interviews, and documentation for data collection. The research subjects are sixth-grade students. The results indicate that the implementation of the Pancasila Student Profile Strengthening Project in character development involves three main stages: planning, implementation, and The planning stage consists of forming a facilitator team, determining project themes and objectives, socializing the program, scheduling activities, developing teaching modules, and designing evaluation plans. The implementation stage follows the teaching modules developed by the facilitator team. The evaluation stage uses an assessment format during each meeting to monitor students' character development. Keywords: Implementation. Pancasila. Student. Profile. Character Abstrak : Artikel ini membahas tentang implementasi projek penguatan profil pelajar Pancasila pada pembentukan nilai karakter siswa di SD Negeri 082/IX Pijoan. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subyek penelitian merupakan siswa kelas VI. Hasil penelitian menunjukkan implementasi projek penguatan profil pelajar Pancasila pada pembentukan nilai karakter siswa yaitu dengan melakukan perencanaan, pelaksanaan, dan assasmen atau penilaian. Proses perencanaan melewati tahapan pembentukan tim fasilitator, menentukan tema dan tujuan projek, sosialisasi program, penjadwalan waktu pelaksanaan, menyusun modul ajar, dan perencanaan Pelaksanaan dilakukan dengan mengikuti modul ajar yang telah dibuat oleh tim fasilitator. Proses evaluasi menggunakan format penilaian yang dilakukan pada setiap pertemuan untuk memantau perkembangan karakter siswa. Kata kunci: Implementasi. Profil. Pelajar. Pancasila. Karakter LATAR BELAKANG Sejalan dengan perkembangan abad 21. Indonesia perlu mencetak lulusan berkarakter dan berkompetensi sesuai kebutuhan sumber saya manusia. Kedua aspek ini terwujud dalam profil pelajar Pancasila yang mencakup enam dimensi, . beriman, bertakwa dan berakhlak mulia, . berkebhinekaan global, . bergotong royong, . mandiri, . bernalar kritis, . Tidak hanya melihat aspek kognitif, tetapi juga sikap dan perilaku sesuai jati diri bangsa. (Silmi et al. , 2. Proyek penguatan profil pelajar Pancasila (P. yang dikembangkan oleh menteri pendidikan dan kebudayaan bertujuan untuk menanamkan pendidikan karakter dengan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan siswa. Proyek ini membekali siswa dengan pemahaman dan praktik mengenai pentingnya beragama, menghormati hak sesama, menjaga persatuan, menghargai perbedaan pendapat, serta membantu orang lain sesua kemampuan. Received Januari 08, 2025. Revised Januari 26, 2025. Accepted Februari 15, 2025. Online Available . Februari 19, 2025 Implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. pada Pembentukan Nilai Karakter Siswa Dengan diterapkan nya P5 ini, siswa daharapkan mampu membangun karakter yang berlandaskan nilai-nilai luhur Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat dan Penelitian oleh Dini Irawati . menemukan bahwa profil pelajar Pancasila merupakan kebijakan yang mendukung pencapaian tujuan pendidikan nasional sekaligus melanjutkan program penguatan karakter. Profil ini mencerminkan nilai-nilai karakter dan kompetensi yang harus dimiliki oleh setiap pelajar Indonesia, baik dalam proses pembelajaran maupun dalam keterlibatan mereka dimasyarakat. Untuk itu, dalam rangka memperbaiki dan membentuk karakter anak bangsa yang bermoral dan professional serta bertanggung jawab, maka diperlukan sebuah usaha yang lebih dalam pendidikan, baik pihak pemerintah, kepala sekolah, guru, dan orang tua, untuk mampu mengupayakan pemberian pendidikan karakter yang baik dan tepat kepada generasi muda. Berdasarkan pemaparan diatas, tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis implementasi projek penguatan profil pelajar Pancasila (P. pada pembentukan nilai karakter siswa di Sekolah Dasar Negeri 083/IX Pijoan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam mengenai jenis kegiatan yang dilakukan tenaga pendidik dalam menerapkan progam P5. Selain itu, hasil penelitian ini juga dapat menjadi inspirasi dan referensi bagi sekolah lain dalam mengimplementasikan program P5 guna memperkuat pendidikan karakter. KAJIAN TEORITIS Nilai karakter dapat dipahami sebagai pedoman moral yang mencerminkan identitas individu serta menjadi simbol martabat manusia. Karakter seseorang bersifat dinamis dan terus berkembang seiring dengan proses belajar, pertumbuhan dan perkembangan individu sejak masa kanak-kanak hingga dewasa. Dalam perjalanannya, nilai-nilai ini akan menghadapi berbagai tantangan, terutama di era globalisasi. Oleh karena itu, pembentukan karakter harus menjadi dasar dan pedoman hidup agar individu mampu menghadapi perubahan serta beradaptasi dengan perkembangan zaman dan nilai-nilai modern yang terus tumbuh. (Dr. Rustono Farady Marta et al. , 2. Menurut Tsoraya dalam (Hamidah et al. , 2. Pendidikan karakter merupakan proses membentuk dan mengembangkan nilai-nilai sikap, moralitas, etika, kepribadian, serta perilaku positif pada individu. Pendidikan karakter dapat diterapkan melalui berbagai metode, seperti integrasi dalam kurikulum formal sekolah, program ekstrakurikuler, pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari, teladan, dari pendidik dan orang dewasa disekitar anak-anak, serta pengalaman langsung melalui interaksi sosial. JPBB - VOLUME. NOMOR. TAHUN 2025 e-ISSN : 2962-1143. dan p-ISSN : 2962-0864. Hal. Dalam (Hidayat & M. Hidayat, 2. mengatakan proyek penguatan profil pelajar Pancasila adalah kegiatan kokurikuler berbasis proyek yang dirancang untuk mendukung pencapaian kompetensi dan karakter sesuai standar kelulusan. Pembentukan karakter dalam proyek ini mencakup kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emosional (EQ), dan kreativitas (CQ), yang pada akhirnya harus bermuara pada penguatan kecerdasan spiritual (SQ). Dalam melaksanakan proyek penguatan profil pelajar Pancasila terdapat beberapa tahap penting yang harus dipersiapkan dan diperhatikan dengan cermat. Proses ini mencakup mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga tahap asasmen atau penilaian. Setiap tahapan memiliki peras krusial untuk memastikan peserta didik mendapat pengalaman belajar yang bermakna, terarah, dan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Pada tahap perencanaan, diperlukan penyusunan rancangan kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan dan karakter siswa. Selanjutnya, dalam proses pelaksanaan proyek, penting untuk menciptakan suasana belajar yang kolaboratif, kreatif, dan eksploratif. Terakhir, tahap asasmen harus dilakukan secara menyeluruh untuk mengevaluasi perkembangan siswa, baik dari aspek pengetahuan, keterampilan, maupun nilai-nilai profil pelajar Pancasila. Dengan perencanaan yang matang, pelaksanaan yang efektif, dan asasmen yang tepat, proyek profil pelajaar Pancasila dapat menjadi sarana pembelajaran yang bermakna dan relevan bagi perkembangan peserta didik. (Pertiwi Gantas Anugrah Bhakti, 2. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan instrument pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Lokasi penelitian yang dipilih pada penelitian ini yaitu SD Negeri 082/IX pijoan, subjek penelitian yaitu guru kelas, peserta didik kelas VI, serta kepala sekolah. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan atau verifikasi. Teknik pemeriksaan keabsahan data dengan triangulasi sumber dan triangulasi waktu. HASIL DAN PEMBAHASAN Implementasi kegiatan projek penguatan profil pelajar Pancasila pada pembentukan karakter siswa di SD Negeri 082/IX Pijoan dilaksanakan dengan tiga tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan asasmen atau penilaian yang dijelaskan sebagai berikut: Implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. pada Pembentukan Nilai Karakter Siswa Perencanaan Dalam merancang pembelajaran berbasis proyek, terdapat tahapan-tahapan yang perlu disusun secara sistematis, tahapan yang pertama yaitu membentuk tim fasilitator, tim fasilitator berperan dalam memfasilitasi pembelajaran berdeferensiasi dengan memperhatikan minat, gaya belajar, dan kesiapan peserta didik dalam proyek profil, selain itu tim fasilitator juga menyediakan sumber belajar yang memadai, dan membimbing proses inkuiri. Yang kedua menentukan tema dan tujuan projek, penentuan tema dalam pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila ini ditentukan berdasarkan keadaan dan lingkungan sekitar sekolah, yang biasanya disesuaikan dengan pengetahuan siswa, dan tujuan pembelajaran disusun untuk membantu peserta didik menentukan elemen, subelemen, dan capaian fase yang sesuai dan untuk memperkuat penguasaan kompetensi yang mendukung terwujudnya profil pelajar Pancasila. (Endah Widiarti et al. , n. Yang ketiga adalah sosialisasi program, pengenalan atau sosialisasi mengenai bentuk kegiatan yang akan dilaksanakan perlu diberikan kepada siswa dan wali murid. Hal ini karena projek penguatan profil pelajar Pancasila merupakan program baru dalam kurikulum yang memerlukan waktu, persiapan matang, serta perencanaan dana yang memadai. Keempat, menentukan waktu pelaksanaan projek, merancang alokasi waktu proyek profil memerlukan beberapa langkah, yaitu memetakan alokasi waktu disetiap jenjang, menghitung alokasi waktu, dan menentukan waktu pelaksanaan. Penentuan waktu pelaksanaan dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan proyek berlangsung dengan baik dan lancar, sekaligus mengurangi potensi kendala yang mungkin muncul (Silmi et al. , 2. Selanjutnya yang kelima pembuatan modul ajar, modul projek penguatan profil pelajar Pancasila adalah dokumen yang memuat tujuan, metode, media pembelajaran, dan assasmen yang diperlukan dalam pelaksanaan proyek. Pendidik memiliki kebebasan untuk menyusun, memilih, atau memodifikasi modul sesuai kebutuhan. (Farhana, 2. Yang terakhir, adalah perencanaan evaluasi, evaluasi dan tindak lanjut projek penguatan profil pelajar Pancasila berfokus pada proses belajar dan perkembangan peserta didik dalam membangun profil pelajar Pancasila, bukan sekedar nilai akhir atau kualitas produk. Selain itu, yang diukur adalah (Arrosyad et al. , 2. Dengan demikian, keenam proses perencanaan program projek penguatan profil pelajar Pancasila yang dilaksanakan di SD Negeri 082/IX Pijoan penting untuk dilaksanakan agar dapat memastikan program berjalan secara efektif, terukur, dan sesuai dengan tujuan JPBB - VOLUME. NOMOR. TAHUN 2025 e-ISSN : 2962-1143. dan p-ISSN : 2962-0864. Hal. pembentukan karakter yang diharapkan. Setiap tahapan perencanaan yang dilaksanakan menyesuaikan dengan keadaan peserta didik. Pelaksanaan Berdasarkan hasil penelitian, pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila di SD Negeri 082/IX Pijoan dimulai dengan memperkenalkan kepada siswa mengenai kegiatan yang akan dilaksanakan. Tim fasilitator atau pendidik akan mendorong peserta didik untuk memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan membantu siswa mengamati kondisi nyata sesuai dengan kehidupan sehari-hari dan isu-isu yang ada. Keterlibatan peserta didik memegang peranan penting dalam pelaksanaan proyek penguatan profil pelajar Pancasila. Oleh karena itu, pendidik atau fasilitator perlu terus berinovasi untuk meningkatkan partisipasi aktif seluruh peserta didik dalam berbagai kegiatan yang dilaksanakan. Pelaksanaan proyek penguatan profil pelajar Pancasila memiliki beberapa prinsip dalam pelaksanaannya yaitu, holistic berarti pendekatan menyeluruh dengan menganalisis tema serta keterkaitan berbagai aspek bermakna, berpusat pada peserta didik maksunya peserta didik menjadi subjek aktif yang berinisiatif memecahkan masalah melalui kompetensinya. Konstektual yaitu pembelajaran yang relevan dan bermakna melalui pengalaman sehari-hari dan lingkungan sekitar. Dan eksplorarif yaitu mendorong inisiatif dan motivasi peserta didik untuk mengembangkan potensinya. (Eka Ratna Sari, 2023 n. Dalam pelaksanaan proyek penguatan profil pelajar Pancasila, fasilitator mendampingi peserta didik selama kegiatan. Kedekatan personal dengan peserta didik memungkinkan fasilitator memahami peserta didik lebih dalam. Pemahaman yang baik membantu fasilitator meningkatkan keterlibatan peserta didik dan menemukan cara efektif untuk mendorong partisipasi belajar. Alur pelaksanaan proyek dilaksankaan sesuai dengan modul ajar yang dibuat oleh fasilitator. (Nurhakiki & Fitriyeni, 2. mengatakan melalui kegiatan profil pelajar Pancasila (P. , peserta didik dapat meningkatkan rasa percaya diri terhadap hasil karyanya, mengembangkan potensi dirinya, serta menemukan minat dibidang tertentu. merupakan bentuk penerapan pembelajaran berdiferensiasi, karena memberi ruang bagi peserta untuk mengasah keterampilan, menggali minat, dan menjadi lebih aktif melalui diskusi proyek bersama teman-temannya. Tujuan utama kegiatan P5 adalah mengembangkan karakter peserta didik sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, sesuai dengan kebijakan pendidikan dari kementrian pendidikan, kebudayaan, riset dan teknologi. Sebagai bagian dari implementasi kurikulum merdeka. P5 memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna. Peserta didik terlibat secara aktif dalam berbagai aktivitas, seperti berdiskusi dengan teman, membuat karya yang Implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. pada Pembentukan Nilai Karakter Siswa relevan dengan proyek, serta melatih kemampuan peserta didik dalam memcahkan masalah untuk mencapai hasil yang baik. Proyek penguatan profil pelajar Pancasila bertujuan untuk pembentukan nilai karakter peserta didik yang mencakup enam dimensi yaitu . Beriman. Bertakwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Berakhlak Mulia. Berkebhinekaan Global, . Mandiri, . Bergotong royong, . Bernalar kritis, . Kreatif. Berdasarkan hasil penelitian dikatakan bahwa pelaksanaan proyek penguatan profil pelajar Pancasila bukan hanya untuk menghasilkan karya tetapi untuk melatih dan menumbuhkan kebiasaan-kebiasaan baik pada peserta didik. Pihak sekolah, guru, dan orang tua akan bekerja sama dalam menciptakan proses pembelajaran agar dapat tercapainya tujuan yang diinginkan. Pelaksanaan program profil pelajar Pancasila di SD Negeri 082/IX Pijoan dilaksanakan pada setiap hari sabtu dengan tema disesuaikan berdasarkan guru atau fasilitas masing-masing Menurut Kemendikbutristek NO. 56/M/2022. Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila merupakan kegiatan yang bertujuan untuk memperkuat pencapaian kompetensi dan pembentukan karakter sesuai dengan profil pelajar Pancasila. Projek ini disusun berdasarkan standar kompetensi lulusan. Pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila dilakukan secara fleksibel, baik dalam hal muatan, jenis kegiatan, maupun pelaksanannya. Projek ini dirancang secara terpisah dari kegiatan intrakurikuler, sehingga memberikan ruang bagi peserta didik untuk mendapatkan pengalaman belajar yang lebih konstektual dan bermakna. (Fadhilah et al. , 2. Assasmen atau Penilaian Penilaian terhadap proses pembelajaran merupakan assasmen yang mencakup perencanaan dan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar. Penilaian ini dilakukan oleh pendidik yang bersangkutan dan dilaksanakan minimal satu kali dalam setiap semester setelah proses pembelajaran berlangsung. Asasmen terhadap perencanaan dan pembelajaran dilakukan melalui dua cara utama, yaitu refleksi diri terkait perencanaan dan proses pembelajaran yang dilakukan, refleksi diri berdasarkan hasil asasmen yang diberikan oleh sesame pendidik, atau peserta didik. Selain pendidik yang bersangkutan, proses penilaian ini juga dapat dilakukan oleh rekan pendidik, kepala satuan pendidikan, maupun peserta didik. (Prof. Dr. Hj. Ade Tutty Rossa, n. Pada hasil penelitian di SD Negeri 082/IX Pijoan dapat dilihat bahwa proses penilaian peserta didik atau asasmen dilakukan oleh masing-masing guru atau fasilitator dengan format penilaian yang sudah dibuat. Penilaian dilakukan melalui observasi dan pengisian format JPBB - VOLUME. NOMOR. TAHUN 2025 e-ISSN : 2962-1143. dan p-ISSN : 2962-0864. Hal. penilaian yang disusun oleh guru kelas. Format tersebut memuat informasi berupa nama proyek, dimensi, elemen, dan sub-elemen. Penilaian dilakukan berdasarkan empat kriteria utama, yaitu: mulai berkembang, sudah berkembang, berkembang sesuai harapan, dan sangat Selain penilaian, evaluasi dan tindak lanjut juga dilakukan di SD Negeri 082/IX Pijoan, evaluasi merupakan aspek yang penting untuk dilakukan diakhir pelaksanaan profil pelajar Pancasila evaluasi dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya menilai hasil belajar peserta didik, tetapi juga mencakup proses pembelajaran yang dilalui oleh pendidik dalam merancang kegiatan projek. Selain itu, evlauasi turut menilai kesiapan satuan pendidikan serta lingkungan sekitar dalam mendukung keberhasilan proyek. Fokus utama evaluasi adalah proses, bukan sekedar hasil. Oleh karena itu, indikator utama yang dinilai adalah perkembangan dan pertumbuhan peserta didik, pendidik, dan satuan pendidikan secara keseluruhan. Evaluasi akhir biasanya dilaksanakan dalam rapat akhir semester yang mencakup seluruh proses pembelajaran dan dipimpin pengawas sekolah. Lingkungan belajar yang nyaman dan nyaman dapat diciptakan melalui sekolah yang terbuka, kolaboratif, dan gemar mempelajari hal baru. Dalam melaksanakan proyek penguatan profil pelajar Pancasila, satuan pendidikan perlu menerima masukan, menghargai perbedaan, dan berkomitmen pada upaya perbaikan demi perubahan positif. Selain itu, sekolah harus mampu menumbuhkan rasa ingin tahu dan memberikan ruang bagi peserta didik untuk menikmati proses menemukan hal baru. Setiap peserta didik pasa dasarnya senang mempelajari hal baru dan terus mengembangkan diri serta kemampuannya secara berkelanjutan. Proyek penguatan profil pelajar Pancasila berlangsung efektif jika pendidik, peserta didik, dan lingkungan satuan pendidikan mampu mengoptimalkan peran masing-masing. (Mery et al. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa implementasi projek penguatan profil pelajar Pancasila di SD Negeri 082/IX Pijoan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, dimana melewati tiga tahapan, yaitu pertama, perencanaan dimana proses perencanaan terdiri dari enam tahap seperti, membentuk tim fasilitator, penentuan tema dan tujuan projek, sosialisasi program, penjadwalan waktu pelaksanaan, pembuatan modul ajar, dan perencaan evaluasi. Kedua pelaksanaan pelaksanaan program dilakukan pada setiap hari sabtu dengan mengikuti modul ajar yang telah dibuat oleh pendidik, pelaksanaan harus menjalin kerja sama yang baik antara sekolah, kepala sekolah, guru, siswa, dan orang tua. Ketiga penilaian atau asasmen. Implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. pada Pembentukan Nilai Karakter Siswa proses penilaian dilaksanakan oleh guru atau fasilitator dengan mengobservasi langsung perkembangan siswa menggunakan format penilaian yang telah dibuat, dan evaluasi juga dilaksanakan pada setiap akhir semester untuk melihat bagaimana pelaksanaan program projek penguatan profil pelajar Pancasila yang telah berjalan. DAFTAR REFERENSI Arrosyad. Nugroho. Qohar. , & Rohman. Manajemen pembelajaran berbasis projek penguatan profil pelajar Pancasila (P. BAJ. Fadhilah. Haling. Febriati. Kunci. Merdeka Belajar. , & Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Gambaran projek penguatan profil pelajar Pancasila pada penerapan kurikulum merdeka belajar pada sekolah menengah pertama. Pinisi Journal of Education, 3. , 96Ae101. Farady Marta. Francoise. Pribadi. Dulame. Susanto. Silalahi. Saptadi, . Wibowo. Praptiwi. , & Sumartiningsih. Pendidikan karakter: Membangun generasi emas. Penerbit Andi. Farhana. Merdekakan pikiran dengan kurikulum merdeka: Memahami konsep hingga penulisan praktik baik pembelajaran di kelas. Penerbit Lindan Bestari. Hamidah. Kusuma. Aisyah. Ramadhaniyati. Susanto. Kase. Sadipun. Priakusuma. Asmarany. , & Wijayanti. Pendidikan karakter. Cendikia Mulia Mandiri. Hidayat. , & Hidayat. Refleksi projek penguatan profil pelajar Pancasila berbasis pancaniti. Penerbit P4I. Irawati. Iqbal. Hasanah. , & Arifin. Profil pelajar Pancasila sebagai upaya mewujudkan karakter bangsa. Edumaspul: Jurnal Pendidikan, 6. , 1224Ae1238. Mery. Martono. Halidjah. , & Hartoyo. Sinergi peserta didik dalam proyek penguatan profil pelajar Pancasila. Jurnal Basicedu, 6. , 7840Ae7849. Widiarti. Kusumawati. Startyaningsih. Sylvia. , & Adab. Inovasi projek penguatan profil pelajar Pancasila. Penerbit Adab. JPBB - VOLUME. NOMOR. TAHUN 2025